Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluation, Productivity and Competition of Brachiaria decumbens, Centrosema pubescens and Clitoria ternatea as Sole and Mixed Cropping Pattern in Peatland’s Arsyadi, Ali; Luki, Abdullah; PDMH, Karti; MA, Chozin; DA, Astuti
Indonesian Journal of Animal and Veterinary Sciences Vol 19, No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.3 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v19i2.1036

Abstract

This study was carried out to determine the productivity, competition indices and nutrient content of Brachiaria decumbens (grass), Centrosema pubescens and Clitoria ternatea (legumes) as sole and mixed cropping system in peatland in Pekanbaru, Indonesia from October 2011 to November 2012. The experiment was set up in randomized complete block design with five treatments and three blocks as replication. Five treatments compared: B. decumbens sole cropping (Bd), C. pubescens sole cropping (Cp), C. ternatea sole cropping (Ct), B..decumbens and C. pubescens mixed cropping (Bd+Cp) and B. decumbens and C..ternatea mixed cropping (Bd+Ct). The dry matter (DM) yield of B. decumbens was significantly (P<0.05) increased by mixed cropping. B. decumbens DM yield in C. pubescens intercrop increased by 147.9% and in C. ternatea intercrop increased by 74.1% compare to sole B. decumbens. Land equivalent ratio (LER) value range from 1.04 (Bd+Ct) to 1.58 (Bd+Cp). The crowding coefficient (K) value of B. decumbens in both mixed croping system was higher than K value of C. pubescens and C. ternatea. The total K value for Bd+Cp was higher than Bd+Ct. The competition ratio (CR) value of B. decumbens mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea were.>1. The aggressivity (A) value of B. decumbens in both mixed cropping was positive. The crude protein (CP) content of B.decumbens did not significantly (P>0.05) increased by mixed cropping with legumes. Intercropping with B. decumbens significantly (P<0.05) decreased CP content of C. ternatea. Meanwhile neutral detergent fibre (NDF) and acid detergent fibre (ADF) content of B. decumbens did not decrease by intercropping with C.pubescens and C. ternatea. In conclusion, mixed cropping with C. pubescens and C. ternatea in peatland increased DM yield of B. decumbens. Mixed cropping with B. decumbens did not influence DM yield of C. pubescens and decreased DM yield and CP content of C..ternatea. Mixed cropping of B. decumbens with C. pubescens and B. decumbens with C..ternatea in peatland did not increase total DM yield of forage per unit area of land and nutrition contents of forage. B. decumbens was more competitive and dominant than C..pubescens and C. ternatea in peatland. Key Words: Cropping System, Forage, Nutrient Contents, Yield, Peatland
Production and Nutritive Value of Indigofera zollingeriana and Leucaena leucocephala in Peatland Ali, A; Abdullah, Luki; Karti, P.M.D.H; Chozin, M.A.; Astuti, D.A.
ANIMAL PRODUCTION Vol 16, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Faculty of Animal Science, Purwokerto-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.753 KB)

Abstract

Abstract. This study was aimed to determine and compare the dry matter yield and nutrient content of Indigofera and Leucaena grown in peatland. This experiment was conducted in peatland type soil (type sapric) in Pekanbaru city, DM yield and nutrient contents data were analyzed by 2x3 factorial design with 3 replication. Two treatments compared were Indigofera zollingeriana (Indigofera) and Leucaena leucocephala (Leucaena). Indigofera was proven significantly higher than Leucaena in all harvest regarding dry matter (DM) of leaf and stem of 29.9% and 25%, respectively, crude protein (CP) of 23.1% and 17.6%, respectively. While neutral detergent fibre (NDF) and acid detergent fibre (ADF) content of Indigofera leaf (35.9% and 25.1%, respectively) was significantly lower than those of Leucaena leaf (40.9% and 29.3%, respectively). It was concluded that the production and nutritive value of Indigofera zollingeriana was superior to Leucaena leucocephala in peatland (type sapric). Key words: Legume tree, Sapric, nutrient content, In vitro digestibiliy              Abstrak.  Penelitian ini bertujuan menentukan dan membandingkan bahan kering dan kandungan nutrisi Indigofera dan Leucaena yang tumbuh di lahan gambut. Percobaan ini dilakukan di lahan gambut di Pekanbaru menggunakan pola faktorial 2x3 dengan ulangan 3 kali. Dua perlakuan yang dibandingkan adalah Indigofera zollingeriana (Indigofera) dan Leucaena leucocephala (Leucaena). Indigofera terbukti secara nyata lebih tinggi daripada Leucana di semua periode panen, berkaitan dengan kandungan BK (bahan kering) daun dan batang berturut-turut 29,9% dan 25%, dan protein kasar (PK) 23,1% dan 17,6%. sedangkan neutral detergent fibre (NDF) dan acid detergent fibre (ADF) daun indigofera berturut-turut 35,9% dan 25,1%, lebih rendah secara nyata daripada daun Leucaena, yaitu 40,9% dan 29,3%. Disimpulkan bahwa produksi dan nilai nutrisi Indigofera zollingeriana lebih tinggi dari Leucaena leucocephala di lahan gambut (jenis saprik) Kata kunci: Pohon legume, Saprik, Kandungan Nutrisi, Kecernaan in vitro
EVALUASI GEOMETRIK PERSILANGAN JALAN REL DAN JALAN RAYA Hongarta, Reynaldo; Kurniawan, Bobby; Santoso, Indriani
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.084 KB)

Abstract

Perlintasan sebidang merupakan suatu pertemuan antara jalan rel dan jalan raya. Perlintasan sebidang harus memenuhi persyaratan standar yang sudah ditetapkan oleh instansi terkait meliputi kondisi geometrik, ruang bebas dan ruang bangun serta jarak pandang agar perlintasan sebidang nyaman dan aman untuk dilalui kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kondisi geometrik, ruang bebas dan ruang bangun serta jarak pandang perlintasan sebidang. Penelitian ini menggunakan hasil pengamatan di lapangan dan data dari Dinas Perhubungan untuk membandingkan kondisi lapangan dengan persyaratan. Penelitian dilakukan pada dua perlintasan sebidang, yaitu perlintasan sebidang di Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari. Perlintasan sebidang Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari memiliki kondisi geometrik dan jarak pandang yang belum layak untuk dilewati kendaraan karena belum memenuhi standar persyaratan yang telah ditetapkan, sedangkan pada ruang bebas dan ruang bangun sudah memenuhi persyaratan. Pada perlintasan sebidang Jl. Raya Margorejo dan Jl. Raya Jemur Sari masih terdapat halangan yang mengganggu jarak pandang pengendara dan masinis.
The Effect of Population Density and Intercropping with Tomato on the Growth and Yield of Winged Bean (Psophocarpus tetragonolobus) Maure, Gerson Hans; Chozin, Muhammad Achmad; Santosa, Edi
Journal of Tropical Crop Science Vol 6 No 02 (2019): Journal of Tropical Crop Science
Publisher : Department of Agronomy and Horticulture, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.2 KB) | DOI: 10.29244/jtcs.6.02.81-88

Abstract

Winged bean (Fabaceae) is a tropical crop that has high nutrient content, and almost all parts of the plant are edible. The research aimed to evaluate the growth and production of winged bean in an intercropping system with tomato. The study was conducted at the Cikabayan Experimental Field of Bogor Agricultural University, Bogor, Indonesia, in a randomized block design with three replications during the rainy season of December 2017 to June 2018. Winged beans were planted in high and low population densities and intercropped with three tomato genotypes, “Tora”, F70030081-12-16-3 and “Apel Belgia”. Monoculture winged bean was assigned as control. Tomatoes were planted between the rows of the winged beans in the intercropping treatment. The results showed that the growth of winged bean in monoculture and intercropping systems was not significantly different. The photosynthetic activity of winged bean at three to five weeks after planting remained high, indicating that the vegetative growth was optimal in both systems. Intercropping increased the winged bean number of pods per plant by 12.66-19.52% compared to monoculture, irrespective of population density. Therefore, winged bean could be considered as suitable to grow in intercropping systems.
Kelimpahan, komposisi ukuran, dan pola pertumbuhan Udang Windu (Penaeus monodon) di Sungai Kambu Sulawesi Tenggara Herlina, .; Pangerang, Utama K.; Yasidi, Farid
Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.617 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Sungai Kambu pada bulan Maret–Mei 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, komposisi ukuran, dan pola pertumbuhan udang windu di Sungai Kambu Sulawesi Tenggara. Total sampel selama penelitian 227 individu dengan nilai pendugaan kelimpahan berkisar antara 15–62 ind/m2. Hasil analisis ukuran panjang dan bobot terdapat 8 kelas. Ukuran terbesar untuk kelas panjang yaitu kelas ukuran 8,79−9,44 cm dan terkecil kelas ukuran 4,54−4,98 cm. Ukuran terbesar untuk kelas bobot yaitu kelas ukuran 13,66−17,06 gr dan terkecil kelas ukuran 1,78−2,37 gr. Udang yang dominan tertangkap tergolong udang windu muda. Hubungan panjang dan bobot menunjukkan bahwa pola pertumbuhan yang terbentuk pada bulan Maret yaitu allometrik positif dengan nilai b (3,1644), sementara pada bulan April adalah pola pertumbuhan allometrik negatif yakni nilai b (2,246) dan pada bulan Mei pola pertumbuhan yang terbentuk adalah allometrik negatif dengan nilai b (2,675). Nilai parameter kualitas air yang diamati adalah suhu berkisar antara 27–300C, kecerahan berkisar antara 20–72,5 cm, kedalaman perairan berkisar antara 1,75–3,5 m, kecepatan arus berkisar antara 0,32–0,91 m/d, Salinitas perairan relatif konstan yakni 11 ppt, pH berkisar antara 7–7,5 dan Plankton di perairan berkisar antara 5–7 jenis plankton. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang baik bagi kehidupan udang windu.Kata Kunci : Kelimpahan, Pertumbuhan, Udang windu (Penaeus monodon), Sungai Kambu.
Laju Asimilasi Bersih dan Laju Tumbuh Relatif Varietas Padi Toleran Kekeringan Pada Sistem Sawah Maisura, Maisura; Chozin, Muhamad Ahmad; Lubis, Iskandar; Junaedi, Ahmad; Ehara, Hiroshi
Agrium Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v12i1.376

Abstract

Cekaman kekeringan menyebabkan terjadinya perubahan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman diantaranya terjadinya penurunan laju asimilasi. Percobaan dilaksanakan di Rumah Plastik Lapangan Riset Padi Babakan, University Farm IPB, Bogor (± 240 m dpl) pada bulan September 2011 sampai February 2012. Rancangan penelitian menggunakan rancangan split plot 3 ulangan, dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor utama (Cekaman kekeringan) sebagai petak utama yang terdiri dari penghentian pemberian air umur 3Minggu Setelah Transplanting (3MST) sampai panen; Penghentian pemberian air umur  6 MST sampai panen; penghentian pemberian air umur 9 MST sampai panen dan  kontrol.  Sedangkan faktor kedua adalah varietas yang ditempatkan sebagai anak petak yaitu IR 64, Ciherang, IPB 3S, Way Apo Buru, Jatiluhur, Menthik Wangi, Silugonggo dan Rokan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan cekaman kekeringan pada saat awal fase vegetatif sampai panen dan pada fase pra antesis sampai panen menyebabkan terjadinya penurunan laju asimilasi bersih berkisar 42.96%-78.95% dan laju tumbuh relatif berkisar 22.95%-69.62%. Varietas Jatiluhur dan Ciherang memiliki laju asimilasi bersih yang lebih tinggi pada perlakuan cekaman kekeringan yang diberikan pada awal fase vegetatif sampai panen
Studi Karakter Morfologi dan Fisiologi Varietas Padi Toleran Terhadap Cekaman Kekeringan Pada Sistem Sawah Maisura, Maisura; Chozin, M A; Lubis, Iskandar; Junaidi, Ahmad; Ehara, Hiroshi
Agrium Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v14i1.869

Abstract

Water stress is one of factors which causes low yield of lowland. This study aimed to identify and characterize morphology and physiology of drought tolerant rice varieties. Experiments which have conducted: (i) Investigation of rice varieties tolerance to drought stress at early vegetative stage in the laboratory (ii) morphology and physiology characters of rice varieties to drought stress in the paddy field and (iii) determining the character of root of  rice tolerant to drought stress. The experimental design used was split plot design with 3 (three) replications, with drought stress as the main plot and the variety as sub-plot. The result of screening test at the laboratory using PEG (Polyethylene Glycol) which could characterize which rice varieties could be considered as drought tolerant varieties. Results showed that periods of drought increasing the proline content at Ciherang (25.38 μmol) and IPB 3S varieties (22.08 μmol) at 13 WAT (Week After Transplanting). The variety that has the highest total sugar content in the flowering stage is Rokan (289.38 mg.g-1DW) followed by Menthik Wangi (230.53 mg.g1DW), while the lowest sugar content in harvest found in Jatiluhur (17.14 mg.g-1DW) followed by Way Apo Buru (46.99 mg.g-1DW). Jatiluhur, Way Apo Buru and IPB 3S varieties have drought tolerant based on the root characteristic. Ciherang, IPB 3S, Way Apo Buru and Jatiluhur varieties were drought tolerant and potential to be used in paddy field.
Peningkatan Keefektifan Bioherbisida Berbahan Dasar Umbi Teki dengan Surfaktan dalam Menekan Perkecambahann Muhamad Achmad Chozin; Adolf Pieter Lontoh; Arsa, Agung Jat Wibowo
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 48 No. 1 (2020): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.037 KB) | DOI: 10.24831/jai.v48i1.29209

Abstract

Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa larutan tepung umbi teki berpotensi sebagai bioherbisida pratumbuh untuk mengendalikan gulma berdaun lebar. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsentrasi larutan tepung umbi teki yang efektif, mendapatkan informasi jenis surfaktan yang efektif digunakan untuk campuran larutan tepung umbi teki dalam menghambat perkecambahan, dan mengetahui interaksi antara larutan dengan penambahan surfaktan terhadap perkecambahan. Percobaan dilakukan pada Februari-April 2019 di rumah kaca Kebun Percobaan Cikabayan IPB. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan surfaktan yang terdiri dari A0 (tanpa surfaktan), A1 Tween 80, A2 Triethanolamin (TEA), dan A3 Nonylphenol 10 (NP10) pada konsentrasi 2%. Faktor kedua perlakuan konsentrasi larutan yaitu K0 (kontrol), K1 (45 g L-1), K2 (90 g L-1), dan K3 (135 g L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan tepung umbi teki berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter perkecambahan. Selain menekan persentase benih yang berkecambah, larutan dapat menghambat kecepatan tumbuh dan meningkatkan persentase kecambah abnormal. Respon terhadap konsentrasi bersifat linier dan belum efektif menekan perkecambahan pada media tanah. Jenis surfaktan yang digunakan tidak nyata meningkatkan keefektifan bioherbisida. Tumbuhan berdaun lebar selada dan Asystasia gangetica lebih peka terhadap perlakuan dibandingkan dengan padi. Kata kunci: alelopati, Asystasia gangetica, bioherbisida, Cyperus rotundus, pertanian berkelanjutan
KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MATERI FUNGSI DI KELAS VIII SMP BUMI KHATULISTIWA Herlina, .; Yusmin, Edy; Nursangaji, Asep
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 6, No 10 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.383 KB)

Abstract

AbstractRepresentation is central to study of mathematics. Students can develop and deepen their understanding of mathematical concepts and relationships as they create, compare, and use various representations. This research aimed to evaluate the students? ability of mathematical representation on the function subject matter. The subjects of this research were the students who had learn the function subject matter, they were grade VIII students of SMP Bumi Khatulistiwa. The method which used in this research was a descriptive  with case study. The technique of data collection were measurement technique and the direct communication technique. Based on the data analysis, generally the students? ability of mathematical representation in the middle categorized. The students could not represent the data correctly because the writer still found an error of their writing. According to the three types of representation which used such as visual representation, verbal representation and symbolic representation, the highest mean score was symbolic representation it was 16,07 ( 44,64%). Keywords: The Ability of Mathematical Representation, Function Subject Matter
THE STUDENTS’ ABILITY IN PRONOUNCING ENGLISH VOICED AND VOICELESS CONSONANTS BY USING MINIMAL PAIRS Herlina, .; Novita, Dewi; Salam, Urai
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 10 (2015): Oktober 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.876 KB)

Abstract

Abstract : The purpose of this research is to investigate how well is the ability of  the Third Semester  Regular A Students of the English Education Study Program in Academic Year 2012/2013 in pronouncing voiced and voiceless consonants. Method of this research is descriptive study by holding three time of test using minimal pairs. Subject of this research is all of the Third Semester  Regular A Students of the English Education Study Program in Academic Year 2012/2013. Data of the research was collected by using pronouncing practice oral test of minimal pairs. Result of this research is the main score of students’ pronouncing ability at the first test was 91.37, the second test was 89.40 and the last test was 91.48 which was categorized as good to excellent. The result of the students’ mean score had shown their significant ability in pronouncing English voiced and voiceless consonants. Key word : Pronouncing Voiced and Voiceless Consonants, minimal Pairs. Abstrak : Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mennyelidiki seberapa baik kemampuan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Reguler A semester ketiga tahun pelajaran 2012/2013 dalam melafalkan konsonan voiced dan voiceless Bahasa Inggris menggunakan minimal pairs. Metode penelitian ini adalah studi deskriptif dengan melakukan tiga kali test menggunakan minimal pairs. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Reguler A Semester ketiga tahun pelajaran 2012/2013. Data penelitian didapatkan dengan menggunakan test lisan praktek pelafalan minimal pairs. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata yang diperoleh mahasiswa pada test pertama adalah 91,37, test kedua 89,40 dan test terakhir 91,48 yang dikategorikan baik sampai dengan luar biasa. Hasil nilai rata-rata mahasiswa ini telah menunjukkan kemampuan signifikan mereka dalam melafalkan  konsonan voiced dan voiceless Bahasa Inggris. Kata Kunci : Pelafalan Voiced dan Voiceless Konsonan, Minimal Pairs
Co-Authors , Handoko ,, Yuniarti . Sugiyanta, . A Ali Abdul Harris Burhan Abdullah Abdullah Ade Sumiahadi Adolf Pieter Lontoh, Adolf Pieter AHMAD JUNAEDI Ahmad Junaidi Ahmad Junaidi Aidi Noor Aji Hermawan Aldi M Alfima Rahasti Alfred A Antoh Alhidayah, Destya Anas Miftah Fauzi Andhini, Martika Ani Kurniawati Ansyarif Khalid Arsa, Agung Jat Wibowo Artha Regina Tambunan Asdi Asdi Asep Nursangaji Asih Sukowati Astuti DA Astuti DA Awang Maharijaya Axel Anderson Azri Kusuma Dewi Bambang Pramudya Bambang S. Purwoko Bilkis, Faras Gaitsa Bustami Syam Chairannisa, Dyana D.A. Astuti Darmawansyah Darmawansyah DARUSMAN, L.K. Darwis AN Darwis AN Desta Wirnas dewi novita Dewi, Sangrani Annisa Dhika Prita Hapsari Diah karyawati Didy Sopandie Dina Harsono Dwi Guntoro Dwiwanti Sulistyowati Dwiwanti Sulistyowati E. Namaken Sembiring Edi Santosa Edy Yusmin Eka Intan Kumala Putri Eka Wardiana Endah Dwi Susanti Endang Gunawan EVA OKTAVIDIATI, EVA Evar, Fitrawaty Orista Fahrul Rozy Pohan Faradesi Ardialisa Fibra Nurainy Gatot Pramuhadi Gerson Hans Maure GHULAMAHDI, M. h sanusi H. Soedarmadi HAJRIAL ASWIDINNOOR Hartami Dewi Hemawati Hemawati Hendrik Hendrik Herman Wafom Tubur Hermanu Triwidodo Hesty Juniar Rukmin Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Hiroshi Ehara Hongarta, Reynaldo HS Arifin Ida H. Somantri Indriani Santoso Iqbal . Irianto, M. Yuli Irwan Abdullah Iskandar Lubis ISMAIL SALEH Iswari S. Dewi Jalali Iqram Kanny, Putri Irene Karti PDMH Karti PDMH Khairil Anwar Krishna Surya Buana Kusuma Darma Kusuma, Ayu Vandira Candra KWANG HO KIM Laila Nur Atika Luki Abdullah M Zardan Araby M. Ghulamahdi Machfud Machfud Maisura Maisura Mansur Maria Erna Marmawi R . Maya Melati Mochammad Afifuddin Moeljarno Djojomartono Muftil Badri Muhamad Kurniadi Muhamad Syukur Muhammad Ridwan Muhammad Syaifuk Ar Rosyid Munawir, Fathurrahman Aziz Munif Ghulamahdi Murtilaksono, dan Kukuh Nurhayati Nurhayati P.M.D.H Karti, P.M.D.H Pangerang, Utama K. Patandean, Brayen Perwita, Atikah Dyah Purwono Purwono Putri Sakura Rainiyati Rainiyati Raisa Baharuddin RANI FARIDA Ratih Marina Kurniaty Rinaldo, Ruswandi Ristianingrum, Anita Ritonga, Arya W Ritonga, Arya Widura Rizki Fadilah Rohman Rosyid, Muhammad Syaiful Ar Sahara, Olyvia Fashatus Sahrullah Sahrullah Selvie D. Anis Siahaan, Gretty Febriola Sigit Prabawa Sobir Sobir Soedarmadi Hardjosoewignyo Soekisman Tjitrosemito Sofiyah, Maratus Sri Mulatsih Sudarsono Sudirman Yahya Sudradjat Sudradjat Sugiyanta Supijatno Suryana Sutikno Sutikno Suwarto Suwarto Suwarto Suwitono, Bayu Tanto Pratondo Utomo Tineke Mandang Trikoesoemaningtyas Ulinnuha, Zulfa urai salam Vitho Alveno Vivid Violin Wenny Rahmawati WIJAYANTO, N. Yasidi, Farid Yudi Febrianto Yudi Febrianto Yuline . Yundari, Yundari Zaman, Sofyan Zarwazi, Lalu Muhamad