cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Al-Ashlah
Published by STAI Ma'arif Jambi
ISSN : 2581107X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Al-Ashlah adalah Jurnal dengan Kajian Islamic Studies mencakup keilmuan ke-Islaman secara umum yaitu pendidikan agama Islam, hukum keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syaraih, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Ilmu Al Qur'an Tafsir dan Bimbingan Konseling Islam berdasarkan hasil kajian penelitian atau tulisan ilmiah berdasarkan studi kepustakaan. Jurnal Al-Ashlah diterbitkan oleh STAI Ma'arif Jambi dengan dasar menyampaikan prinsip-prinsip Ahlisunnah Waljama'ah.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 2 (2018)" : 11 Documents clear
Urgensi Pembukaan Unit Layanan Pendidikan Bimbingan dan Konseling (BK) di Setiap Program Studi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Pendidikan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Hidayat, Hidayat; sumarto, Sumarto
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembukaan Unit Layanan Pendidikan Bimbingan dan Konseling bagi paramahasiswa adalah bahagian besar dalam mengembangkan karir dan menyelesaikanmasalah para mahasiswa serta mencegah terjadinya masalah. Setiap manusia pastimelakukan Proses, karena Proses adalah bagian yang sangat penting bagi kehidupan.Tanpa adanya Proses penyampaian pesan yang berasal dari pikiran dan hati tidakakan tersampaikan, tetapi sebaliknya dengan adanya Proses pesan yang ada di dalampikiran dan hati dapat tersampaikan, sehingga menimbulkan kesamaan makna dan tujuantercapai dengan baik. Begitu juga upaya Proses konselor dalam menyelesaikan masalahkonseli. Oleh karena itu Proses konseling dapat menjadi suatu kajian yang sangat pentinguntuk diteliti.Program kegiatan organisasi kemahasiswaan di UIN Jambi mencakup aspekkegiatan, yaitu: Bidang Keagamaan. Kegiatan keagamaan dimaksud untuk meningkatkanketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa di samping menyiarkan agama. Kegiatantersebut meliputi antara lain Peringatan Hari-hari Besar Islam, kegiatan keagamaanberbentuk upacara/peringatan, ceramah, penataran, baik bersifat internasional, nasional,regional maupun lokal. Bidang Penalaran dan Idealisme. Kegiatan penalaran ini dimaksuddapat meningkatkan dan mengembangkan daua penalaran untuk menunjang prosesterbentuknya sikap ilmiah, kreatifitas dan sikap profesional serta menambah pendalamandan perluasan keislaman. Kegiatan ini meliputi diskusi ilmiah, seminar, simposium,lokakarya, baik yang bersifat internasional, nasional, regional/ institut maupun lokal/fakultas.Bidang Kepemimpinan dan Loyalitas teherhadap Almamater, Agama, Bangsadan Negara. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilanserta membentuk sikap kepribadian dan kepemimpinan, sehingga pada akhirnya nantidiharapkan dapat menjadi pemimpin yang baik sesuai dengan ajaran Islam dan Pancasila.Kegiatan ini meliputi antara lain Pelatihan Kepemimpinan mahasiswa baik tingkatnasional (PKM Nasional), PKM tingkat menengah (Institut) dan PKM tingkat dasar(Fakultas). Aspek Pemenuhan Bakat dan Minat Mahasiswa. Kegiatan ini dikasudkansebagai upaya menampung dan menyalurkan serta menggembangkan semua potensipositif yang berkaitan dengan bakat dan minat mahasiswa dalam rangka mewujudkankeseimbangan antara aspek rasional dan aspek emosional. Kegiatan pada aspek inimeliputi bidang olah raga dan seni.Kata Kunci: Unit Layanan Pendidikan BK, FITK UIN STS Jambi
PENANAMAN BUDAYA RELIGIUS BERBASIS MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK AKHLAK MULIA SISWA Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya religius merupakan sekumpulan nilai agama yang melandasi perilaku, tradisi,kebiasaan, dan simbol-simbol yang dipraktekkan oleh masyarakat termasuk di sekitar sekolah(warga sekolah). Maka dari itu, dapat dikatakan mewujudkan budaya religius di sekolahmerupakan salah satu upaya untuk menginternalisasikan nilai keagamaan ke dalam diri pesertadidik.Budaya religius menjadi salah satu metode pendidikan nilai yang komprehensif karenadalam perwujudannya terdapat penanaman nilai, pemberian teladan, dan penyiapan generasimuda agar dapat mandiri dengan mengajarkan dan memfasilitasi pembuatan-pembuatankeputusan moral secara bertanggung jawab dan keterampilan hidup yang lain. Dan Pendidikanmultikultural merupakan wadah yang afektif di dalam mengembangkan akhlakseseorang.Pendidikan mutikultural lebih mengasah lahirnya akhlak mulia dari manusiaIndonesia.Kata Kunci: Budaya Relegius, Multikultural
MANAJEMEN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN DI KOTA JAMBI (Aspek Praktik Pengembangan Program Studi Hukum Keluarga Islam) Umar, Dr. Umar
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Jambi, zakat dikelola oleh BAZNAS Kota Jambi. Volume zakat baik dari segijumlah, penyalurannya maupun pendayagunaannya mengalami kenaikan. Dana zakat KotaJambi berjumlah Rp. 520.969.931 pada tahun 2010; disalurkan ke pendidikan sebesar Rp.424.168.000. Mulai tahun 2011 BAZNAS Kota Jambi di kelola oleh kepengurusan baru. Daritahun 2011 sampai dengan tahun 2015 terjadi peningkatan dana zakat, penyalurannya sertapendayagunaannya terpantau secara baik.Demikian juga, melalui dokumen diketahui pula bahwa ada data siswa dan mahasiswadi kota Jambi yang mendapat bantuan dana zakat sebagai berikut: 1) Tahun 2010 sebesar Rp.427.168.000.-; 2) tahun 2011 sebesar Rp. 415.102.000.-; 3) tahun 2012 sebesar Rp.494.077.700.-; tahun 2013 sebesar Rp. 485.360.000; tahun 2014 sejumlah Rp.454.000.000.-;pada tahun 2015 angkanya tetap; akan tetapi dengan sasaran yang berbeda.Ketika ditanyakan kepada mereka, jawabannya adalah bahwa dana itu sumbangan dariBAZNAS kota Jambi. Di samping itu, ditemukan pula perbaikan rumah dan ruang sekolah dikota Jambi yang dananya berasal dari dana zakat. Bukan hanya untuk siswa (SD, MIS, SLTP,MTs, SMA dan MA) dan mahasiswa (S1, S2, dan S3), honor tambahan bagi guru-guruditemukan data bahwa tahun 2010 dikeluarkan dana melalui zakat Rp. 12.600.000.- dan padatahun 2013 sebanyak 478 guru mendapat dana zakat sejumlah Rp. 9.580.000.Melalui data awal tersebut di atas, dapat diketahui bahwa ada indikasi sebagai berikut:1) dari segi objek, zakat mengalami kenaikan; 2) dari segi subjek zakat juga mengalamipengembangan yang signifikan; 3) dari segi pendistribusian ke bidang pendidikan mengalamilonjakan yang mayakinkan dibandingkan dengan tahun sebelum 2010; 4) dari segipendayagunaan, tepat sasaran ke bidang pendidikan terukur dan lebih tepat guna serta berdayaguna. Sehingga penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan.Kata Kunci: Manajemen BAZNAS, Membangun Pendidikan
Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan “Daur Ulang Sampah sebagai Alternatif mengurangi bahaya dan jumlah sampah yang semakin banyak” Melalui Gerakan Ekofeminisme Di Kota Jambi Ikhtiati, Ikhtiati, M.Pd.I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehinggalingkungan harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilaiuntuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinyasendiri. Integritas ini menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadaplingkungan disekitarnya. Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari danperilaku negatif dapat menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yangmenyebabkan manusia memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupandi sekitarnya.Gerakan ekofeminisme adalah gerakan yang dipelopori oleh perempuandikarenakan memiliki kesamaan akan mirisnya lingkungan yang tidak baiksehingga menimbulkan banyak bencana alam. Perempuan dan alam seringkalidiartikulasikan sebagai dua hal yang sangat erat dan dekat. Permasalahanlingkungan yang terjadi saat ini tidak netral gender, karena ketika terjadi kerusakanalam, perempuan menjadi pihak yang paling beresiko terkena dampaknya.Banyak perempuan yang menyadari peranannya terhadap penyelesaiankrisis global, termasuk krisis lingkungan. Kelahiran ekofeminisme merupakanindikator kuat bahwa gerakan perempuan sudah merambah pada upayapenyelamatan lingkungan. Hal ini yang terjadi di Kota Jambi, masih banyaknyasampah yang belum di daur ulang sehingga TPA (Tempat Pembuangan Akhir)kurang mampu lagi untuk menampung banyaknya sampah dari berbagai industridan sampah rumah tangga.Kata Kunci: Daur ulang sampah dan Gerakan Ekofeminisme
Layanan Konseling Islam dalam Membentuk Relegiusitas Mahasiswa Program Studi Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Lubis, Ali Musa; Harahap, Emmi Kholilah Harahap, M.Pd.I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakikatnya merupakan dasar pijakandan kacamata bagi konselor dalam melaksanakan dan mengembangkan layanan bimbingandan konseling. Filsafat sebagai landasan bimbingan dan konseling bermakna bahwa filsafatmenyediakan dasar pijakan bagi bimbingan dan konseling untuk berdiri. Filsafat berusahamembimbing, mengarahkan semua praktek konseling karena praktek konseling yang tidakmemiliki landasan filosofis akan mengalami kekosongan makna. Membahas landasanfilosofis merupakan hal yang mudah dipelajari apabila kita bersungguh-sungguh danmengaplikasikannya.Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling di FITK UIN SulthanThaha Saifuddin Jambi ditekankan pada tiga hal pokok, yaitu : (a) manusia sebagai makhlukTuhan; (b) sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan kearah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama; dan (c) upaya yang memungkinkanberkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasukilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkankehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah.Kata Kunci: Layanan Konseling Islam, Relegiusitas Mahasiswa
KAJIAN SOSIAL, BUDAYA DAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN (UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional) Usmar, Ali
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan nasional telah diatur dan didefinisikan dalam UndangundangSistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) nomor 20 Tahun 2003.Dalam UU tersebut pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar dan proses pendidikan agar peserta didiksecara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selainitu, dijelaskan pula bahwa Pendidikan Nasional bertujuan untuk berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. UndangundangNo. 20 Tahun 2003 tersebut berkedudukan sebagai landasan hukumdalam penyelenggaraan setiap sistem pendidikan.Dalam pembangunan nasional khususnya dalam sektor pendidikan,telah membuahkan banyak hasil yang membesarkan hati di samping banyakmasalah yang muncul baik yang telah diperkirakan sebelumnya maupun masalahyang muncul akibat keberhasilan yang telah dicapai itu. Keberhasilan yangmenonjol misalnya berhasilnya universalisasi pendidikan sekolah dasar yangtelah dicapai sejak tahun 1984, dan sejak Pelita pertama jumlah murid SD telahberlipat hampir dua kali, sekolah menengah pertama 3 kali, sekolah menengahtingkat atas 4,7 kali dan mahasiswa hamper 6 kali lipat. Dalam tahun 1989diperkirakan hampir 45 juta manusia Indonesia atau sekitar 25% pendudukIndonesia berada di berbagai jenis dan jenjang pendidikan.1 Sungguh suatuprestasi yang menggembirakan. Hasil tersebut tidak dapat diingkari telahmenaikkan taraf kecerdasan rakyat banyak seperti yang diamanatkan dalamPembukaan UUD 1945.Kata Kunci: Sosial, Budaya dan Kajian Pendidikan
Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami Dan Berdaya Saing Global (Studi di Man Insan Cendikia Serpong) Kholilah, Emmi
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Maarif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini berjudul Manajemen Madrasah Berprestasi, Mandiri, Islami DanBerdaya Saing Global (studi di MAN Insan Cendikia Serpong). MAN Insan CendikiaSerpong sangat memperhatikan mutu layanan belajar bagi siswa dengan maksimal,mutu mengajar guru, kelancaran layanan belajar, kenyamanan ruang belajar serta saranaprasarana lain, kesempatan dalam menggunakan fasilitas serta layanan madrasah,budaya madrasah dan adanya dukungan dari masyarakat. MAN Insan CendikiaSerpong, dalam mengembangkan dan meningkatkan prestasi madrasah tidak lepas dariberbagai strategi, misalnya melakukan seleksi ketat dalam penerimaan mahasiswa baruyaitu dengan tes psikologi, tes potensial akademik, tes kesehatan dan wawancara,mengembangkan proses pembelajaran yang diarahkan pada penguasaan “basicknowledge of science and technology” dan “leadership life skill” atas dasar “asah, asuh,asih dan ajrih”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengapamanajemen madrasah dapat menjadikan madrasah yang berprestasi, mandiri, islami danberdaya saing global, untuk mengetahui manajemen madrasah di MAN Insan CendikiaSerpong dan untuk mengetahui bagaimana madrasah yang menjadikan MAN InsanCendikia Serpong madrasah yang berprestasi, mandiri, islami dan berdaya saing global.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatifdeskriptif untuk menguraikan, menggambarkan, menggali dan mendiskripsikan secaramendalam bagaimana manajemen madrasah di MAN Insan Cendikia Serpong, sehinggamenjadikan madrasah yang berprestasi, Mandiri, islami dan berdaya saing global.Hasil penelitian menunjukkan kerja keras yang dilakukan seluruh warga MANInsan Cendikia Serpong dalam menghantarkan peserta didik menjadi insan berprestasi,Mandiri, islami dan berdaya saing global dapat dilihat dari keefektipan dalam semuaperencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang berlangsung di MAN Insan CendikiaSerpong. Keefektipan ini dapat dilihat dari tiga aspek yaitu: (1) MAN Insan CendikiaSerpong dalam mengembangkan mutu pendidikan. (2) MAN Insan Cendikia Serpongdalam Menerapkan manajemen Madrasah. (3) MAN Insan Cendikia Serpong dalamPengoptimalan Fungsi Organisasi KelembagaanKata kunci: Manajemen, Madrasah, Berprestasi, Mandiri, Islami, Berdaya saingGlobal
Takhrij Hadis Tentang Kekerasan Dalam Mendidik Anak Amran, Amran
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan amanah yang Allah anugerahkan dan akan dipertanggung jawabkan dihadapanNya kelak. Untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak harus melalui pendidikan yang baik.Salah satu missi kerasulan yang telah dibuktikan oleh sejarah dalam kehadiran Nabi saw adalah kasih sayang terhadap anak-anak. Oleh karenya menyayangi anak-anak adalah perintah agama. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana Nabi memuliakan anak-anak, mengibur abak-anak, mencium anak-anak bahkan pernah mempercepat shalat hanya karena mendengar tangisan anak-anak. Namun disisi lain ada juga ditemukan statemen Nabi yang seolah-olah mengajarkan kekerasan terhadap anakanak, bahkan memerintahkan untuk memukul anak-anak yang tidak shalat apabila usianya mencapai 10 tahun. Oleh karenanya perlu dilakukan penelitian teks dan makna terkait hal ini, sehingga jargon rahmatan lil alamin itu betul-betul dapat dibuktikan selaras antara aktifitas dan ungkapan Nabi s.a.w. Kata Kunci: Takhrij Hadis, Mendidik Anak
PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT HAMKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN KONTEMPORER (TELAAH TAFSIR AL-AZHAR) Susanti, Leni Ninik; Aly, Dr. Hery Noer Aly, MA; Khoiri, Dr. Qolbi Khoiri, M. Pd. I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pendidikan dalam keluarga sering kali terabaikan bahkan peran dan fungsinya mengalami pergeseran, sehingga menimbulkan berbagai penyimpangan prilaku. Oleh karena itu Hamka sebagai sesok tokoh pendidikan menawarkan mengenai kiat-kiat dalam menjalankan pendidikan keluarga khsusunya yang termuat dalam karya terbesarnya“Tafsir al-Azhar” surat at-Tahrim ayat 6. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis library research. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode dokumenter dalam rangka mencari sumber data yang menunjang dalam penulisan ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan keluarga menurut Hamka sangat penting sehingga al-Qur’an mengkhususkannya dalam surat at-Tahrim ayat 6, menurutnya kepala keluarga menjadi sosok penting dalam keberhasilan pendidikan istri dan anaknya, melalui nasehat terhadap keluarganya, seorang kepala keluarga harus memberikan pengajaran dan pendidikan terhadap keluarganya sehingga menjauhkan dari api neraka. Menanamkan tiga pilar agama yaitu, tauhid, ibadah, dan akhlak kepada istri dan anak-anaknya. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan dalam keluarga Hamka memberikan aspek-aspek pendidikan dalam keluarga sebagai berikut (1) keimanan, (2) ibadah, dan (3) keteladanan. Adapun relevansinya dengan pendidikan kontemporer sudah tidak relevan lagi, karena banyaknya keluarga yang tidak memandang penting lagi sebuah pendidikan dalam keluarga, sehingga pada gilirannya mengabaikan berbagai metode pendidikan yang ditawarkan oleh Hamka dalam kiat-kiat pendidik dalam keluarga. Kata kunci : Pendidikan keluarga, relevansi, kontemporer.
PENGELOLAAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 7 SUNGAI RENGAS Madyan, Madyan, M.Pd.I
Jurnal Al-Ashlah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : STAI Ma'arif Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai macam masalah di SMA 7 Negeri Sungai Rengas. Peningkatan mutu pendidikan belum terlihat dan dirasakan peserta didik itu sendiri. Berdasarkan observasi awal penulis dapatkan fakta-fakta sebagai berikut: Upaya peningkatan disiplin guru oleh kepala sekolah masih rendah, hal ini juga berakibat menurunya disiplin para guru (terlambat, bolos dan lain-lain). Hal ini terlihat pada saat jam pertama berlangsung. Dari sekitar 18 kelas (kelas X. XI dan XII) seringkali hanya sekitar 60% - 75% kelas yang dimulai tepat waktu, artinya adalah bahwa sisanya guru datang terlambat. Kepala sekolah belum melakukan supervisi terhadap guru dalam melaksanakan tugas utamanya yaitu mengajar. Sehingga semangat dan motivasi mengajar guru yang relatif masih sangat rendah.Keadaan ini terlihat ketika lonceng masuk setelah istirahat berbunyi, guru tidak serta merta masuk dalam lokal melainkan masih saja melakukan diskusi dengan teman-teman sejawatnya dikantor dan setelah lima hingga sepuluh menit mereka akan masuk kelas.Keadaan lain yang muncul karena kurangnya supervisi kepala sekolah adalah bahwa masih ada guru yang tidak memiliki persiapan (satuan pengajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran dan sebagainya) saat mengajar. Dari pengamatan awal ditemukan bahwa guru mengajar hanya berdasarkan buku cetak/ teks yang mereka beli atau dibeli dengan dana BOS, sedangkan persiapan lain tidak dibawa kedalam lokal, sedangkan ciri guru yang profesional adalah dapat merencanakan pembelajaran dengan baik. Sistem kontrol kepala sekolah terhadap kinerja guru kurang optimal. Menurut observasi awal terhadap guru SMA Negeri 7 Sungai Rengas, bahwa kepala sekolah belum pernah memberitahukan kepada para guru bagaimana kepala sekolah menilai mereka serta apa saja indikator penilaian. Hal inilah yang mengakibatkan penilaian terhadap kinerja guru kurang obyektif. Kata Kunci: Pengelolaan, Kinerja Kepala Sekolah

Page 1 of 2 | Total Record : 11