cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 453 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DI” RA IKHLAS” GUNUNG PANGGILUN PADANG Rahmi Novita Yusuf
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/782220162017%p1

Abstract

AbstrakData dari Dinas Kesehatan Kota Padang untuk RA Ikhlas terdapat jumlah siswanya sebanyak 157 siswa, dan untuk status gizi kurang sebanyak 6 orang (3,82%), untuk gizi normal sebanyak 120 orang(76,43%), gizi lebih sebanyak 19 orang(12,59%), dan obesitas sebanyak 2 orang(1,27%) Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi anak usia 5-6 tahun dengan perkembangan anak di RA IKHLAS Gunung Pangilun Padang Tahun2014. Penelitian ini adalah metode analitik dengan desain cross sectional. Penelitian di RA IKHLAS Gunung Pangilun Padang Tahun 2014 dengan sampel  pada  penelitian  ini  adalah  keseluruhan anak yang berumur 5-6 tahun yang berada di RA  IKHLAS Gunung Pangilun  Padang Tahun 2014 yaitu sebanyak 55 orang  anak dengan menggunakan metode total sampling. Data diolah secara univariat menggunakan distribusi frequensi dan analisa bivariat dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki perkembangan yang  sesuai yaitu 46 orang (83,6%) dan sebagian kecil lagi yaitu 9 orang anak (16,4%) memiliki perkembangan meragukan, anak memiliki status gizi lebih yaitu 9 orang (16,4%) status gizi baik 43 orang (78,2%) dan status gizi kurang 3 orang anak (5,5%), terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan  perkembangan anak di RA  Ikhlas Gunung Panggilun Padang Tahun 2014 (p=0,039) Terdapat hubungan anatara status gizi dengan perkembanagan anak di RA Ikhlas Gunung Pangilun Padang Tahun 2014. Bagi orang tua dapat mempertahankan atau memperbaiki gizi seimbang pada anaknya, bagi pihak sekolah diharapkan berperan dalam memantau perkembangan anak. bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi dengan perkembangan anak dengan metode yang berbedaKata Kunci        : Status Gizi, Perkembangan Anak
KAJIAN KELEMBAGAAN SANITASI DALAM PENGEMBANGAN KEGIATAN PERDESAAN SEHAT DI KABUPATEN SIJUNJUNG Oktariyani Dasril
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/88122017201747-571

Abstract

Permasalahan sanitasi di Kabupaten Sijunjung merupakan permasalahan prioritas, dimana pada tahun 2014 hanya 63,4% masyarakat memiliki akses jamban yang sehat, sedangkan target jamban sehat 75%. Untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah menjalankan kebijakan dengan menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat diantaranya peningkatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dan masyarakat. Salah satu jenis kegiatan pemerintah adalah kegiatan perdesaan sehat di bawah kordinasi Deputi Sumber Daya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Dimana kebijakan perdesaan sehat ini diarahkan pada percepatan pembangunan kualitas kesehatan yang bertumpu pada peningkatan kapasitas lembaga dan infrastruktur pelayanan kesehatan dasar di perdesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan fungsi atas keberadaan kelembagaan sanitasi dalam meningkatkan kegiatan pemberdayaan pembangunan kesehatan di daerah tertingal yang dilihat dari pendekatan kemitraan, pemberdayaan masyarakat dan pembinaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam dengan informan yang terdiri dari satuan kerja perangkat daerah terkait dan forum masyarakat di tingkat kabupaten serta menggunakan metode diskusi kelompok dengan pemerintahan nagari, tokoh masyarakat dan anggota pokja di tingkat nagari.Hasil penelitian ini menggambarkan peran dan fungsi kelembagaan masyarakat melalui pendekatan kemitraan, pemberdayaan masyarakat dan pembinaan di tingkat kabupaten sudah berjalan dengan baik sesuai dengan perannya masing-masing. Namun di tingkat nagari peranan kelembagaan masyarakat ini belum berjalan sesuai dengan yang diinginkan, baik melalui pendekatan kemitraan, pemberdayaan masyarakat maupun pembinaan. Berdasarkan hal tersebut diperlukannya peningkatan pembinaan dari kabupaten kepada nagari melalui kerjasama dengan forum kabupaten sehat untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada pokja nagari serta diperlukannya penguatan kelembagaan di tingkat nagari baik oleh pemerintahan nagari itu sendiri maupun oleh pemerintahan kabupaten agar peran dan fungsi kelembagaan masyarakat di nagari dapat berjalan optimal di masyarakat.  
Hubungan Motivasi dan Insentif Dengan Kinerja Kader Posyandu indah kumala sari
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.141

Abstract

ABSTRACT Performance was an accomplished or accomplished achievement. Based on the observation of the researcher, the reality shows that there are posyandu that have limited cadres so that the service is not running smoothly. The purpose of this research is to determine whether there is a relationship of Motivation and Incentives with  Posyandu Nagari Aripan’s.The design of the research is Descriptive Analytic with Cross Sectional Study. The research conducted in Nagari Aripan, area of Puskesmas Singkarak on August 7thto15th2017. Sampling consist of 30 respondents with total sampling technique. Data collection was obtained from the primary data trough interviews using a questionnaire, processed by computerization. For the results of statistical analysis univariate and bivariate  used the chi-square test. Univariate analysis prove that more than half 60,0% respondents had low performance, 56,7% respondents had low motivation, and 53,3% respondents were satisfied with the incentive. Bivariate analysis prove there is relationship between motivation and cadres performance with pvalue 0,013 <0,05 and there is relationship between incentives with cadre performance with pvalue 0,001<0,05. This research is expected to give an advice for puskesmas in guidance and planning to improve the performance of posyandu cadres, increase the posyandu cadres to remain active in posyandu activities.It is suggested that training activities for posyandu’s cadres are required, so that posyandu activities can do well.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG DAN DPT PADA BAYI DI POSYANDU BEO PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2017 Rahayuningrum, Dwi Christina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/782220162017%p1

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah dalam menanggulangi angka kesakitan dan kematian bayi. Salah satu imunisasi yang penting diberikan kepada bayi adalah imunisasi BCG dan DPT. Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi BCG dan DPT pada Bayi di Posyandu Beo diwilayah kerja Puskesmas Batahan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode retrospektif.  Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang mempunyai bayi yang berusia 9-12 bulan di Posyandu Beo di wilayah kerja Puskesmas Batahan berjumlah 32 orang dan sampel sebanyak 32 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi KMS/ KIA. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 20 orang responden (62.5%) imunisasi tidak lengkap, sebanyak 20 orang responden (62.5%) mempunyai pengetahuan rendah, sebanyak 18 orang responden (56.2%) mempunyai sikap negatif, sebanyak 19 orang responden (59.4%) mempunyai dukungan keluarga kurang baik. Hasil uji statistik chi square menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian  imunisasi BCG dan DPT pada bayi dengan p value 0.002, ada hubungan sikap ibu dengan pemberian  imunisasi BCG dan DPT pada bayi dengan p value 0.002, ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi BCG dan DPT pada bayi dengan p value 0,003.Berdasarkan penelitian ini disarankan bagi pihak puskesmas untuk lebih meningkatkan partisipasinya dalam melakukan penyuluhan kesehatan tentang manfaat imunisasi sehingga masyarakat termotivasi untuk membawa anaknya melakukan imunisasi.Kata kunci: Imunisasi, Pengetahuan, Sikap, Dukungan AbstractImmunization is one of the government programs in overcoming the morbidity and mortality rate of infants. One of the important immunizations given to infants is BCG and DPT immunization. The purpose of this research is to know the factors related to the provision of BCG and DPT immunization in Infants in Posyandu Beo in the work area of Batahan Puskesmas Mandailing Natal Regency of North Sumatera Province in 2017. This research uses retrospective method. The population of the study were mothers who had 9-12 month old infants at Posyandu Beo in Batahan Puskesmas work area of 32 people and 32 samples. Data were collected using questionnaire and observation of KMS / KIA. The result showed that 20 respondents (62.5%) were incomplete, as many as 20 respondents (62.5%) had low knowledge, 18 respondents (56.2%) had negative attitude, 19 respondents (59.4%) had family support not good. The result of chi square statistic test shows that there is a correlation between mothers knowledge level by giving BCG and DPT immunization in infant with p value 0.002, there is relationship of mother attitude with BCG and DPT immunization in infant with p value 0.002, there is relation of family support with BCG immunization and DPT in infants with p value 0.003.Based on this study suggested for the puskesmas to further increase its participation in doing health education about the benefits of immunization so that people are motivated to bring their children to immunize.Keywords: Dysmenorrhea, deep breathing relaxation, warm compressesKeyword : Immunization, knowledge, Attitude, Support
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA KEPEMILIKAN JAMBAN DI DESA BARU SEMERAH KECAMATAN SITINJAU LAUT KABUPATEN KERINCI Wiya Elsa Fitri; Gusliani Eka Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah dengan menyediakan failitas sanitasi dasar di masyarakat,salah satunya Jamban. Rendahnya tingakat kepemilikan jamban di Kabupaten Kerinci (60%) terutama di Desa Baru Semerah yang memiliki tingkat kepemilkan jamban terendah dengan tingakt kejadian diare Balita tertinggi akibat sanitasi yang buruk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan Jamban di Desa Baru Semerah Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci pada tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel secara simple random sampling, didapatkan sampel sebesar76 kepala keluarga dan dilakukan pada Bulan Agustus hingga September 2015.dari hasil penelitian diperoleh hasil lebih dari separoh responden (77,6%) tidak memiliki jamban. Sebagian besar responden 80,3% memiliki penghasilan rendah, sebanyak 73,9% memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai jamban sehat, 55,3% sikap yang negatif terhadap penggunaan jamban, 73,7 % menyatakan petugas tidak berperan, 53,95% ketersediaan air bersih yang tidak baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara penghasilan kepala keluarga dengan kepemilikan jamban p-value 0,00, Ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kepemilikan jamban p-value0,013, Ada hubungan yang bermakna sikap dengan kepemilikan jamban p-value 0,00, ada hubungan yang bermakna antara peran petugas dengan kepemilikan jamban p-value 0,01 dan hubungan yang bermakna antara ketersediaan air bersih dengan kepemilikan jamban p-value 0,01.Keywords: Kepemilikan Jamban, penghasilan, pengetahuan, sikap, peran petugas, ketersediaan air bersih, sanitasi
EFEKTIFITAS LATIHAN BRANDT DAROFF TERHADAP KEJADIAN VERTIGO PADA SUBJEKPENDERITA VERTIGO andika herlina; Vino Rika Novia; Ibrahim Ibrahim
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Latihan brandt daroff merupakan rehabilitasi vestibular sebagai latihan mandiri dirumah bagi penderita vertigo. Secara fisiologis brandt daroff berperan dalam proses adaptasi sistem vestibular. Tujuan, untuk mengetahui efektifitas terapi latihan brandt daroff terhadap perbaikan gangguan keseimbangan penderita vertigo. Metode: studi pendahuluan dengan desain quasi eksperimen dengan jumlah sampel 28 orang  sebagai sujek penelitian yang diperoleh secara consecutive sampling, laki-laki dan perempuan berusia 20-60 tahun. Secara random subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok  yaitu kelompok control 14 orang responden dan kelompok perlakuan 14 orang responden untuk mealkukan latihan mandiri dirumah masing-masing setelah didemontrasikan terlebih dahulu teknik latihan yang akan dilakukan. Selanjutnya data yang diperoleh setelah observasi pre dan post terapi, nilai symptoms severity score (SSS) dianalisa dengan menggunakan uji t. hasil : didapatkan perbedaan bermakna pada latihan brandt daroff   yang deberikan untuk menurunkan gangguan keseimbangan penderita vertigo dengan nilai (p<0,05) pada 14 subjek peneliti sebagai kelompok perlakuan. Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna (p>0,005) pada 14 subjek peneliti yang tidak diberikan latihan brandt daroff. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang bermakna nilai SSS yang lebih cepat pada kelompok yang diberi latihan brandt daroff dibandingkan dengan kelompok yang yang tidak diberi perlakuan latihan terapi.  Kata Kunci : Braindt daroff ; vertigo ; efek  ABSTRACT  Brandt daroff exercises is vestibular rehabilitation as a self-contained exercise at home for sufferers of vertigo. Physiologically brandt daroff plays a role in the process of adaptation of the vestibular system. The goal, to find out the effectiveness of exercise therapy brandt daroff against repair impaired balance vertigo sufferers. Methods: the study of the introduction to the design of a quasi experiment with the number of samples 28 people as sujek research obtained for consecutive sampling, men and women aged 20-60 years. Random research subjects are divided into two groups, the control group respondents and 14 persons group treatment 14 mealkukan respondents to practice independently at each after the first demonstrated the technique training will be done. Further data obtained after observation of pre and post therapy, the symptoms severity score (SSS) were analyzed using t-test. results: meaningful differences obtained on a given exercise brandt daroff to decrease interference vertigo sufferers with balance value (p < 0.05) in 14 subjects researchers as a group treatment. no meaningful differences were found (p 0.005 >) in 14 subjects researchers who are not given exercise brandt daroff. Conclusion: there is a meaningful difference value of SSS who are faster on a given exercise group brandt daroff compared to groups who are not given the treatment of exercise therapy. Password: Brandt daroff, vertigo,effect
PENGARUH PENGEMBANGAN MANAJEMEN KINERJA KLINIS (PMKK) TERHADAP KINERJA PERAWAT DI IGD RS. DR. M. DJAMIL PADANG Devi Verini
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 1, No 1 (2010): Desember 2010
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/181220102017%p1

Abstract

Dr. M. Djamil Hospital in Padang as health provider, teaching and qualified research hospital, and referral hospital in Central Sumatera aims to increase people health degree by increasing profession nurses performance. Emergency department service has complex services and knowledge multidiscipline that influences other health services. The fact, nurses in this hospital are doing non nursing job that caused conflict with patients, nurses, and other medical staffs. Developing system of clinical performance management is one strategy for increasing nursing service quality and nursing performance that implemented as in policy of health ministry no. 836/2005 to be policy of quality and well nursing performance in hospital and primary health services (Tjahjono Kuntjoro, 2005). The study aimed to find out the influence of developing system of clinical performance management toward nurses performance with 5 major component of assessment, that were standard, job description, performance indicator, cases reflection, discussion monitoring and evaluation. This was experiment quasy study with one group pre and post test. Sample was obtained using quota sampling method toward 22 nurses in trease emergency departement and 8 staffs in pre operative room. The study was obtained for one month, started from second week in April until second week of May and three weeks of evaluation. The result of the study showed significant influence of developing system of clinical performance management training toward nurses performance skills with P = 0,000 (P < 0,05), nurses attitude toward their performance with P = 0,000 (P < 0,05), and insignificantly influenced nurses personal performance with P = 0,121 (P > 0,05), nurses knowledge toward nursing care of emergency departement with P = 0,121 (P > 0,05), nursing care standard documentation from 24 substance, 16 of them generally has significant influenced with P = 0,000 (P > 0,05) and 8 of them has no influenced before and after developing system of clinical performance management training. Training of developing system of clinical performance management is effective enough in increasing nurses performance but monitoring and evaluation should keep be obtained continuously.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI PRA SKRINING PERKEMBANGAN BALITA DI NAGARI KINARI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA PANAS KABUPATEN SOLOK ratna indahsari dewi; andika herlina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.135

Abstract

ABSTRACTToddlers period is the most important in the children growth, children growth did with early detection of pre-screening with pre-screening questioner. In Village Kinari early detection of pre-screening is very bad (18,1%). The purpose of this research is to determine the correlation knowledge, attitude and the support of health care staffs with early detection of pre screening.The research method of this study is analytical with research design is crosssectional study. The Populations of this study were 310 mothers with the samples used were 31 mothers taken with simple random sampling technique. The data analysis process used is computer system. Univariate analysis used frequency distribution table and bivariat analysis used is chi Square with 95% confidence level and significant meaning (α=0,05). According to univariate analysis result 20 (64,5%) result of detection is good,  had good knowledge 16 (51,6%), had possitive attitude 19 (61,3%) and had support of health care staffs 23 (74,2%). The result of bivariate analysis showed that there was a correlation knowledge with early detection of pre-sreening with p=0,018, was a correlation with attitude p=0,015 and was a corelation support of health care staffs p=0,022.Based of the research, it can be concluded that there was a correlation between knowledge with early detection of pre-screening, was a correlation between attitude with early detection of pre-screening and was a correlation between support of health care staffs with early detection of pre-screening. Hopefully for health care staffs for increase the support and  early detection of pre-screening continouslyKeyword          :Early detection of pre-screening; knowledge; attitude and Support of health care staffs
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN FILARIASIS DI DESA MUARO PUTUIH WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKU KECAMATAN TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM TAHUN 2016 Ibrahim Ibrahim
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Filariasis adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh cacing filaria yang hidup di kelenjar getah bening dan darah manusia. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah mengurangi kejadian filariasis yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat dengan kejadian filariasis di muaro putuih desa tiku wilayah pusat pelayanan kesehatan tanjung mutiara kecamatan agam kabupaten. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua KK di muaro putuih desa tiku wilayah pusat pelayanan kesehatan tanjung mutiara subdistrik agam nomor 100 KK dengan sampel 50 KK. Mengambil sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Februari sampai dengan 2 Maret 2016. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Teknik pengolahan data adalah editing, coding, entry and cleaning. Analisis univariat dianalisis dengan uji chi-square yang ditunjukkan pada bentuk tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 responden, lebih dari separuh responden (54%) memiliki risiko lingkungan, lebih dari separuh responden (54%) memiliki perilaku buruk, lebih dari separuh responden (58%) tidak menderita filariasis. Ada hubungan antara kondisi lingkungan dan kejadian filariasis (p = 0,000), ada hubungan antara perilaku dan kejadian filariasis (p = 1.000), ada hubungan antara kepatuhan terhadap pengobatan dan pemulihan (p = 0,017) pada muaro putuih desa tiku kesehatan masyarakat pusat wilayah kerja kecamatan tanjung mutiara kabupaten agam.Diharapkan untuk Puskesmas Tiku dalam rangka memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit filariasis
Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dalam Melakukan Hubungan Seks Pada Ibu Hamil di Klinik Bersalin Mariani Medan Melia Pebrina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/88122017201717-241

Abstract

ABSTRAK              Kehamilan merupakan salah satu peritiwa penting dalam kehidupan perempuan. Suatu peristiwa yang dimulai sejak terjadinya konsepsi sampai keluarnya hasil konsepsi dari dalam rahim. Kehamilan membawa perubahan terhadap kondisi fisik dan psikis perempuan, termasuk hubungan seksnya. Menurut Eisenberg beberapa pasangan akan mengalami penurunan kenikmatan dan gairah seksual 21% yang tidak mengalami kenikmatan sebelum kehamilan. Persentasi wanita yang tidak mengalami kenikmatan seksual ini meningkat menjadi 41% pada minggu ke-12 dari kehamilan, dan meningkat lagi menjadi 59% memasuki bulan kehamilan. Demikian pula pada minggu ke-12 kehamilan, kira-kira satu dari 10 pasangan sama sekali tidak melakukan hubungan seksual, memasuki bulan kesembilan sepertiganya menjadi pantang seksual. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dalam melakukan hubungan seks pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain Analitik dengan pendekatan cross sectional, Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Total sampling. Penelitian ini dilakukan di Klinik  Bersalin Mariani Medan pada tanggal 15 Februari 2010 s/d 5 April 2010. Analisa data digunakan uji statistik chi-cquare. Dari hasil uji chi-cquare disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi fisik ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p= 0,943), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara psikologis ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p= 0,317), dan ada hubungan yang signifikan antara mitos yang dianut ibu hamil dengan hubungan seks dimana (nilai p= 0,042). Disarankan kepada peneliti berikutnya agar dapat melanjutkan penelitian yang lebih mendalam yang berhubungan dengan hubungan seks selama kehamilan.

Page 2 of 46 | Total Record : 453