cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Tinjauan Pustaka Tentang Peran Basis Data Dalam Manajemen Informasi Kesehatan Digital Yeni, Anita Citra; Syahputra, M.
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3261

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar di berbagai bidang, termasuk dalam dunia kesehatan. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah munculnya sistem informasi kesehatan digital yang berfungsi untuk mempermudah proses pengelolaan data dan layanan kesehatan. Dalam sistem ini, basis data menjadi komponen utama yang berperan dalam menyimpan, mengolah, dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat. Penulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk memahami lebih dalam bagaimana peran basis data dalam mendukung manajemen informasi kesehatan digital. Melalui pengumpulan dan analisis berbagai literatur, kajian ini membahas beberapa aspek penting seperti struktur basis data, keamanan data pasien, integrasi antar sistem informasi, serta kemudahan dalam mengakses data oleh pihak-pihak yang berwenang, seperti tenaga medis dan manajemen rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan basis data yang baik dan terstruktur dapat meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat pengambilan keputusan klinis, serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, sistem yang terintegrasi juga memudahkan koordinasi antar bagian dalam sebuah institusi kesehatan, seperti antara bagian administrasi, laboratorium, dan dokter. Namun demikian, ada beberapa tantangan yang masih sering ditemui dalam implementasi basis data di sistem kesehatan digital, seperti masalah interoperabilitas antar platform, perlindungan dan privasi data pasien, serta belum adanya standar data yang seragam di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi pihak pengelola dan pengembang sistem informasi kesehatan untuk memahami dan menerapkan konsep basis data dengan baik agar dapat menciptakan sistem yang andal, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Dengan pengelolaan basis data yang optimal, sistem informasi kesehatan digital diharapkan mampu menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di era modern ini.
APLIKASI PENGELOLAAN KELAS IBU HAMIL"KASIH" DI PUSKESMAS TEBING GERINTING KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR rosita, meli; Rahayu, Sri; Sukarni, Sukarni; Maesaroh, Siti; Jamaan, Taufik
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i1.3156

Abstract

Kelas Ibu Hamil (KIH) menjadi salah satu intervensi yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menjaga kesehatan selama kehamilan, persalinan, dan perawatan nifas. Kelas ini dilakukan dalam bentuk tatap muka maupun daring, dengan materi yang berbasis pada Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta dipandu oleh tenaga kesehatan.Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), model design yang digunakan yaitu model ADDIE merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk mengembangkan penelitian. Populasi penelitian ini yaitu bidan pengelola kelas ibu hamil sebanyak 5 orang bidan dan ibu hamil di Puskesmas Tebing Gerinting Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 413 ibu hamil, teknik pengambilan sampel purposive sampling, jumlah sampel yang layak dalam penelitian sebanyak 35 sampel. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner System Usability Scale (SUS) untuk uji kelayakan aplikasi dan penilaian dari para ahli materi, media dan IT.Hasil penelitian ini di dapatkan skor SUS 96,94 artinya aplikasi Kelas Bumil Sehat layak untuk digunakan. Hasil penilaian para ahli didapatkan bahwa aspek kualitas audio dengan skor 20 (100%), aspek Bahasa yang jelas dan mudah di fahami memperoleh jumlah 20 (100%), aspek Kemudahan dalam penggunaan media memperoleh jumlah 17 (85%), aspek Memiliki disain dan kualitas animasi yang menarik memperoleh jumlah 20 (100%), Tampilan video menarik mudah di mengerti memperoleh jumlah 18 (90%) dan aspek Memiliki petunjuk penggunaan yang jelas memperoleh jumlah 20 (100%) dengan kategori layak.Aplikasih kelas ibu hamil “KASIH” layak untuk digunakan dan diterapkan di pada pelaksanaa kelas ibu hamil agar tercapai target kunjungan kelas ibu hamil
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF-MANAGEMENT KLIEN GAGAL GINJAL KRONIK Nopita, Yanti; Eni, Rosmi; Rahayu, Metha Kemala; Gusni, Jufrika
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.3056

Abstract

 Gagal ginjal merupakan stadium lanjut dari penyakit Chronic Kidney Disease (CKD), adalah hilangnya fungsi ginjal yang tidak dapat dipulihkan yang sering kali memerlukan terapi penggantian ginjal/Kidney Replacement Therapy (KRT). Penyakit ginjal kronis (CKD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar. Saat ini, diperkirakan 850 juta orang di seluruh dunia menderita CKD, jauh lebih tinggi daripada jumlah orang yang hidup dengan diabetes melitus atau Human Immunodeficiency Virus (HIV). Gagal Ginjal Kronik yang tidak di manajemen secara tepat dan benar, dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang. Dalam pengobatan dan perawatan penyakit-penyakit kronis, penting bagi klien untuk berpartisipasi dan mampu melakukan manajemen diri untuk mencegah terjadinya komplikasi dan meningkatkan harapan serta kualitas hidup. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku self-management pada klien gagal ginjal kronik. Literatur review yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jurnal terkait dengan pencarian pada database berbasis ilmiah, dengan kata kunci Chronic Kidney Disease (CKD) - Self Management – Factor Affecting. Berdasarkan hasil literatur, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi self-management klien CKD antara lain tekanan psikologis, literasi kesehatan, efikasi diri, dan dukungan sosial. Meskipun ada penelitian yang menunjukkan faktor literasi kesehatan kritis yang paling penting, namun diharapkan adanya penelitian-penelitian lanjutan untuk melihat faktor mana yang dominan sehingga perawat dapat mempersiapkan intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah tersebut.Kata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Manajemen diri, Faktor yang mempengaruhi
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF ENDOPHYTIC BACTERIA FROM ROOTS AND STEMS OF GREEN BETEL PLANT (PIPER BETLE L.) AND EVALUATION OF THEIR ANTIBACTERIAL ACTIVITY Novelni, Ringga
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30714

Abstract

The green betel plant (Piper betle L.) is known to possess antibacterial activity due to its secondary metabolite content, such as tannins, saponins, flavonoids, terpenoids, polyphenols, and steroids. This study aims to determine the characteristics and antibacterial activity of endophytic bacteria isolated from the roots of the green betel plant (Piper betle L.) against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The research employed an experimental method involving bacterial isolation, macroscopic and microscopic identification, as well as antibacterial activity testing of the endophytic bacteria against S. aureus and E. coli using the Kirby-Bauer disk diffusion method. Furthermore, molecular identification of the endophytic bacteria was conducted using the 16S rRNA gene through the Polymerase Chain Reaction (PCR) method. The macroscopic morphological characteristics of the isolated endophytic bacteria showed round, flat-raised colonies with curved edges and a clear white appearance. Microscopic observation through Gram staining revealed that the bacteria were rod-shaped (bacilli) and Gram-positive. The antibacterial activity test showed that the isolate produced an inhibition zone of 11.45 mm against Staphylococcus aureus, which is categorized as weak and indicates that the bacteria have a narrow-spectrum antibacterial effect. Meanwhile, no antibacterial activity was observed against Escherichia coli. It can be concluded that the pure isolates of endophytic bacteria from the roots and stems of the green betel plant belong to the Gram-positive group and exhibit antibacterial activity only against Staphylococcus aureus with a weak inhibitoryeffect
Studi Kasus:Penerapan Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique Pada Pasien Chronic Kidney Disease Di Rumah Sakit X Sintia, Irma Lona; Ananda, Yuanita; Mahathir, Mahathir
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3363

Abstract

CKD patients require treatment that replaces kidney function to sustain life, namely hemodialysis. Hemodialysis requires long and repeated sessions, which can cause physical and psychological problems, such as anxiety disorders. A non-pharmacological intervention that can be implemented to address these problems is spiritual emotional freedom technique (SEFT). SEFT therapy is a type of therapy that combines mind-body interaction by applying pressure to meridian points on the body. The purpose of this research is to describe nursing care for CKD patients undergoing hemodialysis using SEFT therapy to reduce anxiety in patients in the women's internal ward of Dr. M. Djamil Padang General Hospital. The method used is a case study with an evidence-based nursing care approach. The results of implementing SEFT therapy for three days showed a decrease in anxiety scores using the Hamilton Ratting Scale for Anxiety (HARS) questionnaire, from a moderate score of 25 to a mild score of 16. This indicates that SEFT therapy can reduce anxiety in CKD patients undergoing hemodialysis. Nurses are encouraged to implement SEFT therapy as a non-pharmacological intervention to address anxiety disorders in CKD patients undergoing hemodialysis.
DISTRIBUSI KASUS TUBERKULOSIS ANAK DI SUMATERA BARAT BERDASARKAN FAKTOR PENJAMU DAN LINGKUNGAN Fahrunnisa, Rilla; Markolinda, Yessy; Pradipta, Yudi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.3325

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular dan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Indonesia menempati peringkat kedua penyumbang kasus TBC global setelah India. Provinsi Sumatera Barat mencatat peningkatan signifikan kasus tuberkulosis (TBC) pada anak, terutama pada tahun 2024 mencapai 2.883 kasus. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik dari aspek penjamu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi kasus TBC anak berdasarkan faktor penjamu dan lingkungan guna mendukung perumusan kebijakan pencegahan dan pengendalian TBC yang lebih efektif. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan sebaran masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus TBC anak cenderung lebih tinggi pada wilayah dengan cakupan imunisasi BCG rendah, cakupan ASI eksklusif rendah, kepadatan hunian tinggi, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan yang rendah, dan tingkat kemiskinan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan intervensi multisektoral yang mencakup peningkatan cakupan imunisasi BCG dan ASI eksklusif, perbaikan kondisi permukiman, perluasan akses terhadap layanan kesehatan, serta pengentasan kemiskinan. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan TBC anak juga perlu diperkuat guna menekan laju peningkatan kasus secara berkelanjutan.
OPTIMALISASI TERAPI REALITAS PENDEKATAN WDEP TERHADAP KESIAPAN IBU HAMIL DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS AIR DINGIN PADANG gusti, dalina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30659

Abstract

Abstrak ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selain ASI selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Air Dingin Padang yang hanya 31%, jauh dari target nasional 80%. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya risiko stunting, infeksi, dan tidak optimalnya tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas terapi realitas dengan pendekatan Wants, Doing, Evaluation, Plan (WDEP) terhadap kesiapan ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan two-group pretest-posttest control. Sampel terdiri dari 80 ibu hamil trimester III yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=40) dan kontrol (n=40) melalui total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, sikap, dukungan, dan hambatan menyusui. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan independent t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok perlakuan, dengan pengetahuan meningkat dari 2,66 menjadi 3,92, dukungan dari 2,68 menjadi 3,88, serta hambatan menurun dari 3,66 menjadi 2,60 dibandingkan kontrol (p=0,000). Terapi realitas dengan pendekatan WDEP terbukti efektif meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif. Disarankan Puskesmas mengintegrasikan pendekatan ini dalam program kelas ibu hamil untuk memperkuat pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendukung pencapaian target nasional ASI eksklusif
EFEKTIVITAS LATIHAN OTOT PERUT DAN DASAR PANGGUL PADA KEHAMILAN TERHADAP RISIKO DIASTASIS RECTI Herayono, Febby; Permata Sari, Silvie
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30703

Abstract

Diastasis recti abdominis (DRA) merupakan kondisi umum pada ibu hamil yang ditandai pelebaran jarak inter-recti (IRD). Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung, penurunan stabilitas trunk, disfungsi dasar panggul, hingga gangguan biomekanik pascapersalinan. Latihan otot perut dan dasar panggul sering direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis, namun bukti ilmiah terkait efektivitasnya pada ibu hamil masih terbatas. Tujuan Mengetahui pengaruh program latihan otot perut dan dasar panggul selama 30 hari pada kehamilan terhadap perubahan IRD hingga periode postpartum. Metode: Penelitian menggunakan desain posttest control group dengan total partisipan 16 ibu hamil pada tiap kelompok (intervensi dan kontrol), usia kehamilan 24–26 minggu, dengan IRD ≥28 mm atau adanya tonjolan perut. Kelompok intervensi menjalani program latihan terstruktur otot perut dan dasar panggul selama 30 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat intervensi khusus. Pengukuran IRD dilakukan dengan ultrasonografi pada 2 cm di atas dan bawah umbilikus pada usia kehamilan 24–26 minggu, 38–40 minggu, dan periode postpartum. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata IRD pada kelompok intervensi meningkat terkendali dari 2,56 ± 0,23 mm menjadi 4,62 ± 0,16 mm pada 38–40 minggu, dan menurun kembali menjadi 4,30 ± 0,61 mm postpartum (p=0,001). Pada kelompok kontrol, IRD meningkat lebih besar dari 3,29 ± 0,75 mm menjadi 6,43 ± 1,05 mm, dengan penurunan minimal pada postpartum (6,07 ± 1,05 mm) (p=0,001). Analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada awal pengukuran (p=0,421), namun terdapat perbedaan signifikan pada usia 38–40 minggu (p=0,008) dan postpartum (p=0,032). Simpulan: Latihan otot perut dan dasar panggul terbukti efektif dalam menekan progresivitas DRA selama kehamilan dan mempercepat pemulihan IRD postpartum. Intervensi ini bersifat aman, murah, mudah dilakukan, dan berpotensi besar untuk diintegrasikan dalam program antenatal care standar di IndonesiaKata Kunci : diastasis recti abdominis; latihan kehamilan; otot dasar panggul; inter-recti distance; Senam Hamil
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UPT PUSKESMAS UJUNG LOE Qalbi, Umi; Multazam, Andi Muhammad; Baharuddin, Alfina
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30608

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia, termasuk di puskesmas. UPT Puskesmas Ujung Loe Kabupaten Bulukumba aktif memberikan pelayanan KB, namun hasil observasi awal menunjukkan kepuasan pasien bervariasi sehingga perlu analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pelayanan KB berdasarkan dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy), menilai tingkat kepuasan pasien, serta menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien KB di UPT Puskesmas Ujung Loe. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan asosiatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 178 responden dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan KB pada lima dimensi SERVQUAL sebagian besar kategori cukup baik, dengan proporsi terbesar reliability (62,4% cukup) dan assurance (43,3% baik). Tingkat kepuasan pasien sebagian besar tinggi (88,2%), sisanya sedang (11,8%). Uji statistik menunjukkan pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien (p = 0,016; r = 0,180). Dengan demikian, semakin baik kualitas pelayanan KB di UPT Puskesmas Ujung Loe maka kepuasan pasien cenderung meningkat. Peningkatan mutu khususnya pada dimensi tangibles dan reliability perlu dilakukan berkelanjutan.
Isolasi dan Identifikasi Molekuler Candida albicans dari Sekret Keputihan Menggunakan Metode PCR Sophia, Anggun; Suraini, Suraini; Susanto, Vetra; Niken, Niken
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30704

Abstract

Candida albicans is one of the major pathogenic fungi responsible for pathological vaginal discharge in women. This study aimed to isolate and identify C. albicans from vaginal discharge samples using conventional methods and molecular confirmation based on Polymerase Chain Reaction (PCR). A total of five vaginal discharge samples were collected and cultured on selective media. The isolation results showed that four samples (SC2–SC5) exhibited colony characteristics consistent with C. albicans, while one sample (SC1) demonstrated morphological features suggestive of the genus Aspergillus. Conventional identification through macroscopic and microscopic examination, as well as the germ tube test, confirmed that the four isolates were strong candidates for C. albicans. Molecular identification using specific primers targeting the Internal Transcribed Spacer (ITS) region indicated that only one isolate produced a distinct DNA band at approximately ±600 bp, which corresponds to the specific ITS fragment size for C. albicans. The SC3 isolate was confirmed as C. albicans based on molecular analysis. These findings highlight the importance of PCR-based confirmation to improve the accuracy of fungal identification, particularly in cases of pathological vaginal discharge.