cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
lppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
jln Prof.Dr.Hamka No..228 Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Saintika
ISSN : 20878508     EISSN : 25409611     DOI : 10.30633
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan Medika Saintika adalah Jurnal Kesehatan berbahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Stikes Syedza Saintika Padang dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember. Proses penyerahan naskah terbuka sepanjang tahun. Semua naskah yang dikirim akan melalui peer review ganda dan ulasan editorial sebelum diberikan penerimaan publikasi. Dikelola sebagai media informasi dan pengetahuan ilmiah, Jurnal Kesehatan Medika saintika meliputi banyak literatur, artikel penelitian, dan studi kasus yang berfokus pada bidang Kebidanan, Ilmu Keperawatan, Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Biomedik.
Arjuna Subject : -
Articles 453 Documents
Pengaruh Penyuluhan Mengenai Menyikat Gigi Yang Benar Terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa di Panti Asuhan Darul Maarif Padang Tahun 2017 sri handayani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.130

Abstract

Kesehatan gigi sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Prevalensi Penyakit gigi dan mulut terus meningkat,  Hasil RISKESDAS 2007  23,2 %  RISKESDAS 2013 sebanyak 25,9% mengalami penyakit gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui PERBEDAAN penyuluhan mengenai cara menyikat  gigi yang benar terhadap peningkatan pengetahuan siswa panti asuhan Darul Maarif padang tahun 2017.Jenis  penelitian  adalah  quasi experimental menggunakan rancangan pre and post  test comparative design   dilaksanakan pada bulan Januari s/d Maret  2017 . Populasi semua siswa kelas V dan VI Panti Asuhan Darul Maarif Al-Kamariyah Padang dengan total populasi  42 orang dan  sampel  yaitu 42 orang.Hasil Univariat terlihat 73,8 % memiliki pengetahuan kurang baik   sebelum diberi penyuluhan dan 4,2 % memiliki pengetahuan kurang baik setelah di beri penyuluhan hasil uji statistik  dengan uji Wilcoxon bahwa nilai P-value  <  0,05   ( 0,000 ) Artinya Ada perbedaan Tingkat pengetahuan siswa sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan.Berpedoman dari hasil penelitian lebih dari separuh responden memiliki pengetahuan kurang baik sebelum penyuluhan dan kurang dari separuh  responden memiliki pengetahuan kurang baik setelah penyuluh.Saran peneliti penyuluhan kesehatan gigi bisa dilaksanakan secara berkesinabungan agar bisa bermanfaat untuk,Institusi pendidikan,yayasan Panti dan Peneliti selanjutnya agar pengetahuan siswa terus meningkat sehingga tercapai derjad kesehatan yang optimal.
PENGARUH PAKET INFORMASI TERHADAP KECEMASAN ISTRI SELAMA MERAWAT PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA Veolina Irman
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Tingginya angka kejadian Tuberculosis Paru (TB Paru) menjadi perhatian seluruh dunia, dimana 1,4 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat TB Paru. Adanya dukungan baik dari pasangan dan keluarga pada penderita TB Paru akan berdampak baik bagi kesembuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paket informasi terhadap kecemasan pada pasangan selama merawat penderita TB Paru. Desain penelitian quasi eksperimental, dengan one group pre test post test design. Sampel penelitian 40 orang responden yang berada diwilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya. Hasil penelitian ada perbedaan yang signifikan antara pretest sebelum dilakukan intervensi dengan post tes sesudah dilakukan intervensi dengan hasil uji-T dependen didapatkan nilai P value = 0,032. Dapat disimpulkan bahwa istri penderita TB paru yang mengalami kecemasan perlu diberikan paket informasi sehingga para tenaga kesehatan di puskesmas perlu memberikan paket informasi pada mereka. Kata Kunci : Kecemasan, TB Paru, Paket Informasi 
HUBUNGAN MOTIVASI BERMAIN GAME ONLINE DENGAN ADIKSI GAME ONLINE PADA REMAJA Dwi Christina Rahayuningrum
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/8812201720179-161

Abstract

Adiksi game online saat ini menjadi permasalahan global. Game online  memiliki kecenderungan membuat pemainnya asik bermain game online hingga melupakan waktu Kelompok usia yang paling rentan akan adiksi game online ini adalah para remaja. Banyak studi yang telah menunjukkan bahwa adiksi game online memberikan dampak negatif psikososial gamer remaja. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi adiksi game online diantaranya motivasi bermain. Penelitian ini  merupakan penelitian dengan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi bermain dengan adiksi game online pada remaja. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas 7 dan 8 SMP N 13 Padang yang berjumlah 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan remaja yang mengalami adiksi game online adalah 64,7%, motivasi remaja 66,7%. Terdapat hubungan antara motivasi bermain dengan adiksi game online,. Perawat jiwa perlu melakukan skrinning adiksi game online pada remaja kemudian memberikan upaya kerjasama dengan sekolah untuk membentuk Usaha Kesehatan Jiwa Sekolah (UKJS) serta memberikan terapi perilaku kognitif untuk menurunkan adiksi game online untuk mengembangkan konsep adiksi game online di Indonesia.The current online game additions are becoming a global issue. Online game has a tendency to make the players cool to play online games to forget the time The most vulnerable age group will be the addiction of this online game is the teenagers. Many studies have shown that online game addiction positively affects teens' psychosocial gamers. There are several factors that influence the online game addiction including play motivation. This research is a research with descriptive analytic design with cross sectional approach that aims to know the relationship of motivation to play with adiksi online game in adolescent. The sample in this research is the students of grade 7 and 8 SMP N 13 Padang which amounts to 150 people. The results showed adolescents who experienced online game addiction was 64.7%, teen motivation 66.7%. There is a relationship between the motivation of playing with online game addiction. Nurse of the soul needs to do online game addiction screening in adolescent then give effort co-operation with school to establish School Mental Health Business (UKJS) as well as provide cognitive behavioral therapy to decrease addiction game online to develop game addiction concept online in Indonesia.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN BLUD TERHADAP MUTU DAN KINERJA PELAYANAN RUMAH SAKIT shelvy haria roza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/882220172017%p1

Abstract

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit pemerintah masih cukup rendah yaitu hampir lebih dari 50% mengeluhkan pelayanan yang didapatnya.Adanya tuntutan akan kualitas pelayanan  rumah sakit, pemerintah memberlakukan  Kebijakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan BLUD terhadap mutu dan kinerja pelayanan rumah sakit.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tempat dan waktu penelitiandilakukan di RSUD dr Rasidin Kota Padang. Populasi adalah semua pasien di di RSUD Padang, dengan sample sebanyak 60 orang dengan accidental sampling. Informan kunci dipilih secara purposive sampling sebanyak lima orang yang memahami tentang BLUD.  Pengumpulan data melalui indept interview, telaah dokumen, dan observation. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan data kualitatif dianalisis dengan analisis tematik.Hasil penelitian didapatkan bahwa Implementasi kebijakan BLUD dari standar kebijakan telah dijalankan dengan baik, memiliki sumberdaya  yang cukup dan memadai. Disposisi para pelaksana positif dalam mendukung kebijakan ini terhadap kegiatan pelayanan. Komunikasi informasi BLUD belum tersebar merata di semua pegawai, hanya berkisar pada pegawai yang langsung menangani Badan Layanan Umum tersebut.Adanya struktur birokrasi yang jelas. Implementasi Kebijakan BLUD  telah memberikan peningkatan kinerja pelayanan di RSUD dr Rasidin Padang, namun dari mutu pelayanan masih kurang baik. Implementasi kebijakan BLUD telah berjalan dengan baik dari segi standar kebijakan, disposisi, sumberdaya, komunikasi, struktur birokrasi. Implementasi kebijakan BLUD mempunyai pengaruh terhadap kinerja pelayanan rumah sakit, tetapi kurang memiliki pengaruh terhadap mutu  pelayanan.Kata kunci: Implementasi Kebijakan,  BLUD, Rumah SakitABSTRACTLevel of community satisfaction with the services the government hospital is still quite low, almost more than 50% complain about the service their gets.The demands to the quality of services, the government imposed policy  about Regional Public Service Agency in the hospital. This study aims to analyze of regional public service agency policy implementation for service and quality performance hospital.  This research is a descriptive research with quantitative and qualitative approaches. The place and time of the study in dr Rasidin Padang Hospital. The population are all patients in hospital and sample are 60 people with accidental sampling. The key informants selected by purposive sampling as many as five people. Collecting data through indepth interviews, review of documents, and observation. Quantitative data were analyzed by descriptive and qualitative data were analyzed using thematic analysis. The results indicated that the implementation of public service agency policies at dr Rasidin Hospital standards and policies  have been run well, sufficient and adequate resources in terms of personnels, funds, facilities. The disposition of the employee support the implementation of policy for service. The communication of information has not been spead evenly  all employees. Clear bureaucratic structure in running the policy. Implementation of Publice Service Agency Policy has been increased  service performance, but on the quality of service is still not good. Implementation of public service agency policieshas worked well in terms of the standard policy, disposition, resources, communications, bureaucratic structure. Implementation of public service agency policieshas an influence on the service performance, but less has an influence on the quality  service.Keywords: Implementation Policy, Regional Public Service Agency, Hospital
KAJIAN KUALITAS AIR LIMBAH PENAMBANGAN EMAS SEBAGAI AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) Gusliani Eka Putri; Wiya Elsa Fitri; Eliza Arman; Shelvy Haria Roza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dapat merusak lingkungan karena proses penambangan skala kecil mengeluarkan limbah merkuri dengan kadar yang tinggi ke perairan sebab para penambang menggunakan metoda amalgamasi dalam proses pendulanagan emas. Penggunaan amalgamator raksa dalam proses pendulangan emas mengahsilkan limbah merkuri yang tinggi akan tetapi perolehan emas sedikit. Hal ini tentu akan berakibat buruk pada lingkungan dan masyarakat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional, dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Sampel penelitian di dapatkan di kawasan penambangan emas di Desa Talakiak, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Dalam penelitian dianalisa kualitas alir limbah dengan parameter kekeruhan, zat padat terlarut, zat tersuspensi, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), DO (Dissolved Oxygen) dan kadar Merkuri (Hg). Hasil parameter tersebut menunjukkan kekeruhan, zat padat terlarut, zat tersuspensi, BOD, COD, DO yang tinggi pada semua titik sampel. Hasil tersebut menunjukan bahwa kualitas air lembah penambangan sudah tercemar. Hasil tersebut diperkuat dengan uji kandungan merkuri tiap sampel juga diatas ambang batas toleransi kadar merkuri dalam air yaitu 0,001 mg/L.Kata Kunci : Kadar Merkuri (Hg), penambangan emas, parameter kimia
ANALISIS PENYELENGGARAAN SISTEM PEMELIHARAAN PERALATAN RADIOLOGI DI RSUP DR. M. DJAMIL Shelvy Haria Roza
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/78222016201785-941

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Kesehatan yang berkesinambungan perlu didukung dengan peralatan yang selalu dalam kondisi siap pakai serta dapat difungsikan dengan baik. Hal ini menuntut manajemen rumah sakit untuk dapat mengelola dan memelihara peralatan medis seefektif dan seefisien mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan sistem pemeliharaan peralatan radiologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang.  Penelitian ini bersifat analisis deskriptif dengan metode kualitatif. Instrumen yang digunakan yaitu dengan cara melakukan wawancara mendalan (indepth interview), observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, sistem pemeliharaan tidak dapat dijalankan semestinya, disebabkan oleh terbatasnya tenaga teknisi, kurangnya pelatihan, biaya pemeliharaan masih kurang, SOP pemeliharaan kurang sesuai dengan prosedur. Perencanaan, pengorganisasian, pengawasan yang kurang terlaksana dengan baik sehingga sistem pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan korektif tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu upaya meningkatkan sistem pemeliharaan agar berjalan dengan optimal yaitu perlu melakukan pelatihan, meningkatkan alokasi dana pemeliharaan, perlu melengkapi fasilitas pemeliharaan korektif kerja yang memadai, melaksanakan pemeliharaan preventif secara rutin, dukungan manajemen dalam program pemeliharaan preventif dan perlu melengkapi dokumen pemeliharaan.Kata Kunci  : Sistem Pemeliharaan, Radiologi, Rumah Sakit ABSTRACT Sustainable Health Services need to be supported with equipment that is always in a condition ready for use and able to function properly. This requires that the hospital management to be able to manage and maintain medical equipment effectively and efficiently. This study aims to determine the implementation of radiology equipment maintenance system in RSUP Dr. M. Djamil Padang. This research is with qualitative methods. The instrument used is by conducting indepth interviews, observation, and document review. The results of this study show that in the implementation, system maintenance can not be executed properly, due to the lack of qualified personnel, insufficient training, maintenance cost is less, less maintenance SOPs in accordance with the procedure. Planning, organizasing, and maintenance  that preventative maintenance system and corrective maintenance can not walk at all, while that can be carried out only based maintenance system malfunction. One effort to improve the maintenance system that is optimized to run with the need to conduct training, improve the allocation of funds for maintenance, corrective maintenance facilities will need to complete an adequate job, perform routine preventive maintenance, management support in the program need to complete preventive maintenance and maintenance documents.Key words       : Maintenance Systems, Radiology Equipment, Hospital
PENGARUH MEDIA PROMOSI KESEHATAN DENGAN PERILAKU JAJANAN MAKANAN SISWA Noviyanti Noviyanti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media promosi kesehatan dengan perilaku jajanan makanan siswa di Sekolah Dasar X. Metode penelitian kuantitatif Analitik. pre dan post, dengan sampel 47 siswa kelas V. Uji  Paired / Related  (pre dan post test) dan wilcoxon Rank Test yang dilakukan terhadap tiga (3) Pengetahuan, Sikap, Tindakan dengan Metode Penyuluhan, Ceramah, Poster pre dan post  terhadap Perilaku Jajanan Makanan. Pengaruh untuk Metode Penyuluhan pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 2.400, nilai P=.0.016 dimana Ho di tolak, artinya ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan.  Sikap memiliki nilai Z= - 1.964 dan nilai P= 0.050 dimana Ho di tolak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -1.155 dan nilai P= 0.248 Ho diterima tidak ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhuan. Metode Ceramah untuk pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 1.177, nilai P=.0.239 dimana Ho di terima, tidak ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah.  Sikap memiliki nilai Z= - 0.728 dan nilai P= 0.467 dimana Ho di terima yang artinya tidak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -1.890 dan nilai P= 0.05 Ho ditolak  artinya  ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah dilakukan ceramah tentang jajanan makanan. Metode Poster untuk pengetahuan memperlihatkan nilai Z= - 1.460, nilai P=.0.144 dimana Ho di terima, artinya tidak ada perubahan pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian poster.  Sikap memiliki nilai Z= - 0.688 dan nilai P= 0.491 dimana Ho di terima yang artinya tidak ada perubahan sikap responden sebelum dan sesudah dilakukan pemberian poster dan untuk Tindakan memilik nilai Z= -2.111 dan nilai P= 0.035 Ho ditolak  artinya  ada perubahan Tindakan responden sebelum dan sesudah pemberian poster tentang jajanan makanan. Simpulan ada Variabel yang memberikan pengaruh pre dan post metode komunikasi yang diberikan.  This study aims to determine the effect of health promotion media with the behavior of food snacks students in Primary School X city of Batam in 2017. This study uses quantitative analytical research methods. pre and post sampling technique as many as 47 students of class V. Samples amounted to 46 students. Result of Paired / Related test (pre and post test) and wilcoxon Rank Test conducted on three (3) variables, Knowledge, Attitude, Action with Extension Method, Lecture, Pre and Post Poster on Food Snack. The effect of this research is to know the value of Z = - 2,400, P = .0.016 where Ho is rejected, it means that there is a change of respondent knowledge before and after counseling Attitudes have a value of Z = - 1.964 and the value of P = 0.050 where Ho is rejected which means there is a change in attitude of respondents before and after the counseling and for the action has the value Z = -1.155 and the value P = 0.248 Ho accepted means no change Action respondents before and after the extension. Method Lecture for knowledge shows the value of Z = - 1.177, P value = .0.239 where Ho is received, meaning there is no change of knowledge of respondents before and after the lecture. Attitudes have a value of Z = - 0.728 and the value P = 0.467 where Ho is received which means there is no change in attitude of respondents before and after lectures and for Actions having value Z = -1.890 and value P = 0.05 Ho rejected means there is change Action respondents before and after a lecture about food snacks. Poster method for knowledge shows the value of Z = - 1.460, value P = .0.144 where Ho is received, meaning there is no change of knowledge of respondents before and after done poster. Attitudes have a value of Z = - 0.688 and the value of P = 0.491 where Ho is received which means there is no change in attitude of respondents before and after done poster and for the action have value Z = -2.111 and value P = 0.035 Ho rejected means there is change Action respondents before and after posters about food snacks. Conclusion there are variables that give influence pre and post communication method given
GEJALA KESEHATAN YANG DIDERITA PENAMBANG EMAS AKIBAT PROSES PENAMBANGAN EMAS MENGGUNAKAN MERKURI (Hg) Gusliani Eka Putri
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 8, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/88122017201769-781

Abstract

Kegiatan tambang emas di Desa talakiak, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan masih secara Tradisional dengan menggunakan teknik amalgamasi. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung dilapangan hasil menunjukkan bahwa sebagian besar penambang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu karet, masker dan sarung tangan. Hal ini dapat meningkatan resiko para penambang emas tersbut terpajan merkuri karena merkuri yang digunakan selama proses penambangan secara amalgamasi bisa masuk langsung dengan kulit dan inhalasi. Berdsarkan hasil kuisioner dan wawancara langsung dengan penambang kajian awal gangguan kesehatan yang banyak diderita penambang yaitu E17 (penyakit sendi-sendi kaku, nyeri otot, reumatik, ngilu, sendi kaki/tangan terasa kesemutan, pegal-pegal, mudah lelah, menggigil/gemetar, meriang, sakit pinggang dan dada terasa sakit), dan E17002 (penyakit kulit gatal-gatal/alergi) sebanyak 22 orang penambang dengan presentasi 39%. Kajian awal gangguan kesehatan para penambang dapat diperkuat dengan cara pengambilan sampel rambut atau urin yang akan dipelajari dalam penelitian selanjutnya. Gold mining activities in Talakiak Village, Sangir Subdistrict, South Solok Regency are Traditionally using amalgamation techniques. Based on observations and direct interviews in the field results show that most miners do not use Personal Protective Equipment (PPE) such as rubber boots, masks and gloves. This may increase the risk of gold miners exposed to mercury because the mercury used during the mining process by amalgamation can enter directly with the skin and inhalation. Based on questionnaires and direct interviews with miners of preliminary study of health disorders that many miners suffer from E17 (stiff joint disease, muscle pain, rheumatism, aches, foot / hand joints feel tingling, achy, tired, shivering / shaking, Fever, sore waist and chest pain), and E17002 (skin diseases of itching / itching / allergy) as much as 22 people miners with 39% presentation. Initial assessment of health disorders of miners can be strengthened by hair sampling or urine to be studied in further research
HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN KATETER DENGAN KEJADIANINKONTINENSIA URIN DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Etri Yanti; Meria Kontesa; Devi Syarief
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 7, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/781220162017%p1

Abstract

Urinary incontinence prevalence at Indonesia woman 5,8%. Prevalence at Pria Asia based on survey from Asia Pacifik Continence Advisor Board around 6,8%, while for Indonesia man 5%. Based on data which researcher gets during studying antecedent with a few patient which been attached catheter in Bangsal Bedah RSUP. Dr. M. Djamil Padang express 7 people patient out of 10 patient been attached catheter to experience trouble to with symptom like, secretory urine x'self or unconsciously and feeling wishs urinates always. Purpose of this research is to know The Relation of Installation Stripper of Catheter With Case of Urinary Incontinence in evaluation from Gender in Dissected Barn RSUP Dr. M. Djamil Padang the Year 2011.This research haves the character of analytic with retrospective approach executed in dissected barn RSUP Dr. M. Djamil Padang on 22 January-5 March 2011, sample is taken in accidental sampling that is 40, at the time of research by using sheet checklist.Based on statistical test there are 13 (32,5%) with installation stripper of catheter ranges from 72-144 hours, 24 responders (60%) experiences urinary incontinence case, 30 responders (75%) woman gender, there is its relation between installation stripper of catheter with case of urinary incontinence p= 0,008 (p < 0,05) and there is its relation between gender with case of urinary incontinence p = 0,008 (p < 0,05) in dissected barn RSUP Dr. M. Djamil Padang. With guidance at research result obtained, hence expected to health officer especially nurse to be able to increase service of minimization usage of case of urinary incontinence at patient.Keyword : Installation Stripper of Catheter, Incontinence, Gender
Karakteristik, Beban, dan Kualitas Hidup pada Caregiver Klien Skizofrenia Helena Patricia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 9, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v9i1.124

Abstract

Proses merawat klien skizofrenia menciptakan situasi yang penuh stress, ketidaksiapan caregiver dalam menghadapi masalah ini berdampak pada penurunan kualitas hidup. Penurunan kualitas hidup caregiver dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya beban caregiver. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik (jenis kelamin, usia, status marital, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan hubungan klien - caregiver), beban dengan kualitas hidup pada caregiver. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study pada 186 caregiver dengan convenient technique sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner The Zarit Burden Interview dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL-BREF). Hasil uji chi-square menunjukkan ada hubungan semua karakteristik responden dengan beban dan kualitas hidup, ada hubungan antara beban dan kualitas hidup, ada hubungan beban dengan semua dimensi kualitas hidup (kualitas kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan hubungan dengan lingkungan), serta ada hubungan antara dimensi benban ( beban mental dan sosial) dengan kualitas hidup. Hasil uji multivariat dengan Regresi Logistik Ganda menunjukkan bahwa status marital paling besar pengaruhnya dalam hubungan antara beban dengan kualitas hidup caregiver klien skizofrenia. Saran untuk Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru untuk meningkatkan pelayanan keperawatan jiwa secara komprehensif terhadap klien dan keluarga, berupa program pendidikan kesehatan.

Page 4 of 46 | Total Record : 453