cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. A.Yani, Km. 06 Desa Panggung, Pelaihari, Kalimantan Selatan
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknologi Agro-Industri
ISSN : 24074624     EISSN : 25985884     DOI : 10.34128/jtai
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Teknologi Agro-Industri diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang pengolahan hasil, aktivitas senyawa aktif, proses, teknik sistem, dan lingkungan industri khususnya pada bidang Agro-Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Identification of Cookies Quality Based on Banana Flour (Musa acuminata Colla) and “Selengek” Fish Flour (Anodontostoma chacunda) Hesti Nur'aini; Febrian Sutata; Lina Widawati
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i2.237

Abstract

“Jantan” banana (Musa acuminata Colla) and “selengek” fish (Anodontostoma chacunda) have high nutritional value, so they have the potential to be used as additional ingredients in cookie processing. This study aimed to analyse the quality characteristics of banana flour and selengek fish flour-based cookies. The research design used was factorial with variations in the composition of male banana flour and “selengek” fish flour, namely 75: 25, 80 : 20, 85 : 15, 90 : 10, 95 : 5, and 100 : 0. Chemical analysis (moisture content, protein content, and fibre content) and organoleptic test (colour, taste, aroma, and texture) were conducted on the cookies produced. Processing of cookies with the addition of male banana flour and selengek fish flour produced cookies with yields between 40.58% to 41.20%, moisture content between 6.11% to 8.58%, protein content 4.23% to 5.69%, and fibre content 5.00% to 6.19%. Sensory test analysis showed that panelists' hedonic level for banana flour and “selengek” fishmeal cookies ranged from 3.35 to 2.40 for colour parameters, 2.40 to 3.70 for taste parameters, 2.90 to 4.04 for texture and 2.40 to 3.35 for aroma parameters.
Design and Development Of an Iot-Based Water Quality Monitoring System In The Palm Oil Industry At PT. PKIS Nina Hairiyah; Alya Rahmaida; Risna Dwi Latifah; Imron Musthofa; Jihan Pradesi; Fina Pradika Putri
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v12i2.228

Abstract

The availability of clean water is a vital element in the operational processes of palm oil mills, serving both processing and domestic needs. PT. PKIS operates a Water Treatment Plant (WTP) to treat raw water from reservoirs into clean water that meets quality standards. However, the existing manual monitoring system for water quality poses a risk of delays in detecting fluctuations in critical parameters such as pH and turbidity. This study aims to design and implement an Internet of Things (IoT)-based water quality monitoring system capable of real-time monitoring of pH and turbidity parameters. The system design was conducted over five months within the industrial environment of PT. PKIS, utilizing pH and turbidity sensors integrated with an ESP32 microcontroller and the Blynk application platform for data visualization. The testing results indicate that the pH sensor demonstrates a satisfactory accuracy level with a margin of error of 2,20%, while the turbidity sensor exhibits suboptimal performance with a margin of error of 1,30%. The implementation of this system is expected to enhance the effectiveness of water quality monitoring, expedite decision-making processes, and ensure that the treated water meets the established standards, thereby supporting the sustainability of palm oil industry operations.
Pengendalian Kualitas Pada Produk Pentol Frozen Food Merk Pentol Kejutan dengan Metode Six Sigma Antung Oktaviani Anwar; Novi Lestari; Romaya Saputri; Muhammad Iqmal Yakin; Titis Linangsari; Muhammad Indra Darmawan
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.241

Abstract

Pengendalian mutu merupakan elemen penting untuk menjaga standar serta konsistensi dalam produk makanan, termasuk pentol yang banyak digemari oleh masyarakat. Pada proses pembuatan produk pentol frozen food merk Pentol Kejutan, masih banyak produk yang mengalami kerusakan seperti bentuk yang tidak ideal, kebocoran isi, dan perbedaan warna, sehingga pentol tersebut diperlukan adanya evaluasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi pengendalian kualitas dalam proses produksi produk pentol frozen food dengan merek Pentol Kejutan. Data yang dianalisis dalam penelitian ini diperoleh dari data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Six Sigma dengan fase Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC), Six Sigma dapat digunakan sebagai ukuran efektivitas sistem industri, ditambah dengan perhitungan DPU, DPMO, dan Nilai Sigma sebagai tolak ukur upaya perbaikan. Rata-rata nilai sigma yang didapat yaitu 1,33 dan DPMO 554.991 menunjukkan nilainya kurang dari deviasi standar rata-rata di industri Indonesia. Rekomendasi perbaikan termasuk pencatatan yang lebih baik, SOP visual, evaluasi bahan baku, dan pemeliharaanmesin.
Seleksi Pewarna Indikator pH sebagai Kandidat Core Dye Tinta Thermochromic Food-Grade untuk Aplikasi Smart Packaging Produk Pangan Beku: Smart Packaging berbasis Tinta Thermochromic sebagai Indikator Suhu pada Produk Makanan Dingin Elfa Susanti Thamrin; Ulfah Izdihar; Endo Pebri Dani Putra; Elsa Windiastuti; Teny Sylvia; Noveliska BR Sembiring; Indira Hapsarini; Radya Yogautami
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.253

Abstract

Distribusi produk pangan beku memerlukan pemantauan suhu yang konsisten untuk menjaga mutu dan keamanan produk sepanjang rantai pasok dingin. Namun, sebagian besar kemasan pangan beku belum dilengkapi indikator suhu yang efektif dan aman, sementara teknologi yang tersedia masih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya seperti Bisphenol-A (BPA). Penelitian ini bertujuan mengembangkan tinta termokromik berbasis leuco dye dengan indikator pH yang aman untuk pangan (food-grade) tanpa penggunaan BPA sebagai indikator visual suhu pada kemasan pangan beku. Penelitian dilakukan dengan menguji sensitivitas larutan pewarna indikator pH tunggal dan kombinasi, yaitu Bromothymol Blue (BTB), Methyl Red (MR), Bromocresol Purple (BCP), Bromophenol Blue (BPB), serta kombinasi AB (BTB+MR), CB (BCP+MR), dan DBA (BPB+MR+BTB), terhadap paparan gas amonia ±230 ppm selama 60 menit. Respons pewarna dianalisis berdasarkan perubahan warna parameter L*, a*, dan b*, nilai perbedaan warna total (ΔE), serta perubahan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna BCP, BTB, dan kombinasi CB memiliki nilai ΔE tertinggi yang mengindikasikan perubahan warna visual yang signifikan, dengan pewarna BCP menunjukkan respons paling cepat dan konsisten sejak awal paparan. Pewarna MR dan kombinasi CB menunjukkan respons pH paling tinggi terhadap gas amonia, sedangkan BCP dan BTB menunjukkan kestabilan pH yang baik. Berdasarkan hasil tersebut, pewarna BCP, MR, dan kombinasi CB dipilih sebagai kandidat utama untuk formulasi tinta indikator. Penelitian ini menunjukkan potensi pengembangan tinta termokromik food-grade yang aman dan efektif untuk aplikasi kemasan pangan beku.
Strategi Bauran Pemasaran Milkshake Stroberi Berbasis Pemanfaatan Stroberi Cacat Fisik: Pendekatan Analisis STP Dan SWOT Ikhsan Nurdziky; Aulia Audiensi; Avicenna Nur Kasih; Jihan Pradesi; I Bagus Kadek Arya Sanjaya; Mufrida Zein
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.255

Abstract

Kerusakan fisik pada buah stroberi selama penanganan pascapanen sering kali menurunkan nilai jualnya meskipun kualitas nutrisi dan sensorinya masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bauran pemasaran produk milkshake stroberi pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pemanfaatan stroberi cacat fisik ringan sebagai bahan baku bernilai tambah (upcycled food). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif studi kasus di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Pelaihari. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap 30 responden konsumen yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data mengintegrasikan pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) serta kuantifikasi SWOT menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi stroberi cacat fisik ringan sebesar 10–20% dari total bahan baku mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi tanpa menurunkan kualitas sensori produk akhir. Matriks IFE menghasilkan skor total 2,80, sedangkan matriks EFE menghasilkan skor total 2,70. Posisi usaha berada pada Kuadran I (titik koordinat +0,30; +0,20), yang merekomendasikan Aggressive/Growth Strategy (Strategi SO). Implementasi strategi difokuskan pada optimalisasi bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) melalui penguatan keunikan rasa, edukasi nilai produk ramah lingkungan kepada konsumen, serta perluasan kemitraan pasokan bahanbaku secara konsisten.
Evaluasi Kelayakan Penggunaan Model Machine Learning pada Klasifikasi Perilaku Ayam di Bawah Kondisi Suhu dan Kelembapan yang Bervariasi Firmansyah Firmansyah; Suhendra; Arina Fatharani; Yusuf Irfan
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.256

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan perilaku ayam pada kondisi suhu dan kelembapan yang bervariasi, dengan tujuan mengoptimalkan kesejahteraan dan produktivitas unggas melalui pemantauan otomatis. Analisis difokuskan pada perilaku utama seperti Beristirahat, Makan/Minum, dan Aktivitas Fisik, serta meneliti bagaimana fluktuasi lingkungan memengaruhi respons fisiologis ayam, khususnya dalam termoregulasi. Selama periode pengamatan selama 21 hari, data dikumpulkan dari enam ayam menggunakan sensor suhu dan kelembapan, disertai dengan rekaman video. Sebanyak lima model pembelajaran mesin diuji, yaitu Random Forest, Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbors (KNN), Multi-Layer Perceptron (MLP), dan metode ensemble, untuk mengidentifikasi model yang paling efektif di antara lima model yang digunakan. Model Random Forest menunjukkan kinerja terbaik dengan akurasi sebesar 98,65%, membuktikan kemampuannya dalam membedakan berbagai aktivitas dengan efektif. Selain itu, temuan penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan data lingkungan secara real-time dan meningkatkan teknik ekstraksi fitur untuk meningkatkan keandalan klasifikasi. Wawasan dari penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem pemantauan cerdas adaptif, meskipun masih memerlukan validasi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, sekaligus menjadi landasan awal yang berpotensi mendukung kemajuan di masa depan dalam manajemen unggas komersial dengan memungkinkan intervensi kesejahteraan yang tepat waktu dan mendukung operasi yang efisien serta berorientasi pada kesejahteraan.
Analisis Kehilangan Minyak pada Stasiun Press di Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Fina Putri; Nina Hairiyah; Nuryati; Raden Rizki Amalia; Ema Lestari; Tasya Ariani
Jurnal Teknologi Agro-Industri Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Agro-Industri
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jtai.v13i1.273

Abstract

Pengolahan kelapa sawit merupakan sektor agroindustri yang memerlukan efisiensi proses yang tinggi untuk memaksimalkan perolehan minyak dan meminimalkan kehilangan minyak (oil loss). Penelitian ini bertujuan menganalisis kehilangan minyak pada stasiun pengepresan di salah satu pabrik kelapa sawit di Kalimantan Selatan, Indonesia menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) yang didukung oleh 5 Why Analysis. Data dikumpulkan selama periode November 2024–Februari 2025 melalui observasi lapangan, wawancara, dan data operasional perusahaan. Standar internal perusahaan untuk kehilangan minyak pada stasiun pengepresan adalah 4,0%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehilangan minyak mengalami peningkatan dari 3,78% pada November 2024 menjadi 4,07% pada Februari 2025 sehingga melampaui standar perusahaan, dengan nilai tertinggi sebesar 4,12% pada Press 1. Kelebihan kehilangan minyak sebesar 0,07% tersebut menyebabkan potensi kerugian finansial sebesar Rp75.600.000 dalam satu bulan. Hasil FTA menunjukkan bahwa kehilangan minyak dipengaruhi oleh empat kelompok faktor utama, yaitu sumber daya manusia (kurangnya kontrol proses dan ketidakpatuhan terhadap SOP), mesin (keausan komponen screw press dan perawatan yang belum optimal), material (sterilisasi yang kurang sempurna dan tingkat kematangan TBS yang tidak seragam), serta metode (pengendalian tekanan uap dan cone gap yang belum optimal). Berdasarkan akar penyebab yang teridentifikasi, disusun rekomendasi perbaikan yang meliputi peningkatan kompetensi operator, penerapan preventive maintenance, penguatan pengendalian kualitasbahan baku dan proses sterilisasi, serta pemantauan parameter operasi secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTA yang didukung 5 Why Analysis dapat digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab kehilangan minyak secara sistematis dan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi perbaikan pada stasiun pengepresan.