cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
Faradila Hasan
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.alsyirah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah
ISSN : 16934202     EISSN : 25280368     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, with registered number ISSN 1693-4202 (Print), ISSN 2528-0368 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Faculty of Sharia, State Islamic Institute of Religious Affairs (IAIN) Manado. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah is a Communication Media between Sharia and Law Scholars (Law, Islamic Law, Sharia Economic Law and Social Society). Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah invites enthusiasts and experts in Islamic Law and Legal Sciences to write or disseminate research results relating to Sharia and Law issues.
Arjuna Subject : -
Articles 606 Documents
HUKUM PERWAKAFAN KOMPILASI HUKUM ISLAM DALAM SOROTAN Ridwan Jamal
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v6i1.244

Abstract

Tulisan ini membahas tentang hukum perwakilan kompilasi hukum isslam dalam sorotan hukum perwakafan kompilasi hukum islam dalam sorotan. Hukum perwakafan yang diatur dalam kompilasi hukum islam merupakan kemajuan yang sangat berarti bagi hukum perdata islam yang masih memerlukan pengkajian lebih jauh. Pengkajian leih jauh tentang hukum perwakafan dalam kompilasi hukum islam disesuaikan dengan kondisi social kehidupan umat islam indonesia. Ada dua alasan yang menjadi sorotan dalam hukum perwakafan kompilasi hukum islam yaitu : pertama, pasal-pasal yang ada dalam hukum perwakafan jauh lebih sederhana dari pada hukum perkawinan dan kewarisan. Kedua, apabila kita memperhatikan materi hukum perwakafan yang ada dalam kompilasi hukum islam lalu membandingkan dengan PP.No.28 tahun 1977 serta peraturan menteri agama No.1 tahun 1978, maka ditemuibahwa pasal-pasal tentang wakaf dalam kompilasi hukum islam seakan akan hanya merupakan duplikasi atas PP. No.28 tahun 1977.
Roma Toah: Social Construction of Inheritance Division of The Bangkalan Madura Community Mohammad Hipni
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v21i1.2342

Abstract

Applying Islamic law within the framework of social culture is never complete for research. Certain social entities understand Islamic law, originating from revelation to produce unique legal products. Roma Toah inheritance in Madurese society is a division of inheritance intended for all heirs without being based on the individual principle as in Islamic inheritance law in general. This study aims to understand the construction of social, cultural, and religious inheritance of Roma Toah in the people of West Madura, who are known to be firm in upholding their religious teachings. This study uses a qualitative method approach using a socio-legal approach. This study uses social construction analysis so that the meaning of the inheritance of Roma Toah can be well understood. This research resulted in the following findings; first, the legacy of Roma Toah survives based on the local wisdom of the Madurese community, based on two aspects that align with Islamic values; maintaining family ties intact and family economic resilience. Second, by using social construction analysis based on three phases; externalization, objectification, and internalization, the Roma Toah inheritance is built on a harmonious blend of culture, social, and religion through the legitimacy of traditionalist Madurese Ulama so that it is considered a system that does not conflict with Islamic values in maintaining family and economic integrity.
MENELUSURI ARGUMENTASI PENOLAKAN AL-SYAFI’IY TERHADAP ISTIHSAN SEBAGAI DALIL HUKUM Nasruddin Yusuf
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v7i2.36

Abstract

Adanya perbedaan dalam kehujjahan istihsân di kalangan ulama pada hakekatnya didasarkan kepada tidak sepakatnya pihak yang berselisih tentang cakupan dan pengertian istihsân, Ulama yang menggunakan istihsân sebagai hujjah menyampaikan kepada ulama yang tidak menggunakan istihsân sebagai hujjah dengan pengertian lain.  Jika mereka yang berbeda pendapat itu sepakat mengenai batasan pengertian istihsân, maka sudah pasti mereka tidak akan berbeda pendapat tentang istihsân dapat dijadikan sebagai hujjah dan dalil hukum. Sebab pada dasarnya istihsân itu adalah pindahnya seorang mujahid dari dalil yang jelas atau dari hukum kulliy karena ada dalil yang menuntut perpindahan itu, sehingga tidak dapat dikategorikan pembentukan hukum dengan nafsu.
SYIRKAH AL-ABDAN DALAM PERSPEKTIF MUHAMMAD IBN IDRIS AL-SYAFI’IY DAN REELEVANSINYA DENGAN TEORI EKONOMI MODERN Anita Mertosono
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v3i2.337

Abstract

Pembahasan ini merupakan suatu kajin mengenai syirkah al-abdan berdasarkan pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Muhamad ibn idris Al-Syafi”iy sebagai pendiri mazhabnya Syafi’iy.Topik pembahasanya  berkisar pada bagaimana pemikiran-pemikiran al-syafi’iy tentang syirkah al-abdan dan bagaimna reledvi antara pemikiran beliau tersebut dengan toeri ekonomi modern yang berkembang sepanjang zaman. Untuk kebutuhan uraian, metode yang meulis gunakan adalah metode kepustakaan (librari research). Akhirnya disimpulkan bahwa pada prinsipnya al-syari’iy tidak membolehkan syirkah al-abdan namun dangan melihat kondisi atau kebutuhan masyarakat sekarang ini disesuaikan dengan teori-teori ekonimi modern yang mengatakan bahwa syirkah al-abdan dapay menunjang kebutuhan ekonomi  dan faktor-faktor produksi maka syirkah tersbut dapat di praktekkan dimn kuncinya rekalankan dari masing-masiang pihak yang berkaitan dan menyadari kemampuan masing-masing serta tidak bertentanga dega al-qur’an dan sunnah rasul dalam rangka mewujudkan kemaslahatan umat.
STRATEGI POLITIK HUKUM ORDE BARU TERHADAP PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Muhammad Kasim
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v10i1.158

Abstract

Di dalam GBHN sepanjang Orde Baru Hukum Islam tidak pernah memiliki kebijaksanaantersendiri secara khusus. Tak ada satu pointer pun dalam teks-teks politik hukum Orde Baruyang berkenaan dengan eksistensi Hukum Islam, namun begitu, tidak berarti Hukum Islam tidakmendapatkan perhatian, dalam kenyataan praktis empiries Hukum Islam mempunyai tempatdalam tata hukum Nasional, bahkan secara formal posisinya lebih baik dari masa sebelumnya.Kata kunci : Hukum Islam dan politik hukum Orde Baru
HUKUM KELUARGA:PERSPEKTIF ANTROPOLOGI HUKUM ISLAM Suyono Suyono
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v16i1.647

Abstract

Principally, Islamic teachings consist of two aspects: normative and historical, doctrinal and civilization, as well as other terms that are meaningful. In the first aspect is the sacred area that cannot be changed, while the second aspect is very flexible. Based on the experience of society, Islamic teachings can be approached with social sciences such as sociology and Anthropology. Both of these are very appropriate to solve the problems of Islamic law in the society. In this paper, the writer tried to review the law of Islamic family based on anthropology aspect. To facilitate the discussion, some rules of family law that contained in the Compilation of Islamic Law (KHI) such as marriage registration, washiyahwajibah, mutual property, takliktalak, and the mourning period of husband whose wife passed away are the examples in this paper.Secara prinsip ajaran Islam terdiri atas dua aspek: normatif dan historis, doktrinal dan peradaban, maupun istilah lain yang semakna. pada aspek pertama adalah wilayah sakral tidak bisa diotak-atik lagi, sementara aspek jenis kedua sangat fleksibel. Dalam pengamalan di masyarakat, ajaran Islam dapat didekati dengan ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi dan antropologi. Kedua macam ilmu ini sangat sesuai untuk memecahkan problematika Hukum Islam di tengah-tengah masyarakat. Dalam tulisan ini. penulis mencoba membedah Hukum Keluarga Islam dengan kacamata antropologi hukum. Untuk memudahkan pembahasan, beberapa aturan hukum keluarga yang tertuang dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) seperti pencatatan perkawinan, washiyah wajibah, harta bersama, taklik talak, dan masa betkabung bagi suami yg ditinggal mati oleh istri menjadi contoh dalam tulisan ini
FATWA FIQIH JINAYAH : BOM BUNUH DIRI Nasruddin Yusuf
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i2.194

Abstract

Bom bunuh diri yang dilakukan muslim Palestina sejak sekitar satu sasawarsa terakhir  yang sekarang mulai merebak kebeberapa negara seprti Arab Saudi, Irak dan Suria, taktik yang ampuh untuk menghadapi bangsa imperialis atau musuh Islam.Masalahnya dalam perspektif hukum Islam, kemudian muncul sebab yang melakukan pengeboman ikut terbunuh dan realitanya ia membunuh diri, sementara dalam Islam dilarang melakukan tindakan bunuh diri. Tulisan ini membedah tinjauan syariat Islam terhadap tindakan bom bunuh diri tersebut.
THE IMPLEMENTATION OF MARRIAGE GUIDANCE FOR PROSPECTIVE BRIDALS BY THE RELIGION MINISTRY OF MANADO Salma Salma; Ahmad Rajafi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v18i2.1192

Abstract

Divorce in Manado includes the highest in North Sulawesi, while the office of Religious Affairs has long run the course for prospective brides. After that, it brought forth a new regulation on marriage guidance brides was born in 2009 with a detailed curriculum and modules in 2016. This marriage guidance is the urgency of this research to examine the implementation of marriage guidance in Manado's city. This research's field is qualitative with data collection through observation, interviews, documentation, and the SWOT analysis approach.  The results were found that many obstacles in the level of implementation, from disproportionate budgeting, not using a certified facilitator, the implementation that was not in accordance with the technical guidelines namely for sixteen hours of learning divided into two days; with a division of time of eight hours on the first day and eight hours on the second day.
ILMU RASM Al-QUR’AN Djamila Usup
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v5i1.229

Abstract

Ilmu rasm Al-Qur’an yaitu ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushat Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakannya. Penulisa Al-Qur’an pada masa Nabi Muhammad Saw. Dilakukan oleh para sahabat-sahabatnya baik dalam penulisannya maupun urutannya dengan tujuan untuk menyatukan kaum muslimin pada satu macam mushab dengan meyeragamkan bacaan serta menyatukan tertip susunan ayat-ayatnya. Dengan demikian tidak terjadi perbedaan pemahaman antara mushab dengan mushab yang lain.
Determinants of Family Resilience in Female-Headed Families on the North Coast of Java Mohammad Noviani Ardi; Tali Tulab; Dina Yustisi Yurista; Aliyatus Sariroh
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v20i2.1860

Abstract

This study analyzes the relationship between religiosity, education, and social support to family resilience in women-headed households. Family resilience is an exciting issue discussed today, seeing the fragility of the couple's understanding based on the family itself. It is essential because it protects from life problems and difficulties arising from the internal or external family, including groups, environments, communities, and countries. The results of this study contribute to efforts to increase family resilience, especially in women-headed homes, because family resilience is the main foundation in realizing community resilience as one of the efforts to boost national development. The power of national development is sourced to families as small groups in society. Thus, an in-depth study of the factors that affect family resilience to create a prosperous family, resistance, and continuity of national development is needed. The research method uses a quantitative approach and collects data using surveys of 15-20 women-headed households in Sayung, Demak. Data analysis is carried out with Validity Test, Reliability Test, and Regression Analysis using SPSS software. This study showed that education positively and significantly affects family resilience. In contrast, religiosity and social support have a positive and insignificant impact. The government can be used as a reference in decision-making to help economic resilience in women-headed households by making programs to increase family resilience in economics.