cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 24769703     EISSN : 24769703     DOI : -
Core Subject : Education,
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah has electronic ISSN 2476-9703. It is national journal published two times a year (October & April) by the Faculty of Islamic Study & Unit Publication and Management Journal of Islamic University of Kalimantan MAB Banjarmasin.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016): April 2016" : 8 Documents clear
Pendidikan Anak dalam Perspektif Alquran Abdul Hafiz; Hasni Noor
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.731 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.389

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Mencetak generasi rabbani yang unggul di tengah persaingan global dapat dilakukan dengan jalan menyelenggarakan pendidikan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak didik untuk mengaktualisasikan potensi, bakat dan minatnya. Alquran sebagai sumber ajaran Islam juga banyak mengungkap konsep pendidikan yang ideal. Dalam tulisan ini akan dikemukakan tentang pendidikan anak dalam persfektif Alquran dengan menggunakan tafsir maudhu’i. Metode: Artikel ini menggunakan metode kajian pustaka (library research). Hasil: Artikel ini menghasilkan; himpunan teori tentang pendidikan anak, himpunan ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah pendidikan anak, makna hubungan dan tafsir ayat-ayat tentang pendidikan anak.EnglishIntroduction: To Graduate Rabbani generation that excels in the midst of global competition that can be done by delivering education that provides the widest possible opportunity to the students to grow and develop in accordance with the potential, talent and interest. Method: This paper will be presented on children's education in the perspective of the Qur 'an by using interpretation from maudhu'i. Result: teory collection of the child education, to track and gather the verses relating to the matter that has been set, which is Al-Makkiyah and Madaniyah, to know the relationship (munasabah) verses in each surah, to interpretation about Alquran verses and completes the description and discussion with the Hadis.
Pembentukan Karakter Gemar Membaca Alquran Muhammad Zulkifli
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.196 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.385

Abstract

Indonesia:Pendahuluan:  Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi-kan tentang  pembentukan karakter gemar membaca Alquran anak dan hal-hal yang memotivasi anak sehingga menumbuhkan karakter gemar membaca Alquran anak di SDI As-Salam kota Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun. Metode:  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan rancangan multisitus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan penelitian adalah Kepala Sekolah, Kordinator Guru metode Ummi, Kordinator guru metode Tahfidz, guru metode Ummi, siswa dan orang tua. Hasil:  Pembentukan karakter gemar membaca Alquran: pembelajaran membaca Alquran di dua sekolah menggunakan metode Ummi, dengan proses pembelajaran yang sama tetapi dengan teknik yang berbeda, dan dengan guru yang akrab dengan muridnya. Proses pembelajaran di dua sekolah tersebut tampak lebih bersifat mendidik, menyayangi, sabar dan menyenangkan. Adapun hal-hal yang dapat memotivasi siswa adalah: a) motivasi dari guru, b) motivasi dari siswa, dan c) motivasi dari orang tua.English:Introduction: :  The purposes of this research are to describe  the building system of delight character for reading Quran and  the things that motivate the students to  grow up them delight character for reading Quran at  SDI As-Salam  Malang dan MI Sunan Gunung Jati Sukun. Metode: Case study with multisite design was used in this research.  Data were taken from in-depth interviews, observation, and documentations. The informans is the head master, teacher coordinator of Ummi method and tahfiz method, the teachers of Ummi method, the students, and parents.  Result:  the building system of delight character for reading Quran at two school used Ummi method in learning to read Alquran, with the same learning process, but with different method, and with teachers who close with their students. The learning process were more on educating, loving, patient, and fun. The things that motivate the students to  grow up students delight character for reading Quran are teachers motivation, students motivation, and parents motivation.
Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan MI dalam Meningkatkan Karakter Siswa Berbasis Tradisi Pesantren Desy Anindia Rosyida
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.454 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.386

Abstract

 IndonesiaPendahuluan:   Pembentukan karakter mengacu pada tiga kualitas moral, yaitu: kompetensi (keterampilan seperti mendengarkan, berkomunikasi dan bekerja sama), kehendak atau keinginan yang memobilisasi penilaian kita dan energi, dan kebiasaan moral  (sebuah disposisi batin yang dapat diandalkan untuk merespon situasi dalam cara yang secara moral baik). Penguatan pendidikan karakter yang ada di lembaga pendidikan, khususnya pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) bisa mengadopsi dari tradisi atau kebiasaan yang ada di pesantren. Pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja, namun juga menanamkan tradisi-tradisi baik yang secara tidak langsung menjadi karakter para santri. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis isi atau library riset. Hasil:  Metode pembelajaran pesantren yang paling mendukung terbentuknya pendidikan karakter para santri adalah proses pembelajaran integral melalui metode belajar-mengajar (dirasah wa ta’lim), pembiasaan berperilaku luhur (ta’dib), aktivitas spiritual (riyadhah), serta teladan yang baik (uswah hasanah) yang dipraktikkan atau dicontohkan langsung oleh kiai/nyai dan para ustadz. PKn merupakan mata pelajaran yang memiliki muatan pembentukan moral dan budaya bangsa dengan berdasarkan pada sila-sila dalam pancasila. Karakter yang diharapkan dari tradisi pesantren untuk pembelajaran PKn MI antara lain: karakter cinta tanah air, kasih sayang, cinta damai, kesetaraan, musyawarah, tanggung jawab, kemandirian, kejujuran, dan rendah hati.English:Introduction:  The formation of the characters refers to the three moral qualities, namely: competence (skills such as listening, communicating and working together), will or desire that mobilizes our judgment and energy, and moral habits (a disposition that can be relied upon to respond to situations in a way that is morally good). Strengthening existing character education in educational institutions, especially in Government Elementary School can adopt from traditions or customs that exist in the schools. Pesantren not only teach religious sciences, but also instill good traditions that indirectly into the character of the students. Method: The artikel used library riset. Result:  Pesantren learning method that best supports the formation of character education of the students is integral to the learning process through teaching and learning methods (Dirasah wa ta'lim), habituation behaves sublime (ta'dib), spiritual activity (riyadhah), as well as set a good example (uswah hasanah ) practiced or directly exemplified by housekeeper and the preachers. Civics is a subject that has a charge of moral and cultural formation of the nation that are based on the precepts of Pancasila. Characters that are expected from the Islamic tradition of learning civics MI among others: the character of patriotism, compassion, peace, equality, consultation, responsibility, self-reliance, honesty, and humility.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Pelajaran Matematika Muhammad Nasir
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.628 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.381

Abstract

IndonesiaPendahuluan:   Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada pelajaran matematika kelas V MIN Baruh Jaya. Metode:  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi eksperimen design). Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakukan dengan model PBL dan kelas kontrol yang diberikan perlakukan dengan model konvensional. Penelitian ini dilakukan di kelas V MIN Baruh Jaya pada pelajaran matematika materi pecahan sub-materi perbandingan dan skala. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, tes dan observasi. Analisis data menggunakan uji-t satu pihak (independent sample t-test). Hasil:  Penelitian ini mengungkap bahwa keterampilan pemecahan masalah matematika dapat ditingkatkan dengan pembelajaran pemecahan masalah. Hal tersebut diperoleh dengan menggunakan analisis t-test pada dua kelompok siswa.  Kesimpulan:  Pembelajaran dengan menggunakan model PBL pada pelajaran matematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. EnglishIntroduction:   The purpose of this research are to know the the effective the problem based learning model in increase the skill of the student’s problem solving at fifth grade in MIN Baruh Jaya. Method:  This research is using quantitative approach by kind of experiment research with quasi experiment desaign. The samples consists of two classes are given by experiment class with problem based learning model and control class with conventional model. This research had done of the Fifth grade in MIN Baruh Jaya at Math subject by theme a fraction and sub-theme comparison  and scale. The data of this research are collected through documentary, test and observation. The data are analyzed by using independent sample t-test.. Result:  The result of this research indicates that the skill is increasing of effective the problem solving show that there is increase the significant between using Problem Based Learning Model with conventional model. The result of t-test in using independent sample t-test is got the score 5,507 with significant 0,000 <  0,05. Conclusion:   Learning with using Problem Based Learning  Model  at Math subject is effective for increasing the skill of the student’s problem solving.
Studi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun Perspektif Sosio-Progresif Muhammad Zaim
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.463 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.387

Abstract

 IndonesiaDiantara karakteristik yang membedakan pemikiran Ibnu Khaldun dengan pemikran pendidikan tokoh lain yaitu tentang malakah (keterampilan) manusia dalam pengajaran, pendidikan untuk keterampilan pekerjaan, dan tentang peran masyarakat dalam dunia pendidikan. Sehingga karakteristik atau corak pemikiran Ibnu Khaldun inilah yang menjadikan pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun di sebut pemikiran pendidikan sosio-progresif.EnglishAmong characteristics that distinguished the Ibn Khaldun's thought with another education thought’s person that was about malakah (skills) of human in teaching, education for job skills, and about the society contribution in education. The characteristics or type of these Ibn Khaldun’s thought that made the Ibn Khaldun’s educational thought called “socio-progressive education”. The purpose of education was achieving the obligations religiosity and fulfilling the necessity to survive. Than Dynamical curriculum of education and emphasized toward the malakah (skills) of thinking and working for the provision of individual and society progress
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Learning Teknik Inside Outside Circle Terhadap Hasil Belajar Siswa Bidang Studi IPS MI Darul Mujahidin Barsihanor Barsihanor
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.985 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.382

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan model cooperative learning teknik inside outside circle terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di MI Darul Mujahidin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian expost facto dengan pendekatan kuantitatif. Hasil: Berdasarkan analisis data diperoleh hasil penelitian yang menunjukan bahwa ada pengaruh yang positif dari penerapan model pembelajaran cooperative teknik inside outside circle terhadap hasil belajar siswa bidang Studi IPS di MI Darul Mujahidin. Berdasarkan Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,004 < 0,05, hal tersebut berarti H0 ditolak. EnglishThe aim of this research was to find out effect of the implementation of cooperative learning model inside outside circle technique toward social learning outcomes grade IV elementary school Darul Mujahidin.  This research is an ex post facto research with quantitative approach. Based on the analysis of data obtained research results showed that there is a positive influence of the application of the cooperative learning model techniques inside outside circle toward student outcomes in the field of study social learning at elementary school Darul Mujahidin. Based on the results of the analysis showed that the significance value 0.004 <0.05, it means H0 rejected.
Kuttab sebagai Potret Pendidikan Dasar Periode Klasik Hamdan Husein Batubara; Dessy Noor Ariani
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.527 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.388

Abstract

                                               Indonesia:Pendahuluan: Artikel ini bertujuan untuk membahas tentang Kuttab sebagai potret pendidikan Islam periode klasik, yaitu sejak zaman Rasulullah hingga kota Baghdad dihancurkan oleh Hulago Khan (650 M-1250 M). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan cara menelusuri berbagai sumber referensi secara kritis untuk mendapatkan data yang utuh dan dapat dipercayai. Hasil: Kuttab adalah lembaga pendidikan dasar yang pertama dalam dunia Islam. Tempat pendidikan Kuttab berawal dari rumah-rumah seorang guru, lalu beralih ke pekarangan mesjid dan mendirikan bangunan tersendiri. Materi pelajaran di Kuttab pada mulanya adalah pelajaran membaca dan menulis menggunakan puisi-puisi Arab yang baik maknanya, Lalu ditambah dengan pelajaran membaca dan menghafal Alquran serta menguasai pokok-pokok ajaran agama Islam. Pada abad ke-8 masehi, ilmu pengetahuan umum pun diajarkan di Kuttab disamping ilmu agama. Pendidikan Kuttab terlihat cukup demokratis dengan memberikan perlakuan yang sama pada pelajar laki-laki dan perempuan. Pada masa dinasti Abbasiyah, peserta didik memiliki kesempatan untuk memilih materi pelajaran pilihan yang disenanginya. Hubungan guru dan peserta didik di Kuttab adalah seperti hubungan orang tua dengan anak kandungnya sendiri. Mereka mengajar dengan berbagai metode (seperti metode ceramah, dikte, membaca, diskusi, simulasi, dll) dan pendekatan yang tradisional dan kontekstual. EnglishIntroduction:  This article aims to discuss Kuttab as a portrait of  Islamic education in the classical period, ie since the Prophet Muhammad SAW. lived up to the Baghdad was destroyed by Hulago Khan (650 M-1250 M). Methods: This study used literature review by tracking various reference to get the data valid and reliable. Results: Kuttab is  the first elementary school education in the Islamic world. Kuttab education was placed at  the teacher home, and then move on to the courtyard mosque and built a separate building.  Subject matter of Kuttab in the beginning was learning to read and write using the Arabic poems were well meaning, and then the subject was added with reading and memorizing the Qur'an and mastering the principal of Islam. In the 8th century Masehi, general sciences were taught in Kuttab besides the Islamic sciences. Kuttab education looks democratic to give the same treatment to the male students and female. At the time of the Abbasid dynasty, students have the opportunity to choose a subject matter. The relationship between teachers and learners in Kuttab is like a parent with their child. They were taught by various methods (such as  discourse, dictation, reading, discussions, simulations, etc.) used traditional and  contextual approach.
Rutinitas Keagamaan di Islamic Full Day School dalam Membentuk Karakter Religius Peserta Didik Muhammad Iqbal Ansari
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.834 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v1i2.384

Abstract

IndonesiaPendahuluan: Penelitian bertujuan adalah untuk mendapat gambaran mengenai rutinitas keagamaan yang diterapkan oleh SDIT Ukhuwah Banjarmasin sebagai Islamic full day school dalam membentuk karakter religius peserta didik.Metode:   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil: SDIT Ukhuwah Banjarmasin melaksanakan beberapa runitas keagamaan untuk membentuk karakter religius peserta didik. Rutinitas tersebut dilaksanakan dalam empat fase waktu, yaitu rutinitas harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Rutinitas keagamaan yang dilaksanakan ada yang bersifat vertikal dan horizontal. Yang bersifat vertikal berwujud hubungan peserta didik dengan Allah Swt., seperti shalat, membaca Al-Qur’an, berdoa, puasa, dan mengucapkan kalimah thayyibah. Adapun yang bersifat horizontal berwujud hubungan manusia dengan sesamanya seperti kegiatan program Teman Asuh, zakat fitrah, qurban, dan berkunjung ke panti sosial. EnglishIntroduction: The purpose of the research is to find out the description of religious daily routines applied by SDIT Ukhuwah Banjarmasin as an Islamic full-day school in forming the students’ religious character. Method: The method that used in this research is qualitative. Result:  Results of the research show the school perfoms some religious routines to form the students’ religious character in four periods of time; daily, weekly, monthly and yearly routines. These religious routines have vertical and horizontal forms. Vertical forms mean the relationship between the students and Allah SWT., as shalah, recite the Holy Qur’an, pray, shaum, and say kalimah thayyibah. Horizontal forms are the relationship between human and each other, as program Teman Asuh, zakat fithrah, qurban, and visiting orphanages.

Page 1 of 1 | Total Record : 8