cover
Contact Name
firlya rosa
Contact Email
f105a@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
saparinpdca@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Machine : Jurnal Teknik Mesin
ISSN : 25022040     EISSN : 25810138     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 180 Documents
PERANCANGAN PLASTIC WASTE SHREDDER MACHINE PORTABLE DI KAMPUS POLMAN BANDUNG Dedy Ariefijanto; Nadhifah Rysca Novianty; Asep Indra Komara
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i1.4029

Abstract

Plastic Waste Shredder Machine is a machine that is used to reduce the size of waste into small pieces for recycling process. This machine is a development from previous machines. The design methodology in this study is VDI 2222. Determination of component dimensions is based on analysis of critical components with the help of Computer Aided Engineering software. This machine works by inserting plastic bottle waste to the hopper, the size will be reduced in shredding area with two-blade system that moves oppositely with a fixed knife on each side, and the result is the plastic chips with a maximum size of 5x5 mm. After the design process, the machine is operated with an electric motor with a power of 0,75 kW and output rotation of 50 rpm. This machine can process 10 kg/day plastic waste with machine dimensions of 400 x 600 x 900 mm and total machine weight of 124 kg.
STUDY THERMAL OF COMPRESSOR POWER REDUCTION ON USING SOLID DRY PAD PRE-AIR COOLING SYSTEM I Gede Teddy Prananda Surya; Hendra Wijaksana
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.2803

Abstract

AbstractThe uses of compressor based air conditioning system has rapidly increased the consumption of fossil fuel energy resources and the degradation of environment quality. Massive study has been done worldwide to reduce energy consumption for compressor based air conditioning (AC) system. This study is subjected to investigate the use of solid dry pad as pre-air cooling for AC system. In this study, solid dry pad would be placed in the evaporator and condenser inlet air side. This placement was objected to give a pre-cooling effect for evaporator and condenser inlet air, so then the compressor could be operated with a lower power consumption. The experiment would be carried out within three level air mass flowrate of 0.293 kg/s; 0.319 kg/s; and 0.359 kg/s, for air velocity of 2.2; 2.4; and 2.7 m/s respectively, the cooling cabin is set into 30oC using a heater as a cooling load. As a results, it could be revealed that at the highest air mass flowrate of 0.359 kg/s, it could achieved the lowest compressor power consumption of 0.44 kW, within a higher cooling capacity of 2.625 kW, a higher condenser heat rejection of 3.622 kW and also higher COP of 5.9. Referring to those results, it can be concluded that when employing solid dry pad pre-air cooling for evaporator and condenser AC system, it could reduced compressor power consumption by 12.2%; 21.9% and 20% for air velocity of 2.2; 2.4; and 2.7 m/s respectively.Keywords : solid dry pad, pre-air cooling, compressor power reduction.
RANCANG BANGUN MODUL MESIN KONVERSI ENERGI BERTINGKAT Nulhakim, Lukman; Syafrizal, Syafrizal; Subekti, Mokhamad Is; Tauvana, Ade Irvan; Widodo, Widodo; Yusuf, Mirza
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.3298

Abstract

Mesin konversi energi merupakan mesin yang merubah suata energi menjadi energi yang lain. Pemanfaatan energi yang dihasilkan oleh mesin konversi energi dapat digunakan untuk menggerakkan mesin konversi energi yang lainnya. Penelitian ini membuat modul mesin konversi energi bertingkat dengan metode regeneratif energi, dimana energi listrik dari sel surya digunakan untuk menggerakkan pompa, debit air yang dihasilkan pompa digunakan untuk menggerakan generator untuk menghasilkan energi listrik, dimana energi ini digunakan untuk menggerakan motor listrik pada kipas angin. Pembuatan modul ini meliputi perancangan, pembuatan dan perkitan. Pengujian dilakukan 30 menit pada masing-masing mesin konversi energi, dimana sel surya menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 20,9 V, pompa menghasilkan debit air rata-rata 3,53 l/m, dan tegengan yang dihasilkan oleh generator sebesar 12 V, sedangkan kecepatan udara yang dihasilkan oleh kipas angin rata-rata sebesar 22,8 m/s.
VARIASI SUDUT POTONG DAN KECEPATAN POTONG TERHADAP LAJU PEMAKANAN MATERIAL SCM 440 Arianda Pratama; Zaldy Kurniawan; Husman -; Ilham Ary Wahyudie
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.3611

Abstract

During the workpiece turning process, several factors affect the final workpiece, such as the cutting angle and cutting speed. The purpose of this study was to determine the effect of variations in cutting angle and cutting speed on the material consumption rate of SCM 440. The method used in this study is the Response Surface Methodology (RSM), with a two-parameter design, each of which has three levels for each parameter variation. . The results of data analysis obtained eigen values ​​with different signs (positive and negative) which indicated that the stationary point values ​​were in the form of saddle points with a stationary point values of x1 (cutting angle) of -1.686 and x2 (Vc) of 0.199. From the uncoded process, the optimal value for the MRR factor is obtained, namely the cut angle of 10.64° and Vc of 15.28 m/min. The optimum feed rate for SCM 440 material is obtained at an optimal value of neither minimum nor maximum or a saddle point shape at a cutting angle cut of 10.64° and Vc of 15.28 m/min with an MRR area of ​​300-400 mm3/minute.
PENGARUH PARAMETER PENGELASAN TERHADAP HASIL UJI BENDING DENGAN STANDAR AWS PADA BAJA ASTM A36 Rika Veronika; Hamid Abdillah; Ma’mun Hidayat; Irwan Kalam Nainggolan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.3659

Abstract

In this modern era, technology is progressing rapidly, including welding techniques. In this welding process, a welder has a manual called WPS (Welding Procedure Specification). The role of WPS in welding is very important, this is because WPS is made to achieve good welding results and according to what is desired. Therefore, research regarding the suitability of WPS with welding results was carried out. This study uses an experimental method by performing GMAW (Gas Metal Arc Welding) welding in the 1G position and the test process is carried out with a bending test. This bending test process is carried out to find out whether the WPS used is in accordance with the desired results or not. In the bending test results that have been carried out by welding experiments twice, the bending test results are 3.528 kN/mm 2 . In this welding process, more optimal results were obtained using the amperage parameters of 94A – 106A and a voltage of 23 V – 25 V. In this process no visual welding defects were found so that this WPS could be used by trainees.
RANCANG BANGUN TERMOKOPEL DATA LOGGER BERBASIS ARDUINO MEGA 2560 SKALA LABORATORIUM Rustam Efendi; Darwin Darwin; Bahdin Ahad Badia; Arjal Tando; Herlina Herlina; Welly Liku Padang
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.3803

Abstract

Pengukuran suhu merupakan salah satu hal yang terpenting dalam mengukur kinerja suatu proses pindah panas. Pengukuran suhu biasanya dijumpai di lapangan menggunakan termometer air raksa atau sensor suhu yang memiliki display digital dan dicatat manual. Pengukuran suhu dengan menggunakan cara ini mulai ditinggalkan karena untuk mengetahui kinerja suatu mesin dibutuhkan data yang banyak agar dapat diperoleh kinerja mesin yang akurat. Data logger adalah alat yang sering dijumpai dalam pengukuran suhu baik di laboratorium-laboratium teknik di kampus maupun industri. Data logger merupakan alat ukur suhu yang termutakhir hari ini. Hanya saja data logger yang tersedia di pasaran masih mahal sehingga butuh biaya lebih untuk membelinya. Arduino merupakan mikrokontroler dengan harga yang terjangkau dan dapat disambungkan dengan berbagai sensor dan dapat dirancang layaknya seperti data logger. Metode yang digunakan pada penelitian adalah rancang bangun dengan mengembangkan termokopel data logger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 channel termokopel tipe-K dengan penguat sinyal Max6675 dapat berfungsi dan data dapat dikumpulkan ke Micro SD.
DESAIN DAN ANALISA VELG MOBIL 15 INCH TIPE ALUMINIUM ALLOY 6061 MELALUI SIMULASI PENGUJIAN DYNAMIC CORNERING FATIGUE SESUAI STANDAR SAE J 328 Gamayel, Adhes; Ikhsannudin, Moh. Nova; Zaenudin, Mohamad
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.3867

Abstract

Velg adalah bagian roda yang mendapatkan gaya dan tegangan akibat dari menahan berat kendaraan pada posisi diam atau bergerak. Velg memiliki zona kritis terkait gaya dan tegangan pada daerah bernama spoke. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa model velg yang telah dimodifikasi guna mencari nilai kritis yang minimum. Velg yang dilakukan analisis terdiri dari model velg 1 dengan radius spoke 4 mm, velg model 2 radius spoke 8 mm serta velg model 3 radius spoke 12 mm. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode static structural analysis dengan pendekatan reverse engineering. Penelitian dilakukan dalam beberapa tahapan terkait pengujian dynamic cornering fatigue dan pemberian beban. Hasil dari pengujian ini dibandingkan dengan standar Society of Automotif Engineer (SAE) J 328. Desain velg menggunakan software Autodesk Inventor 2016 dan disimulasi memakai software ANSYS Workbench R1 2022. Hasil dari simulasi berupa nilai equivalent elastic strain, equivalent von misses, dan fatigue life dari ketiga model velg tersebut. Desain velg model 1 mempunyai nilai equivalent von misses 75,022 MPa, equivalent elastic strain 0,0016627 mm/mm dan nilai fatigue life 1.000.000 putaran. Desain velg model 2 mempunyai nilai equivalent von misses 119,53 MPa, equivalent elastic strain 0,001862 mm/mm serta nilai fatigue life 1.000.000 putaran. Desain velg model 3 didapatkan nilai equivalent von misses 136,96 MPa, equivalent elastic strain 0,0019852 mm/mm dan nilai fatigue life 841.040 putaran. Dari semua model velg dilihat dari hasil simulasi dinyatakan memenuhi standart SAE J 328.
OPTIMASI KINCIR AIR TIPE UNDERSHOT: PENGARUH JUMLAH SUDU DAN KETINGGIAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPERIMENTAL Nugroho, Oktavianus Ardhian; Krishna Sampurno, Carolus Borromeus; Erianda Putri, Regina Chelinia
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.3932

Abstract

Energi listrik merupakan energi yang paling dibutuhkan saat ini. Energi listrik sudah menjadi hal utama dalam seluruh segi kehidupan manusia karena itulah pemenuhan kebutuhan energi listrik menjadi sangat penting. Bentuk pembangkit energi yang menggunakan sumber terbaharukan menjadi hal utama yang dicari saat ini. Ada beberapa jenis energi terbaharukan yang dapat dijadikan sebagai sumber energi terbaharukan misalnya seperti energi surya, angin, dan air. Energi air merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang pemanfaatannya tidak menimbulkan dampak pada lingkungan sekitar. Penggunaan kincir air merupakan salah satu pemanfaatan energi air menjadi pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH). Namun tidak semua kincir air dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit yang besar. Dari bermacam macam jenis kincir jenis kincir air undershot memiliki konstruksi sederhana, dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit kecil namun memiliki efisiensi yang rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui performa terbaik dari penggunaan jumlah sudu, ketinggian, dan penggunaan bentuk sudu dari kincir air undershot. Dari penelitian ini diketahui bahwa penggunaan bentuk sudu setengah silinder dapat mengurangi gaya hambat dari air yang ada di belakang sudu yang dapat mengurangi gaya dorong hasil tumbukan air dengan bagian depan sudu. Hasilnya didapatkan bahwa performa terbaik dicapai pada penggunaan jumlah sudu setengah silinder dan jumlah sudu 16 buah sudu yaitu sebesar 2,19 %.
SIMULASI NUMERIK PENGARUH DIAMETER DAN KECEPATAN ALIRAN TERHADAP PERFORMANSI SINGLE SERPENTINE CHANNEL PADA PV Gunawan, I Gede Nengah Wika; Suryawan, Anak Agung Adhi; Astawa, Ketut; Rasmini, Ni Wayan
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 1 (2024): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v10i1.4010

Abstract

Penerapan energi fotovoltaik (PV) saat ini sangat masif dikarenakan hemat dan pengimplementasian energi baru terbarukan. Dalam penggunaan PV peningkatan suhu berpengaruh terhadap daya listrik yang dihasilkan secara optimal. Salah satu cara untuk menurunkan suhu PV yaitu dengan optimasi desain pada saluran pendingin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah three-factor factorial design dimana variabel yang diatur adalah diameter sebesar 1,5 inci; 2 inci; dan 2,5 inci dan kecepatan aliran inlet sebesar 0,5 ; 0,6 ; dan 0,7 , menggunakan CFD beserta perhitungan analitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pengaturan konfigurasi diameter 2,5 inci dengan kecepatan 0,7 m/s menghasilkan suhu rata-rata sebesar 30,188 ℃ sedangkan pada konfigurasi 1,5 inci dengan kecepatan 0,5 m/s dengan menghasilkan suhu rata-rata sebesar 36,664 ℃. Suhu menjadi lebih rendah dengan konfigurasi diameter pipa yang semakin besar serta penggunaan kecepatan fluida semakin tinggi.
Pengaruh Variasi Temperatur Torefaksi Terhadap Karakteristik dan Nilai Kalor dari Produk Briket Arang Eceng Gondok Muhammad Zainul Aris; Yasir Amani
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): Machine : Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jm.v9i2.4264

Abstract

Energy is needed by all people in various countries, this results in climate change and depletion of energy, it is necessary to find clean alternative energy, one of which is biomass. Water hyacinth is a biomass that grows rapidly in Indonesia, but its energy density is still low. This research aims to improve the characteristics and calorific value of water hyacinth biomass using torefaction process. In this study, water hyacinth was subjected to a torefaction process with temperature variations of 200 ℃, 250 ℃ and 300 ℃ and a holding time of 1 hour. ¬The biochar resulting from the torefaction process is then made into briquettes using tapioca starch adhesive, with a ratio of 10% of the weight of the raw material, and pressing at a pressure of 300 kg/cm2. From the research and testing that has been done, the proximate test results obtained the lowest moisture content of 5.75% in the 300 ℃ sample, the lowest ash content of 17.65% in the 200 ℃ sample, the lowest volatile compounds of 39.52% in the 300 ℃ sample and the highest fixed carbon of 25.92% in the 300 ℃ sample. The highest heating value was produced in the 300 ℃ sample which amounted to 5140.44 cal/g. The lowest Shatter Index was 1.68% in the 300 ℃ sample. The most optimal burning rate of briquettes in the 300 ℃ sample was 0.085 g/min with a duration of 47 minutes. The results of this study indicate that the torefaction process and torefaction temperature variation have a significant effect on the characteristics and heating value of water hyacinth briquettes. Key words : Torefaction, Water Hyacinth, Characteristics, Calorific Value, Briquettes.

Page 11 of 18 | Total Record : 180