Articles
540 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR SISWA KELAS VII SMPN 7 SALATIGA
Defit Arya Putra
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.079 KB)
Perolehan hasil belajar mengajar siswa kelas VIIA SMPN 7 Salatiga belum sesuai harapan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 7 Salatiga. Sintak NHT yang terdiri dari 4 fase yaitu penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban memberikan peluang lebih besar untuk dapat membuat siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 7 Salatiga Tahun pelajaran 2017/2018. Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam pembelajaran matematika pada materi operasi aljabar. Rata-rata hasil belajar pada siklus I mencapai 45,35 dengan persentase siswa yang masuk kategori tuntas mencapai 35,71%. Rata-rata pada siklus II mencapai peningkatan menjadi 71,10 dengan persentase siswa yang masuk kategori tuntas naik menjadi 78,60%. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMPN 7 Salatiga.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMA 4 MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS 5 SD NEGERI SALATIGA 01
katarina widyaningsih
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Maret
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.147 KB)
Kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 yang masih rendah berdampak pada kurang maksimalnya hasil belajar muatan IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar muatan IPA tema 4 menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc taggart. Hasil penelitian menunjukan aktivitas guru, aktivitas siswa, dan aktivitas berpikir kritis siswa meningkat. Kemampuan berpikir kritis siswa pada: indikator I dari cukup kritis meningkat menjadi kritis di siklus II, indikator 2 dari kritis meningkat menjadi sangat kritis di siklus II, sedangkan untuk indiaktor 4 dari kritis meningkat menjadi sangat kritis di siklus II. Hasil belajar muatan IPA meningkat dengan perbandingan presentase ketuntasan belajar dari pra siklus 42%, dengan nilai rata-rata 57,9, meningkat menjadi 53,4%, dengan nilai rata-rata kelas 61,2 di siklus I, dan di siklus II menjadi 81% dengan nilai rata-rata 75,81.
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP LUAS PERSEGI DAN PERSEGI PANJANG DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PMRI DI KELAS III SDN 33 BATIPUH
yatisma defita
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 4 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.485 KB)
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan penguasaan konsep luas persegi dan persegi panjang melalui penerapan pendekatan PMRI. Penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus dengan setiap siklusnya melalui tahapan persiapan, pelaksanaan tindakan, pengamatan tindakan, dan refleksi. Data pada penelitian melalui obsevasi dan tes. Hasil penelitian berupa hasil belajar kognitif pada siklus I sampai siklus III secara berurutan untuk tes sebesar 93.24%, 93.53%, dan 94.12%. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan PMRI, hasil siklus I sampai siklus III secara berurutan sebesar 74%, 80% dan 86%. Berdasarkan lembar observasi kreativitas peserta didik, hasil siklus I sampai siklus III secara berurutan sebesar 61%, 74% dan 79%.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN MEDIA MISTAR BILANGAN
Akbar Alvian
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.795 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pembelajaran matematika realistik (PMR) berbantuan media mistar bilangan pada siswa kelas IV SDN Barukan 02. Penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran matematika, dari 20 siswa ada 12 siswa (64,2%) yang tidak mencapai KKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahapan yaitu 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan dan observasi, 3) refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas IV terdiri dari 20 siswa.Teknik pengumpulan data adalah pre tes dan non tes.Penelitian ini menggunakan analisis ketuntasan yaitu membandingkan nilai pra siklus, siklus I dan siklus II.Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar matematika dengan pembelajaran matematika realistik (PMR). Hal ini tampak adanya peningkatan dari awal (pra siklus) 40% atau 8 siswa dari 20 siswa telah mencapai KKM = 65, pada Siklus I meningkat menjadi 75% atau 15 siswa yang dari 20 siswa telah mencapai nilai KKM = 65 kemudian pada Siklus II 90% atau 18 dari 20 siswa. Dengan demikian disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran matematika realistik (PMR) berbantuan mistar bilangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Barukan 02.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KLASIFIKASI MANUSIA PURBA MASA PRA-AKSARA DENGAN PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
rasto rasto rasto
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Mei
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.201 KB)
Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar pada klasifikasi manusia purba masa pra-aksara di kelas X.2 IPS SMA Negeri 1 Terisi dan (2) penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar pada klasifikasi manusia purba masa pra-aksara di kelas X.2 IPS SMA Negeri 1 Terisi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X.2 IPS SMA Negeri 1 Terisi sebanyak 34 anak dan objek penelitiannya adalah pembelajaran pada klasifikasi manusia purba masa pra-aksara dengan penerapan model Problem Based Learning. Hasil penelitian penerapan pembelajaran pada klasifikasi manusia purba masa pra-aksara dengan penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dengan hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Dari 34 siswa, pada siklus 1 ada 14 siswa yang tuntas atau prosentase ketuntasannya adalah 41 % . Sedangkan pada siklus 2 ada 27 siswa yang tuntas atau prosentase ketuntasannya adalah 79% . Penerapan model Problem Based Learning meningkatkan motivasi belajar pada klasifikasi manusia purba masa pra-aksara pada siswa kelas X.2 IPS SMA Negeri 1 Terisi. Hasil pantauan guru observer dengan lembar observasi, diketahui motivasi siswa belajar pada diskusi kelompok siklus 1 rata-rata kelasnya 69 (kategori C) dan pada siklus 2 mengalami kenaikan menjadi 72 (kategori B). Kemudian pada presentasi kelompok pada siklus 1 rata-rata kelasnya 69 (kategori C) dan pada siklus 2 mengalami kenaikan menjadi 71 (kategori B). Kata kunci: model pembelajaran, model Problem Based Learning, manusia purba, siklus, hasil belajar dan motivasi belajar.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Ariska Wulan Perdanita
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 5 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.531 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media gambar dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas 3 SD Negeri Mangunsari 07 Salatiga semester 2 tahun pembelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) menggunakan model spiral dari Stephen Kemmis dan Robin Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan non tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 SD Negeri Mangunsari 07 Salatiga berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SD. Presentase siswa yang mencapai nilai KKM dan dinyatakan tuntas pada pra siklus sebanyak 40% (12 dari 30 siswa) kemudian meningkat menjadi 66,7% (20 dari 30 siswa) pada siklus I dan meningkat kembali menjadi 90% (27 dari 30 siswa) pada siklus II.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN ACTIVE LEARNING DIPADUKAN DENGAN METODE EKSPERIMEN
SATRIA MAHARDIKA ADHI PRADANA
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 6 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Agustus
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.805 KB)
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA mengalami kesulitan dalam belajar mengenai energi listrik. Guru meyampaikan materi dengan menjelaskan secara langsung, siswa hanya mendengarkan, kemudian mengerjakan soal-soal yang diberikan di papan tulis. Kondisi demikian membuat siswa kurang aktif dan permasalahan utama siswa dalam belajar energi listrik yaitu kesulitan siswa dalam menerima pembelajaran energi listrik berdampak pada rendahnya hasil belajar IPA. Meningkatkan proses dan hasil belajar pada pokok bahasan perpindahan energi panas dan listrik dengan pendekatan active learning menggunakan metode eksperimen, dengan metode eksperimen siswa akan belajar praktik mersngksi listrik secara langsung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Peneliti melaksanakan 2 siklus yang terdiri dari 3 pertemuan disetiap siklusnya dan melaui beberapa tahapan yaitu perencanaan tindakan tahap pelaksanaan tindakan dan observasi, serta tahap refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar IPA. Hal ini ditunjukkan melalui hasil observasi siswa dengan presentase rata-rata skor aktivitas individu siswa meningkat dari kondisi prasiklus sebesar 31,2% dan meningkat menjadi 82% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 93,2% pada siklus II. Pada prasiklus nilai rata-rata ulangan harian IPA siswa kelas 6 yaitu 68,6% dengan ketuntasan 23,5%. Setelah diterapkan metode pembelajaran akif rata-rata hasil belajar IPA siklus 1 meningkat menjadi 77,5% dengan presentase ketuntasan 59,27%, setalah dilakukan perbaikan maka pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar Bhasa Indonesia yang diperoleh menjadi 84 dengan presentase ketuntasan mencapai 100% dari 30 siswa. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan active learning menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan proses dan hasil belajar dan hasil belajar IPA.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PICTURE AND PICTURE DENGAN MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS IV SDN 02 TUKSONGO SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2016/2017
JAYANTI TRI WARDANI
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 1 No 9 (2017): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi November
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (495.191 KB)
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas IV SDN 02 Tuksongo diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Hal ini dikarenakan guru masih sering menggunakan metode ceramah akibatnya kurang merangsang aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Picture and Picture. Sampel penelitian adalah siswa kelas IV SDN 02 Tuksongo. Data penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar siswa yaitu rata-rata nilai pretes, postes, yang dianalisis secara statistic penggunakan uji validitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subyek dalam peneltian ini adalah siswa kelas IV SDN 02 Tuksongo yang berjumlah 26. Data yang diperoleh selama penelitian berlangsung akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut (1)Penggunaan model picture and picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPA untuk siswa kelas IV SDN 02 Tuksongo. Hal ini terbukti bahwa pembelajaran yang terjadi dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPA tentang Sumber daya alam, siswa kelas IV SDN 02 Tuksongo. Hal ini terlihat juga pada penilaian proses tentang aspek keaktifan, kerjasama, dan ketepatan yang selalu meningkat di setiap siklus. Sedangkan pada penilaian hasil belajar juga selalu meningkat dari siklus I sampai siklus II. Pada pertemuan prasiklus nilai rata-ratanya 50,7, siklus I rata-ratanya 76,43, dan pada pertemuan siklus II rata-ratanya menjadi 85. (2) Langkah-langkah penggunaan model picture and picture dengan media flashcard yang tebukti dapat meningkatkan hasil belajar adalah presentasi kelas dan tim kelompok. Presentasi Kelas yaitu guru menyampaikan materi pelajaran yang berfokus picture and picture dengan media flashcrard. Tim kelompok yaitu tim yang terdiri dari 4 - 5 siswa atu 5 - 6 siswa yang memiliki kemampuan akademik yang berbeda – beda.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BAGI SISWA YANG DIBERI MODEL PBI DAN CORE BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 AMPEL KABUPATEN BOYOLALI
cici indar wati
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Januari
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (463.878 KB)
Abstrak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika bagi siswa yang diberikan model pembelajaran PBI dan CORE. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Nonequivalent Control Grup. Tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk tes uraian. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ampel dengan populasi siswa kelas VII SMP N 1 Ampel Kabupaten Boyolali tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan diperoleh kelas VII E sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBI dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan berupa pemebelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CORE. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Keseluruhan uji menggunakan SPSS 16 dengan taraf signifikan sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model pembelajaran PBI lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model pembelajaran CORE.
PENERAPAN STRATEGI TTW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA KELAS 5 MUATAN BAHASA INDONESIA SDN LEDOK 07 SALATIGA
wahyu tri susanti
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 4 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi April
Publisher : Kresna Bina Insan Prima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.08 KB)
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah penerapan strategi TTW dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan komunikasi pada muatan mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 07 Salatiga?. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendiskripsikan penerapan strategi TTW pada muatan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan komunikasi kelas 5 SD Negeri Ledok 07 Salatiga. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perolehan hasil belajar siswa dengan kategori tuntas pada siklus I dengan presentase 58,97%. Pada siklus II mencapai peningkatan dengan presentase 82,05%. Kemampuan komunikasi pada siklus I kategori baik mencapai 42,02%. Siklus II presentase kategori baik meningkat mencapai 70,05%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi TTW dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan komunikasi siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 07 Salatiga.