cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Analysis Of Quality Control In The Production Process Of Coconut Sugar Organic Ants In Cv. Hugo Innovation, Kebasen District, Banyumas Regency, Central Java Wulandari, Elsa; Novitasari, Dian
Agrin Vol 26, No 2 (2022): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2022.26.2.652

Abstract

Banyumas ranks second in Central Java as the largest producer of coconut plants. The area of land planted with coconut in Banyumas Regency reaches 5,111.49 ha, with the number of coconut trees being 638,936 trees (Banyumas Regency Agriculture & Food Security Agency, 2020). In addition to the flesh, coconut sap can also be used by processing it into coconut sugar. One of the diversified products from coconut sugar is organic coconut sugar. Banyumas Regency encourages the production of organic ant coconut sugar, because of its many advantages, namely the higher selling price, which is up to Rp. 10,000. The water content in organic coconut sugar is lower and the shelf life is longer than coconut sugar. One company that produces organic palm sugar, namely CV. Hugo Innovations. CV. Hugo Innovation is an organic coconut sugar production company, which is located in Tumiyang Village, Kebasen District, Banyumas. CV. Hugo Innovation works closely with local farmers and has an Internal Control System Team of 150 people, 550 farmers and a production capacity of 100 tons/month. The post-harvest processing of coconut sap into organic ant coconut sugar often experiences defects. The type of defect in the coconut sugar product is dark brown with a total damage of 87.3, high humidity 26.25, and coarse grain 70kg in 20 days of observation, namely from October 24, 2021 to November 12, 2021. Based on the analysis of the fishbone diagram the factors Factors that cause damage to coconut sugar are raw materials, labor, machinery and equipment. Strategies for controlling and improving the quality of organic coconut sugar in CV. Hugo Innovation by holding outreach on SOPs, increasing supervision by ICS, using freshly harvested coconut juice, checking pH values before use, ensuring clean juice filtration results, using modern technology in cooking such as ant sugar machines.Keywords: CV. Hugo Innovation, organic coconut sugar, coconut, coconut sap, quality control.
Aplikasi Pupuk Kompos Limbah Belimbing Tasikmadu untuk Pertumbuhan dan Hasil Pakcoy (Brassica rapa L.) Siregar, Fayyadh; Sumiasih, Inanpi Hidayati; Puspitawati, Mutiara Dewi
Agrin Vol 26, No 2 (2022): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2022.26.2.681

Abstract

ABSTRAK Attaqie Farm dikenal sebagai kawasan agropolitan budidaya belimbing. Belimbing Tasikmadu memiliki rasa yang manis dan gurih. Kebun Attaqie Farm memproduksi 1.000 kg buah per hari dan menghasilkan limbah yaitu daun, buah sisa penjarangan, dan ranting-ranting, hasil limbah tersebut mencapai 5-10 kg. Jika diolah maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat seperti pupuk organik. Usaha yang dapat meningkatkan mutu atau produksi pakcoy salah satunya dengan penganekaragaman pola budidaya agar menjaga kesuburan lahan dan juga untuk pertanian berkelanjutan. Metode dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pada satu faktor, perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan diberikan 3 unit percobaan, 5 taraf yang diaplikasikan dosis yaitu: 0 ton/ha, 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha, dan 40 ton/ha. Unsur hara pupuk kompos memiliki kandungan N, P, K masing-masing dengan nilai 2.78%, 0.88%, dan 2.70%. Dosis optimum untuk sayur pakcoy yaitu 20 ton/ha (setara dengan 40 g/polybag). Hal tersebut dibuktikan dengan parameter lebar daun yang berpengaruh nyata dengan nilai 5.17 cm. Kata Kunci: Attaqie Farm, limbah belimbing tasikmadu, pakcoy, pupuk organik 
Aplikasi Bakteri Endofit sebagai Pengendali Penyakit Hawar Pelepah secara In Vitro dan In Vivo utami, oktavia rezky
Agrin Vol 26, No 2 (2022): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2022.26.2.704

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan isolat bakteri endofit akar padi yang mampu mengendalikan hawar pelepah padi (R. solani) secara in vitro dan in vivo serta menentukan kerapatan isolat bakteri endofit akar padi. Penelitian dilaksanakan secara in-vitro di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan in vivo di Rumah Kasa Desa Tambaksari Kidul. Pada bulan Desember 2021 sampai dengan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada uji in vitro dengan jumlah perlakuan yang diujikan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) uji in vivo dengan jumlah perlakuan yang diujikan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan 3 tanaman setiap perlakuan sehingga diperoleh 72 tanaman. Perlakuan meliputi (kontrol) R. solani  (P0), isolat bakteri A5 x R. solani  (P1), isolat bakteri A6 x R. solani  (P2), isolat bakteri KR4 x R. solani  (P3), isolat bakteri KR7 x R. solani  (P4) dan isolat bakteri SB3 x R. solani  (P5). Hasil menunjukkan semua perlakuan isolat bakteri endofit memiliki potensi yang sama dalam menghambat pertumbuhan jamur patogen R. solani. Perlakuan P1 (isolat A5) memiliki daya hambat tertinggi yaitu 63,38 % dan pada perlakuan P4 (isolat KR7) memiliki daya hambat terendah yaitu 46,55 %. Bakteri endofit pada perlakuan P2 (isolat A6) mampu mengendalikan hawar pelepah padi karena memiliki nilai intensitas penyakit serta nilai AUDPC paling rendah yaitu sebesar 12,07% dan AUDPC sebesar 215,31%.hari. Nilai kerapatan bakteri endofit tertinggi terdapat pada isolat KR4 sebesar 131,93 x 108 cfu/ml dan terendah terdapat pada isolat SB3 sebesar 4,63 x 108 cfu/ml. Kata kunci : bakteri endofit, Rhizoctonia solani, hawar pelepah.
Perbanyakan dan Pembentukan Umbi Mikro Kentang (Solanum tuberosum L.) secara In Vitro pada Modifikasi Komposisi Media MS dan Sukrosa Setyorini, Titin
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.761

Abstract

Permintaan kentang terus meningkat sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun. Produksi kentang tidak dapat konsisten memenuhi permintaan tersebut karena masalah penggunaan bibit kentang. Umbi mikro kentang merupakan strategi untuk memperoleh bahan tanam yang berkualitas yang terhindar dari penyakit. Kultur jaringan merupakan teknik untuk menghasilkan umbi mikro. Media merupakan faktor penting penentu keberhasilan kultur jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi media MS dan sukrosa terhadap pertumbuhan tunas dan pembentukan umbi mikro kentang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Institut Pertanian STIPER Yogyakarta pada bulan Maret – Juli 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah modifikasi media MS yang terdiri atas tiga aras yaitu MS 1 (NH4NO3 20 ml + KH2PO4 10 ml), MS 2 (NH4NO310 ml +  KH2PO4 20 ml), dan MS 3 (NH4NO3 5 ml + KH2PO4 40 ml). Faktor kedua adalah konsentrasi sukrosa yang terdiri dari tiga aras yaitu S1 (30 g), S2 (40 g) dan S3 (50 g) serta pemberian hormon BAP sebanyak 3,4 ppm/L. Hasil penelitian berupa data kuantitatif disajikan dalam bentuk excel, sedangkan data kualitatif disajikan secara deskriptif dan dilengkapi dengan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan MS 1 (NH4NO3 20 ml + KH2PO4 10 ml) dan pemberian sukrosa 40 g berpengaruh terbaik pada parameter jumlah akar, jumlah ruas dan jumlah umbi mikro kentang. Perlakuan modifikasi komposisi media MS memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan tunas (jumlah akar, tinggi tanaman dan jumlah ruas) dan pengaruh pada berat umbi mikro. Perlakuan modifikasi sukrosa 40 g memberikan pengaruh terbaik pada parameter jumlah tunas, jumlah akar, jumlah ruas dan jumlah umbi mikro yang terbentuk. Kata kunci : umbi mikro kentang, kultur jaringan, modifikasi media MS, sukrosa, BAP
Hubungan Masa Reproduksi Serak Jawa (Tyto alba) Terhadap Tingkat Konsumsi Tikus Sawah (Rattus argentiventer) Nur, Ferril Muhammad
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.741

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama utama tanaman padi sawah. Tikus menyerang tanaman padi 10% dari bobot tubuhnya, namun tikus dapat merusak lima kali dari bobot tubuhnya. Di Indonesia dalam priode 2010-2014 kerusakan akibat tikus mencapai 160.865 ha. Burung hantu serak jawa (Tyto alba) merupakan predator alami, yang spesifik mengkonsumsi tikus sawah (99% sumber pakannya adalah tikus sawah). Efektifitas pengendalian tikus menggunakan T. alba tergantung pada jumlah tikus yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara masa reproduksi T. alba dan jumlah tikus yang dikonsumsi. Penelitian dilaksanakan di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jember antara lain: Kecamatan Kencong, Kecamatan Jombang dan Kecamatan Kencong. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2021 sampai Februari 2022. Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapangan yang mencakup: survei area, stay (bermalam) diarea pagupon dan peletakan camera trap untuk menghitung jumlah tikus yang dikonsumsi T. alba. Data diolah dalam bentuk tabulasi tabel dan grafik menggunakan Microsoft Excel 2016. Peningkatan jumlah konsumsi tikus saat masa reproduksi adalah 44%/4,4 ekor (saat masa bertelur dan mengerami) dan 25%/2,5 ekor (saat merawat anakan) dari yang semula 10 ekor/malam (sebelum masa bertelur tiba). Masa reproduksi T. alba berhubungan dengan tingkat konsumsi tikus dan efektifitas pengendalian.
Respon Beberapa Varietas Tebu Komersial Terhadap Hama Uret Lepidiota stigma F. Lilik Koesmihartono Putra
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.746

Abstract

Hama uret Lepidiota stigma merupakan hama utama di perkebunan tebu lahan kering bertekstur pasir.  Untuk mengendalian uret, para pekebun tebu umumnya bertumpu pada penggunaan insektisida granuler, namun tingkat efikasinya cenderung masih rendah. Penanaman varietas yang tahan atau toleran merupakan alternatif pengendalian yang dapat dikembangkan dan dipadukan dengan cara pengendalian lainnya. Informasi respon varietas tebu komersial terhadap L. stigma masih sangat terbatas dan pemuliaan tebu yang secara khusus ditujukan untuk ketahanan terhadap uret belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon varietas tebu komersial yaitu BL, PS 862, PS 881, KK dan PS 091 terhadap hama uret L. stigma. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari lima tanaman tebu per varietas yang masing-masing ditanam dalam pot berdiameter ± 30 cm. Ketika tebu berumur dua bulan tiga ekor larva L. stigma instar ke-2 diinfestasikan pada setiap pot. Dua minggu kemudian dilakukan pengamatan awal dengan mengukur tinggi tanaman dan menilai gejala kerusakan tanaman. Penilaian kerusakan tanaman baik di atas maupun di bawah permukaan tanah dilakukan dengan sistem rating. Pengamatan dilakukan secara desktruktif dengan cara mengambil satu pot untuk setiap unit percobaan.  Setelah pengamatan awal dilakukan aplikasi insektisida diazinon untuk membunuh uret dan membiarkan tanaman tumbuh dengan dipelihara sesuai standar.  Pengamatan tinggi tanaman dan gejala kerusakan tananaman dilakukan kembali pada 1, 2, 3 dan 4 minggu setelah aplikasi insektisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima varietas yang diuji memberikan respon yang berbeda terhadap serangan hama uret L. stigma. Varietas BL dan KK menunjukkan respon lebih tahan dibandingkan varietas lain yang diuji. Varietas PS 862 dan PS 881 menunjukkan tingkat ketahanan sedang dan varietas PS 091 menunjukkan respon rentan.  
Uji Toksisitas Tiga Varietas Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) sebagai Kandidat Antikanker dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Waras Nurcholis
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.728

Abstract

Temulawak merupakan tumbuhan dengan nilai ekspor tertinggi. Temulawak juga dapat tumbuh serta beradaptasi di berbagai habitat. Temulawak bermanfaat sebagai antiinflamasi dan ekstrak kurkuminoid temulawak berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas dan kandungan fitokimia dari tiga (3) varietas temulawak, yaitu Cursina 1, Cursina 2, dan Cursina 3. Metode yang digunakan untuk uji toksisitas secara kuantitatif yaitu dengan brine shrimp lethality test (BSLT). Senyawa yang toksik berdasarkan metode BSLT seringkali berkorelasi positif sebagai antikanker. Uji toksisitas dalam penelitian ini ditentukan oleh nilai LC50 atau mortalitas larva udang yang telah terpapar sampel selama 24 jam. Selain itu, dilakukan uji skrining fitokimia secara kualitatif. Skrining Fitokimia adalah cara mengidentifikasi bioaktif yang belum tampak dalam suatu uji yang dapat memisahkan bahan alam yang mengandung fitokimia. Skrining ini terdiri dari uji alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tannin, triterpenoid dan steroid. Ketiga Ekstrak (Cursina 1, Cursina 2, dan Cursina 3) menunjukkan aktivitas ketoksikan dalam uji toksisitas jika ekstrak dapat menyebabkan kematian 50% hewan uji pada konsentrasi <1000 ppm. Hasil analisis fitokimia temulawak positif mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid.  Hal ini ditunjukkan dengan perubahan warna pada larutan sampel temulawak setelah perlakuan. Berdasarkan uji ANOVA, hasil yang signifikan memiliki nilai p<0,05. Namun data yang diperoleh tidak signifikan karena menghasilkan nilai p>0,05. Suatu ekstrak dikatakan sangat toksik jika  LC50 ≤ 30 mg/L, dikatakan toksik jika nilai LC50 ≤ 1.000 mg/L, dan dikatakan tidak toksik jika nilai LC50 >1.000 mg/L. Dapat disimpulkan bahwa sampel Cursina 3 memiliki tingkat toksisitas yang lebih besar dibandingkan Cursina 1 dan Cursina 3.
Hubungan Faktor Internal, Partisipasi dan Dinamika Kelompok dengan Produktivitas Padi Semi Organik Ardian, Bernardus Restu; Prihtanti, Tinjung Mary
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.715

Abstract

Peran serta kelembagaan pertanian dibutuhkan oleh petani sebagai unit produksi, unit kerjasama serta unit belajar. Kelurahan Kauman Kidul, Kota Salatiga dipilih dalam penelitian ini karena memiliki kelembagaan pertanian yaitu Gabungan Kelompok Tani Prima Agung yang fokus dalam pengembangan padi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor internal petani (usia, lama pendidikan, luas lahan, pengalaman usahatani), partisipasi anggota, dan dinamika kelompok tani dengan produktivitas usahatani padi semi organik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survey dengan instrumen kuesioner. Jumlah sampel yang dipilih sebanyak 40 orang dengan metode purposive sampling yakni petani yang menerapkan usahatani padi dengan sistem semi organik. Teknikanalisis menggunakan korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini adalah variabel usia dan luas lahan memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan produktivitas usahatani padi semi organik namun keeratan hubungannya rendah. Variabel lama pendidikan, pengalaman usahatani, partisipasi anggota dan dinamika kelompok berhubungan dengan produktivitas usahatani padi semi organik namun tidak signifikan.Kata Kunci: dinamika kelompok tani, korelasi, partisipasi, produktivitas usahatani padi semi organik
Aplikasi Bakteri Endofit Akar Padi sebagai Pemicu Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Nur, Elshifa Syatifa
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit akar padi yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang terletak di Dusun I Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, penelitian dimulai pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan jumlah perlakuan yang diujikan sebanyak 6 perlakuan dan 4 kali ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 4 polibag sehingga diperoleh 96 polibag. Setiap polibag terdiri atas 2 tanaman. 6 perlakuan meliputi tanpa pemberian bakteri endofit (E0), aplikasi bakteri A5 (E1), aplikasi bakteri A6 (E2), aplikasi bakteri KR4 (E3), aplikasi bakteri KR7 (E4), aplikasi bakteri SB3 (E5). Hasil menunjukkan bakteri endofit mampu meningkatkan panjang akar dan kehijauan daun. Bakteri endofit yang mampu meningkatkan panjang akar yaitu A5 dengan hasil 16,25 cm, sedangkan bakteri endofit yang mampu meningkatkan kehijauan daun yaitu KR7 dengan hasil 43,35 unit. Kata kunci : bakteri endofit, bawang merah 
Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, dan Kinerja Usaha Penggilingan Padi di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kurniati, Dewi
Agrin Vol 27, No 1 (2023): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2023.27.1.691

Abstract

Sektor ekonomi yang paling berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu UMKM.D i Indonesia tanaman padi merupakan komoditas pangan utama karena sebagian besar masyarakat mengonsumsin asi sebagai makanan pokok. Oleh karena itu banyak berdiri UMKM jasa penggilingan padi. Salah satu faktorp enting untuk mendukung keberhasilan UMKM yaitu pengetahuan dan sikap yang berperan dalam pengelolaand an perencanaan keuangan usaha sehingga daya saing dan kualitas UMKM dapat berkembang dengan baik.P enelitian ini memiliki tujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan kinerja usahap enggilingan padi serta mengetahui pengaruh antara pengetahuan keuangan dan sikap keuangan terhadap kinerjau saha penggilingan padi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Jenisp enelitian ini merupakan penelitian populasi dikarenakan seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitiany aitu sebanyak 70 orang pelaku usaha penggilingan padi. Variabel dalam penelitian ini meliputi: pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan kinerja usaha. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam berpandu kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan software SPSS dan SmartPLS 3.0. Berdasarkan hasil analisisd eskriptif, pengetahuan keuangan termasuk dalam kategori tidak baik (47,1%), sikap keuangan dikategorikanu Krang baik (58,8%), dan kinerja usaha penggilingan padi juga dikategorikan tidak baik (35,2%). Selain itu, hasilo lahan data menggunakan SmartPLS 3.0 menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan sikap keuanganb erpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha penggilingan padi.