cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Evaluasi Program Akselerasi di SMA Negeri 3 Kota Gorontalo Zelan Tamrin Danial
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i1.1505

Abstract

Evaluation of the Acceleration Program in SMA Negeri 3, Gorontalo. This study aims to: a) evaluate various policies regarding the acceleration program in SMA Negeri 3 Gorontalo city at the context stage, b) evaluate the availability of available resources to support the implementation of the acceleration program in SMA Negeri 3 Gorontalo city at the input stage, c) evaluate the implementation of the acceleration program at SMA Negeri 3 Gorontalo city at the stage of the process, and d) evaluate the success achieved in the implementation of the acceleration program in SMA Negeri 3 Gorontalo city at the product stage. This study employs an evaluative approach with data collection techniques, such as interview, observation and documentation.The results indicate that; 1) the results of the evaluation context that supports the acceleration program at SMA Negeri 3 Gorontalo city show that there is an acceleration program of policy in SMA Negeri 3 Gorontalo City and the understanding of policy makers about the acceleration program in SMA Negeri 3 Gorontalo city is intensively good , the formulation of the vision and mission of the school supports the policy implementation of the accelerated program, b) the results of the input evaluation show that the input component is a) the availability of human resources, namely teachers and academic support personnel, 2) the availability of facilities and infrastructure that support the implementation of the program (classes, laboratories, IT), d) curriculum, e) student recruitment , f) availability of funds, all of which support the acceleration program at SMA Negeri 3 Gorontalo city, 3) the results of the evaluation of the process show that the stages of the learning process carried out in the acceleration program in SMA Negeri 3 Gorontalo city are very dynamic and support the improvement of the competence of students studying in the accelerated class, and 4) the results of product evaluation indicate that a product stage of the acceleration program at SMA Negeri 3 Gorontalo city , shows that the evaluation criteria for students’ learning outcomes in the accelerated class display good results with an average of 95.75 or very good category.
Deradikalisasi Paham Keagamaan Melalui Pendekatan Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga Abdullah Botma
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i2.1212

Abstract

Maraknya gerakan-gerakan radikalisme dan terorisme yang mengancam keutuhan NKRI telah menjadi perhatian serius pemerintah, duniapendidikan dan juga lembaga-lembaga pemerhati semangat kebangsaan. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka menangkal dan menanggulangi gerakan tersebut salah satunya dengan menambah materi anti radikalisme pada kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah. Tulisan ini mengemukakan gagasan untuk menangkal gerakan dan laju radikalisme melalui pendidikan agama Islam yang diberikan oleh orang tua dalam keluarga. Hal ini dipandang akan sangat berpengaruh dikarenakan keluarga merupakan sekolah pertama tempat seorang anak ditempa dan dibentuk sehingga bisa meng-counter informasi dengan konsep dasar yang telah ditanamkan dalam pendidikan yang diperolehnya dalam keluarga. Melalui analisis kualitatif deskriptif, tulisan yang menggunakan metode library research ini dalam risetnya menemukan bahwa perlunya pendidikan agama Islam diajarkan dalam bentuk teori dan praktik dalam keluarga adalah salah satu gerakan deradikalisasi yang mesti mendapat perhatian dan disosialisasikan kepada masyarakat
Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Muhammad Sholeh Hoddin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1035

Abstract

Catatan sejarah membuktikan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan tersebut. Kajian yang bersifat literistik ini berupaya menyajikan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai masa pra-Kemerdekaan sampai dengan masa Reformasi. Penelitian ini menghasilkan empat buah potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia, pertama, bahwa, pada masa pra-kemerdekan, kebijakan yang dikeluarkan pemeritah Belanda dan Jepang bersifat diskriminasi; kedua, ada upaya pembenahan terhadap kebijakan pendidikan Islam yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama, namun suhu politik yang tidak kondusif, di antaranya adanya pertentangan antara kelompok nasionalis, sekuler-komunis, dan Islam, berakibat tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut; Ketiga, melalui Tap MPRS No.27, pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “Agama, pendidikan dan kebudayaan adalah unsur mutlak dalam Nation and Character Building" , namun masih mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sentralistik dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan; Keempat, terbitnya UUSPN nomor 20 tahun 2003, khususnya pada pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, walaupun masih menimbulkan pro dan kontra; dan dengan terbitnya Permen Dikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan UUSPN nomor 20 tahun 2003 lebih bermakna dan aplikatif. 
Pendidikan Islam Dengan Nilai-Nilai Dan Budaya Ishak Talibo
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v13i1.936

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan factor penting dan menentukan dalam kehidupan suatu bangsa yang berbudaya. Kemajuan suatu bangsa  sangat tergantung pada tingkat pendidikan yang diperolehnya. Sistem pendidikan Nasional dilaksanakan untuk meningkatkan kehidupan yang bermutu baik dalan arti moral spiritual  maupun mutu dalam arti intelektual professional. Pendidikan Islam merupakan bagian integral  dalam sistem pendidikan nasional memiliki konstribusi yang besar dalam penenam nilai-nilai dan budaya serta perilaku keberagamaan pada setiap diri seseorang. Penanaman nilai-nilai dan budaya pada seseorang atau sekolompok orang melalui pendidian Islam akan terbentuklah  sikap dan prilaku yang rujukan dan keyakinan dalam menentukan suatu pilihan bagi seseorang, yang tercermin dalam pola pikir, tingkah laku, dan serta sikap. Seperti kejujuran, keadilan, kebenaran dijadikan sebagai pegangan dalam hidupnya.Kata kunci :     Pendidikan Islam, Nilai, Budaya AbstractEducation is an important and decisive factor in the life of a civilized nation. The progress of a nation is very dependent on the level of education it receives. National education system is implemented to improve the quality of life both in terms of moral, spiritual and quality in the sense of professional intellectual. Islamic education is an integral part of the national education system which has a large contribution in the sixth of the values and culture and religious behavior in each person. The inculcation of values and culture in a person or group of people through the Islamic pendidian will form attitudes and behaviors that refer to and belief in determining a choice for someone, which is reflected in the mindset, behavior, and attitude. Like honesty, justice, truth is used as a guide in his life.Keywords :     Islamic Education, Values, Culture
Implementasi Pengelolaan Education Management Information System (EMIS) di Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah Mojokerto Dewi Nur Annisa Aliyan; Abdulloh Hamid
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i2.1533

Abstract

Implementation Of Education Management Information System (EMIS) Management in Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah Mojokerto. The Education Management Information System (EMIS) at Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah is an information system that collects madrasa data online with one door. However, in reality, there are still obstacles and problems, such as the EMIS network, which is often problematic, and the information for updating EMIS data often seems sudden. This hinders the management of EMIS data at Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah.This study aims to determine the effectiveness of EMIS in Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah and its influence in the decision-making of the Mojokerto district government to determine Regional Operational Assistance for Madrasa Diniyah Takmiliyah Al Hidayah. This research has the benefit of letting the public know that at Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah Mojokerto, in managing madrasa data, they have used an online system, namely EMIS, so that the data in EMIS Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah can be reached anywhere and anytime. This study uses a qualitative descriptive method, while for data collection using interview, documentation, and observation techniques
PERAN GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN Agustini Buchari
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v12i2.897

Abstract

AbstrakDalam pengelolaan pembelajaran, guru memegang peran yang sangat penting. Guru merupakan pelaksana proses belajar-mengajar sehingga keberhasilan pengajarannya sangat menentukan keberhasilan pendidikan pada umumnya. Hasil kajian teoretik menunjukkan bahwa pengelolaan pembelajaran (learning management) dalam tugas-tugas fungsional guru akan terlaksana secara efektif dan efisien apabila guru mampu melakukan perannya sebagai manajer of instruction dalam menciptakan situasi belajar melalui pemanfaatan fasilitas belajar-mengajar.Kata kunci:  Peran guru, pengelolaan, pembelajaran AbstractIn learning management, teachers play a very important role. The teacher plays an important role as an agent Gin learning process, so that then the successful in teaching was greatly determine the successful of education in general. The results of theoretical research indicated that learning management in teachers’ functional tasks would be very effective and efficient if the teachers are able to perform their role as managers of instruction in creating learning situations through the use of teaching and learning facilities.Keywords:  Teacher's role, management, learning
The Contribution of Education in the Family to Form Muslim Personality Qualified Ahmad Suradi; Nopian Gustari; Nilawati Nilawati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i1.1395

Abstract

The Contribution of Education in the Family to Form Muslim Personality Qualified. This article describes about the contribution of education in the family to form muslim personality qualified. The family has an important role in determining the progress of a nation, so they theorize that the family is a very important unit in society. Therefore, all kinds of community depravity is the result of weak family institutions. For a child the family is the first and foremost place for growth and development. The main function of the family is as a vehicle to educate, nurture and socialize children, develop the ability of all its members in order to perform its functions in the community well, and, to provide satisfaction and a healthy environment in order to achieve prosperous family. The family is the earliest and most effective place to run the functions of the education and welfare. If the family fails to teach the truth, the spirit, the desire to be the best, and master the basic abilities. Because the failure of the family in shaping the character of the child will result in the growth of people with bad character or not character.
Ritual dan Spiritualitas Keagamaan Mahasiswa Muslim di Wilayah Minoritas Plural Sulaiman Mappiasse; Nur Islah Uwen
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v14i2.1371

Abstract

Salah satu bentuk kesejahteraan dan kebahagiaan adalah kematangan spiritualitas, termasuk spiritualitas keagamaan. Tulisan ini mengkaji asosiasi antara pluralitas keagamaan lingkungan,  tingkat  ritualitas,  dan  spiritualitas  keagamaan  mahasiswa  Muslim. Penelitian ini menggunakan survei yang melibatkan sampel sebanyak 235 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode sampeling sederhana terklaster. Data dianalisa menggunakan Partial Leat Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil analisa  menunjukkan  bahwa  pluralitas  keagamaan  lingkungan  dimana  mahasiswa tumbuh  besar  memiliki  hubungan  positif  yang  signifikan  dengan  sikap  mereka terhadap  ritual  Islam,  tetapi  negatif  dengan  komitmen  mereka.  Selain  itu, sikap mereka terhadap ritual Islam  berhubungan positif secara   signifikan dengan spiritualitas  teologis  mereka.  Lebih  jauh  lagi,  kematangan  spiritualitas  teologis mereka  berhubungan  positif  secara  signifikan  dengan  spiritualitas  eksistensial mereka. Terakhir, melalui kematangan spiritualitas teologis, sikap mereka terhadap ritual Islam memiliki asosiasi positif yang signifikan dengan spiritualitas eksistensial mereka. Kami mendiskusikan makna dan implikasi asosiasi ini.
Pendidikan Keagamaan Di Era Global Rusman Langke
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v13i2.968

Abstract

AbstrakGlobalisasi memiliki pengaruh terhadap kehidupan kita memiliki dua sisi yaitu pengaruh positif maupun negatif. Untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda dari berbagai pengaruh negatif globalisasi, salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah dengan mengembangkan pendidikan keagamaan yang berwawasan global. Premis untuk memulai pendidikan keagamaan yang berwawasan gobal adalah bahwa globalisasi adalah sunatullah dan informasi atau pengetahuan tentang belahan dunia yang lain akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran diri kita akan kebesaran Sang Pencipta.Pendidikan sebagai upaya dalam mencetak sumber daya manusia unggul, program-programnya diharapkan senantiasa berorientasi melahirkan generasi yang dewasa, berwawasan futuristik sekaligus antisipatif, serta peka dan peduli terhadap problematika yang akan muncul di masa depan. Dengan demikian, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan para peserta didik mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung jawab.Kata kunci :  Pendidikan Keagamaan; Era Global.  AbstractGlobalization has an influence on our lives has two sides, namely positive and negative influences. To fortify society, especially the younger generation from the various negative effects of globalization, one step that can be taken is to develop religious education with a global perspective. The premise to start a globally-oriented religious education is that globalization is sunatullah and information or knowledge about the rest of the world will increase our understanding and self-awareness of the greatness of the Creator.Education as an effort to produce superior human resources, its programs are expected to always be oriented towards giving birth to a generation of adults, futuristic as well as anticipatory, as well as sensitive and concerned about the problems that will arise in the future. Thus, education must be designed in such a way as to enable students to develop their natural and creative potential in an atmosphere of freedom, togetherness and responsibility.Keywords :   Religious Education; The Global Era
Modernisasi Pendidikan Islam; Telaah Pemikiran Muhammad Abduh Abdul Malik Usman; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v15i2.1599

Abstract

Modernization of Islamic Education; A Study of Muhammad Abduh's Thoughts. This paper tries to present the great ideas of Sheikh Muhammad Abduh, (Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah), who is widely known as a progressive thinker, movement activist, and also an Egyptian-born mujaddid, the founder of the reform movement and modernization of Islamic education, towards modern Egypt. This study is a literature study using a qualitative approach and content analysis techniques on Muhammad Abduh's thoughts. The results of this study indicate that there is a dialectic process between Muhammad Abduh's great ideas and the Egyptian social situation, both internally by Muslims with traditional Islamic views - conventional and external situations of the European nation and its modern civilization which is currently colonizing Egypt. The idea of reforming and modernizing Islamic education includes: the conventional teaching system is only religious sciences, equipped with modern general knowledge, accompanied by curriculum improvements that combine tanziliyyah sciences with Kauniyyah sciences, (Islam and modernity), eradicating dualism and dichotomy views of science. , improvement of learning systems and methods that emphasize understanding and reasoning, as well as women's education. As a result, Egypt has become a cauldron of moderate Islamic education leaders until now