cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 274 Documents
Peran Keteladanan Pendidik dalam Perilaku Belajar Mahasiswa. Abdurahman Wahid Abdullah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.869 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i1.921

Abstract

AbstrakDalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, pihak penyelenggara pendidikan seharusnya tidak hanya memfokuskan perhatian pada hal-hal yang sifatnya fisik saja tetapi lebih daripada itu perlu ada perhatian yang lebih terhadap keteladanan yang merupakan hasil dari pemberian stimulus dan respon terhadap perilaku dosen. Metode yang digunakan penulis adalah metode analisis data deduktif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa keteladanan dosen sangat berperan dalam meningkatkan motivasi dan perilaku belajar mahasiswa. Kesimpulan tersebut diperoleh dari menganalisa konsep keteladanan dalam teori belajar behaviouristik dengan cara mengkorelasikannya dengan kajian tentang pemberian model atau contoh dari pendidik sehingga dapat mempengaruhi motif dan perilaku mahasiswa dalam belajar.Kata kunci:      Keteladanan Pendidik, Perilaku Belajar Mahasiswa. AbstractIn order to realize the goals of national education, the organizers of education should not only focus on matters of a physical nature but more than that there needs to be more attention to the example that is the result of providing stimulus and response to the behavior of lecturers. The method used by the author is a method of deductive data analysis with a type of descriptive qualitative research. The results of the study stated that lecturer exemplary was very instrumental in increasing student motivation and learning behavior. The conclusion was obtained from analyzing the concept of exemplary in behaviouristic learning theory by correlating it with the study of giving models or examples from educators so that they can influence students' motives and behavior in learning.Keywords:        Exemplary Educator, Student Learning Behavior
KONSEP DASAR EVALUASI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Fitriani Rahayu
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.222 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.933

Abstract

Pendidikan islam bertujuan  untuk mengembangkan potensi fitrah yang ada pada diri manusia untuk menjadi insan kamil. Sehingga semua komponen yang ada dalam pendidikan  haruslah sesuai dengan tujuan pendidikan islam. Untuk mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan tersebut, dibutuhkan evaluasi. Penelitian ini menggunakan studi literature dengan mengkaji beberapa buku dan pemikiran tokoh, peneliti akan membahas lebih dalam tentang evaluasi pendidikan islam baik secara epistimologi, terminology, aksiologi, dan ontology. Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan kelemahan suatu proses pendidikan islam, yang mencangkup seluruh komponen yang ada didalammnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam proses pelaksanaannya evaluasi harus menerapkan beberapa prinsip, tekhik dan prosedur yang harus di ikuti demi baiknya hasil yang akan didapatkan.
Peranan Teknologi Informasi dalam Organisasi Untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif Munir Tubagus
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.96 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i1.563

Abstract

Teknologi informasi adalah bidang yang bersentuhan erat dengan kehidupan manusia sehari-hari. Oleh karena itu penerapannya dalam rangka penyelesaian masalah (problem solving) sering kali bersifat komprehensif, melibatkan berbagai aspek teknologis. Bahkan dalam dunia nyata, penerapan teknologi informasi sering kali bersentuhan dengan aspek-aspek non-teknologi, seperti sosial, psikologis, atau organisasional. Situasi ini mensyaratkan para profesional teknologi informasi untuk memiliki pengetahuan yang solid dan wawasan yang komprehensif. Kemampuan ini hanya dapat diperoleh melalui pendidikan yang memberikan pengetahuan tentang fondasi konseptual yang kuat dan sekaligus kemampuan untuk berpikir secara integral.Dalam upaya mencapai keberhasilan, para manajer sangat menyadari pengaruh lingkungan organisasi. Perusahaan dihubungkan dengan elemen-elemen lingkungan melalui arus sumberdaya fisik maupun konseptual berusaha memperoleh keunggulan kompetitif dengan mengelola arus sumberdaya  termasuk informasi. Strategi keunggulan kompetitif berfokus pada arus masuk dari pemasok dan arus keluar melalui saluran distribusi ke pelangan.Kata Kunci : Teknologi Informasi, Organisasi, dan Strategi  Keunggulan Kompetitif 
Analisis Kritis Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 Aan Yusuf Khunaifi; Matlani Matlani
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.456 KB) | DOI: 10.30984/jii.v13i2.972

Abstract

AbstrakPendidikan dalam suatu Negara merupakan salah satu bagian terpenting yang selalu mendapatkan perhatian yang cukup serius, pendidikan di indonesia dari waktu kewaktu  mengalami perubahan dan peningkatan secara segnifikan, segala bentuk kebijakan pendidikan akan tertuang dalam sistem pendidikan Nasional, kebijakan tersebut tidak lain merupakan hasil pemikiran dari para tokoh pendidikan dengan tujuan bagaimana sistem pendidikan nasional mampu menyatukan sebuah konsep terhadap kebutuhan masyarakat, maka pendidikan nasional secara kolektif harus mampu melakukan perubahan dengan mewujudkan bangsa yang cerdas dan bermartabat dengan berkemampuan yang luas, spiritual yang tinggi serta mempunyai akhlak yang mulia.Salah satu kebijakan pemerintah yang mendapat kritik dan penolakan oleh elemen masyarakat dan para elit pendidikan adalah UU Sisdiknas tahun 2003 yang memuat tentang sistem pendidikan Nasional, pemerintah pada saat penetapkan undang-undang nomor 20 tahun 2003 dengan serta merta tanpa mengkaji secara mendalam dengan berbagai pertimbangan, sehingga diskriminasi terhadap bangsa indonesia kerap terjadi. Indonesia memiliki asas keadilan yang  hal tersebut harus diperhatikan oleh seluruh pihak pemerintah sebagai pemimpin bangsa, namun dalam muatan UU nomor 20 tahun 2003 terdapat beberapa hal yang tidak sesuai dengan realitas dan merugikan ke satu pihak.  Maka dengan demikian undang-undang Sisdiknas sebagai hasil pemikiran yang di tetapkan sebagai kebijakan pemerintah yang akan mengatur tertang sistem pendidikan nasional di harapkan mampu menyatu dengan masyarakat dan mempunyai prinsip keadilan tanpa diskriminasi.Kata kunci:  Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 AbstractEducation in a country is one of the most important parts that always get quite serious attention, education in Indonesia from time to time changes and increases significantly, all forms of education policy will be contained in the National education system, the policy is nothing but the result of the thoughts of the education leaders with the aim of how the national education system is able to unite a concept of the needs of the community, then the national education as a collective must be able to make changes by creating an intelligent and dignified nation with broad, high spiritual abilities and noble character.One of the government policies that have been criticized and rejected by elements of the community and the education elite is the 2003 National Education System Law which contains the National Education System, the government at the time of enacting Law number 20 of 2003, without necessarily reviewing it in depth with a variety of considerations, so that discrimination against the Indonesian nation often occurs. Indonesia has the principle of justice which must be considered by all government parties as the nation's leader, but in the content of Law number 20 of 2003 there are several things that are not in accordance with reality and are detrimental to one party. Therefore the National Education System Law as a result of thought is determined as a government policy that will regulate the national education system. It is expected to be able to unite with the community and have the principle of justice without discrimination.Keywords:   Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003
Peran Kepala Madrasah Dalam Pencegahan Krisis Akhlak Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mata Air Kota Padang Ahmad Putra
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.822 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1048

Abstract

Berkembangnya zaman ke era digital turut memengaruhi akhlak dan perilaku setiap manusia, termasuk siswa. Pada akhirnya, penting sekali bila perbaikan akhlak menjadi hal utama dalam menjadikan siswa tetap konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pelajar. Kepala madrasah memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai problematika yang dialami siswa sehingga dapat meminimalisasi krisis akhlak yang ditampilkan siswa. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui bagaimana peran kepala madrasah dalam mencegah krisis akhlak di sekolah. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif. Lokasi penelitian di MIS Mata Air Kota Padang. Subjek penelitian ini ialah kepala sekolah, siswa, dan guru. Hasil penelitian ini ialah terdapat beberapa bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh siswa seperti bolos belajar, merokok di wc, tidak menghargai guru, tidak sopan ketika berbicara kepada guru, sering berkata kotor ketika berkomunikasi dengan teman sebaya, kedapatan membawa handphone, bergaya yang tidak pantas dan tidak patuh kepada kedua orangtua. Peran yang dilakukan oleh kepala madrasah terkait pencegahan krisis akhlak siswa ialah memberikan hukuman, menasehati, mengajarkan cara menjadi siswa yang baik, melalui cerita-cerita motivasi dan berdiskusi.
The Teachers’ Necessity in Developing Their Competences Through Learning Process in University Fadhlan Saini; Maryam Lughu
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.82 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1071

Abstract

Abstract The aim of this study was to figure out the reasons about the necessity of honorer teachers to continue their study and to reveal the implication of honorer teachers’ teaching and learning process at university into their classroom. Descriptive Qualitative Method was applied through interview and documentation. In this study, the researchers synthesized the results of interview from selected Islamic honorer teachers as the primary source. The secondary source was accomplished by related articles and books or documentations of the research.  The results showed that there were five reasons of the necessity such as (1). Based on the law number 14 of 2005 chapter 4 verse 8 – 13 and The Indonesian Republic Government Regulation No 49 of 2018 chapter 8, (2). To improve their teachers’ competences, (3). To raise their position to the next level such as bachelor degree (4). To get better salary,  and (5). To get Educator Identity Number. Meanwhile, the implication was studied and needed for further improvement for their competences. Furthermore, the honorer teachers required to have lots knowledge, apprehend to manage the classroom, understand to communicate, cooperate and  have a good relationship with students emotionally or even spiritually
Supervisi Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah sebagai Stimulus dalam Meningkatkan Kinerja Guru Guntoro Guntoro
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.046 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran supervisi pengawas dan kepemimpinan kepala sekolah sebagai stimulus dalam meningkatkan kinerja guru. Guru sebagai salah satu pelaksana manajemen sekolah secara langsung berada di garda terdepan dalam mencetak generasi yang berintegritas dan berprestasi. Dalam melaksanakan tugasnya kinerja guru dapat dipengaruhi oleh supervisi pengawas dan kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Supervisi pengawas dalam menjalankan perannya sebagai koordinator, konsultan, dan evaluator yang memberikan bimbingan kepada guru dan manajemen sekolah. Sementara Kepemimpinan kepala sekolah dapat membantu guru meningkatkan kemampuan kinerja dalam peroses belajar mengajar. Membantu guru meningkatkan kompetensi pribadi, pedagogis, professional, sosial, dan memberikan motivasi untuk meningkatkan posisi karier mereka.
Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Menggunakan Metode Collaborative Writing Ramadhan Jamhar; Idris Mboka; Sidik Sidik
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.335 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1028

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada siswa kelas VII A SMP Muhammadiyah Kupang tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan proses dan peningkatan hasil pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan metode collaborative writing. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, pengamatan, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif  kualitatif  dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, lembar pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil tes menulis teks eksposisi setelah  menggunakan metode collaborative writing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode collaborative writing dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi siswa khususnya kelas VII A SMP Muhammadiyah Kupang tahun ajaran 2018/2019. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil menulis teks eksposisi mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap siklus. Pada siklus I, rata-rata nilai yang diperoleh siswa sebesar 66,09 dan mengalami peningkatan pada siklus II, yaitu 74, 53.
Implementasi Penjaminan Mutu di Lembaga Pendidikan Islam; Studi Multisitus di MAN Model 1 Manado, MAN 1 Kotamobagu dan MAN 1 Kota Bitung Feiby Ismail; Mardan Umar
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.152 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1119

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh pemahaman dan informasi terkait implementasi penjaminan mutu pendidikan di lembaga pendidikan Islam yaitu pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung. FOkus penelitian ini adalah pada proses implementasi penjaminan mutu, dampak penjaminan mutu, faktor pendukung dan penghambat penjaminan mutu dan solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam penjaminan mutu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data adalah wawancara mendalam yang dilengkapi dengan teknik dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan meliputi proses alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Implementasi penjaminan mutu telah dilaksanakan dengan mengoptimalkan sumber daya madrasah yang tersedia. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado memiliki lembaga penjaminan mutu yang secara khusus melakukan kegiatan penjaminan mutu, sedangkan 2 situs  yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kotamobagu dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bitung tidak memiliki unit atau lembaga penjaminan mutu yang terorganisir namun pelaksanaan penjaminan mutu didelegasikan kepada Wakil Kepala Madrasah dan tenaga yang ditunjuk oleh Kepala Madrasah. Secara umum, implementasi penjaminan mutu di madrasah mengacu pada standar nasional pendidikan. (2) Dampak penjaminan mutu pendidikan di Madrasah terlihat pada meningkatnya prestasi siswa di bidang akademik, seni, dan olahraga sehingga memberikan penegasan bahwa madrasah memiliki kualitas yang tidak kalah bersaing dengan sekolah lain. (3) Faktor Pendukung penjaminan mutu di antaranya adalah dukungan peran Kepala Madrasah dalam menjalankan kepemimpinannya, semangat dan motivasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dukungan pemerintah dan Kementerian terkait, dan dukungan masyarakat. (4) Faktor penghambat penjaminan mutu pendidikan di Madrasah di antaranya adalah keterbatasan tenaga, fasilitas, sarana dan prasarana madrasah, dukungan dana dan dampak buruk dari perkembangan teknologi dan informasi.
Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Muhammad Sholeh Hoddin
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.753 KB) | DOI: 10.30984/jii.v14i1.1035

Abstract

Catatan sejarah membuktikan bahwa kebijakan pendidikan Islam, khususnya di Indonesia mengalami pasang surut, tergantung siapa yang mempunyai peran dalam menentukan kebijakan tersebut. Kajian yang bersifat literistik ini berupaya menyajikan dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia, mulai masa pra-Kemerdekaan sampai dengan masa Reformasi. Penelitian ini menghasilkan empat buah potret relasi politik dan pendidikan Islam di Indonesia, pertama, bahwa, pada masa pra-kemerdekan, kebijakan yang dikeluarkan pemeritah Belanda dan Jepang bersifat diskriminasi; kedua, ada upaya pembenahan terhadap kebijakan pendidikan Islam yang dilakukan oleh pemerintah Orde Lama, namun suhu politik yang tidak kondusif, di antaranya adanya pertentangan antara kelompok nasionalis, sekuler-komunis, dan Islam, berakibat tidak optimalnya implementasi kebijakan tersebut; Ketiga, melalui Tap MPRS No.27, pasal 1 tanggal 5 Juli 1966, pemerintah Orde Baru menetapkan bahwa “Agama, pendidikan dan kebudayaan adalah unsur mutlak dalam Nation and Character Building" , namun masih mengalami hambatan dengan adanya kebijakan sentralistik dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan; Keempat, terbitnya UUSPN nomor 20 tahun 2003, khususnya pada pasal 12 ayat 1 (a) pada masa Reformasi merupakan perkembangan yang sangat positif bagi pendidikan Islam, walaupun masih menimbulkan pro dan kontra; dan dengan terbitnya Permen Dikbud No. 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah menjadikan UUSPN nomor 20 tahun 2003 lebih bermakna dan aplikatif. 

Page 11 of 28 | Total Record : 274