cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 1411142X     EISSN : 25985795     DOI : -
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (Industrial and Logistic Management Journal) JMIL, invites academician/researchers/contributors to submit research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports in the scope of Logistics Management, Industrial Marketing, and International Trade in Bahasa Indonesia or English written. Published twice a year in MAY and NOVEMBER:
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173" : 7 Documents clear
ANALISIS KEBIJAKAN INVENTORI PADA KOMPONEN DARAH PACKED RED CELL (PRC) Muchammad Fauzi (Universitas Widyatama - Indonesia); Senator Nur Bahagia (Institut Teknologi Bandung - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.88 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.218

Abstract

Abstract By following WHO guidelines, the minimum blood availability is 2% of the population. The total population of Indonesia in 2016 is 261.115.456, so ideally it takes 5.222.309 blood bags. In 2013-2015 for 36 months, there were 26 overstock events and 10 stockout events. The data shows that the frequency of over-supply is more frequent than over-demand. The high overstock has an impact on the high costs incurred by the City of Bandung PMI, if there is overstock there are two costs to be incurred, namely the cost of storing if the blood is still in good use and the cost of overstock if the blood is more than the expiration date. The purpose of this study was to determine the optimal value of inventory levels to reduce wastage of blood culling due to overstock occurring at PMI Bandung. The research method uses a quantitative approach to the optimization model of inventory policy, namely Uncertainty EOQ. The optimal amount of supplies that must be provided is at intervals of 8,705 - 9,375 blood bags with a large safety stock 403 blood bags and the ordering point is at the level of supplies of 5.706 blood bags. This proposal can provide a total inventory cost savings of Rp6.622.659.034/year. Keywords: Blood, Overstock, EOQ, Uncertainty Abstrak Sesuai dengan panduan WHO, ketersediaan darah minimal adalah 2% dari jumlah penduduk. Jumlah penduduk Indonesia tahun 2016 adalah 261.115.456 jiwa, maka idealnya dibutuhkan 5.222.309 kantong darah. Tahun 2013-2015 selama 36 bulan, terdapat 26 kejadian overstock dan 10 kejadian stoc-kout. Data tersebut menunjukan bahwa frekuensi over-supply lebih sering dibandingkan over-demand. Tingginya overstock berdampak pada tingginya biaya yang dikeluarkan oleh PMI Kota Bandung, jika terjadi overstock ada dua biaya yang harus dikeluarkan, yaitu biaya simpan jika darah masih dalam masa baik digunakan dan biaya overstock jika darah sudah lebih dari tanggal kadaluarsa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai tingkat persediaan yang optimal untuk mengurangi pemborosan pemusnahan darah akibat overstock yang terjadi di PMI Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif model optimasi pada kebijakan inventori yaitu EOQ Tak Tentu Berisiko Terkendali. Jumlah persediaan optimal yang harus disediakan berada di interval 8.705 – 9.375 kantong darah dengan besar safety stock 403 kantong darah dan titik pemesanan berada di tingkat persediaan 5.706 kantong darah. Usulan ini dapat memberikan penghematan total biaya persediaan sebesar Rp6.622.659.034/tahun. Kata kunci: Darah, Overstock, EOQ, Tak Tentu
ANALISA KAPASITAS PRODUKSI DI STASIUN PERAKITAN DENGAN METODE PENJADWALAN DETERMINISTIK Wahyu Andy Prastyabudi (Institut Teknologi TELKOM - Indonesia); Okka Adiyanto (Universitas Ahmad Dahlan - Indonesia); Luthfi Bagus Adityo (Universitas Ahmad Dahlan - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.138 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.170

Abstract

Abstract A manufacturing company which its production based on customer's customization order commonly employs Make-To-Order system. The classical problem of this system is that uncertainty of the order receipt schedule and the various degree of customization. Thus, it leads to an improper production schedule or under-optimal. This study aims to analyze the maximum production capacity of the company so that it can provide a recommendation for scheduling improvement. In this paper, the study case is carried out to a company which produces the various tools for military needs, such as weapons, ammunition, and combat vehicle. By means of the deterministic scheduling method, the optimal sequence of a military vehicle can be determined. Then, to represent the job priority order as well as to estimate the job completion duration, the network diagram is used. The result is then used as a reference to construct the production schedule simulation sequentially. It is intended to observe the interval time among production schedule. The experimental results of maximum production capacity calculation show that the company is able to produce at maximum 150 unit vehicles per year.Keywords: scheduling; production; deterministic method; Abstrak Perusahaan manufaktur yang memproduksi berdasarkan kustomisasi permintaan pelanggan biasa menerapkan sistem Make-To-Order. Masalah klasik yang sering dihadapai dari sistem tersebut adalah ketidaktepatan jadwal penerimaan pesanan dan tingkat kustomisasi yang berbeda-beda. Hal tersebut menyebabkan penjadwalan produksi yang tidak tepat atau tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa kapasitas produksi perusahaan, sehingga dengan mengetahui kapasitas maksimalnya dapat memberikan rekomendasi perbaikan penjadwalan. Dalam penelitian ini, studi kasus dilakukan pada perusahan yang memproduksi berbagai macam peralatan untuk kebutuhan militer seperti persenjataan, amunisi, dan kendaraan tempur. Dengan menggunakan metode penjadwalan deterministik, urutan perakitan optimal pada kendaraan militer dapat ditentukan. Kemudian untuk menggambarkan urutan prioritas pekerjaan sekaligus untuk memperhitungkan durasi penyelesaian pekerjaan digunakan bantuan network diagram. Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menyusun simulasi penjadwalan produksi secara berurutan. Tujuannya adalah untuk mengetahui selisih waktu produksi antar jadwal. Hasil perhitungan jumlah kapasitas produksi maksimal perusahaan didapatkan bahwa perusahaan ini dapat memproduksi sebanyak 150 unit kendaraan per tahun. Kata kunci: penjadwalan; produksi; metode deterministik;
INOVASI MEMEDIASI TQM DAN KINERJA PERUSAHAAN PADA SEKTOR UKM Yolanda Masnita (Universitas Trisakti - Indonesia); Abdul Rahman (Universitas Trisakti - Indonesia); Andhika Veraldy (Universitas Trisakti - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.802 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.138

Abstract

Abstract In strategy competition, innovation must be clear and precise in accordance with consumer demand and expectations. Limited organizational resources require organizations to manage innovation clearly. The company's efforts to change or increase product output, both from its processes and services, are interpreted as innovation. This study aims to examine the effect of total quality management on company performance with two approaches, additional innovation and radical innovation. The hypothesis was tested from data collected from 108 food and beverage SMEs registered at the Indonesian Food and Beverage Entrepreneurs Association - GAPMMI using convenience sampling data processed with AMOS. The results of the study show that additional innovation as a TQM mediator has an influence on company performance. In addition, testing shows that radical innovation has no effect on company performance. Therefore, additional innovation is the best way that SMEs can choose as a TQM approach to influence company performance. This research can contribute to small and medium enterprises in the selection of innovations in the practice of TQM. This will help entrepreneurs get better company performance Key words: total quality management; incremental innovation; radical innovation; firm performance; SMEs AbstrakDalam kompetisi strategi, inovasi harus jelas dan tepat sesuai dengan permintaan dan harapan konsumen. Terbatasnya sumber daya organisasi menuntut organisasi mengelola inovasi dengan jelas. Upaya perusahaan untuk mengubah atau meningkatkan output produk, baik dari proses dan layanannya, ditafsirkan sebagai inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh manajemen kualitas total terhadap kinerja perusahaan dengan dua pendekatan, inovasi tambahan dan inovasi radikal. Hipotesis diuji dari data yang dikumpulkan dari 108 UKM makanan dan minuman yang terdaftar di Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia – GAPMMI dengan menggunakan convenience sampling data diolah dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi tambahan sebagai mediator TQM, memiliki pengaruh terhadap kinerja perusahaan. Selain itu, pengujian menunjukkan bahwa inovasi radikal tidak berpengaruh pada kinerja perusahaan. Oleh karena itu, inovasi tambahan adalah cara terbaik yang dapat dipilih oleh UKM sebagai pendekatan TQM untuk mempengaruhi kinerja perusahaan. Penelitian ini dapat berkontribusi untuk usaha kecil dan menengah dalam pemilihan inovasi dalam praktik TQM. Hal ini akan membantu pengusaha mendapatkan kinerja perusahaan yang lebih baik Kata kunci: manajemen kualitas total; inovasi tambahan; inovasi radikal; kinerja perusahaan; UKM
UPAYA IMPROVEMENT PENGENDALIAN PERSEDIAAN SUKU CADANG DENGAN METODE FIXED TIME PERIOD PADA PT XYZ Sazli Tutur Risyahadi (Universitas IPB - Indonesia); Hanifah Yunan Putri (Universitas IPB - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.786 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.122

Abstract

Abstract  Perusahaan yang memiliki keinginan untuk memenangkan persaingan yang terus meningkat di era globalisasi, perlu terus menerus melakukan perbaikan metode pengendalian persediaan suku cadangnya. Metode existing di perusahaan memiliki beberapa kekurangan seperti belum mempertimbangkan standar deviasi demand dan service level yang dikehendaki oleh perusahaan. Tujuan kajian ini adalah melakukan perbaikan pengelolaan persediaan suku cadang dengan menerapkan model yang memiliki karakteristik pengadaan yang sesuai dengan perusahaan. Model Fixed Time Period (FTP) adalah model yang sesuai karena telah memenuhi karakteristik pengelolaan persediaan di perusahaan seperti pemesanan barang dengan interval waktu yang konstan dan demand yang berfluktuatif. Hasil menunjukkan bahwa jumlah pemesanan pada suku cadang bandsaw dengan menggunakan metode existing perusahaan di tahun 2018 selalu lebih tinggi quantity ordernya dibandingkan dengan menggunakan metode FTP. Berbeda dengan suku cadang bandsaw, suku cadang thermoc, jumlah order dengan metode FTP tidak selalu lebih rendah; bahkan metode FTP seringkali lebih tinggi atau pun sama quantity ordernya pada tahun 2018.  Kata Kunci: Analisis ABC, Metode Fixed Time Period, Manajemen Inventori The company that has the desire to winning the increasing competition in the era of globalization need to improve the method of spare parts inventory control continually. Existing approaches in companies have several disadvantages such as not considering the standard deviation of demand and service level desired by the company. The purpose of this study is to improve the management of spare parts inventories by implementing a model that have right characteristics that are in line with the company. The Fixed Time Period (FTP) model is an appropriate model because it has fulfilled the characteristic of inventory management in companies such as ordering goods with constant time intervals and fluctuating demand. The results show that the number of orders on bandsaw parts using the existing company method in 2018 always has a higher order quantity than using the FTP method. Unlike bandsaw parts, thermoc parts, the number is not still lower; even the FTP method was often higher or equal to the order quantity in 2018. Keywords: ABC Analysis, Fixed Time Period Methods, Inventory Management
PERLUKAH PENDAMPINGAN TERHADAP PELAKU UMKM DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SALURAN PEMASARAN STRATEGIS? Alfian Budi Primanto (Universitas Islam Malang - Indonesia); Fahrurrozi Rahman (Universitas Islam Malang - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.042 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.146

Abstract

Abstract The rapid change and easy to use technology should be able to trigger the use of technology in MSME. However, the reality tells the different. There is only few MSMEs that already implement and use technology (social media) as their part of business strategy. Therefore, this research aim to know what is the factor that affects MSMEs attitude toward technology (social media) adoption through perceived usefulness and perceived ease to use. Researcher use individual and external factor which consist of social influence, compatibility, organizational barrier, self-efficacy, and individual proficiency. This research uses descriptive analysis and path analysis as analysis method with questionnaire as data gathering method. This research concluded that social value, compatibility and self-efficacy has significant effect toward perceived easy to use and perceived of usefulness. The low of individual proficiency regarding social media indicates that there is an opportunity for academicians or anyone to be a mentor for UMKM in exploring social media channel. Keywords: Perceived Usability, Perceived Usefullness, SME’s, Intention To Use, Social Media, Marketing  Abstrak Pemanfaatan teknologi merupakan faktor krusial dalam keberlangsungan UMKM. Sayangnya, tidak banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi (media sosial) ini sebagai strategi pemasaran dan penjualan mereka. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti berkeinginan untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan rendahnya tingkat adopsi media sosial sebagai saluran pemasaran baru bagi pelaku UMKM. Peneliti menggunakan kombinasi faktor individual dan eksternal seperti pengaruh sosial, kompatibilitas, hambatan organisasi, keyakinan-sendiri, dan kemahiran terhadap media sosial sebagai pembentuk presepsi kegunaan dan kemudahan media sosial serta niat penggunaan secara tidak langsung. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif dan jalur sebagai metode analisis dengan kuesioner sebagai instrumen peneletian. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pengaruh sosial, kompatibilitas, dan keyakinan diri berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan. Kurangnya pemahaman tentang pengaplikasian media sosial yang ditunjukkan pada rendahnya kemahiran penggunaan media sosial dapat menjadi peluang bagi akademisi untuk menghubungkan UMKM dengan media sosial baik sebagai tutor ataupun administrator.Kata kunci: Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, UMKM, Niat Penggunaan, Media Sosial, Pemasaran
MODEL ABC MULTI-CRITERIA INVENTORY CLASSIFICATION (MCIC) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN LINEAR PADA PRODUK KIMIA Eko Pratomo (Politeknik APP - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.143 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.242

Abstract

Abstract In order to maintain their inventory efficiently, enterprises need to prioritize inventory policies considering multiple criteria. A Multi Criteria Inventory Classification (MCIC) is one of the most effective techniques widely used to classify inventory. In this paper, multiple criteria (annual value, lead time, cost per unit) are considered on ABC inventory classification. The aim of this study is classify products considering those multiple criteria. Multiple criteria ABC Classifications methodology developed by Ramanathan-Model and Ng-Model are used and compared with traditional method. Data are collected from annual chemical product transaction on PT XYZ during 2018. In this paper, linear programming method is used to solve ABC MCIC Model. The result of this study show that 12 items (14%) are identified as Class A, 26 items (30%) as class B and the remaining 48 items (56%) as C Class. In our conclution, we propose inventory policies based on the result of the ABC Models. Keywords: ABC Model; MCIC; Traditional Model; Ramanathan-Model; Ng-Model; Linear Programming; Chemical Product.Abstrak Dalam mengelola persediaan secara efisien, perusahaan perlu menentukan prioritas pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Klasifikasi ABC Multi Kriteria (MCIC) merupakan model klasifikasi persediaan barang yang umum digunakan oleh perusahaan dalam mengelola persediaan dalam jumlah besar. Penelitian ini menggunakan multi kriteria berupa nilai total produk, lead time dan biaya per unit. Tujuan penelitian adalah mengelompokan jenis/kelas barang sesuai dengan tingkat kepentingan dengan mempertimbangkan multi kriteria.  Metode Multi kriteria yang telah dikembangkan oleh Ramanathan-Model dan Ng-Model dibandingkan dengan hasil klasifikasi Single criteria ABC (Traditional model). Data yang digunakan adalah data tahunan transaksi produk kimia PT XYZ di tahun 2018. Penyelesaian model ABC multi kriteria (MCIC) dengan pemrograman linear. Terdapat 86 items produk kimia yang diklasifikasikan dengan hasil klasifikasi A sejumlah 12 item (14%), B sejumlah 26 item (30%) dan item C sejumlah 48 item (56%). Pada penelitan ini juga disampaikan kebijakan inventory masing-masing kelas berdasarkan hasil klasifikasi ABC model yang telah dilakukan.Kata Kunci: Model ABC; MCIC; Model tradisional; Model Ramanathan; Model Ng; Pemrograman Linear; Produk kimia.
APAKAH KEINTIMAN KEPADA KONSUMEN BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN? STUDI KASUS PADA TEMPAT PENYEDIA JASA SERVIS MOBIL DI KOTA BANDUNG Irsyad Kamal (Universitas Padjadjaran - Indonesia); Deru R Indika (Universitas Padjadjaran - Indonesia); Muhamad Aqshel Revinzky (Universitas Padjadjaran - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.268 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.61

Abstract

Abstract A shift in marketing orientation, from transactional marketing to long-term and involves emotions that become the current trend. Many ways and efforts made by the company to win the current competition is to conduct customer intimacy towards its customers. This research is aimed to see how the relationship between customer intimacy and customer satisfaction, measured using ordinary linear regression. Independent variable in this research is customer intimacy with factors of Tailoring, Coaching, and Partnering, and dependent variable customer satisfaction with Tangible, Empathy, Responsiveness, Reliability and Assurance as its factors, processed using customer satisfaction index method. Purposive sampling method is used to reach 100 respondents and the data is analyzed using ordinary linear regression. Simultaneous t- test is used to test hypotheses with significance level of 10%. Result shows that customer intimacy has positive and significant influence to customer satisfaction. Customer intimacy is able to define 14,8% customer satisfaction. This indicates a low relationship of customer intimacy to customer satisfaction in car service center.  Keywords: customer intimacy; customer satisfaction; service quality Abstrak Orientasi pemasaran yang mulai beralih dari pemasaran transaksional menjadi pemasaran yang bersifat jangka panjang dan melibatkan emosi menjadi tren saat ini. Banyak cara dan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan saat ini adalah dengan melakukan customer intimacy terhadap konsumen nya. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara customer intimacy terhadap customer satisfaction yang diukur berdasarkan regresi linier sederhana. Penelitian ini menggunakan customer intimacy sebagai variable independen dengan faktor-faktor Tailoring, Coaching, dan Partnering sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah customer satisfaction dengan faktor-faktor Tangible, Empathy, Responsiveness, Reliability, dan Assurance yang diolah menggunakan metode customer satisfaction index. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai sampel dengan menggunakan 100 tanggapan responden untuk diteliti. Data dianalisis dengan regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis menggunakan Uji t simultan dengan tingkat signifikansi 10%. Hasil pengujian menggunakan uji t menunjukkan bahwa di tempat penyedia jasa servis mobil variabel customer intimacy berpengaruh positif signifikan terhadap customer satisfaction. Selain itu variabel customer intimacy dapat menjelaskan 14,8% variabel customer satisfaction. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh yang rendah tapi pasti dari customer intimacy terhadap customer satisfaction di tempat penyedia jasa servis mobil. Kata kunci: keintiman kepada konsumen; kepuasan konsumen; kualitas servis

Page 1 of 1 | Total Record : 7