cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL MANAJEMEN INDUSTRI DAN LOGISTIK
Published by Politeknik APP Jakarta
ISSN : 1411142X     EISSN : 25985795     DOI : -
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (Industrial and Logistic Management Journal) JMIL, invites academician/researchers/contributors to submit research papers, technical papers, conceptual papers, and case study reports in the scope of Logistics Management, Industrial Marketing, and International Trade in Bahasa Indonesia or English written. Published twice a year in MAY and NOVEMBER:
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
PERLUKAH PENDAMPINGAN TERHADAP PELAKU UMKM DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SALURAN PEMASARAN STRATEGIS? Alfian Budi Primanto (Universitas Islam Malang - Indonesia); Fahrurrozi Rahman (Universitas Islam Malang - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.042 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.146

Abstract

Abstract The rapid change and easy to use technology should be able to trigger the use of technology in MSME. However, the reality tells the different. There is only few MSMEs that already implement and use technology (social media) as their part of business strategy. Therefore, this research aim to know what is the factor that affects MSMEs attitude toward technology (social media) adoption through perceived usefulness and perceived ease to use. Researcher use individual and external factor which consist of social influence, compatibility, organizational barrier, self-efficacy, and individual proficiency. This research uses descriptive analysis and path analysis as analysis method with questionnaire as data gathering method. This research concluded that social value, compatibility and self-efficacy has significant effect toward perceived easy to use and perceived of usefulness. The low of individual proficiency regarding social media indicates that there is an opportunity for academicians or anyone to be a mentor for UMKM in exploring social media channel. Keywords: Perceived Usability, Perceived Usefullness, SME’s, Intention To Use, Social Media, Marketing  Abstrak Pemanfaatan teknologi merupakan faktor krusial dalam keberlangsungan UMKM. Sayangnya, tidak banyak UMKM yang memanfaatkan teknologi (media sosial) ini sebagai strategi pemasaran dan penjualan mereka. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti berkeinginan untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan rendahnya tingkat adopsi media sosial sebagai saluran pemasaran baru bagi pelaku UMKM. Peneliti menggunakan kombinasi faktor individual dan eksternal seperti pengaruh sosial, kompatibilitas, hambatan organisasi, keyakinan-sendiri, dan kemahiran terhadap media sosial sebagai pembentuk presepsi kegunaan dan kemudahan media sosial serta niat penggunaan secara tidak langsung. Penelitian ini menggunakan analisa deskriptif dan jalur sebagai metode analisis dengan kuesioner sebagai instrumen peneletian. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pengaruh sosial, kompatibilitas, dan keyakinan diri berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan. Kurangnya pemahaman tentang pengaplikasian media sosial yang ditunjukkan pada rendahnya kemahiran penggunaan media sosial dapat menjadi peluang bagi akademisi untuk menghubungkan UMKM dengan media sosial baik sebagai tutor ataupun administrator.Kata kunci: Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, UMKM, Niat Penggunaan, Media Sosial, Pemasaran
MODEL ABC MULTI-CRITERIA INVENTORY CLASSIFICATION (MCIC) MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN LINEAR PADA PRODUK KIMIA Eko Pratomo (Politeknik APP - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.143 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.242

Abstract

Abstract In order to maintain their inventory efficiently, enterprises need to prioritize inventory policies considering multiple criteria. A Multi Criteria Inventory Classification (MCIC) is one of the most effective techniques widely used to classify inventory. In this paper, multiple criteria (annual value, lead time, cost per unit) are considered on ABC inventory classification. The aim of this study is classify products considering those multiple criteria. Multiple criteria ABC Classifications methodology developed by Ramanathan-Model and Ng-Model are used and compared with traditional method. Data are collected from annual chemical product transaction on PT XYZ during 2018. In this paper, linear programming method is used to solve ABC MCIC Model. The result of this study show that 12 items (14%) are identified as Class A, 26 items (30%) as class B and the remaining 48 items (56%) as C Class. In our conclution, we propose inventory policies based on the result of the ABC Models. Keywords: ABC Model; MCIC; Traditional Model; Ramanathan-Model; Ng-Model; Linear Programming; Chemical Product.Abstrak Dalam mengelola persediaan secara efisien, perusahaan perlu menentukan prioritas pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan beberapa kriteria. Klasifikasi ABC Multi Kriteria (MCIC) merupakan model klasifikasi persediaan barang yang umum digunakan oleh perusahaan dalam mengelola persediaan dalam jumlah besar. Penelitian ini menggunakan multi kriteria berupa nilai total produk, lead time dan biaya per unit. Tujuan penelitian adalah mengelompokan jenis/kelas barang sesuai dengan tingkat kepentingan dengan mempertimbangkan multi kriteria.  Metode Multi kriteria yang telah dikembangkan oleh Ramanathan-Model dan Ng-Model dibandingkan dengan hasil klasifikasi Single criteria ABC (Traditional model). Data yang digunakan adalah data tahunan transaksi produk kimia PT XYZ di tahun 2018. Penyelesaian model ABC multi kriteria (MCIC) dengan pemrograman linear. Terdapat 86 items produk kimia yang diklasifikasikan dengan hasil klasifikasi A sejumlah 12 item (14%), B sejumlah 26 item (30%) dan item C sejumlah 48 item (56%). Pada penelitan ini juga disampaikan kebijakan inventory masing-masing kelas berdasarkan hasil klasifikasi ABC model yang telah dilakukan.Kata Kunci: Model ABC; MCIC; Model tradisional; Model Ramanathan; Model Ng; Pemrograman Linear; Produk kimia.
ANALISA PERBANDINGAN METODE SIMULATED ANNEALING DAN LARGE NEIGHBORHOOD SEARCH UNTUK MEMECAHKAN MASALAH LOKASI DAN RUTE KENDARAAN DUA ESELON Winarno (Universitas Singaperbangsa Karawang); A. A. N. Perwira Redi (Universitas Pertamina)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 4, No 1 (2020): page 84 - 95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.826 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v4i1.311

Abstract

AbstractTwo-echelon location routing problem (2E-LRP) is a problem that considers distribution problem in a two-level / echelon transport system. The first echelon considers trips from a main depot to a set of selected satellite. The second echelon considers routes to serve customers from the selected satellite. This study proposes two metaheuristics algorithms to solve 2E-LRP: Simulated Annealing (SA) and Large Neighborhood Search (LNS) heuristics. The neighborhood / operator moves of both algorithms are modified specifically to solve 2E-LRP. The proposed SA uses swap, insert, and reverse operators. Meanwhile the proposed LNS uses four destructive operator (random route removal, worst removal, route removal, related node removal, not related node removal) and two constructive operator (greedy insertion and modived greedy insertion). Previously known dataset is used to test the performance of the both algorithms. Numerical experiment results show that SA performs better than LNS. The objective function value for SA and LNS are 176.125 and 181.478, respectively. Besides, the average computational time of SA and LNS are 119.02s and 352.17s, respectively.AbstrakPermasalahan penentuan lokasi fasilitas sekaligus rute kendaraan dengan mempertimbangkan sistem transportasi dua eselon juga dikenal dengan two-echelon location routing problem (2E-LRP) atau masalah lokasi dan rute kendaraan dua eselon (MLRKDE). Pada eselon pertama keputusan yang perlu diambil adalah penentuan lokasi fasilitas (diistilahkan satelit) dan rute kendaraan dari depo ke lokasi satelit terpilih. Pada eselon kedua dilakukan penentuan rute kendaraan dari satelit ke masing-masing pelanggan mempertimbangan jumlah permintaan dan kapasitas kendaraan. Dalam penelitian ini dikembangkan dua algoritma metaheuristik yaitu Simulated Annealing (SA) dan Large Neighborhood Search (LNS). Operator yang digunakan kedua algoritma tersebut didesain khusus untuk permasalahan MLRKDE. Algoritma SA menggunakan operator swap, insert, dan reverse. Algoritma LNS menggunakan operator perusakan (random route removal, worst removal, route removal, related node removal, dan not related node removal) dan perbaikan (greedy insertion dan modified greedy insertion). Benchmark data dari penelitian sebelumnya digunakan untuk menguji performa kedua algoritma tersebut. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa performa algoritma SA lebih baik daripada LNS. Rata-rata nilai fungsi objektif dari SA dan LNS adalah 176.125 dan 181.478. Waktu rata-rata komputasi algoritma SA and LNS pada permasalahan ini adalah 119.02 dan 352.17 detik.
APAKAH KEINTIMAN KEPADA KONSUMEN BERPENGARUH TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN? STUDI KASUS PADA TEMPAT PENYEDIA JASA SERVIS MOBIL DI KOTA BANDUNG Irsyad Kamal (Universitas Padjadjaran - Indonesia); Deru R Indika (Universitas Padjadjaran - Indonesia); Muhamad Aqshel Revinzky (Universitas Padjadjaran - Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 3, No 2 (2019): page 94 - 173
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.268 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v3i2.61

Abstract

Abstract A shift in marketing orientation, from transactional marketing to long-term and involves emotions that become the current trend. Many ways and efforts made by the company to win the current competition is to conduct customer intimacy towards its customers. This research is aimed to see how the relationship between customer intimacy and customer satisfaction, measured using ordinary linear regression. Independent variable in this research is customer intimacy with factors of Tailoring, Coaching, and Partnering, and dependent variable customer satisfaction with Tangible, Empathy, Responsiveness, Reliability and Assurance as its factors, processed using customer satisfaction index method. Purposive sampling method is used to reach 100 respondents and the data is analyzed using ordinary linear regression. Simultaneous t- test is used to test hypotheses with significance level of 10%. Result shows that customer intimacy has positive and significant influence to customer satisfaction. Customer intimacy is able to define 14,8% customer satisfaction. This indicates a low relationship of customer intimacy to customer satisfaction in car service center.  Keywords: customer intimacy; customer satisfaction; service quality Abstrak Orientasi pemasaran yang mulai beralih dari pemasaran transaksional menjadi pemasaran yang bersifat jangka panjang dan melibatkan emosi menjadi tren saat ini. Banyak cara dan upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan saat ini adalah dengan melakukan customer intimacy terhadap konsumen nya. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara customer intimacy terhadap customer satisfaction yang diukur berdasarkan regresi linier sederhana. Penelitian ini menggunakan customer intimacy sebagai variable independen dengan faktor-faktor Tailoring, Coaching, dan Partnering sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah customer satisfaction dengan faktor-faktor Tangible, Empathy, Responsiveness, Reliability, dan Assurance yang diolah menggunakan metode customer satisfaction index. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai sampel dengan menggunakan 100 tanggapan responden untuk diteliti. Data dianalisis dengan regresi linear sederhana. Pengujian hipotesis menggunakan Uji t simultan dengan tingkat signifikansi 10%. Hasil pengujian menggunakan uji t menunjukkan bahwa di tempat penyedia jasa servis mobil variabel customer intimacy berpengaruh positif signifikan terhadap customer satisfaction. Selain itu variabel customer intimacy dapat menjelaskan 14,8% variabel customer satisfaction. Hal ini mengindikasikan adanya pengaruh yang rendah tapi pasti dari customer intimacy terhadap customer satisfaction di tempat penyedia jasa servis mobil. Kata kunci: keintiman kepada konsumen; kepuasan konsumen; kualitas servis
PEMECAHAN MASALAH KEMACETAN LALU LINTAS DI PEREMPATAN SUKARNO HATTA – BUAH BATU BANDUNG DENGAN METODE SIMULASI KOMPUTER Christanto Triwibisono (TELKOM University); Rio Aurachman (TELKOM University)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 4, No 1 (2020): page 84 - 95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.22 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v4i1.324

Abstract

AbstractThis paper proposes a solution to the problem of congestion at the Sukarno Hatta Intersection - Buah Batu Bandung by using a computer simulation method with Pro Model software. There are three alternative solutions to this problem, namely changing the duration of traffic lights, adding new road lanes, or making flyovers. Changing the duration of the traffic lights will only reduce the car's travel time from an average of 10.5 minutes to 8.9 minutes (85% of the previous travel time). Adding one lane to each road will only reduce the vehicle's travel time from an average of 10.5 minutes to 7.7 minutes (73% of the previous travel time). The construction of a one-way flyover on Jalan Sukarno Hatta is the best solution, because it reduce the vehicle travel timefrom an average of 10.3 minutes to 3.2 minutes. Significant changes have occurred, the travel time is only 32% of the previous travel time. AbstrakMakalah ini mengusulkan solusi atas masalah kemacetan di Perempatan Sukarno Hatta – Buah Batu Bandung dengan menggunakan metode simulasi komputer dengan perangkat lunak Pro Model. Ada tiga alternatif solusi masalah ini yaitu mengubah durasi lampu merah dan hijau, menambah jalur jalan baru, atau membuat jalan layang. Pengubahan durasi lampu merah dan hijau hanya akan mengurangi waktu tempuh mobil dari rata-rata 10,5 menit menjadi 8,9 menit (85% dari waktu tempuh  sebelumnya). Penambahan satu jalur pada setiap jalan hanya akan mengurangi waktu tempuh kendaraan dari rata-rata 10,5 menit menjadi 7,7 menit (73% dari waktu tempuh sebelumnya). Pembuatan jalan layang satu arah di Jalan Sukarno Hatta merupakan solusi terbaik, karena mengurangi waktu tempuh kendaraan untuk dari rata-rata 10,3 menit menjadi 3,2 menit. Terjadi perubahan signifikan, waktu tempuh tinggal 32% dari waktu tempuh sebelumnya.
KAJIAN MODEL DESAIN APLIKASI MOBILE YANG BERKELANJUTAN PADA DESA WISATA Muhamad As'adi (UPN Veteran Jakarta); Akhmad Nidhomuz Zaman (UPN Veteran Jakarta); Alina Cynthia Dewi (UPN Veteran Jakarta); Arraz Naoval Viacenza (UPN Veteran Jakarta); Donny Montreano (UPN Veteran Jakarta)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 4, No 1 (2020): page 84 - 95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.353 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v4i1.419

Abstract

AbstractThe 4.0 industrial revolution created opportunities for MSMEs in rural areas to build and develop marketing networks on a wide and efficient scale. Applying digitization in a village will have an impact on the potential of what is not yet known in general. This study discusses the design of Android applications that are expected to provide new experiences to visitors to find out the potential of the village that has not been exposed. The contribution of this research is to examine the application design model that evaluates in two villages with different cultures and potentials, namely Ponggok Klaten Village and Kadubungbang Pandeglang Village. The results of QFD and AHP can help applications that are flexible to the village as well as visitor application needs and application priority features. Of the different features, because there are indeed differences between villages with different topography.AbstrakRevolusi industri 4.0 menciptakan peluang bagi UMKM di daerah pedesaan untuk dapat membangun dan mengembangkan jaringan pemasaran pada skala yang luas dan efisien. Penerapan digitalisasi pada suatu Desa akan memberikan dampak luias terhadap potensi apa yang belum diketahui secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan desain aplikasi android yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung untuk mengetahui potensi desa yang belum terekspos. Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perbandingan pada desain model aplikasi yang dievaluasi pada dua desa dengan budaya dan potensi yang berbeda, yaitu Desa Ponggok Klaten dan Desa Kadubungbang Pandeglang. Hasil QFD dan AHP dapat diketahui bahwa aplikasi bersifat fleksibel terhadap penerapan dua desa serta prioritas kebutuhan pengunjung dan fitur prioritas aplikasi. Hasil erbandingan terdapat kesamaan dalam kebutuhan pelanggan dan perbedaan dalam desain fitur, karena kedua desa memiliki budaya dan topografi yang berbeda.
PENENTUAN LOKASI EXTERNAL WAREHOUSE DENGAN MENGGUNAKAN METODE CENTER OF GRAVITY (STUDI KASUS DI PT. RPZ SURABAYA) Rahman soesilo (Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah); Yahdi Firmansyah (Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah); Sartono (Sekolah Tinggi Teknologi Mutu Muhammadiyah)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 4, No 1 (2020): page 84 - 95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.141 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v4i1.372

Abstract

AbstractDetermination of the External Warehouse location has a vital role in the Supply Chain Management system to facilitate the delivery process to consumers who can run smoothly, quickly, and the most optimum distance. The company needs to build a new external warehouse because the current warehouse will be used for new machine installations. Therefore, it was decided to create an alternative external warehouse outside the factory. The purpose of this study is to determine the optimum location of the external warehouse to be made. This study uses the Center of Gravity method to calculate the optimal area that will be considered by the location between the distribution of consumer locations and the number of shipments and also consider the size of the factory that will supply the product. Based on the results of this study, calculations using the Center of Gravity method found that the location of the external warehouse chosen was at (-7.328293, 112.7420916), the settlement area of Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya City, East Java. By determining the exact location of the external warehouse, the company will benefit from the efficiency of transportation costs.AbstrakPenentuan lokasi gudang eksternal memiliki peran penting dalam sistem Manajemen Rantai Pasokan untuk memfasilitasi proses pengiriman kepada konsumen sehingga proses produk dapat terkirim dengan lancar, cepat dan jarak yang paling optimal. Perusahaan saat ini membutuhkan gudang eksternal karena area gudang yang ada akan digunakan untuk instalasi mesin baru. Oleh karena itu, diputuskan untuk membuat alternatif gudang eksternal di luar pabrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi gudang eksternal yang paling optimal untuk dibuat. Penelitian ini menggunakan metode Center of Gravity untuk menghitung lokasi optimal yang sesuai dengan lokasi antara lokasi konsumen dan jumlah pengiriman dan juga mempertimbangkan lokasi pabrik yang akan memasok produk. Dari hasil penelitian ini, perhitungan menggunakan metode Center of Gravity menemukan bahwa lokasi gudang eksternal yang dipilih berada di (-7.328293, 112.7420916), yaitu daerah Jemur Wonosari, Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dengan menentukan lokasi yang tepat dari gudang eksternal, perusahaan akan mendapat manfaat dari efisiensi biaya transportasi. 
PENENTUAN LETAK GUDANG UNTUK MEMINIMKAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN PENDEKATAN CENTER OF GRAVITY Muhammad Rafi Iqbal (Universitas Widyatama); Ismail Hasan (Universitas Widyatama); Aldri Satria Gusmon (Universitas Widyatama)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik Vol 4, No 1 (2020): page 84 - 95
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.503 KB) | DOI: 10.30988/jmil.v4i1.430

Abstract

Abstract To meet the rapid demand for pharmaceutical drugs, a new warehouse is needed to distribute to various cities in West Java. This research at PT. Kimia Farma has the aim of determining the location of a new warehouse that is efficient and effective in minimizing the transportation costs of PT. Kimia Farma Plant Bandung to the location of distribution in West Java. The current conditions with warehouses in the city of Bandung prove that transportation costs at the company are very large, due to the distance from the old warehouse to the distributors. In this study, the Center of Gravity method is used to determine the location of the warehouse. The design of this research is a case study in the area of West Java with data collection methods such as interviews and using CorelDraw software to create a Cartesian diagram. The calculation results obtained using the center of gravity method for the location of the new warehouse located in Subang with coordinate points (18.36). With the new warehouse location, it can minimize transportation costs as much as Rp. 481,192 with a percentage reduction of 6.76% and the distance from the initial warehouse in Bandung to Subang and then to all distribution destinations, which is 43 km closer after the addition of new warehouses. and has a decreased percentage of 6.91%. Abstrak Untuk memenuhi permintaan obat-obatan farmasi yang cepat, maka dibutuhkan letak gudang baru untuk mendistribusikan ke berbagai kota di Jawa Barat. Penelitian pada PT.Kimia Farma ini memiliki tujuan menentukan letak gudang baru yang efisien serta efektif dalam meminimkan biaya transportasi PT.Kimia Farma Plant Bandung ke letak distribusi di Jawa Barat. Kondisi saat ini dengan gudang di Kota Bandung membuktikan pengeluaran biaya transportasi pada perusahaan sangatlah besar, dikarenakan adanya jarak tempuh yang jauh dari gudang lama menuju para distributor. Dalam penelitian, digunakan metode center of gravity dalam mentukan letak gudang. Desain penelitian ini berupa studi kasus wilayah jawa barat dengan metode pengumpulan data berupa wawancara serta menggunakan software CorelDraw untuk membuat diagram kartesius. Hasil perhitungan yang diperoleh menggunakan metode center of gravity untuk letak gudang baru berletak di Subang dengan titik koordinat (18,36). Dengan adanya letak gudang yang baru maka, dapat meminimkan biaya transportasi sebesar Rp.481.192 dengan persentase penurunan sebesar 6,76% dan jarak tempuh dari gudang awal di Bandung menuju Subang lalu menuju semua tujuan distribusinya yakni sebesar 43 km lebih dekat setelah adanya penambahan gudang baru dan memiliki presentase penurunan sebesar 6,91%.
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PALLET MESH MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX (STUDI KASUS : PT. MMM) Fery Darus Nasution (Universitas Singaperbangsa); Ade Momon S (Universitas Singaperbangsa); Risma Fitriani (Universitas Singaperbangsa)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 5, No 1 (2021): page 01 - 74
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v5i1.542

Abstract

AbstractDistribution of products from the company's warehouse PT. MMM to consumers so far the company only uses estimates of consumers which will be passed in one shipment only by looking at the number of requests without considering the shipping routes and distance from the warehouse to the location of the consumer. This study aims to determine an effective shipping route using the saving matrix and nearest neighbor methods then find out distance savings and transportation cost savings. Comparison of the product distribution routes of PT. MMM after using the saving matrix method and the nearest neighbor method results in an effective and efficient route where the initial distribution route is 40 routes into 7 routes for 7 days of product distribution to consumers. The saving matrix method is applied. shows a reduction in the distance of the original shipment of 1,673.6 Km to 810.7 Km, thus obtained a savings of a distance of 862.9 Km. As well as a significant reduction in transportation costs where the initial cost of transportation of Rp. 4,478,448.- dropped to Rp. 3,675,951.-, so the company can save on transportation costs by Rp. 802,497.-.AbstrakRute pendistribusian produk dari gudang perusahaan PT. MMM  ke para konsumen  selama ini perusahaan hanya menggunakan perkiraan konsumen mana yang akan dilalui dalam satu kali pengiriman, yaitu hanya dengan melihat jumlah permintaan tanpa mempertimbangkan rute pengiriman dan jarak tempuh dari gudang ke lokasi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rute pengiriman yang efektif menggunakan metode saving matrix dan nearest neighbor, kemudian mengetahui penghematan jarak serta penghematan biaya transportasi. Perbandingan rute distribusi produk PT. MMM dengan menggunakan metode saving matrix dan metode nearest neighbor menghasilkan rute yang efektif dan efisien dimana rute awal distribusi sebanyak 40 rute menjadi 7 rute untuk 7 hari pendistribusian produk ke konsumen. Dengan diterapkannya metode saving matrix menunjukan penurunan jarak tempuh pengiriman yang semula 1.673,6 Km menjadi 810,7 Km, dengan demikian didapatkan penghematan jarak sebesar 862,9 Km. Serta menurunkan biaya transportasi yang signifikan dimana biaya awal transportasi sebesar Rp. 4.478.448.- turun menjadi Rp. 3.675.951.-, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya transportasi sebesar Rp. 802.497
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BASIS DATA INVENTARIS BARANG BERBASIS WEB MENGGUNAKAN MODEL WATERFALL Nuraida Wahyuni (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa); Rizki Akmal (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa); Akbar Gunawan (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik (JMIL) Vol 4, No 2 (2020): page 84 - 168
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30988/jmil.v4i2.434

Abstract

AbstractGood inventory management requires support from a database information system. The problem that occurs in the Untirta Industrial Engineering laboratory is that the inventory management system is still traditional method, that is data recording is done individually so that the existing data overlaps and results in invalid information. The purpose of this research is to design a database information system. The Waterfall model is used for design. This method consists of the analysis phase, the design phase, the implementation phase, the test phase and the maintenance phase. The results obtained from the analysis phase are the functional requirements for logging in users and data engineering requirements such as add, view, delete. The design phase uses DFD and ERD. Based on the context diagram, the external agents involved are the admin (head of the laboratory) and user (laboratory assistant). The design results that have been implemented through a web-based interface are then tested using a blackbox test and usability test. The test results state a value of 86% which means the results are in very good classification.AbstrakPengelolaan barang inventaris yang baik membutuhkan dukungan dari sistem informasi basis data. Masalah yang terjadi di laboratorium jurusan Teknik Industri Untirta adalah sistem pengelolaan barang inventaris masih bersifat tradisional, yaitu pencatatan yang dilakukan sendiri-sendiri sehingga data yang ada tumpang tindih dan menghasilkan informasi yang kurang valid. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi basis data. Model Waterfall digunakan untuk perancangan. Metode ini terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, tahap uji dan tahap pemeliharaan. Hasil yang didapatkan dari tahap analisis adalah adanya kebutuhan fungsional untuk log in user dan kebutuhan rekayasa data seperti tambah, lihat, hapus. Tahap desain menggunakan DFD dan ERD. Berdasarkan diagram konteks, agen eksternal yang terlibat adalah admin (kepala laboratorium) dan user (asisten laboratorium). Hasil desain yang telah diimplementasikan melalui tampilan antar-muka berbasis web kemudian diuji menggunakan uji blackbox dan uji usability. Hasil uji menyatakan nilai sebesar 86% yang berarti hasil berada dalam klasifikasi sangat baik.

Page 10 of 29 | Total Record : 282