cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
Analisis Kelelahan Kerja dengan Metode Subjective Self Rating (Studi Kasus: Pekerja Bagian Produksi) UD Kurnia Mandiri Melani Nurmufidah; Rani Rumita
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di zaman industri modern sekarang ini, kelelahan kerja merupakan suatu hal yang kompleks dimana banyak faktor yang dapat memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kelelahan kerja,mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan terjadinya kelelahan kerja, dan memberikan rekomendasi perbaikan dalam mengurangi kelelahan kerja pada pekerja UD Kurnia Mandiri. Penelitian dilakukan pada 27 Januari 2021 – 27 Februari 2021 yang melibatkan 9 responden dalam penelitian. Dalam pengukuran kelelahan kerja digunakan metode Subjective Self Rating Test (SSRT). SSRT merupakan Subjective Self Rating Test berasal dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) Jepang, merupakan salah satu kuisioner yang dapat mengukur tingkat kelelahan secara subjektif.. Kemudian pada tahap akhir akan diberikan rekomendasi perbaikan. Kata kunci: Kelelahan kerja; subjective self rating test
Kajian Hubungan Iklim Keselamatan Kerja dan Perilaku Keselamatan di PT Pertamina RU-VI Balongan Putra A. R. Yamin; Rifani Nursyaf; Herman Rahadian Soetisna
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Pertamina RU-VI Balongan merupakan salah satu kilang minyak di Indonesia. Aspek keselamatan dalam proses operasi kilang merupakan hal yang sangat penting, sehingga perusahaan terus memasang target zero accident. Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku tidak aman. Angka perilaku tidak aman di RU-VI tergolong masih tinggi, yaitu sebanyak 4,269. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku keselamatan adalah menggunakan pendekatan iklim keselamatan kerja. Studi ini mengidentifikasi dimensi-dimensi iklim keselamatan kerja apa sajakah yang memengaruhi perilaku keselamatan di RU-VI. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner perilaku keselamatan dan kuesioner NOSACQ-50. Responden berjumlah 334 orang yang terdiri dari pekerja organik, mitra, dan kontraktor. Hasil pengolahan data untuk RU-VI menunjukkan terdapat lima dari tujuh dimensi yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan. Berdasarkan hasil ini, kemudian diberikan rekomendasi terkait perbaikan program keselamatan kerja di RU-VI. Kata kunci: Iklim Keselamatan Kerja, Perilaku Keselamatan, NOSACQ-50
Analisis Beban Kerja Mental dengan Menggunakan Metode NASA – TLX dan Postur Kerja dengan Menggunakan Metode ROSA dan Nordic Body Map Aditya Ridwan Wicaksono; Rani Rumita
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT BGM ini adalah salah satu Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang bergerak di bidang pengelolaan jasa keuangan, terutama dalam hal pendistribusian uang ke ATM. Dalam pelaksanaan proses bisnisnya, terjadi beberapa permasalahan pada perusahaan terkait beban mental dan postur kerja yang dirasakan oleh pekerjanya. Hal ini disebabkan oleh tingginya standar performansi perusahaan. Untuk mengetahui permasalahan lebih dalam dan memberikan rekomendasi perbaikan yang tepat, maka digunakan metode NASA-TLX untuk melakukan pengukuran beban mental dan NBM serta ROSA untuk melakukan penilaian postur kerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 8 orang pekerja divisi administrasi, didapatkan hasil bahwa mayoritas pekerja mengalami overload dalam hal beban mental dengan skor berturut-turut 64,67; 73,33; 64,67; 64; 67 pada 5 pekerja dan 58; 59; 47,33 pada 3 pekerja lainnya. Lalu, didapatkan pula hasil skor ROSA 8 orang pekerja berturut-turut sebesar 7; 6; 7; 4; 5; 7; 6; 6. Hal ini menandakan bahwa mayoritas pekerja menerapkan postur tubuh yang kurang baik Ketika bekerja dan berpotensi menimbulkan MSDs. Adapun beberapa rekomendasi perbaikan yang diberikan peneliti didasarkan pada aspek-aspek penilaian metode yang digunakan (NASA-TLX dan ROSA) dan mengambil beberapa sumber acuan lain dari penelitian-penelitian sebelumnya. Kata kunci:  beban mental, postur tubuh, NASA-TLX, ROSA, nordic body map.
Working-Posture Analysis on Workers at Bagging Sector of Urea Fertilizer I in PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Diga Areta; Desheila Andarini
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Part of Occupational Safety and Health was the ergonomics aspect. Ergonomics has a strong correlation with work-postures and manual handling activities. Improper work postures and heavy manual handling are risk factors for the development of musculoskeletal disorders. The aims of this research were assessing ergonomic risk with work-posture analysis on workers at the bagging sector of urea fertilizer I in PT Pupuk Sriwidjaja Palembang using Quick Exposure Check (QEC) to describe the risk for musculoskeletal disorders. The method of this research was descriptive and qualitative. Informants in this study amounted to 1 key informant from the bagging sector of urea fertilizer I department and 1 key informant from industrial hygiene and health department then 12 informants from bagging sector workers with 3 people working for> 10 years, 7 people working for 5-10 years and 2 people working for <5 years. Ergonomics risk assessment uses Quick Exposure Check (QEC). Quick Exposure Check (QEC) was designed to assess the exposures of risk factors for musculoskeletal disorders in workers. Work posture of filling the fertilizer bag and cutting the yarn had an average exposure score of 88.5% then tidying up the fertilizer bag and sewing the fertilizer bag got 87% and placing the fertilizer bag to pallet was 91.4%. All of the postures in the bagging sector of urea fertilizer I in PT Pupuk Sriwidjaja Palembang had exposure scores above 70% which are included in action level 4. So based on the result, it needs to be investigated and changed immediately on work posture to reduce ergonomic risks and prevent musculoskeletal disorders.
Studi Kasus: Cerita dari Pekerjaan Perawatan Sumur di Laut Dalam. Apakah Mengikuti Prosedur Menjamin Kesuksesan/Keselamatan Operasional? Syamsul Arifin
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 2 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekerja di lapangan migas lepas pantai/offshore memiliki risiko yang tinggi. Beberapa aktifitas pekerjaan terkait siklus sumur migas terdiri atas persiapan lokasi, pengeboran, penyelesaian sumur, perawatan atau perbaikan, dan penutupan atau peninggalan sumur. Studi kasus pada pekerjaan perawatan sumur menunjukkan bahwa pelanggaran yang benar/correct violation akan menghasilkan kesuksesan operasional, sedang ketaatan yang tidak sesuai/mispliance justru menghasilkan kejadian yang tidak diinginkan. Pada pekerjaan dimana ada volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas yang tinggi, diperlukan keseimbangan antara menaati prosedur tertulis dan keberanian untuk menyimpang, mengambil risiko, dan pertimbangan profesional untuk menyesuaikan keterbatasan sumber daya yang ada dengan konteks atau kondisi di lokasi kerja untuk mencapai kesuksesan operasional dan keselamatan kerja.
Pengaruh Gerakan Peregangan pada Penjahit Garmen Terhadap Penurunan Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Della Oktaviani; Lusi Ismayenti; Dian Nugroho
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjahit garmen sering merasakan postur kerja kaku akibat pekerjaan berulang-ulang dengan kecepatan tinggi serta produksi yang banyak. Hal tersebut menyebabkan keluhan MSDs, sehingga membutuhkan gerakan peregangan untuk mengurangi keluhan MSDs. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi keluhan MSDs serta pengaruh gerakan peregangan terhadap keluhan MSDs pada penjahit garmen. Faktor-faktor yang diteliti meliputi usia, masa kerja, indeks massa tubuh, gerakan repetitive, postur kerja, dan beban kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan quasi experimental dan desain non-equivalent control group. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden 32 dari 44 penjahit garmen. Penelitian ini terdiri atas 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan gerakan peregangan dan kelompok kontrol yang tidak diberi gerakan peregangan. Alat ukur yang digunakan kuesioner RULA dan NBM. Analisis data menggunakan uji somers’d dan uji Mann Whitney untuk keluhan MSDs pada kedua kelompok. Hasil penelitian memperlihatkan postur kerja mempengaruhi keluhan MSDs dengan nilai p = 0.005 (p < 0.05) berarti signifikan dan nilai signifikansi kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p = 0,025) artinya terdapat perbedaan keluhan MSDs antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah postur kerja mempengaruhi keluhan MSDs dan terdapat pengaruh gerakan peregangan untuk mengurangi keluhan MSDs.
Hand Arm Vibration Syndrome Complaints among Casting Workers at a Construction Project in Indonesia Sifa Nur Aeni; Fandita Tonyka Maharani; Azizah Musliha Fitri; Ulya Qaulan Karima
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Casting workers are at risk of experiencing HAVS complaints because in the work process required to use tools that are designed with high acceleration so that it can transmit vibrations in the hands and arms of workers during the work process takes place. This study aimed to determine the relationship of daily vibration exposure, age, duration of works, time of exposure, PPE usage, and socialization about vibration with HAVS complaints. This research uses quantitative analytic research with a cross-sectional design. The data were analyzed in univariate and bivariate ways using Chi Square Test and Independent T- test. The vibration was measured using calibrated vibration meters. The questionnaire was used for the workers. This study sample was 50 workers in the lower casting section who used Concrete Vibrators while working on Project X. The results showed that 58% of respondents had HAVS complaints. The results of the Chi-Square bivariate analysis showed a significant relationship between age (POR = 8.08; 95% CI = 2.13-30.57), daily intensity of vibration exposure (POR = 4.75; 95% CI = 1, 41-16.65), duration of exposure (POR = 5.23; 95% CI = 1.41-19.43), and use of PPE (POR = 7.80; 95% CI = 2.14-28.78 ) with HAVS Complaints. Independent T-test results showed a difference in the average daily intensity of exposure between groups with HAVS complaints of 77.42 (SD = 18.54) m/s2 and those without HAVS complaints 64.93 (SD = 15.35) m/s2. Therefore, it is advisable for workers always to use PPE, especially anti-vibration gloves, and to the management, it is advisable to install a damping device on a concrete vibrator and set the work times of workers and provide information about vibration to workers.
Hubungan Kerja Lembur dan Shift Kerja dengan Stres Kerja Pada Pekerja Proyek Fit-Out Interior Kantor IFG PT X Jakarta Selatan Tahun 2021 Gian Jordan; Rizki Amalia; Arga Buntara
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kerja memiliki peluang untuk menjadi sumber stres pekerja. Stres kerja merupakan masalah global yang dihadapi 54 negara di dunia (termasuk Indonesia). Negara di wilayah Asia Pasifik memiliki tren stres kerja dengan tingkat melebihi rerata dunia secara statistik. Stres kerja dapat dipengaruhi oleh kerja lembur dan shift kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kerja lembur dan shift kerja dengan stres kerja pada pekerja di Proyek Fit-Out Interior PT X. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 47 pekerja Proyek Fit-Out Interior PT X diikutsertakan sebagai sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 38 pekerja mengalami stres kerja. Hasil analisis bivariat menunjukkan kerja lembur (p-value = 0.049 dan nilai POR=4.971) dan shift kerja (p-value = 0.039 dan nilai POR=8.000) memiliki hubungan yang signifikan dengan stres kerja. Saran untuk perusahaan adalah menerapkan sistem manajemen stres yang baik dan menerapkan sistem rotasi cepat kerja lembur dan shift malam. Saran untuk pekerja adalah melakukan manajemen stres dan istirahat atau tidur yang cukup. Kata kunci: Pembagian Waktu Kerja, Renovasi Interior, Tekanan Terkait Kerja, Waktu Kerja Berlebih
Gambaran Beban Kerja Mental dengan Menggunakan Metode NASA-TLX pada Pekerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Tahun 2020 Adela Anggraini; Fandita Tonyka Maharani; Fathinah Ranggauni Hardy; Afif Amir Amirullah
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja mental diketahui dapat berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Pekerja Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor dituntut untuk melayani masyarakat terkait kejadian kebencanaan kebakaran selama 24 jam. Tuntutan ini dapat menjadi beban kerja yang berat bagi para pemadam kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja mental pekerja dengan menggunakan kuesinoner standar dari NASA-TLX.Desain penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan metode penelitiaan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020 – Januari 2021 pada 118 pekerja yang terbagi menjadi kelompok pegawai dan pekerja lapangan (pemadam dan penyelamatan). Sampel diambil secara propotional stratified random sampling. Hasil penelitian beban kerja mental pada kelompok pegawai dikategorikan sangat tinggi (83,20) dengan indikator yang dominan adalah kebutuhan waktu, kebutuhan mental, dan performansi. Sedangkan beban kerja mental kelompok pekerja lapangan juga dikategorikan sangat tinggi (83,69) dengan indikator yang dominan adalah kebutuhan fisik, usaha, dan kebutuhan waktu. Diperlukan upaya menurunkan beban kerja mental petugas melalui pengendalian administratif berupa kaji ulang beban kerja dan modifikasi yang sesuai. 
Penilaian REBA pada Posisi Kerja Manual Handling terhadap Keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDS) pada Perawat Ruang IGD di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Provinsi Riau Fitriani Fitriani; Santoso Santoso; Herniwanti Herniwanti; Nopriadi Nopriadi; Endang Purnawati Rahayu
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 7, No 1 (2022): MARET 2022
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan suatu kondisi gangguan otot yang dapat mempengaruhi sistem gerak seperti otot, tulang, sendi dan jaringan ikat (tendon dan ligamen) sehingga kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan dalam bekerja dan partisipasi dalam kehidupan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi kerja manual handling terhadap keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada perawat ruang IGD di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis dan desain case control (kasus kontrol). Subjek penelitian ini adalah perawat IGD dengan jumlah sampel 24 orang perawat dengan perbandingan kasus kontrol 1:1. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik non probability sampling (sampel non random) dengan menggunakan metode accidental sampling. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli hingga September 2021. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Berdasarkan hasil uji chi square variabel independen yang ada hubungan signifikan dengan variabel dependen adalah posisi kerja mengangkat, menurunkan, mendorong, menarik, dan menahan pada manual handling terhadap keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Berdasarkan hasil analisis regresi logistic ganda, variabel yang paling dominan signifikan ada hubungan dengan keluhan low back pain adalah posisi kerja menurunkan dan mendorong pada manual handling. Selanjutnya tidak ditemukannya variabel confounding. Saran peneliti, bagi peneliti selanjutnya untuk dapat memperhatikan faktor lain seperti alat dan lingkungan tempat kerja, bukan hanya berfokus kepada manusia nya saja. Kata kunci :  Musculoskeletal disorders(MSDs), Posisi Kerja, Manual Handling, Rapid Entire Body Assessment (REBA)