cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Ergonomi dan K3
ISSN : 26157732     EISSN : 26157732     DOI : -
Core Subject : Health, Engineering,
Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan kerja.
Arjuna Subject : -
Articles 71 Documents
RANCANGAN PERBAIKAN KURSI KERJA OPERATOR PADA BAGIAN PENJAHITAN AIRBAG DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI DAN SOFTWARE CATIA V5R19 Syarifuddin Nasution; Nanih Suhartini; Aditya Wahyu Nugroho
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.398 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.3

Abstract

Manusia dalam melakukan aktivitas kerja terkadang membutuhkan alat atau fasilitas yang dapat mempermudah dalam melakukan setiap kegiatan maupun pekerjaannya. Permasalahannya adalah beberapa operator sering mengeluhkan kondisi fisik pada saat melakukan pekerjaan disebabkan kursi kerja yang mereka gunakan tidak sesuai dengan dimensi tubuh operator, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas/kinerja operator. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keluhan rasa sakit yang timbul pada bagian tubuh operator kerja bagian penjahitan, menentukan dimensi tubuh operator kerja penjahitan yang digunakan untuk usulan perbaikan kursi kerja, dan usulan perbaikan kursi kerja yang didapatkan dari hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya. Pendekatan antropometri, kuisioner nordic body map, dan Catia V5R19 digunakan untuk perbaikan kursi kerja operator penjahitan tersebut. Terdapat beberapa pekerja mengeluh adanya rasa sakit pada bagian leher, lengan atas, bagian tangan, serta bagian kaki kanan yang berkaitan dengan sendi terasa nyeri. Perbaikan kursi kerja berdasarkan data antropometri adalah dimensi tinggi popliteal untuk tinggi kaki kursi kerja adalah 45 cm, dimensi pantat popliteal untuk panjang alas kursi kerja adalah 52 cm, dimensi lebar pinggul untuk lebar alas kursi kerja adalah 34 cm, dimensi tinggi bahu posisi duduk untuk tinggi sandaran kursi kerja adalah 60 cm, dimensi lebar bahu untuk lebar sandaran kursi kerja adalah 48 cm, dimensi tinggi siku duduk untuk tinggi penyangga tangan adalah 24 cm. Usulan perbaikan kursi kerja berdasarkan hasil pengamatan kursi kerja sebelumnya adalah adanya sandaran punggung, bantalan leher, penyangga tangan, serta pemakaian bahan tambahan seperti busa supaya lebih lunak yang itu semua dibuat untuk mengurangi resiko keluhan-keluhan fisik pada operator pada saat melakukan pekerjaan penjahitan airbag. Kata kunci: Kursi kerja, nordic body map, antropometri, Catia V5R19
USULAN PERANCANGAN KABIN MASINIS KRL COMMUTER LINE YANG ERGONOMIS MENGGUNAKAN MODEL VIRTUAL ENVIROMENT Djodi Erlangga; Nurfajriah Nurfajriah
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 4, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.558 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2019.4.2.4

Abstract

Ketidakergonomisan ruang kemudi Kereta Rel Listrik (KRL) dapat menyebabkan seorang masinis terkena Work Related Musculoskeletal Disorder (WMSDs) yang berdampak pada berkurangnya kemampuan konsentrasi saat mengoperasikan KRL yang cenderung statis. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk memberikan usulan desain ruangan kemudi terbaik, baik dari ukuran kursi dan kabin serta penempatan instrumen pengontrol dan layar pemantau yang dapat mengakomodasi postur kerja masinis agar terhindar dari WMSDs. Penelitian dilakukan dengan menganalisis risiko postur pengemudi dengan metode Quick Exposure Check (QEC) dan nilai Rapid Upper Limb Assessment (RULA) melalui pengujian Virtual Environment terhadap desain aktual dan desain usulan menggunakan konfigurasi Virtual Human Modelling dari data antropometri masinis yang telah diperoleh. Hasil yang terbaik merupakan desain yang memberikan nilai RULA terendah. Kata kunci: Ergonomi, antropometri, quick exposure check, rapid upper limb assessment, model virtual environment
Analisa Biomekanika Pada Aktivitas Penyetrikaan Studi Kasus Nafri Laundry Yogyakarta Farid Ma'ruf; Okka Adiyanto; Hana Fitri Triesnaningrum
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.471 KB)

Abstract

Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar yang berasal dari hampir seluruh kota yang ada di Indonesia memberikan dampak positif bagi warga Yogyakarta sendiri. Salah satunya adalah semakin berkembanganya unit-unit usaha yang beradadi kota Yogyakarta, seperti rumah makan, rumah kos, laundry, dan lain-lain. Pada saat ini, Laundry merupakan salah satu unit usaha yang berkembang pesat di kota Yogyakarta. Salah satu pekerjaan pada usaha laundry adalah menyeterika. Menyeterika pada usaha laundry merupakan kegiatan pokok yang harus ada dan tidak memerlukan mobilitas tinggi. Pada Laundry Nafiri, kegiatan menyerterika dilakukan dengan posisi kerja yang tidak nyaman karena tinggi kursi dan meja tidak sesuai dengan postur tubuh operator seterika. Adanya kondisi tersebut, diperlukanlah perbaikan posisi kerja untuk mengurangi resiko cidera yang akan muncul dan dialami oleh operator. Analisis posisi kerja ini dilaksanakan menggunakan pendekatan dengan metode perancangan kerja dan biomekanika. Kedua metode tersebut merupakan metode yang saling berkaitan satu dengan yang lain karena analisis perancangan kerja dapat dilakukan setelah dilakukan analisis biomekanika yag diambil dari posisi kerja operator. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa tata letak dan posisi dalam bekerja dapat mempengaruhi performansi operator serta perlu perbaikan sehingga dapat mengurangi resiko cidera yang dialami operator pada saat bekerja.
Human Reliability Assessment menggunakan Modifikasi Metode SHERPA dan HEART (Studi pada Pekerjaan Pengelasan Conveyor Chute Di Area Coal Handling PT. X) Ragil Ismi Hartanti
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.279 KB)

Abstract

Kecelakaan kerja menurut Heinrich 80% disebabkan kerena unsafe action atau human error. Human error dapat dicegah dengan menganalisinya dengan cara mengukur keandalan manusia melalui pendekatan Human Reliabiility Assessment (HRA). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada 9 responden di PT. X. Data diperoleh dengan cara brainstorming, wawancara dan observasi. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan modifikasi metode SHERPA dan HEART. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 8 task dan 80 sub task yang teridentifikasi, 54 possible human error dapat dipredikasi dengan 72% error mode kategori A9, nilai Human Error Probability (HEP) terbesar dimiliki oleh sub task melakukan pengelasan dari dalam conveyor chute dengan HEP 0,9934, nilai keandalan total (Rm) tertinggi terdapat pada task identifikasi kebocoran, risk level tertinggi yaitu kategori acceptable sebesar 29%. Upaya pencegahan human error disusun berdasarkan EPC, HEP dan risiko yang mungkin terjadi baik secara substitusi, teknis, administrasi dan APD.
Implementasi Metode Brainstorming dan Pendekatan Anthropometri dalam Perancangan Meja Quality Control untuk Skala Laboratorium Lilia Trisyathia Quentara
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.333 KB)

Abstract

Meja quality control (QC) merupakan salah satu fasilitas yang diperlukan dalam memeriksa kualitas sebuah produk sesuai dengan parameter dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pada umumnya meja QC selain digunakan sebagai meja kerja juga berfungsi dalam memonitoring hasil proses produksi secara berkesinambungan. Laboratorium Rekayasa Manufaktur STITEKNAS Jambi membutuhkan meja QC tersebut untuk membantu kegiatan praktikum pada mata kuliah yang terkait dengan rumpun sistem manufaktur sehingga mahasiswa dapat lebih memahami peran, tugas dan tanggung jawab menjadi seorang QC. Penelitian ini merupakan kombinasi kuantitatif dan kualitatif, yaitudengan data kuantitatif berupa data anthropometri dari mahasiswa Teknik Industri dan data kualitatif berupa wawancara dan diskusi dengan responden. Perancangan meja QC menggunakan metode brainstorming dan anthropometri bertujuan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna laboratorium, yaitu mahasiswa. Dari pengolahan data anthropometri didapatkan hasil persentil yang digunakan untuk ukuran meja, sedangkan dengan brainstorming diperolehhasil kesimpulan secara bertahap dari ide-ide responden mengenai desain dan material yang akan digunakan untuk membuat meja QC.
Prevention of Musculoskeletal Injuries Amongs Manufacturing Operators Using REBA and Nordic Body Map to Develop Karakuri-based Tools Triarti Saraswati
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.358 KB)

Abstract

In Indonesia, human labors are the most workers in manufacturing industries, they have low level of education and skills, easy to replace with low wages. Their welfare mostly ignored by management eventhough complaints of pain and body discomfort released to supervisors. This research was conducted in order to analyze body postures among manufacturing workers with purpose to minimize health impact to the workers. Research started with literature studies, data gathering using Nordic musculoskeletal questionnaire and REBA then processed using Excell and then analized to find solution for this problem. This research was conducted in several different manufacturing industies, such as packaging department in shoes manufacturing, automotive, sorting and inspection in paper industry and assembly department in electrical panel industry; since all of these industries still rely on human workers in one or more department(s) within the manufacturing plant. Complaints and discomfort of these workers were measured using Nordic musculoskeletal questionnaire and REBA was used to analize their posture and scored to assess the safety of the postures. Complaint on their back, waist, hand and feet are common in the assembly panel workers while similar complaints also reported by workers in sorting and inspection in the paper industry. REBA findings suggest that workers postures should be immediately improved to minimize harm and prevent injury for workers. But, some posture still poses risk then should be improved using support tools, such as adjustable table to assist worker in doing their task. Ergonomics evaluation also needed to ensure the health risk was minimized with the new way of doing their tasks.
The Usefulness of Neurobehavioral Task as Driver’s Fatigue Detection Technology Herman Rahadian Soetisna; Ida Ayu Putu Mahadewi; Annas Fatkhurrohman; Gradiyan Budi Pratama; Hardianto Iridiastadi
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 1 (2020): MARET 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.563 KB)

Abstract

Fatigue is a significant contributor to motor-vehicle accidents and fatalities. The purpose of this study was to evaluate the use of neurobehavioral task (i.e. Psychomotor Vigilance Task (PVT) and Stroop Test) as fatigue detection technology of motor-vehicle drivers. Twelve male participants (M ± SD; 35.58 ± 3.58 years) were asked to drive 6-hour long into 2 trip (Bandung – Bekasi and Bekasi – Bandung). Results showed that neurobehavioral task may be useful to detect the fatigue of motor vehicle’s driver, specifically using this three parameters, i.e. PVT-M, #L, and RTCA. Mental fatigue score from SOFI had a significant correlation with those parameters. Regular check for drivers (i.e. before, during, and after the duty) using neurobehavioral task may improve the impact of FRMS implementation in Indonesia. Furthermore, PVT, as the gold standard of application using this approach, may be replaced by a shorter test, such as Stroop Test.
Optimasi Logistik dan Faktor Keselamatan untuk Operasi Angkutan Barang berbasis Sepeda Motor: Kajian Pustaka Muchammad Arya Zamal; Gradiyan Budi Pratama
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 6, No 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyediakan kajian pustaka yang sistematis dan terkini terhadap kajian optimasi logistik dengan faktor keselamatan untuk operasi angkutan barang berbasis sepeda motor. Motivasi pelaksanaan kajian pustaka didasarkan pada pertumbuhan permintaan yang pesat terhadap pengiriman barang dalam kota dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan peningkatan suplai layanan jasa pengiriman menggunakan sepeda motor. Untuk mendapatkan gambaran penelitian terkini terkait optimasi operasi logistik dan faktor keselamatan pada proses pengiriman barang menggunakan sepeda motor, dilakukan kajian pustaka menggunakan pendekatan PRISMA. Terdapat 54 makalah yang merupakan hasil penyaringan yang bersumber dari dua basis data, yaitu science direct dan google scholar. Setelah proses inklusi, berdasarkan relevansi dengan topik, yaitu aktivitas logistik menggunakan moda sepeda motor yang mengakomodasi faktor keselamatan, terpilih sebanyak tujuh makalah untuk dideskripsikan dan disintesis temuan dan rekomendasinya. Hasil dari kajian pustaka memperlihatkan corak penelitian operasi logistik dan faktor keselamatan berbasis sepeda motor adalah penelitian yang bersifat mikro dan makro. Penelitian mikro membahas pengukuran serta analisa beban kerja pengemudi dan desain alat bantu pengiriman barang, sedangkan penelitian makro berfokus pada usulan dan implementasi regulasi yang mendorong perusahaan untuk tetap mengoptimasi operasi logistik dengan memperhatikan kondisi fisik, mental, dan lingkungan kerja pengemudi. 
Ergonomics in Mining: An Investigation on Occupational Safety in Indonesian Tin Mining R. Priyoko Prayitnoadi; Glyn Lawson; Brendan Ryan; Setia Hermawati
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of a series of studies on participatory ergonomics (PE) in Indonesian tin mining. It describes an investigation into occupational safety and recommendation on how PE can be implemented. The study was conducted by postal data requests, interviews with participants including local government representatives, a tin company, and small-medium enterprises (SMEs). The study shows that support from OSH authorities is needed in order to strengthen workers’ knowledge in ergonomics and good safety practices and to allow them to implement ergonomics through training and the participatory approach. The results of this study may contribute to the implementation of PE. As a consequence of improved implementation, tin mining accidents may be reduced.
Hubungan Aktivitas Manual Material Handling Dengan Keluhan Low Back Pain Pada Pekerja Bagian Finishing Di Proyek Rusun X Tahun 2019 Tuffahati Nabilah; Fandita Tonyka Maharani; Afif Amir Amrullah; Arga Buntara
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 5, No 2 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah, baik berupa nyeri lokal maupun nyeri radikuler atau keduanya. LBP merupakan efek umum dari Manual Material Handling (MMH). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara usia, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, lama kerja, dan aktivitas manual material handling dengan keluhan low back pain pada pekerja finishing di Proyek Rusun Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional terhadap 40 pekerja finishing Proyek Rusun TOD Pondok Cina. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% pekerja melakukan aktivitas MMH yang berisiko dan sebanyak 48% pekerja finishing yang mempunyai keluhan LBP. Bedasarkan analisis statistik menggunakan uji chi square, usia (P-value=0,028), IMT (P-value =0,029), lama kerja (P-value=0,010), dan aktivitas MMH (P-value=0,021) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keluhan LBP. Pekerja disarankan tidak mengangkat beban melebihi 25 kg secara manual.