cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI AL-JAWI ILMUAN SPESIALIS AHLI SYARAH KITAB KUNING Ali Muqoddas
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.122 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.186

Abstract

ABSTRAKTulisan ini akan mengkaji karakteristik kitab kuning karangan syekh Nawawi al-Bantani. Tulisan ini juga mencoba untuk membuktikan apakah benar atau tidak bahwa menurut beberapa pakar seperti Martin Van Bruinessen, kitab-kitab karya al-Bantani itu khusus men- syarah/menjelaskan kitab-kitab karya ulama??-ulama?? besar lainnya. Kajian ini menggunakan pendekatan sejarah. Kajian ini  melihat kronologi publikasi karya-karya al-Bantani dan juga melihat isinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa al-Bantani memang benar-benar menggunakan corak syarah dalam menulis kitab-kitabnya. Bahkan semua kitabnya menggunakan karakteristik ini. Ulama Islam asli Jawa ini juga sangat cemerlang dalam men-syarah kitab karya ulama??-ulama?? besar sebelumnya.Kata Kunci: Ulama?? Islam, Nawawi al-Bantani, syarah, Kitab Kuning. ABSTRACTThis writing would study the characteristics of the books (kitab kuning) by syeikh Nawawi al-Bantani. It also try to verify whether it is true or not that based on many experts like Martin Van Bruinessen, the books of al-Bantani are special in paraphrasing (syarh) other Islamic scholars?? books. This study uses the approach of history. It sees the chronology of publication of al-Bantani??s masterpieces and sees their content too. The result shows that al-Bantani indeed used the motive of paraphrase in writing his books. Even all of his books have  this characteristic.  This Javanese Islamic scholar was very brilliant in paraphrasing other great scholars?? books.Keywords: Islamic scholar, Nawawi al-Bantani, paraphrase, Kitab Kuning.
Mobile Learning Berbasis Appypie Sebagai Inovasi Media Pendidikan untuk Digital Natives dalam Perspektif Islam Hayatul Khairul Rahmat
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.377 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v16i1.999

Abstract

Media pada masa Nabi Muhammad SAW dikenal dan diterapkan dalam dakwahnya untuk menyampaikan pesan dakwah dalam bentuk ajaran agama. Penggunaan teknologi pada masa itu dengan masa sekarang tentu saja berbeda bentuk. Karena kenyataannya dapat diketahui bahwa teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan sangat pesat. Hal ini yang mendorong penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan juga mendorong dalam pergeseran metode pembelajaran dari teacher centered kepada metode pembeajaran student centered dengan bantuan teknologi. Hal ini disebabkan generasi pembelajar saat ini adalah generesi digital. Digital natives generation adalah suatu generasi yang lahir pada era digital dan generasi yang tidak dapat dipisahkan dari teknologi. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran berbasis mobile learning. Perangkat yang dapat digunakan dalam membuat media pembelajaran berbasis mobile learning tersebut salah satunya adalah Appypie. Dalam artikel ini akan mendiskusikan konsep mobile learning berbasis mobile learning sebagai suatu inovasi media pendidikan untuk digital natives generation dalam perspektif Islam.
PENDIDIKAN MORAL ANAK PILAR UTAMA DALAM KELUARGA Abdul Rozaq
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.015 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v10i2.180

Abstract

ABSTRAKPendidikan dalam keluarga merupakan pondasi pembentuk watak kepribadian anak. Dalam kehidupan kesehariannya, anak banyak berkumpul dengan keluarga. Segala tingkah laku orang tua terutama orang tuanya akan ditiru oleh anak, sebab anak merupakan peniru yang ulung. Apabila obyek peniruannya jelek, orang tua tidak memberikan kasih sayang yang memadai dan tidak memberikan teladan yang baik, serta jauh dari nuansa agama, maka jangan berharap kedua orang tuanya akan menunai buah hasil yang baik.  Kata-kata Kunci: Pendidikan Moral, Pilar Utama, Keluarga  ABSTRACTFamily is the foundation of education in forming the character of the child's personality. In everyday life, many children gather with family. All parents, especially the behavior of their parents will be imitated by children, because children are accomplished as imitators. If the object of imitation is ugly, parents do not give sufficient affection and do not give a good example, as well as much of the nuances of religion, then they do not expect both parents will get good results.  Keywords: Moral Education, Basic Foundation, Family
PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIORAL MODEL OPERANT CONDIT/ON/N6 Sunan Baedowi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.641 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.218

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah merupakan cerminan dari tabiat siswa, semakin baik pendidikan karaktemya, maka akan semakin baik pula perilaku siswa tersebut. Pendekatan yang bisa dilakukan dalam proses pendidikan karakter oleh para pendidik bisa bermacam-macam. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah behavioral model operant conditioning. Proses aplikasi model operant conditioning ini adalah melalui beberapa strategi, diantaranya yaitu dengan menentukan jadwal penguatan (schedule of reinforcement), pembentukan (shaping), kemudian stimulant aversif, serta modifikasi perilaku (behavior modification). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan pendidikan karakter siswa melalui pendekatan behavioral model operant conditioning. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan behavioral model operant conditioning dapat diterapkan dalam pendidikan karakter siswa dengan menggunakan beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain: penentuan jadwal penguatan (schedule of reinforcement) dengan cara memberikan penguatan positif seperti contoh memberikan penghargaan kepada siswa setiap siswa mengerjakan tugas dengan benar. Kemudian shaping dapat diaplikasikan pada pembentukan sikap berani kepada siswa dengan cara melatihnya secara kontinyu untuk presentasi di depan kelas. Selanjutnya stimulan aversif seperti contoh tidak memberikan nilai apabila siswa tidak mengumpulkan tugas. Strategi modifikasi perilaku (behavior modification) seperti memperketat lingkungan sekolah agar siswa yang sering membolos menjadi tidak bisa membolos lagi.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Behavioral, Operant Conditioning98 I Jurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014ABSTRACTCharacter education in schools is a reflection of the nature of the student, good educational character, it will make good behavior. The approach, could be in the process of character education, can vary. One approach that can be used is a model of operant conditioning behavioral. The application process operant conditioning models are through several strategies, among which the decisive reinforcement schedule, shaping, then stimulant aversive, and modification of behavior. The purpose of this study was to determine how to implement character education through a behavioral approach; operant conditioning models. The approach used in this study is a qualitative approach. While the data collections, which were used, were observation and documentation. The results showed that the model of operant conditioning behavioral approach can be applied in character education by using several strategies that can be done include:determination of reinforcement schedule by providing positive reinforcement as an example of giving awards to students properly . Then shaping can be applied to the formation of bold attitude to students in a way to train continuously for presentation to the class. Furthermore aversive stimuli such examples do not provide value if the student does not collect duties. Behavior modification strategies as tighten the school environment so that students can often become truant again.Keywords: Character Education, Behavioral, Operant Conditioning
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DENGAN PARADIGMA HUMANIS Subaidi Subaidi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.043 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i2.212

Abstract

ABSTRAKSalah satu ajaran Islam adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan, manusia dapat memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah. Pendidikan Islam sebagaimana Yusuf Qardhawi (1980: 39) adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak dan keterampilannya. Karena pendidikan Islam menyiapkan manusia untuk hidup, baik dalam keadaan aman maupun perang, dan menyiapkan untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya. Karenanya, pendidikan merupakan pemanusiaan kembali manusia (humanisasi) yang berorientasi pada bentuknya individu yang mampu memahami realitas dirinya dan masyarakat sekitarnya serta bertujuan untuk menciptakan perubahan sosial secara signifikan dalam kehidupan umat manusia. Salah satu isi dari tujuan pendidikan nasional adalah menghargai realitas kemanusiaan dan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik (manusia). Islam pada masa kejayaannya menjadi pusat kajian berbagai disiplin ilmu, hal ini terbukti dengan bermunculannya para ilmuwan muslim. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu intelektualisme Islam itu mulai redup seiring dengan pemahaman dan budaya taqlid, padahal al-Qur'an banyak memberikan isyarat agar mengkaji semua disiplin ilmu, tidak terbatas ilmu-ilmu agama saja. Hal ini bisa dilihat dari ayat-ayat al-Qur'an yang memerintahkan untuk mengkaji ayat-ayat kauniyah. Dengan demikian pengkajian Islam secara komprehenshif baik ilmu agama maupun umum adalah sebagai Paradigma Pendidikan Islam Humanis atau dengan kata lain memanusiakan manusia sesuai dengan tugas utama manusia sebagai khalifah di muka bumi.Kata kunci : Pendidikan Islam, Paradigma, dan Humanis.2 I Jurnal Tarbawi Vol. II. No. 2. Juli - Desember 2014ABSTRACTOne of the teachings of Islam are oblige to his people to carry out education, because with education, people can get a good lunch and purposeful life. Islamic education as Yusuf Qaradawi (1980: 39) is a fully human education, intellect and heart, spiritual and physical, moral and skills. Because of Islamic education to prepare people to live, either in a safe state and war; and prepare to face the public with all the goodness and wickedness, sweet and bitter. Therefore, education is a human back pemanusiaan (humanization) shape oriented individual who is able to understand the reality itself and the surrounding community and aims to create social change significantly in the life of mankind. One of the contents of the national education goals is to appreciate the reality ofhumanity and the potential that owned learners (human). Islam in its heyday at the center of the study of various disciplines, it is proved by the emergence of Muslim scientists. But as time went on it started to dim Islamic intellectualism as cultural understanding and taqlid, whereas the Koran many signaled that examines all disciplines, not limited only religious sciences. This can be seen from the verses of the Koran were ordered to examine the verses kauniyah. Thus Islam is the comprehensive assessment of both religious and secular sciences is as Islamic Education Paradigm Humanist or in other words humanizing accordance with the main task of man as a vicegerent on earth.Keywords : Islamic education, Paradigm, and Humanist
REVITALISASI DAN OPTIMALISASI MANAJEMEN MADRASAH SEBAGAI PENDIDIKAN ISLAM MENUJU PENDIDIKAN ALTERNATIF Nur Khoiri
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.035 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v11i1.187

Abstract

ABSTRAKPendidikan Islam tidak hanya sekedar proses alih budaya atau alih pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai proses alih nilai. Secara konseptual dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk manusia bertaqwa, yakni manusia yang mampu meraih kesuksesan, baik di dunia dan di akhirat.Guna mewujudkan tujuan tersebut, madrasah yang memiliki; a) Penerapan Manajemen Mutu Terpadu (TQM), b) Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan, c) Pemberdayaan Kelembagaan Pendidikan Madrasah, seharusnya menaruh perhatian setidaknya pada tiga hal, yakni peningkatan kualitas, pengembangan inovasi dan kreativitas, dan membangun jaringan.Kebijakan program untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan meliputi empat aspek; kurikulum, tenaga kependidikan, sarana pendidikan dan kepemimpinan unit pendidikan. Hal-hal tersebut berarti bahwa pengembangan kurikulum berkelanjutan di semua jenjang  dan jenis pendidikan harus ada. Pembinaan profesionalisme dan kesejahteraan guru harus  selalu dipantau dan ditingkatkan. Selain itu, harus dipastikan dilaksanakannya pengadaan dan pemakaian sarana dan prasarana pendidikan. Dengan melaksanakan strategi-strategi di atas, madrasah akan menjadi lembaga pendidikan alternatif bagi masyarakat. Pada gilirannya, madrasah akan menjadi institusi yang mampu membuat tujuan pendidikan Islam menjadi kenyataan.Kata Kunci: manajemen, Madrasah, pendidikan, peningkatan.ABSTRACTIslamic education is not only a transfer of culture or transfer of knowledge but also a transfer of value. Conceptually, it can be said that the aim of Islamic education is to mold pious men, namely the men who could reach success in this world and in the hereafter.In order to make the aim come  true,  madrasah which  has;  a) Implementation  of  Integrated Quality Management in Madrasah, b) Improvement of Quality and Relevance of Education and c) Institutional Empowerment of Madrasah Education, should have concern on at least three domains, namely quality improvement, development of innovation and creativity, and network building.Program policy to improve the quality and relevance of education includes four aspects; curriculum, educational personnel, educational facilities and leadership of education units. Those mean the development of ongoing curriculum should exist at all levels and types of education. Professionalism guidance and the welfare of teachers should always be monitored and be improved. Besides, there has to be the procurement and utilization of educational infrastructure. By doing those strategies, madrasah will be alternative education for people. In turn, it will be the institution which brings the aim of Islamic education into reality.Keywords: management, Madrasah, education, improvement
IMPLEMENTASI DAN PEMBIASAAN KARAKTER KEPEDULIAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN PAI DI MAN YOGYAKARTA II Ariyunita, Noorrela
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v16i1.809

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar MAN Yogyakarta II sebagai tempat penelitian. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PAI, dan siswa MAN Yogyakarta II. Sedangkan obyek penelitiannya adalah penerapan nilai kepedulian lingkungan dalam pembelajaran PAI di MAN Yogyakarta II. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Metode berfikir dalam analisis data penelitian bersifat induktif dengan menghimpun dan menggabugkan kata-kata khusus menjadi kesatuan informasi serta digabungkan dengan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Nilai kepedulian lingkungan akan  masuk pada diri peserta didik dan akan menjadi nilai karakter apabila diajarkan secara terus menerus dan dikerjakan bersama-sama secara serentak dengan semua warga sekolah dan keluarga. Peran PAI dalam penerapan nilai peduli lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap cara berfikir dan cara bersikap siswa di kehidupan sehari-hari diluar maupun didalam lingkungan sekolah. (2) faktor penghambat implementasi nilai kepedulian lingkungan adalah (a) waktu yang relativ singkat, (b) Perbedaan karakter siswa, (c) kurangnya pengawasan diluar sekolah. Sedangkan faktor pendukungnya adalah: (a) visi dan misi madrasah, (b) APeL (Agen Peduli Lingkungan), (c) Reward and Punishment, dan (e) kegiatan ekstrakurikuler.
Kajian teori behavioristik stimulus dan respon dalam meningkatkan minat belajar siswa Dwi Okti Sudarti
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.23 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v16i2.1173

Abstract

Artikel ini menjelaskan teori belajar aliran psikologi behavioristik yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Behavior sendiri merupakan salah satu pendekatan dalam psikologi pendidikan untuk mengatasi perilaku maladaptif menuju ke adaptif. Teori belajar behavioristik ialah teori belajar yang mengutamakan pada perubahan tingkah laku siswa sebagai akibat adanya stimulus dan respon. Belajar ialah serangkaian proses yang bertujuan untuk mengubah perilaku siswa melalui interaksi stimulus dan respon. Belajar merupakan asosiasi peristiwa yang diamati melalui stimulus dan respon. Minat merupakan faktor internal psikologis siswa yang sangat penting peranannya dalam proses belajar mengajar, tujuan dari pembelajaran tidak akan sampai jika siswa memiliki minat yang rendah. Kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran ini dikarnakan pembelajaran guru yang monoton menggunakan strategi ceramah, sehingga kurang adanya timbal balik antara guru dan murid dalam proses belajar mengajar. Dengan ini guru harus dapat memberikan stimulus yang tepat untuk diberikan kepada siswa sehingga terjadilah respon yang diinginkan. Adanya pembelajaran E-learning yang dijadikan stimulus antesenden untuk meningkatkan kemungkinan bahwa suatu respon tertentu akan muncul. Tulisan ini bermaksud menjelaskan stimulus dan respon dalam meningkatkan minat belajar siswa, dengan menggunakan media pembelajaran tambahan milenial yang inovatif, kretaif dan tampil berdasarkan perkembangan zaman menggunakan E-Learning agar siswa paham dan terampil.
Urgensi penanaman karakter islami melalui pendekatan altruisme pada remaja awal: prospek dan tantangan Maisyanah Maisyanah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.493 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v16i2.1174

Abstract

Tujuan pemerintah dalam mencetak generasi berkarakter nampaknya masih jauh dari harapan. Hal itu terlihat dari beberapa fakta di lapangan pada kasus kenakalan remaja (khususnya remaja awal) yang memiliki karakter terlalu berani sehingga menghilangkan rasa kepeduliannya terhadap orang lain, tidak peduli orang lain itu lebih tua secara usia maupun ilmu. Kondisi di atas merupakan tantangan yang cukup berat dan harus segera dicarikan solusinya oleh semua pihak. Oleh sebab itu penulis mengangkat tema tentang urgensi atau pentingnya karakter islami melalui pendekatan altruisme dengan tujuan dapat membantu berbagai pihak sepeti orang tua, guru, dan para praktisi untuk mengaplikasikan pendekatan altruisme sebagai salah satu alternatif dalam menyelesaikan persoalan pada remaja awal. Jenis Penelitian ini adalah Studi pustaka dengn pendekatan kritis. Adapun hasil dari penelitian ini adalah menanamkan karakter islami melalui pendekatan altruisme memang sangat penting untuk diimplemetasikan dalam rangka mencegah terjadinya tindakan menyimpang pada remaja. Dengan berbekal pemahaman yang baik untuk memiliki rasa peduli dan berbuat baik kepada orang lain (altruisme) dapat menciptakan remaja yang selamat dan berkarakter sesuai dengan tujuan agama islam maupun pemerintah.
PENGEMBANGAN MANEJEMEN KURIKULUM PONDOK PESANTREN MODERN ADH-DHUHAA BERBASIS YATIM & DU'AFA naryo Sunaryo Putro
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i1.1109

Abstract

This study aims to describe the implementation of curriculum management development Adh-Dhuhaa Sukoharjo Islamic Boarding School. This study uses qualitative methods with interactive data analysis techniques with data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. Research informants are boarding school caregivers, principals, teachers, guardians of students. The results of the study revealed that the development of Adh-Dhuhaa boarding school curriculum management began with a plan that involved all elements of the pesantren and schools; in the curriculum planning stage all the interests of santri education and its potential were included in the planning. The implementation of curriculum management development went well, although there was an unwritten curriculum that could run because of assistance from the santri organization (OSPA) and the evaluation of curriculum management development followed the official program, the Ministry of Religion and the local curriculum. Keywords: development, curriculum, Islamic boarding school  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pengembangan manajemen kurikulum Pondok Pesantren Adh-Dhuhaa Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data interaktif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Informan penelitian adalah pengasuh pesantren, kepala sekolah, guru, wali santri. Hasil penelitian diketahui bahwa pengembangan manajemen kurikulum pondok pesantren Adh-Dhuhaa diawali dengan perencanaan yang melibatkan semua unsur pesantren dan sekolah, dalam tahapan perencanaan kurikulum semua kepentingan pendidikan santri dan potensinya di masukkan ke dalam perencanaan. Pelaksanaan pengembangan manajemen kurikulum ini berjalan dengan baik, meskipun ada kurikulum yang tak tertulis bisa berjalan karena bantuan dari organisasi santri (OSPA) dan evaluasi pengembangan manajemen kurikulum ini mengikuti program dinas, kemenag dan kurikulum lokal. Kata Kunci: pengembangan, kurikulum, pondok pesantren

Page 9 of 19 | Total Record : 189