cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
NILAI-NILAI BUDAYA SEKOLAH DALAM PEMBINAAN AKTIVITAS KEAGAMAAN SISWA SD NEGERI 9 MENDO BARAT Muhammad Iqbal Arrosyad; Indah Meilia; Mellisa Ananda; Wiwik Wiwik; Rada Rizki
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.579 KB) | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i1.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya sekolah dalam aktivitas keagamaan yang diterapkan di SD Negeri 9 Mendo Barat dalam bimbingan keagamaan, Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan kualitatif dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepada sekolah, guru sekolah dan siswa. Untuk pengumpulan data digunakan metode pengamatan lapangan dan wawancara. Hasil dari peneltian ini adalah: 1) Budaya harian sekolah yang diterapkan di SD Negeri 9 Mendo Barat pada kegiatan keagamaan, 2) untuk mengetahui nilai-nilai budaya yang telah di kembangkan sekolah untuk menemukan pola pendidikan nilai budaya, 3) budaya harian terlaksana dengan baik pada pembiasaan keagamaan siswa SD N 9 Mendo Barat.
Kepemimpinan Kyai dan Perubahan Konsep Pondok Pesantren Pada Pesantren Ta’mirul Islam Surakarta Musta’an Musta’an; Muhammad Dian Rifai Sari
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, menganalisa serta menelaah secara mendalam kepemimpinan kyai untuk melakukan perubahan  pondok pesantren  dengan melihat konsep perubahan pondok pesantren Ta’mirul Islam Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif phenomenology. Pendekatan ini dipilih karena dalam penelitian ini peneliti akan mendiskripsian secara rinci serta mendalam mengenai gambaran kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan. Data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara, observasi kelas dan dokumen.  Sumber dan teknik triangulations digunakan untuk mendapatkan kepercayaan dari data ini. Selanjutnya, Flowchart Model yang diusulkan oleh Miles dan Huberman diterapkan dalam hasil study. Hasil penelitian, maka ditemukan bahwa: (1). Dalam penelitian ini peneliti menemukan konsep kepemimpinan kyai dalam melakukan perubahan di situs pondok pesantren Al-Muayyad dan Ta’mirul Islam Surakarta meliputi beberapa hal yaitu; Pembaharuan visi dan misi, perubahan kurikulum, Perubahan Isi/subtansi, perubahan metode pendidikan, perubahan kelembagaan dan perubahan tenaga pengajar/ustadz dan ustadzah. Temuan formal pada penelitian ini adalah Kyai dalam melakukan perubahan pada model pondok pesantren yang meliputi; changing structure (kelembagaan, kurikulum, subtansi), changing technology (perubahan metode pendidikan, sarana dan prasarana), changing people (visi-misi dan tenaga pendidikan).
Membina Sikap Keagamaan pada Peserta Didik Melalui Pendidikan Agama Islam Heni Mustaghfiroh; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1646

Abstract

Di era zaman yang mulai berkembang, kemajuan teknologipun yang semakin canggih sedangkan ajaran nilai-nilai agama bukan juga mengalami peningkatan, namun mengalami pemerosotan. Nilai-nilai agama bukan saja mencakup ajaran dalam beribadah, bertata krama; sopan santun; bersikap sesuai agama atau berakhlak sholeh juga merupakan bagian dari nillai -nilai agama yang mana akhir-akhir ini kurang diperhatikan. Penanaman nilainilai agama harus sudah mulai diajarkan sejak dini walaupun kita tahu memang banyak faktor yang akan mempengaruhinya. Dengan melakukan penelitian ini dimaksudkan agar mengetahui bagaimana perkembangan ajaran serta nilai-nilai agama khususnya dalam hal perkembangan sikap keagamaan siswa. Penulis dalam menulis peneletian ini menggunakan metode pustaka.
Konsep Multiple Intelligences Perspektif Al-Quran/ Hadis dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Hofur Hofur
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perpsektif al Quran/ Hadis tentang multiple intelligences dan implikasinya terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian library research. Melalui kunjungan  perpustakaan data yang diambil berasal dari buku, seperti: Tafsir Al-Misbah, Tafsir Ath-Thabari, Tafsir Thabrani, Tafsir Ibnu Katsir, Kitab Hadis AlMustadrak dan sumber lainnya yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Sumber data penelitian ini dibagi ke dalam sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) konsep multiple intelligences perspektif al Quran/ Hadis dapat dijumpai masing-masing, kecerdasan linguistik dalam Q.S. Al-Baqarah: 31-33; kecerdasan logis matematis dalam Q.S. Al Ankabut:43;   kecerdasan visual-spasial dalam Q.S. Hud: 37-38; kecerdasan kinestetik dalam Q.S. Al-Maidah: 31; kecerdasan kecerdasan irama-musik dalamhadis riwayat Hakim No. 2125 kitab al-Mustadrak; kecerdasan interpersonaldalam Q.S. Al-Hujarat: 13; kecerdasan intrapersonal dalam Q.S. Ad-Dzariyat: 21;kecerdasan naturalis dalam Q.S. Ali Imran: 190-191; kecerdasan eksistensial dalam Q.S. Ad-Dzariyat: 56. (2) Implikasi multiple intelligences terhadap pembelajaran PAI, Multiple Intelligences sangat diperlukan dalam model pembelajaran dewasa ini. Guru sangat dimudahkan apabila mampu melihatkecerdasan yang dimiliki setiap siswa. Materi disampaikan dengan strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi setiap kecerdasan yang dilmiliki siswa. Melalui strategi tersebut siswa memiliki motivasi tinggi dikarenakan proses pembelajaran lebih variatif. Poin penting disini adanya pengakuan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kemampuan yang dimiliki siswa tanpa pengecualian.
Implementasi Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Prestasi dan Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Islam Pokok Bahasan Ibadah Salat Istiqomah Istiqomah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas IV di SDN 020 Tanjung Selor, Tahun Pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 020 Tanjung Selor. Variabel penelitian ini terdiri atas variabel siswa berupa kemampuan dalam menyelesaikan soal dan variabel guru berupa rencana pembelajaran dan pelaksanaannya di dalam kelas. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan ditetapkan bila minimal terdapat 75% siswa mencapai ketuntasan belajar setelah diterapkan Model Problem Based Learning (PBL). Dari hasil penelitian diperoleh temuan bahwa ada peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas IV SDN 020 Tanjung Selor yang ditunjukkan dengan: (1) rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I adalah 6,74 dan pada siklus II adalah 8,64; (2) ketuntasan belajar siswa pada siklus I siswa 9 siswa atau 45,00% dan yang tidak tuntas sebanyak 11 siswa atau 55,00%; serta (3) ketuntasan belajar klasikal pada siklus I adalah 45,00% dan pada siklus II mencapai 100,00%. Uji kompetensi siklus II lebih baik dibandingkan siklus I dan sudah mencapai indikator ketuntasan. Disamping itu terdapat peningkatan aktivitas siswa baik individu maupun kelompok. Temuan lain menunjukkan bahwa respon siswa terhadap pelaksanaan Model Problem Based Learning (PBL) mencapai 82, 50% menyatakan sangat setuju atau dalam kategori tinggi.
Manajemen Pembelajaran Kitab Kuning Di MTs Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati Salafi Salafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran Kitab kuning di Madrasah Tsanawiyah Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati. Ada tiga hal yang menjadi fokus penelitian ini yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi pembelajaran kitab kuning. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Karena itu, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu display, reduksi, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan model pengembangan manajemen terdiri tiga unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi. Perencanaan di MTs Raudlatul Ulum Guyangan Trangkil Pati dilakukan di setiap awal tahun untuk menyusun program kerja dan kurikulum. Dalam hal ini, Madrasah mendatangkan ahli sebagai konsultan perencanaan program dan kurikulum. Pengorganisasian pembelajaran kitab kuning dilakukan dengan memberikan jam tambahan setiap Sabtu sampai Selasa untuk mengakomodir semua mata pelajaran. Adapun fungsi evaluasi dilakukan dengan penilaian tengah dan akhir semester dalam bentuk ujian tulis, lisan, dan hafalan.
Minat Belajar Siswa Takhassus Tahfidz dan Non Tahfidz Terhadap Mata Pelajaran PAI di SMA Ali Maksum Tutik Dinur Rofiah; Mu’allifah Mu’allifah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar siswa/santri Takhassus Tahfidz dan non tahfidz terhadap mata pelajaran PAI di SMA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar nilai perbedaan minat belajar siswa/santri takhasus tahfidz dan non tahfidz pada mata pelajaran PAI di SMA Ali Maksum. Penelitian ini menggunanakan jenis penelitian analitis komparatif, yaitu membandingkan dua atau lebih kelompok data terdapat perbedaan aspek atau variabel yang telah diteliti dengan menggunakan uji independent t-test dikarenakan variabel dalam penelitian ini adalah 2 variabel bebas dan tidak berkorelasi. Pada penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu Angket, wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Nilai rata-rata minat belajar siswa Takhasus Tahfidz sebesar 109,54 sedangkan rata-rata nilai minat anak non tahfidz sebesar 93,4 dengan besar t hitung sebesar -4.728 karena t hitung lebih besar dari t table dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima disimpulkan bahwa minat belajar anak tahfidz lebih besar dari pada anak non tahfidz dengan nilai beda/ Mean Difference sebesar-16.14286.
Hafalan Al-Qur’an dan Hubungannya dengan Nilai Akademis Siswa Amalia Sholeha; Muhammad Dahlan Rabbanie
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v17i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara hafalan Al-Qur’an dengan nilai akademis siswa kelas tahfidz di MAN 1 Bogor. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode studi kasus, teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket kepada 59 siswa kelas tahfidz sebagai sampel objek penelitian Populasi penelitian sebanyak 70 siswa. Teknik yang digunakan oleh peneliti yaitu random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel hafalan Al Qur’an dan variabel nilai akademis dihitung dengan Pearson Correlation, nilai koefisien korelasi yang diperoleh antara variabel tersebut sebesar 0,531. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0,282 yang berarti 28,2% variabel nilai akademis siswa bisa dijelaskan dari variabel hafalan Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan yang cukup antara variabel hafalan Al-Qur’an dan variabel nilai akademis siswa kelas tahfidz. Artinya semakin baik dalam hafalan Al-Qur’an maka akan membuat nilai akademis siswa semakin baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikanantara hafalan Al-Qur’an dengan nilai akademis siswa kelas tahfidz di MAN1 Bogor. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif denganmenggunakan metode studi kasus, teknik pengumpulan data melaluipenyebaran angket kepada 59 siswa kelas tahfidz sebagai sampel objekpenelitian Populasi penelitian sebanyak 70 siswa. Teknik yang digunakanoleh peneliti yaitu random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel hafalan Al Qur’andan variabel nilai akademis dihitung dengan Pearson Correlation,nilai koefisien korelasi yang diperoleh antara variabel tersebut sebesar0,531. Nilai koefisien determinasi dalam analisis ini diperoleh nilai 0,282yang berarti 28,2% variabel nilai akademis siswa bisa dijelaskan darivariabel hafalan Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakanbahwa terdapat hubungan yang cukup antara variabel hafalan Al-Qur’andan variabel nilai akademis siswa kelas tahfidz. Artinya semakin baik dalamhafalan Al-Qur’an maka akan membuat nilai akademis siswa semakin baik.
Model berpikir sistem dalam pendidikan Islam: studi analisis ayat-ayat Al qur'an Irvan Mustofa Sembiring
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1292

Abstract

ABSTRAKSebahagian kaum muslim cenderung melupakan model-model berpikir sistem atau metode perolehan ilmu sebagaimana telah dijelaskan dalam Alquran, pada gilirannya menganggap bahwa sebahagian model berpikir dalam Alquran seperti tajrîbi (eksperimen) seolah-olah berasal dari Barat, padahal dalam Islam itu sendiri model berpikir tersebut telah ada disebutkan dalam Alquran. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui model-model berpikir sistem dalam Islam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan metode penelusuran referensi (studi literatur). Penelitian ini menginformasikan bahwa model-model berpikir sistem dalam Islam itu ada empat, yaitu: tajrîbi, bayâni, burhâni, ‘irfâni. Adapun konsep-konsep berpikir dalam Alquran ada disebutkan dengan kalimat tadhakkur, tafakkur, tadabbur, dan ta’aqqul. Adapun sistem berpikir kritis dalam Alquran yaitu: Pertama, membuat perkiraan dan penetapan. Kedua, mempelajari secara matang terhadap suatu pembahasan. Ketiga,  tidak melampaui batas. Keempat, berkomitmen terhadap kebenaran yang sebenarnya. Kelima, melakukan pengecekan ulang. Keenam, rendah hati dan taat kepada kebenaran. Ketujuh, menahan diri dari tipu daya. Kedelapan, memperlihatkan kebenaran yang hakiki.ABSTRACTSome Muslims tend to forget the systems thinking models or methods of obtaining knowledge as described in the Koran, in turn assume that some of the thinking models in the Alquran are like tajribi (experiment) as if it came from the West, even though in Islam itself this thinking model has been mentioned in the Alquran. This paper aims to determine systems thinking models in Islam. This research was conducted using a qualitative approach, with the reference search method (literature study). This study informs that there are four models of systems thinking in Islam, namely: tajrîbi, bayâni, burhâni, ‘irfâni. The concepts of thinking in the Koran are mentioned with the sentence tadhakkur, tafakkur, tadabbur, and ta’aqqul.The critical thinking system in the Koran, namely: First, making estimates and decisions. Second, carefully study a discussion. Third, do not go overboard. Fourth, commit to the true truth. Fifth, double-checking. Sixth, be humble and obedient to the truth. Seventh, refrain from trickery. Eighth, showing the essential truth.
Sistem pendidikan pesantren berbasis takhassus An-Nasyri untuk mengembangkan pendidikan karakter siswa Zaki Mubarok
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1445

Abstract

Pondok Pesantren Darul Falah memiliki kegiatan-kegiatan yang bernuansa keagamaan, yang paling terkenal adalah kegiatan riyadhoh puasa dalail khairot. Seakan-akan Pondok Pesantren Darul Falah memiliki jimat yang kiranya perlu diteliti agar segala proses yang diterapkan oleh Podok Pesantren Darul Falah bisa di publikasikan sebagai acuan dan pertimbangan bagi peneliti sendiri secara pribadi dan masyarakat luas pada umumnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah sistem pendidikan pesantren berbasis takhassus an-nasyri dan faktor apa saja yang mendukung dan yang menghambat terhadap keberhasilan pengasuh pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan karakter di pondok pesantren Darul Falah Jekulo Kudus. Oleh karena itu peran pesantren dan juga sistem pendidikannya sangat menentukan bagi terciptanya lulusan yang mempunyai jiwa berkarakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya santri maupun alumni yang sudah tamat dari pendidikan Takhassus di Pondok Pesantren Darul Falah tidak hanya memiliki bekal keilmuan yang matang akan tetapi jiwa karakter seperti cinta tuhan beserta ciptaannya, karakter percaya diri, jiwa kepemimpinan dan toleransi terhadap perbedaan yang melekat pada dirinya.

Page 11 of 19 | Total Record : 189