cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 8 Documents clear
Optimalisasi Peranan LKP dalam Membantu Perekonomian Kaum Wanita melalui Program Pelatihan Menjahit Sonia Simamora; Mayasari Mayasari; Nurhakiki NurHakiki; Apri Wahyuni Sinulingga; Junfannny Pakpahan; Irfan Sahyadi Naibaho
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.49472

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang optimalisasi peranan lembaga kursus dan pelatihan dalam membantu perekonomian kaum wanita melalui program pelatihan menjahit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif di mana subjek dalam penelitian Ibu Dewi, pendiri LKP Modist Bunturaja. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pelatihan keterampilan menjahit di LKP Modist Bunturaja dapat memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan yang berpendidikan rendah dan tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan menjahit dapat memberi peluang untuk membuka usaha mandiri. Keterampilan menjahit yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan keterampilan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan pada gilirannya akan membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor industri kecil dan mengurangi angka pengangguran. Optimizing the Role of LKP in Helping the Women's Economy through Sewing Training ProgramsAbstractThe purpose of this study is to describe the optimization of the role of training and course institutions in helping women's economy through sewing training programs.  This study uses a qualitative approach with a descriptive method where the subject in the research is Ibu Dewi, the founder of LKP Modist Bunturaja.  The results of this study indicate that the sewing skills training program at LKP Modist Bunturaja can provide solutions for the community, especially women who have low education and do not have the knowledge and skills of sewing can provide opportunities to open independent businesses.  Sewing skills are expected to provide knowledge of skills and create quality human resources and in turn will assist the government in developing the small industrial sector and reducing unemployment.
Pentingnya Intervensi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak Rani Trinanda
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.50469

Abstract

AbstrakStunting merupakan masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang kronis, mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang anak, serta anak menjadi lebih pendek dari usianya. Artikel  ini ditulis  menggunakan pendekatan studi pustaka yang dilakukan di internet, berupa pencarian artikel dan jurnal nasional dari berbagai sumber. Artikel  ini  bertujuan untuk mengetahui intervensi spesifik untuk ibu dan anak dengan intervensi sensitif. Intervensi sensitif bertujuan untuk meningkatkan mutu serta memperhatikan gizi dan pelayanan di bidang kesehatan, serta ketersediaan air minum dan sanitasi. Sebagai tenaga PLS, dapat berkolaborasi dengan bidang kesehatan untuk memberdayakan masyarakat, seperti bekerja sama dengan Posyandu dalam melakukan konseling stunting dengan memberi tahu orang tua tentang apa itu stunting dan bagaimana intervensinya didukung oleh berbagai program. The Importance of Parental Intervention in Stunting in ChildrenAbstractStunting is a growth and development problem in children caused by chronic malnutrition, resulting in stunted growth and development of children, and children are shorter than their age. This article was written using a literature study approach conducted on the internet, in the form of searching for articles and national journals from various sources. The purpose of this article is to find out specific interventions for mothers and children with priority interventions, and complementary feeding for pregnant women. Sensitive interventions aim to improve access and quality of nutrition and health services, as well as the availability of drinking water and sanitation. As a PLS worker, you can collaborate with the health sector to empower the community, such as collaborating with Posyandu in conducting stunting counseling by informing parents about what stunting is and how the intervention is supported by various programs. 
Manajemen Pelatihan Porgram Komputer di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Gama Nusantara Kudus Khofiannida Nor Rahma; Fakhrudin Fakhrudin; Yudi Siswanto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.60851

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pelatihan komputer di LKP Gama Nusantara Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, subyek penelitian yaitu 5 orang yang terdiri dari 1 pengelola LKP Gama Nusantara, 1 instruktur pelatihan komputer, dan 3 peserta pelatihan komputer. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik analisis data dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelatihan komputer di LKP Gama Nusantara terkait perencanaan, untuk merencanakan diawali dengan menganalisis kebutuhan peserta, penetapan tujuan pelatihan, penyusunan kurikulum pelatihan, penetapan materi, dan media pembelajaran. Sedangkan pelaksanaan meliputi pembinaan keakraban, identifikasi kebutuhan, penetapan kontak pembelajaran, proses pembelajaran, dan tes akhir peserta pelatihan. Bentuk evaluasi yang diterapkan pada program pelatihan kursus komputer di LKP Gama Nusantara dengan mengadakan tes teori dan praktik.Computer Training Management Program at Gama Nusantara Kudus Courses and Training Institution (LKP) AbstractThis study aims to describe the management of computer training at LKP Gama Nusantara Kudus. This research uses a qualitative approach, the research subjects are 5 people consisting of 1 manager of LKP Gama Nusantara, 1 computer training instructor, and 3 computer training participants. Data collection techniques used through observation, interviews, and documentation. For the validity of the data using technique triangulation and source triangulation. Data analysis techniques with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the management of computer training at LKP Gama Nusantara is related to planning, planning begins with analyzing the needs of the participants, setting training objectives, preparing training curricula, determining materials and learning media. While the implementation includes building familiarity, identifying needs, determining learning contacts, learning processes, and final tests of trainees. The form of evaluation applied to the computer course training program at LKP Gama Nusantara is by holding theoretical and practical tests.
Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini di Sekolah Minggu Theresia Anggraeni Purwandari; Liliek Desmawati; All Fine Loretha
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.64363

Abstract

AbstrakRasa percaya diri anak usia dini di sekolah minggu sangat kurang, anak merasa takut, malu, tidak berani, ingin bersama orang tua di dalam gereja dan memilih bermain di luar gereja. Rasa percaya diri menjadi modal dasar yang sangat penting bagi anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini di sekolah minggu. Metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang tua dan 2 guru sekolah minggu. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Miles Huberman meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan, orang tua berperan menumbuhkan rasa percaya diri anak di sekolah minggu dengan memenuhi ke-6 indikator percaya diri yaitu menyadari akan kelebihan anak, memberikan perhatian, tidak memaksakan anak, tidak membandingkan, memahami diri anak, menentukan pilihan, berkomunikasi, memahami karakter, menjadi pendengar yang baik, memberikan pujian, memberikan kenyamanan, memupuk keterampilan sosial, mengajarkan kemampuan bertahan dan menghadapi masalah. Simpulan dari penelitian ini yaitu orang tua berperan dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini di mengikuti sekolah minggu. Saran yaitu orang tua semakin percaya dan sadar sekolah minggu baik untuk iman anak.The Role of Parents in Growing Self-Confidence in Early Childhood in Sunday SchoolAbstractThe self-confidence of early childhood in Sunday school is very lacking, children feel afraid, embarrassed, don't dare, want to be with their parents in church and choose to play outside church. Confidence is a basic capital that is very important for children from an early age. This study aims to describe the role of parents in growing self-confidence in early childhood in Sunday school. Qualitative descriptive research method. Data collection techniques using observation techniques, interviews and documentation. The research subjects consisted of 3 parents and 2 Sunday school teachers. This study used Miles Huberman's analysis techniques including data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that parents play a role in growing children's self-confidence in Sunday school by fulfilling the 6 indicators of self-confidence, namely being aware of children's strengths, giving attention, not forcing children, not comparing, understanding children themselves, making choices, communicating, understanding character, being a good listener, giving praise, providing comfort, fostering social skills, teaching coping skills and dealing with problems. The conclusion from this study is that parents play a role in growing the self-confidence of early childhood in attending Sunday school. The suggestion is that parents increasingly believe and are aware that Sunday school is good for their child's faith.
Analisis Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Sukaramai Kecamatan Medan Area Sri Ayu Anggraini; Yusnadi Yusnadi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.65669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pencegahan stunting di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sukaramai Kecamatan Area. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pencegahan stunting di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sukaramai dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, kader posyandu dan masyarakat. Program pencegahan stunting yang dilaksanakan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Sukaramai antara lain: (1) Pemenuhan gizi ibu hamil mencakup; Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pemberian Tablet Tambah Darah (PTTD), (2) Pola asuh terhadap bayi dan balita mencakup; a) Penyuluhan Inisiasi Menyusu Dini (IMD); b) Pemberian ASI eksklusif; c) Memberikan  Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) untuk bayi hingga usia 2 tahun; d) Pemberian imunisasi dasar lengkap; e) Pemantauan pertumbuhan balita, (3) Perbaikan sanitasi dan akses air bersih mencakup; a) Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS); b) Air layak pakai; c) Pengelolaan sampah; d) Bebas polusi udara. Analysis of the Implementation of the Stunting Prevention Program at Posyandu in the working area of the Sukaramai Health Center Medan Area DistrictAbstractThis study aims to analyze the implementation of the stunting prevention program at the Posyandu in the working area of the Sukaramai Health Center Medan Area District. This research was conducted using a descriptive method with a qualitative approach. Collecting data in this study using observation techniques, interviews and documentation. The results showed that the implementation of the stunting prevention program at Posyandu in the working area of the Sukaramai Health Center was carried out by involving health workers from the health center, posyandu cadres and the community. The stunting prevention program implemented at the Posyandu in the working area of the Sukaramai Health Center includes: (1) Fulfillment of nutrition for pregnant women includes; Provision of Supplementary Food (PMT) and Provision of Blood Supplementary Tablets (PTTD), (2) Parenting patterns for infants and toddlers includes; a) Counseling on Early Breastfeeding Initiation (IMD); b) Exclusive breastfeeding; c) Providing complementary food for ASI (MP-ASI) for babies up to 2 years old; d) Provision of complete basic immunization; e) Monitoring the growth of children under five, (3) Improving sanitation and access to clean water includes; a) Implementation of Clean and Healthy Behavior (PHBS); b) Water suitable for use; c) Waste management; d) Free of air pollution.
Manajemen Pembelajaran E-Learning di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Pada Program Kesetaraan Paket C di PKBM GEMA Kota Tasikmalaya) Aronia Rizky Nusantari Devi; Wiwin Herwina; Nastiti Novitasari
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.58712

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara cermat tentang keadaan dan gejala yang terjadi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang didapat dari 6 informan dan data administratif lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan meliputi perumusan tujuan umum dan khusus pembelajaran, menyusun rangkaian dan proses pembelajaran, merencanakan jadwal akademik, menyiapkan sarana dan prasarana, perekrutan warga belajar serta kesiapan pengelola, tutor, dan warga belajar. Pada tahap pengorganisasian meliputi pemilihan SDM, pengorganisasian kelas, kurikulum, dan fasilitas, penyusunan kegiatan pembelajaran e-learning serta prosedur atau langkah-langkah pembelajaran. Pada tahap penggerakan meliputi penggerakan SDM, menentukan metode, materi atau bahan ajar, media, proses interaksi antara pendidik dan peserta didik, stimulus di dalam pembelajaran serta manajemen proses pembelajaran e-learning. Pada tahap pembinaan meliputi kegiatan pengawasan, penyeliaan, dan pemantauan. Pada tahap penilaian meliputi penentuan model penilaian, kriteria penilaian, serta evaluasi pembelajaran e-learning. Pada tahap pengembangan meliputi perbaikan atau modifikasi program pembelajaran e-learning.E-Learning Learning Management During the Covid-19 Pandemic (Study on the Package C Equality Program at PKBM Gema Kota Tasikmalaya)Abstract This study uses a descriptive research method with a qualitative approach that aims to provide a thorough description of the circumstances and symptoms that occur. The data sources used are primary and secondary data obtained from 6 informants and institutional administrative data. The results of the study show that the planning stage includes formulating general and specific learning objectives, compiling learning sequences and processes, planning academic schedules, preparing facilities and infrastructure, recruiting learning residents and preparing managers, tutors and learning residents. Organizing stage includes selecting human resources, organizing classes, curricula and facilities, preparing e-learning learning and learning procedures or steps. The activating stage includes mobilizing human resources, determining methods, materials or teaching materials, media, the process of interaction between educators and students, stimuli in learning and management of e-learning. At the coaching stage includes supervision, supervision, and monitoring activities. Assessment stage includes determining the assessment model, assessment criteria, and e-learning evaluation. development stage includes repairs or modifications to the e-learning learning program.
Model Evaluasi CIPP dalam Mengevaluasi Program Pelatihan Menjahit di LPK Anita Kota Serang Evan Bagaskara; Fasfa Ayu Utami; Hidayatullah Haila
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.62894

Abstract

Lembaga Pelatihan dan Kursus (LPK) Anita Kota Serang adalah lembaga pelatihan yang menyelenggarakan program pelatihan menjahit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi program pelatihan menjahit di LPK Anita Kota Serang agar mengetahui keefektifan dan keefisienan program tersebut. Evaluasi ini menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process and Product) dan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari evaluasi yang telah dilakukan memperoleh hasil bahwa pada evaluasi konteks program pelatihan menjahit di LPK Anita Kota Serang yang dilaksanakan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Evaluasi masukan terdiri dari tutor pelatihan yang kompeten, media pelatihan, kurikulum yang sesuai, serta sarana dan prasarana pelatihan yang memadai. Evaluasi proses terdiri dari proses yang dilakukan tutor dan warga belajar selama pelatihan. Evaluasi produk meliputi dampak yang dihasilkan dari program pelatihan menjahit di LPK Anita Kota Serang yaitu warga belajar mendapatkan ilmu dan keterampilan yang kompeten dalam bidang menjahit. CIPP's Evaluation Model in the Program for Evaluating Sewing Training at LPK Anita, Serang CityAbstractThe Anita Training and Course Institute (LPK) in Serang City is a training institution that organizes sewing training programs. The purpose of this research is to evaluate the sewing training program at LPK Anita Kota Serang in order to find out the effectiveness and efficiency of the program. This evaluation uses the CIPP evaluation model (Context, Input, Process and Product) and this study uses a descriptive research method with a qualitative approach. From the evaluation that has been carried out, the results show that in the context evaluation the sewing training program at LPK Anita, Serang City, was carried out in accordance with the needs of the community. Input evaluation consists of competent training tutors, training media, appropriate curriculum, and adequate training facilities and infrastructure. Process evaluation consists of the processes carried out by tutors and learning residents during training. The product evaluation includes the impact resulting from the sewing training program at LPK Anita, Serang City, namely that residents learn to gain competent knowledge and skills in sewing.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Produksi Batik Ciprat di Desa Gumiwang Kabupaten Banjarnegara Gentur Ciptaningtyas; Liliek Desmawati; Abdul Malik
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v7i1.63049

Abstract

AbstrakJumlah pengangguran di Indonesia masih perlu ditekan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2022) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2022 sebesar 5,97 persen jika dibandingkan dengan bulan Agustus 2021 mengalami penurunan sebesar 0.63 persen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui produksi batik ciprat di Desa Gumiwang Kabupaten Banjarnegara dan pencapaian pemberdayaannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode/teknik. Analisis data menggunakan model analisis Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan proses pemberdayaan sudah dilaksanakan sesuai tahapan-tahapan pemberdayaan yaitu seleksi lokasi, penyadaran, pelaksanaan pemberdayaan yang meliputi perencanaan, penguatan kapasitas dan pelaksanaan pemberdayaan, selanjutnya tahap pemandirian masyarakat. Adapun terdapat pencapaian pemberdayaan diukur dari bidang sosial ekonomi, politik dan psikologis.  Society Empowerment Through Production of Batik Ciprat in Gumiwang Village Banjarnegara Regency AbstractThe number of unployed in indonesia to be controlled, based on data from the Badan Pusat Statistik/BPS (2022) The Open Unemployment Rate (TPT) in August 2022 was 5.97 percent decrease compared to August 2021 which was 0.63 percent. The aim of this study is to describe the process of society empowerment through the production of Batik Ciprat in Gumiwang Village, Banjarnegara Regency and the achievements of its empowerment. The research method used in this study is descriptive qualitative research. Data collection techniques include interviews, observation and documentation. The data validation technique uses source triangulation and method/technique simulation. Data analysis uses the Miles and Huberman analysis model, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the empowerment process had been carried out according to the empowerment stages as follows, location selection, awareness, empowerment implementation which included planning, capacity building and empowerment implementation, then the society self-reliance stage.

Page 1 of 1 | Total Record : 8