cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
DESAIN KURIKULUM KURSUS DAN PELATIHAN KOMPUTER (APLIKASI PERKANTORAN) PADA SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) UNTUK MENINGKATKAN MUTU LULUSAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Nanang Kristanto; Rusman Rusman
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.204 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i2.23657

Abstract

Penelitian ini merupakan studi pendahuluan atas masalah dan keresahan yang muncul pada kursus dan pelatihan komputer pada sanggar kegiatan belajar. Dengan beralih fungsinya SKB menjadi satuan pendidikan maka menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan Non-formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kursus dan pelatihan di SKB serta mencari solusinya. Dalam kegiatan penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode Research and Development (R D). Prosedur pada penelitian mengacu pada perdirjen PAUD dan Dikmas . Dalam penelitian ini ditempuh tiga langkah yaitu 1).studi pendahuluan,2).pengembangan desain,3).validasi. Dari  hasil studi pendahuluan didapat bahwa lulusan kursus dan pelatihan komputer (aplikasi perkantoran) mutu lulusannya rendah, hal tersebut dibuktikan dengan sedikitnya kepemilikan sertifikat kompetensi yang terakreditasi. Data menujukan hanya sebesar1,21% dari total peserta kursus yang mengikuti ujian kompetensi/profesi. Fakta tersebut diperkuat dengan keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri yang rendah. Data nasional menunjukkan bahwa kursus dan pelatihan komputer menempati urutan pertama dengan jumlah terbayak lulusan yang masih menunggu penempatan/mengggur. Belum terakreditasinya sanggar kegiatan belajar serta perubahan alih fungsi SKB menjadi satuan pendidiakan menjadi permasalahan selanjutnya yang mengkibatkan rendahnya mutu lulusan. untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengembangan desain kurikulum kursus dan pelatihan komputer (aplikasi perkantoran) untuk meningkatkan mutu lulusan pada sanggar kegiatan belajar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, selanjutnya pengembangan desain kurikulum Penelitian ini hanya mengembangkan produk berupa desain kurikulum pelatihan secara teoritis saja, tidak sampai pada uji coba empirik. 
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROGRAM REHABILITASI WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL WANITA YOGYAKARTA Donny Dinardo
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.726 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23872

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan : (1)  Pelaksanaan  program rehabilitasi sosial bimbingan, fisik, mental, dan sosial, (2) Peran pekerja sosial dalam program rehabilitasi sosial bimbingan fisik, mental, dan sosial, (3) Faktor pendukung dan penghambat pelayanan rehabilitasi sosial di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah lima pekerja  sosial.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan display data, reduksi data, dan kesimpulan dengan menguji keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian: (1) Program rehabilitasi sosial menggunakan sistem top down approach. Pelaksanaan program tersebut sesuai dengan jadwal kegiatan yang telah direncanakan oleh seksi PRS.  Evaluasi akhir pelayanan rehabilitasi sosial dengan mengikutkan klien Praktik Belajar Kerja (2) Pekerja sosial memiliki peran sebagai motivator, pendamping, mediator, dan perantara. (3) Faktor pendukung pelayanan program rehabilitasi sosial, yaitu keikhlasan pekerja sosial dalam memberikan pelayanan, dan sarana prasarana yang memadai.
OMAH BELAJAR NDESO: UPAYA MENGEMBANGKAN LIFE SKILL ANAK DUSUN JASEM LOR, GUNUNG KIDUL Tri Agis Setiani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.196 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i2.23652

Abstract

‘Omah Belajar Ndeso’ merupakan wadah bagi anak-anak Jasem Lor untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan berbasis potensi lokal dalam memanfaatkan waktu luang mereka. Kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan life skill yang didalamnya meliputi: pojok baca, cooking class, dan pembuatan kerajinan tangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan komunitas belajar yang mandiri dan berdaya saing serta mengurangi dampak negatif tehnologi yaitu penggunaan gadget. Program ini diikuti oleh anak-anak di Dusun Jasem Lor, Pacarejo, Gunungkidul berusia 10-12 tahun, yang berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan meliputi: diskusi, permainan, dan praktek. Hasil kegiatan menunjukkan: 1) Kegiatan life skill di “Omah Belajar Ndeso” melalui 3 tahap: tahap pra pelaksanan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi (monitoring, evaluasi, tindak lanjut dan pendampingan). 2) Hasil dari program ini, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anak-anak Jasem Lor yang ditandai dengan antusias dalam belajar, menurunnya penggunaan gadget, meningkatnya minat baca anak, dan kegiatan positif yang lainnya..
PERANAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI PADA LINGKUNGAN KELUARGA (STUDI KASUS DI DUSUN KUKAP DESA PONCOSARI KECAMATAN SRANDAKAN) Obi Faizal Aziz
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.28 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) peranan orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini, (2) pola asuh orang tua dalam menanamkan disiplin anak usia dini, (3) faktor apa yang menghambat penanaman disiplin anak usia dini pada lingkungan keluarga di Dusun Kukap Desa Poncosari Kecamatan Srandakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Orang tua merupakan kunci utama dalam penerapan kedisiplinan anak sejak usia dini. Orang tua memiliki peranan dalam lingkungan keluarga, dan tidak dapat diberikan di lembaga pendidikan. (2) pola asuh yang digunakan ke enam subyek penelitian dapat dibedakan menjadi tiga pola asuh, yakni pola asuh otoriter, pola asuh permisif dan pola asuh demokratis. (3) Faktor penghambat dalam penanaman disiplin dibagi menjadi faktor internal yakni kurangnya konsistensi orang tua dalam memberikan keteladanan dan karena kesibukan kerja serta faktor eksternal  yakni kurangnya kesepahaman dengan orang tua (mertua).
PENDIDIKAN NILAI HUMANIS DI PONDOK PESANTREN WAHID HASYIM SLEMAN YOGYAKARTA Hanif Choirul Ichsan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.212 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i1.23647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai proses pendidikan nilai humanis di Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian menggunakan analisis data secara kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan:(1)Proses pendidikan nilai humanis dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.(2) Nilai humanis yang ditanamkan terhadap santri yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, tanggung jawab.(3) Faktor penghambat dalam pengasuhan nilai humanis adalah asal mula anak yang belum memperhatikan nilai humanis karena anak hidup di lingkungan yang berbeda.. (4) Cara mengatasi hambatan yang ada di pondok pesantren tersebut adalah pihak pondok pesantren bekerja sama dengan bimbingan konseling.
PENYELENGGARAAN PROGRAM PELATIHAN TATA BUSANA DI BALAI PERLINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL WANITA (BPRSW) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Abdul Rohman Nurfaal
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.275 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i1.23860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan memahami: (1) Perencanaan program pelatihan tata busana di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), (2) Pelaksanaan program pelatihan tata busana BPRSW DIY, (3) Evaluasi program pelatihan tata busana BPRSW DIY. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah penyelenggara program pelatihan tata busana di BPRSW DIY, kepala bagian Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial, pendamping, instruktur, dan peserta pelatihan (klien) yang sudah lama menempuh program pelatihan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama penelitian yaitu peneliti sendiri yang dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data komponensional melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan vetifikasi data. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  perencanaan meliputi penentuan peserta, materi, media, metode, waktu, sarpras, instruktur, dan waktu. Perencanaan melalui kordinasi penyelenggara dan instruktur. (2) Pada pelaksanaannya, instruktur mempunyai peran penting dalam mengolah komponen-komponen lainnya seperti materi, sarana dan prasarana, media, metode, peserta, serta memanfaatkan waktu. Setiap peserta diberikan materi yang berbeda sesuai dengan pencapaiannya, karena adanya sistem buka tutup. (3) Evaluasi dilakukan di dalam kelas yang menggunakan pengamatan langsung terhadap kinerja peserta serta hasilnya dan evaluasi tri wulan membahas semua komponen-komponen pelatihan.  Faktor pendukung program yaitu adanya sumber daya yang saling mendukung seperti pendamping, instruktur, ketersedian sarpras yang mencukupi serta keleluasaan peserta untuk menggunakan sarpras di luar jam belajar. Sedangkan faktor penghambat adanya kualitas sarpras yang berbeda-beda seperti mesin jahit dan bordir, serta kesulitan mencari bahan pendukung yang kompatibel.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DINIYAH DI PONDOK PESANTREN WAHID HASYIM SLEMAN YOGYAKARTA Muhammad Faisal
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.872 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i1.23847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: 1) Bentuk Pelaksanaan Madrasah Diniyah; 2) Kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah; 3)Faktor pendukung dan penghambat Kepemimpinan Kepala Madrasah Diniyah. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif deskriptif. Informan penelitian adalah Kepala Madrasah Diniyah, Ustadz/pengelola Madrasah Diniyah, Pengurus, dan Santri di Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tehnik yang digunahkan dalam analisis data adalah display data, reduksi data dan pengambilan kesimpulan. Trianggulasi yang dilakukan dengan menggunahkan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan nonformal pesantren tingkat dasar dan menengah dengan kurikulum agama islam yang diajarkan melalui Kutubut tsurat. Mempunyai 4 jenjang jenjang pendidikan yaitu I’dadiyah(dasar), ula (awal), wustha(menengah) dan ulya (tinggi). 2) Kepala Madrasah Diniyah cenderung menggunakan kepemimpinan parsitipatif yang lebih mengutamakan musyawarah serta merangkul setiap anggotanya. Komunikasi yang digunakan ada 2 cara yaitu global dan individual. Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Madrasah Diniyah santai tetapi serius dan juga dikenal disiplin. 3) Faktor pendukung: Madrasah Diniyah berada di lingkungan pesantren, adanya kerjasama yang baik antar lembaga, para ustadz berlatar pendidikan yang bagus, tingkat kepercayaaan santri dan pihak lain yang tinggi. Faktor penghambat: gedung merupakan milik yayasan yang digunakan bersama oleh semua lembaga, itu masih adanya rasa pekewuh terhadap santri senior dan terdapat beberapa santri yang juga aktif di lembaga lain
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKBM BERBASIS BUDAYA GUNA MENDUKUNG PELESTARIAN BUDAYA DI PKBM WIRATAMA YOGYAKARTA Noni Felani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.944 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i1.23852

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi pembelajaran  PKBM berbasis budaya dengan cara mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan, faktor pendukung dan faktor penghambat PKBM berbasis budaya guna mendukung pelestarian budaya di PKBM Wiratama Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan  dengan teknik pengamatan atau observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subyek ketua PKBM, pengelola, tutor dan warga belajar. Pembuktian keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Implementasi pembelajaran  pendidikan berbasis budaya di PKBM Wirtama yang terdiri dari;  (a) Persiapan  dalam pembelajaran pendidikan berbasis budaya, merencanakan proses pelaksanaan pembelajaran membatik (b) Pelaksanaan pendidikan berbasis budaya dalam hal ini adalah membatik dimulai dengan cara tutor menyampaikan materi tentang membatik baik secara materi maupun praktik. Tutor menjelaskan tentang materi dan media yang digunakan dalam pembelajaran, serta mendampingi warga belajar dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung. (c) Evaluasi dilaksanakan diakhir pembelajaran pendidikan berbasis budaya dilakukan dengan cara berdiskusi mengenai permasalahan yang sedang dihadapi serta mencari solusi permasalahan. (2) faktor pendukung pelaksanaan pendidikan berbasis budaya di PKBM Wiratama adalah sebagai berikut: kompetensi tutor yang memadai dalam melaksanakan pembelajaran membatik, strategi pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi warga belajar, sarana dan prasana pembelajaran yang sudah tersedia. Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan berbasis budaya di PKBM Wiratama adalah kurangnya dana untuk membeli alat dan bahan keperluan untuk pembelajaran dan cuaca buruk atau hujan.
ANALISIS PEMANFAATAN MODUL SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SUPERVISI PADA DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH Indah Mustika Rini; Cepi Riyana
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.502 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i2.23653

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi supervisi kepala sekolah berdasarkan hasil Uji Kompetensi Kepala Sekolah (UKKS) tahun 2015. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut maka diperlukan berbagai upaya strategis melalui pendidikan dan pelatihan. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) telah menyelenggarakan program diklat calon kepala sekolah sejak tahun 2010. Pelaksanaan diklat tidak terlepas dari keberadaan modul sebagai instrumental input dari sistem pembelajaran. Namun, apakah modul diklat tersebut dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi peserta diklat? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan sejauh mana pemanfaatan modul supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi supervisi pada diklat calon kepala sekolah. Metode pada penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul Supervisi Akademik dikembangkan dengan cara mengkompilasi dan menulis sendiri oleh tim gabungan yaitu unsur akademisi dan praktisi. Teknik layout pada modul menggunakan standar pada umumnya karya tulis ilmiah. Modul digunakan sebagai bahan pembelajaran utama. Master Trainer, sebelum melaksanakan diklat mempersiapkan skenario pembelajaran berupa RBPMD (Rancang Bangun Program Mata Diklat) dan RP (Rencana Pembelajaran) dengan alokasi waktu sebanyak 9 JP (jam pelajaran). Modul digunakan mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan pasca pembelajaran pada tahap in service learning 1 dan on the job learning. Peserta diklat merespon modul terhadap aspek tampilan, substansi isi, keterbacaan, pedagogis, serta kebermanfaatannya. Peserta diklat memanfaatkan modul dalam kegiatan pembelajaran secara individu, kelompok, dan klasikal pada tahap In service learning 1, On the job learning, In service learning 2, dan setelah menjabat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan modul mencakup fasilitator, peserta diklat, suasana dan lingkungan diklat, latar belakang pendidikan, usia serta pengalaman. Kedepannya perlu dilakukan penyempurnaan kualitas keseluruhan modul baik dalam penulisan dan penyajian isi serta cara membelajarkan.
PARTISIPASI LANJUT USIA DALAM POSYANDU LANSIA “WIRA WERDHA” DI RW 14 KELURAHAN WIROGUNAN KECAMATAN MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA Deasy Wiji Wulandari
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.72 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan : (1) Partisipasi lanjut usia dalam posyandu lansia (2) Faktor pendukung dan penghambat lanjut usia dalam berpartisipasi pada kegiatan Posyandu Lansia Wira Werdha. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penentuan subjek penelitian dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah kader, lanjut usia, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Trianggulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data menggunakan sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Partisipasi lanjut usia dalam posyandu  lansia  yaitu partisipasi tenaga, dana dan material. Pada partisipasi tenaga adalah keikutsertaan dalam kehadiran di posyandu lansia, melakukan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan posyandu lansia seperti senam, pemeriksaan kesehatan, dan rekreasi, sedangkan partisipasi dana yaitu keikutsertaan dalam memberikan sumbangan secara sukarela di setiap pertemuan, dan partisipasi material yaitu keikutsertaan dalam bentuk sumbangan yang dipergunakan untuk umum seperti menjenguk orang sakit dan melayat. (2) Faktor pendukung dan penghambat dalam posyandu lansia, faktor pendukung: a) Faktor internal: lanjut usia banyak yang masih aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ini dan adanya keinginan untuk mengetahui kesehatan dan banyak kegiatan positif b) Faktor Eksternal: banyak teman, serta kader-kader juga perhatian dengan lansia, adanya dukungan dari tokoh masyarakat serta kader yang selalu ingin memajukan Posyandu Lansia, teman-temannya yang masih aktif dalam mengikuti kegiatan di posyandu lansia serta pengurus-pengurus di RW maupun RT sangat mendukung dan merespon postif adanya Posyandu Lansia ini, peran dari Puskesmas dalam pelayanan kesehatan dan bantuan dari tokoh masyarakat dalam menyediakan sarana dan prasarana. Faktor penghambat: a) Faktor Internal: Kondisi lansia yang sudah lemah yang terkadang tidak dapat memungkinkan untuk ikuserta dalam Posyandu Lansia dan ada sebagian pihak keluarga yang tidak mendukung lanjut usia untuk ikut serta dalam Posyandu Lansia b) Faktor Eksternal: kondisi cuaca yang kadang tidak menentu seperti ujan dan alat-alat kesehatan di Posyandu Lansia kurang lengkap untuk mengecek kesehatan lanjut usia. 

Page 3 of 15 | Total Record : 148