cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN SOSIAL KLIEN DI LEMBAGA KONSULTASI KESEJAHTERAAN KELUARGA “TERATAI” YOGYAKARTA Muhammad Adam Kurniawan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.284 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i1.23648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan pelayanan terhadap klien yang ada di LK3 Teratai, (2) Peran pekerja sosial dalam pemberdayaan dan perlindungan sosial klien di LK3 Teratai, dan (3) Faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pekerja sosial dalam menjalankan perannya. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Kepala, Pekerja Sosial, dan Klien LK3 Teratai. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data adalah dengan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pelaksanaan pelayanan terhadap klien melalui dua tahap (2) Peran pekerja sosial dalam pemberdayaan, meliputi sebagai pendamping klien sebelum sampai setelah kegiatan pemberdayaan, sebagai fasilitator dari dinas sosial kepada klien, dan sebagai konsultan klien dalam membantu menentukan bantuan. Sedangkan peran pekerja sosial dalam perlindungan sosial, meliputi sebagai pendamping, sebagai pelindung klien dari ancaman yang bisa saja menimpa klien. (3) Faktor pendukung pekerja sosial dalam menjalankan perannya yaitu Komitmen/panggilan hati, dukungan keluarga, dan dukungan mitra lembaga dan dinas terkait. Faktor penghambat yaitu kurang keterbukaan klien dan dana yang terbatas.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN NONFORMAL DI DUSUN SAMAN II, BANGUNHARJO, SEWON, BANTUL Tri Astuti
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.448 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) Partisipasi masyarakat (2) faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan nonformal. Penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian partisipasi masyarakat terdiri dari (1) Motivasi partispasi masyarakat terdiri dari motivasi intrinksik dan motivasi ektrinsik, (2) bentuk-bentuk partisipasi terbagi dalam dua bentuk meliputi: (a) partisipasi fisik yaitu keahlian/ penyampaian ilmu pengetahuan, tempat, tenaga, pendanaan dan (b) partisipasi nonfisik yang terdiri dari pengawasan, motivasi, dan penyampaian ide pemikiran. Faktor penghambat partisipasi masyarakat yaitu (a) faktor malas, (b) faktor pekerjaan, (c) faktor pengurus internal, (d) faktor pengurus dusun, dan (e) faktor dana
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL PADA ANAK KELUARGA PEMULUNG DI DESA WINONG, KECAMATAN BAWANG, KABUPATEN BANJARNEGARA (STUDI KASUS KELUARGA PEMULUNG) Tutik Hidayati
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.299 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i1.23846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang 1) Pola asuh orang tua keluarga pemulung dalam menanamkan nilai moral pada anak. 2) Faktor penghambat dan faktor pendorong orang tua keluarga pemulung dalam menanamkan nilai moral pada anak khususnya keluarga pemulung di Desa Winong Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini meliputi 5 keluarga pemulung yang mempunyai anak umur 0 - 18 tahun di Desa Winong Kecamatan Bawang Kabupaten Banjarnegara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data penelitian ini dengan menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Dari 5 (lima) keluarga pemulung di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, 3 (tiga) keluarga pemulung mengarah pada pola asuh permisif. Sedangkan 2 (dua) keluarga diantaranya menggunakan pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orang tua dengan anaknya, menghargai setiap pendapat anak, memusyawarahkan dengan anak untuk keputusan yang baik. Sedangkan pola asuh permisif ditandai dengan orang tua memberikan kebebasan secara mutlak kepada anak dalam bertindak tanpa ada arahan, orang tua terkesan membiarkan anak tanpa pengawasan untuk anak. 2) Faktor Penghambat : a).  Pengalaman pola asuh orang tua b). Lingkungan tempat tinggal c). Sikap orang tua yang belum sesuai nilai moral. Sedangkan Faktor Pendorong : a) Adanya TPQ di lingkungan tempat tinggal dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang didapatkan di sekolah.
DAMPAK PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP MENJAHIT TERHADAP AKTIVITAS WIRAUSAHA WARGA BELAJAR DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) AR-RUM YOGYAKARTA Anggrita Kumidaninggar
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.006 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i1.23853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit (2) Hasil pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit. (3) Dampak pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit terhadap aktivitas wirausaha warga belajar. (4) Faktor yang mempengaruhi program pendidikan kecakapan hidup menjahit terhadap aktivitas wirausaha warga belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian yaitu pengelola, instruktur menjahit dan warga belajar pendidikan kecakapan hidup menjahit. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian ini diantaranya yaitu : (1) Pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit di LKP AR-RUM (2) Hasil pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup menjahit mencakup peningkatan pengetahuan, hasil produk, kecakapan personal, kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasioanal. (3) Dampak ekonomi program pendidikan kecakapan hidup menjahit yaitu berkurangnya jumlah pengeluaran. Sedangkan dampak sosial yaitu perubahan perilaku, keterampilan, sikap, pengetahuan, status atau perubahan sosial, dan interaksi sosial warga belajar terhadap orang lain dan masyarakat luas. (4) Faktor pendukung yaitu adanya sarana prasarana yang lengkap, instruktur yang berkompeten dan pengalaman, situasi dan lingkungan yang kondusif. Faktor penghambat yaitu usia warga belajar yang berbeda, kemampuan instruktur yang kurang maksimal, dan kemampuan warga belajar yang berbeda, tidak adanya keberanian untuk membuka usaha, dan tidak adanya dana untuk membuka usaha.
IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR KOMUNITAS ADAT TERTINGGAL SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEBIJAKAN PENDIDIKAN KEAKSARAAN Aisyah Khoirunnisaa; Deni Kurniawan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.311 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i2.23654

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan terhadap bagaimana implementasi kurikulum pendidikan keaksaraan dasar komunitas adat tertinggal (KD-KAT) di Kampung Adat Cireundeu, dimana kurikulum yang digunakan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 86 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi berbasis data empirik tentang  implementasi kurikulum pendidikan KD-KAT di Kampung Adat Cireundeu serta implikasinya terhadap kebijakan kurikulum pendidikan keaksaraan. Implementasi kurikulum yang dimaksud meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif melalui metode survei. Survei dilakukan di Kampung Adat Cireundeu Cimahi Jawa Barat. Populasi penelitian ini dilakukan kepada pengelola,tutor, dan warga belajar  KD-KAT  Komunitas Kampung Adat Cireundeu.  Analisis data penelitian menggunakan Uji Chi-Square (χ2). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan implementasi kurikulum pendidikan KD-KAT di Komunitas Adat Kampung Cireundeu serta bagaimana implikasinya terhadap kebijakan pendidikan keaksaaraan dasar secara umum.  
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI DI TK PROGRAM KESEJAHTERAAN KELUARGA SOSROWIJAYAN, KOMPLEK PASAR KEMBANG, YOGYAKARTA Irma Wardhani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.944 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan, komplek Pasar Kembang, 2) mengetahui dampak lingkungan lokalisasi prostitusi dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan, komplek Pasar Kembang, 3) mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan, komplek Pasar Kembang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) Aspek proses pembelajaran pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan, komplek Pasar Kembang mengintegrasikan nilai-nilai pembentuk karakter melalui kegiatan terprogram yang dimulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup, saat istirahat anak tidak diizinkan keluar area sekolah dan sebagian waktu istirahat diisi dengan sholat bersama., (2) Dampak lingkungan lokalisasi prostitusi dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijayan seperti peserta didik yang tinggal di daerah lokalisasi cenderung dalam bertutur kata kurang sopan, ada yang terkadang berani membantah, (3) Faktor pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini di TK PKK Sosrowijaya antara lain: adanya RPPH yang terintegrasi dengan nilai-nilai karakter yang dilakukan dengan metode dan media yang bervariasi sesuai dengan tema/sub tema yang akan diajarkan, adanya peraturan, dukungan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter, serta kesabaran dan keteladan guru. Faktor penghambat pelaksanaan program dari lingkungan sekolah yang kurang memberikan contoh sesuai visi misi dan tujuan sekolah.
EVALUASI PROGRAM KURSUS OFFICE TERPADU DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) BIMANTARA KLATEN Widya Eka Wahyu Lestari
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.326 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v2i1.23649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program kursus office terpadu di LKP Bimantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kebermanfaatan program kursus office terpadu adalah melalui hasil evaluasi reaksi: program kursus ofice terpadu diselenggarakan selaras dengan motivasi, harapan, fasilitas yang diberikan dan kualitas pengajar hanya pada kendala ketersediaan ruangan yang terbatas, evaluasi belajar: terjadi perubahan sikap, pengetahuan dan ketrampilan pada peserta pelatihan, serta pembelajaran mengacu pada kurikulum nasional program, hanya evaluasi perilaku: adanya partisipasi peserta pelatihan yang cukup baik sehingga tercapainya tujuan peserta pelatihan, yang perlu diperhatikan dalam pelaksanannya, yaitu pada jadwal pelaksanaan program dan metode pembelajaran untuk menghilangkan kejenuhan,evaluasi hasil: membekali peserta pelatihan dengan ketrampilan menggunakan microsoft office yang nantinya sebagai bekal di dunia kerja, dan peserta pelatihan lebih percaya diri dan yakin dengan kemampuan mereka miliki (2) faktor pendukung yaitu dalam penyelenggaraan programadanya dukungan sarana prasarana yang memadai, serta pembiayaan dari masing-masing peserta pelatihan dan lembaga
PELAKSANAAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMANFAATAN LIMBAH KAYU DI KUB (KELOMPOK USAHA BERSAMA) “PUSAKA DESA” DLINGO, BANTUL Hesti Setyawati
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.31 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v1i2.23863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pelaksanaan kewirausahaan dalam pemanfaatan limbah kayu di KUB “Pusaka Desa”, (2) dampak Pelaksanaan kewirausahaan dalam pemanfaatan limbah kayu di KUB “Pusaka Desa”.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan kewirausahaan dilakukan dalam tiga tahap yaitu: perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi. (2) faktor pendukung  pelaksanaan kewirausahaan antara lain, adanya semangat dari anggota. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tidak semuanya berinovasi dalam anggota (3) dampak sosial antara lain, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selanjutnya  dampak ekonomi yaitu menambah perekonomian Dusun Pakis 1, dampak pendidikan yaitu masih minimnya tingkat pendidikan sehingga anggota KUB “Pusaka Desa” masih membutuhkan banyak bimbingan.
Peran Agen Perubahan Sebagai Pelaku Pembangunan dalam Pengembangan Kelompok Sosial di Wisata Desa Sidoluhur Syarifuddin Daher, Irawan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.996 KB)

Abstract

Potensi daerah dianggap tidak memiliki nilai ekonomis oleh masyarakat. Upaya penyadaran tentang manfaat potensi daerah sebagai objek wisata oleh agen paerubahan menghadirkan rekasi masyarakat berupa dukungan dan resistensi. Peran agen perubahan sebagai matarantai komunikasi antara dua atau lebih sistem sosial. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Hasil yang ditemukan yaitu bahwa strategi awal dalam merintis desa wisata Sidoluhur menggunakan pendekatan ekonomi. Strategi ekonomi diterapkan dengan tujuan agar kelompok dapat secara mandiri membiaya seluruh kegiatan operasionalnya dari hasil usaha yang dilakukan oleh kelompok. Tujuan akhir agen perubahan adalah menciptakan agen perubahan baru.Kata Kunci: Desa wisata, agen perubahan, pembangunan kelompok sosialRole of Change Agents as Development Actors in the Development of Social Groups in Sidoluhur Village TourismAbstractRegional potential is considered to have no economic value by the community. Awareness efforts about the benefits of regional potential as a tourist object by agents have brought a community reaction in the form of support and resistance. The role of agent of change as a chain of communication between two or more social systems. The method used in this study is a qualitative approach. The results found were that the initial strategy in pioneering the Sidoluhur tourist village used an economic approach. Economic strategies are implemented with the aim that groups can independently finance all operational activities from the results of the efforts made by the group. The ultimate goal of change agents is to create new agents of change.Keywords: Tourism villages, change agents, social group development
Optimalisasi Peran Kaum Millenial di Masyarakat Melalui Pelatihan Kepemimpinan Desa Sidoarum, Godean, D.I Yogyakarta Rizqi Hidayat, Muhammad; Ning Safitri, Tulaihah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.683 KB)

Abstract

Abstrak Peran millenial dalam masyarakat sebagai agent of change terhadap karakter pemuda zaman now sangat memprihatinkan, acuh tak acuh dengan keadaan sekelilingnya , tidak menjunjung tinggi moralitas sebagaimana yang diharapkan bentuk optimalisasi peran kepemimpinan millennial  di lingkungannya. Penelitian ini membahas bagaimana betapa pentingnya peran millennial di masyarakat melalui pelatihan kepemimpinan. Subjek penelitian ini adalah muda-mudi Karang Taruna Desa Sidoarum, Godean D.I Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pelatihan kepemimpinan terhadap karakter millenial untuk berperan dalam masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan model studi kasus. Pengumpulan data berasal dari 15 responden  melalui metode observasi, angket, wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pelatihan kepemimpinan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakter Millenial untuk mengoptimalisasi peran di masyarakat. Kata kunci : Kepemimpinan, Karakter, Kaum Millenial Optimizing the Role of Millennials in the Community Through Leadership Training, Sidoarum Village, Godean, D.I Yogyakarta  Abstract The millennials role in society as an agent of change towards the character of today's youth is very alarming, indifferent to its surroundings, does not uphold morality as it is expected to be a form of optimizing the role of millennial leadership in its environment. This study discusses how important the role of millennials in the community is through leadership training. The subjects of this study were young people from Karang Taruna, Sidoarum Village, Godean D.I Yogyakarta. The purpose of the study was to determine the effect of leadership training on millennials character to play a role in society. This type of research is a qualitative descriptive with a case study model. Data collection came from 15 respondents through observation, questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis techniques with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: Leadership training has a significant influence on Millennials character to optimize roles in society. Keyword: Leadership Character, Role, Youth.

Page 4 of 16 | Total Record : 155