cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Andragogi dan Teori Modal Sosial Untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Kelompok Usaha Mandiri Fitria Azizah, Hanifah; Tohani, Entoh
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.768 KB)

Abstract

ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kontribusi Andragogi, pembelajaran mandiri, dan teori modal sosial dalam hubungan antara belajar orang dewasa dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah kelompok usaha mandiri dan pelaksanaan proses kelompok usaha mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Alat yang digunakan untuk  menggumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data dilakukan dengan cara  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. perspektif dari andragogi, pembelajaran individual, teori modal sosial sebagai kontribusi untuk diskusi pada hubungan antara teori belajar orang dewasa dan sumber daya manusia pada kelompok usaha mandiri. Pada teori andragogi dan modal sosial menawarkan kontribusi untuk mengubah tempat kerja tradisional ke dalam lingkungan belajar yang kondusif, menekankan pentingnya jaringan sosial, kemitraan, kolaborasi, interaksi, dan berbagi pengetahuan. Modal sosial menyediakan jaringan hubungan yang bermakna yang membantu mengintegrasikan ke dalam lingkungan kerja sehari-hari belajar.  Hasil proses pengembangan sumber daya manusia pada kelompok usaha mandiri (KUM)  yang diperoleh  pertama perencanaan mulai dari penyadaran dan pembentukan organisasi. Kedua  pelaksanaan  dan pemanfaatan bahan baku lokal. Ketiga  evaluasi. Keempat pendampingan untuk keberlanjutan inovasi program dan kendala yang dialami minimnya alat produksi yang bersumber dari keterbatasan modal dikarenakan keterbatasan dalam mengoptimalkan fungsi kemitraan. Kata Kunci: Andragogi, Teori Modal Sosial, Kelompok Usaha Mandiri ABSTRACT               This article aims to describe the contribution of Andragogy, independent learning, and social capital theory in the relationship between adult learning and the development of Human Resources (HR) in an independent business group and the implementation of an independent business group process. The method used in this study is descriptive qualitative. The tool used to collect data is observation, interviews and documentation. The data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. perspectives from andragogy, individual learning, social capital theory as contributions to discussion on the relationship between adult learning theory and human resources in independent business groups. On andragogy theory and social capital offer contributions to transform traditional workplaces into conducive learning environments, emphasizing the importance of social networks, partnerships, collaboration, interaction and knowledge sharing. Social capital provides a network of meaningful relationships that help integrate into the daily work environment of learning. The results of the process of developing human resources in the independent business group (KUM) obtained first from the awareness and formation of the organization. Both the implementation and utilization of local raw materials. Third evaluation. The four facilitation for the sustainability of program innovations and the constraints experienced by the lack of production tools stemming from limited capital due to limitations in optimizing partnership functions.Keywords: Andragogy, Social Capital Theory, Independent Business Groups
Gambaran Motivasi Orang Tua Menyekolahkan Anak Pada Keluarga Petani Dijorong Damagadang Tanjung Sani Kabupaten Agam Guchi Erniati, Rheny
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.088 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berhasilnya pendidikan anak pada keluarga petani yang diduga berhubungan dengan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Tujuan penelitian ini adalah mendeksripsikan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak pada keluarga petani secara intrinsik dan ekstrinsik di Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga masyarakat yang bekerja sebagai petani yang ada di Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam sebanyak 130 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan teknik analisis yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya secara intrinsik menunjukan angka tertinggi dan motivasi ekstrinsik juga tinggi.                        Kata Kunci: Gambaran, Motivasi, Orang Tua An Overview of the Motivation of Parents in Sending Children  In Farmer Families Dijorong Damagadang Tanjung Sani, Agam District Abstract This research is motivated by the success of the education of children who were related to the family of the motivation of parents to send their children. The purpose of this study was description motivation of parents in educating children on the family farmers are intrinsically and extrinsically in Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. This research is descriptive quantitative research. The population in this study were all residents work as farmers in Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Agam Kecamatan Tanjung Raya as many as 130 people, while the samples in this study were 33 people who were taken using a random sampling technique. Techniques of data collection in this research that uses questionnaires, analysis of the data used is the percentage. These results indicate that the motivation of parents send their children to be intrinsically showed the highest rate and ekstrinsic motivation is also seen high. Keywords :  Motivation, Parents, Picture
Pemberdayaan Lansia pada Program Senam Produktif Dusun Sidoluhur, Kecamatan Godean, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Adu, Margarita
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.71 KB)

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih awal program senam lansia dalam pelayanan dan pembinaan  kesehatan lansia di Godean Daerah Istimewa Yogyakarta.  Penelitian deskriptif dengan  pendekatan kualitatif. Informan penelitian ini adalah  Pak Duku, ketua Rt,  para lansia dan keluarga lansia. Instrument penelitian ini adalah  peneliti sendiri. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan  Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi lapangan menunjukkan para lansia aktif dengan perubahan ekonomi, sosial dan budaya. Dampak yang timbul lansia aktif dalam perubahan  namun berdampak pada kesehatan. Hasil temuan menunjukkan kerjasama antar kelompok lansia, masyarakat dalam  pemberdayaan lansia pada program senam  lansia. Namun nampaknya belum maksimal dalam  pelayanan dan pendampingan sebab perubahan budaya lansia menjadi kurang mendapat dukungan . Hasil dari penelitian ini untuk memberdayakan lansia dengan program senam untuk lebih produktif dan mandiri, dukungan keluarga, dukungan emosional, dan dukungan jaringan.Kata Kunci: Pemberdayaan  lansia, senam, produktif, dukungan. Elderly Empowerment in the Sidoluhur Hamlet Productive Gymnastics Program, Godean Subdistrict, Yogyakarta Special Province Margarita AduDepartment of  Non-formal Education, Yogyakarta State UniversityIthaadoe6@gmail.com AbstractThe purpose of this study was to find out earlier the elderly gymnastics program in the service and health development of the elderly in Godean Special Region of Yogyakarta. Descriptive research with a qualitative approach. The informants of this study were Pak Duku, chairman of the Rt, the elderly and the elderly family. The research instrument is the researcher himself. Technique of checking the validity of data by source triangulation. The data analysis technique uses the Miles and Huberman models, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of field observations show that the elderly are active with economic, social and cultural changes. Impact arising from the elderly is active in change but has an impact on health. The findings indicate collaboration between groups of the elderly, the community in empowering the elderly in elderly gymnastics programs. However, it seems that it has not been maximal in service and assistance because the change in the culture of the elderly has become less supportive. The results of this study are to empower the elderly with more productive and independent gymnastic programs, family support, emotional support, and network support.Keywords: Empowerment of the elderly, gymnastics, productive, support
Partisipasi Pemuda dalam Pengembangan Rintisan Destinasi Wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman Dwi Sanjaya, Rahmat; Prasetyo, Iis
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.12 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penyebab kurangnya partisipasi pemuda serta upaya guna meningkatkannya dalam pengelolaan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur. Partisipasi menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah program pengembangan di masyarakat. Minimnya partisipasi masyarakat khususnya pemuda dalam pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur menyebabkan proses pengembangan berjalan kurang optimal. Hasil temuan dari artikel ini berasal dari informasi dan data yang dikumpulkan peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Focus Grup Discussion (FGD). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dikonstruksikan menjadi kesimpulan-kesimpulan yang merupakan temuan dalam penelitian ini. Dalam artikel ini, dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi kurangnya partisipasi pemuda serta upaya-upaya yang telah dilakukan pengelola guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam pengelolaan pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur.
Pemanfaatan Sumber Energy Setempat Guna Pengadaan PLTA (Micro-Hydro) Berbasis Partisipasi Masyarakat Kurrota ‘Ainin, Hikmah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.589 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan desa Sidoluhur dan merumuskan model pengembangan desa wisata yang mengedepankan partisipasi masyarakat lokal. Penelitian dalam tulisan ini dilakukan di desa Sidoluhur Kecamatan Godean, Sleman, DIY. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengembangan desa Sidoluhur yang melibatkan masyarakat lokal dalam setiap proses namun hanya antusias dalam tataran perencanaan. Disini peran pemerintah dibutuhkan, bila mengacu pada pendekatan tata kelola pemerintah yang bersih dan berkelanjutan peran pemerintah diharapkan menjadi fasilitator dengan memberikan peran dan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat lokal. Diperlukan kemauan politik pemerintah untuk mengurangi perannya dalam pengembangan desa wisata dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi.Kata Kunci: Pengembangan, Partisipasi, Mayarakat. Utilization Of Local Energy Sources For PLTA Procurement (Micro-Hydro) Based On Community Participation Abstract               This study aims to examine the involvement of local communities in the development of Sidoluhur village and formulate a model of tourism village development that prioritizes local community participation. The research in this paper was conducted in Sidoluhur village, Godean sub-district, Sleman, DIY. Data collection is done by literature study, in-depth interviews and non-participant observation. The analytical method used is descriptive analysis. This paper shows that the development of Sidoluhur village involves local communities in every process but is only enthusiastic at the planning level. Here the role of the government is needed, when referring to a clean and sustainable approach to governance, the role of the government is expected to be a facilitator by providing greater roles and benefits to local communities. The government's political will is needed to reduce its role in developing tourism villages by opening up space for people to participate. Keywords: Development, Participation, Community
Kolaborasi Pendidikan Nonformal, Informal, dan Formal dalam Pendidikan Pemuda di Daerah Istimewa Yogyakarta Julianto, Alfin
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.679 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kolaborasi tiga jenis pendidikan (formal, informal, dan nonformal) pada program pendidikan kepemudaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data diperoleh dari proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu: Pertama, pendekatan kolaborasi antara komunitas pemuda desa, orang tua, sekolah formal, dan masyarakat untuk mendukung serta berpartisipasi dalam membentuk lingkungan belajar yang dapat mendidik para pemuda di Dusun Munengan Desa Sidoluhur. Kedua, kolaborasi tiga jenis pendidikan dapat mewujudkan situasi  informal learning di Dusun Munengan Desa Sidoluhur melalui organisasi kepemudaan yaitu karang taruna dan remaja islam masjid. Ketiga, kegiatan kepemudaan yang ada di Dusun Munengan Desa Sidoluhur memiliki manfaat yang baik bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan berorganisasi dan berpartisipasi aktif di masyarakat yang sifatnya nonformal dan informal, serta memberikan wadah bagi pemuda untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif.Kata Kunci: Pendidikan kepemudaan, Gerakan Kolaborasi, Komunitas. Collaboration on Non-formal, Informal and Formal Education in Youth Education in the Special Region of Yogyakarta AbstractThis study discusses the collaboration process of three types of education (formal, informal, and informal) in the youth education program. This research uses descriptive qualitative type. Sources of data obtained from the process of interviews, observation, and documentation. This study uses a descriptive qualitative approach. Sources of data obtained from the process of interviews, observation, and documentation. Data collection techniques used are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study are: First, a collaborative approach between the village youth community, parents, formal schools, and communities to support and participate in forming a learning environment that can educate young people in Munengan Hamlet, Sidoluhur Village. Second, the collaboration of three types of education can create an informal learning situation in Munengan Hamlet, Sidoluhur Village through youth organizations, namely youth clubs and Muslim youth mosques. Third, youth activities in Munengan Hamlet, Sidoluhur Village have good benefits for young people to develop the abilities to organize and participate actively in non-formal and informal communities, and provide a place for young people to carry out productive activities.Keywords: Youth Education, Collaborative Movement, Community.
Pusat Informasi dan Konseling Remaja: Upaya Perwujudan Pendidikan Nonformal Akhmad Rofiq
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.235 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27026

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Forum Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) sebagai perwujudan pendidikan nonformal di masyarakat. Berkaca pada maraknya perilaku menyimpang di masa remaja saat ini, berbagai kegiatan yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk remaja, Forum PIK Remaja memberikan kesempatan bagi remaja untuk memperoleh pengetahuan, kemampuan dan bekal guna menghadapi tantangan kehidupan saat ini. Forum ini memberikan keleluasaan bagi para remaja untuk dapat belajar mengenai penyalahgunaan Napza, Seksualitas, HIV dan Aids serta Life Skill untuk mencapai tujuan program generasi berencana. Kegiatan yang dilaksanakan menjadi pendidikan alternatif bagi kalangan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Oleh karena itu PIK Remaja dapat menjadi pendidikan alternatif para remaja untuk meningkatkan kapasitas remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan saat ini.Kata Kunci: pusat informasi dan konseling remaja, remaja, pendidikan nonformal AbstractThis study aims to determine the role of the Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) as a manifestation of non-formal education in the community. Reflecting on the prevalence of deviant behavior in adolescence at this time, various activities carried out from, by and for adolescents, the PIK Remaja Forum provides opportunities for adolescents to gain knowledge, abilities and provisions to face the challenges of life today. This forum provides flexibility for young people to be able to learn about drug abuse, sexuality, HIV and AIDS and Life Skills to achieve the goals of the generation planning program. The activities carried out become alternative education for young people. The method used in this study is a qualitative research method. Therefore PIK Remaja can be an alternative education for adolescents to increase the capacity of adolescents in facing life's challenges today.Keywords: pusat informasi dan konseling remaja, adolescent, nonformal education
PENDAMPINGAN SOSIAL BAGI LANJUT USIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DI DESA SIDOLUHUR Rudi Hermawan
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.023 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.26028

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pendampingan sosial bagi orang yang lanjut usia di Desa Sidoluhur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Sidoluhur yang memiliki orang yang lanjut usia di lingkungan keluarganya dan lansia yang aktif mengikuti kegiatan-kegiatan. Tempat penelitian ini di Desa Sidoluhur. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan sosial lanjut usia di Desa Sidoluhur yaitu pendampingan lanjut usia pada aspek sosial, kesehatan, ekonomi, dan spiritual. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat yang terdapat dalam proses pendampingan sosial lanjut usia yaitu saling menghormati dan menghargai; saling menjaga kerukunan; dan menjaga budaya gotong royong. Kata kunci : pendampingan, sosial, lanjut usia   AbstractThis study aims to describe the forms of social assistance for elderly people in Sidoluhur Village. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. The informants in this study were the Sidoluhur Village community who had elderly people in their families and elderly who actively participated in the activities. The place of this research is in the village of Sidoluhur. The technique of collecting data uses observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study are data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that the elderly social assistance program in Sidoluhur Village was mentoring elderly people on social, health, economic, and spiritual aspects. The values of community local wisdom contained in the process of elderly social assistance are mutual respect and respect; maintain harmony; and maintain a mutual cooperation culture. Keywords : mentoring, social, elderly
PENGELOLAAN PROGRAM PERLINDUNGAN ANAK TERPADU BERBASIS MASYARAKAT (PATBM) Ratih Setyawati
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.146 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27278

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Ngalang, untuk mendeskripsikan manfaat program PATBM Desa Ngalang,  dan mendeskripsikan faktor penghambat dalam pelaksanaan program PATBM Desa Ngalang. Penelitian ini adalah  penelitian kualitatif dengan jenis penelitian desktiptif. Subjek penelitian ini adalah ketua PATBM Desa Ngalang, aktivis PATBM Desa Ngalang, dan kelompok sasaran program, yaitu anggota Forum Anak Desa (FAD) Ngalang dan orang tua mereka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pengelolaan program PATBM Desa Ngalang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengimplementasian, monitoring dan evaluasi. Kedua, manfaat dari PATBM Desa Ngalang yaitu adanya peningkatan kesadaran orang tua dalam pemenuhan hak-hak anak dan membantu perkembangan anak. Segi kognitif: anak mampu mengutarakan pendapatnya secara kritis, anak bertambah pengetahuannya tentang hak dan perlindungan anak, dan anak memiliki inisiatif untuk melaporkan. Segi sosial: anak memiliki pergaulan yang positif, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, kepedulian anak terhadap orang lain, dan anak-anak menjadi lebih percaya diri. Segi moral: anak memiliki tata krama terhadap orang lain dan ada perubahan akhlak ke arah yang baik. Ketiga, faktor penghambat pelaksanaan PATBM Desa Ngalang berasal dari faktor internal yaitu sumber daya manusia PATBM Desa Ngalang dan pendanaan yang terbatas. Solusi dari hambatan yang terjadi adalah memanfaatkan media sosial untuk berkoordinasi dan lebih sering bergabung dengan kegiatan yang sudah ada di masyarakat. Kata Kunci: Pengelolaan Program, PATBM, Manfaat, Perlindungan AnakAbstractThe purpose of this research are to describe the management  program of  Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Desa Ngalang, to describe the benefits of  PATBM Desa Ngalang program,  to describe the barrier factors in performing of PATBM Desa Ngalang. The research is a qualitative research with a descriptive research type.The subjects of this research are the leader of PATBM Desa Ngalang, the activist of PATBM Desa Ngalang, and the target group of PATBM Desa Ngalang: the member of Forum Anak Desa (FAD) Ngalang and their parents. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data validity test was done by triangulation data source. The data analysis technicques used were data reduction, a data presentation, and a conclusion. The results of the research show that: First, the management program of the PATBM Desa Ngalang includes planning, organizing, implementation, monitoring and evaluation. Second,  the benefits of the PATBM Desa Ngalang, such as there is an increasing of parents' awareness in fulfilling children's rights and for helping children development. Cognitive aspect : children are able to express their opinions critically, children have increased their knowledge about rights and protection of children, children are able to defend themselves when their rights are violated, and children have initiatives to report. Social aspect: children have positive relationships, children are able to adapt to new environments, children have concern for others, and children become more confident. Morals aspect: children have good manners towards others and there is a change in morals in a good direction. Third, the barrier factors for the implementation of PATBM Desa Ngalang  come from internal, that is human resources of PATBM Desa Ngalang and limited funding. The solution to the obstacles that occurred was utilizing social media to coodinate and to more often join with activities that already exist in the community. Keywords: Management of Program, PATBM, Benefits, Children Protection
KEBUTUHAN PROGRAM EDUWISATA TAMAN BACAAN MASYARAKAT Lusi Febriarti Puspita Sari
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.791 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27279

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui kebutuhan program eduwisata TBM Teras Baca Guyub Rukun dan diperoleh rencana program pendidikan pokdarwis berbasis eduwisata TBM. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pengelola TBM, tutor, masyarakat, dan ahli. Setting dalam penelitian adalah aktivitas TBM. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data didukung oleh triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kebutuhan program eduwisata TBM berupa pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdawis). (2) diperoleh rencana program pendidikan pokdarwis berbasis eduwisata yang terdiri dari (a) input (b) proses (c) output, dan (d) outcome. Oleh karenanya, perlu ada tindakan pemberdayaan TBM dari hasil penelitian yang telah dilakukan terutama program pendidikan pokdarwis berbasis eduwisata.Kata kunci: Kebutuhan, program, eduwisata, TBM AbstractThis research aims to: find out the needs of the program Eduwisata TBM and obtained the Plan education program Pokdarwis based Eduwisata TBM. This research was a descriptive study with a qualitative approach. The subject of this study is the management of TBM, tutors, local community and expert. The Setting in the study is TBM.  Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis uses the Miles and Huberman models, namely the reduction of the data, data presentation, and withdrawal of conclusions. The validity of the data is supported by the source triangulation and method. The results of this research show that: (1) the need of program eduwisata TBM in the form of tourism Conscious Group (Pokdawis). (2) obtained the Plan of Education program Pokdarwis based eduwisata TBM consisting of (a) inputs (b) process includes (c) outputs and  (d) outcomes. Therefore, there needs to be an empowerment of the research results that have been done mainly education programs Pokdarwis based Eduwisata. Keywords: Needs, program, eduwisata, TBM   

Page 5 of 15 | Total Record : 148