cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-'Adl
ISSN : 19794916     EISSN : 26155540     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Al-'Adl merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah IAIN Kendari. Al-'Adl secara spesifik mempublikasikan tulisan ilmiah baik naskah ilmiah maupun hasil penelitian yang berorientasi pada masalah hukum Islam dan pranata sosial serta kajian keislaman lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 290 Documents
STUDI KRITIS TERHADAP PANDANGAN MAHASISWI STAIN KENDARI TENTANG KEWAJIBAN BERJILBAB DALAM TINJAUAN MAQASID AS-SYARI’AH IPandang IPandang
Al-'Adl Vol 7, No 2 (2014): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.638 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v7i2.222

Abstract

AbstrakJilbab menurut syariat Islam wajib dipakai oleh muslimah untuk menutup aurat. Saat ini,jilbab merupakan sebuah trend dengan berbagai modelnya. Oleh karena itu, persoalan inimembutuhkan pencerahan secara akademik tentang standar jilbab yang sesuai dengansyari’at Islam, sehingga muslimah menyadari pentingnya mengenakan busana yang dapatmenutupi auratnya.Pada dasarnya, maqasid al-syari’ah mewajibkan muslimah menutup aurat dengan memakaijilbab adalah merupakan salah satu jalan untuk menghindarkannya dari fitnah, zina danuntuk menyelamatkannya dalam pergaulan terutama dengan lawan jenis agar dia selalumemelihara kesucian dirinya sebagai muslimah yang senantiasa berpegang teguh padaajaran Islam.Kata kunci: jilbab, aurat, maqasid al-syari’ah
KISAH NABI NUH AS MENURUT ALQURAN Muh. Daming K.
Al-'Adl Vol 6, No 1 (2013): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.317 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v6i1.190

Abstract

Nabi Nuh As adalah termasuk orang yang disebut dalam Alquran sebagai hamba Allah yang telah membudaya dalam dirinya sifat syukur. Kondisi masyarakat pada saat itu, meninggalkan ajaran Nabi sebelumnya lalu menjadi syirik, meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan. Fokus kajian dalam tulisan ini yakni apa sebenarnya dakwah Nabi Nuh As dan bagaimana gambaran pembangkangan kaumnya menurut Alquran. Kaum Nuh (terutama pemuka-pemuka, bangsawan dan hartawan) menolak ajarannya, mereka mengejek dan menuduhnya sebagai seornag pendusta, menurutnya Nuh adalah manusia biasa. Pembangkangan yang dilakukan merupakan simbol-simbol kehebatan dan kepongahan diantara mereka, terutama dari kelompok yang merasa mampu mengeksploitasi orang lain, dan memandang hina orang lain. Adapun tujuan yang hendak dicapai adalah karena Alquran membawa kebenaran akan kepastian berlakunya hukum-hukum Allah dalam kehidupan sosial serta pengaruh baik dan buruk dalam kehidupan manusia. kisah-kisah Alquran bersifat pasti tak mungkin disangkal.Kata Kunci : Nabi Nuh, Alquran
Penerapan Hukum Waris pada Masyarakat Kota Kendari (Studi Banding Hukum Adat, Islam, dan Perdata barat) Kamaruddin Kamaruddin
Al-'Adl Vol 1, No 2 (2008): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.774 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v1i2.827

Abstract

This research was conducted in Kendari City, Southeast Sulawesi Province.The purpose of this study is (1) To know and analyze the level of understanding of community law of Kendari city especially the application of the customary law of inheritance, Islam or Western Civil. (2) To find out and analyze the tendencies of Kendari City community to the application of the customary law of adat, Islam and Western Civilization.Data collection from population 200 people doing the application of the customary law of adat, Islam or Western Civilization, using random sampling technique (simple random) then collecting using interview and questionnaire method with frequency analysis method to the respondent.The results showed that the level of understanding of community law Kendari is still very low, both understanding the inheritance law of Adat, Islam, and Western civil law. Then the tendency of the Kendari City community to the application of customary, Muslim, and Western civil waris law is more likely to choose Islamic inheritance law because it is considered as a guidance and religious instruction is believed to give benefit and justice rather than customary law or western civil inheritance law.
Penerapan Al-Amr, Al-Nahy dab Al-Ibahah Sebagai Kaidah Penetapan Hukum Kartini Kartini
Al-'Adl Vol 9, No 1 (2016): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.17 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v9i1.666

Abstract

Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw berupa Alquran dan sunnah, dapat dipahami melalui ilmu ushul fiqhi dan bahasa Arab. Untuk memahami syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw, ulama ushul fiqh mengajukan dua bentuk pendekatan, yaitu melalui kaedah-kaedah kebahasaan dan melalui pendekatan maqashid al-syari’ah. Tujuan pembahasan ini, adalah untuk memahami cara penetapan hukum dari syariat Islam sesuai dengan ibadah yang telah ditetapkan oleh ulama ushul dan ulama fikih dalam memahami nas-nas Alquran dan Sunnah. Adapun kegunaannya adalah, dengan memahami kaedah-kaedah yang berkaitan dengan al-amr, al-nahy dan al-ibahah tersebut, diharapkan dapat lebih mudah mengetahui hukum yang terkandung dalam Alquran, khususnya berkaitan dengan metodologi berfikir. Hasil yang diperoleh akan sesuai dengan ketentuanoperasional, yaitu : wajib, sunat, haram, makruh dan mubah. Al-amr adalah bentuk perintah yang mengandung tuntutan untuk melaksanakan suatu perbuatan. Namun perlu adanya pemahaman jika al-amr tidak diikuti qarinah lain yang dapat mengalihkan kandungannya, maka ia bersifat wajib mutlak. Tetapi jika ada qarinah lain, maka makna hukum menjadi lain. Makna hakiki al-nahy adalah haram. Tetapi bila ada qarinah yang lain, maka maknanya menjadi lain. Al-Ibahah dapat diketahui melalui pemahaman nas-nas syarak.
Efektifitas Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap Pengawasan Pendaftaran Jaminan Fidusia di Kota Kendari Andi Novita Mudriani Djaoe
Al-'Adl Vol 9, No 2 (2016): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.397 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v9i2.682

Abstract

As the times are more advanced, human needs for food and clothing also increased. Even the fulfillment of equipment to support business activities becomes a basic necessity today. One way to satisfy these requirements is to conduct a transaction with a loan secured by the fiduciary models. This study aims to analyze the role of the Financial Services Authority in accordance with the Southeast Sulawesi UU.No.21 Year 2011 on the Financial Services Authority the registration of fiduciary oversight and knowing perfentif efforts undertaken by the Financial Services Authority against registration of fiduciary. This research was conducted in the Office of Financial Services Authority and Southeast Sulawesi Regional Office of the Ministry of Law and Human Rights in Kendari in Southeast Sulawesi. This study uses empirical study of normative law. The method used is the approach of legislation and conceptual approaches. Data obtained in the form of primary data and secondary data was analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that the Financial Services Authority have an important role in the financial sector, but from the point of civil Financial Services Authority can only oversee the fiduciary transactions in which one side is the financing institution. Efforts perfentif to the Financial Services Authority to do in terms of registration of fiduciary guarantee is subject to the regulatory process in a way able to request information or documents contained in the Ministry of Justice and Human Rights on the other hand can terminate the process of filing an application for registration of fiduciary guarantee and sanctions as a last resort.
Menuju Fakultas Syariah yang Unggul, Mandiri dan Trendi Dipersaingan Global Kamaruddin Kamaruddin
Al-'Adl Vol 2, No 2 (2009): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6798.673 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v2i2.864

Abstract

Syari’ah faculty is the including eldest faculty of PTAIN in Indonesia proving a efficacy of him. Because have tested by varying the collegiate of have spread over occupy an important position at the same time give a medial benefit of society. More than anything else enter century which to 21, the tendency of society progressively give chapter and verse, for example, terms appearance of syari’ah which not only Moslem interest to wear that name, but outside just Islam also isn’t it the term namely, the economics of syari’ah, and so on. However, all that, have to be strengthened by a peripheral supporting him, for example strengthening the science (statistic, accountancy of syari’ah and his him), so that does not simply name without giving meaning. He/She can exceed in emulation, and can self-supporting and also can trend in the middle of society if can take care of and prove principles which implied in Moslem law values. So that reinforcement of science become is obliged to ain continue to be corrected.
Zakat Profesi Abdul Muhammad
Al-'Adl Vol 1, No 1 (2008): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.462 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v1i1.750

Abstract

, penghasilan profesi adalah salah satu bentuk harta kekayaan yang dihasilkan dari usaha seseorang, yang tidak jauh berbeda dengan penghasilan lainnya yang diperoleh dari usaha tertentu lainnya seperti usaha pertanian dan perdagangan. Perbedaannya terletak pada sumber penghasilan itu sendiri serta sifat modal yang diinvestasikannya. Kalau usaha pertanian dan perdagangan, misalnya, sumbernya berasal dari hasil tanaman dan barang dagangan dengan modal yang bersifat materiil. Sedangkan penghasilan profesi sumbernya berasal dari jasa dengan modal yang bersifat immateriil berupa kecerdasan dan ketrampilan serta kemampuan pribadi seseorang. Terlepas dari persoalan berbedanya sumber penghasilan tersebut, yang pasti bahwa penghasilan yang diperoleh seseorang dari usahanya itu adalah merupakan harta kekayaan, yang apabila jumlahnya mencapai standar minimum (nishab) wajib zakat, maka wajib hukumnya untuk dikeluarkan zakatnya. Oleh karena itu, dapat ditegaskan bahwa penghasilan profesi  sekalipun sumber usahanya tidak disebutkan di dalam nash-nash syari’at (al-Qur’an dan al-Hadits), namun bila jumlahnya mencapai nishab zakat, hukumnya wajib dikeluarkan zakatnya.Adapun cara perhitungannya, menurut penulis, apabila penghasilan itu diperoleh secara periodik, misalnya perhari seperti dokter atau perbulan seperti gaji pegawai atau anggota legislatif, maka pada saat diperolehnya penghasilan itu kemudian dikeluarkan biaya kebutuhan pribadi dan keluarga serta tanggungan lainnya perhari bagi penghasilan dokter, dan biaya kebutuhan pribadi dan keluarga serta tanggungannya perbulan bagi  penghasilan gaji bulanan; sedangkan sisanya bila mencukupi nilai nishab hasil pertanian (senilai harga beras 653 kg), maka wajib dikeluarkan zakatnya 5%. Akan tetapi bila sisa gaji (gaji bersih) itu tidak mencukupi nishab hasil pertanian, maka diperhitungkan berdasarkan nishab zakat uang dan hasil perdagangan, dengan mengakumulasikannya selama satu tahun qamariyah (hijriyah). Atau dengan kata lain, jika sisa gaji itu setelah ditabung selama satu tahun qamariyah dan jumlahnya mencapai setara harga 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5%, akan tetapi bila tidak mencukupi maka tidak wajib dikeluarkan zakatnya.
NILAI-NILAI HUKUM DALAM UNDANG-UNDANG MURTABAT TUJUH BUTON Mahrudin Mahrudin
Al-'Adl Vol 8, No 2 (2015): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.12 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v8i2.364

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai hukum dalam undang-undang murtabat tujuh Buton.Focus penelitian menelusuri nilai-nilai hukum dalam undang-undang murtabattujuh Buton. Undang-undang ini diyakini dapat membangun Indonesia di bidanghukum. Dengan menggunakan metode studi pustaka berupa kompilasi kajiannaskah warisan Kesultanan Buton, hasil penelitian menujukkan bahwa murtabattujuh telah menjadi dasar hukum pada masa Kesultanan Buton. Hal ini didasarkanpada kandungan dari masing-masing pasal pada undang-undang tersebut, dimanadalam pembahasan masing-masing pasalnya tidak lepas dari nilai-nilai hukum.Ungkapan-ungkapan dalam memperteguh pemerintahan yang termuat dalamnaskah Murtabat Tujuh adalah kekompakan diantara para pejabat kesultanan mulaidari sultan sampai pada jabatan paling rendah. Dalam mengambil keputusan salingmendukung, misalnya sebuah keputusan harus mendapat kasalambi, adolango danbasarapu. Sedangkan dalam kehidupan bermasyarakat harus didasarkan padaperasaan peri kemanusian yang disandarkan pada prinsip Pobinci-binciki Kuli.Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa murtabat tujuh ini dapat dijadikan sebagaimodal di bidang hukum dalam membangun Indonesia.Kata-Kata Kunci: Murtabat Tujuh, hukum , nilai-nilai hukum.
PEMBUKTIAN DENGAN TEKNOLOGI MODERN DAN TEKNOLOGI INFORMASI Ashadi L. Diab
Al-'Adl Vol 7, No 1 (2014): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.767 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v7i1.213

Abstract

ABSTRAKPembuktian adalah upaya para pihak yang berperkara untuk meyakinkan hakimakan kebenaran peristiwa atau kejadian yang diajukan oleh para pihak yang bersengketadengan alat-alat bukti yang telah ditetapkan dan melindungi orang yang tidak bersalah.Oleh karena itu, untuk dapat menyelesaikan suatu perkara yang dibawa ke muka hakimdan agar keputusan hakim benar-benar mewujudkan keadilan, maka hendaklah hakimmengetahui hakikat gugatan/dakwaan dan mengetahui hukum tentang perkara tersebut.Terkait dengan pembuktian yang menggunakan teknologi modern/ teknologi informasi,maka perlu dilakukan sosialisasi secara intensif mengenai peraturan perundang-undanganyang mengatur mengenai aspek-aspek dan kekuatan hukum teknologi modern yang dapatdijadikan alat bukti yang sah, agar terdapat persamaan persepsi, sehingga tidak terdapatkendala dalam penerapannya. Di samping terus mewujudkan usaha untuk menghadirkansuatu perundang-undangan yang khusus dan komprehensif yang dapat mengantisipasiperkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat, khususnya hukum dalam bidangteknologi informasi.Kata Kunsi: Pembutikan, Teknologi, Modern, Informasi
Hukum Wakaf dan Perkembangannya Kamaruddin Kamaruddin
Al-'Adl Vol 2, No 1 (2009): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3003.631 KB) | DOI: 10.31332/aladl.v2i1.850

Abstract

Communal ownership can be interpreted by as a gift/giving of someone to others by a person, with a target get a selfless religious service. When giving a talk on something related/relevant nothing like to exploit what is passed to people, is so that assumed by having ended contractual terms however in the growth of can comprehend by communal ownership not again simply as interpreted religious service narrow; tightly. But have been interpreted as an economic institute derestrict just religious service values, which each; every moment made ready isn’t it to whoever. Thus, he of having started to expand along with the progress of society, for example, a shop which communal ownership. So that all shall no longer be interpreted as narrow; tight something that which comprehended as does select sect.