cover
Contact Name
ERP Wardoyo
Contact Email
jpp@untan.ac.id
Phone
+6281522519199
Journal Mail Official
jpp@untan.ac.id
Editorial Address
Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Universitas Tanjungpura Jalan Daya Nasional Pontianak Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Prospektif
ISSN : 25793713     EISSN : 25795627     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jpp
Jurnal Pembelajaran Prospektif (JPP) is aimed at facilitating scholars, researchers, curriculum developers, educational practitioners, and teachers for publishing the original articles in the form of research paper, theory-based empirical paper, book review, and paper review. The topic areas are covering: Educational Research, Literacy works, Innovative Teaching and Learning Method, Curriculum and Material Development, Assessment, and Best Practice. Jurnal Pembelajaran Prospektif terbit 2 kali dalam setahun, yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024)" : 8 Documents clear
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI PECAHAN DI KELAS VII SMP NEGERI 06 SATAP BATU AMPAR Hidayatullah, Nurul
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91308

Abstract

Kesalahan konsep dalam pembelajaran matematika disebabkan oleh kurangnya pemahaman siswa terhadap konsep dalam matematika. Kesalahan konsep yang terjadi tidak boleh dibiarkan karena akan mengarah pada pembentukan konsep dan generalisasi yang salah, sehingga menghambat pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan konsep yang dialami siswa pada materi pecahan, baik dalam bentuk kesalahan konsep maupun penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian studi kasus. Studi kasus ini dilakukan untuk menganalisis apakah siswa kelas VII SMP Negeri 06 Satap Batu Ampar mengalami kesalahan konsep dalam operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan serta mencari tahu penyebabnya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 06 Satap Batu Ampar, dan penelitian ini dilaksanakan di sekolah tersebut. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik pengukuran dan komunikasi langsung. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, karena peneliti memiliki peran khusus sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, interpretasi data, serta perintis hasil penelitian. Instrumen lain yang digunakan adalah tes esai pada materi pecahan dan wawancara. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil tes yang diberikan kepada siswa, peneliti menemukan tiga bentuk kesalahan konsep yang terjadi pada siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI LOGIKA MATEMATIKA DIKELAS X ATP 2 SMKN 1 SADANIANG Wardah, Wardah
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh (1) kurangnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran; (2) siswa tidak berani mengungkapkan pendapatnya; (3) proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih monoton sehingga membosankan bagi siswa. Berdasarkan tiga hal tersebut, peneliti mencoba menggunakan pembelajaran kooperatif berbasis masalah (Problem Based Learning/PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Analisis data terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan Cooperative Problem Based Learning diperoleh melalui lembar observasi guru. Berdasarkan penelitian observasi oleh pengamat, pada siklus 1 jumlah skor yang diperoleh adalah 46 dengan tingkat penguasaan guru 60,5% yang termasuk dalam kategori cukup. Sementara itu, pada siklus 2, jumlah skor meningkat menjadi 59, dengan tingkat penguasaan guru 78%, yang masuk dalam kategori baik. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar 17,5% dalam penggunaan model pembelajaran Cooperative Problem Based Learning oleh guru antara siklus 1 dan siklus 2. Data peningkatan hasil belajar siswa diperoleh dari tes akhir pembelajaran. Peningkatan ini terlihat dari persentase siswa yang mencapai ketuntasan pada setiap siklus. Pada siklus 1, terdapat 13 siswa yang tuntas dengan persentase 65% dan rata-rata nilai 68. Sedangkan pada siklus 2, semua siswa dinyatakan tuntas dengan persentase 100% dan rata-rata nilai 98. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 30 poin. Secara keseluruhan, pada siklus 2 terjadi peningkatan baik dalam hasil observasi guru maupun hasil belajar siswa dibandingkan dengan siklus 1. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus 2, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan Cooperative Problem Based Learning (PBL) pada materi logika matematika di kelas X ATP 2 SMKN 1 Sadaniang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA ASKALI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MEMPAWAH TIMUR Meiliani, Suci
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91331

Abstract

Pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa jika konsep yang dipelajari disampaikan dalam konteks yang akrab dengan kehidupan sehari-hari mereka. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar adalah dengan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi ajar yang disampaikan, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan alat peraga Askaliakan semakin meningkatkan proses penerimaan siswa terhadap materi pelajaran, sehingga materi tersebut lebih berkesan dan akhirnya membentuk pemahaman yang baik dan sempurna. Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pencapaian tingkat ketuntasan belajar siswa pada siklus 1 masih jauh dari yang diharapkan. Pada siklus ini, persentase ketuntasan belajar hanya mencapai 42% (8 siswa) dari total 19 siswa. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus 2, persentase ketuntasan meningkat menjadi 79% (15 siswa), menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS DALAM MENYUSUN KATA MENJADI SIMPLE SENTENCE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI KELAS VII.A SMP NEGERI 3 BINTAN Ningsih, Meidya
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91332

Abstract

Masalah utama yang diangkat dan diselesaikan melalui penelitian tindakan kelas ini adalah kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas yang masih sulit dipahami oleh siswa, karena belum mencerminkan karakteristik pembelajaran bahasa Inggris yang baik. Khususnya dalam kegiatan belajar menyusun kata menjadi kalimat sederhana dalam bahasa Inggris. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang telah ditetapkan oleh sekolah. Dalam kegiatan pembelajaran, masih ditemukan beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis. Beberapa siswa menulis tanpa menggunakan pola kalimat dan ejaan yang benar dalam bahasa Inggris. Selain itu, ada juga siswa yang menggunakan kata-kata yang tidak sesuai dalam kalimat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis dan observasi. Penelitian ini dilakukan di kelas VII A SMP Negeri 3 Bintan selama tiga bulan, dari Januari hingga Maret 2018. Data penelitian dianalisis dengan metode tindakan kelas, yaitu membandingkan nilai rata-rata sebelum penelitian dengan Siklus 1 dan Siklus 2. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Negeri 3 Bintan, yang berlokasi di Jalan Nusantara km.18 Kijang, dengan subjek penelitian siswa kelas VII A tahun ajaran 2017/2018 semester 2. Jumlah siswa yang terlibat sebanyak 31 siswa, terdiri dari 19 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Selain meningkatkan keaktifan siswa, model pembelajaran Make a Match juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyusun kata menjadi kalimat sederhana. Hal ini terlihat dari peningkatan yang signifikan antara Siklus 1 dan Siklus 2. Sebelum tindakan dilakukan, jumlah siswa yang mencapai skor ketuntasan hanya 54,68%. Setelah tindakan dalam Siklus 1, ketuntasan meningkat menjadi 70,97%, dan pada Siklus 2, ketuntasan naik menjadi 90,32%.
PENGGUNAAN MEDIA MINIATUR KELONG DAN METODE STEAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS 7 SMPN 10 BINTAN Suharyanto, Suharyanto
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91305

Abstract

Miniatur kelong ini terinspirasi oleh banyaknya kelong di daerah Berakit. Setiap akhir pekan, banyak pemancing dari luar Berakit datang untuk bergabung di kelong dan memancing di laut. Pemilik kelong terkadang tidak mempertimbangkan jumlah pemancing yang ingin bergabung. Situasi ini dapat berbahaya bagi penumpang kelong pada malam hari jika kelong menangkap banyak ikan, karena kekuatan kelong memiliki batas. Penulis memiliki ide agar siswa dapat menghitung kekuatan kelong. Untuk itu, penulis menggunakan topik tentang massa jenis. Siswa akan menghitung massa maksimum yang dapat ditampung oleh kelong. Dalam pembelajaran ini, penulis membuat miniatur kelong sebagai media pembelajaran. Miniatur kelong ini dibuat dari sedotan plastik, dan alasnya terbuat dari botol minuman mineral bekas yang volumenya sudah diketahui. Hal ini memudahkan siswa dalam menghitung massa kelong. Metode pembelajaran yang dipilih adalah metode STEAM. Pembelajaran STEAM dengan media miniatur kelong mendorong siswa untuk berkolaborasi dan menerapkan semua komponen yang ada dalam mata pelajaran di kelas. Siswa dituntut untuk mampu menganalisis dan berpikir kritis dalam mengolah data serta menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran STEAM dengan menggunakan miniatur kelong dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang topik massa jenis. Dengan miniatur kelong ini, siswa dapat menghitung massa beban maksimum yang dapat ditampung oleh kelong, sehingga mereka dapat menyampaikan pentingnya keselamatan dalam memancing kepada orang tua atau nelayan. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan potensi kelong untuk masa depan
PENERAPAN PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PAI PADA SISWA SMP Rohmatin, Rohmatin
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91333

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam berbagai jenis salat sunnah yang diterapkan melalui model pembelajaran Make a Match. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi aktivitas siswa dan guru, serta catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa. Hal ini dibuktikan melalui observasi aktivitas siswa dan guru yang dilakukan dalam dua siklus oleh pengamat dalam bentuk catatan lapangan. Rata-rata skor dari seluruh aktivitas fisik, mental, dan emosional siswa menunjukkan peningkatan sebesar 29,16%, dari rata-rata skor siklus I sebesar 60,41% menjadi 89,58% pada siklus II. Peningkatan ini terjadi karena peran guru sebagai peneliti dalam mengatasi kelemahan dan kekurangan pada siklus I, serta komitmen belajar siswa yang semakin meningkat
PENINGKATAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE MAKE A MATCH PADA MATERI SISTEM HUKUM DAN PERADILAN INTERNASIONAL DI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SEGEDONG Ridayana, Ridayana
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91307

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam berbagai jenis salat sunnah dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi aktivitas siswa dan guru, serta catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan melalui observasi aktivitas siswa dan guru yang dilakukan dalam dua siklus oleh pengamat dalam bentuk catatan lapangan. Rata-rata skor dari seluruh aspek aktivitas fisik, mental, dan emosional siswa menunjukkan peningkatan sebesar 29,16%, dari rata-rata skor siklus I sebesar 60,41% menjadi 89,58% pada siklus II. Peningkatan ini terjadi karena peran guru sebagai peneliti dalam mengatasi kelemahan dan kekurangan yang terjadi pada siklus I, serta meningkatnya komitmen belajar siswa yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING MATERI JARAK DALAM DIMENSI TIGA DIKAITKAN DENGAN SIKAP ILMIAH SISWA Thomas, Thomas
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i1.91334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat sikap ilmiah siswa dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 28 siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Kayan  Hulu. Hasil  penelitian  ini  menggambarkan  siswa   dengan kategori  tingkat  sikap   ilmiah tertentu berdasarkan indikator sikap ilmiah yaitu rasa ingin tahu, menghargai data, berpikir kritis, keterbukaan, kerjasama dan ketekunan. Dari keenam indikator sikap ilmiah, siswa dengan indikator aspek  rasa  ingin  tahu,  aspek   menghargai  data,  aspek  berpikir  kritis,  dan  aspek  kerjasama mempunyai tingkat sikap ilmiah dalam kategori baik. Sedangkan siswa dengan aspek berpikir terbuka dan ketekunan mempunyai tingkat sikap ilmiah dalam kategori sangat baik

Page 1 of 1 | Total Record : 8