cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
ANALISIS INTERTEKSTUAL PUISI “DONGENG SEBELUM TIDUR” KARYA GOENAWAN MOHAMAD (The Analysis of Intertextuality in the Poetry of “ Dongeng Sebelum Tidur” Written by Goenawan Muhamad) Inarti, Susri
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.81-89

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan puisi “Dongeng Sebelum Tidur” karya Goenawan Mohamad dengan prosa yang memiliki kesamaan tema, yaitu mitos “Prabu Anglingdarma”. Dalam penelitian ini, penulis berupaya menemukan hubungan antara karya satu dan yang lainnya serta menemukan pengaruh antarkeduanya. Atas dasar itulah penelitian sastra bandingan ini berpindah dari karya satu ke karya lainnya dengan tujuan menemukan benang merah isi karya. Untuk mendekati objek kajian, penulis menggunakan pendekatan objektif. Adapun teori yang digunakan adalah teori strukturalisme dan poststrukturalisme. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat benang merah pemehaman antara puisi “Dongeng Sebelum Tidur” karya Goenawan Mohamada dan mitos “Prabu Anglingdarma”.Abstract:The research is aimed at comparing the poetry of entitled “ Dongen Sebelum Tidur” written by Goenawan Mohamad to the prose having similar theme entited “Prabu Angling Darma”. In the research, the writer tries to find correlation between one work with another. It also tries to find the influence in both. Based on that purpose, the comparative literary research is changed from one work to another intending to obtain the correlation in their content. To gain the object of the study, the writer applies objective approach. The theory in this research is structuralism and poststructuralism theory. From the research, it can be concluded that there is correlation in under- standing both Dongeng Sebelum Tidur Poetry and Prabu Anglingdarma myth.
PROBLEMATIKA DUNIA KEPENGARANGAN SASTRA JAWA PERIODE 1980—1997: SEBUAH STUDI KASUS (Problems of Javanese Literary Authorship World in the Period of 1980—1997: A Case Study) Priyo Prabowo, Dhanu
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.49-64

Abstract

Dunia kepengarangan sastra Jawa periode 1980—1997 ditopang oleh media berbahasa Jawa (koran dan majalah). Kehadiran institusi itu ternyata mampu memberikan kontribusi yang sangat luas terhadap sistem kesastraan Jawa. Kenyataan ini menunjukkan bahwa institusi-institusi itu telah mampu menggeser peranan penerbit buku. Di tengah situasi seperti itu, pengarang Jawa menggunakan nama samaran perempuan untuk memertahankan eksistensinya (ekonomis dan popularitas). Usaha tersebut ternyata dapat memperteguh sikap para pengarang sastra Jawa dalam memertahankan sastra Jawa, walaupun keadaan ekonomi para pengarang sastra Jawa sangat kecil jumlahnya jika dibandingkan dengan pengarang sastra Indonesia. Sastra Jawa sebagai sastra daerah di Indonesia tetap dapat dipertahankan ekistensi oleh para para pengarang baru dan pengarang lama. Penelitian ini menggunakan teori makro sastra dari Ronald Tanaka. Dengan teori itu, penelitian ini dapat mengungkapkan dunia kepengarangan sastra Jawa pada periode 1980—1997. Adapun metode sosiologis dalam penelitian dipergunakan untuk memahami secara komprehensif persoalan di dalam dunia sastra Jawa periode 1980—1997.Abstract:Javanese literary authorship world in the period of 1980-1997  supported by Javanese media (newspaper and magazine). The presence of the instituation was able to give a broader contribution to Javanese literary system. The fact showed that the institutions had been able to shift the role of book’s publisher. In the midst of such a situation, the Javanese authors wrote under pseudonyms to maintain their existence (economic and popularity). The effort  was able to rein- force the literary Javanese  authors’ attitude in preserving the Javanese literature despite the economic condition in this period that made their payment for their works very small when com- pared to Indonesian literary authors’ payment. The existence of Javanese literature as regional literary works  in Indonesia can still be maintained by new  and  old authors. The present study applies the  Ronald Tanaka’s literary macro theory. By using the theory, the research tries to  reveal the world of Javanese literary authorship  in the period of 1980—1997.  The sociological method of the research is used to understand problems comprehensively in Javanese literary world in the period of 1980—1997.
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL THE HOLY WOMAN: SATU KAJIAN FEMINIS (The Image of Woman in “The Holy Woman”: A Feminism Study) Nur Sakinah, R. Myrna
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.73-84

Abstract

Penelitian ini memaparkan citra perempuan dalam novel The Holy Woman karya Qaisra Shahraz. Citra perempuan yang terungkap dalam novel The Holy Woman tidak lepas dari isu-isu seputar perempuan yang berada dalam kekuasaan patriarki, yaitu kekuasaan yang cenderung menempatkan perempuan sebagai korban. Teori yang digunakan adalah teori feminis yang diungkapkan oleh Mary Ann Ferguson yang melihat feminitas perempuan sebagai perempuan yang diidealkan (The Submissive Wife) dan perempuan sebagai objek seks (The Sex Object). Hasil yang ditemukan adalah citra The Submissive Wife atau perempuan yang diidealkan menunjukkan perempuan sebagai istri atau anak perempuan yang dapat memberikan kebahagiaan dan ketentraman untuk keluarganya, dan The Sex Object atau perempuan sebagai objek seks telah menunjukkan adanya politik dan kekuasaan patriarki.Abstract:This research is aimed at explaining how the image of woman in  Qaisra Shahraz’s “The Holy Woman”. It dwells on women’ issues in a patriarchal power, that is, treating women as victims. The study applies  Mary Ann Ferguson’s feminism theory. Her view  considers that woman feminism is from (a) the submissive wife (idolized woman) and (b) the sex object (woman as sex object). The research concludes that (a) the submissive wife  —either as wife or as daughter—can give happi- ness and peace for her family;(b) the sex object   indicates that there has been  an involvement both a political and a patriarchal power.
ANSIETAS S.E.W. ROORDA VAN EYSINGA DALAM PUISI “HARI TERAKHIR ORANG BELANDA DI PULAU JAWA”: PSIKOANALISIS JACQUES LACAN (Anxiety of S.E.E. Roorda Van Eysinga In the Poem “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa”: Psychoanalysis of Jacques Lacan) Nitayadnya, I Wayan
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.17-30

Abstract

Puisi “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” yang dibahasakan oleh Panglima Sentot bersumber dari puisi yang berjudul “Ballada Pengutukan” karya  S.E.W. Roorda van Eysinga. Puisi itu menggambarkan adanya konflik kejiwaan yang dirasakan oleh sang penyair. Penelitian ini bertujuan mengungkap ansietas yang dialami oleh S.E.W. Roorda van Eysinga dalam puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, deskriptif, dan penyajian secara naratif. Berdasarkan hasil pembahasan menunjukkan bahwa ansietas S.E.W. Roorda van Eysinga dilatarbelakangi oleh sikap antipati terhadap kebiadaban dan keserakahan bangsanya. Hal itu menimbulkan kecemasan dalam dirinya akan aksi balas dendam dari kaum pribumi. Sikap antipati dan gejolak ansietas yang ada dalam diri penyair itu disampaikan dengan gaya bahasa simbol, personifikasi, eufemisme, hiperbola, asidenton, dan sinekdoke pars pro toto.Abstract:The poem  “Hari Terakhir Orang Belanda di Pulau Jawa” was reworded by Panglima Sentot based on the poem of  “Ballada Pengutukan”  written by S.E.W. Roorda Van Eysinga. It describes the inner conflict of the poet. The study is indended to reveal the anxiety of the poet in the poem. The applied method is literary, descriptive, and narrative.The result shows that the back- ground of the anxiety of S.E.W. Roorda Van Eysinga was by the antipathy behaviour toward bar- barity and greediness of his own people. It rose  anxiety over himself of  the native’s reprisal. The antiphaty  behaviour  and anxiety of the poet were expressed in symbolic language, personifica- tion, eufemism, hyperbolic,  asydenton, and synechoche pars pro toto.
PENERAPAN MODEL BENGKEL SASTRA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MENULIS SASTRA Abidin, Yunus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.74-81

Abstract

Proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan, harus dilakukan dengan menitikberatkan pada pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa sehingga mahasiswa memperoleh bekal guna menghadapi kehidupan di masyarakat. Hakikat pengajaran sastra ialah memperkenalkan kepada mahasiswa nilai-nilai yang dikandung karya sastra dan mengajak mahasiswa ikut menghayati pengalaman-pengalaman yang disajikan. Terkait dengan permasalahan tersebut, proses perkuliahan sastra selayaknya menerapkan model baru yang menekankan aspek berolah sastra bagi mahasiswa. Salah satu model pembelajaran yang melibatkan pengajar dan mahasiswa dengan karya sastra adalah model pembelajaran bengkel sastra.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, khususnya studi kasus. Salah satu model studi kasus dibidang pendidikan yang secara praktis dapat diterapkan dalam proses pembelajaran adalah model penelitian tindakan kelas. Sejalan dengan uraian tersebut, penelitian ini akan mencoba menerapkan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra. Oleh sebab itu, penelitian ini pada dasarnya akan mencoba menguji hipotesis tindakan bahwa “penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra akan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra”Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa model bengkel sastra dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis sastra. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kemampuan siswa menulis puisi, prosa, dan naskah drama. Oleh sebab itu, hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti yakni bahwa penerapan model bengkel sastra dalam pembelajaran menulis sastra mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis karya sastra.
INDEX DAN PANDUAN PENULIS Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.%p

Abstract

Sampul Metasastra Vol. 11, No. 1, Juni 2018 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.%p

Abstract

MITOS DAN AKTIVITAS MELAUT MASYARAKAT BAJO DI BUTON (Myth and Sailing Activities of Bajo Community in Buton) Uniawati, Uniawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i1.90-100

Abstract

Mitos adalah salah satu sarana untuk mengingatkan anggota masyarakat agar tetap mematuhi pranata-pranata yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Masyarakat Bajo adalah masyarakat pelaut yang masih meyakini tentang suatu mitos terutama mitos melaut. Menjaga dan menghidupkan mitos-mitos yang berhubungan dengan laut merupakan jalan terbaik bagi masyarakat Bajo untuk menggeneralisasikan kehidupan mereka yang akrab dengan laut. Mitos pengibaratan ikan dan sampan yang kering adalah dua mitos Bajo yang dalam tulisan ini dikaji dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan kritik mitis. Hasil analisis menunjukkan bahwa mitos tersebut merupakan manifestasi tekad dan semangat masyarakat Bajo untuk tetap eksis melaut.Abstract:Myth is a kind of instrument which used to remind the member of community in order to follow some norms there. Bajo community is a sailor community having a strong belief in myth, especially myth in sailing. Preserving and protecting myths related to sailing is the best way for Bajo community to generalize their close relation to the sea. Myth comparing fish to dry trash are two myths that will be discussed by using descriptive qualitative method. The discussion also uses mythical critic. The result of the discussion shows that myths are manifestation of resolve and spirit of Bajo community in sailing.
Cover Metasastra Vol. 8, No. 2, 2015 mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.%p

Abstract

DIMENSI SUFISTIK DALAM PUISI "CERMIN" KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI Supriadi, Asep
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.1-8

Abstract

Puisi “Cermin” karya Sutardji Calzoum Bachri merupakan puisi berdimensi sifistik. Puisi sufistik yang mengungkap dan menggambarkan tentang perenungan diri terhadap eksistensi diri dengan Tuhannya. Hal ini seperti tampak dalam puisi “cermin” yang terdapat dalam kata-kata cermin, cahaya, cinta, salat, zikir, kalbu, taubat dan zuhud. Kata-kata tersebut dalam istilah tasawuf disebut dengan tafakur dan muhasabah. Dengan tafakur dan muhasabah ini diharapkan datangnya cahaya Tuhan. Dalam bahasa sufi cahaya ini disebut nurilahiah, artinya cahaya yang datang dari Tuhan.