cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PERAN LEMBAGA NEGARA DALAM PENGAYOMAN, REGULASI, PRODUKSI, DAN REPRODUKSI SASTRA PERANCIS Loir, Henry Chambert
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.22-27

Abstract

Makalah ini akan menjelaskan situasi kehidupan sastra di Perancis seperti halnya orang lain yang memaparkan situasi kehidupan sastra di Australia, di Jepang, dan di negara-negara lain dengan tujuan memperoleh dasar perbandingan dengan situasi kehidupan sastra di Indonesia. Di samping itu, tulisan ini juga kiranya untuk melihat apakah ada jenis tindakan atau intervensi negara terhadap sastra yang dapat diterapkan di sini. Oleh karena itu, dalam makalah ini, penulis akan mengutamakan perbandingan situasi kehidupan sastra itu dan peran lembaga negara dalam hal pengayoman, regulasi, produksi, dan reproduksi sastra.
PEREMPUAN DI LUAR JALUR: SEKSUALITAS PEREMPUAN DALAM DUA CERPEN KARYA SUWARSIH DJOJOPUSPITO (Women Out of the Line: Women’s Sexuality in Two Short Stories by Suwarsih Djojopuspito) Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D., Aquarini
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.143-160

Abstract

Tulisan ini mendiskusikan isu seksualitas dalam dua cerpen karya Suwarsih Djojopuspito, yakni Seruling di Malam Hari dan Artinah. Penelitian ini meletakan isu seksualitas dalam kedua cerpen tersebut dalam kerangka kajian gender dan feminis. Suwarsih adalah  salah  satu penulis perempuan pionir di Indonesia yang karyanya secara lugas mengambil posisi yang resisten terhadap ideologi patriarki. Dalam kedua cerpen yang dibahas, Suwarsih menunjukkan timpangnya praktik-praktik keseharian dalam relasi inti antara perempuan dan laki-laki, terutama dalam perkawinan. Melalui narasi dan penggambaran tokoh, ditunjukkan bahwa ideologi patriarki yang termanifestasi dalam nilai-nilai heteronormativitas telah menempatkan seksualitas laki-laki sebagai normatif dan berterima, sementara seksualitas perempuan sebagai peripheral saja terhadap seksualitas laki-laki. Juga diperlihatkan, bagaimana nilai-nilai patriarki yang diwujudkan dalam relasi personal menempatkan perempuan dalam posisi yang lebih lemah. Meskipun demikian, kedua cerpen mengambil posisi yang tidak memihak posisi laki-laki, melainkan memberikan perempuan agensi yang menyuarakan tubuh dan seksualitas perempuan sebagai bagian dari subjektivitas perempuan sebagaimana seksualitas adalah bagian dari laki-laki.Abstract: This writing examines the issues of sexuality in two short stories by Suwarsih Djojopuspito’s “Seruling di Malam Hari” and “Artinah”. This research locates sexuality in the two short stories in the framework of gender and feminist studies. Suwarsih is among the pioneering woman writer in Ind onesi a. Her wor ks ha ve been recogni zed a s a form of resista nce t oward  the domin ant patriarchal ideology. In the two short stories discussed in this article, Suwarsih elaborates the bias ag ai ns t wo men  i n th e everyda y pr actices  o f in ti mat e rela ti ons  b et ween  women an d men, particularly in marital relationships. Through the narrative and the portrayal of the characters, the short stories show that the ideology of patriarchy as manifested in the heteronormative values have established men’s sexuality as normative and acceptable, while female sexuality is  only as peripheral to men’s sexuality. Likewise, the two short stories also show that patriarchal values apparent in personal relationships have put women in the inferior position. However, the two short stories articulate feminist by giving the women’s characters the agency to articulate their bodies and sexuality as important parts of their subjectivity as a woman just like they are the important part of men’s.
PENDIRIAN SANGGAR TEATER DI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PRESTASI SEKOLAH DAN KESUKSESAN BERKARIER (The Establishment of Theatre at Schools in Supporting School Achievement and Career Success) Al Katuuk, Kamajaya
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.187-200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi yang dikandung sanggar teater sebagai media yang memfasilitasi pengoptimalan potensi siswa, baik semasa mereka di sekolah maupun setelah mereka menempuh dunia karier. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggabungkan kajian tekstual dan kontekstual mengenai potensi sanggar teater sekolah, kemudian diikuti oleh kisah alumni sanggar teater yang menjelaskan pengaruh konstruktif dari pengalaman bersanggar terhadap keberlangsungan karier mereka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa keberadaan sanggar teater di sekolah masih belum terkelola dengan baik. Dari sepuluh SMA Negeri yang diteliti, hanya tiga sekolah yang memiliki sanggar teater. Tiga sekolah yang memiliki sanggar teater, pembinanya didatangkan dari luar sekolah karena sekolah belum memiliki pembina. berdasarkan kajian teks, terbukti sanggar menjadi media yang strategis untuk membina karakter unggul siswa, baik untuk kepentingan selama mereka di sekolah maupun setelah mereka berkarier. Potensi sanggar teater tersebut dibuktikan oleh pengakuan alumni yang menjadikan pengalaman bersanggar teater sebagai inspirasi pengoptimalan kesuksesan berkarier mereka.Abstract:The study aims  at  describing the potential of theater as a medium that facilitates the optimization of students’ potential either in their  schooling period or in their career. The study applied a qualitative descriptive method by combining textual and contextual studies on school theater potential. The research also provided the alumni’s experiences about a constructive influ- ence taken from the workshop experience in theater on the sustainability of their career. The result of the study reveals that the presence of the theaters still has not been well-managed in schools. Out of the ten public high school samples, there were only three schools that have theaters. From the three schools, their coaches are hired from other school because the schools have not got any coaches. Based on the textual study, it is shown that theater becomes a strategic media to foster students’ superior character for either their interest in school or in their career after graduation. Potential theater is proved by the alumni’s recognitions that have made  their workshop experience in theater as optimization inspiration of their career success.
EROTISME DALAM SERAT ANGLINGDARMA (Erotism in Serat Anglingdarma) Hadiyansyah, Dhuha
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i1.31-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana struktur naratif, pengungkapan unsur erotisme, dan fungsi erotisme di dalam cerita Serat Anglingdarma. Untuk melihat struktur narasi, data dianalisis dengan menggunakan teori model struktur naratif yang dikemukakan oleh William Labov dan Joshua Waletzky. Dari enam unsur narasi yang dikemukakan keduanya, ada lima kategori yang digunakan untuk membangun narasi Serat Anglingdarma, yaitu orientasi, tegangan, resolusi, evaluasi, dan koda.Abstract:This research is aimed at finding the narrative structure of text containing elements of eroticism, as well as how they are expressed and how their functions in Serat Anglingdarma story. The data is analyzed by using William Labov dan Joshua Waletzky’s theory of narrative structure model. From the six elements of narrative structure  proposed by them, there are five categories employed by the writer to make generic structure of Serat Anglingdarma, namely orientation, com- plicating, resolution, evaluation, and coda.
HASRAT NANO RIANTIARNO DALAM CERMIN BENING: KAJIAN PSIKOANALISIS LACANIAN Manik, Ricky Aptifive
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.109-124

Abstract

Karya sastra merupakan manifestasi hasrat pengarang. Dalam sejarahnya, hasrat terbentuk dari rasa kekurangan subjek. Menulis karya sastra merupakan upaya untuk menutupi kekurangan tersebut. Upaya itu dapat dilihat dalam pandangan pengarang akan ego-ego ideal di dalam karya-karyanya. Novel Cermin Bening adalah sample untuk melihat apa dan bagaimana hasrat Nano Riantiarno. Tujuannya adalah menemukan apa yang menjadi pembayangan ego-ego ideal bagi Nano. Telisik hasrat ini akan menggunakan kajian Psikoanalisis Lacanian (PL). Melalui PL ini akan digunakan metode metafora dan metonimia dalam melihat penanda-penanda hasrat Nano dalam Cermin Bening. Kajian ini menemukan bahwa hasrat menjadi penulis dan seniman seolah membuat Nano menemukan kebebasan dari berbagai jerat dan belenggu Yang Simbolik.   ‘Kebebasan’ menjadi objek a Nano untuk mendapatkan jouissance bagi dirinya. Menjadi seniman dan penulis merupakan anchoring point Nano dalam menyudahi keambiguitasan dan ketidakmenentuan dirinya.
Sampul Metasastra Vol. 10, No. 1, Juni 2017 Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.%p

Abstract

REPRESENTASI NILAI BUDAYA HIMNE PASOMBA TEDONG: SEBUAH CERMIN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT TORAJA (Representation of Cultural Values of Hymns Pasomba Tedong: A Reflection of Local Wisdom of Toraja Society) Herianah, Herianah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.21-34

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai budaya dalam himne Pasomba Tedong. Himne Pasomba Tedong adalah pengiring upacara yang diucapkan pada upacara syukuran tertinggi dalam kehidupan orang Toraja, yaitu pada upacara maqbuaq dan meruaq yang  diperuntukkan kepada Puang Matua, ilah-ilah, dan dewata. Tujuan upacara ini adalah untuk memohon kesuburan tanah dan memudahkan interaksi sosial masyarakat dengan mengorbankan seekor kerbau muda hitam dan gemuk. Himne Pasomba Tedong disajikan dalam bentuk prosa lirik.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan objeknya secara apa adanya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik inventarisasi, baca simak, pencatatan, teknik observasi partisipasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai yang ditemukan dalam himne Pasomba Tedong adalah nilai religi, nilai persatuan, nilai musyawarah mufakat, nilai etis, dan nilai tenggang rasa/saling menghormati.Abstract:This research is aimed at  knowing  cultural values in the hymn of Pasomba Tedong. Pasomba Tedong hymn is an accompanist ceremony pronounced at thanksgiving ceremony in Toraja’s life by performing  Maqbuaq and Meruaq  ceremony  for Puang Matua and God. The purpose of the ceremony  is to invoke fertility of the soil and  facilitate social interaction with the community to sacrifice a fat black bull. Passomba Tedong is presented in prose lyrics. This re- search applies the qualitative descriptive method that describes the object as it is. The data were collected by using inventory techniques, reading, recording, observation, and interview. The result shows that the values in Pasomba Tedong are religious value, unity value, consensus agreement value, ethical value, and tolerance or mutual respect value.
MEMAHAMI STUDI KRITIK SASTRA Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.109-110

Abstract

RESEPSI PEMBACA TERHADAP TJERITA NJAI DASIMA (Reader Reception toward Tjerita Njai Dasima) Sungkowati, Yulitin
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.195-207

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan perubahan resepsi pembaca terhadap Tjerita Njai Dasima dengan teori resepsi sastra dan metode resepsi diakronis. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa sejak era kolonial hingga era reformasi Tjerita Njai Dasima telah mendapat tanggapan berupa karya-karya baru dalam bentuk puisi, prosa, teks drama, skenario film, film, sinetron, dan drama musikal. Perubahan resepsi terjadi dari generasi ke generasi seiring dengan perubahan zaman dan perubahan horison harapan pembacanya. Resepsi pada masa sebelum kemerdekaan menunjukkan ideologi prokolonial dan pada era awal kemerdekaan sebaliknya, antikolonial. Resepsi pembaca yang muncul di era Orde Baru berisi kritik sosial terhadap pembangunan dan di era reformasi memperlihatkan semangat pluralisme dan kebebasan.Abstract:This paper is aimed  at  describing the  form and the change reader reception  toward Tjerita Njai Dasima by using reception of literary theory and diachronic reception method. This research  revealed that since colonial period until reformation period, Tjerita Njai Dasima got appreciation  in the form of new literary works such as poem, prose, drama text, film scenario, film, series, and musical drama. The change of reception  can be seen  from generation to generation, together with the development  and reader ’s horizon  expectation. The reception before indepen- dence showed procolonial ideology. While,  in the early independence period tended to be  antico- lonial. Reader reception emerged  in the new era period showed  social critic toward development, while  in the reformation period was  in the form of  spirit of pluralism and freedom.
Petunjuk Penulisan Metasastra Vol 9, No 2, Desember 2016 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.%p

Abstract