cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
Petunjuk Penulisan Metasastra Vol 9, No 1, Juni 2016 Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

REPRESENTASI TUBUH DAN KECANTIKAN DALAM TIGA CERPEN INTAN PARAMADITHA: SEBAGAI SEBUAH TATANAN SIMBOLIK DALAM DUNIA PEREMPUAN (Representation of Body and Beauty in Intan Paramaditha’s Three Short Stories: as a Symbolic Order in Women World) Kurnianto, Ery Agus
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.23-34

Abstract

Subjek penelitian ini adalah cerpen “Misteri Polaroid”, “Cerpen Perempuan Tanpa Ibu Jari”, dan Cerpen “Darah” karya Intan Paramaditha yang terdapat dalam antologi cerpen Sihir Perempuan. Dalam bingkai strukturalisme, yaitu mengidentifikasi perilaku, pola pikir tokoh-tokoh, dan mitos seputar kecantikan yang terdapat pada ketiga cerpen tersebut, peneliti menggunakan teori Levi Strauss dan Roland Barthes. Teori Foucault  tentang seksualitas dan kekuasaan dipergunakan untuk mengidentifikasi dominasi kaum patriarki terhadap tubuh dan kecantikan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan objektif. Analisis data dilakukan berdasarkan fakta yang ada secara empiris dalam ketiga cerpen yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Konstruksi patriarki tentang cantik dan tidak cantik membuat perempuan menjadi liyan. Konstruksi tersebut diperkuat juga oleh sifat ambivalen perempuan tentang tubuh dan kecantikan yang ada dalam diri perempuan.Abstract:The research centers on Paramaditha’s short stories of “Misteri  Polaroid”,  “Perempuan Tanpa Ibu Jari”, and “Darah” taken from the anthology of “Sihir Perempuan”. The writer applies Levi Strauss and Roland Barther’ theory to identify behaviour, characters’ way of thinking, and myth on beauty in three short stories in structural way. Foucault’s theory on sexuality and power was used to identify patriachal domination toward women’s body and beauty. The method used in this research is descriptive analysis with objective approach. Data analysis is empirically conducted based on the fact in three short stories. The result of the research shows that women have no power over themselves. Patriarchal construction on being  and not being beautiful makes them turn into other person. The construction is also reinforced  by their ambivalent nature about body and beauty that exist in their perception.
KONSTRUKSI GENDER DALAM NOVEL UTSUKUSHISA TO KANASHIMI TO KARYA YASUNARI KAWABATA (Gender Construction in Yasunari Kawabata’s Utsukushisa To Kanashimi To) Wulandari, Anastasia Dewi; Rahayu, Lina Meilinawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.179-192

Abstract

Novel Utsukushisa to Kanashimi to merupakan sebuah karya Yasunari Kawabata yang diterbitkan pada tahun 1969. Penelitian diawali dengan menganalisis apa saja bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang dialami Otoko dalam lingkup patriarki dengan menggunakan teori kritik sastra feminis. Kritik sastra feminis merupakan salah satu disiplin ilmu yang menekankan penelitian sastra dengan perspektif feminis. Hal yang penting dalam analisis kritik sastra feminis adalah bagaimana perempuan ditampilkan, bagaimana suatu teks membahas relasi gender serta apa saja ide-ide feminis yang terdapat dalam cerita. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Otoko mengalami beberapa ketidakadilan gender. Bentuk-bentuk ketidakadilan gender tersebut antara lain marjinalisasi, subordinasi, stereotipe, dan kekerasan seksual. Sementara itu, ide-ide feminis yang terkandung dalam cerita adalah kemandirian seorang perempuan dalam lingkup budaya patriarki.Utsukushisa to Kanashimi to novel was written by Yasunari kawabata, published 1969. This research followed by the analysis of gender construction Otoko within patriarchy environment. Feminist literature critism is a discourse emphasizing on how literature should be done through feminist perpektive. The important things of feminist literature critism are how the women are described, how a text could be related to gender, and any feminist ideas depicted in the story. The result of this research prove that Otoko faces gender construction such as marginalization, subordinations, sterotyping and sexual violences. Meanwhile, the ideas of feminism in the story are about a woman’s independence.
Cover Metasastra Vol. 8, No. 1, 2015 mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.%p

Abstract

"KEHILANGAN" DALAM BEBERAPA PUISI TEDDY A.N. MUHTADIN DALAM KUMPULAN SAJAK BERBAHASA SUNDA NING Kalsum, Kalsum
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.28-35

Abstract

Sejumlah 17 dari 34 buah kumpulan sajak Ning menyajikan rasa kehilangan nilai-nilai yang telah tumbuh subur pada masa lampau. Rasa kehilangan ini, antara lain adalah pemandangan kota yang kehilangan kearifan masa lalu dan menjadi “gunungan sampah kemanusiaan”, peringatan dan perayaan yang kehilangan tujuan hakiki, hanyalah kepura-puraan mengenai masa lampau yang tak berpengaruh pada sikap hidup, kehilangan kesadaran akan ajal, yakni kepastian dari kodrat yang pasti akan dijalani, kaum miskin yang kehilangan cinta kasih dari masyarakat, pelaku kezaliman yang kehilangan rasa kemanusiaan, kehilangan keasrian, kedamaian,keaslian, dan rasa memiliki terhadap alam.
Abstrak Bahasa Inggris Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.%p

Abstract

Abstrak Bahasa Inggris Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.%p

Abstract

“SI DAYANG RINDU TUNANG RAJA PALEMBANG”: MORFOLOGI VLADIMIR PROPP (“Si Dayang Rindu Tunang Raja Palembang”: Morphology of Vladimir Propp) Anggraini, Dian
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.173-184

Abstract

“Si Dayang Rindu Tunang Raja Palembang” adalah cerita rakyat dari Provinsi Lampung yang sangat menarik untuk dikaji. Cerita ini menarik dikaji karena cerita ini menyebar di berbagai provinsi yang ada di Pulau Sumatera. Setiap provinsi dengan ciri khas masing-masing menyajikan cerita “Dayang Rindu” yang berbeda. Dengan menggunakan teori Vladimir Propp ini (fungsi pelaku, skema, pola cerita, dan cara pengenalan pelaku), keunikan dan kekhasan bentuk sastra lisan tersebut mampu terungkap. Fungsi yang ditemukan dalam cerita ini berjumlah 13 dengan skema (α) : ξ A D θ a ε E H I V L Q N: (X). Cerita “Si Dayang Rindu Tunang Raja Palembang” hanya memiliki empat lingkaran tindakan, yaitu penjahat, pahlawan, putri, dan donor. Singa Ralang menjadi pahlawan dalam cerita ini. Ia berjuang keras menyelamatkan Kerajaan Tanjung Iran dan juga melindungi Dayang Rindu dari hasrat Pangeran Riyo, raja Palembang. Ketiga belas fungsi tersebut melibatkan tiga pola keinginan, yaitu menyunting Dayang Rindu, menyerang Tanjung Iran, dan melampiaskan dendam karena malu.Abstract: “Si Dayang Rindu Tunang Raja Palembang” is an oral tradition from Lampung Province, which is interesting to study. The writer is interested to analyze the story as it is well known among people in many provinces in Sumatra. Every province with its characteristic has different types of “Dayang Rindu”. Using Vladimir Propp theory, the writer can reveal the character function, scheme, the pattern of the story, the uniqueness, and the exclusivity of the oral tradition. The character functions found in “Si Dayang Rindu Tunang Raja Palembang” are thirteen with scheme (α): ξ A D θ a ε E H I V L Q N: (X). This story only has four spheres of action, namely, villain, hero, princess, and donor (provider). Singa Ralang became the hero in this story. He fought hard to save the kingdom of Tanjung Iran. He also protected Dayang Rindu from Pangeran Riyo, the King of Palembang. The thirteen functions involve three willingness patterns, namely, marrying Dayang Rindu, attacking Tanjung Iran, and taking revenge for shame.
PENENTUAN CERITA RAKYAT SENTANI, JAYAPURA, KASUARI DAN BURUNG PIPIT SEBAGAI BAHAN BACAAN SISWA SD (The Determination of Sentani, Jayapura Folktale’s “Kasuari dan Burung Pipit” as Reading Material of Elementary School Students) Normawati, Normawati
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.201-214

Abstract

Jayapura, khsususnya Sentani memiliki banyak cerita rakyat. Namun, cerita tersebut belum banyak dimanfaatkan untuk bahan bacaan anak. Oleh sebab itu, penelitian terhadap cerita rakyat Kasuari dan Burung Pipit ini dilakukan. Penelitian ini menggunakan teori struktural, tahapan perkembangan intelektual anak Jean Piaget, dan nilai-nilai pendidikan karakter oleh Kementerian Pendidikan Nasional 2010—2025. Hasilnya dapat diketahui bahwa cerita ini layak dijadikan bahan bacaan untuk anak SD dengan rentang usia 7—11 tahun. Kasuari dan Burung Pipit memiliki struktur cerita yang sederhana yang ditunjukkan dengan penggunaan alur linear, tokoh cerita berwatak datar (flat character) yang ditampilkan secara hitam putih, dan pemakaian kosakata serta kalimat yang sederhana. Di samping itu, di dalam cerita Kasuari dan Burung Pipit juga terkandung nilai karakter yang berhubungan dengan diri sendiri, meliputi karakter bertanggung jawab, kerja keras, dan percaya diri.Abstract: In Jayapura, specially in Sentani, there are a lot of folktales. However, they have not optimally been utilized as the children reading material . Hence, the research on the folkltale “Kasuari dan Burung Pipit” is significant to conduct. This research applies  structural theory, Jean Pidget’s  theory of children’s intellectual development stages, and values of character educa- tion by Ministry of Education and Culture of  2010-2025. The results reveal that the story is suitable as  the children  reading material for Elementary School students of 7—11 years old. “Kasuari dan Burung Pipit” has a simple plot structure shown by the linear plot, the flat characters presenting them as black and white, and the use of simple vocabulary and simple sentence. Fur- thermore, the moral values of the story are    responsibility, hard work, and self confidence.
Sěrat Nitimani: Pendidikan Seks berdasarkan Etika Jawa Insani, Nur Hanifah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.73-90

Abstract

The depth study of sex education in Sĕrat Nitimani is the result of moral degradation in the society. The research describes how the ethics of sexual intercourse and Javanese wife’s dreams criteria in  Sĕrat Nitimani.This descriptive qualitative research with content analysis aims to reveal the moral sex education accordance with Javanese ethics and ideal’s wife criteria in Sĕrat Nitimani.The result of the research indicates that  the advice on how to choose the woman as a wife is that they should  consider about ‘bobot’ (quality), ‘bibit’ (line of decent), ‘bebet’, with the same character ‘sama’, different character‘beda’, ‘dana’ (wealthy), ‘denda’; the wife’s obligations with character ‘gemi’, ‘nastiti’, ‘ngati-ati’, ‘tengen’, ‘rigen’, ‘mugen’, and ‘titi’, ‘rukti’, ‘rumanti’. The most important things of sex education is the ethics in intercourse based on moral value of Javanese society.   The ethics are when  doing  it, it should be in a conscious, calm, earnest, patient, careful, and self-controlled. Furthermore,  it is advised that it should be done in proper place, and started with clean conditions and good intentions.