cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 25 No. 3 (2021): MFF" : 6 Documents clear
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK KERING RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP Propionibacterium acnes Nofriyanti -; Serlin Partika Sari; Benni Iskandar; Ferdy Firmansyah; Ihsan Ikhtiaruddin; Emma Susanti
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.13911

Abstract

Propionibacterium acnes adalah bakteri utama penyebab timbulnya jerawat. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah ekstrak kering rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) karena memiliki kandungan senyawa kurkumin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi formulasi gel ekstrak kering rimpang kunyit terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antibakterinya pada Propionibacterium acnes ATCC 11827 dengan metode sumuran. Ekstrak kering rimpang kunyit diformulasi dalam bentuk gel dengan dua konsentrasi yaitu F1 (35%) dan F2 (45%). Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Hasil evaluasi selama 8 minggu penyimpanan F1 (35%) memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan F2 (45%) pada pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji iritasi dan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi. Hasil uji statistik kruskal wallis terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar formula terhadap diameter zona hambat bakteri, dimana F2 (45%) memberikan diameter hambat yang paling besar yaitu 19,82±0,27 mm dengan kategori daya hambat kuat.
PERBANDINGAN POTENSI ANTIBAKTERI INFUS AKAR KUNING (Fibraurea tinctoria Lour.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Streptococcus pyogenes IN VITRO Mohammad Bakhriansyah; Desi Amalia; Agung Biworo
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.14237

Abstract

Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) merupakan salah satu tumbuhan yang dipakai sebagai obat tradisional dalam bentuk rebusan oleh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Bentuk sediaan infus memiliki kemiripan dengan bentuk sediaan rebusan dalam pengolahannya. Meskipun beberapa penelitian terdahulu menunjukkan ekstrak air tanaman akar kuning berefek sebagai antibakteri, namun, belum ditemukan penelitian yang membandingkan potensi antibakteri bagian akar dari tanaman ini dalam bentuk sediaan infus untuk bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Streptococcus pyogenes (S. pyogenes).  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan potensi infus akar dari tanaman akar kuning terhadap pertumbuhan dua spesies bakteri tersebut secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control group yang terdiri dari 3 perlakuan menggunakan variasi konsentrasi infus akar tanaman akar kuning (0,64 mg/mL, 0,32 mg/mL, 0,16 mg/mL, dan 0,08 mg/mL), eritromisin 15 μg (kontrol positif), dan akuades (kontrol negatif). Uji potensi antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Baeur). Parameter yang diukur yaitu diameter zona hambat bakteri di sekitar cakram (milimeter). Data dianalisis dengan menggunakan uji One-way ANOVA, uji post-hoc LSD, dan uji t-independent pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik pada hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi infus akar kuning semakin besar daya hambatnya (p<0,001). Perbedaan konsentrasi infus pada bakteri yang sama juga menyebabkan daya hambat yang berbeda (p<0,001). Zona hambat infus akar tanaman akar kuning terhadap S. aureus lebih besar dibandingkan terhadap S. pyogenes pada konsentrasi 0,64 mg/mL dan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah potensi antibakteri infus akar tanaman akar kuning lebih besar terhadap S. aureus dibandingkan terhadap S. pyogenes (p<0,05).
FORMULASI MAYONES BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL DAN CUKA AIR KELAPA UNTUK MENCEGAH DISLIPIDEMIA Devi Yulianti Yusra; Ainun Amalia Sultang; Putri Nur Hafifah; Yusril Dwimeddy Tunggeleng; Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk mayones pada dasarnya terbuat dari minyak nabati dan telur sehingga bila dikonsumsi rutin dapat meningkatkan resiko obesitas dan dislipidemia. Salah satu solusi untuk mengurangi resiko dislipidemia yaitu menyediakan produk mayones dari minyak nabati yang rendah kadar asam linoleat seperti virgin coconut oil (VCO). penelitian ini bertujuan untuk membuat produk inovasi mayones berbahan dasar VCO yang dikombinasi dengan cuka air kelapa yang juga memiliki efek antiobesitas dan antidislipidemia. Terdapat tiga jenis formula mayones yang dibuat dengan bahan dasar minyak nabati dan cuka, dimana formula I berbahan dasar minyak kedelai (MK) dan cuka makan, formula II berbahan VCO dan cuka air kelapa, serta formula III berbahan dasar kombinasi MK:VCO (1:1) dan cuka kombinasi. Produk mayones diuji melalui pengujian organoleptis, uji stabilitas emulsi, dan uji viskositas. Uji efek dislipidemia mayones dilakukan menggunakan 18 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberi satu jenis formula mayones selama 21 hari lalu dilakukan pengukuran kolesterol total, TG, HDL dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan formulasi mayones MK memiliki kestabilan fisik terbaik namun dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus. Walaupun dapat mengurangi resiko dislipidemia, formula mayones VCO memiliki limitasi, termasuk aroma khas serta emulsi yang tidak stabil (%SE < 5%). Namun, formula kombinasi minyak kedelai dan VCO (1:1) memberikan stabilitas yang memadai (%SE = 1,2%) dan mampu mencegah peningkatan kolesterol total dan trigliserida pada tikus. Dapat disimpulkan bahwa formulasi kombinasi minyak kedelai dan VCO dapat memberikan kestabilan fisik yang baik dan mampu mengurangi resiko dislipidemia yang dibuktikan melalui hewan model tikus.
FORMULASI DAN PENGUJIAN STABILITAS SEDIAAN MIKROEMULSI EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus L.) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus epidermidis Leny; Benni iskandar; Ali Affan Silalahi
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.17911

Abstract

Kulit nanas memiliki berbagai senyawa seperti bromelain, alkaloid, saponin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah kulit nanas dan memformulasikan ke dalam sediaan mikroemulsi yang kemudian dilihat daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Ekstrak kulit nanas diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kulit nanas diskrining fitokimia kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan mikroemulsi dengan variasi konsentrasi 0% (F0), 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3). Sediaan mikroemulsi ekstrak kulit nanas kemudian diuji stabilitasnya dengan metode cycling test. Evaluasi selama pengujian stabilitas diantaranya adalah uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji ukuran partikel, uji organoleptik, uji pH, dan uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil uji stabilitas selama 6 siklus, semua sediaan mikroemulsi mempunyai hasil yang homogen dengan tipe emulsi M/A (minyak dalam air), ukuran partikel berkisar antara 0,63373-1,21301 µm. Sediaan mikroemulsi jernih dengan bau khas dan berwarna kekuningan hingga coklat. Sebelum dan sesudah uji stabilitas, sediaan mikroemulsi memenuhi persyaratan uji pH yaitu dengan nilai pH antara 5,3-6,8. Sediaan mikroemulsi yang mengandung 20% ekstrak kulit nanas mempunyai daya hambat terbaik yaitu sebesar 5,58mm (daya hambat sedang)
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH KOTA SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19 Abdur Rosyid; Nisa Febrinasari; Yuliana Khusnul Qotimah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.18058

Abstract

Pandemi COVID 19 memberikan dampak yang cukup besar terhadap pelayanan kefarmasian, yang menyebabkan perlunya meminimalkan durasi dan jarak pertemuan pasien di apotek.Oleh karena itu diperlukan sebuah perubahan prosedur pelayanan dan penerapan langkah kebersihan tambahan. Penelitian tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Wilayah Kota Semarang selama pandemi COVID-19 diharapkan dapat mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien/ penerima layanan jasa di apotek wilayah Kota Semarang. Sampel yang diambil sejumlah 470 responden dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Pengambilan data menggunakan kueisioner yang berhubungan dengan kepuasan gedung dan staff, kepuasan penanganan obat, kepuasan konseling dan penyerahan obat serta kepuasan biaya layanan melalui google form secara online. Hasil analisis statistik menggunakan UjiKruskall Wallis dengan p-value < 0,05.Berdasarkan hasil analisis didapatkan p-value antara lain Semarang Tengah-Semarang Timur (0,000), Semarang Tengah-Semarang Utara (0,046), Semarang Timur-Semarang Barat (0,000) Semarang Timur-Semarang Selatan (0,005). Hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Wilayah Kota Semarang selama pandemi COVID-19.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Aditya Maulana Perdana Putra; Yusrinie Wasiaturrahmah; Nahdiya Rahmah; Nahdha
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.18238

Abstract

Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru yang pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019. Hingga saat penelitian ini dilakukan, belum ditemukan obat yang spesifik untuk penyakit COVID-19 sehingga pengobatan masih bersifat suportif dan simptomatik. Hal ini mengakibatkan pasien mendapatkan banyak obat/polifarmasi yang berpotensi berinteraksi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis potensi interaksi obat pada pasien Covid-19. Jenis penelitian ini adalah observasional retrospektif dengan metode analisis secara deskriptif. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data dari Pusat Data Elektronik dan Rekam Medis pasien Covid-19 periode maret-agustus 2020. Pemeriksaan interaksi obat dilakukan melalui website Micromedex. Berdasarkan data yang diperoleh dari 114 rekam medis pasien Covid-19 didapatkan sebanyak 231 potensi interaksi obat. Untuk Kategori keparahan interaksi obat Minor (17 kasus), Moderate (151 kasus), Mayor (765 kasus) dan Contraindicated (20 kasus). Sementara untuk kategori onset interaksi obat Delayed (85 kasus), Rapid (71 kasus) dan Not Specified (797 kasus). Lima interaksi obat terbesar yaitu Azitromisin – Hidroksikloroquin (80 kasus), Azitromisin – Levofloxacin (62 kasus), Hidroksikloroquin – Levofloxacin (56 kasus), Aztromisin – Lovinapir dan Ritonavir (26 kasus) dan Azitromisin Moxifloxacilin (26 kasus).

Page 1 of 1 | Total Record : 6