cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
FRAKSINASI SENYAWA PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lour) Merr.) Marwati Marwati; Subehan Lallo; Yusnita Rifai
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.738 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5694

Abstract

Daun sambung nyawa (Gynura procumbens(Lour) Merr) merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa yang berpotensi sebagai penghambat enzim α-glukosidase atau sebagai obat antidiabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk memisahkan senyawa yang memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dan mengetahui jenis kinetika penghambatan berdasarkan grafik Lineweaver-Burk. Pemisahan senyawa berdasarkan tingkat kepolaran pelarut. Uji aktivitas dilakukan pada ekstrak etanol, Fraksi n-heksan fraksi etil asetat dan fraksi air, dan kontrol positif acarbose yang diukur dengan micro plate reader pada panjang gelombang 405 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai IC50 berturut-turut pada ekstrak etanol 6,56 ppm, fraksi n-heksan sebesar 14,97 ppm, fraksi etil asetat 9,33 ppm, fraksi air 13,03 ppm dan acarbose 6,38 ppm serta mekanisme kinetika penghambatan enzim secara uncompetitive. 
UJI ANTIMIKROBA MINYAK ATSIRI MASOYI (Massoia aromatica) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Rollando Rollando
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6585

Abstract

Karang gigi merupakan salah satu keadaan patologis dari gigi. Salah satu penyebab karang gigi adalah bakteri Streptococcus mutans. Bakteri tersebut tidak bekerja sendiri tetapi didukung oleh beberapa faktor lainnya yaitu host (gigi dan saliva), substrat (makanan), dan waktu. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam pencegahan tumbuhnya karang gigi adalah dengan mengontrol akumulasi plak pada permukaan gigi. Tumbuhan masoyi merupakan salah satu tumbuhan yang tumbuh di Indonesia. Dari kajian teoritis yang ada, minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) sebagai antibakteri terhadap  Streptococcus mutans dengan melihat nilai KBM (Kadar Bunuh Minimum) dan KHM (Kadar Hambat Minimum). Penentuan nilai KBM dan KHM dilakukan metode kualitatif dan kuantitatif. Pada pengujian dengan metode kualitatif dilakukan  disc diffusion test, metode dilusi cair, dan metode dilusi padat. Sedangkan pada pengujian kuantitatif dilakukan metode mikrodilusi. Penelitian ini menggunakan 8 konsentrasi yaitu 2000, 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, dan 15,625 µg/mL. Hasil penelitian dengan metode kualitatif menunjukkan nilai KHM didapatkan pada konsentrasi 500 µg/mL dan nilai KBM didapatkan pada konsentrasi lebih dari 2000 µg/mL. Hasil penelitian dengan metode kuantitatif menunjukkan nilai IC50 85,047 µg/mL dan IC90 491,481 µg/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minyak atsiri masoyi (Massoia aromatica) terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans.
SKRINING POTENSI PROBIOTIK DAN SITOTOKSIK BAKTERI Weisella confusa ISOLAT DANGKE SAPI Nana Juniarti Natsir Djide; Rangga Meidianto Asri
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.562 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6953

Abstract

Kasus kanker kolorektal mengalami peningkatan setiap tahunnya di seluruh dunia. Salah satu upaya pencegahan kanker kolorektal ialah melalui konsumsi probiotik. Weisella confusa tergolong dalam kelompok bakteri asam laktat, isolasi bakteri ini dangke merupakan hal yang baru dan aktivitas probiotik dari isolat ini belum diketahui. Penelitian ini bertujuan menguji sifat probiotik W. confusa isolat dangke dan potensi sitotoksiknya terhadap larva udang Artemia salina sebagai skrining awal efek antikanker. Metode pengujian sifat probiotik meliputi uji toleransi terhadap pH rendah dan uji toleransi terhadap garam empedu. Skrining efek sitotoksik dilakukan menggunakan metode BSLT(Brine Shrimp Lethality Test) menggunakan hasil fermentasi 72 jam dari isolat. Berdasarkan hasil pengujian, W. confusa isolat dangke menunjukkan sifat toleran terhadap pH 2 dan garam empedu 0,3%. Hasil uji sitotoksikmenunjukkan bahwa filtrat hasil fermentasi memiliki nilai LC50 lebih dari 1000 µg/ml yang menandakan sampel tidak berefek sitotoksik.Disimpulkan bahwabakteri W.confusa isolat dangke menunjukkan potensi sebagai probiotik namun tidak bersifat sitotoksik sehingga tidak berpotensi untuk dilanjutkan pada uji antiproliferasi terhadap sel kanker. Pengujian aktivitas biologis lainnya disarankan untuk mengetahui potensi lain dari bakteri ini.
Pengaruh Penambahan Beeswax terhadap Kestabilan Fisik Lip Balm Berbasis Bioaktif Kakao Ruqayyah Ruqayyah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6794

Abstract

Biji kakao telah dimanfaatkan di Indonesia dalam proses produksi makanan, minuman dan produk farmasi. Dalam dunia farmasi biji kakao memiliki komponen bioaktif yakni, lemak kakao dan polifenol yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan lip balm. Lemak kakao memiliki kekurangan karena dapat membentuk kristal polimorf yang dapat diatasi dengan penambahan beeswax. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan beeswax pada berbagai konsentrasi terhadap kestabilan fisik lip balm yang akan diperoleh dengan menggunakan bioaktif kakao. Dalam penelitian ini uji kestabilan fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya oles dan uji titik lebur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa warna, bentuk sediaan, uji homogenitas dan uji daya oles pada semua formula yang dibuat sama. Sedangkan uji titik lebur diperoleh hasil yang berbeda-beda yakni pada F0 45oC, F1 50 oC, F2 52 oC, dan F3 55 oC.
PENETAPAN KADAR RIBOFLAVIN, PIRIDOKSIN HCl, DAN ASAM FOLAT DALAM SUSU FORMULA BAYI DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT) Nurmahida Pagama; Yusnita Rifai; Muhammad Aswad
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 2 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.903 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i2.5698

Abstract

Susu formula bayi merupakan pengganti air susu ibu yang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi selama bulan-bulan pertama kehidupannya hingga pengenalan makanan pelengkap yang sesuai. Riboflavin, piridoksin HCl dan asam folat diekstraksi dari susu formula bayi dengan dapar fosfat pH 4,5 dan asetonitril yang telah diasamkan dengan asam  fosfat. Kondisi kromatografi yang digunakan: kolom Atlantis C18 4.6 x 150 mm 5 µm, fase gerak terdiri dari dapar fosfat pH 4,5 dan campuran asetonitril dengan dapar fosfat pH 4,5 (7:3), menggunakan sistem kromatografi gradien dengan laju alir 0,5 mL/menit. Riboflavin diukur pada panjang gelombang 270 nm, piridoksin HCl 290 nm dan asam folat 280 nm. Dari hasil uji linieritas diperoleh nilai r > 0.999 dan nilai VX0 kurang dari 5% yaitu berkisar antara 2.28-2.79%, dengan rentang konsentrasi larutan standar yaitu 0,05-10,00 µg/mL untuk riboflavin,  piridoksin HCl 0,03-2,00 µg/mL dan asam folat 0,01-2,00 µg/mL. Presisi yang disajikan dalam bentuk relative standard deviation (%RSD) untuk analisa riboflavin, piridoksin HCl dan asam folat berturut-turut adalah: 0,75; 3,60 dan 1,21%. Hasil evaluasi menunjukkan kadar masing-masing 10,95 µg/g untuk riboflavin, 3,97 µg/g untuk piridoksin dan 0.96 µg/g untuk asam folat.  Riboflavin, piridoksin HCl dan asam folat dapat ditetapkan kadarnya secara simultan dengan KCKT detektor UV pada kondisi analisis yang disebutkan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) TERHADAP KADAR ENZIM LDH TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ASAP ROKOK Mu'minisa Bahrun; Sukamto S. Mamada; Subehan Lallo; Sumarheni Sumarheni
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.8324

Abstract

Partikel-partikel asap rokok diketahui mengandung tingkat radikal bebas tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan atau kematian sel organ-organ di dalam tubuh. Peningkatan enzim Laktat dehidrogenase (LDH) dapat digunakan sebagai biomarker pada saat terjadi kerusakan atau kematian sel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi dari ekstrak temu putih (ETP) terhadap kadar enzim LDH tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi asap rokok. Sebanyak 12 ekor tikus diinduksi asap rokok selama 30 menit dengan menggunakan 10 batang rokok perhari kemudian diberikan vitamin C dosis 100mg/ml sebagai kontrol positif, ETP dengan dosis 70mg/200gBB dan dosis 105mg/200gBB. Penginduksian dilakukan selama 30 hari kemudian dilakukan pengambilan sampel darah. Pengukuran kadar enzim LDH menggunakan reagen kit diagnostik pada instrument ABX Pentra 400. Uji Oneway ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ETP secara peroral pada hewan coba tikus menunjukkan penurunan kadar LDH pada setiap dosis yang digunakan yaitu 70mg/200gBB dan 105mg/200gBB dengan perbedaan secara nyata dibandingkan kelompok kontrol negatif (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ETP dosis 70 mg/200gBB dan 105mg/200gBB memberikan efek terapi dengan menurunkan kadar enzim LDH pada tikus yang diinduksi asap rokok.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERASAN JERUK MANIS (Citrus sinensis) DAN JERUK PURUT (Citrus hystrix) MENGGUNAKAN METODE ABTS anita dwi puspitasari
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 2 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v23i2.6978

Abstract

Tubuh membutuhkan antioksidan untuk menangkal bahaya radikal bebas yang berpengaruh terhadap kesehatan. Antioksidan dapat mencegah terjadinya berbagai penyakit degenaratif dan penyakit lainnya. Buah jeruk manis (Citrus sinensis) dan Buah jeruk purut (Citrus hystrix) mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C sehingga berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan perasan jeruk manis dan jeruk purut dengan metode ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid).Buah jeruk manis dan jeruk purut dicuci bersih dan diperas sehingga dihasilkan perasan jeruk manis dan jeruk purut. Perasan jeruk manis dan jeruk purut diidentifikasi kandungan senyawa flavonoidnya dengan serbuk magnesium dan HCl pekat sebagai pereaksi dan kandungan vitamin Cnya dengan pereaksi benedict. Pengukuran aktivitas antioksidan pada perasan jeruk manis dan jeruk purut dengan metode ABTS dilakukan menggunakan spektrofotometer visibel pada panjang gelombang maksimum 753,2 nm, operating time 30 menit dan vitamin C sebagai kontrol positif.Hasil identifikasi kualitatif menunjukkan bahwa perasan jeruk manis dan jeruk purut mengandung senyawa flavonoid dan vitamin C yang keduanya ditandai dengan perubahan warna dari kuning menjadi jingga. Perasan jeruk manis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50sebesar 71,34±0,69 ppm, jeruk purut sebesar 67,92±1,75 ppm dan vitamin C sebesar 7,25±0,02 ppm. Perasan jeruk manis dan jeruk purut termasuk antioksidan kuat jika dibandingkan dengan vitamin C.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TUMBUH TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSIK EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga L.) Subehan Lallo; Ade Christie Lewerissa; Akhmad Rafi'i; Usmar Usmar; Ismail Ismail; Rosany Tayeb
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 3 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.341 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i3.9406

Abstract

Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga L.) merupakan tanaman yang telah banyak digunakan sebagai rempah dan obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif flavonoid yang memiliki efek antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat tumbuh terhadap aktivitas antiokasidan dan toksisitas dari ekstrak rimpang lengkuas (Alpinia galanga L.). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi sedangkan kadar polifenol dan flavonoid total dilakukan dengan menggunakan metode Folin-ciocalteu dan metode kolorimetri yang dianalisis dengan menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrihidrazil) dan sitotoksisitas dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethaly Test). Ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat diperoleh rendemen sebesar 2,24% untuk dataran rendah,  3,51% dataran sedang dan dataran tinggi sebesar 3,77%. Analisis kadar fenolik dan flavanoid diperoleh berturut turut dari dataran rendah ke tinggi sebesar 6,08±0,26% dan 2,25±0,05%, 5,09±0,14% dan 1,09±0,08, 5,47±0,24% dan 1,16±0,3%. Aktifitas antioksidan yang tertinggi diperoleh pada dataran rendah diperoleh IC50 332,48 bpj, kemudian pada dataran tinggi dengan IC50 447,14 bpj dan pada dataran sedang diperoleh IC50 sebesar 518,57 bpj. Uji sitotoksik terhadap ketiga ekstrak menunjukkan hasil LC50 yang tidak terlalu berbeda antara ketiga lokasi tersebut.
MIKROENKAPSULASI ASAM MEFENAMAT MENGGUNAKAN POLIMER HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA DAN NATRIUM ALGINAT DENGAN METODE GELAS IONIK Sandra Aulia Mardikasari; Suryani Suryani; Nur Illiyyin Akib; Muhammad Handoyo Sahumena; Sri Hastuti; Suci Ananda Putri
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 3 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.34 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i3.9395

Abstract

Asam mefenamat bersifat rentan terhadap cahaya maupun terhadap udara dan kelembaban. Selain itu asam mefenamat memiliki waktu paruh yang sempit, dapat menyebabkan peningkatan resiko gangguan gastrointestinal termasuk iritasi lambung pada penggunaan jangka panjang. Teknologi Mikroenkapsulasi merupakan proses penyalutan bahan aktif berupa cairan ataupun padatan dengan lapisan yang relatif tipis dengan ukuran partikel yang sangat kecil antara 0,2-5000 μm. Tujuan penelitian ini untuk melakukan preparasi mikroenkapsulasi terhadap asam mefenamat menggunakan polimer Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) dan Natrium alginat dengan metode gelasi ionik lalu mengkarakterisasi hasil mikrokapsul yang diperoleh. Preparasi mikroenkapsulasi dilakukan dengan membandingkan konsentrasi polimer yang digunakan, dibuat dalam 3 formula. Parameter  karakterisasi meliputi penetapan efisiensi penjerapan, distribusi ukuran partikel, bentuk partikel dan pengujian disolusi. Hasil karakterisasi menujukan mikroenkapsulasi Asam Mefenamat yang dihasilkan memiliki bentuk partikel yang spheris, dengan nilai efisiensi penjerapan terbesar yaitu 67,53% untuk perbandingan HPMC dan  natrium alginat masing-masing 4 : 1, sedangkan distribusi ukuran partikel bervariasi dengan ukuran terkecil yakni 1.105 , untuk hasil pengujian disolusi pada medium asam  diperoleh konsentrasi pelepasan obat  terbesar adalah 10,39 mg/L dan medium basa sebesar 74,456mg/mL. Penelitian Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asam mefenamat dapat dipreparasi dengan teknik mikroenkapsulasi sehingga dapat mengatasi beberapa kekurangan asam mefenamat.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK KULIT BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DAN AKTIFITAS ANTIOKSIDANNYA TERHADAP [2,2’-azinobis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonate)] (ABTS) Muhammad Raihan; Naufal Taqwa; A Rifka Hanifah; Subehan Lallo; Ismail Ismail; Muhammad Nur Amir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 3 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.506 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i3.9400

Abstract

Buah Nangka (A. heterophyllus) merupakan salah satu komoditi utama buah-buahan di Indonesia dengan tingkat nutrisi dan kandungan kimia yang bermanfaat dan beragam. Limbah kulit buah nangka diduga juga mengandung metabolit sekunder yang dapat dimanfaatkan sebagai senyawa sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis senyawa yang terdapat pada ekstrak kulit buah dan mengukur aktivitas antioksidannya terhadap ABTS. Golongan senyawa diuji dengan menggunakan pereaksi untuk mengetahui kandungan kimia dalam ekstrak kulit buah nangka berupa antara lain flavonoid, alkaloid, tanin/fenolik, saponin, terpenoid. Profil KLT yang diperoleh menggunakan densitometer menunjukkan nilai Rf 0.27 dan 0.40 kemungkinan merupakan senyawa flavonoid sedangkan pada Rf 0.9 dideteksi positif untuk senyawa terpenoid. Uji aktivitas antioksidan terhadap hasil fraksinasi esktrak kulit buah nangka menujukkan bahwa fraksi 3 menghasilkan nilai IC50 yang paling besar di antara fraksi-fraksi kulit buah nangka dengan nilai sebesar 87.09 μg/ml terhadap ABTS

Page 5 of 17 | Total Record : 170