cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AIR ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) TERENKAPSULASI MALTODEXTRIN TERHADAP PEROKSIDASI LIPID HATI DAN GINJAL TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ISONIAZID-RIFAMPISIN Jumasni Adnan; Yulia Yusrini Djabir; Mufidah Mufidah; Sartini Sartini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.899 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5695

Abstract

Isoniazid dan rifampisin merupakan obat lini pertama antituberkulosis, namun kombinasi dari keduanya dapat meningkatkan resiko toksisitas pada hati dan ginjal. Kelopak bunga Rosella memiliki kandungan senyawa antioksidan yang dapat bersifat sitoprotektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek protektif ekstrak air bunga rosella terenkapsulasi maltodextrin terhadap peroksidasi lipid organ hati dan ginjal tikus jantan yang diinduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik melalui pemeriksaan kadar malondialdehid (MDA). Sebanyak 25 ekor tikus wistar jantan dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol sehat, kelompok II diberi penginduksi isoniazid-rifampisin dosis toksik (50 mg/kg dan 100 mg/kg), kelompok III diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 62.5 mg/kgBB, kelompok IV diberi isoniazid-rifampisin dan ekstrak rosella 125 mg/kgBB, dan kelompok V diberi isoniaid-rifampisin dan ekstrak rosella 250 mg/kgBB. Tikus diberi ekstrak Rosella secara peroral 4 jam sebelum induksi isoniazid-rifampisin. Setelah 35 hari perlakuan, tikus dieutanasia dan dilakukan pemeriksaan MDA organ hati dan ginjal menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pemberian isoniazid-rifampisin dosis toksik selama 35 hari mampu meningkatkan MDA hati dan MDA ginjal lebih dari 3x lipat MDA hati tikus kontrol (p<0.01). Sedangkan, pemberian perlakuan ekstrak Rosella dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB mampu mempertahankan kadar MDA hati dan ginjal tikus setara dengan kontrol sehat. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak rosella terenkapsulasi maltodextrin mampu mencegah peningkatan aktivitas peroksidasi lipid hati dan ginjal tikus yang diinduksi isoniazid-rifampisin pada dosis 62.5 mg/kgBB, 125 mg/kgBB, dan 250 mg/kgBB.
PENGARUH BAHAN TAMBAHAN MALTODEXTRIN DAN GOM ARAB TERHADAP KADAR TOTAL POLIFENOL DARI EKSTRAK TEH HIJAU (Camellia sinensis) SETELAH PENYIMPANAN Rahmasia Rahmasia; Sartini Sartini; Asnah Marzuki
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.162 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6462

Abstract

Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa polifenol utamanya epigallocatechin-3-gallate (EGCG), epigallatocatechin (EGC), epicatechin-3-gallate (ECG), dan epicatechin (EC) yang dapat berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa polifenol tidak stabil pada temperatur, pH dan oksigen, sehingga ditambahkan bahan enkapsulasi maltodextrin dan gom arab untuk mempertahankan kadar polifenol selama masa penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan bahan maltodextrin dan gom arab sebagai pengenkapsulasi dalam mempertahankan kadar polifenol dari ekstrak teh hijau selama masa penyimpanan. Ekstraksi dilakukan secara remaserasi menggunakan pelarut etanol 70 % dengan perbandingan 1:5. Enkapsulasi ekstrak teh hijau menggunakan maltodextrin dan gom arab, perbandingan ekstrak teh hijau dengan enkapsulasi yaitu 1:5, 1:1 dan 1:2. Pengujian kadar total polifenol menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis  dengan larutan standar asam galat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi ekstrak teh hijau dapat mempengaruhi kadar total polifenol.
PENGARUH POSISI DAUN PADA TANAMAN SIRSAK (Annona muricata Linn.) DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO Reski Yalatri Wirastuty; Subehan Lallo; Sartini Sartini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.823 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5826

Abstract

Daun Sirsak merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak posisi daun dan aktivitas antibakteri. Masing-masing bagian daun sirsak dimaserasi menggunakan etanol 70% menggunakan perbandingan 1:7 kemudian dilanjutkan pengujian antibakteri, analisis kualitatif menggunakan UFLC. Aktivitas antibakteri menggunakan metode Disc Diffusion Kirby-Bauer menggunakan medium MHA dengan waktu inkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeroginosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pucuk sirsak yang paling baik aktivitas antibakteri  terdapat pada bagian pucuk yang memiliki daya hambat terhadap Staphylococcus aureus sebesar 12,73 mm dan Pseudomonas aeruginosa sebesar 11,83 mm.
ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR A Rufaidah Hashary; Marianti A Manggau; Hasyim Kasim
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 2 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.353 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i2.5701

Abstract

Infeksi saluran kemih dapat muncul sebagai beberapa sindrom yang terkait dengan respon inflamasi terhadap invasi mikroba dan dapat berkisar dari bakteriuria asimtomatik hingga pielonefritis dengan bakteremia atau sepsis. Pilihan lini pertama terapi antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih adalah trimethoprim–sulfamethoxazole (TMP–SMX) dan atau golongan fluoroquinolone, lini kedua golongan nitrofurantion, dan lini ketiga golongan beta-laktam. Namun pada penelitian ini, antibiotik yang paling banyak digunakan adalah antibiotik beta-laktam golongan sefalosporin generasi ketiga yaitu ceftriaxone. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan obat antibiotik,interaksi antara obat antibiotik dengan obat lain, dan efek samping yang ditimbulkan dalam pemberian antibiotik pada pasien ISK dalam mengurangi infeksi pada pasien ISKdi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Data yang diperoleh diuji deskriptif antara penggunaan antibiotik terhadap penurunan bakteri, WBC, dan neutrofil. Penggunaan dan dosis obat antibiotik pada pasien infeksi saluran kemih di instalasi rawat inap RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar menunjukkan hasil yang efektif dalam mengurangi dan atau menyembuhkan infeksi saluran kemih. Efek samping yang terjadi setelah pemberian antibiotik ceftriaxone yaitu mual 9%, nyeri perut 4,5%, dan pemberian antibiotik ceftazidime mengalami diare 4,5%. Interaksi yang terjadi pada pemberia antibiotik yaitu antara ceftriaxon dan furosemid, Penggunaan ceftriaxone (sefalosporin) bersamaan dengan furosemid (diuretik) dapat meningkatkan konsentrasi plasma atau menurunkan klirens dari ceftriaxon. Manajemen yang sebaiknya dilakukan adalah memonitoring fungsi ginjal
TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG TEKNIK DELPHI DAN KAITANNYA TERHADAP ISU KEFARMASIAN TERKINI Anshar Saud
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.974 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6471

Abstract

Delphi technique has been knowned in variety research of studies and countries for almost eight decades as one of reliable decision making method. Its success and relation in pharmacy field has been examined but not yet catalogue recently in a comprehensive manner. The objective of this study was to review existing literature studies on the topic of Delphi technique and its relation on current pharmaceutical issues to provide an analysis of its success and impact in pharmacy and health sector. A search of 6 electronic databases i.e: Google Scholar, MEDLINE, PubMed, ScienceDirect, Web of Science and Proquest was conducted during November 2018. A scientific review of literature (2008-2018) was performed to identify and collate information from relevant, peer reviewed original study articles investigating Delphi technique employed in pharmaceutical issues. A thematic analysis was undertaken to categorize categories of pharmacy, pharmaceutical, pharmaceutical care and pharmacist. Thirty two original study articles were included in this review. All articles were based in the U.S., Europe, Australia and Asia. After reviewing all the articles, 5 themes with 13 categories were generated. These themes included essential role of pharmacist in healthcare, pharmacy professionalism, medication management protocol, pharmacy education, and drug policy. It concluded that overall, through this review it is evident that there are a number of themes on pharmacy issues that employed by Delphi techniques. This review indicated that although Delphi technique are successful and to be satisfactory applied in pharmacy field, the usage of technique in pharmacy issues need to be further enhanced.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN OBAT ATORVASTATIN TERHADAP PERBAIKAN KLINIS PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Riska Purnamasari; Marianti A. Manggau; Muhammad Yunus Amran
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 1 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.09 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i1.5689

Abstract

Indonesia menduduki terbanyak di Asia yang menderita stroke. Statin dengan efek pleiotropiknya dapat menjadi neuroprotektan sehingga dapat memperbaiki kondisi klinis dan mencegah terjadinya stroke berulang, Di rumah sakit ataupun di klinik ada pasien yang mendapatkan terapi atorvastatin dan ada pula yang tidak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas atorvastatin terhadap pasien stroke iskemik dengan menganaisis nilai kolestrol total, HDL, LDL, dan atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien dengan pengukuran nilai gcs dan mRS.Desain penelitian yang digunakan adalah observasional non eksperimen deskriptif-analitik. Pengambilan sampel dengan teknik non-probability sampling dengan cara purposive sampling.Jumlah sampel 30, terdiri dari kelompok atorvastatin (15 pasien) dan kelompok tanpa Atorvastatin (15 pasien). Kolestrol total, HDL, dan LDL, dan mRS diperiksa sebelum dan setelah terapi. Data kolestrol dianalisis secara deskriptif, dan nilai mRS dianalisis dengan menggunakan Uji paried t Test. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan nilai kolestrol total (25 %) dengan nilai rata-rata 194.80  dan setelah terapi 151.40, sedangkan untuk nilai HDL tidak terjadi peningkatan,  sebelum terapi (31.00 setelah terapi menjadi 27.00 , dan untuk LDL tidak terjadi penurunan yang signifikan, sebelum terapi 113.80 mg/dl dan setelah terapi menjadi 93.20, sedangkan untuk perbaikan nilai mRS, memberikan hasil mRS yang meningkat secara  signifikan dari kelompok atorvastatin (p=0.001) dibandingkan pasien yang tidak diterapi dengan atorvastatin (p=0.610). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari pemberian Atorvastatin terhadap perbaikan klinis pasien yang diukur dengan mRS (modified rankin scale)
IDENTIFIKASI GENOTIP CTX-M PADA Escherichia coli PENGHASIL EXTENDED SPECTRUM BETA LACTAMASE (ESBL) YANG RESISTEN PADA CEPHALOSPORIN GENERASI III DI RSUP WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Agus Sangka Pratama; M Natsir Djide; M Nasrum Massi
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 23 No. 1 (2019): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.154 KB) | DOI: 10.20956/mff.v23i1.6458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mendaptkan gambaran tentang prevalensi kejadian Escherichia coli penghasil ESBL yang resisten terhadap cephalosporin generasi III pada pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan prevalensi genotif CTX-M Escherichia coli penghasil ESBL yang resisten terhadap cephalosporin generasi III pada pasien RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian dilaksanakan diruang perawatab rawat inap, ruang ICU, ruang HCU, ruang PICU, ruang IGD anak, Infection Center, laboratorium patologi klinik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan laboratorium mikrobiologi klinik RSP Universitas Hasanuddin Makassar periode Juni 2018 – Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Bakteri Escherichia coli diisolasi dari 50 pasien. Pengujian dilakukan meliputi uji sensitivitas antibiotika dengan mengunakan metode difusi agar Kirby-bauer dan vitek 2 compact, uji deteksi ESBL dengan metode Double Disc Synergy Test (DDST), Phenotypic Confirmatory Test dan Uji genotip CTX-M Polymerase Chain Reaction (PCR). Hasil penelitian menunjukkan uji sensitivitas antibiotika pada 50 sampel klinik (Urin, Sputum, Darah, Feses, Pus dan Jaringan) yang diuji terhadap antibiotika golongan sefalosporin generasi III yang telah mengalami resistensi sebesar 40 isolat (80%) baik pada Ceftriaxone, Cefotaxime dan Ceftazidine. Pada uji fenotip dengan metode DDST dan Vitek 2 compact ditemukan 40 sampel (80%) positif ESBL pada Antibiotika Cefotaxime+As.Klavulanat (30 ųg/10 ųg ) maupun Ceftazidine+As.Klavulanat (30 ųg/10 ųg ). Pada uji genotip CTX-M di temukan 41 sampel (82%) memiliki gen CTX-M penghasil ESBL
KAJIAN PENGGUNAAN CAPTOPRIL DAN RAMIPRIL TERHADAP PARAMETER FUNGSI GINJAL PADA PASIEN CHF Asniar Pascayantri; Elly Wahyudin; Hasyim Kasim
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 3 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.739 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i3.5796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan inhibitor ACE (Angiotensin Converting Enzyme) yaitu captopril dan ramipril pada pasien CHF berdasarkan outcome terhadap parameter fungsi ginjal di bagian PJT (Pusat Jantung Terpadu) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perubahan inhibitor ACE terhadap parameter fungsi ginjal yang terjadi pada pasien CHF. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional non eksperimen dengan rancangan deskriptif-analitik, yang mencapai jumlah 40 orang sampel. Data yang dianalisis secara deskriptif dan statistik berupa parameter fungsi ginjal.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan inhibitor ACE kerja singkat yaitu captopril (6,25mg/8jam) adalah 20 orang (50%) dan yang mengunakan inhibitor kerja lama yaitu ramipril (5mg/24jam) sebanyak 20 orang (50%). Data parameter fungsi ginjal dianalisis dengan menggunakan SPSS 23 melalui tes distribusi normalitas dengan menggunakan uji Normality Kolmogorov-Smirnov yang diikuti dengan uji t-tes sampel berpasangan dan uji Multivariate One Way ANOVA. Hasil menunjukkan adanya perbedaan nilai sebelum dan sesudah terapi. Kejadian peningkatan fungsi ginjal lebih besar pada data serum kreatinin p<0,05 dibandingkan pada data ureum p>0,05 pada kedua kelompok terapi
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MgSO4 SEBAGAI TOKOLITIK PADA ANCAMAN PERSALINAN PREMATUR DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Nurhikma A; Elly Wahyudin; Nasruddin AM
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 21 No. 3 (2017): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.684 KB) | DOI: 10.20956/mff.v21i3.6858

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, RSIA Sitti Khadijah, dan Klinik Sitti Khadijah Makassar dari Mei hingga Juli 2017 bertujuan menguji efektifitas penggunaan obat MgSO4 sebagai tokolitik pada pasien dengan ancaman persalinan prematur di Makassar. Terdapat 32 pasien yang terdaftar dalam penelitian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan mengikuti rancangan deskriptif analitik dan pengambilan data secara prospektif. Hasil penelitian ini adalah dari 32 pasien yang mendapat terapi MgSO4, 2 orang yang berhasil menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam pada pemberian terapi ke 2 tanpa kontraksi, 21 pasien yang berhasil menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam pada pemberian terapi ke 3 tanpa kontraksi, 6 pasien yang berhasil menunda persalinan dengan penurunan kontraksi tersisa 1x10 menit (15-20 detik) dan 5 pasien yang berhasil menunda persalinan dengan penurunan kontraksi tersisa 1x10 menit (10-15 detik) masing-masing pada pemberian terapi ke 3. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa, efektifitas MgSO4 dalam menunda persalinan prematur dalam waktu 2x24 jam adalah sebesar 71.87%.
PENGARUH MADU TRIGONA TERHADAP STRESS OKSIDATIF PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI STATIN UNTUK MENCEGAH MIOTOKSISITAS Mirnawati Salampe; Peter Kabo; Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 22 No. 2 (2018): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.577 KB) | DOI: 10.20956/mff.v22i2.5697

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh madu trigona terhadap stress oksidatif pada tikus putih yang diinduksi statin untuk mencegah miotoksisitas melalui pengukuran kadar kreatin kinase (CK), malondialdehid (MDA), dan aktivitas superoksida dismutase (SOD). Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, terdiri dari 5 ekor tiap kelompok. Kelompok 1 merupakan kontrol yang hanya diberikan NaCMC 0,5%; kelompok 2 (induksi atorvastatin 20 mg/kgBB selama 3 minggu dan dilanjut dengan 40 mg/kgBB selama 2 minggu); kelompok 3 (diberi madu 4,5 ml/kgBB); kelompok 4, 5, dan 6 (diberi madu 1,5 ml; 3 ml; 4,5 ml/kgBB, berturut-turut selanjutnya selang waktu 2 jam diinduksi atorvastatin). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar CK sebelum dan setelah perlakuan selama lima minggu pada tikus yang diinduksi atorvastatin mengalami peningkatan secara signifikan (p<0.05), sedangkan kadar CK pada kelompok tikus yang lainnya tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Kadar MDA setelah perlakuan pada tikus yang hanya diinduksi atorvastatin menunjukkan kadar yang relatif tinggi, namun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan kelompok tikus yang lainnya.  Demikian pula dengan aktivitas SOD pada tikus yang hanya diinduksi atorvastatin tidak menunjukkan perbedaan bermakna dengan kelompok tikus yang diberi madu sebelum induksi atorvastatin.

Page 3 of 17 | Total Record : 170