cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SECARA SUBKRONIK TERHADAP BOBOT JANTUNG DAN PARU TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Rezaldi Mahaputra Perdana; Muhammad Nur Amir; Sukamto Mamada
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 2 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i2.10683

Abstract

Kayu secang merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan untuk terapi pengobatan, sehingga perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui keamanan dari tanaman tersebut. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) secara subkronik terhadap bobot jantung dan paru tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek toksisitas ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) berdasarkan parameter bobot jantung dan paru-paru tikus putih jantan (Rattus norvegicus) setelah pemaparan subkronik selama 90 hari. Dua puluh ekor tikus putih dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 kontrol sehat, kelompok 2 NaCMC 1%, kelompok 3 ekstrak etanol kayu secang 400 mg/kg BB, dan kelompok 4 ekstrak etanol kayu secang 1000 mg/kg BB. Perlakuan dilakukan selama 90 hari dengan aturan pemberian 1 kali sehari. Efek toksisitas ditentukan melalui pengukuran bobot jantung dan paru-paru. Hasil yang diperoleh menunjukkan  bahwa pemberian ekstrak etanol kayu secang secara subkronik selama 90 hari tidak menyebabkan toksisitas berdasarkan data bobot jantung dan paru-paru tikus putih jantan yang diperoleh.
IDENTIFIKASI SENYAWA KIMIA POTENSIAL BERKHASIAT OBAT DARI KULIT BATANG Shorea ovalis (Korth.) Blume MENGGUNAKAN ANALISIS GAS KROMATOGRAFI Novitri Hastuti; Marfuah Wardani
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.10864

Abstract

Shorea spp. adalah jenis-jenis tanaman hutan yang populer dan menjadi primadona dari suku Dipterocarpaceae dengan nama perdagangan meranti. Beberapa jenis meranti masuk dalam kategori terancam punah dan masuk daftar merah International Union on Conservation of Nature (IUCN). Salah satu jenis yang masuk dalam daftar merah IUCN adalah Shorea ovalis (Korth) Blume. Untuk mendorong konservasi jenis S.ovalis, maka penelitian potensi hasil non kayu perlu dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar mendukung upaya pelestarian jenis S.ovalis. Kulit batang S.ovalis berpotensi sebagai bahan obat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa kimia yang terkandung dalam kulit batang S.ovalis menggunakan analisis kromatografi. Sampel kulit batang S.ovalis dari 5 pohon diuji kandungan fitokimianya dan dianalisis senyawa kimianya menggunakan GCMS Pyrolisis. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kulit batang S.ovalis mengandung senyawa fenol, triterpena dan alkaloid. Senyawa fenol mendominasi ekstrak kulit batang S.ovalis. Analisis GCMS menunjukkan senyawa 2-methoxy-4-methylphenol terkandung pada seluruh kulit batang S.ovalis yang dianalisis dengan konsentrasi berkisar 4-5%.
STUDI EFEK DISGLIKEMIA PADA PENGGUNAAN INJEKSI CIPROFLOXACIN DAN LEVOFLOXACIN DENGAN KOMBINASI ANTIDIABETIK ORAL DAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD LASINRANG, PINRANG, SULAWESI SELATAN Ririn Sutanti Abdul; Marianti A Manggau; Agus Alim Abdullah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.11109

Abstract

This study was aimed to determine the dysglycemia effects of fluoroquinolone antibiotics, namely ciprofloxacin or levofloxacin in hospitalized diabetes melitus patients who also taking oral antidiabetic or insulin in Lasinrang Hospital Pinrang by measuring blood glucose levels value before and after using  fluoroquinolon. The research was conducted by a non-experimental observational study with a descriptive-analytic design. Sampling was done by retrospectively method and 49 samples were obtained that met the inclusion and exclusion criteria. The results of this study showed no hypoglycemia effect in hospitalized diabetes melitus patients, who was taking ciprofloxacin or levofloxacin. The percentage effect of hyperglycemia that occurs in patient using ciprofloxacin was 34.78% and levofloxacin was 30.77%. Based on statistical tests, blood glucose levels before and after the patients with diabetes mellitus taking ciprofloxacin or levofloxacin injection showed a significant difference.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DEFINITIF PADA SEPSIS NEONATORUM AWITAN DINI DAN LAMBAT DI RSPAD GATOT SOEBROTO Marselina Marselina; Ros Sumarny; Wawaimuli Arozal; Marliana Sri Rejeki
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.11181

Abstract

Angka kejadian sepsis neonatorum yang tinggi karena sulitnya penegakan diagnosis disebabkan faktor klinis tidak spesifik. Pasien akan mendapatkan antibiotik setelah 1 jam yang diduga sepsis. Hal ini meningkatkan resistensi karena penggunaan antibiotik tidak rasional. Maka perlu ibu serta pasien sepsis dan penggunaan antibiotik. Penelitian deskriptif analitik dengan studi kohort retrospektif menggunakan data rekam medis yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data secara bivariat dengan uji chi square pada p≤0.05. Ada 98 pasien (SNAD 55 pasien; SNAL 43 pasien). Hubungan hubungan antara ibu hamil kehamilan kehamilan SNAD (p = 0,025), kehamilan kehamilan kehamilan (p = 0,020).Hubungan antara hubungan antara variabel pasien detak jantung terhadap SNAD (p = 0.010). Evaluasi metode DDD didapatkan antibiotik yang sering digunakan yaitu meropenem 20.147 DDD / 100 hari sabar . Analisis hubungan antara metode Kunin terhadap luaran klinis pasien SNAD (p = 0.175; RR = 2.316; 95% Cl = 0.677-7.919), lama rawat (p = 0.057; RR = 4.929; 95% Cl = 0.954-25.469). Analisis hubungan antara metode Kunin terhadap luaran klinis pasien SNAL (p = 0.811; RR = 1.167; 95% Cl = 0.331-4.116), lama rawat (p = 0.110; RR = 0.525; 95% Cl = 0.391-1.705). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kerasionalan penggunaan antibiotik definitif dengan luaran kinis serta lama rawat yang di nilai menggunakan metode Kunin.Kata kunci: sepsis neonatorum, baterai, antibiotik definitif
PENGHAMBATAN AKTIVITAS α-GLUKOSIDASE OLEH EKSTRAK ETANOL, AIR, DAN SERBUK PARE Ida Ayu Preharsini Kusuma; Sugiyanto Sugiyanto
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.11547

Abstract

Diabetes militus (DM) masih menjadi penyakit yang menyebabkan masalah serius di Indonesia dan terus meningkat setiap tahunnya. Dibutuhkan obat yang dapat membantu penderita diabetes. Penelitian mengenai pencarian obat antidiabetes terus dilakukan salah satunya penggunaan bahan alam. Bahan alam yang mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah tanaman pare. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas inhibisi terhadap α-glukosidase pada ekstrak etanol, air, dan serbuk buah pare. Metode penelitian ini menggunakan prinsip mengenai nilai IC50 yang menggambarkan besarnya konsentrasi yang dibutuhkan untuk menghambat 50% aktivitas enzim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 tertinggi ada pada ekstrak etanol yaitu sebesar 31,1549 ppm. Kemudian ekstrak air 99,0729 ppm, dan 323,7915 ppm serbuk pare. Adapun sebagai pembanding digunakan akarbosa komersil dengan nilai IC50 sebesar 42,1871 ppm.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DI INSTALASI RAWAT INAP RSPAD GATOT SUBROTO Iyan Hardiana; Dian Ratih Laksmitawati; Hesty Utami Ramadaniati; Sutarno
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11555

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah yang serius karena dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuanterapi, meningkatnya efek samping obat, dan pemborosan dari segi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi penggunaan antibiotika pasien pneumonia komunitas di instalasi rawat inap RSPAD GatotSubroto. Penelitian ini bersifat cross sectional dengan pengambilan data secara prospektif di instalasi rawatinap periode September – November 2019. Penggunaan antibiotika dievaluasi menggunakan metode Gyssensselanjutnya dilakukan analisis korelasi antar kerasionalan dengan outcome terapi menggunakan uji Spearman.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien pneumonia komunitas berdasarkan kategori umur yangpaling banyak yaitu > 66 tahun dengan jumlah 23 pasien (53.49%), kategori jenis kelamin yang palingmendominasi laki – laki sebanyak 24 pasien (55.81%) dari jumlah total 43 pasien yang memenuhi kriteriainklusi. Berdasarkan hasil evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens diperoleh 28 pasienmenggunakan antibiotik dengan tepat (kategori 0) dan 15 pasien menggunakan antibiotik tidak tepat (kategoriI – VI). Antibiotika yang termasuk kategori IVA sebanyak 6 kasus (6.82%), kategori IVC sebanyak 2 kasus(2.27%), kategori IIIA sebanyak 5 kasus (5.68%), dan kategori IIIB sebanyak 9 kasus (10.23%). Analisis statistikmenunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara penggunaan antibiotika yang rasional dalammempengaruhi outcome terapi (r=0.533)
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI OLANZAPIN DAN KOMBINASI HALOPERIDOL DENGAN DIAZEPAM SECARA INTRAMUSKULAR PADA PASIEN RAWAT INAP SKIZOFRENIA FASE AKUT DI RSKD DUREN SAWIT Desweri Muhareni; Yusi Anggriani; Fredrick Dermawan Purba
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11561

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilakuindividu, ditandai dengan hilangnya pemahaman terhadap realitas dan daya tilik diri. Pasien skizofrenia padafase akut dapat diberikan olanzapin injeksi dan kombinasi haloperidol injeksi dan diazepam injeksi secara intramuskular. Harga olanzapin injeksi lebih mahal daripada kombinasi haloperidol injeksi dan diazepam injeksi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat biaya rerata medis langsung dan membandingkan denganefektivitasnya. Penelitian ini dilakukan secara kohort prospektif di RSKD Duren Sawit dari Juni – Agustus 2019.Data pasien diambil dari rekam medis, data total biaya langsung medis di ruang akut, nilai PANSS EC pre danpost perawatan di ruang akut. Jumlah total sampel dalam penelitian ini adalah 193 pasien, terdiri atas 102pasien kelompok olanzapin injeksi dan 91 pasien kelompok kombinasi haloperidol injeksi dan diazepam injeksi.Rerata total biaya medis langsung yang diperlukan pasien skizofrenia fase akut dengan olanzapin injeksisebesar Rp 2.446.644±814.719 lebih tinggi dari kombinasi haloperidol injeksi dan diazepam injeksi sebesar Rp1.796.962±408.376,. Rerata selisih PANSS EC pre dan post rawat olanzapin injeksi 16,08 lebih tinggi darikombinasi haloperidol injeksi dan diazepam injeksi sebesar 14,62. Uji Mann Whitney menunjukkan terapiolanzapin injeksi menunjukkan perbaikan yang lebih tinggi untuk perbaikan PANSS EC (p<0,05), tetapi tidakterdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) dalam lama hari rawat (LOS).
UJI AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SECARA IN VIVO TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Azimatur Rahmi; Tika Afriani; Lia Permata Sari; Filmawati
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11961

Abstract

Daun sembung (Blumea balsamifera) secara empiris berkhasiat sebagai pengobatan deman. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antipiretik ekstrak etanol daun sembung terhadap mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan mencit putih jantan yang sehat sebanyak 30 ekor dengan bobot badan rata-rata 20-30 gram yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, dimana setiap kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif sedangkan kelompok 2-4 sebagai kelompok perlakuan dan kelompok 5 sebagai kontrol positif. Dalam penelitian ini digunakan pepton 5% sebagai penginduksi demam pada mencit dengan menggunakan metode secara in vivo. Pengukuran suhu mencit dilakukan pada rektal mencit dengan interval waktu 30 menit hingga 120 menit. Penurunan suhu mencit dianalisis dengan uji one way anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa penggunaan dosis 100, 150 dan 200 mg/BB gram mencit dapat menunjukkan adanya aktivitas antipiretik pada mencit yang signifikan (p< 0,05).
FORMULASI KAPSUL EKSTRAK DAUN KANGKUNG (Ipomoea aquatica Forsk) SEBAGAI KANDIDAT SEDATIVUM MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI POLYVINYLPYRROLIDONE Julianri Sari Lebang; Jainer Pasca Siampa; Aisyah Fatmawaty; Sitti Haisyah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.11964

Abstract

Kangkung mengandung senyawa flavonoid yang diketahui memiliki efek sedatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kapsul dari ekstrak etanol kangkung (Ipomoea aquatica Forsk) dengan variasi konsentrasi polivinilpirolididon (PVP) yang stabil secara fisik. Ekstrak Kangkung diformulasikan menggunakan PVP sebagai pengikat, dengan konsetrasi 5%, 10% dan 15%. Setiap formula dievaluasi stabilitasnya menggunakan climatic chamber. Hasil uji stabilitas menunjukkan formula yang mengandung PVP 5% stabil secara fisik. Efektivitas kapsul sebagai sedativum kemudian dievaluasi menggunakan mencit jantan (Mus musculus L.). Hewan dikelompokkan menjadi empat kelompok, diberi Natrium CMC, diazepam 2 mg / kg BB, kapsul kangkung 40 mg / 20 g BB dan 80 mg / 20 g BB. Empat puluh lima menit setelah diberi sediaan uji, hewan diberi sodium thiopental i.p. Kemudian onset dan durasi diamati. Hasil penelitian menunjukkan serbuk kapsul yang mengandung ekstrak kangkung (Ipomoea aqutica Forsk) memiliki aktivitas memperpanjang durasi tidur pada mencit. Analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan ada perbedaan waktu durasi yang signifikan antara kelompok yang diberi natrium CMC dan kelompok yang diberi serbuk kangkung dosis 40 mg/20g BB dan 80 mg /20g BB. Hal ini menunjukkan adanya efek sedatif kapsul yang dibuat dari ekstrak kangkung.
PRODUKSI NANOPARTIKEL PERAK MENGGUNAKAN INFUSA RIMPANG LAKKA - LAKKA (Curculigo orchioides Gaertn.) SEBAGAI BIO-REDUCTOR VARIASI KONSENTRASI AGNO3 DAN WAKTU REDUKSI Jainer Pasca Siampa; Jesi Febriani Tiku; Aisyah Fatmawaty; Andi Arjuna
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 24 No. 3 (2020): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v24i3.11965

Abstract

Nanopartikel perak dapat disintesis dengan metode fisika dan kimia. Namun karena toksik dan tidak ramah lingkungan, pemanfaatan tanaman sebagai bioreduktor menjadi pilihan utama. Pada penelitian ini, sari infusa rimpang lakka-lakka digunakan sebagai bioreduktor pada biosintesis nanopartikel perak. Nanopartikel perak telah diproduksi dengan variasi konsentrasi AgNO3 1, 3, dan 5 mM dan waktu reduksi 0, 15, 45, 60, dan 90 menit untuk mengevaluasi kondisi optimum pada produksi nanopartikel perak. Berdasarkan hasil yang teridentifikasi dari spekatra UV-Vis, nanopartikel perak dapat diproduksi pada semua kondisi reaksi. Namun pada konsentrasi 5 mM dan waktu reduksi 45 menit, nukleasi nanopartikel perak lebih awal terbentuk dibandikan dengan yang lain.

Page 8 of 17 | Total Record : 170