cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
REVIEW: PERAN KUNYIT (Curcuma longa) SEBAGAI TERAPI HIPERTENSI DAN MEKANISMENYA TERHADAP EKSPRESI GEN Gelisa Wulandari; Yani Mulyani; Agus Sulaeman
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13287

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik dan atau diastolik melebihi normal dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi di dunia. Penggunaan obat-obatan sintetis dalam terapi hipertensi yang digunakan pada jangka panjang dapat menyebabkan efek samping, sehingga masyarakat mulai beralih menggunakan obat tradisional. Penggunaan kunyit (Curcuma longa) sebagai obat tradisional memiliki pengaruh yang baik karena kandungan salah satu komponen yang ada didalamnya yaitu curcumin mampu memperbaiki penyakit kardiovaskular termasuk hipertensi. Namun kajian tentang kunyit (Curcuma longa) sebagai obat tradisional masih dalam cakupan Obat Herbal Terstandar (OHT) dan belum sampai pada fitofarmaka. Curcumin bekerja dengan mempengaruhi berbagai target molekuler melalui interaksinya secara fisik dengan target atau dengan memodulasi faktor transkripsi, aktivitas enzim ataupun ekspresi gen. Ulasan ini merangkum peran kunyit (Curcuma longa) sebagai terapi hipertensi dan mekanismenya terhadap ekspresi gen dengan melakukan penelusuran jurnal ilmiah terpublikasi taraf internasional 10 tahun terakhir (2010-2020) melalui database elektronik berupa PubMed, ScienceDirect dan Google Scholar. Kunyit (Curcuma longa) dapat digunakan pada terapi hipertensi melalui perannya sebagai antioksidan, antiinflamasi, pencegah proliferasi sel otot polos pembuluh darah serta pada reseptor β-adrenergik dan beberapa mekanisme kerjanya terutama ke arah ekspresi gen eNOS, iNOS, ACE, AT1R, arginase, COX-2, Bcl-2 dan Caspase-3. Banyaknya manfaat dan potensi yang dimiliki kunyit (Curcuma longa) terutama perannya dalam mekanisme ekspresi gen pada hipertensi yang nantinya dapat dikembangkan lebih lanjut melalui berbagai pengujian.
ISOLASI FUNGI ENDOFIT DARI DAUN ASAM JAWA (Tamarindus indica L.) SEBAGAI PENGHASIL SENYAWA ANTIBAKTERI Herlina Rante; Abdul Halim Umar; Dominggus Paniel Mau
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13380

Abstract

Fungi endofit merupakan sekelompok jamur yang sebagian atau seluruh hidupnya berada dalam jaringan tumbuhan hidup dan biasanya tidak merugikan pada inangnya. Fungi endofit umumnya memproduksi metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis yang bermanfaat seperti misalnya senyawa-senyawa anti kanker, antivirus, atau antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi fungi endofit dari daun T. indica L. serta menguji aktivitas antibakteri metabolit sekunder fungi endofit  yang diperoleh terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Proses isolasi fungi endofit menghasilkan 1 isolat yang diberi kode TID-1. Produksi  senyawa antibakteri dilakukan melalui proses  fermentasi isolat fungi endofit TD-1  selama 18 hari pada kondisi teragitasi menggunakan medium PDYdari isolat TID-1. Pada akhir proses fermentasi, media fermentasi diekstraksi dengan etil asetat dan biomassa diekstrasi dengan metanol. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dengan konsentrasi ekstrak 200 ppm/disk, 300 ppm/disk, dan 400 ppm/disk mampu menghambat pertumbuhan E. coli  sebesar  8.43 mm,  9.6 mm, dan 10.86  mm.  Pada konsentrasi 300 ppm/disk dan 400 ppm/disk menghambat pertumbuhan S. aureus  sebesar  10,11 mm  dan 12,8 mm, sedangkan ekstrak metanol tidak memberikan aktivitas antibakteri., sehingga dapat disimpulkan bahwa metabolit sekunder fungi endofit yang diisolasi dari daun asam jawa (T . indica L.) berpotensi sebagai penghasil senyawa antibakteri.
ANALISIS MEDICATION ERROR FASE PRESCRIBING, TRANSCRIBING DAN DISPENSING DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Meki Pranata; Abdur Rosyid; Ainul Malikha
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13383

Abstract

Medication error merupakan kegagalan yang terjadi pada proses terapi pengobatan yang dapat menyebabkan dampak negatif sehingga menimbulkan risiko yang fatal bagi pasien terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya kejadian medication error dalam pelayanan obat di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observational yang menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data dilakukan di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang pada bulan September - Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi medication error dengan tingkat keparahan risiko berdasarkan matriks grading risiko di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Pada tahap prescribing terjadi kesalahan yaitu: tidak ada nomor SIP dokter 100% (moderat), tidak ada nomor telepon dokter 100% (moderat), tidak ada alamat dokter 100% (moderat), tidak ada jenis kelamin pasien 100% (moderat), salah/ tidak ada umur pasien 0,3% (rendah), tidak ada berat badan pasien 100% (moderat) dan tidak ada tinggi badan pasien 100% (moderat). Pada tahap transcribing tidak ditemukan adanya kejadian medication error yang berarti bahwa tidak terjadi kesalahan dalam proses penerjemahan resep di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang. Pada tahap dispensing terjadi kesalahan yaitu: obat ada yang kurang 1,1% (moderat), pemberian etiket salah/ tidak lengkap 0,3% (rendah) dan informasi aturan penggunaan obat salah/ tidak lengkap 47,2% (moderat). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi medication error pada fase prescribing (peresepan) dan dispensing (penyiapan obat) di Puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang pada periode September-Oktober 2020.
STUDI IN SILICO POTENSI ANTI KANKER SENYAWA TURUNAN KUMARIN TERHADAP PROTEIN BCL-2 Desi Dwirosalia Suparman; Ika Yustisia; Aryadi Arsyad; Muhammad husni Cangara; Ilhamjaya Patellongi; Rosdiana Natsir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13648

Abstract

Mutasi pada protein anti-apoptosis BCL-2 merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker payudara. Beberapa studi in vitro telah menunjukkan bahwa Eupatorium triplinerve Vahl, yang mengandung flavonoid, timohidrokuinon, terpenoid, karoten, vitamin C, stigmasterol, dan kumarin memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker payudara. Kumarin telah dilaporkan oleh berbagai penelitian berperan dalam berbagai jalur penghambatan terjadinya kanker. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan dan menilai docking dari turunan senyawa kumarin yang terdapat pada tanaman Eupatorium triplinerve Vahl, yakni ayapanin dan ayapin, terhadap protein BCL-2. Docking dilakukan dengan menggunakan program command Autodock Vina pada personal computer (PC) dengan sistem operasi Windows 10 64-bit. Struktur protein BCL-2 dengan kode PDB 6QGG diunduh dari RCSB Protein Data Bank dan struktur 3D dari ayapanin dan ayapin diambil dari situs PubChem. Proses moleculer docking dilakukan secara bertahap dari penyiapan ligan dan protein, validasi metode docking, proses docking, hingga analisis data. Energi ikatan yang diperoleh dari docking antara senyawa ayapanin dan ayapin terhadap protein BCL-2 adalah -6.3 kcal/mol dan -6.9 kcal/mol dibandingkan dengan energi ikatan ligan bawaan, yakni -10.3 pada kantung aktif yang sama. Dengan demikian, ayapanin dan ayapanin memiliki potensi sebagai senyawa inhibitor protein anti-apoptosis BCL-2.
EFEK HIPOGLIKEMIK LARVA UNDUR-UNDUR DARAT (Myrmeleon frontalis) DARI TES TOLERANSI GLUKOSA ORAL PADA TIKUS Harwoko Harwoko; Rahajeng Puput Aryani; Sherliyana Novita
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13766

Abstract

Prevalensi diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 1,5% di semua umur, sementara prevalensi global pada populasi orang dewasa terus meningkat selama empat dekade terakhir dari 4,7% menjadi 8,5%. Secara empiris, masyarakat Indonesia memanfaatkan larva undur-undur darat (Myrmeleon sp.) untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara menelan langsung larva hidup atau memasukkannya ke dalam kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek hipoglikemik serbuk dan ekstrak larva M. frontalis melalui tes toleransi glukosa oral pada tikus. Sebanyak 28 ekor tikus Wistar jantan diinduksi dengan glukosa monohidrat 2 g/kgBB secara oral, kemudian dibagi menjadi 7 kelompok dengan 4 kali ulangan. Kelompok 1 dan 2 diberikan serbuk undur-undur darat dosis 25 dan 50 mg/kgBB, kelompok 3–5 mendapatkan ekstrak pada dosis 12,5; 25; dan 50 mg/kgBB, serta kelompok 6 dan 7 diberikan Na-CMC 0,5% (kontrol negatif)   dan glibenklamid 0,50 mg/kgBB (kontrol positif). Persentase penurunan kadar gula darah (%PKGD) ditunjukkan oleh serbuk larva M. frontalis pada kisaran 13,80–29,35%,   sedangkan %PKGD pada ekstrak etanolik diperoleh pada rentang 11,34–23,49%.   Perbandingan nilai AUC0-180 serbuk dosis 50 mg/kg tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (p>0,05). Dengan demikian, serbuk undur-undur darat memiliki efek hipoglikemik setara dengan glibenklamid sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai obat antidiabetik oral.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK KERING RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) TERHADAP Propionibacterium acnes Nofriyanti -; Serlin Partika Sari; Benni Iskandar; Ferdy Firmansyah; Ihsan Ikhtiaruddin; Emma Susanti
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.13911

Abstract

Propionibacterium acnes adalah bakteri utama penyebab timbulnya jerawat. Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri adalah ekstrak kering rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) karena memiliki kandungan senyawa kurkumin dan minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi formulasi gel ekstrak kering rimpang kunyit terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antibakterinya pada Propionibacterium acnes ATCC 11827 dengan metode sumuran. Ekstrak kering rimpang kunyit diformulasi dalam bentuk gel dengan dua konsentrasi yaitu F1 (35%) dan F2 (45%). Gel adalah sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu cairan. Hasil evaluasi selama 8 minggu penyimpanan F1 (35%) memiliki stabilitas fisik yang lebih baik dibandingkan F2 (45%) pada pemeriksaan organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji iritasi dan uji stabilitas dengan metode sentrifugasi. Hasil uji statistik kruskal wallis terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antar formula terhadap diameter zona hambat bakteri, dimana F2 (45%) memberikan diameter hambat yang paling besar yaitu 19,82±0,27 mm dengan kategori daya hambat kuat.
PERBANDINGAN POTENSI ANTIBAKTERI INFUS AKAR KUNING (Fibraurea tinctoria Lour.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Streptococcus pyogenes IN VITRO Mohammad Bakhriansyah; Desi Amalia; Agung Biworo
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.14237

Abstract

Akar kuning (Fibraurea tinctoria Lour.) merupakan salah satu tumbuhan yang dipakai sebagai obat tradisional dalam bentuk rebusan oleh masyarakat Dayak Kalimantan Tengah. Bentuk sediaan infus memiliki kemiripan dengan bentuk sediaan rebusan dalam pengolahannya. Meskipun beberapa penelitian terdahulu menunjukkan ekstrak air tanaman akar kuning berefek sebagai antibakteri, namun, belum ditemukan penelitian yang membandingkan potensi antibakteri bagian akar dari tanaman ini dalam bentuk sediaan infus untuk bakteri Staphylococcus aureus (S. aureus) dan Streptococcus pyogenes (S. pyogenes).  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan potensi infus akar dari tanaman akar kuning terhadap pertumbuhan dua spesies bakteri tersebut secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control group yang terdiri dari 3 perlakuan menggunakan variasi konsentrasi infus akar tanaman akar kuning (0,64 mg/mL, 0,32 mg/mL, 0,16 mg/mL, dan 0,08 mg/mL), eritromisin 15 μg (kontrol positif), dan akuades (kontrol negatif). Uji potensi antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram (Kirby-Baeur). Parameter yang diukur yaitu diameter zona hambat bakteri di sekitar cakram (milimeter). Data dianalisis dengan menggunakan uji One-way ANOVA, uji post-hoc LSD, dan uji t-independent pada tingkat kepercayaan 95%. Analisis statistik pada hasil penelitian menunjukkan semakin besar konsentrasi infus akar kuning semakin besar daya hambatnya (p<0,001). Perbedaan konsentrasi infus pada bakteri yang sama juga menyebabkan daya hambat yang berbeda (p<0,001). Zona hambat infus akar tanaman akar kuning terhadap S. aureus lebih besar dibandingkan terhadap S. pyogenes pada konsentrasi 0,64 mg/mL dan secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah potensi antibakteri infus akar tanaman akar kuning lebih besar terhadap S. aureus dibandingkan terhadap S. pyogenes (p<0,05).
FORMULASI MAYONES BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL DAN CUKA AIR KELAPA UNTUK MENCEGAH DISLIPIDEMIA Devi Yulianti Yusra; Ainun Amalia Sultang; Putri Nur Hafifah; Yusril Dwimeddy Tunggeleng; Yulia Yusrini Djabir
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk mayones pada dasarnya terbuat dari minyak nabati dan telur sehingga bila dikonsumsi rutin dapat meningkatkan resiko obesitas dan dislipidemia. Salah satu solusi untuk mengurangi resiko dislipidemia yaitu menyediakan produk mayones dari minyak nabati yang rendah kadar asam linoleat seperti virgin coconut oil (VCO). penelitian ini bertujuan untuk membuat produk inovasi mayones berbahan dasar VCO yang dikombinasi dengan cuka air kelapa yang juga memiliki efek antiobesitas dan antidislipidemia. Terdapat tiga jenis formula mayones yang dibuat dengan bahan dasar minyak nabati dan cuka, dimana formula I berbahan dasar minyak kedelai (MK) dan cuka makan, formula II berbahan VCO dan cuka air kelapa, serta formula III berbahan dasar kombinasi MK:VCO (1:1) dan cuka kombinasi. Produk mayones diuji melalui pengujian organoleptis, uji stabilitas emulsi, dan uji viskositas. Uji efek dislipidemia mayones dilakukan menggunakan 18 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 3 kelompok. Masing-masing kelompok diberi satu jenis formula mayones selama 21 hari lalu dilakukan pengukuran kolesterol total, TG, HDL dan LDL. Hasil penelitian menunjukkan formulasi mayones MK memiliki kestabilan fisik terbaik namun dapat meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida pada tikus. Walaupun dapat mengurangi resiko dislipidemia, formula mayones VCO memiliki limitasi, termasuk aroma khas serta emulsi yang tidak stabil (%SE < 5%). Namun, formula kombinasi minyak kedelai dan VCO (1:1) memberikan stabilitas yang memadai (%SE = 1,2%) dan mampu mencegah peningkatan kolesterol total dan trigliserida pada tikus. Dapat disimpulkan bahwa formulasi kombinasi minyak kedelai dan VCO dapat memberikan kestabilan fisik yang baik dan mampu mengurangi resiko dislipidemia yang dibuktikan melalui hewan model tikus.
FORMULASI DAN PENGUJIAN STABILITAS SEDIAAN MIKROEMULSI EKSTRAK ETANOL KULIT NANAS (Ananas comosus L.) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus epidermidis Leny; Benni iskandar; Ali Affan Silalahi
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.17911

Abstract

Kulit nanas memiliki berbagai senyawa seperti bromelain, alkaloid, saponin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah kulit nanas dan memformulasikan ke dalam sediaan mikroemulsi yang kemudian dilihat daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Ekstrak kulit nanas diperoleh dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kulit nanas diskrining fitokimia kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan mikroemulsi dengan variasi konsentrasi 0% (F0), 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3). Sediaan mikroemulsi ekstrak kulit nanas kemudian diuji stabilitasnya dengan metode cycling test. Evaluasi selama pengujian stabilitas diantaranya adalah uji homogenitas, uji tipe emulsi, uji ukuran partikel, uji organoleptik, uji pH, dan uji daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil uji stabilitas selama 6 siklus, semua sediaan mikroemulsi mempunyai hasil yang homogen dengan tipe emulsi M/A (minyak dalam air), ukuran partikel berkisar antara 0,63373-1,21301 µm. Sediaan mikroemulsi jernih dengan bau khas dan berwarna kekuningan hingga coklat. Sebelum dan sesudah uji stabilitas, sediaan mikroemulsi memenuhi persyaratan uji pH yaitu dengan nilai pH antara 5,3-6,8. Sediaan mikroemulsi yang mengandung 20% ekstrak kulit nanas mempunyai daya hambat terbaik yaitu sebesar 5,58mm (daya hambat sedang)
TINGKAT KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK WILAYAH KOTA SEMARANG SELAMA PANDEMI COVID-19 Abdur Rosyid; Nisa Febrinasari; Yuliana Khusnul Qotimah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 3 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i3.18058

Abstract

Pandemi COVID 19 memberikan dampak yang cukup besar terhadap pelayanan kefarmasian, yang menyebabkan perlunya meminimalkan durasi dan jarak pertemuan pasien di apotek.Oleh karena itu diperlukan sebuah perubahan prosedur pelayanan dan penerapan langkah kebersihan tambahan. Penelitian tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Wilayah Kota Semarang selama pandemi COVID-19 diharapkan dapat mengetahui tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien/ penerima layanan jasa di apotek wilayah Kota Semarang. Sampel yang diambil sejumlah 470 responden dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Pengambilan data menggunakan kueisioner yang berhubungan dengan kepuasan gedung dan staff, kepuasan penanganan obat, kepuasan konseling dan penyerahan obat serta kepuasan biaya layanan melalui google form secara online. Hasil analisis statistik menggunakan UjiKruskall Wallis dengan p-value < 0,05.Berdasarkan hasil analisis didapatkan p-value antara lain Semarang Tengah-Semarang Timur (0,000), Semarang Tengah-Semarang Utara (0,046), Semarang Timur-Semarang Barat (0,000) Semarang Timur-Semarang Selatan (0,005). Hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat perbedaan tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian di Apotek Wilayah Kota Semarang selama pandemi COVID-19.

Page 10 of 17 | Total Record : 170