cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences)
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14107031     EISSN : 26556715     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasi dan Farmakologi diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin tiga kali setahun, yaitu pada Bulan April, Agustus, dan Desember dengan ISSN 1410-7031 dan e-ISSN 2655-6715 yang berisi tulisan atau artikel tentang hasil penelitian atau telaah literatur dalam bidang kefarmasian seperti farmakologi, farmakognosi, fitokimia, kimia farmasi, teknologi farmasi, dan mikrobiologi.
Arjuna Subject : -
Articles 170 Documents
PROFIL FITOKIMIA DAN GC-MS DAUN SIRIH HITAM (Piper betle L.) DARI SEKITAR KHDTK LABANAN, KABUPATEN BERAU Rizki Maharani; Andrian Fernandes
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11966

Abstract

Warga sekitar KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Labanan, Kabupaten Berau memanfaatkantumbuhan obat untuk menjaga kesehatan tubuh, salah satunya adalah daun Sirih hitam. Secara taksonomi,Sirih Hitam memiliki nama latin Piper betle L., namun memiliki sedikit perbedaan morfologi daun. Adanyaperbedaan morfologi memungkinkan adanya perbedaan sifat kimia yang terkandung dalam daun Sirih Hitam.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen fitokimia dan menduga kandungan kimia daun sirihhitam menggunakan GC-MS sebagai dasar pertimbangan dalam pemanfaatan daun Sirih Hitam pada skalayang lebih luas. Daun Sirih Hitam yang diperoleh diserbukkan dan dimaserasi dengan pelarut etanol 96% v/v.Ekstrak yang telah dipekatkan kemudian diuji fitokimia dan GC-MS. Hasil uji fitokimia daun Sirih Hitammengandung alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. Hasil uji GC-MS pada daun Sirih Hitam mengandung 3 (tiga)komponen utama, yaitu cyclohexene methanol sebanyak 29,92%, 11-octadecenoic acid, methyl estersebanyak 9,57%, 9-octadecenoic acid, methyl ester sebesar 7,02%, dan beberapa senyawa lain yangkonsentrasinya lebih kecil dari 7%.
FORMULASI, EVALUASI MUTU FISIK, DAN UJI SPF KRIM TABIR SURYA BERBAHAN DASAR RUMPUT LAUT E. cottonii Achmad Faruk Alrosyidi; Syaifiyatul H.
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11967

Abstract

E. cottonii merupakan salah satu makroalga merah yang mengandung senyawa Mycosporine-like amino acids(MAAs) yang mempunyai aktivitas mengabsorpsi radiasi UV-A dan UV-B sehingga E. cottonii bisa dikembagkanuntuk menjadi produk krim tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi krim tabir suryaberbahan dasar E. cottonii yang tepat sehingga didapatkan produk krim tabir surya dari E. cottonii yangmemiliki mutu fisik yang baik melalui uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, memiliki stabilitas fisik yang baikserta nilai SPF yang maksimal. Metode dalam penelitian ini merupakan metode eksperimen laboratorium.Bubur E. cottonii diformulasi menjadi krim tabir surya dengan mencampurkannya kedalam basis krim yangtelah dibuat. Krim dibuat dengan mencampurkan bubur E. cottonii dengan jumlah yang berbeda kedalambasis krim (F0). Formula dibuat sebanyak tiga macam dengan mencampurkan 5 gram bubur E. cottonii kedalam F0 (F1), 15 gram bubur E. cottonii ke dalam F0 (F2), dan 25 gram bubur E. cottonii ke dalam F0 (F3).Krim yang telah dibuat kemudian di evaluasi mutu fisiknya yang meliputi uji organoleptis dan homogenitas, ujiviskositas, uji daya sebar, dan uji pH. Kemudian dilakukan penentuan nilai Sun Protecting Factor (SPF) krimdengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa krim F0, F1, F2, dan F3tidak mengalami perubahan secara organoleptis, homogenitas, pH dan viskositas selama empat minggu.Sediaan krim F1, F2, dan F3 memenuhi daya sebar yang baik yaitu 5-7 cm. Nilai viskositas F0, F1, F2, dan F3memenuhi persyaratan krim yang baik yaitu berkisar antara 7.500-28.500 cPs selama penyimpanan empatminggu. Nilai pH F0, F1, F2, dan F3 sesuai dengan SNI dan pH balance kulit normal manusia yaitu berkisarantara 5,5-6,3. Formula terbaik yang memiliki nilai SPF maksimal adalah krim dengan penambahan bubur E.cottonii 25 gram (F3) yaitu 10,9.
ANALISIS FARMAKOEKONOMI PENGGUNAAN AMLODIPIN, KOMBINASI AMLODIPIN/VALSARTAN, DAN KOMBINASI AMLODIPIN/TELMISARTAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL DIABETIK DI RUANG RAWAT INAP LONTARA RSUP DR WAHIDIN SUDIROHUSODO Anisa dwirizky Abdullah; Andi Ilham Makhmud; Haerani Rasyid
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.11979

Abstract

Penyakit ginjal diabetik (PGD) merupakan komplikasi mikrovaskular dari diabetes, yang dapatmengakibatkan end-stage renal disease. Manajemen pengobatan hipertensi pada pasien penyakitginjal diabetik memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap penurunan risiko morbiditas danmortalitas kardiovaskular, serta menghambat perkembangan kerusakan ginjal. Penelitian inimerupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif dan prospektifmenggunakan studi perbandingan (comparative study) yang bertujuan untuk mendapatkan perbandingan biaya minimal, dan efektivitas-biaya antara penggunaan amlodipin, kombinasiamlodipin/valsartan dan kombinasi amlodipin/telmisartan pada pasien hipertensi dengan penyakitginjal diabetik di instalasi rawat inap Lontara 1 RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar periode bulanJuli sampai Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata biaya kelompok amlodipinlebih rendah dibandingkan kelompok lainnya. Penggunaan amlodipin tunggal memiliki biaya yang lebihrendah dibandingkan kelompok kombinasi amlodipin/valsartan dan kombinasi amlodipin/telmisartandengan total rerata biaya yaitu Rp 2.178.758. Penggunaan amlodipin tunggal memiliki efektivitas-biayayang lebih baik dibandingkan kelompok kombinasi amlodipin/valsartan dan kelompok kombinasiamlodipin/telmisartan pada penyakit ginjal diabetik, yaitu dengan nilai REB Rp 74.082 per 1 mmHg TDSdan Rp 162.109 per 1 mmHg TDD. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan amlodipin merupakanterapi yang direkomendasikan untuk pengobatan hipertensi dengan penyakit ginjal diabetik secaraefektivitas-biaya serta merupakan kelompok terapi yang biayanya paling rendah untuk pengobatanhipertensi dengan penyakit ginjal diabetik.
EFEKTIVITAS SARILUMAB SEBAGAI KANDIDAT OBAT COVID19: SEBUAH KAJIAN SISTEMATIK sakiya syahrir sudirman; Dini Ayu Ariastiwi B; Marianti A.Manggau; Firzan Nainu; Muh.Akbar Bahar
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.12048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan keamanan penggunaan Sarilumab pada pasien COVID-19 berdasarkan kajian sistematik dari berbagai artikel penelitian yang telah dipublikasikan. Kajian sistematis ini disusun berdasarkan guideline PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Studi yang diterbitkan setelah Desember 2019 dari database PubMed/MEDLINE dan EMBASE ditelusuri secara sistematis. Kombinasi kata kunci seperti "COVID-19”, "severe acute respiratory syndrome coronavirus 2”,dan "Sarilumab" digunakan untuk mencari artikel yang sesuai kriteria inklusi.  Dari hasil penelusuran dan skrining artikel, diperoleh dua artikel yang memenuhi syarat kriteria inklusi yaitu satu artikel berupa laporan kasus dan satu artikel berupa seri kasus yang menunjukkan potensi sarilumab dalam pengobatan COVID-19. Pada artikel seri kasus, jumlah pasien yang terlibat sebanyak 8 orang yaitu 6 laki-laki dan 2 wanita dengan kondisi akhir tujuh pasien keluar lebih cepat dari perawatan di rumah sakit (dalam waktu 14 hari) karena telah memperlihatkan hasil negatif pada tes molekuler dan satu pasien yang berusia 83 tahun meninggal pada hari ke-13 di rumah sakit. Pada laporan kasus, pasiennya hanya 1 orang laki-laki dengan kondisi akhir pasien sembuh (hasil tes swab negatif) dan kondisi klinik yang baik. Sebagai kesimpulan, sarilumab berpotensi memberikan perbaikan klinis terhadap pasien COVID-19. Akan tetapi, karena kedua artikel tersebut memiliki kualitas bukti ilmiah yang lemah maka belum bisa dijadikan dasar rujukan penggunaan sarilumab untuk pasien COVID-19 di klinik.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) Tarso Rudiana; Dimas Danang Indriatmoko; Komariah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.12377

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun salam(Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dan daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui aktivitas antioksidan dan total fenolik pada ekstrak dan kombinasi ekstrak etanol daun salam dandaun kelor. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrak etanol daunsalam dan daun kelor serta kombinasi dengan formula 1:1; 2:1; dan 1:2 diuji aktivitas penghambatan radikalbebas DPPH (1,1-Difenil-2- Pikrilhidrazil). Ekstrak dan formula terbaik sebagai antioksidan dianalisis totalfenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun salam memiliki aktivitas antioksidan dengannilai IC50 sebesar 31,14 ppm dengan total fenolik sebesar 111,89 mg GAE/g. Ekstrak etanol daun kelormemiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 71,27 ppm dengan total fenolik sebesar 17,12 mgGAE/g. Kombinasi ekstrak etanol daun salam dan daun kelor dengan perbandingan (2:1) memiliki aktivitasantioksidan yang tertinggi yaitu sebesar 28,55 ppm dengan total fenol sebesar 61,48 mg GAE/g.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI SURFAKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK MIKROEMULSI MINYAK DEDAK PADI Rifka Nurul Utami; Irmayani; Aisyah Fatmawaty; Andi Sugianka; Maria Melly Pakanan; Nuraenun Jariah
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 1 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i1.13353

Abstract

Minyak dedak padi (MDP) memiliki aktivitas antioksidan yang sangat baik sehingga berpotensi untukdikembangkan menjadi bahan aktif sediaan kosmetik. Di dalam penelitian ini, MDP diformulasikan ke dalambentuk mikroemulsi dengan variasi jenis dan konsentrasi surfaktan. MDP yang digunakan pertama-tamadianalisis terlebih dahulu untuk memastikan identitas minyak. Setelah itu, dilakukan pengukuran aktivitasantioksidan, di mana diperoleh nilai IC50 sebesar 239,32 μg/ml terhadap radikal bebas DPPH. Untuk formulasimikroemulsi, campuran surfaktan dan ko-surfaktan yang digunakan adalah Tween 80-Span 80-propilen glikoluntuk tiga formula, dan Cremophor® RH 40-gliserin untuk tiga lainnya. Mikroemulsi MDP dibuat denganmenggunakan metode inversi fase dan setelah itu dilakukan pengamatan terhadap karakteristik fisikmikroemulsi yang dihasilkan, meliputi organoleptis, ukuran globul, viskositas, pH, serta uji pemisahan fase.Secara umum, formulasi yang menggunakan campuran Cremophor® RH 40-gliserin memiliki karakteristik fisikyang lebih baik, Ukuran globul mikroemulsi yang dihasilkan dengan campuran Cremophor® RH 40-gliserinberkisar 21,32 – 24,10 nm dengan indeks polidispersitas <0,3 yang menunjukkan homogenitas ukuran globulyang baik. Hasil uji pemisahan fase juga menunjukkan bahwa formulasi yang menggunakan Cremophor® RH40-gliserin lebih stabil dan tidak mengalami pemisahan fase setelah sentrifugasi.
PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK PROPOLIS DALAM SEDIAAN SALEP TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus. Musdalifah .; M. Natsir Djide; Nur Ida
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.10725

Abstract

Propolis adalah resin alami yang dikumpulkan oleh lebah madu dari tumbuhan dan digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Sifat antibakteri dan antijamur dari ekstrak propolis telah diselidiki secara ekstensif, namun belum diketahui konsentrasi efektif propolis untuk diformulasikan sebagai salep antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi efektif ekstrak propolis dalam sediaan salep untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pengujian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode difusi menggunakan kertas cakram dengan masa inkubasi 24 jam. Diameter hambatan yang terbentuk diukur dan dianalisis secara statistik menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan diameter hambatan rata-rata salep propolis 1% sebesar 9,5 mm, 5% sebesar 9,7 mm, 10% sebesar 10,8 mm, dan kontrol positif sebesar 15,5 mm. Hasil analisis statistik nilai F hitung (36,6) > F tabel pada taraf 1% (7,591) dan 5% (4,006), sehingga menunjukkan ada pengaruh variasi konsentrasi ekstrak propolis pada sediaan salep terhadap luas diameter hambatan pada taraf 1% dan 5%. Disimpulkan bahwa konsentrasi yang efektif ekstrak propolis dalam sediaan salep dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah 1%.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU PUTIH (Curcuma zedoaria), RIMPANG BANGLE (Zingiber cassumunar) DAN DAUN PARE (Momordica charantia) TERHADAP KADAR ALT, AST DAN PROFIL HEMATOLOGI TIKUS PUTIH Fityatun Usman; Gemini Alam; Aliyah Aliyah; Yulia Yusrini Djabir; Latifah Rahman; Subehan lallo
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.12029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang bangle, rimpang temu putih dan daun pare terhadap kadar ALT, AST dan profil hematologi tikus putih. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan dengan dosis 10, 50, 100 mg/100 gBB dan kontrol negatif masing-masing terdiri atas 5 ulangan. Campuran ketiga ekstrak dibuat suspensi menggunakan  NaCMC dan diberikan sekali sehari. Pengamatan dilakukan pada hari ke 29,dengan  sampel darah diambil untuk pengujian kadar ALT, AST dan profil hematologi. Parameter hematologi yang dianalisis meliputi leukosit, eritrosit, hemoglobin (Hgb), hematokrit (Hct), dan platelet (Plt). Hasil penelitian menunjukkan, setelah pemberian kombinasi ketiga ekstrak tersebut terjadi kenaikan nilai ALT untuk dosis 10, 100mg/100 gBB, dan kontrol negatif masing-masing 9,37%, 78,07%, dan 3,21 %, sedangkan untuk dosis 50mg/100 gBB terjadi penurunan sebesar 0,61%. Adapun nilai AST memperlihatkan kenaikan untuk dosis 10, dan 100mg/100 gBB masing-masing sebesar 45,45 % dan 102,31%, sedangkan untuk dosis 50 mg/100 gBB memperlihatkan kenaikan sebesar 28,10% yang mendekati kenaikan nilai kelompok kontrol (37,72%), sehingga dosis terbaik dari kombinasi ketiga ekstrak adalah 50 mg/KgBB.Dosis ini digunakan untuk uji hematologi. Hasil pengujian hematologi memperlihatkan WBC meningkat sebesar 20,41%, RBC menurun sebesar 0,53%, sedangkan jumlah Hgb, Hct dan plt menurun masing–masing sebesar 5,08%, 8,18%, dan 12,41%. Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang temu putih, rimpang bangle dan daun pare tidak memberikan pengaruh pada nilai WBC, RBC, HgB, Hct , namun dapat menurunkan Plt tikus putih hingga berada di bawah normal.
KETERCAPAIAN TARGET GLIKEMIK DAN ANALISIS FAKTORFAKTOR TERKAIT PADA PASIEN DIABETES TIPE 2 Putu Dian Marani Kurnianta; Pande Made Desy Ratnasari; Heny Dwi Arini
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13037

Abstract

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan keterkaitan antara rendahnya ketercapaian target glikemik selama pengobatan DM tipe 2 dengan risiko komplikasi kronik. Apabila kegagalan pengobatan tersebut diabaikan, maka ancaman global yang dihadapi akan terus meningkat. Oleh karena itu, penelitian cross sectional ini bertujuan untuk menyelidiki kegagalan pengobatan, khususnya ketercapaian target glikemik berupa tingkat kejadian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pasien DM tipe 2 di daerah Gianyar. Data rekam medik dari salah satu rumah sakit di Gianyar, Bali, selama periode 2016-2020, diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi pasien rawat jalan berusia ≥18 tahun, terdiagnosis DM tipe 2 pertama kali, tidak berpindah fasilitas kesehatan selama enam bulan, dan memperoleh antidiabetika oral atau insulin secara konsisten. Penentuan status kegagalan pengobatan berdasarkan target kontrol glikemik oleh ADA. Pada sejumlah total 145 subjek yang terlibat, proporsi kegagalan pengobatan DM tipe 2 mencapai 64,83%. Hasil analisis deskriptif enam faktor pada penelitian ini menunjukkan bahwa kegagalan pengobatan cenderung terjadi pada laki-laki (59,57%), usia ≤60 tahun (75,53%), subjek yang tidak bersekolah (39,36%), subjek dengan komplikasi (7,45%), subjek berpenyakit penyerta (51,06%), dan pengguna insulin (58,51%). Berdasarkan Uji χ2 atau Uji Fisher’s Exact (p<0,05, 95%), penelitian ini mempresentasikan hubungan signifikan antara faktor usia dan faktor penggunaan antidiabetika terhadap tingginya kegagalan pencapaian target glikemik selama pengobatan.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN PETUGAS APOTEK TERHADAP PELAYANAN ANTIBIOTIK ORAL DI KABUPATEN SIDOARJO, INDONESIA Ilil Maidatuz Zulfa; Fitria Dewi Yunitasari
Majalah Farmasi dan Farmakologi Vol. 25 No. 2 (2021): MFF
Publisher : Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/mff.v25i2.13151

Abstract

Salah satu faktor yang berkontribusi pada resistensi bakteri adalah penggunaan antibiotik yang tidak rasional seperti pada fenomena penggunaan antibiotik tanpa resep. Fenomena penggunaan antibiotik tanpa resep yang terjadi tidak lepas dari pola pikir masyarakat maupun petugas apotek. Kurangnya pengetahuan petugas apotek tentang antibiotik, resistensi bakteri, dan aspek legal dari dispensing antibiotik berkontribusi pada pemberian layanan antibiotik di komunitas di beberapa negara dengan pendapatan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan petugas apotek tentang antibiotik terhadap pelayanan antibiotik oral yang mereka berikan di Kabupaten Sidoarjo. Studi observasional dengan pendekatan secara cross sectional dilakukan kepada petugas apotek dengan membagikan kuisioner secara daring. Sebanyak 233 petugas apotek dari 56 apotek di Kabupaten Sidoarjo telah dilibatkan dalam penelitian. Sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan baik tentang antibiotik (48,93%) serta hanya melayani antibiotik oral hanya berdasarkan atas resep (68,00%) walaupun masih sekitar 30,00% yang melayani berdasar resep dan non resep. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan petugas apotek tentang antibiotik terhadap bentuk pelayanan antibiotik oral yang diberikan (p-value 0,001). Peningkatan pengetahuan petugas apotek tentang antibiotik akan berkontribusi pada bagaimana mereka melayani anitibiotik berdasarkan aturan yang berlaku sehingga peningkatan pengetahuan tentang antibiotik ditengah petugas apotek yang bertugas di layanan sangat penting untuk dilakukan.

Page 9 of 17 | Total Record : 170