cover
Contact Name
Surya Farid Sathotho
Contact Email
suryafarid@isi.ac.id
Phone
+6282228334645
Journal Mail Official
dtreview@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Dance and Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, dan Wayang
ISSN : 25025880     EISSN : 26866027     DOI : https://doi.org/10.24821/dtr.v4i2
Core Subject : Humanities, Art,
Dance & Theater Review (DTR) is a journal published in May and November, hosted by the Faculty of Performing Arts of Institut Seni Indonesia Yogyakarta. It is firstly published in May 2018. Journal of DTR contains any results of research and creation of dance, theatre, and wayang as well as performing arts education.
Articles 82 Documents
BHUMI MATA: Ekspresi Persembahan Dalam Bentuk Karya Tari Virtual Astini, Ni Kadek Rai Dewi; Arsana, I Nyoman Cau; Arindyasari, Putu Ayu
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.17642

Abstract

Penelitian dengan judul Bhumi Mata: Ekspresi Persembahan dalam Bentuk Karya Tari Virtual merupakan penciptaan karya tari Bhumi Mata yang termotivasi dari  situasi alam pada saat pandemi Covid-19. Bumi sedang berduka, untuk itu penciptaan karya tari Bhumi Mata hadir sebagai wujud ungkapan persembahan, doa kepada alam, menyampaikan rasa penghormatan kepada alam semesta sebagai Ibu Pertiwi. Dilandasi dengan pemahaman tentang konsep ekologi Hindu yang dikenal dengan Tri Hita Karana, sebuah ajaran falsafah Hindu sebagai tuntunan menjaga jalinan keharmonisan, dan penyelarasan dengan alam semesta. Karya ini diharapkan dapat menggugah dan mengajak umat manusia untuk membangkitkan rasa keterhubungan antara manusia dengan alam semesta. Penciptaan karya tari Bhumi Mata juga bertujuan memaparkan sebuah proses penciptaan sebagai alternatif pertunjukkan karya virtual. Hadir dalam bentuk karya eksperimental dengan menggunakan pendekatan tari video dan alih wahana. Memadukan elemen-elemen keindahan seperti gerak, musik, properti tari, tata rias  busana, dan penggunaan area pentas. Dalam proses penggarapan karya tari mengacu pada metodologi penciptaan Panca Sthiti Ngawi Sani yang meliputi ngawirasa, ngawacak, ngarencana, ngawangun, dan ngebah, serta menggunakan metode penggarapan tari video yang merupakan karya tari berbasis sinematografi yang ditangkap kamera.Bhumi Mata,  ekspresi persembahan, tri hita karana, tari virtual
Bentuk Pertunjukan Tari Ambu Sakanti Karya Sanggar Seni Perwitasari Kota Tegal Zahrani, Aldhisa Shafa
Dance and Theatre Review Vol 8, No 2: November 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/dtr.v8i2.15803

Abstract

Tari Ambu Sakanti adalah sebuah tari kreasi tradisional yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di wilayah Tegal. Tarian ini menggambarkan semangat, kerja keras, dan harapan nelayan dalam mencari nafkah di laut, yang diwujudkan melalui perpaduan gerak tari dinamis, iringan musik gamelan, vokal syair tradisional "Balo-Balo", serta properti kepis (alat tangkap ikan dari anyaman rotan). Tarian dibawakan secara berkelompok oleh penari putra dan putri dengan formasi yang fleksibel sesuai kebutuhan acara, menampilkan interaksi yang harmonis antara kekuatan laki-laki dan kelembutan perempuan. Kostum bernuansa biru laut, tata rias khas, dan tata lampu yang dramatis memperkuat nilai visual dan emosional pertunjukan. Penelitian mengenai Tari Ambu Sakanti dilakukan dengan metode kualitatif, menggunakan pendekatan etnografi untuk mengkaji aspek seni tari, simbolisme budaya, serta nilai sosial yang terkandung dalam pertunjukan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung saat pementasan, wawancara dengan koreografer, penari, dan masyarakat setempat, serta dokumentasi video dan foto. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang makna budaya dan dinamika pertunjukan yang tidak hanya bersifat artistik, tetapi juga sosial dan historis.