cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Studi Manajemen Produksi Batik Tanah Liek Citra di Kabupaten Dharmasraya Febtia Intan Adyatami
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v6i2.4690

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen produksi Batik Tanah Liek Citra di Kabupaten Dharmasraya. Lokasi penelitian berada di Jorong Teluk Sikai, Nagari, Sungai Duo, Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengamatan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi Batik Tanah Liek Citra yang dilakukan oleh owner menggunakan metode pemberdayaan dalam menentukan perajin atau tenaga kerja yang menjadi sumber daya utama pada produksi kain Batik Tanah Liek Citra melalui fungsi manajemen: perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi manajemen pada manajemen produksi industri Batik Tanah Liek Citra mampu melestarikan budaya membatik khas masyarakat Minangkabau di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat. Study of Tanah Liek Citra Batik Production Management in Dharmasraya Regency ABSTRACT This research aimed to determine the production management of Batik Tanah Liek Citra in Dharmasraya Regency. The research location was in Jorong Teluk Sikai, Nagari, Sungai Duo, Sitiung, Dharmasraya Regency, West Sumatra. This research used a qualitative approach. Data collection was done by observation and interviewed. The results showed that the management of Batik Tanah Liek Citra production carried out by the owner uses the empowerment method in determining the craftsmen or workers who are the primary resources in the production of Batik Tanah Liek Citra through management functions: planning, implementation, and supervision. The conclusion from this research is the management function in the management production of industrial Batik Tanah Liek Citra can preserve the batik culture typical of the Minangkabau community in Dharmasraya Regency, West Sumatra Province.
Strategi Pemasaran Digital Pariwisata Berbasis Budaya Pemerintah Kota Surakarta (Studi Kasus Batik Solo TV di Instagram) Ivanovich Aldino
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i1.5350

Abstract

Penelitian ilmiah terkait promosi digital dalam bidang pariwisata kota dibutuhkan untuk memberikan edukasi pentingnya perancangan sistem promosi di era digital. Studi kasus pada Batik Solo TV ini membahas dan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi capaian konten promosi digital yang diunggah akun resmi Pemerintah Kota Surakarta dalam platform media sosial. Rumusan penelitian ini mengulas strategi yang dilakukan pengelola Solo Batik TV dalam merancang konten dan bekerja sama dengan pengelola event kebudayaan di Kota Surakarta. Penelitian ini juga menguji konten promosi digital Solo Batik TV dengan sudut pandang follower akun media sosial pemerintah kota. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, bertujuan mengetahui teknik penerapan konten audio visual untuk meningkatkan hasil capaian dari kegiatan kebudayaan Kota Surakarta. Penelitian ini menunjukkan bagaimana pengelola Solo Batik TV mengelola konten promosi digital wisata kota. Sehingga hasil penelitian bisa memberikan pandangan baru dalam implementasi manajemen khususnya pada bidang pengelolaan konten audio visual untuk promosi digital wisata kota. Tourism Digital Marketing Strategy Based on the Culture of the Surakarta City Government (Case Study Batik Solo TV on Instagram) ABSTRACT Scientific research in digital promotion for city tourism is paramount to educate the importance of promotion system design in the digital era. A case studies Solo Batik TV analyzing and discussing factors concerning achieved digital promotion content uploaded by official Surakarta’s Government account on the social media platform. This research reviews strategy used by Solo Batik TV management in designing content and collaboration with other cultural affairs agencies in Surakarta. This thesis also tested Solo Batik TV digital promotion content from the city’s social media follower perspective. The researcher used a qualitative descriptive research method with a case study approach to better understand the usage of audiovisual content to increase performance from cultural events in Surakarta. This research shows how Solo Batik TV manages the city’s digital promotion content. This research aims to give a new perspective in the management implementation, notably in the audiovisual content management for city digital tourism promotion.  
Strategi Pengembangan Birthday Organizer di Saka Kids Production Yogyakarta Nurhana Azizia Latief
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v6i2.4691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh organisasi Saka Kids Production Yogyakarta yang bergerak dalam bidang birthday organizer atau pengorganisasi acara ulang tahun. Saat ini, bisnis birthday organizer sedang berkembang di kota-kota besar di Indonesia, salah satunya Yogyakarta. Hal ini bermula dari banyaknya orangtua sibuk yang tidak sempat mengurus sendiri acara ulang tahun buah hati atau anggota keluarganya, sehingga menjatuhkan pilihan pada penyedia jasa birthday organizer. Organisasi yang menjadi objek penelitian ini menyediakan jasa perencanaan acara ulang tahun yang meliputi jasa badut sulap, badut karakter, dekorasi balon, dan paket ulang tahun. Banyaknya persaingan dalam bisnis ini membuat organisasi harus memperhatikan strategi agar dapat bertahan dalam pasar. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dalam empat tahapan yaitu tahap pertama menentukan lingkup penelitian yang terdiri dari objek penelitian dan subjek penelitian. Tahap kedua melakukan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan key person/orang terpenting dalam organisasi. Tahap ketiga menentukan variabel yang mencakup faktor internal (kekuatan & kelemahan) dan faktor eksternal (peluang & ancaman). Tahap keempat melakukan analisis data dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi generik yang semestinya dijalankan oleh Saka Kids Production berdasarkan hasil analisis Matrik IE dan Kuadran SWOT adalah Ekspansion yang mendukung strategi efektivitas dan variasi strategi adalah Diversifikasi dan Intensif. Development Strategy for Birthday Organizer at Saka Kids Production Yogyakarta ABSTRACT This study aims to identify the Saka Kids Production Yogyakarta organization's strategies engaged in birthday organizers or birthday events organizers. Currently, the birthday organizer business is developing in big cities in Indonesia, Yogyakarta. This stems from the number of busy parents who do not have time to take care of their own baby's birthday event or family members, so the birthday organizer service provider's choice. The organization that is the object of this research provides birthday event planning services, which include the services of magic clowns, character clowns, balloon decorations, and birthday packages. The amount of competition in this business makes the organization pay attention to strategies to survive. Researchers used descriptive qualitative research methods with a case study approach in four stages, namely the first stage determining the scope of research consisting of research objects and research subjects. The second stage is conducting data collection techniques through interviews with key people / the organization's most influential people. The third stage determines internal factors (strengths & weaknesses) and external factors (opportunities & threats). The fourth step is analyzing data using SWOT analysis. The results showed that the generic strategy that should have been carried out by Saka Kids Production based on the results of the IE Matrix and SWOT Quadrant analysis was the expansion that supported the effectiveness strategy and the variations in the strategy were Diversification and Intensive.
Manajemen Pelestarian Angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda Hana Yudiawati
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i1.4623

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan alamnya. Perkembangan budaya di Indonesia sangatlah beragam, mulai dari rumah adat, upacara adat, tarian, lagu, musik, dan bentuk seni pertunjukan lainnya, yang menampilkan keunikan masing-masing nilai budaya setempat. Seperti yang akan diuraikan di sini adalah salah satu alat musik Indonesia yaitu angklung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelestarian angklung dan sebagai studi kasus penelitiannya adalah musik angklung yang dikembangkan dan dilestarikan di sanggar seni Saung Udjo Bandung, yang merupakan pusat pelestarian dan pertunjukan kebudayaan tradisional Sunda. Untuk metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yaitu metode penelitian yang memanfaatkan data untuk dijabarkan sesuai data yang dilihat dan terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan studi literatur. Hasil analisis menghasilkan beragam bentuk manajemen pelestarian, yaitu: Di bidang produksi, angklung yang masih tetap dipertahankan pembuatan angklung oleh para perajin secara manual dengan menggunakan tangan; Di bidang lahan, masih memanfaatkan lahan bambu yang secara terus-menerus perlu menjaga tata cara dan teknik penebangannya sehingga tidak dianggap merusak lahan bambu yang ada; Di bidang pertunjukan, diselenggarakan kegiatan dan event pertunjukan angklung di berbagai daerah; Di bidang pendidikan, masuknya angklung pada pembelajaran ekstrakurikuler di sekolah, baik di tingkat Taman Kanak-kanak sampai Perguruan Tinggi. Terwujudnya pelestarian tentu diperlukan kolaborasi yang tepat dari pihak pemerintah maupun masyarakat Indonesia dan peran serta pemerhati seni perlu sejalan dalam menjaga pelestarian angklung. Conservation Management of Angklung as Intangible Cultural Heritage ABSTRACT Indonesia is a country rich in culture and nature. The development of culture in Indonesia is very diverse, ranging from traditional houses, traditional ceremonies, dances, songs, music, and other forms of performing arts, which show the uniqueness of each local cultural value. As will be described here is one of the Indonesian musical instruments, namely the angklung. This study aims to determine the management of angklung preservation. As a case study, the research is angklung music developed and preserved in the Saung Udjo Bandung art studio, a center for the preservation and performance of Sundanese traditional culture. The method used is a qualitative descriptive method, namely a research method that utilizes data to be described according to the data seen and occurs in the field. Data collection is done by direct observation, interviews, and literature studies. The results of the analysis resulted in various forms of conservation management, namely: In the field of angklung production, the craftsmen still made angklung by hand; In the field of land, it is still utilizing bamboo land which continuously needs to maintain the methods and techniques of cutting so that it is not considered as damaging the existing bamboo land; In the field of performances, angklung performance activities and events are held in various regions; In the field of education, the inclusion of angklung in extracurricular learning in schools, both at Kindergarten to College levels. The realization of conservation certainly requires proper collaboration from the government and the Indonesian people. The participation of art observers needs to be in line with maintaining the preservation of angklung.
Pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 Melalui Media Sosial Instagram Mei Linda Br Tarigan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5590

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk pengiklanan dan mengetahui strategi pengiklanan Tao Silalahi Arts Festival (TSAF) 2018-2019. TSAF merupakan sebuah festival seni budaya yang berlokasi di Silalahi Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Bentuk iklan TSAF akan diidentifikasi menggunakan konsep Berkowitz yang membagi bentuk iklan berdasarkan bentuk dan kelembagaan. Sementara strategi pengiklanan TSAF akan diungkap dengan konsep David yang berupa tahapan-tahapan strategi meliputi, perumusan strategi (perencanaan); pelaksanaan strategi; dan evaluasi strategi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) bentuk pengiklanan TSAF 2018-2019 melalui Instagram menggunakan bentuk pengiklanan berjenis produk dan institusi. Iklan jenis produk bertipekan perintisan yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara mendetail dan penguatan yang digunakan untuk menguatkan hal-hal sebelumnya pernah dilakukan. Sementara iklan berjeniskan kelembagaan bertipekan pembelaan yang digunakan untuk mendudukkan keberpihakan TSAF dalam suatu persoalan dan kelembagaan perintis yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu secara rinci akan tetapi lebih mengarah kepada jasa baik. (2) Strategi pengiklanan TSAF 2018-2019 terdiri dari tiga tahap, yaitu berupa perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi strategi. Pada tahap perumusan, TSAF memulainya dengan penerjemahan tagline, penentuan pangsa pasar, perumusan program, riset waktu unggah, dan pemanfaatan fitur. Dalam pelaksanaannya, desain TSAF 2018-2019 menggunakan gaya riasan tidak seimbang sebagai penataan yang seimbang tetapi tidak simetris. Program pemberian hadiah dan promosi, kerja sama dengan influencer, dan kampanye isu lingkungan dapat terlaksana dengan respons yang baik. Pemanfaatan fitur seperti hashtag (#), caption, lokasi, dan mention sudah difungsikan dengan tepat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, strategi pengiklanan TSAF 2018-2019 dapat dikatakan berhasil dengan adanya peningkatan pengunjung, akan tetapi perlu adanya upaya untuk menyinergikan antara persiapan yang direncanakan dengan pelaksanaannya. Advertising of Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 Through Instagram Social Media ABSTRACT This study aims to identify the form of advertising and determine the advertising strategy of the Tao Silalahi Arts Festival 2018-2019 (TSAF). TSAF is a cultural arts festival located in Silalahi North Sumatra. This research uses descriptive qualitative methods through interview techniques, observation, documentation, and literature study. The form of TSAF advertisement will be identified using the Berkowitz concept which divides the form of advertising based on form and institutional. While the TSAF advertising strategy will reveal the concept David' in the form of strategic stages including strategy formulation (planning); strategy implementation; and strategy evaluation. The results of this study show (1) the form of advertising for TSAF 2018-2019 through Instagram using the form of advertising for various types of products and institutions. Advertising of product types pioneering that are used to provide detailed information and reminders that are used to reinforce things that have been previously done. Meanwhile, type advertisement institutional with type is advocacy used to show the alignment of TSAF in an issue and institutional pioneering is used to inform something in detail but leads to good service. (2) The 2018-2019 TSAF advertising strategy consists of three stages, namely in the form of strategy formulation, strategy implementation, and strategy evaluation. At the formulation stage, TSAF started with translating the tagline, determining market share, formulating programs, researching upload times, and utilizing features. In the implementation, the 2018-2019 TSAF design uses the unbalance make-up style as a balanced but not symmetrical arrangement program away and promotion, cooperation with Giving influencers, and campaigns on environmental issues can be carried out with good responses. The use of features such as hashtag (#), caption, location, and mention has been used correctly. Based on the evaluation carried out, the 2018-2019 TSAF advertising strategy can be said to be successful with an increase in visitors, but there is a need for efforts to synergize the planned preparation with its implementation.
Pengembangan Strategi pada Pengelolaan Kedai Kebun Forum Yogyakarta Faisal Akbar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5503

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Pengembangan Pengelolaan Kedai Kebun Forum, Yogyakarta, DIY bertujuan untuk mengidentifikasi strategi, menganalisis faktor internal dan eksternal, serta memformulasikan pengembangan strategi yang sesuai untuk KKF dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan tahap awal yakni menentukan lingkup penelitian (objek dan subjek penelitian), melakukan teknik pengumpulan data (data primer dan data sekunder), menentukan variabel faktor internal (kekuatan dan kelemahan), dan faktor eksternal (peluang dan ancaman), kemudian melakukan analisis data dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Penelitian ini menghasilkan: (1) Berdasarkan matriks IE, pengelolaan KKF berada pada posisi V yakni Hold and Maintain (pertahankan dan pelihara). Strategi umum yang dipakai adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk; (2) Berdasarkan kuadran analisis SWOT, pengelolaan KKF menunjukkan posisinya berada pada kuadran I yaitu Expansion mendukung strategi ofensif; (3) Berdasarkan hasil matriks SWOT, strategi yang diterapkan yakni penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman. Kondisi ini mendukung strategi ofensif guna menciptakan peluang, posisi tersebut mengarah pada strategi ST (Strengths – Threats).  Strategy Development in the Management of “Kedai Kebun Forum” Yogyakarta ABSTRACT The research on the Management Development of Kedai Kebun Forum, Yogyakarta aims to identify strategies, analyze internal and external factors, and formulate the development of appropriate strategies for KKF in achieving the goals that have been set. The research method used is descriptive qualitative with four stages. First, determine the scope of research (object and subject of research). Second, collect data (primary data and secondary data). Third, determine the variables of internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats). Lastly, analyze the data using the SWOT analysis technique. This research resulted: (1) Based on the IE matrix, the management of KKF is in position V, namely, Hold and Maintain. The general strategy used is market penetration and product development; (2) Based on the quadrant of the SWOT analysis, the management of KKF shows its position is in quadrant I, namely Expansion supporting the offensive strategy; (3) Based on the results of the SWOT matrix, the strategy applied is the use of every force to deal with every threat. This condition supports the offensive strategy to create opportunities, the position leads to the ST (Strengths – Threats) strategy.
Persepsi Partisipan Terhadap Kualitas Pameran Seni Rupa Secara Virtual dalam Situasi Pandemi Covid-19 Fariz Al Hazmi; Kharisma Nanda Zenmira; ST. Agung Budyawan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5239

Abstract

ABSTRAK Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi belakangan ini menyebabkan perubahan dalam beberapa tatanan kehidupan masyarakat dan bentuk kegiatan publik, salah satunya adalah pameran seni rupa. Peralihan konsep dan cara pameran yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka kemudian menjadi virtual/daring tentunya hal ini dapat memengaruhi kualitas sebuah pameran, baik dari segi pelayanannya, konsep display maupun sistem informasi yang digunakan, sehingga pemangku kepentingan dalam pameran memiliki peran dan tanggung jawab untuk membuat suatu pameran tersebut tetap berkualitas dan memberikan pengalaman serta kepuasan kepada pengguna jasa meskipun pameran tersebut berbasis virtual. Pengujian kualitas pameran dilakukan dengan melakukan wawancara semi terstruktur kepada tujuh orang narasumber pengguna jasa pameran virtual/daring dan diukur melalui lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Empathy, dan Assurance. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, pameran secara virtual/daring memberikan pengalaman yang baru bagi para pengguna jasa yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Meskipun mengalami situasi perubahan dari pameran secara tatap muka ke pameran secara virtual/daring, kualitas pameran masih sangat baik karena pemangku kepentingan memperhatikan tiap karya yang dipamerkan dari partisipan sebagai pengguna jasa. Hal tersebut menunjukkan bahwa dimensi tangible (bukti fisik), reliabilitiy (kehandalan), responsiveness (cepat tanggap), dan empati dalam pameran virtual memiliki kualitas yang baik dan secara positif memberikan dampak kepuasan terhadap pengguna jasa. Sedangkan pada dimensi assurance (jaminan), pemangku kepentingan tidak memengaruhi kepuasan terhadap pengguna jasa, karena kualitas assurance (jaminan) berasal dari kesadaran pengguna jasa dalam berkarya yang harus tetap mengikuti pameran walaupun dengan situasi yang berbeda. Participants’ Perceptions of the Virtual Agency of Art Exhibition Quality in the Covid-19 Pandemic Situation ABSTRACT The Corona Virus Disease Pandemic (Covid-19) that has occurred recently has caused changes in various structures of community life and forms of community activities, one of which is an art exhibition. The transfer of the concept and mode of the exhibition that was previously carried out face-to-face to virtual/daring, of course, can affect the quality of an exhibition, both in terms of service, display concept and information system used, so that stakeholders in the exhibition have roles and responsibilities. responsible for realizing exhibitions that remain of high quality and provide experience and satisfaction to service users even though the exhibition is virtually based. Exhibition quality testing is carried out by conducting semi-structured interviews with seven speakers using virtual/daring exhibition services and measured through five dimensions of service quality, namely Tangible, Reliability, Responsiveness, Empathy, and Assurance. Based on the results of the research conducted, virtual/daring exhibitions provide new experiences for service users that they have never experienced before. Although the situation has changed from face-to-face exhibition to virtual/daring exhibition, the quality of the exhibition is still very good because stakeholders pay attention to every work on display from participants as service users. This shows that the dimensions of tangible, reliability, responsiveness, and empathy in virtual exhibitions have good quality and have a positive effect on service user satisfaction. Whereas in the dimension of assurance, stakeholders do not affect service user satisfaction, because quality assurance comes from the awareness of service users in their work who must continue to participate in exhibitions even in different situations.
Analisis Implementasi Kanvas Model Bisnis pada CV Cipta Karya Mirrah Fitriana Maghfiroh
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5171

Abstract

ABSTRAKCV Cipta Karya merupakan perusahaan penyedia kebutuhan marching band yang terletak di DI.Yogyakarta. Setelah dua tahun berdiri secara resmi dan memiliki legalitas perusahaan ini belum merumuskan sebuah model bisnis dan melakukan evaluasi secara mendalam baik internal maupun eksternal sehingga disusun kanvas model bisnis yang terdiri dari sembilan blok yang saat ini sedang dijalankan. Terdiri dari segmentasi pelanggan, proposisi nilai, saluran, hubungan pelanggan, arus pendapatan, sumber daya utama, aktivitas utama, kemitraan utama, dan struktur biaya. Kemudian dilakukan evaluasi terhadap kanvas model bisnis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan pengumpulan data, menganalisis, dan menyimpulkan fakta-fakta yang diperoleh di lapangan. Data diperoleh dari wawancara dengan direktur, melakukan evaluasi internal terhadap kanvas model bisnis dengan para karyawan menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi perusahaan, serta dilakukan evaluasi eksternal dengan wawancara terhadap pelanggan yang pernah membeli dan menggunakan produk CV Cipta Karya berdasarkan analisis peta empati. Peta empati terdiri dari apa yang dilihat, dipikirkan dan dirasakan, didengar, dikatakan dan dilakukan, dikorbankan, serta diperoleh pelanggan. Analisis SWOT bertujuan untuk mempermudah perusahaan dalam melakukan inovasi dan perbaikan karena dilakukan evaluasi secara mendalam dan terstruktur. Evaluasi dengan peta empati bertujuan untuk mengetahui pengalaman yang dialami oleh pelanggan selama menggunakan produk CV Cipta Karya sehingga inovasi yang dilakukan perusahaan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis lebih dalam terhadap data yang terkumpul maka, diperoleh lima poin tambahan perubahan dalam kanvas model bisnis yang terdapat pada blok kemitraan utama, proposisi nilai, hubungan pelanggan, dan saluran. Setelah ditemukan kanvas model bisnis yang baru diharapkan akan diimplementasikan oleh CV Cipta Karya dan menjadi acuan untuk evaluasi secara berkala. The Analysis of Implementation Business Model Canvas at the CV Cipta Karya ABSTRACT CV Cipta Karya is a company that provides marching band necessities is in the Special Region of Yogyakarta. After being officially established for two years and it has legality, the company does not do any internal or external evaluation and formulated its business model yet. Therefore, the business model canvass that consists of nine blocks has been arranged and it is being operated now. The business model canvass consists of customer segments, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships, and cost structure. After that, the internal evaluation toward the business model canvass. This study used a descriptive qualitative method by collecting data, analysing, and concluding the facts obtained from observation. Data were obtained from interviews with directors, conducted an evaluation toward the canvass of model business was carried out by conducting a discussion with workers using SWOT consists of strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the company. Besides, the external evaluation from the customer’s view by interviewing who had purchased and used CV Cipta Karya products based the analysis of empathy map. Empathy map consists of what is seen, thought and felt, heard, said and done, sacrificed, and obtained by customers. SWOT analysis aims to make it easier for companies to innovate and improve because it is carried out with an in-depth and structured evaluation. Evaluation with empathy map aims to know what customers experienced while becoming the customer of CV Cipta Karya products so that the innovations made by the company are in accordance with the necessities in the market. Based on the deeper analysis, there are 5 additional points of changing in the canvass of the business model such as key partnership, value proposition, customer relationship, and channels. After finding the new business model canvas, it is hoped that CV Cipta Karya will implement it and become a reference for regular evaluation.
Pengelolaan Ruang Publik M Bloc Space Melalui Peran Manajerial dan Peran Figur sebagai Stakeholder Primer Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i2.5331

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait pengelolaan ruang publik berdasarkan dari tinjauan peran pemimpin dan peran Stakeholder Primer dalam M Bloc Space. Pertanyaan penelitian yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh dari peran manajer dan stakeholder dalam proses pengelolaan ruang publik di M Bloc Space. Karena M Bloc tergolong ruang publik baru yang berdiri kurang dari lima tahun. Apakah gambaran dari peran manajer dan stakeholder itu semua berpengaruh dalam proses pengelolaan sehingga pihak M Bloc Space yakin bahwa ruang publik ini longlasting. Fokus penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif di mana pengumpulan data melalui proses wawancara mendalam, sehingga penulis bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang peran manajerial di M Bloc Space. Penelitian ini mengambil lokasi di M Bloc Space yang tepatnya ada di Kawasan Blok M Jakarta Selatan dan mengambil objek semua pemimpin yang bekerja di M Bloc Space. Public Space Management in M Bloc Space Through Managerial Roles As The Figures And Primary Stakeholder ABSTRACT This study aims to determine the management of public space based on a review of the role of leaders and the role of Primary Stakeholders in M Bloc Space. The research question examined in this study is how the influence of the role of managers and stakeholders in the public space management process in M Bloc Space. Because M Bloc is a new public space that hasn't been around for more than 5 years. Does the description of the roles of managers and stakeholders affect the management process so that M Bloc Space believes that this public space is long-lasting? This research is descriptive qualitative research in which the authors collect data through in-depth interviews (in-depth interview) and accompanied by documentation so that it can further dig up information on managerial roles in M Bloc Space. This research takes place in M Bloc Space, which is precisely in the Blok M area of South Jakarta and takes the objects of all the leaders who work at M Bloc Space.
Penerapan Analisis SWOT sebagai Strategi Pengembangan Budaya pada Sanggar Seni Tuah Sakato Kota Padang Dani Fajrul Arisyi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5562

Abstract

ABSTRAKBudaya adalah salah satu identitas dari sebuah daerah untuk membedakan dari daerah yang lainya. Sehingga jika budaya tersebut tidak dilestarikan, maka lama-kelamaan budaya tersebut akan pudar dan hilang. Oleh karena itu, para penggiat budaya serta seniman-seniman setempat berusaha untuk terus menjaga dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat khususnya anak-anak muda. Salah satunya adalah dengan cara perkenalan melalui sanggar-sanggar seni. Sanggar seni tersebut tidak hanya berorientasi kepada kepentingan mengisi suatu acara saja, tetapi juga kepada pelatihan-pelatihan seni ke masyarakat terutama anak-anak. Banyaknya sanggar yang ada di Kota Padang merupakan suatu konsekuensi untuk sanggar yang berada di Ibukota Provinsi. Karena jika membicarakan provinsi maka otomatis yang akan langsung disorot adalah Ibukota Provinsi tersebut. Salah satu cara untuk bertahan dalam banyaknya sanggar yang berada di Kota Padang adalah dengan memberikan pembedaan dengan pesaing-pesaing lain serta memberikan kualitas yang terbaik pada produk mereka. Salah satu cara untuk bisa mencari keadaan dan posisi perusahaan tersebut adalah dengan menggunakan Analisis SWOT. Analisis SWOT di gunakan untuk mengetahui bagaimana posisi perusahaan berada sekarang serta bagaimana perusahaan mengambil strategi untuk ke depannya. Hasil dalam pembahasan jurnal ini, analisis SWOT pada sanggar seni Tuah Sakato ini berada pada posisi Growth and Build yang di mana strategi yang cocok untuk sanggar ini adalah integrasi dan intensif, serta sanggar seni Tuah Sakato ini berada pada kuadran I, di mana kuadran tersebut mendukung strategi expansion, maka dari itu strategi yang cocok mengarah kepada strategi SO (Strenghts, Opportunities). Application of SWOT Analysis as A Cultural Development Strategy at Sanggar Seni Tuah Sakato PadangABSTRACT Culture is one of the identities of an area to distinguish it from other regions. So, if the culture is not preserved, then over time the culture will fade and time it will disappear. Therefore, cultural activists and local artists try to continue to maintain and introduce culture to the community, especially to young people. One of them is by way of introductions through art studios. The art studio is not only oriented to the interests of filling an event, but also to art training for the community, especially children. The number of studios in the city of Padang is a consequence of the studios located in the provincial capital. Because when talking about a province, the capital city of the province will automatically be highlighted. One way to survive in the many studios in Padang City is to differentiate them from other competitors and provide the best quality in their products. One way to be able to find the state and position of the company is to use a SWOT analysis. SWOT analysis is used to find out how the company's position is now and how the company takes a strategy for the future. The results in the discussion of this journal, the SWOT analysis at the Tuah Sakato art studio is in the Growth and Build position where the appropriate strategy for this studio is integration and intensive, and the Tuah Sakato art studio is in quadrant I where the quadrant supports the expansion strategy, therefore a suitable strategy leads to an SO (Strengths, Opportunities) strategy.

Page 8 of 12 | Total Record : 119