cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Konservasi Preventif Lukisan Koleksi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta (Preventive Conservation Painting Collection Yogyakarta Presidential Palace Museum) M. Kholid Arif Rozaq; Vicky Ferdian Saputra; Mikke Susanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.046 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3262

Abstract

Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta sebagai lembaga kenegaraan memiliki fungsi untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi yang dimiliki. Konservasi preventif merupakan tindakan untuk mencegah dan meminimalisasi kerusakan atau kerugian di masa mendatang dengan cara mengontrol berbagai faktor deteriorasi objek koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik konservasi preventif lukisan di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta. Metode pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analisis danevaluasi. Hasil penelitian, ditemukan bahwa praktik konservasi lukisandi Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta telah sesuai dengan standar pelayanan yang diacu. Akan tetapi masih ditemukan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh faktor deteriorasi seperti faktor inherent vice dan faktor elemen iklim.AbstractYogyakarta Presidential Palace Museum as a state institution has the function to protect, develop and utilize its collections. Preventive conservation is an action to prevent and minimize future damage or loss by controlling various deterioration factors of collection objects. This study aims to determine how the practice of preventive conservation of painting in the Yogyakarta Presidential Palace Museum. The method used is descriptive analysis and evaluation. The results of the study, it was found that the practice of conservation of painting at the YogyakartaPresidential Palace Museum was in accordance with the service standards referred to. However, it still found some damage caused by deterioration factors such as inherent vice factors and climate element factors. Therefore it is necessary to reevaluate the service standards that have been set as guidelines for preventive conservation practice of painting.
Strategi Pemasaran Pertunjukan Jakarta Simfonia Orchestra Ganang Dwi Asmoro
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3810.652 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1819

Abstract

Keberadaan sebuah kelompok orkestra simfoni membutuhkan beberapa faktor, selain sumber daya manusia yang bagus juga diperlukan strategi pemasaran yang tepat. Posisi pemasaran dalam hal ini bisa disebut sebagai perantara antara kelompok orkestra simfoni dengan penonton dalam melakukan transaksi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan penonton. Karena itu, setiap manajemen orkestra dituntut untuk berpikir kreatif dan strategis untuk menjaga keberlanjutan kelompoknya. Peneliti an ini bertujuan menganalisa pemasaran yang dilakukan oleh Jakarta Simfonia Orchestra dengan teknik SWOT dari faktor lingkungan internal dan eksternal yang dihadapi oleh pengelola JSO selama ini. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif melalui teknik wawancara mendalam terhadap 6 narasumber dan observasi serta didukung dengan data kuantitatif dari survei 100 penonton JSO yang diambil dalam dua pertunjukan. Secara spesifik sebagai studi awal analisis di dalam penelitian ini mendeskripsikan produk, tempat, harga, dan promosi. Hasil dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk membuat pertunjukan terjadwal dalam satu tahun, pengelola an penonton yang berkelanjutan dengan membuat wadah keanggotaan penonton tetap, dan memberikan perhatian lebih kepada penonton dari anggota jemaat, serta membuat program yang menarik dengan sering mendatangkan musisi internasional. The existence of a symphony orchestra groups requires several factor. In addition to good human resources, appropriate marketing strategies are also required. Marketing position in this case can be called as an intermediary between symphony orchestra group and the audience in the transaction to satisfy the need and desires of the audience. Therefore, ev ery orchestra management is required to think creatively and strategically in maintaining the sustainability of its group. This study aims to analisys the marketing conducted by Jakarta Simfonia Orchestra with SWOT technique from internal and external environment factors faced by JSO manager so far. The method used is descriptive qualitative method trhough indepth interview technique to 6 resource person and observation. This study is also suported by quantitatif data from survey 100 JSO audiences taken from two perfomances. As an initial study, the analisys in this study specifically d escribes the product, place, price, and promotion. The results of this studsy shows that a schedule one-year performance, an ongoing permanent audience membership management, special attention given to the audience of the congregation members, and managing interisting program by involving internasional musicians are recommended as the marketing strategy of the Jakarta Simfonia Orchestra groups.
Kepemimpinan yang Mampu Mewujudkan Visi menjadi Realitas: Studi Kasus Tim Musik GKI Gejayan Yogyakarta Iwan Setiawan Dani
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.562 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i1.3141

Abstract

Abstrak Topik “kepemimpinan” adalah topik riset fenomena sosial yang paling komprehensif karena kepemimpinan dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan organisasi apapun, baik organisasi profit maupun nonprofit. Fenomena sosial yang menjadi objek penelitian ini adalah sebuah organisasi nonprofit/keagamaan: Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gejayan Yogyakarta. Gereja yang berdiri tahun 2000 dengan jumlah jemaat awal hanya 200 orang, telah berkembang menjadi gereja yang dihadiri 6.000 orang jemaat tiap minggunya dan mengadakan 10 kali ibadah minggu dari yang semula hanya 2 kali saja. Setiap minggu tidak kurang dari 300 orang volunteer/sukarelawan terlibat dalam pelayanan ibadah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui model kepemimpinan di GKI Gejayan yang dihasilkan untuk mewujudkan visinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan 9 narasumber yang terlibat langsung. Temuan penelitian ini adalah: model kepemimpinan di GKI Gejayan adalah model kepemimpinan yang hadir (attending leadership). Temuan lainnya adalah motivasi para aktivis terdiri dari Spiritual Motivation dan Extrinsic Motivation. Abstract The topic of "leadership" is the most comprehensive topic of research on social phenomena because leadership is seen as a determining factor for the success of any organization, both profit and non-profit organizations. The social phenomenon which become the object of this research is a non-profit/religious organization: the Indonesian Christian Church (GKI) Gejayan Yogyakarta. The church, which was founded in 2000 with an initial number of congregations of only 200 people, has developed into a church that is attended by 6.000 congregations each week and holds 10 times the worship of the original week only two times. Every week no less than 300 volunteers are involved in worship services. The aim of the study was to find out the leadership model of GKI Gejayan which resulted in realizing its vision. The research method used is descriptive qualitative. Data were obtained from indepth interviews with 9 resource persons who were directly involved. The findings of this study are: the leadership model at GKI Gejayan is an Attending Leadership model. Another finding is the motivation of activists consisting of Spiritual Motivation and Extrinsic Motivation.
Segmentasi Pasar Ganda dalam Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra Gisela Anindita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.282 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3078

Abstract

Abstrak Komunikasi marketing adalah sebuah strategi dalam penyampaian informasi mengenai sebuah produk, jasa, ataupun kegiatan. Dalam komunikasi marketing, salah satu hal terpenting ialah segmentasi pasar. Target komunikasi dapat dibagi melalui demografis dan psikologis. Dalam artikel ini akan mendeskripsikan bagaimana ambiguitas target komunikasi marketing dapat terjadi pada Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (KMG)pada tahun 2017. Secara garis besar, target komunikasi marketing KMG terbagi menjadi dua, yakni generasi X (kelahiran 1961-1980) dan generasi peralihan Y (1981-1997) dan Z (1998-2011). Hasilnya adalah karena adanya pengaruh perbedaan generasi dalam manajemen KMG itu sendiri. Nama Guruh Soekarno Putra, konsep acara, dan media sosial yang digunakan dalam strategi komunikasi marketing pun menimbulkan ambiguitas, sehingga target market yang dicapai terlalu luas dan menimbulkan ketidak-teraturan pada saat acara tersebut. Abstract Marketing communication is a strategy to give information about a product, service, or any activity. In marketing communication, one of the most important thing is a market segmentation. Communication target audience can be devided by demographic and psychology. This article will be describe about how ambiguity of communication target audience on Konser Malam Gembira: Merayakan Karya Cipta Guruh Soekarno Putra (KMG) 2017 can be occur. In larger scale, communication target audience KMG divide in to two, the X generation (born between 1961-1980) and transitional generation between Y (born between 19811997) and Z (1998-2011). The result found that the ambiguity is occur because of differencess between both generation inside the KMG organization itself. The name of Guruh Soekarno Putro, the concept of the concert, an social media that used in marketing communication strategy also make a ambiguity, thus maket the marketing target too widely and raises the chaotic at the concert.
ART OF COSTUME: Konsep Penyelenggaraan dan Tata Kelolanya (ART OF COSTUME: The Concept of Organizing and Managing) Suharno Suharno
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.141 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3258

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep penyelenggaraan dan tata kelola Art of Costume (AOC), perhelatan fesyen tahunan yang digagas oleh Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana (Himtarius) FSRD ISBI Bandung. Hal ini didasarkan oleh dua hal. Pertama, sejauhpengamatan penulis belum ditemukan event sejenis yang diproduksi oleh himpunan mahasiswa di bidang fesyen dari Perguruan Tinggi Seni di Indonesia. Kedua, perhelatan fesyen yang lebih menitikberatkan pada unsur seninya ini terbukti mampu mengantarkan mahasiswa yang terlibat di dalamnya memperoleh penghargaan bergengsi di Jember Fashion Carnival (JFC)─karnaval terbaik ketiga dunia─baik sebagai best performance, best costume, maupun unique costum. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari konsep penyelenggaraan dan tata kelola AOC itu sendiri. Oleh sebab itu, tulisan ini dirasa cukup urgensi karena setidaknya dapat dijadikan rujukan pengelolaan event fesyen yang berkelas dalam konteks pendidikan seni.AbstractThis paper aims to describe the concept of organizing and managing the Art of Costume (AOC), an annual fashion event initiated by Himpunan Mahasiswa Tata Rias dan Busana (Himtarius)FSRD ISBI Bandung. This is based on two things. First, as far as the author's observations havenot been found similar events produced by the student association in the field of fashion from the College of Arts in Indonesia. Second, the fashion event which emphasizes more on the art elements has proven the ability to get the students involved in it to get prestigious awards at JemberFashion Carnival (JFC)─the third-best carnival in the world─both as best performance, best performance, and unique costume. This success is certainly inseparable from the concept of organizing and managing the AOC itself. Therefore this paper is considered quite urgent becauseat least it can be used as a reference for the management of classy fashion events in the context of art education.
Investasi Stakeholder Organisasi Seni Pertunjukan: Pengelolaan Organisasi Papermoon Puppet Theatre I Putu Ardiyasa
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.857 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3083

Abstract

Abstrak Bagaimana merawat aset-aset organisasi seni pertunjukan? Sebagai organisasi yang memberdayakan “jasa”, pengelolaan organisasi selau mengacu pada kehadiran penonton dukungan sponsor (funding), sehingga sangat membutuhkan hadirnya kepercayaan penonton kepada organisasi yang berkelanjutan. Organisasi seni pertunjukan cenderung tidak memperhatikan aspek pemeliharaan, karena lebih fokus pada aspek karya. Oleh sebab itu, penelitian ini mengajukan klasifikasi investasi aset terlihat (tangible asset)dan aset tidak terlihat (intangible asset)pada pengelolaan organisasi Papermon Puppet Theatre (PPT). Sembilan orang narasumber diwawancarai untuk mendapatkan informasi terkait topik penelitian tersebut. Hasilnya menunjukkan pada era digital dewasa ini, sosial media sudah menjadi gaya hidup. Bahkan hampir sejajar dengan kebutuhan primer, sehingga setiap orang tidak bisa terlepas dari keberadaan sosial media. PPT berkewajiban selalu memberikan informasi-informasi kepada stakeholder terkait kegiatan PPT. Abstract How to take care of the assets of a performing arts organization? As an organization that empowers "services", the management of the organization always refers to the presence of audience sponsorship (funding), so it really requires the presence of audience trust in sustainable organizations. Performing arts organizations tend not to pay attention to maintenance aspects, because they are more focused on aspects of the work. Therefore, this study proposes the classification of tangible assets and intangible assets in the management of the Papermon Puppet Theater organization. Nine interviewees were interviewed to obtain information related to the research topic. The results show that in today's digital era, social media has become a lifestyle. In fact, it is almost equal to the primary needs, so that everyone cannot be separated from the existence of social media. PPT is obliged to always provide information to stakeholders regarding PPT activities.
STRATEGI PEMASARAN MUSEUM WAYANG KEKAYON YOGYAKARTA DALAM MENINGKATKAN JUMLAH Jurnal Tata Kelola Seni 60 PENGUNJUNG Ida Ayu Eva Ratna Juwita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1503.604 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2828

Abstract

Salah satu kesenian asli Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan olehUNESCO adalah wayang. Hal ini menjadikan keberadaan Museum Wayang KekayonYogyakartamenjadisangatpentingdandiharapkanmampumenjadisumberpembelajaransertadapatdigunakansebagaisalahsatumediapelestarian.Museummeru-pakan sebuah lembaga yang bersifat tetap dan tidak mencari keuntungan. Pada dua dasawarsa terakhir, museum mengalami sebuah perubahan paradigma, yang semulaberorientasi kepada koleksi, menjadi berorientasi kepada pengunjung. Museumdituntut memberikan pelayanan terbaik untuk menarik minat pengunjung dari sisiedukasi maupun rekreasi. Aspek yang perlu diperhatikan dalam konteks perubahanmanajemen museum adalah kebutuhan akan pemasaran. Sehingga museum dapatdikenal masyarakat dan menjadi tempat alternatif wisatawan untuk menghabiskanwaktu luangnya. Strategi pemasaran merupakan penyampaianproduk pada pengun-jung, agar pemasaran yang dilakukan mampu menarik pengunjung untuk berkun-jung ke museum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan melakukanwawancara kepada pihak museum dan penyebaran kuesioner kepada pengunjunguntuk mengumpulkan data. Museum Wayang Kekayon Yogyakarta melakukan strategi pemasaran dengan pameran tetap, wajib kunjung museum, seminar dan talkshow, menjadi anggota Barahmus DIY, dan menggelar acara-acara khusus bertemabudaya. Promosi juga dilakukan dengan cara pembuatan brosur dan melalui mediasosial.
Strategi Pengembangan Industri Kecil Menengah “Karya Mandiri” Kerajinan Dompet Kulit di Desa Maguwan Kecamatan Sambit Ponorogo Irma Khairani Sambas
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.768 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i1.2604

Abstract

AbstrakIKM “Karya Mandiri” Kerajinan Dompet Kulit adalah sebuah industri kecil menengah yang memiliki potensi kerajinan kulit, yang saat ini telah dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat setempat sebagai mata pencaharian dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Maguwan. Berdasarkan hal tersebut, pengelolaan industri ini harus didukung oleh stakeholder dalam bidang Pengembangan Industri Pariwisata. Penelitian ini difokuskan untuk menentukan strategi pengembangan IKM “Karya Mandiri” sebagai salah satu industri IKM yang sedang berkembang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data klasifikasi indikator penelitian melalui SWOT. Penulis berupaya menggunakan analisis SWOT untuk mengorganisasikan dan menginterpretasikan data agar diperoleh pemahaman tentang data, sesuai dengan tujuan penelitian. Kuadran analisis SWOT IKM “Karya Mandiri” Kerajinan Dompet Kulit berada pada posisi kuadran I, yaitu expansion (mendukung strategi ofensif). Oleh karena itu, untuk variasi strategi yang akan digunakan adalah diversifikasi (variasi strategi kuadran SWOT), Intensif & Integrasi (variasi strategi dari matriks IE). Posisi tersebut mengarah pada strategi SO yaitu memiliki kualitas pada dompet kulit sapi dan permintaan yang terus berkelanjutan, dan menggunakan media sosial sebagai teknologi dalam bisnis online. Sedangkan jika dilihat dari hasil analisis matriks IE, posisi IKM “Karya Mandiri” menunjukkan Growth and Build (tumbuh dan bina)dalam posisi I. Strategi yang cocok adalah intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau integrasi (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal). Kata kunci: pengembangan IKM, kerajinan dompet kulit, analisis SWOT  Abstract IKM "Karya Mandiri" handicraft leather wallet is a small and medium-sized industry that has the potential of leather craft which is currently managed and developed by the local community as a livelihood and can improve the economy of the Maguwan village community. Based on this, the management of this industry must be supported by stakeholders in the field of Tourism Industry Development. This research is focused on determining the IKM "Karya Mandiri" development strategy as one of the developing SMI Industries. The research approach used in this study is a qualitative descriptive method. Qualitative descriptive method is used to analyze the data of research indicator classification through SWOT. Researchers attempted to use SWOT analysis to organize and interpret data in order to obtain an understanding of the data in accordance with the research objectives. Quadrant analysis of SWOT IKM "Karya Mandiri" Leather Wallet Handicraft is in quadrant I position, that is expansion (supporting offensive strategy). Therefore, for variation of strategy that will be used is diversification (SWOT quadrant strategy variation), Intensive & Integration (variation strategy from the IE matrix. This position leads to the SO strategy, namely having quality in cow leather wallets and continuous demand and using social media as a technology in online business. While seen from the analysis of matrix IE position of IKM "Karya Mandiri" shows Growth and Build (grow and build) in position I. Strategy that match is intensive (market penetration, market development, and product development) or integration (backward integration, forward and horizontal integration). Keywords: IKM development, leather wallet craft, SWOT analysis
Peran Modal Intelektual Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Festival yang Berkelanjutan (Studi Kasus Festival Ngayogjazz) Yolanda Saftriliani Fadilah Arohmi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.136 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i1.3142

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi pengelolaan sebuah festival jazz yang dapat terselenggara di setiap tahunnya dengan konsep yang menarik yaitu diselenggarakan di desa-desa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian mengenai Modal Sumber Daya Manusia Dalam Pengelolaan Festival yang Berkelanjutan. Studi Kasus Festival Ngayogjazz ini bertujuan untuk menjelaskan peran modal intelektual sumber daya manusia (mencakup pemimpin dan anggota organisasi)dalam pengelolaan Festival Ngayogjazz yang berkelanjutan. Adapun permasalahan dari penelitian ini adalah tentang proses membangun dan mengelola modal intelektual SDM yang merupakan aset tak berwujud yang dimiliki Organisasi Festival Ngayogjazz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik yang digunakan adalah teknik wawancara semi terstruktur kepada direktur Festival Ngayogjazz. Hasil penelitian menjelaskan bahwa proses membangun dan mengelola modal intelektual SDM pada Organisasi Festival Ngayogjazz dilakukan dengan cara organik, dalam artian semua pengelolaannya berbasis pada asas kekeluargaan dan ciri khas Yogyakarta dalam hal bertukar pikiran sampai dengan mengambil keputusan. Abstract This research is based on the processing of a jazz festival that can be held annually with an interesting concept which is held in the villages in Yogyakarta. Research on human resources in sustainable festival management. This research of Ngayogjazz festival aims to explain the role of intellectual capital of human recourses (include leaders and members of the organization) in managing sustainable Ngayogjazz festival. As the problems of this research are about the process of building and managing intellectual property of human resources which are intangible assets owned by Ngayogjazz festival. This research used qualitative with a study approach. The technique that used is the semi-structured interview to the director of Ngayogjazz. The result of the study explained that the process of building and managing intellectual property resources in the Ngayogjazz organization was done in an organic way. all the management is based on the principle of family and characteristic of Yogyakarta in terms of exchanging ideas to making decision.
Pengaruh Kualitas Produk dan Persepsi Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Studio Fotografi Calista Yogyakarta Retno, Dwi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.2 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4115

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen studio Calista Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di studio Calista Kota Yogyakarta dengan menyurvei 100 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode survei, menggunakan kuesioner dengan teknik. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini, menemukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara kualitas produk dan persepsi harga terhadap kepuasan konsumen. Kualitas poduk berpengaruh terhadap kepuasan konsumen dengan tingkat kepuasan 10,568 dengan signifikan sebesar 0,000 kurang dari 5% (0,0000,050). Persepsi harga tidak signifikan karena, apabila suatu produk memiliki kualitas bagus maka secara langsung konsumen tidak mempermasalahkan harga dan tidak memengaruhi kepuasan konsumen. ABSTRACT This study aims to examine the effect of product quality and price perceptions on consumer satisfaction at the Yogyakarta Calista studio. This research was conducted in the Calista studio of Yogyakarta City by surveying 100 respondents. The sampling technique using the survey method, using a questionnaire with techniques. The method of analysis uses multiple regression analysis. The results of this study found a positive and significant effect between product quality and price perception on consumer satisfaction. Product quality has an effect on consumer satisfaction with a level of satisfaction of 10,568 with a significance of 0,000 less than 5% (0,0000,050). Perception of the price is not significant because if the product has a price issue and does not affect customer satisfaction. Good quality, then directly consumers are not.

Page 6 of 12 | Total Record : 119