cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Gaya Kepemimpinan dalam Rumah Produksi Teater Musikal Nusantara sebagai Pelopor Pertunjukan Broadway di Indonesia Monica Anggraeni Dewi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gaya kepemimpinan yang digunakan oleh salah satu pemimpin dari rumah produksi Teater Musikal Nusantara (TEMAN). TEMAN merupakan rumah produksi yang bergerak di bidang industri seni pertunjukan teater musikal yang didirikan pada tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data atau informasi penelitian dikumpulkan melalui observasi, in depth interview, dan semi structure. Data dan informasi yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan cara mereduksi data, mengelompokkan data, mencocokkan data dengan teori yang dipakai, serta menarik kesimpulan. Hasil temuan memperlihatkan bahwa Chriskevin Adefrid sebagai seorang pemimpin memiliki kemampuan teknikal, kemampuan untuk bekerja sama dan berkompromi dengan orang di sekitarnya dan kemampuan konseptual yang kuat. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Chriskevin Adefrid adalah kepemimpinan yang bersifat transformasional. TEMAN masih sangat aktif untuk menjadi sarana bagi para artis dan komunitas pecinta broadway di Indonesia untuk tetap mengasah talenta mereka. Beberapa waktu yang lalu, Instagram TEMAN, dipenuhi dengan pemberitahuan adanya online workshop untuk broadway atau musical theatre; Acting in Singing for Musical Theatre. Langkah ini merupakan salah satu langkah awal dari berbagai langkah besar yang bisa dilaksanakan di masa yang akan datang. Langkah ini sungguh tepat sasaran dan efisien dalam mengasah para talenta tanah air dalam bidang teater musikal. Leadership Style as Seen in Theatre Production House Teater Musikal Nusantara as a Broadway Show Pioneer in Indonesia ABSTRACT This research aimed at identifying the style of leadership used by one of the leaders of the musical theatre production Teater Musikal Nusantara (TEMAN). TEMAN is a production in the area of musical theatre performances and it was founded in 2018. This research uses a qualitative method with a case study approach. Data or information collected through research, observation in depth the interview and semi- structure. The data and information are gathered then analysed by reducing the data, grouping the data, matching the data with the theories that are used, and drawing a conclusion. The findings show that Chriskevin has the technical the ability to cooperate and compromise with the members of the group. Chriskevin also has the strong conceptual ability. A style of leadership that applied by Chriskevin is transformational leadership. TEMAN is very active to provide a place to grow for the artist and broadway community in Indonesia. TEMAN’s Instagram is filled with online workshop about broadway musical theater; acting, singing, and dancing in musical theatre. This is one of the first step of the large steps that can be implemented in the near future. This was certainly is efficient to embrace the talents of the artists in Indonesia in musical theatre industry.
Pengembangan Strategi pada Rumah Produksi Cinemajestic Pictures Tangerang Ika Angela
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.7950

Abstract

Layanan streaming over-the-top (OTT) semakin bermunculan di era digital. Layanan ini mempunyai sistem iklan yang memungkinkan perusahaan/brand dapat mempromosikan produknya secara langsung kepada konsumen. Akibatnya, jumlah permintaan untuk membuat konten audiovisual semakin meningkat dan banyak rumah produksi yang bermunculan. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan penelitian lebih lanjut agar Cinemajestic Pictures, salah satu rumah produksi di Tangerang, tetap dapat eksis dan semakin berkembang. Tujuan utama pada penelitian ini adalah untuk mengembangkan strategi yang sesuai bagi Cinemajestic Pictures. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis SWOT dengan perhitungan IFE, EFE, dan matriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cinemajestic Pictures berada pada tahap Growth and Build sehingga strategi yang sesuai adalah strategi Ekspansi dengan memanfaatkan setiap kekuatan untuk memaksimalkan peluang. Adapun variasi strategi yang dapat diterapkan oleh Cinemajestic Pictures yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan integrasi ke belakang.Strategy Development at Cinemajestic Pictures Tangerang AbstractOver-the-top (OTT) streaming services are increasingly emerging. OTT services have an advertising system that allows companies/brands to promote their products directly to consumers. As a result, the number of requests for producing audiovisual content has increased. Then many production houses started to appear. Based on this situation, further research is needed so that Cinemajestic Pictures, one of the production houses in Tangerang, can still exist and grow. The main objective of this research is to develop an appropriate strategy for Cinemajestic Pictures. The method used is a qualitative method with a case study approach. The analysis technique used is a SWOT analysis technique with IFE, EFE, and matrix calculations. The results show that Cinemajestic Pictures is in the Growth and Build stage. So the appropriate strategy is an Expansion strategy by utilizing every strength to maximize opportunities. The variety of strategies that Cinemajestic Pictures can apply is market penetration, market development, product development, and backward integration.
Perencanaan Strategi Ekspansif dalam Pengelolaan Organisasi Nirlaba Art Music Today Florentina Krisanti Ayuningati Gitomartoyo
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.7900

Abstract

Organisasi nirlaba membutuhkan perencanaan strategis agar keberlanjutan dari organisasi tersebut tetap ada. Salah satu organisasi nirlaba di bidang seni adalah Art Music Today, yang berdomisili di Yogyakarta. Organisasi ini telah berdiri sepuluh tahun dan memerlukan perencanaan strategis untuk semakin berkembang. Penelitian ini mengevaluasi strategi yang sebelumnya dilakukan Art Music Today dengan menggunakan matriks IE dan SWOT. Hasilnya, strategi yang telah dilakukan Art Music Today bersifat ekspansif, sehingga strategi yang diperlukan selanjutnya bersifat mendukung kemajuan yang telah dilakukan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah Blue Ocean, yaitu strategi yang diterapkan di blue ocean, atau ruang pasar yang belum dimanfaatkan tetapi memiliki potensi tinggi. Strategi ini dapat diterapkan dengan implementasi yang dapat dilakukan dengan model 7-S Framework dari McKinsey.The Expansive Strategic Planning for the Management of Art Music Today as a Non-Profit OrganizationABSTRACTThe non-profit organization needs strategic planning to ensure the organization’s continuity. One of the non-profit organizations in the arts is Art Music Today, which is situated in Yogyakarta, Indonesia. This organization was established in 2012 and requires new strategic planning to improve. This research evaluates past strategies of Art Music Today using IE and SWOT matrixes. The result shows that Art Music Today has been using expansive strategies, so the new strategic planning is designed to boost progress. The Blue Ocean strategy can be used in this; Blue Ocean is a strategy to leverage a niche market with high potential. The strategy can be implemented using a 7-S McKinsey Framework model. 
Keunggulan Seni dalam Pemulihan Kehidupan Ayu Utami
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.9688

Abstract

Ilmu Pengetahuan sebagai Pondasi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Berkesenian I Wayan Dana
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.9715

Abstract

Kini, memasuki zaman jet, roket, satelit, yang ditandai pesatnya perkembangan dan penggunaan cyber physical system, artificial intelligent (AI), big data, dan internet of things (IoT). Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan manusia, seperti smartphone, mudah penggunaannya dan bisa dibawa ke mana perlunya, termasuk menyaksikan serta mengikuti berbagai perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan secara sekala (tampak) maupun niskala (maya/tidak tampak), seperti di era digital ini. Cara memperoleh tuntunan ilmu pengetahuan dapat dilakukan oleh setiap orang melalui proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah dan di luar sekolah. Perpaduan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan sekolah dan pengetahuan yang diperoleh dari ketajaman pengalaman sendiri, itu yang dinamakan Samkya (pengetahuan yang sejati, berenergi intuisi dan suara hati nurani). Saluran untuk memperolehnya dapat melalui lingkungan alam keluarga, sekolah atau perguruan, dan di lingkungan alam masyarakat luas atau alam jagat raya ini. Kecerdasan buatan (artificial intelligence) hadir atas hasil dari buah pemupukan ilmu pengetahuan, olah-pikir yang mampu menggugat salah satu kualitas hakiki manusia yang sering digunakan sebagai bukti keunggulan manusia. Memang ilmu pengetahuan bukan sebagai tujuan akhir, tetapi ilmu pengetahuan dan pengetahuan itu sendiri dapat sebagai pondasi peningkatan kualitas SDM untuk melahirkan ‘kesadaran’ dalam berkesenian dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Science as the Foundation for Quality Improvement Human Resources in the Arts ABSTRACT With the rapid advancement and use of cyber-physical systems, artificial intelligence (AI), big data, and the Internet of Things (IoT), we are now entering the era of planes, rockets, and satellites. Additionally, computers are getting smaller until they can match the size of a human fist, much like a smartphone. They are simple to use and portable, making them ideal for observing and monitoring various advancements in science in the digital age, both at a sekala (visible) and niskala (virtual/invisible). Everyone can learn how to acquire scientific counsel through education and learning processes at school and outside of school. Samkya (real knowledge, energized by intuition and conscience) is the confluence of knowledge gained from formal education and knowledge gained from the sharpness of one's own experience. It can be obtained through a channel that operates in the natural surroundings of a family, school, or university and in the natural surroundings of a larger community or the universe. Because of the advancement of science, artificial intelligence (AI) exists today and can fulfill one of the fundamental human needs that are frequently cited as proof of humanity's superiority. Research is not the end aim, but research and knowledge can serve as a foundation for raising the standard of human resources, which will help people live better lives and generate "awareness" of the arts.
Analisis Tata Kelola Seni Pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta Ahmad Hasfi Alhazmi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.8380

Abstract

Pandemik covid-19 berdampak besar terhadap penyelenggaraan seni pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata kelola seni pertunjukan di Taman Budaya Yogyakarta pada masa pandemik covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif fenomenologi. Sasaran penelitian adalah UPT Taman Budaya Yogyakarta. Informan terdiri dari enam orang yaitu Kepala UPT, Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni Budaya, Seksi Dokumentasi dan Informasi Seni Budaya, serta tiga seniman. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan cara reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian pada Perencanaan mengacu program dari pemerintah daerah sebagai kegiatan rutin, ditambah dengan pertunjukan melalui seleksi proposal dari masyarakat, penyusunan program dengan adaptasi kebutuhan media pada masa pandemik covid-19. Pengorganisasian dan Pengawasan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, pola hubungan dilaksanakan secara kerja sama lintas seksi sesuai dengan tugas dan fungsi. Pengawasan di bawah seksi bidang penyajian dan pengembangan seni budaya serta seksi bidang dokumentasi dan publikasi. Beberapa hambatan ditemukan mulai dari peralatan, serta keterbatasan SDM. Evaluasi dilakukan setiap program berjalan, laporan langsung kepada Kepala Taman Budaya Yogyakarta dalam bentuk LPJ. Tindak lanjut berupa pengembangan inovasi program seperti peralatan daring bekerja sama dengan pihak luar dan inovasi program kepada kalangan disabilitas walaupun masih banyak keterbatasan. Analysis of Governance in the Performing Arts Culture Yogyakarta ABSTRACT The covid-19 pandemic has significantly impacted the implementation of performing arts at Taman Budaya Yogyakarta. This study aims to describe the governance of performing arts in Taman Budaya Yogyakarta during the covid-19 pandemic. This research is a qualitative descriptive research of phenomenology. The target of the study was UPT Taman Budaya Yogyakarta. The informants comprised six: the Head of UPT, the Cultural Arts Presentation and Development Section, the Cultural Arts Documentation and Information Section, and three artists. Data collection techniques use observation, interview, and documentation techniques. Data analysis uses descriptive data reduction, presentation, and concluding/verification. The results of this research are on Planning to refer to programs from local governments as routine activities, coupled with performances through the selection of proposals from the community and preparation of programs adapting to media needs during the covid-19 pandemic. Organizing and supervision are carried out by planning, and the pattern of relationships is carried out in cross-sectional cooperation following duties and functions, supervised under the section in the field of presentation and development of cultural arts and the section in the field of documentation and publications. Several obstacles were found, ranging from equipment to limited human resources. Evaluation is carried out every running program, a direct report to the head of Taman Budaya Yogyakarta in the form of LPJ. Follow-up is in the form of developing program innovations such as online equipment in collaboration with outside parties and program innovations for people with disabilities, although there are still many limitations.
Manajemen Strategi untuk Sentra Industri Kecil Batik ‘Sekar Manggar’ Kabupaten Pemalang Dyah Pitaloka Intan Puspitorukmi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 9, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v9i1.9393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat manajemen strategi untuk Sentra Industri Kecil Batik ‘Sekar Manggar’ yang terletak di Desa Jebed Utara, Kabupaten Pemalang. Sekar Manggar yang dikoordinasi oleh pasangan suami istri Slamet Chasnadi dan Sri Pujiati ini resmi didirikan pada tahun 2007 dan fokus pada memproduksi batik motif Pemalangan. Dikarenakan Sekar Manggar masih memiliki kekurangan pada bagian administrasi, pemasaran dan promosi, maka penelitian dilakukan untuk membuat manajemen strategis dengan menggunakan Analisis SWOT yang dilanjutkan dengan Matriks IFE dan Maktriks EFE, dan kemudian dengan Matriks IE, didapatkan bahwa Sekar Manggar menunjukkan Growth and Build (tumbuh dan bina) sehingga strategi yang cocok dipakai adalah Strategi Intensif – Pengembangan Produk. Selain itu, berdasarkan Kuadran Analisis SWOT, Strategi Generik yang dapat dijalankan oleh Sentra Industri Kecil Batik ‘Sekar Manggar’ saat ini adalah Strategi Kombinasi (Glueck) yaitu mendukung strategi diversifikasi (diversifikasi kosentrik, diversifikasi konglomerat dan diversifikasi horizontal) yang bisa diimplementasikan setelah sistem administrasi dan dokumentasi Sekar Manggar telah membaik. Strategic Management for Small Industry Center of Batik ‘Sekar Manggar’ in Pemalang District ABSTRACT This study aims to create a management strategy for 'Sekar Manggar' a small Industry Center of Batik located in Jebed Utara Village, Pemalang District. Sekar Manggar, coordinated by husband and wife pair Slamet Chasnadi and Sri Pujiati, was officially established in 2007 and focuses on producing motif batik of Pemalangan. Because Sekar Manggar still has deficiencies in the administration, marketing and promotion sections, research was conducted to make strategic management using SWOT Analysis followed by the IFE Matrix and EFE Matrix, and then with the IE Matrix, it was found that Sekar Manggar showed Growth and Build so that a suitable strategy is an Intensive Strategy – Product Development. In addition, based on the SWOT Analysis Quadrant, the Generic Strategy that can be implemented by the Batik Small Industry Center 'Sekar Manggar' at this time is the Combination Strategy (Glueck) which supports diversification strategies (concentric diversification, conglomerate diversification and horizontal diversification) which can be implemented after the administration system and documentation of Sekar Manggar has improved.
Ekosistem Seni Kulidan Kitchen & Space Adiartha, I Komang; Mudra, I Wayan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i2.13239

Abstract

Kulidan Kitchen & Space adalah sebuah lembaga sosial enterpreneur, yang mengusung konsep bisnis dengan menggunakan pendekatan seni sebagai mediumnya. Dalam menjalankan usahanya, dengan membuka ruang/art space sebagai pusat usaha yang dipakai sebagai sarana melting pot. Art space dipakai sebagai titik temu, penyelenggaraan program-program kolaborasi dan kerja-kerja multidisiplin sebagai strategi dalam memperluas jejaring. Kulidan Kitchen & Space, memiliki program Kulidan art project. Kulidan art project, menyelenggarakan program seni dan edukasi. Program yang dilaksanakan antara lain art class (painting class), workshop linocut, pameran, pementasan, bedah buku, pemutaran film, dll. Tujuan tulisan ini adalah menguraikan pembahasan mengenai ekosistem seni di Kulidan Kitchen & Space, melalui divisi Kulidan art project. Pembahasan ini, meninjau program-program yang dilaksanakan di Kulidan Kitchen & Space. Program-program yang akan dibahas adalah program yang dilaksanakan inhouse dan di luar Kulidan Kitchen & Space. Teori yang digunakan untuk membedah topik ini adalah teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa Kulidan Kitchen & Space, melalui divisi Kulidan art project menyelenggarakan program seni dan edukasi secara regular dengan tema-tema yang berbeda sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan program reguler oleh Kulidan art project telah melalui tahap produksi, distribusi, dan konsumsi. Program ini dapat dinikmati oleh warga sekitar, wisatawan yang berlibur di Bali, dan juga telah berkesempatan untuk menyelenggarakan program ke luar negeri. Kesuksesan perhelatan program-program ini tentu dibantu dengan komponen sosial yang memiliki modal dalam ranah ekonomi, sosial, dan media. Kulidan Kitchen & Space Art Ecosystem ABSTRACT Kulidan Kitchen & Space is an entrepreneurial social institution, which carries a business concept using an art approach as its medium. In running its business, by opening a space/art space as a business center, which is used as a melting pot. Art space is used as a meeting point, organizing collaborative programs and multidisciplinary work as a strategy in expanding networks. Kulidan kitchen & space, has a kulidan art project program. Kulidan art project, organizes art and education programs. The programs implemented include art class (painting class), linocut workshop, exhibition, performance, book review, film screening, etc. The purpose of this article is to describe the discussion of the art ecosystem in kulidan kitchen & space, through the kulidan art project division. This discussion reviews the programs implemented at Kulidan Kitchen & Space. The programs that will be discussed are programs implemented in-house at Kulidan Kitchen Space and programs outside kulidan kitchen & space. The theory used to dissect this topic is the theory of social practice by Pierre Bourdieu. Data collection methods are carried out by interview, literature study and documentation. The results of this paper show that kulidan kitchen & space, through the kulidan art project division, organizes art and education programs regularly with different themes according to a predetermined schedule. The implementation of regular programs by the kulidan art project has gone through the stages of production, distribution and consumption, this program can be enjoyed by local residents, tourists on vacation in Bali and have also had the opportunity to organize programs abroad. The success of these programs is certainly assisted by social components that have capital in the economic, social and media realms.
Bauran Pemasaran dalam Kegiatan Seni Budaya Festival Banjar di Jakarta Hazmi, Fariz Al
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i2.12566

Abstract

Festival budaya menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan sebagai promosi budaya dan penguatan identitas bagi suatu daerah. Kesuksesan suatu acara kegiatan dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang hadir, sehingga pentingnya bagi pengelola untuk melakukan strategi dalam pemasaran. Salah satu strategi dalam pemasaran yaitu melalui bauran pemasaran atau Marketing Mix 7P (Product, Place, Price, Promotion, People, Process, and Phsycal Evidence). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bauran pemasaran dalam kegiatan seni budaya Festival Banjar di Jakarta. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa Festival Banjar menggunakan bauran pemasaran sebagai strategi untuk menarik pengunjung dan melancarkan kesuksesan acara tersebut. Festival Banjar memiliki strategi dan cara pemasaran melalui setiap variabel dari 7P untuk mempromosikan budaya Banjar dan Dayak Meratus. Misalnya dalam variabel product, mereka menjelaskan secara rinci apa yang mereka tawarkan terkait kegiatan seni budaya dan kemudian didukung oleh variabel lain seperti Place, Price, Promotion, People, Process, and Phsycal Evidence sehingga acara dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, bauran pemasaran menjadi salah satu bagian yang turut andil dalam menghubungkan antara kegiatan dengan calon pengunjung sebagai sasaran pasar. Marketing Mix in the Banjar Festival Arts and Culture Activities in Jakarta ABSTRACT Cultural Festivals are one of the activities carried out to promote culture and strengthen identity for a region. The success of an activity event can be seen from the number of visitors who attend, so it is important for managers to carry out marketing strategies. One strategy in marketing is through the marketing mix or Marketing Mix 7P (Product, Place, price, Promotion, People, Process, Physical Evidence). The aim of this research is to describe and analyze the marketing mix in the arts and culture activities of the Banjar Festival in Jakarta. The research method uses qualitative with a single case study approach. Data collection techniques use semi-structured interviews, observation and documentation. The analysis technique is carried out in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results show that the Banjar Festival uses a marketing mix as a strategy to attract visitors and facilitate the success of the event. The Banjar Festival has marketing strategies and methods through each variable of the 7Ps to promote Banjar and Meratus Dayak culture. For example, in the product variable, they explain in detail what they offer regarding arts and culture activities and then support it with other variables such as Place, Price, Promotion, People, Process, Physical Evidence so that the event can run well. Therefore, the marketing mix is one part that contributes to connecting activities with potential visitors as the target market.
Model Tata Kelola Pameran Virtual Oppo Art Jakarta 2020 Muna, Cut Nailil; Rozaq, Muhammad Kholid Arif
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 10, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v10i2.12356

Abstract

Penelitian ini membahas pameran virtual yang dikelola Art Jakarta di masa pandemi. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi potensi teknologi digital sebagai media presentasi karya melalui pameran virtual. Pokok permasalahan dijawab peneliti dengan mengacu pada konsep fungsi manajemen George R. Terry. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap Fair Director, Artistic Director, serta partisipan pameran. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan temuan data, fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan, telah diimplementasikan Art Jakarta dimulai dengan merancang perencanaan, menjalankan rencana operasional, dan mengevaluasi pameran. Melalui pameran virtual, aktivitas promosi dan pemasaran menjangkau lebih luas dan efisien. Kolektor seni dari berbagai negara dapat mengakses pameran setiap hari selama 24 jam. Art Jakarta juga memperoleh sejumlah database pengunjung dari hasil registrasi dan link khusus milik seluruh partisipan pameran. Terdapat kekurangan pada pameran virtual yaitu kesulitan menikmati jenis karya seni tertentu dan para stakeholder kesulitan membangun interaksi sosial karena tidak ada tatap muka. Secara keseluruhan, proses pelaksanaan pameran berhasil divisualisasikan menjadi sebuah model tata kelola pameran virtual. Manfaat penelitian ini diharap mampu memberi kontribusi pemikiran dalam bidang manajemen seni, khususnya pada konteks penyelenggaraan pameran virtual. Governance Model of the Oppo Art Jakarta 2020 Virtual Exhibition ABSTRACT This research discusses the virtual exhibition managed by Art Jakarta during the pandemic. The aim is to explore the potential of digital technology as a medium for presenting works through virtual exhibitions. The researcher answered the main problem by referring to George R. Terry's concept of management functions. The research was carried out qualitatively using the case study method. Primary data was collected through observation and in-depth interviews with the Fair Director, Artistic Director, and exhibition participants. Secondary data was obtained through a literature study. Based on data findings, management functions, which include planning, organizing, directing, and supervising, have been implemented by Art Jakarta starting with designing plans, carrying out operational plans, and evaluating exhibitions. Through virtual exhibitions, promotional and marketing activities can be achieved more widely and efficiently. Art collectors from various countries can access the exhibition every day for 24 hours. Art Jakarta also obtains several visitor databases from registration results and special links belonging to all exhibition participants. There are drawbacks to virtual exhibitions, namely the difficulty of enjoying certain types of works of art and stakeholders having difficulty building social interactions because there is no face-to-face contact. Overall, the exhibition process was successfully visualized into a virtual exhibition governance model. It is hoped that the benefits of this research will be able to contribute to thinking in the field of arts management, especially in the context of holding virtual exhibitions.

Page 10 of 12 | Total Record : 119