cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Analisis Gaya Kepemimpinan Organisasi Nirlaba Terhadap Efisiensi Event Studi Kasus: Event Timur Liar oleh Komunitas Serbuk Kayu, Surabaya, Jawa Timur Kharisma Nanda Zenmira
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5890

Abstract

ABSTRAKKesetiaan anggota pada organisasi nirlaba dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan serta sistem kerja yang diterapkan oleh pemimpin. Hal tersebut juga dapat berpengaruh pada produktivitas dalam sebuah komunitas. Produktivitas ini berupa kegiatan yang dilaksanakan, seperti pameran, residensi, dan banyak hal lainnya seperti yang telah dilakukan oleh Komunitas Serbuk Kayu. Gaya kepemimpinan seorang pemimpin, selain berpengaruh pada pengelolaan organisasi, juga dapat memengaruhi efisiensi pada kegiatan yang mereka selenggarakan. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Gaya kepemimpinan transformational leadership yang diterapkan oleh pemimpin Komunitas Serbuk Kayu dapat mewujudkan event yang melibatkan banyak orang dengan pengelolaan yang efisien. Analysis of The Leadership Style of A Non-Governmental Organization to Efficient EventABSTRACTThe loyalty of members in non-profit organizations is influenced by the leadership style and work system adopted by the leader. It can also affect productivity in a community. This productivity is in the form of activities carried out, such as exhibitions, residencies, and many other things like those that have been done by the Serbuk Kayu Community. The leadership style of a leader, apart from having an effect on organizational management, can also affect the efficiency of the activities they carry out. This study uses qualitative research methods with data obtained through in-depth interviews and direct observation. The transformational leadership style adopted by the Serbuk Kayu Community leaders can create events that involve a lot of people with efficient management.
Motivasi Relawan dalam Acara Seni Budaya (Studi Kasus Festival Banjar di Jakarta) Fariz Al Hazmi; Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5771

Abstract

ABSTRAKKualitas suatu acara festival dapat dikatakan baik apabila dapat melibatkan masyarakat. Salah satu festival yang mempromosikan seni budaya dan pariwisata yaitu Festival Banjar, di mana festival tersebut sudah dilaksanakan dalam bentuk acara tahunan sejak tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jabodetabek. Festival Banjar melibatkan masyarakat lokal, khususnya anak muda sebagai Relawan untuk membantu proses keberlangsungan acara. Dengan adanya peluang keterlibatan dalam acara yang kemudian menjadi daya tarik sebagian masyarakat untuk berpartisipasi dan ikut serta sebagai relawan dalam Festival Banjar. Hal tersebut tentunya didasari dari sebuah motivasi dan dorongan baik dari individu maupun dari lingkungan sekitar. Tujuan dalam penelitian yaitu meninjau terkait motivasi relawan untuk terlibat mengikuti kegiatan kerelawanan melalui enam dimensi Volunteer Fungction Inventory (VFI) dan tiga teori kebutuhan McClelland. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa motivasi berperan penting dalam memengaruhi relawan yang terlibat dalam acara seni budaya. Nilai menjadi dasar dalam keterlibatan relawan melalui rasa memiliki terhadap kebudayaan yang dipertunjukkan. Selain itu, kebutuhan akan pemahaman, sosial, pencapaian, karir, dan perlindungan juga mendorong keikutsertaan relawan dalam membantu acara seni budaya. Volunteer Motivation in Cultural Arts Events(Case Study of Banjar Festival in Jakarta)ABSTRACTThe quality of a festival event can be said to be good if it can involve the community. One of the festivals that promote arts, culture and tourism is the Banjar Festival, where the festival has been held in the form of an annual event since 2017 organized by the Jabodetabek Bubuhan Harmony (KBB). The Banjar Festival involves local people, especially young people, as volunteers to help the process of the event's sustainability. With the opportunity to be involved in the event which later became an attraction for some people to participate and participate as volunteers in the Banjar Festival. This is certainly based on motivation and encouragement from both the individual and the surrounding environment. The purpose of this research is to review the motivation of volunteers to be involved in volunteer activities through 6 dimensions of the Volunteer Function Inventory (VFI) and 3 McClelland's theory of needs. This research uses a descriptive qualitative method with a case study approach. Data collection techniques in this study used semi-structured interviews. The results show that motivation plays an important role in influencing volunteers who are involved in cultural arts events. Values are the basis for volunteer involvement through a sense of belonging to the culture shown. In addition, the need for understanding, social, achievement, career and protection also encourages the participation of volunteers in assisting cultural arts events.
Peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan Terhadap Pengembangan Ekonomi Kreatif Sektor Seni Pertunjukan Nurbaya Nurbaya
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5897

Abstract

ABSTRAKBalikpapan merupakan daerah tujuan wisata unggulan berbasis budaya multietnis. Hal ini menjadikan Kota Balikpapan menarik dan kaya akan budaya seni, salah satunya seni pertunjukan. Dari dasar inilah peneliti tertarik untuk lebih mengetahui bagaimana peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan terhadap pengembangan ekonomi kreatif sektor seni pertunjukan. Peneliti menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data bukan berupa angka-angka. Data diambil berdasarkan dari naskah wawancara, dokumen pribadi, dan dokumen resmi yang bertujuan untuk mengetahui tentang peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan terhadap pengembangan ekonomi kreatif sektor seni pertunjukan. Hasil yang didapat yaitu Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Balikpapan telah berperan dalam pengembangan ekonomi kreatif sektor seni pertunjukan di Kota Balikpapan dengan memberikan wadah kepada penggiat seni pertunjukan seperti amphitheatre, menjalin kerja sama di setiap kegiatan/acara hiburan khususnya seni pertunjukan, serta bersinergi dan berkolaborasi dengan pelaku seni pertunjukan. Kendala yang dihadapi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata yaitu kurangnya minat sumber daya manusia dalam menjalankan ekonomi kreatif sektor seni pertunjukan, kurangnya inovasi dan kreativitas para pelaku seni pertunjukan sehingga perlu pembinaan dan itu harus ada kerja sama antara pemerintah yang tidak lain Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata beserta dengan dinas-dinas terkait lainnya. The Role of the Youth, Sports, and Tourism of Balikpapan City Towards Creative Economy Development Performing Arts Sector ABSTRACT Balikpapan is a leading tourist destination based on multi-ethnic culture. This makes Balikpapan City attractive and rich in artistic culture, one of which is performing arts. From this basis, researchers are interested in knowing more about the role of the Balikpapan City Youth, Sports, and Tourism Office in the development of the creative economy of the performing arts sector. The researcher used a descriptive qualitative design by collecting data not in the form of numbers. The data was taken based on interview scripts, personal documents, and official documents which aimed to find out about the role of the Balikpapan City Youth, Sports, and Tourism Office in the development of the creative economy of the performing arts sector. The results obtained are that the Balikpapan City Youth, Sports, and Tourism Office has played a role in developing the creative economy of the performing arts sector in Balikpapan City by providing a forum for performing arts activists such as the amphitheatre, establishing cooperation in every activity/entertainment event, especially performing arts, as well as synergizing and collaborate with performing artists. The obstacles faced by the Youth, Sports and Tourism Office are the lack of interest in human resources in running the creative economy of the performing arts sector, the lack of innovation and creativity of performing arts actors so that it needs guidance and there must be cooperation between the government which is none other than the Education and Culture Office, Department of Youth, Sports, and Tourism along with other related agencies.
Studi Manajemen Produksi Batik Kampung Kriyan sebagai Museum Hidup di Cirebon dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Sherlyta Seftiandy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5836

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen produksi di Kampung Batik Kriyan sebagai Museum Hidup. Lokasi penelitian berada di Desa Kriyan Kecamatan Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan dan wawancara bersama narasumber yang relevan di kampung batik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi dari Kampung Batik Kriyan menggunakan metode pemberdayaan sumber daya manusia dalam keberlangsungan produksi Batik Kriyan melalui beberapa fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi manajemen pada produksi industri kain batik di Kampung Batik Kriyan yang mampu melestarikan budaya membatik di Cirebon dan fungsi dari museum hidup yang ditekankan oleh masyarakat Kampung Kriyan lebih kepada bentuk pengenalan dan apresiasi seni yang ada, sehingga Kampung Batik Kriyan dikategorikan sebagai museum hidup di Cirebon, Jawa Barat. Study of Batik Kampung Kriyan Production Management as Living Museum in Cirebon Facing The Covid-19 ABSTRACT This study aims to determine the production management in Kampung Batik Kriyan as a Living Museum. The research location is in Kriyan Village, Cirebon Districts. This study uses a qualitative approach where data collection is carried out by means of observations and interviews with relevant. The results showed that the production management of Kampung Batik Kriyan uses the method of empowering human resources in the sustainability of Batik Kriyan production through several management functions such as planning, organizing, actuating, and controlling. The conclusion of this study is that the management function of the production management of the batik kriyan industry in Kampung Batik Kriyan is able to preserve the batik culture in Cirebon and the function of the living museum which is emphasized by the people of Kampung Kriyan is more about the form of recognition and appreciation of the existing arts. So that Kampung Batik Kriyan is categorized as a living museum in Cirebon, West Java.
Model Tata Kelola Pameran Perupa Muda pada Galeri Bale Banjar Sangkring di Yogyakarta Febtia Intan Adyatami
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i1.5838

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis konsep pameran perupa muda yang tidak secara murni menggunakan konsep presentasi kuratorial dan peran perupa dalam pengelolaan pameran yang memiliki dua peran yaitu sebagai pengelola yang menjalankan fungsi manajemen dan sekaligus sebagai seniman dalam waktu bersamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif studi kasus. Ruang lingkup penelitian pameran perupa muda sebagai objek penelitian dan pengelola pameran (perupa, pelopor pameran, pemilik Galeri Sangkring, Manajemen Sangkring) sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah analisis Creswell (mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan memaknai data). Penyajian analisis data dalam bentuk laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pameran yang digunakan pada pengelolaan pameran perupa muda adalah konsep seleksi pada presentasi karya seni. Konsep tersebut digunakan oleh perupa sebagai organizers dan sekaligus sebagai seniman dalam program pelatihan manajemen pada pameran perupa muda di Galeri Sangkring, Yogyakarta. Peran stakeholders (Manajemen Sangkring, Pelopor Pameran dan Perupa) pada pengelolaan pameran perupa muda menciptakan model Tata Kelola Pameran Perupa Muda.The Governance’s Models of Perupa Muda Exhibitions At Bale Banjar Sangkring Gallery In YogyakartaABSTRACTThis research aims to understand and analyze the concept of an exhibition of perupa muda who does not purely use the concept of curatorial presentation and the role of artists in the management of exhibitions that have two roles, as organizers or who runs the management functions as well as an artist at the same time. The Research's methods used qualitative case study research. The scope of research is the exhibitions of perupa muda as research objects and exhibition managers (artists, exhibition pioneers, owners of Sangkring Gallery, Sangkring Management) as research subjects. Data collection techniques use interviews and observations. Data analysis uses Creswell's analytical steps (collecting data, processing data, analyzing data and interpreting data). Presentation of data analysis in the form of reports. The results show the exhibition concept used in the management of perupa muda exhibitions is the concept of selection in the presentation of artwork. The concept is used by artists as organizers as well as artists in management training programs at the exhibition of perupa muda at Sangkrig Gallery, Yogyakarta. The roles of stakeholders (Sangkring Management, Exhibition pioneers and artists) in managing exhibitions of perupa muda create a model for managing exhibitions of perupa muda.
Strategi Pengembangan Organisasi Pertunjukan Musik Klasik Jakarta City Philharmonic (JCP) Menggunakan Analisis SWOT Hernanda Aditya Dwi Laksana; Fariz Al Hazmi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6359

Abstract

Pertunjukan musik klasik saat ini menjadi salah satu pertunjukan musik yang mulai berkembang di lingkungan masyarakat modern seperti Jakarta. Dalam kualitas pertunjukan, peran organisasi menjadi penting untuk dapat terus berkembang mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Jakarta City Philharmonic (JCP) merupakan salah satu organisasi musik di Jakarta yang menampilkan pertunjukan musik klasik sebagai sarana hiburan. Strategi pengembangan organisasi Jakarta City Philharmonic (JCP) perlu dilakukan agar organisasi dan pertunjukannya dapat terus eksis di masyarakat sebagai kelompok pertunjukan musik klasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pengembangan dari organisasi Jakarta City Philharmonic (JCP) melalui analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan kuesioner. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang dapat digunakan oleh JCP yaitu strategi generik jenis kombinasi dan variasi strategi yaitu diversifikasi konsentrik, penetrasi pasar, memanfaatkan sponsor dari pihak Dewan Kesenian Jakarta dan Bekraf sebagai networking kerja sama serta integrasi ke depan. Development Strategy of The Classical Music Performances in Jakarta City Philharmonic Using SWOT Analysis ABSTRACT Classical music performances are now one of the musical performances that are starting to develop in modern society such as in Jakarta. In terms of performance quality, the role of the organization becomes important to be able to continue to develop following the changing times and community needs. Jakarta City Philharmonic (JCP) is a music organization in Jakarta that presents classical music performances as a means of entertainment. The strategy for developing the Jakarta City Philharmonic (JCP) organization needs to be done so that the organization and its performances can continue to exist in society as a classical music performance group. The purpose of this study was to analyze the development strategy of the Jakarta City Philharmonic (JCP) organization through SWOT analysis. The research method used is qualitative with a descriptive case study approach with interview, observation and questionnaire data collection techniques. The results of the SWOT analysis show that the strategies that can be used by JCP are generic strategies of combination types and variations of strategies, namely concentric diversification, market penetration, utilizing sponsors from the Jakarta Arts Council and Bekraf as a networking collaboration and future integration.
Pengembangan Manajemen Strategi Party Planner Forgetmenot Aninda Dyah Hayu Pinasti Putri
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.7163

Abstract

Party planner Forgetmenot merupakan salah satu party planner yang bergerak di bidang usaha jasa dekorasi. Maraknya usaha yang bergerak di bidang dekorasi khususnya party planner menimbulkan permasalahan yang dihadapi oleh party planner Forgetmenot selaku jasa dekorasi baru untuk ikut bersaing sehat dengan banyaknya kompetitor sejenis yang memiliki pengalaman dan branding yang lebih baik. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan penelitan untuk menganalisis strategi dan sistem yang digunakan oleh party planner Forgetmenot. Penelitian menggunakan Teori Manajemen Strategi. Informan dalam penelitian ini sebanyak dua orang, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mengumpulkan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui sektor apa saja yang perlu dikembangkan dan dibenahi dalam upaya pengembangan party planner Forgetmenot. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa party planner Forgetmenot perlu melakukan variasi strategi berupa penerapan tentang penetrasi dan pengembangan pasar, serta melakukan inovasi produk dan konsep baru dan lebih bervariatif. Strategic Management Development Party Planner “Forgetmenot” ABSTRACT Party planner Forgetmenot is one of the party planners engaged in the decoration service business. The rise of businesses engaged in decoration, especially party planners, has created problems faced by the Forgetmenot party planner as a new decoration service to participate in healthy competition with many similar competitors who have better experience and branding. Based on these problems, a research was conducted to analyze the strategies and systems used by the Forgetmenot party planner. The research uses Strategic Management Theory. There were two informants in this study, using qualitative descriptive method, namely collecting data by interview, observation, and documentation, while the data analysis technique used SWOT analysis to find out what sectors need to be developed and addressed in the effort to develop the Forgetmenot party planner. The results of this study can be concluded that the Forgetmenot party planner needs to vary the strategy in the form of implementing market penetration and development, as well as innovating new and more varied products and concepts.
Bandung dalam Ambangan Setelah Boom 2000an: Pameran Bandung Contemporary (2013) Ganjar Gumilar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6094

Abstract

Sebagai sebuah wacana estetik, seni rupa Bandung telah cukup lama dibicarakan dalam sejarah seni rupa Indonesia. Bandung sering dibayangkan untuk menawarkan sebuah kekhususan dan kekhasan jika dibandingkan dengan seni rupa Indonesia secara umum. Satu cara yang sering dilakukan dalam memeriksa, membingkai, mendistribusikan, dan mempromosikan kekhususan tersebut adalah melalui penyelenggaraan pameran. Sebagai sebuah upaya untuk memeriksa upaya-upaya termutakhir dari pembingkaian tersebut, artikel ini akan menganalisis seri pameran Bandung Contemporary (2013), utamanya dari sisi tawaran premis, metode, serta pendekatan kuratorial dan membuatnya kontekstual terhadap kemutakhiran kebudayaan Indonesia. Pameran ini membawa konteks khasnya sendiri: diselenggarakan dalam aktivitas pasar yang sedang sangat menurun dan saat seni rupa Bandung kontemporer telah teridentifikasi dan dikenal oleh publik seni rupa. Dengan menimbang konteks-konteks tersebut, lantas inovasi dan kebaruan apa yang masih bisa ditawarkan oleh BC? Melalui kacamata kajian kuratorial, artikel ini akan mendiskusikan bagaimana pameran Bandung Contemporary menggunakan pendekatan sosiologis dalam upaya pembingkaian, pendistribusian, dan promosi talenta-talenta muda Bandung dalam masa-masa yang kurang produktif tersebut. Proposisinya cukup partikular, alih-alih menawarkan jawaban 'estetik' terhadap persoalan sosiologis, BC melerai dan juga merespons melalui cara-cara yang 'sosiologis': menekankan dan memanfaatkan potensi promosional dan persuasi wacana dari penyelenggaraan sebuah pameran seni. Bandung After the Precarious 2000s Boom: Bandung Contemporary Exhibit (2013) ABSTRACT Bandung, as an aesthetic discourse, has been frequently discussed in the history of Indonesian Art. Bandung is often imagined to be particular and peculiar to the general practice of the mainstream. A means by which those particular characteristics were frequently discussed, mediated, and emphasized is through exhibition-making. As an attempt to examine one of the most recent efforts of reframing Bandung, this article would analyze the premises, approaches, and methods explored in Bandung Contemporary (2013) and contextualize it within Indonesian contemporaneity. BC brought its own 'problematic' context: it was conducted during the downfall of market interest and after Bandung's contemporaneity has been 'identified' by the art public. Given this context and condition, how would BC remain inventive and novel in its exhibitionary discourse? Through curatorial studies, this article will discuss that Bandung Contemporary utilized sociological perspective in their effort of reframing, mediating, and promoting their newest talents during those unproductive times. Rather than proposing an 'aesthetic solution' to a sociological problem, BC proposed to respond with a sociological solution: emphasizing and utilizing the discourse production and promotional agenda of an exhibition.
Keberadaan dan Fungsi Museum Bagi Generasi Z Dhiyah Istina
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.7096

Abstract

Museum menjadi salah satu lembaga pendidikan yang menyimpan bukti jejak sejarah suatu bangsa. Keberadaan museum dapat menjadi tolak ukur kesadaran masyarakat dalam menjaga sejarah, tradisi dan kebudayaan yang menjadikan mereka sebagai seutuhnya manusia yang berbudaya. Museum mengalami perkembangan agar tetap eksis di berbagai kalangan. Perkembangan dan pembaruan ini tentu merujuk pada perkembangan teknologi di era digital seperti saat ini. Bukan bermaksud mengubah keseluruhan isi museum dengan hal-hal digital yang justru dapat menghilangkan esensi museum itu sendiri, namun melakukan pendekatan yang sesuai dengan target pengunjung adalah strategi bagi museum untuk dapat bertahan di tengah generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi literatur untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena dan fakta yang berkembang pada museum bila dilihat dari sudut pandang generasi Z. Fenomena dan fakta yang dipaparkan dalam penelitian ini membuktikan bahwa sebuah kolaborasi antara berbagai golongan generasi dapat membuat museum berfungsi dengan lebih efektif dan menyenangkan bagi generasi Z. Penilaian negatif mengenai generasi Z yang sangat bergantung dengan dunia internet nyatanya mampu menjadi sebuah trobosan baru untuk perkembangan museum itu sendiri. The Existence and Function of Museums for Generation Z ABSTRACT Museums are one of the educational institutions that store evidence of the history of a nation. The existence of museums can be a benchmark for public awareness in preserving history, traditions and culture that make them fully cultured human beings. Museums have developed in order to continue to exist in various circles. These developments and updates certainly refer to technological developments in the digital era as it is today. Not intending to change the entire contents of the museum with digital things that can actually eliminate the essence of the museum itself, but taking an approach that is in accordance with the target visitor is a strategy for the museum to be able to survive in the midst of the Z generation of young people. This study uses a qualitative method by conducting study of literature to obtain information about the phenomena and facts that developed at the museum when viewed from the perspective of generation Z. The phenomena and facts presented in this study prove that a collaboration between various generations can make museums function more effectively and pleasantly for generation Z. Negative judgments about Generation Z, which is very dependent on the internet, are actually able to become a new breakthrough for the development of museums.
Inovasi Pengembangan Promosi Produk Seni Unggulan Sanggar Tari Wan Sendari Batam Mega Lestari Silalahi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 8, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v8i2.6857

Abstract

Sanggar Wan Sendari adalah sanggar yang produktif dalam bisnis jasa pertunjukan tari di Batam. Naik turunnya permintaan konsumen pada produk seni Wan Sendari telah dirasakan dengan melihat pendapatan yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan mencari solusi dalam pengembangan media promosi untuk meningkatkan penjualan produk seni unggulan Wan Sendari. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang terdiri dari analisis SWOT, dokumentasi produk, dan strategi promosi bisnis. Hasil dari penelitian ini adalah alternatif strategi yaitu: pembuatan akun bisnis di media sosial, desain website, katalog dan label produk, serta kegiatan promosi seperti proyek seni mandiri, kerja sama antarmitra yang tujuannya untuk memperluas cakupan penjualan produk karya seni unggulan Wan Sendari. The Innovation of Artistic Masterpiece Products Promotion By Wan Sendari Group, Batam ABSTRACT Wan Sendari is a productive group especially in performing art-preneurship in Batam. The demands of artistic products from communities be the task by Wan Sendari. This aims research is finding the solution in promotion media development to increase selling artistic product of Wan Sendari. This research uses qualitative methodology consisting of SWOT analysis, product documentation, and strategy of bussines promotion. The result of this research is a visual arrangement for bussines purposes in social media. The creating website design, catalog, and labelled in artistic services, and promotion events such as independently art project, and the cooperation between bussines partner be an alternative strategy to expanding the scopes of artistic masterpiece product’s sales by Wan Sendari.

Page 9 of 12 | Total Record : 113