cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Integrated Marketing Communication pada Heri Pemad Management Studi Kasus International ARTJOG MMXIX Muna, Cut Nailil
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.809 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4111

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis lebih lanjut penerapan Integrated Marketing Communication pada Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional ARTJOG MMXIX yang diselenggarakan oleh Heri Pemad Management (selanjutnya disingkat HPM). Manfaat penelitian ini adalah memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan pengelolaan manajemen seni dalam keberhasilannya meraih pasar. Untuk menjawab pokok masalah dalam penelitian ini, peneliti mengacu pada konsep komunikasi pemasaran terpadu model George dan Michael Belch (2011) yang meliputi advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, Public Relations and Publicity serta interactive marketing melalui tiga tahapan proses, yaitu perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dijalankan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data terbagi dua yaitu data primer melalui wawancara dan observasi; serta data sekunder melalui studi pustaka. Key informan dan informan yang dipilih berasal dari internal HPM dan pengunjung Festival ARTJOG MMXIX. Penelitian ini mampu menjelaskan bahwa HPM telah mengimplementasikan Integrated Marketing Communication melalui tahap perencanaan yang dimulai dari targeting, positioning, penetapan tujuan dan anggaran. Tahap implementasi, dilakukan perancangan pesan, pemilihan media, dan penerapan bauran komunikasi. Tahap evaluasi, dilakukan analisis untuk mengukur hasil akhir dari implementasi bauran IMC sekaligus mengambil tindakan korektif dalam penyelenggaraan festival tersebut. Kesimpulannya, HPM telah berhasil menerapkan konsep komunikasi pemasaran terpadu pada penyelenggaraan Festival Seni Rupa Kontemporer Internasional ARTJOG MMXIX. ABSTRACTThis research aims to further analyze the implementation of Integrated Marketing Communication at the International Contemporary Arts Festival of ARTJOG MMXIX organized by Heri Pemad Management (hereinafter abbreviated as HPM). The benefit of this research is to contribute to thinking for the development of art management in the success of achieving the market. To address the subject matter of this study, researchers refer to the concept of Integrated Marketing Communication George and Michael Belch (2011) model’s which include advertising, sales promotion, personal selling, direct marketing, Public Relations and Publicity and interactive marketing through three stages of the process, planning, implementation and evaluation. Research is conducted qualitatively with case study methods. Two data collection is the primary data through interviews and observations; and secondary data through library studies. Key informant and informant are selected from the internal HPM and visitors Festival ARTJOG MMXIX. The research can explain that HPM has implemented Integrated Marketing Communication through the planning phase starting from targeting, positioning, goal setting and budget. Implementation stage, message design, media selection and communication mix application. Evaluation stage analyzed to measure the outcome of the implementation of IMC mix and take corrective action in the implementation of the festival. In conclusion, HPM has successfully adopted the concept of integrated marketing communication at the International Contemporary Art Festival of ARTJOG MMXIX.
Strategi Pengelolaan Mila Art Dance School Indriyani, Irma
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.008 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4112

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan Mila Art Dance School, di mana Mila Art Dance School ini merupakan salah satu sanggar tari yang namanya cukup terkenal di Yogyakarta. Mila Art Dance School sendiri didirikan oleh salah satu seniman tari muda di Yogyakarta yaitu Mila Rosinta Totoatmojo. Mila Art Dance School berdiri pada tahun 2015 dan masih beroperasi hingga sekarang bahkan saat ini semakin banyak peminat untuk menjadi konsumen di Mila Art Dance School. Dalam kurun waktu 4 tahun, Mila Art Dance School bisa meluluskan 854 siswa. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data primer. Untuk mengoptimalkan stategi pengelolaan yang dapat membantu Mila Art Dance School lebih berkembang dan dapat terus bersaing dengan pangsa pasar lainnya maka, pada penelitian ini menggunakan teknik analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) untuk menganalisis faktor internal dan eksternal, agar Mila Art Dance School dapat meraih kesuksesan di masa mendatang. Dari hasil analisis SWOT, Mila Art Dance School saat ini menunjukkan pada posisi kuadran eksponsif sehingga diperlukan strategi yang berupa penggunaan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman. Posisi tersebut mengarah pada strategi ST, di mana Mila Art Dance School harus menambah dan memperbanyak kelas tari sesuai dengan keinginan konsumen, menjaring staf pengajar agar dapat bekerja lebih kreatif dan inovatif sehingga konsumen dapat menumbuhkan keinginan untuk memulai karir di bidang tari, memperbaharui sistem pembelajaran, menambahkan beberapa fasilitas yang dapat menunjang proses pembelajaran, dan menawarkan kepada konsumen tentang jaringan yang luas di bidang tari. ABSTRACT This study aims to analyze the management strategy of Mila art dance school, where Mila art dance school is a dance studio whose name is quite well known in Yogyakarta. Mila art dance school itself was founded by one of the young dance artists in Yogyakarta, Mila Rosinta Totoatmojo. Mila art dance school was founded in 2015 and is still operating to this day, and even now there are more interested parties to become consumers at Mila art dance school. Within 4 years Mila art dance school could graduate 854 students. The method used in this research is qualitative descriptive with primary data collection techniques. To optimize the management strategy that can help Mila art dance school develop and can continue to compete with other market share, this study uses SWOT analysis techniques (strengths, weaknesses, opportunities, threats) to analyze internal and external factors of Mila art dance school to achieve success in the future. From the results of the analysis of S.W.O.T Mila art dance school currently shows an exponential quadrant position so it requires a strategy in the form of using each force to deal faithfully with threats. This position leads to the ST strategy where Mila art dance school must add and multiply dance classes by the wishes of consumers, recruit teaching staff to work more creatively and innovatively so that consumers can grow up to start a career in dance, renew the learning system, add several facilities which can support the learning process, and offer consumers a broad network of dance.
Karakteristik Individu pada Band Indie di Yogyakarta Nur Saftiaji, A. Ferdi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.122 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4113

Abstract

ABSTRAKPermasalahan retensi nyatanya tidak hanya ada pada organisasi umum, namun juga ada di dalam organisasi kesenian, dalam hal ini adalah band (kelompok musik). Dalam modelnya retensi dipengaruhi oleh niat untuk tinggal. Niat untuk tinggal sendiri dipengaruhi oleh beberapa variabel, salah satunya adalah karakteristik individu. Karakteristik individu inilah yang dijelaskan melalui penelitian yang sudah dilakukan oleh penulis dengan topik retensi pada band indie di Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan data yang diambil ada data observasi serta wawancara, yang diambil ketika menyebar kuesioner. Penelitian ini menemukan bahwa karakteristik individu seorang anggota band dapat meningkatkan niat untuk bertahan pada sebuah band. ABSTRACT The problem of retention is not only in general organizations but also in arts organizations, in this case, is the band (music group). The model of retention is influenced by the intention to stay. Then the intention to stay is influenced by several variables, one of which is individual characteristics. These individual characteristics are explained through research conducted by the author on the topic of retention in indie bands at Yogyakarta. The method used in this paper is a descriptive research method with the data taken on observational data and interviews when distributing questionnaires. This research found that individual characteristics of a band member can increase the intention to stay in a band.
Pengelolaan Galeri Seni Langgeng Art Space dan Cemeti Art House di Yogyakarta Ngabito, Olivia Febrianty
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Graduate School of Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.161 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v6i1.4114

Abstract

ABSTRAKBanyaknya galeri seni di Yogyakarta menjadi wadah berekspresi bagi seniman dan apresiasi bagi pengunjung galeri. Tentunya setiap galeri memiliki ciri khas dalam pengelolaannya, seperti halnya dengan Langgeng Art Space dan Cemeti Art House. Sama-sama galeri seni namun memiliki pengelolaan yang berbeda baik dari segi promosi, target, residensi, program, kolaborasi, SOP, kurator. Terdapat persamaan yang ada dalam kedua galeri tersebut yakni mereka tidak mengedepankan profit dalam hal jual beli karya yang dipamerkan melainkan, mengedepankan kualitas pada karya yang dipamerkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara lalu dikoding untuk mengetahui jawaban pada penelitian. Langgeng Art Space merupakan galeri yang menerapkan sistem konsinasi dan untuk teknis pengaturannya mereka memiliki SOP sendiri sedangkan Cemeti Art House menggunakan sistem dalam operasionalnya melalui kerja sama antar sesama komunitas seni. Galeri ini tidak mempunyai acuan SOP serta tidak menyediakan kurator khusus. ABSTRACT A large number of art galleries in Yogyakarta is a place of expression for artists and appreciation for gallery visitors. Of course, each gallery has a characteristic in its management, as is the case with Langgeng Art Space and Cemeti Art House. Both art galleries but have different management both in terms of Promotion, Target, Residency, Program, Collaboration, SOP, Curator. There are similarities in the two galleries that they do not prioritize profit in terms of buying and selling the works on display but instead emphasizing the quality of the works on display. This study uses qualitative research methods with data obtained through interviews and then coded to find out the answers to the research. Langgeng Art Space is a gallery that implements a consensus system and for technical arrangements, they have their own SOPs while Cemeti Art House uses the system in its operations through collaboration between art communities. This gallery has no SOP references and does not provide special curators.
Peran Wanita dalam Industri Kerajinan Gerabah di Dusun Semampir, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Priaji Iman Prakoso
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v6i2.4773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan hal yang mendasari wanita Dusun Semampir untuk bekerja sebagai perajin gerabah tradisional. Dengan begitu, diharapkan dapat menjadi wacana bagi pemangku kepentingan atau pihak terkait untuk mengembangkan gerabah tradisi dan meningkatkan kesejahteraan perajin berdasarkan kondisi dan potensi yang ada. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hampir seluruh proses pembuatan kerajinan gerabah tradisional dikerjakan oleh kaum wanita. Kaum wanita mampu menjalankan peran penting dalam keberlangsungan gerabah tradisional di samping menjalankan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga, tanpa mengganggu waktu kerja antarperan. Hal tersebut didasari alasan dan motivasi yang kuat terhadap kebutuhan hidup yang semakin kompleks dan berat jika hanya ditopang oleh suami sebagai tulang punggung keluarga saja. Beberapa strategi pengembangan dirumuskan untuk menunjang perajin dan tradisi kerajinan gerabah Dusun Semampir.Women Roles in the Pottery Industry at Semampir Village, Bantul, Special Region of Yogyakarta ABSTRACT This study analyzes the roles and things that underlie the Semampir Village women to work as traditional pottery craftsmen. It is hoped that it can become a discourse for stakeholders or related parties to develop traditional pottery and improve craftsmen's welfare based on existing conditions and potential. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The results of this study indicate that women do almost all traditional pottery-making processes. Women can play an important role in traditional pottery sustainability besides playing their main role as housewives, without disturbing the working time between roles. This is based on strong reasons and motivation for the needs of life that are increasingly complex and heavy if only supported by the husband as the family's backbone. Several development strategies were formulated to support the craftsmen and the tradition of pottery in Semampir Village.
Strategi Peningkatan Stakeholder Baru Organisasi Seni Pertunjukan I Putu Ardiyasa
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i1.4205

Abstract

Dalam rangka penciptaan kualitas produk terbaik harus didukung oleh pemberdayaan modal manusia untuk merancang strategi ke depan, sehingga dapat memengaruhi stakeholder. Seni pertunjukan sebagai tindakan berbasis jasa yang sesungguhnya tidak akan terlepas dari keterlibatan stakeholder (penonton, sponsor, funding, pemerintah). Pengelola kesenian kurang memberdayakan dan mengembangkan potensi diri dalam mengaktualisasikan sekaligus mensosialisasikan keahliannya sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini berdampak pada kualitas produk yang dapat dimengerti, diterima, dan membuat tertarik para stakeholder. Penelitian ini membahas tentang pemberdayaan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan stakeholder baru. Penelitian ini menemukan tawaran strategi pengelola pertunjukan dalam meningkatkan penonton baru, kerja sama sponsorship, dan para pemberi dana pemerintah atau swasta. Data dikumpulkan dengan observasi lapangan dan wawancara pada beberapa ahli yang berpengalaman dalam menjalankan sebuah organisasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas karya adalah modal utama dalam menjaga kepercayaan stakeholder. Selain itu, jaringan personal, sharing knowledge, program workshop, event festival, pemberdayaan media sosial adalah upaya yang dilakukan oleh organisasi dalam meningkatkan stakeholder baru. New Stakeholder Improvement StrategyPerforming Arts OrganizationABSTRACTWhen we talk about arts, especially performance art as a service-based act, it cannot be inseparable from the involvement of stakeholders (audience, sponsors, funding, government). The arts manager is less empowering and developing his potential in actualizing and at the same time socializing his skills in accordance with the times. It has an impact on the quality of the product that can be understood, accepted and attracted by the stakeholders. In order to create the best product quality, it must be supported by empowering human capital to design strategies in the future, so it can influence stakeholders. This study addresses these problems with the aim of obtaining offers from show management strategies to increase new audiences, sponsorship cooperation and public or private funders. Data is collected through field observations and interviews with several experts who are experienced in running an organization. The results show that the quality of works is the important thing must be considered in maintaining stakeholder confidence. In addition, Personal Networks, Knowledge Sharing, Workshop Programs, Event Festivals, Social Media Empowerment are efforts made by organizations to increase new stakeholders.
Motivasi Pendonor Crowdfunding: Studi Kasus di Jono Terbakar Nihan Anindyaputra Lanisy
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v6i2.4693

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui motivasi pendonor crowdfunding pada kelompok musik Jono Terbakar. Jono Terbakar telah melakukan lima kali crowdfunding untuk pendanaan produksi album. Menurut Gerber & Hui (2014), crowdfunding adalah penggalangan daring terhadap sumber daya kepada orang banyak yang kadang melibatkan imbalan. Imbalan membedakan crowdfunding dengan penggalangan donasi. Jono Terbakar telah melakukan crowdfunding melalui platform digital yang ada (kolase.com, kitabisa.com, wujudkan.com) dan juga pernah menggunakan situs web jonoterbakar.com untuk melakukan crowdfunding. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus analisis deskriptif. Pada penelitian ini, motivasi dibagi menjadi dua variabel: intrinsik dan ekstrinsik. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa mayoritas narasumber mengikuti crowdfunding dengan motivasi intrinsik yaitu “mendukung gagasan” dan “membantu orang lain”. The motivation of Crowdfunding Donors: A Case Study on Jono Terbakar ABSTRACT This paper is aiming to know the motivation of the donor who participate in Jono Terbakar’s crowdfunding. Jono Terbakar has used crowdfunding five times to fund their albums. According to Gerber & Hui (2014), crowdfunding is a resource gathering to a mass of people that include reward. Reward makes crowdfunding differ with donation. Jono Terbakar have used the digital platform for crowdfunding (kolase.com, kitabisa.com, wujudkan.com) and also have used their own website jonoterbakar.com to do crowdfunding. This study using qualitative method with case study and descriptive analysis approach. In this study, there are two motivation that is being studied: intrinsic and extrinsic. In this study found that majority of the subject participate in the crowdfunding with the intrinsic motivation which is “supporting the idea” and “helping others”.
Strategi Pengembangan Paguyuban Sripanglaras Kabupaten Kulon Progo Febra Sianipar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i1.5351

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi pengembangan Paguyuban Sripanglaras Kabupaten Kulon Progo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan yang diajukan: pertama, bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki oleh Paguyuban Sripanglaras sampai dengan saat ini; dan yang kedua, bagaimana formulasi strategi pengembangan Paguyuban Sripanglaras. Untuk membedah permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metodologi penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT sebagai alat untuk menemukan faktor internal dan faktor eksternal Paguyuban Sripanglaras. Matriks IE (internal – eksternal) Paguyuban Sripanglaras berada pada sel I yang menunjukkan tumbuh dan bina, strategi yang digunakan adalah intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk). Sedangkan kuadran analisis SWOT Paguyuban Sripanglaras berada pada posisi pertama yakni ekspansion atau mendukung strategi ofensif. Strategi pengembangan Paguyuban Sripanglaras yang dihasilkan yakni dengan menggunakan strategi campuran yang berasal dari strategi SO dan strategi WO. The development strategy of the Sripanglaras Community in Kulon Progo RegencyABSTRACTThis research discusses the development strategy of Paguyuban Sripanglaras Kulon Progo Regency. The purpose of this research is to answer two proposed problems: first, how are the strengths, weaknesses, opportunities, and threats of Paguyuban Sripanglaras to date; and second, how to formulate the development strategy of the Sripanglaras Association. To dissect these problems, researchers used a research methodology with qualitative methods with a case study approach. This study uses SWOT analysis as a tool to find internal and external factors of the Sripanglaras Association. IE matrix (internal-external) Paguyuban Sripanglaras is in cell I, which shows growth and development; the strategy used is intensive (market penetration, market development, and product development). Meanwhile, the SWOT analysis quadrant of the Sripanglaras Association is in the first position, namely expansion or supporting the offensive strategy. The resulting Sripanglaras association development strategy uses a mixed strategy derived from the SO strategy and the WO strategy.
Strategi Personal Branding Perupa Melalui Media Sosial Rusdi Hendra
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v6i2.4689

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan media jejaring sosial saat ini menyebabkan pembentukan personal brand melalui media sosial semakin penting. Masyarakat Indonesia dikenal sebagai pengguna aktif media sosial. Menjadi seorang perupa harus memiliki keunikan tersendiri untuk dapat berbeda dengan perupa lainnya. Dalam membangunnya, dibutuhkan personal branding yang baik untuk dapat maju dan berkembang di dalam dunia seni rupa. Piko dengan akun @iabadioupiko telah melakukannya lewat media Instagram. Personal branding yang dilakukan Piko menarik dengan mengunggah hasil karyanya untuk menarik perhatian galeri dan menggunakan Instagram sebagai alat penyampaian pesan komunikasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan melakukan observasi terhadap dokumentasi yang dimiliki dan melakukan tinjauan literatur. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yaitu mengorganisasikan data, mereduksi data, peringkasan, dan penyajian data. Hasil akhir dari analisis data dapat mengetahui tentang bagaimana strategi personal branding perupa melalui media sosial Instagram dengan indikator yang terdiri dari kesebelas karakteristik authentic personal branding oleh Rampersad. Hasil penelitian menyebutkan bahwa strategi personal branding Piko ialah memiliki nilai, karakter, kode perilaku, berfokus pada satu bidang, konsisten, memiliki relevansi, memiliki visibilitas, mendapatkan pengakuan, menerapkan hal positif, serta menjadi diri sendiri dengan tetap menjaga eksistensinya dan selalu memelihara hubungan yang terjalin baik dalam akun Instagram @iabadioupiko maupun dalam kesehariannya. The Artist's Personal Branding Strategy Through Social Media ABSTRACT The development of information technology and social networking media has made personal brands' formation through social media increasingly important. Indonesian people are known as active users of social media. Being an artist must be unique to be different from other artists. In building it, good personal branding is needed to advance and develop in the world of fine arts. Piko, with the @iabadioupiko account, has done this via Instagram. Piko's personal branding is impressive by uploading his work to attract the attention of galleries and using Instagram to convey his communication messages. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques, namely interviews and observing documentation, and conducting literature reviews. The data obtained were then analyzed using analytical techniques, namely organizing data, reducing data, summarizing, and presenting data. The final result of the data analysis can find out about the personal branding strategy of the artists through social media Instagram with indicators consisting of eleven characteristics of authentic personal branding by Rampersad. The results show that Piko's personal branding strategy is to have values, character, code of behavior, focus on one area, be consistent, have relevance, have visibility, gain recognition, apply positive things, and be yourself while maintaining its existence and always maintaining good relationships. They were established both in the Instagram account @iabadioupiko and in his daily life.
Eksistensi: Strategi Pengelolaan Industri Kerajinan Keramik Borneo Lentera Prima Singkawang Iwan Pranoto; Elvira Elvira; Zakarias Sukarya Soeteja
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 7, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jtks.v7i1.4973

Abstract

Industri kerajinan keramik Borneo Lentera Prima merupakan pusat industri yang menaungi kelompok perajin di bidang keramik yang ada di daerah Singkawang. Industri ini merupakan tempat produksi barang keramik yang masih aktif dari beberapa kelompok industri lainnya. Kelompok industri kerajinan ini dapat bertahan dan mengembangkan diri. Hal itu didasari adanya sistem manajemen yang terkelola dengan baik, sehingga tetap bisa mempertahankan eksistensinya dalam dunia industri secara kreatif dan inovatif. Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini meliputi, konsep eksistensi yang dikembangkan dalam pengelolaan industri keramik Borneo Lentera Prima di Singkawang, dengan memperhatikan strategi pengelolaan pekerja, bentuk produk, dan strategi pemasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan interdisiplin dengan metode kualitatif studi kasus, dengan didukung beberapa disiplin ilmu seperti sosial budaya dan manajemen. Proses pengumpulan data diperoleh dari lapangan dengan cara pengamatan, wawancara, dan dokumentasi terkait serta relevan. Proses eksistensi yang dilakukan oleh manajemen industri kerajinan keramik Borneo Lentera Prima Singkawang meliputi sistem upah kerja yang sesuai, sehingga dapat membuat setiap perajin memiliki pendapatan yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi. Tahapan eksistensi lainnya meliputi bentuk yang khas sebagai identitas budaya, sehingga memiliki daya tarik bagi pasar, namun dalam pencapaian keberhasilan dalam penjualan, manajemen melakukan strategi pemasaran yang meliputi sasaran, kebutuhan, keunggulan, dan pembaharuan. Existence: Management Strategy the Industry Craft Ceramic Borneo Lentera Prima Singkawang ABSTRACT The Borneo Lentera Prima ceramic handicraft industry is an industrial centre that houses a group of craftsmen in the ceramic field in the Singkawang area. This industry is a production place for ceramic goods, which is still active from several other industrial groups. This handicraft industry group can survive and develop itself. This is based on the existence of a management system that is well managed so that it can maintain its existence in the industrial world, creatively and innovatively. This research activity includes the concept of existence developed in managing the Borneo Lentera Prima ceramic industry in Singkawang by paying attention to worker-management strategies, product forms, and marketing strategies. The method used in this research is an interdisciplinary approach with a qualitative case study method, supported by several disciplines such as socio-culture, management. The data collection process was obtained from the field through observation, interviews, and related and relevant documents. The existing process carried out by the management of the Borneo Lentera Prima Singkawang ceramic craft industry includes an appropriate wage system to make every artisan have an income according to economic needs. Other stages of existence include a distinctive form as a cultural identity. It has an appeal to the market, but in achieving success in sales management, it undertakes a marketing strategy that includes goals, needs, excellence, and renewal.  

Page 7 of 12 | Total Record : 113