cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
ISSN : 08536384     EISSN : 25025066     DOI : -
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider scientific activities.
Arjuna Subject : -
Articles 450 Documents
PENAMBAHAN VITAMIN C PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) UNTUK MENINGKATKAN TANGGAP KEBAL TERHADAP VAKSIN Aeromonas hydrophilia Alim Isnansetyo
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 1, No 1 (1996)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.8846

Abstract

Motile Aeromonas Septicimia is a dangerous disease on fresh water fish especially walking catfish and carp. Vaccination against the disease has been developed in Indonesia. However, there were high result variations of the vaccination. Immune response is influenced by level of vitamin C dietery. Objective of this experiment was to know effect of vitamin c levels on walking catfish’s specific immune respose. The levels of vitamin (0, 50, 500, and 1000 mg ascorbic acid (AA)/kg feed) were given to the fish. Immersion vaccination for 30 minutes (108 sel/ml) was carried out 15 days after feeding trial. Challenge test was conducted by injection of 0,2 ml bacteria suspension (LD80 concentration) was carried out 15 days after vaccination. Growth rate of the fish was observed monthly. Result of this experiment indicated that mortality in the challenge test due to A. hydrophila infection considerably decreased for treatment combination among vaccination; and 500 and 1000 mg AA/kg feed. These AA levels without vaccination could not reduce mortality.
Komunitas Ikan Karang pada Terumbu Buatan Biorock di Perairan Pulau Siladen Kota Manado, Sulawesi Utara Wilhelmina Patty; Gaspar Manu; Emil Reppie; Lit Nickson Dey
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.10364

Abstract

Kondisi terumbu karang hidup dan jumlah jenis ikan Target di Taman Nasional Bunaken semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi biorock dan studi tentang kondisi ekologi komunitas ikan karang di sana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2014 di Pulau Siladen bagian Barat Daya, Kecamatan Bunaken, Kota Manado Sulut. Pengukuran faktor lingkungan dengan Horiba U-50 Struktur biorock dibuat dari kerangka besi (diameter 1.2 cm) berukuran 2x2x1.5m. Bibit karang (Acropora sp.) ditransplantasi di terumbu buatan. Data ikan karang diamati selama 5-10 menit menurut metode stationery visual sensus. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari yaitu pagi hari (pukul 09.00 Wita) dan siang hari (pukul 14.00 Wita). Jenis ikan di Biorock dapat dikelompokan dalam 11 Famili, 35 Genus dan 277 ind. Jumlah jenis ikan pada pengamatan Sore lebih tinggi dari pada pagi hari. Tingginya jenis ikan di perairan ini karena kualitas air laut yang belum tercemar.Famili Acanthuridae dan Pomacentridae sering di temukan di pagi dan sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ikan-ikan karang masih berada pada habitatnya semula. Hal ini sesuai kondisi substrat di lokasi Pulau Siladen. Jumlah Ikan target lebih banyak dari kelompok ikan Major dan indikator. Untuk kelompok ikan target didominasi oleh Famili Acanthuridae dan Labridae. Tingkat eksploitasi jenis-jenis ikan tersebut masih rendah. Nilai indeks kelimpahan (R) berkisar 4,29 dan 6,84, dan nilai keragaman jenis (H’) berkisar 2.73 dan 2.89. Nilai ini lebih tinggi dari di terumbu buatan beton yang diletakan di perairan pantai Malalayang, Kota Manado. Hal ini menunjukan bahwa kondisi karang di terumbu buatan biorock untuk komunitas ikan relatif lebih baik dibandingkan dengan di terumbu buatan beton.Kondisi terumbu karang hidup dan jumlah jenis ikan Target di Taman Nasional Bunaken semakin menurun.Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknologi biorock dan studi tentang kondisi ekologi komunitasikan karang di sana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2014 di Pulau Siladen bagianBarat Daya, Kecamatan Bunaken, Kota Manado Sulut. Pengukuran faktor lingkungan dengan HoribaU-50 Struktur biorock dibuat dari kerangka besi (diameter 1.2 cm) berukuran 2x2x1.5m. Bibit karang(Acropora sp.) ditransplantasi di terumbu buatan. Data ikan karang diamati selama 5-10 menit menurutmetode stationery visual sensus. Pengambilan data dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari yaitu pagihari (pukul 09.00 Wita) dan siang hari (pukul 14.00 Wita). Jenis ikan di Biorock dapat dikelompokan dalam11 Famili, 35 Genus dan 277 ind. Jumlah jenis ikan pada pengamatan Sore lebih tinggi dari pada pagihari. Tingginya jenis ikan di perairan ini karena kualitas air laut yang belum tercemar.Famili Acanthuridaedan Pomacentridae sering di temukan di pagi dan sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ikan-ikankarang masih berada pada habitatnya semula. Hal ini sesuai kondisi substrat di lokasi Pulau Siladen.Jumlah Ikan target lebih banyak dari kelompok ikan Major dan indikator. Untuk kelompok ikan targetdidominasi oleh Famili Acanthuridae dan Labridae. Tingkat eksploitasi jenis-jenis ikan tersebut masihrendah. Nilai indeks kelimpahan (R) berkisar 4,29 dan 6,84, dan nilai keragaman jenis (H’) berkisar 2.73dan 2.89. Nilai ini lebih tinggi dari di terumbu buatan beton yang diletakan di perairan pantai Malalayang,Kota Manado. Hal ini menunjukan bahwa kondisi karang di terumbu buatan biorock untuk komunitasikan relatif lebih baik dibandingkan dengan di terumbu buatan beton .
KUALITAS DAN KESUBURAN AIR BUDIDAYA LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DENGAN VOLUME PERGANTIAN AIR BERBEDA Bambang Triyatmo
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 4, No 2 (2002)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.8903

Abstract

Study was conducted to evaluate the quality and productivity of water used during two period catfish culture for 5 months. Catfish fries were cultured in fiberglass containers for two and  three  months  without draining. During 5 months, 0, 5, 10, 20 or 40  percent of total water volume were replaced daily. The quality and productivity of water were observed every months.Results  indicated that  the decrease of water qualities were more notebly when the water replacement in the culture system was carried out in less portion. However, the less portion of the water replacement made higher water fertility for the growth of phytoplankton.
The Effect of Vitamin E Supplement in the Diet on Gonad Maturation of Nilem (Osteochilus hasselti, CV) Nurbety Tarigan; Iman Supriatna; M. Agus Setiadi; Ridwan Affandi
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.26509

Abstract

The aim of this study was to examine the effect of vitamin E on gonad maturation and determining the best doses in improving gonad maturation in nilem fish. In this study used a flockof fishbrood which is never experienced spawning. There are 4 doses of vitamin E which used in this research following by 0, 125, 250, and 375 mg/kg. The results showed that fortifiedof vitamin E which were in feed significantly affected to the percentage of gonad development, gonadosomatic index (GSI), hepatosomatic index (IHS), fecundity, the diameter of eggs, and the percentage of egg maturity at P<0.05. The result showed that the best dose of vitamin E to reach gonad maturity was 375 mg kg-1 with six weeks maintenance. The percentage of gonad maturity was 100%, IGS was 11.50%, IHS was 0.34%, fecundity was 23.484 eggs/individual, the diameters of the eggs were 0.31 mm, and the percentage of mature eggs was 64.44%. These results supported the potential of feed additives such as vitamin E plays a critical role in enhancing gonad maturation in nilem fish thereby providing methods to improve fish reproduction
Pendugaan Mutu Genetik Induk Ikan Patin Siam (Pangasius hypophthalmus) dari Beberapa Sentra Produksi Benih Berdasarkan Keragaan Anakannya Didik Ariyanto; Bambang Gunadi; Sularto Sularto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.63

Abstract

The purpose of this research was to estimate the genetic quality of siamese catfish (Pangasius hypophthalmus) from various seed production centres.The broodstocks genetic quality were estimated based on their progeny performances.The result showed that the population growth rates, individually average weight, FCR, survival rate and productivity of seeds from Central Java (Ungaran), West Java (Sukamandi and Sukabumi) and Jakarta were 6.89, 6.08, 5.61 and 5.37 g/day; 47.08, 39.64, 36.80 and 35.51 g/individually fish; 0.82, 0.87, 0.94 and 1.00; 76.80, 86.77, 86.43 and 85.66%; 366.99, 343.95, 318.02 and 304.21 kg/10.000 fishes/8 weeks, respectively.
Produktivitas Primer Fitoplankton pada Berbagai Periode Cahaya di Perairan Teluk Kao, Kabupaten Halmahera Utara Yuliana Yuliana
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 8, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.143

Abstract

The objective of this research was to know the phytoplankton primary productivity on light periodicities in Kao Bay. The research was conducted from November 2004 to February 2005 in Kao Bay, North Halmahera district. The primary productivity was measured at one station with 4 depths of 0, 5, 10, and 15 m. The oxygen contains in light and dark bottles converted to carbon production were used to measure the primary productivity. The light and dark bottles were incubated in 3 light periodicities, i.e. I (06.00-10.00 am), II (10.00 am-14.00 pm), and III (14.00-18.00 pm), and environmental parameter also measured, namely temperature, salinity, pH, nitrate, orthophosphate, and silicate concentration. The results showed that primary productivity (mgC/m3/hour) range from 60.051 to 341.599, the highest was occurred in II (1076.737) and lowest in I (666.342). The environmental parameters were temperature 30.8-32.20C, salinity 34-36‰, pH 7.62-7.77, nitrate 0.083-0.207 mg/l, orthophosphate 0.009-0.370 mg/l, and silicate 0.000-0.008 mg/l. There were 3 classes of phytoplankton: Bacillariophyceae (14 genera), Cyanophyceae (1 genera), and Dinophyceae (3 genera). It could be concluded that light period has significant influence on phytoplankton primary productivity.
IDENTIFIKASI MOLEKULER DENGAN TEKNIK PCR-RFLP LARVA PARASIT Anisakis spp (Nematoda: Anisakidae) PADA IKAN TONGKOL (Auxis thazard) DAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) DARI PERAIRAN MAKASSAR Hilal Anshary
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.3064

Abstract

Beragam spesies ikan laut dikenal sebagai inang perantara dari berbagai spesies parasit, termasuk nematoda Anisakis yang merupakan agen penyebab Anisakiasis pada manusia. Anisakiasis dapat terjadi pada manusia setelah memakan ikan mentah atau setengah matang yang terinfeksi oleh Anisakis sp. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, informasi tentang Infeksi Anisakis ikan sering kali diabaikan dan tidak terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan larva nematoda dari dua spesies ikan (Auxis thazard dan Rastrelliger kanagurta). Organ tubuh yang diperiksa meliputi rongga perut, organ internal dan jaringan otot. Larva nematoda yang diidentifikasi secara morfologis menunjukkan Anisakis spp kemudian dipisahkan untuk identifikasi secara molekuler lebih lanjut. Parasit difiksasi dalam etanol 70% dan dilanjutkan dengan PCR menggunakan primer ITS-1, 5.8S dan ITS-2 regions. Secara morfologi, Anisakis spp. dapat dibedakan dengan Anisakidae lain oleh adanya ventriculus yang jelas terlihat padaAnisakis spp. di bawah mikroskop stereo. Anisakis tipe I dan tipe II dibedakan oleh adanya mukron yang hanya terdapat pada Anisakistipe I dan tidak adanya di Anisakis tipe II. Spesies yang diidentifikasi menggunakan PCR-RFLP menunjukkan bahwa nematoda yang ditemukan pada ikan tongkol dan ikan kembung adalah Anisakis Typica.
Penerapan Blue Economy untuk Perikanan Berkelanjutan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah Tegal Muhammad N. Misuari; Azis N. Bambang; Purwanto Purwanto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.9940

Abstract

Eksploitasi terhadap sumber daya alam seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan. Blue economy dikembangkan untuk mengatasi sistem ekonomi yang cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan. Implementasi blue economy dalam pendidikan merupakan salah satu solusi melalui pembentukan karakter manusia yang mampu mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan dan strategi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan melalui blue economy di SUPM(Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Tegal. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Untuk menggambarkan hasil dari penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisis SWOT dalam penentuan strategi. Pengambilan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadap implementasi blue economy di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SUPM Tegal telah menerapkan blue economy melalui kebijakan sekolah, kurikulum, teaching factory, dan sarana prasarana dengan skor nilai 76,5. Strategi sekolah dalam menerapkan blue economy melalui pemberdayaan, peningkatan, dan modernisasisarana prasarana pendidikan; peningkatan hubungan kerja sama dengan dunia usaha, orang tua peserta didik serta masyarakat kelautan dan perikanan; peningkatan kapasitas, profesionalisme, pelayanan, dan kinerjapenyelenggara pendidikan dalam rangka pengembangan kelembagaan dan good governance.Eksploitasi terhadap sumber daya alam seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan. Blue economydikembangkan untuk mengatasi sistem ekonomi yang cenderung eksploitatif dan merusak lingkungan.Implementasi blue economy dalam pendidikan merupakan salah satu solusi melalui pembentukan karaktermanusia yang mampu mengelola lingkungan secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji penerapan dan strategi untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan melalui blue economy di SUPM(Sekolah Usaha Perikanan Menengah) Tegal. Penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatifdan kualitatif. Untuk menggambarkan hasil dari penelitian menggunakan metode deskriptif dengan analisisSWOT dalam penentuan strategi. Pengambilan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi terhadapimplementasi blue economy di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SUPM Tegal telah menerapkanblue economy melalui kebijakan sekolah, kurikulum, teaching factory, dan sarana prasarana dengan skor nilai76,5. Strategi sekolah dalam menerapkan blue economy melalui pemberdayaan, peningkatan, dan modernisasisarana prasarana pendidikan; peningkatan hubungan kerja sama dengan dunia usaha, orang tua peserta didikserta masyarakat kelautan dan perikanan; peningkatan kapasitas, profesionalisme, pelayanan, dan kinerjapenyelenggara pendidikan dalam rangka pengembangan kelembagaan dan good governance.
PENGARUH SALINITAS TERHADAP KELULUSAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL AIR TAWAR, Colossoma macropomum D. Djokosetiyanto; A. R. Wulandari; O. Carman
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 10, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.8909

Abstract

The aim of this study was to know the optimal salinity level on survival and growth rates of Colossoma macropomum on larvae rearing in different salinity media. The treatment tested with six different salinities were 0; 2; 4; 6; and 10 ‰. This study was conducted from May 15 to June 12, 2006. The experiment design was arranged in completely randoumizes design with six treatments and three replications. Stock density was 1 fish/l with mean initial body weight 0.48 ± 0.03 g and initial total body length 3.04 ± 0.18 cm. The result showed that the optimal salinities between 5.74 – 6.35 ‰, which was giving growth rates 9.31 % and survival rates 100 %. On minimum salinitiy media (0 ‰) showed growth rate 5.45 % and survival rate 19.17 %.
Fish Farmer’s Attitude Based on Production Risk of Tiger Grouper, Epinephelus fuscoguttatus Growing in Floating Net Cages in Lampung Gulf Tajerin Tajerin
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 9, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.36

Abstract

This study was aimed to investigate fish farmer’s attitude on production risk of Epinephelus fuscoguttatus growing in floating net cages, and to evaluate the impact of input usage on the production risk. The production risk explicitly assumed, reflected in the variability of E. fuscoguttatus production.The study used the case of fish farmer’s production of grouper growth out in floating net cages in Lampung Gulf, Lampung Province as an analysis unit. The respondent of fish farmers were obtained by census method.The analysis result suggested that the fish farmers were risk-averters toward fish seed, fish feed and human labor input. It also appeared that fish seed and fish feed were risk-inducing inputs while the amount of human labour was a risk-reducing input. Fish farmer’s attitude that avoid of the usage of human labour, more considered by decreased effort efficiency which was affected by increasing the amount of human labor whereas production level tend to remained or lower. However by the level domination of adequate E. fuscoguttatus culture technique which owned by the human labour, the usage of human labor could be act as “risk-reducing”.

Page 5 of 45 | Total Record : 450