cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SAINS Pertanian
ISSN : 25804235     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM UPAYA KHUSUS (UPSUS) PRODUKSI KEDELAI DI KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Widyaningsih, Maryam
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui pelaksanaan program Upsus Produksi kedelai di Kecamatan Gunungsari. (2) Untuk mengetahui kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan program Upsus Produksi kedelai di Kecamatan Gunungsari. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yaitu metode yang bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan umum berdasarkan data-data dan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pada tahap persiapan telah dilaksanakan sosialisasi, inventarisasi calon petani dan calon lokasi, penetapan lokasi dan petani pelaksana, musyawarah Kelompok Tani (rembung Desa), penyusunan Rencana Usaha Kegiatan Tani (RUKK), pembuatan rekening kelompok tani dan transfer dana ke rekening kelompok tani. (2) Pada aspek pelaksanaan telah dilaksanakan lima tahapan Program UPSUS kedelai yaitu pemberian bantuan benih, bantuan pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian, pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) dan kegiatan Sekolah Lapang; dan terdapat tiga tahapan Program UPSUS kedela yang tidak terlaksana yaitu jaringan irigasi, optimasi lahan dan perluasan area tanam. (3) Aspek Pengawalan, Pendampingan dan Pengawasan pelaksanaan Program UPSUS kedelai di Desa Jatisela dan Sesela telah dilaksanakan. (4) Aspek Pemantauan dan Evaluasi Program UPSUS kedelai telah dilaksanakan di Desa Jatisela dan Sesela. (5) Kendala-kendala yang dihadapi antara lain penyuluh sulit mengumpulkan petani, petani harus selalu dibimbing atau didampingi, petani sulit melaksanakan pemupukan awal, sulit menerima inovasi baru dan cuaca yang tidak mendukung sehingga dapat menyebabkan gagal panen atau kualitas biji kedelai rendah.
POTENSI PUPUK HIJAU GAMAL DAN MIKORIZA DALAM MENINGKATKAN KESUBURAN DAN PRODUKTIVITAS TANAH DI LAHAN KERING LABULIA LOMBOK TENGAH Sukmawati, Sukmawati
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Mikoriza dan pupuk hijau Gamal dalam meningkatkan kesuburan dan produktivitas tanah di lahan kering Labulia Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hijau Gamal pupuk dan FMA inokulasi dalam kualitas asam juga tumbuh pertumbuhan dan perkembangan FMA di dewasa . Untuk tujuan tersebut, percobaan telah dilakukan di rumah kaca dari Agustus hingga Nopember 2013 yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan faktorial, dalam dua factor yaitu pupuk hijau Gamal dan Mikoriza. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians, dilanjutkan dengan uji BNJ pada tingkat 5 % signifikansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi semua pupuk hijau dan inokulasi dengan FMA memberi efek pada setiap variabel pengamatan. Perlakuan kombinasi menunjukkan aplikasi pupuk hijau dengan Dosis 15 ton / ha dan aplikasi FMA memberikan output yang optimal.
ANALISIS MOTIVASI PETANI DALAM BERUSAHATANI JARAK KEPYAR (Ricinus Communis L) DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR pramadya, Made Anggayuda
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi petani, faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dan hubungan antara factor-faktor dalam berusahatani jarak kepyar di Kabupaten Lombok Timur. Metode yang  digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur yaitu Kecamatan Jerowaru dan Kecamatan Pringgabaya. Penentuan responden dilakukan secara “Quota Sampling” dan penetapan jumlah responden dilakukan secara “Proporsional Sampling”. Untuk mengetahui motivasi petani digunakan analisis Frequencies dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani digunakan analisis Regresi Logistik dan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani digunakan analisis Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani adalah pendidikan formal termasuk kategori rendah, tanggungan keluarga termasuk kategori sedang, pengalaman termasuk kategori rendah, ketersediaan saprodi termasuk kategori tinggi, keuntungan relatif termasuk kategori sangat tinggi, adanya jaminan pasar termasuk kategori sangat rendah, tingkat kesesuaian potensi lahan termasuk kategori sangat sesuai, tingkat penghematan waktu budidaya termasuk kategori sangat cepat serta tingkat kesesuaian budaya setempat termasuk kategori sangat sesuai. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap motivasi petani adalah pengalaman, ketersediaan saprodi, adanya jaminan pasar, tingkat kesesuaian potensi lahan dan tingkat penghematan waktu budidaya. Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani adalah ada hubungan yang signifikan antara pengalaman dengan motivasi petani, adanya jaminan pasar dengan motivasi petani, tingkat kesesuaian potensi lahan dengan motivasi petani dan tingkat kesesuaian budaya setempat dengan motivasi petani. The research aimued to know the farmer’s motivation to cultivate castor plant on their land. The factors induced the motivation were identified, classified and assessed the relationship. Descriptive method was applied on this research. The experiments were conducted in Jerowaru and Pringgabaya region, with quota sampling. The respondents on each regions were determined with purposive sampling . The main factors induced the farmer’s motivation were catagorized with analyses of frequency and the effects of main factors on the motivation were analyzed with Logistic regresion. The Rank Spearman were used to assess the relationship between the factors to the motivation. The result showed that education, family expanditures, and experiences were catagorized as high, medium and low, respectively. The avaibility of on farm input was classified  into high category,  however, relative benefit and market guarantee were classified very high  and very low, respectively. Land and culture for cultivated castor plant were classfied into appropriate and cultivation technique was eficient. The farmer experiences, the availbility of input on farm, market guarantee, land and efeciency of cultivation technique had significantly effect on farmers motivation to cultivate castor plant. The relationship between the farmer experiences, the availbility of input on farm, market guarantee, land and efeciency of cultivation technique to the motivation were significant.
UJI ADAPTIF JAMUR Trichoderma sp. DENGAN BEBERAPA EKSTRAK FUNGISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI Hasanah, Uswatun; Ernawati, Ni Made Laksmi; Sudantha, I Made
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Cabai (Capsicum annum) merupakan  salah  satu  komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia, namun kendala penyakit terutama layu Fusarium sering menjadi kendala utama produksi cabai. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi jamur Trichoderma sp. dengan beberapa ekstrak fungisida nabati untuk mengendalikan penyakit layu Fuarium pada tanaman cabai. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam 10 perlakuan yaitu P1 (T. viride (E) + ekstrak jahe), P2 (T. viride (E) + ekstrak kunyit), P3 (T. viride (E) + ekstrak kencur), P4 (T. viride (E) + ekstrak sirih), P5 (T. viride (E) + tanpa ekstrak), P6 (T. koningii (S) + ekstrak jahe), P7 (T. koningii (S) + ekstrak kunyit), P8 (T. koningii (S) + ekstrak kencur), P9 (T. koningii (S) + ekstrak sirih) dan P10 (T. koningii (S) + tanpa ekstrak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur Trichoderma spp. bersifat  adaftif terhadap ekstrak kunyit dan sirih dan campuran jamur Trichoderma spp. dengan ekstrak fungisida nabati dapat mengendalikan layu fusarium pada tanaman cabai. Chili Plants (Capsicum annum) is one of horticultural commodities that have important economic value in Indonesia, but the constraint of disease, especially Fusarium wilt often become the main obstacle of chili production. Therefore, the purpose of this study was to aimed the adaptation of Trichoderma sp. With some vegetable fungicide extracts to control Fuarium wilt disease in pepper plants. The study was designed using Completely Randomized Design (RCD) in 10 treatments ie P1 (T. viride (E) + ginger extract), P2 (T. viride (E) + turmeric extract), P3 (T. viride (E) + kencur extract ), P6 (T. viride (E) + without extract), P6 (T. koningii (S) + ginger extract), P7 (T. koningii (S) + Turmeric extract), P8 (T. koningii (S) + kencur extract), P9 (T. koningii (S) + betel extract) and P10 (T. koningii (S) + without extract). The results showed that Trichoderma sp. Is effective against the extract of turmeric and betel and mixture of Trichoderma spp. with a bio-chemichal fungicide extract can control fusarium wilt on chili
PENGARUH PENGURANGAN DOSIS PUPUK POSFOR TERHADAP KOMPONEN HASIL BERBAGAI GALUR PADI GOGO BERAS MERAH Zainab, Siti; Wangiyana, Wayan; Muliartha, I Gusti Putu
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unsur hara P (Posfor) sangat penting bagi tanaman padi gogo beras merah. Tanaman padi yang kekurangan P akan memberikan produksi yang rendah. Oleh karena itu, penelitian ini telah dilakukan, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk P terhadap komponen hasil galur padi gogo beras merah dengan melaksanakan percobaan pot di rumah plastik dari bulan Februari sampai Mei 2016. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu: dosis pupuk P yaitu tanpa pupuk P (d1), 100 kg SP36/ ha (d2) dan 200 kg SP36/ ha (d3); faktor galur padi gogo beras merah yang terdiri dari 8 galur yaitu AMP-G1, AMP-G2, M-G3, AMP-G4, M-G5, M-G6, M-G7 dan M-G8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dosis pupuk P rendah yaitu dosis pupuk SP36 100 kg/ ha memberikan bobot gabah berisi (15,23 g/ pot) dan bobot 100 butir gabah (3,03 g/ 100 butir) lebih tinggi dibandingkan pemberian dosis pupuk SP36 200 kg/ ha. (2) Perbedaan galur memberikan komponen hasil padi gogo beras merah yang berbeda, yang mana bobot gabah berisi per rumpun dan bobot 100 butir gabah tertinggi pada galur M-G7 (18,55 g/pot dan 3,20 g/100 gabah). (3) Respon antar galur padi gogo beras merah bervariasi terhadap pemberian berbagai dosis pupuk SP36, yang mana galur yang memberikan hasil tertinggi pada dosis pupuk P rendah yaitu dosis pupuk SP36 100 kg/ ha adalah galur AMP-G1, M-G6 dan M-G7 untuk bobot gabah berisi dan galur M-G6, M-G7 dan M-G9 untuk bobot 100 butir gabah.  Phosphorus is one of the most important things for upland brown rice. Rice plants that low P will provide low production. Therefore, this research was aimed to the effect of P fertilizer dosage on the yield components of upland brown rice. The experiment was conducted in a plastic housing from February to May 2016. The experiment design was a Randomized Block Design (RBD) with 2 factors, namely: P fertilizers i.e; without P fertilizer (d1), 100 kg SP36/ hectare (d2), and 200 kg SP36/ hectare (d3). The other factor is strain with 8 levels, i.e: AMP-G1, AMP-G2, M-G3, AMP-G4, M-G5, M-G6, M-G7 dan M-G8.  Results show that: (1) Low dosage of P fertilizer  SP36 100 kg / ha gave the weight of grain containing (15,23 g / pot) and 100 grain weight (3.03 g / 100 egg) higher than SP36 fertilizer 200 kg / ha. (2) Different strains give different yield components of brown rice, which grain weight contains per clump and weight of the highest 100 grains on M-G7 strain (18.55 g / pot and 3.20 g / 100 grain). (3) The response between the upland brown rice varies with the provision of various doses of SP36 fertilizer, which is the highest yield of low fertilizer dosage ie SP36 100 kg / ha fertilizer is AMP-G1, M-G6 and M- G7 for grain weight contains and M-G6, M-G7 and M-G9 strains for weight of 100 grains of grain. 
PENGARUH PEMBERIAN BEBERAPA PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Susantariyana, Baiq Devi
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa pupuk cair terhadap pertumbuhan tanaman selada. Penelitian dilaksanakan mulai bulan September-November 2015 di Rumah Kaca Gaharu Universitas Mataram. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam lima perlakuan yaitu: K1 (Slurry = 187,5 ml/ tanaman), K2 (Slurry + ½ Eso Farm = 187,5 ml/ tanaman + 0,5 ml/ tanaman), K3 (Slurry + ½ D.I Grow = 187,5 ml/ tanaman + 3,55 ml/ tanaman), K4 (Eso Farm = 1 ml/ tanaman) dan K5 (D.I Grow = 7,1 ml/ tanaman), yang diulang 10 kali sehingga terdapat lima puluh (50) unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perlakuan pemberian beberapa pupuk cair dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun selada, dimana perlakuan pupuk Eso Farm menghasilkan tanaman selada yang paling tinggi pada umur 3-5 mst dan perlakuan Slury menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi (17,44 cm) pada akhir pengamatan (6 mst) dibandingkan dengan perlakuan lainnya; sedangkan jumlah daun selada yang paling banyak terdapat pada perlakuan kombinasi Slurry + Eso Farm (13,25 helai) dibandingkan perlakuan lainnya. (2) Perlakuan pemberian beberapa pupuk cair tidak berpengaruh terhadap lebar daun tanaman selada.
UJI INVITRO EKSTRAK DAUN SIRIH UNTUK MENEKAN PERTUMBUHAN JAMUR Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU FUSARIUM jayadi, irfan; Sukmawati, Sukmawati; mariani, mariani; Ulannaseh, Heni Jumratul
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirih untuk menekan jamur Fusarium sp. Penyebab penyakit layu Fusarium pada tanaman cabai secara In-Vitro. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam empat perlakuan yaitu: p0 (tanpa ekstrak daun sirih), p1 (ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 10%), p2 (ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 20%), p3 (ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 30%). Data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA), dilanjutkan menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun sirih, maka pertumbuhan diameter jamur Fusarium sp. penyebab penyakit layu Fusarium pada tanaman cabai, makin kecil. Artinya meningkatnya konsentrasi ekstrak daun sirih menyebabkan meningkatnya daya hambat daun sirih dalam menekan jamur Fusarium sp. This study aimed to determine the effect of betel leaf extract to controled Fusarium sp. The cause of Fusarium wilt disease on chili with In-Vitro. This research was designed using Completely Randomized Design (CRD) in four treatments: p0 (without betel leaf extract), p1 (betel leaf extract with 10% concentration), p2 (betel leaf extract with 20% concentration), p3 (betel leaf extract with a concentration of 30%). Data were analyzed using variance analysis (ANOVA), followed by BNT test at 5% real level. The results showed that the greater the concentration of betel leaf extract, the growth of fungus diameter Fusarium sp. the cause of Fusarium wilt disease in chili plants, the smaller. This means that the increased concentration of betel leaf extract causes increased power inhibition of betel leaves in suppressing the fungus Fusarium sp.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) PADA RHIZOSFER TANAMAN KEDELAI (Glycine max. L) DI LAHAN PENGAIRAN SEMI TEKNIS Hirjani, Hirjani; Sukmawati, Sukmawati; Ilham, Muhammad
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Mikoriza Arbuskular (FMA) pada rhizosfer tanaman kedelai di Desa Gunung Sari. Metode penelitian menggunakan teknik penyaringan basah, di mana spora yang ditemukan diidentifikasi berdasarkan pengamatan karakter morfologi spora yang meliputi ukuran, bentuk dan warna spora, kemudian dicocokkan dengan pedoman identifikasi INVAM (International Culture Collection of (Vesicular) Arbuscular Mycorrhizal Fungi) dan menurut Brundrett et al. (1996) serta Morton (1998) untuk menentukan genus FMA. Hasil isolasi diperoleh spora FMA dari kelima titik pengambilan sampel (A, B, C, D, dan E) pada setiap 100 g sampel tanah. Hasil identifikasi spora FMA diperoleh 3 genus berbeda yaitu Glomus, Acaulospora, dan Gigaspora. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif This study aimed to determine the types of Arbuscular Mycorrhiza Fungal (AMF) in soybean rhizosphere in Gunung Sari Village. The research method used wet filtering technique, where spores were found to be identified based on spore morphological observations including spore size, shape and color, and then matched with INVAM (International Culture Collection of (Vesicular) Arbuscular Mycorrhizal Fungi) and according to Brundrett et al . (1996) and Morton (1998) to determine the genus FMA. The isolation results obtained spores of FMA from the five sampling points (A, B, C, D, and E) on every 100 g of soil samples. The results of spore FMA identification obtained 3 different genera namely Glomus, Acaulospora, and Gigaspora. The data obtained were analyzed descriptively qualitative.
PENGARUH BEBERAPA KOMBINASI PUPUK HAYATI DAN ANORGANIK TERHADAP KUALITAS TANAH PERTANAMAN KEDELAI DI LAHAN KERING Sukmawati, Sukmawati
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas nasional karena dibutuhkan sehari-hari sebagai sumber protein nabati yang mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, namun produksi kedelai nasional masih sangat kurang (50% kebutuhan nasional yang dipenuhi dari produksi dalam negeri). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa kombinasi pupuk hayati dan anorganik terhadap kualitas tanah pertanaman kedelai di lahan kering. Penelitian menggunakan metode eksperimen, yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam 6 perlakuan yakni: P0 (Tanpa Pupuk), P1 (Hanya dengan NPK), P2 (Pupuk biokompos Trichoderma sebanyak 45 gr/lubang tanam), P3 (Pupuk FMA dengan dosis 10g/lubang tanam), P4 (Kombinasi biokompos Trichoderma dengan FMA), P5 (Kombinasi pupuk NPK, biokompos Trichoderma dan FMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati dan anorganik memberikan respon yang positif terhadap kualitas tanah, artinya kombinasi pupuk hayati dan anorganik dapat meningkatkan kualitas tanah pertanaman kedelai di lahan kering. Soybean is one of the national commodities because it is need  every day as a source of vegetable protein containing various nutrients needed by the body, but the national soybean production is still very less (50% national needs are met from domestic production). Therefore, the purpose of this study was to know the effect of several combinations of biological and inorganic fertilizers on soil quality of  soybean cultivation in dry land.. The research used experimental method, designed using Completely Random Design (CRD) in 6 treatments namely, i.e: P0 (No Fertilizer), P1 (Only with NPK), P2 (Fertilizer Trichoderma biokompos of 45 gr / planting hole), P3 (FMA Fertilizer Dose 10g / planting hole), P4 (Combination biokompos Trichoderma with FMA), P5 (Combination of NPK fertilizer, Trichoderma biocompos and FMA). The results showed that the combination of biological and inorganic fertilizers gave a positive response to soil quality, meaning that the combination of biological and inorganic fertilizers can improve soil soybean cultivation in dry land.
EFEKTIVITAS JAMUR Beauveria bassiana TERHADAP HAMA Helopeltis sp. YANG MENYERANG TANAMAN KAKAO Akbar, Syamsul Makriful; Mariani, Mariani
-
Publisher : SAINS Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas jamur Beauveria bassiana terhadap hama Helopeltis sp. yang menyerang tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Oktober-November 2016 di Laboratorium UPTD. BLPTP Dinas Perkebunan Provinsi NTB, Tibupiling Kecamatan Narmada Lombok Barat. Percobaan ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan faktorial. Faktor 1 adalah jenis Beauveria sp. dalam 2 aras yaitu Beauveria bassiana lokal (b1) dan Beauveria introduksi/ komersial (b2). Faktor 2 adalah dosis inokulasi Beauveria sp. dalam 3 aras yaitu: tanpa B. bassiana dosis 0 g per 500 ml aquadest (d0), dengan B. Bassiana dosis 1 g per 500 ml Aquadest (d1), dengan B. bassiana dosis 1,5 g per 500 ml Aquadest (d2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jamur B. bassiana isolat lokal BLPTP mempunyai efektivitas yang berbeda dengan jamur B. bassiana introduksi produksi PT. NASA dengan merk BVR, yang mana katagori efektifitas isolat lokal BLPTP berada dalam katagori efektif (63,89%) dan B. bassiana isolat introduksi produksi PT. NASA dengan merk BVR berada dalam katagori sangat efektif (97,22%). (2) Interaksi terbaik terdapat pada perlakuan isolat introduksi produksi PT. NASA dengan merk BVR dosis aplikasi 1 g dan perlakuan isolat lokal BLPTP dengan dosis 1,5 g dengan mortalitas 100% (sangat efektif).

Page 2 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue