cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020" : 14 Documents clear
BETEMBANG PADA TARI ADAT DALAM BIMBANG PERNIKAHAN SUKU LEMBAK Nadila Rizky Pratiwi; Sarwit Sarwono; Agus Joko Purwadi
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8323

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami dan menjelaskan betembang pada tari adat dalam bimbang pernikahan suku Lembak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif etnografi. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kota Padang dan Kecamatan Binduriang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi terhadap pertunjukan betembang dan konteks sosial masyarakat Lembak, wawancara terhadap informan yang memiliki informasi tentang betembang dan dokumentasi yang berupa foto dan video yang berhubungan dengan betembang. Teknik analisis data dilakukan dengan menafsirkan data, fenomena atau peristiwa betembang. Hasil penelitian ini adalah betembang dilaksanakan pada hari ngatat dendan dan hari sedekah. Alat musik yang digunakan adalah kenong 6 buah/ kenong 12, atau gendang, gong, kolintang, redap dan biola. Tembang memiliki makna bahwa tuan rumah memberikan penghormatan terhadap tamu yang hadir. Selain itu tembang juga berisi sindiran, lelucon dan kesedihan terhadap kondisi sosial masyarakat Lembak.
KARAKTER TOKOH DALAM ANTOLOGI CERPEN MATA YANG ENAK DIPANDANG KARYA AHMAD TOHARI DAN IMPLIKASINYA Zulfatun Magfiroh; Tri Mulyono; Vita Ika Sari
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.11646

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakter tokoh antologi cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari dan Implikasinya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh antologi cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari dan implikasinya. Wujud data penelitian berupa kutipan kalimat yang menggambarkan karakter yang terdapat pada tokoh-tokohnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah  metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan simak, baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik ekspositori dan teknik dramatik. Kemudian teknik penyajian hasil analisis datanya dengan mendeskripsikan data yang telah diperoleh pada penelitian yang ditelah dilakukan. Hasil penelitian ditemukan 28 karakter yang berbeda-beda pada setiap tokohnya dengan tiga karakter yang lebih dominan muncul ialah, karakter pemarah ditemukan pada tiga cerpen, yaitu “Mata yang Enak Dipandang”, “Sayur Bleketupuk”, dan “Dawir, Turah, dan Tolol”, karakter peduli ditemukan pada cerpen “Bila Jebris ada di Rumah Kami”, dan “Harta Gantungan”, dan Karakter baik hati ditemukan pada cerpen “Bila Jebris Ada di Rumah Kami” dan “Sayur Bleketupuk” dalam antologi cerpen Mata yang Enak Dipandang Karya Ahmad Tohari.
GAYA BERCERITA DALAM NOVEL REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU KARYA TERE LIYE Elza Apriani; Amrizal Amrizal; Amril Canrhas
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.9595

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan gaya bercerita Tere Liye dalam novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu menggunakan metode deskriptif yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data-data yang berkaitan dengan gaya bercerita. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan stilistika yang digunakan untuk mengkaji gaya bercerita dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu. Langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu; (1) membaca dan memahami secara seksama novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye; (2) membuat sinopsis novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye; (3) mengumpulkan data-data yang menunjukkan gaya bercerita pengarang dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye; (4)mengelompokkan data-data yang menunjukkan gaya bercerita pengarang; (5) mengidentifikasi data yang diperoleh berdasarkan jenis-jenis gaya bercerita pengarang; (6) menganalisis gaya bercerita pengarang berupa runtutan kronologis peristiwa pada setiap bagian; (7) menarik kesimpulan. Gaya bahasa yang ditemukan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu gaya bahasa personifikasi, asosiasi atau perumpamaan, sarkasme, hiperbola, dan simile. Tidak hanya itu, penelitian ini juga menganalisis sampai pada perwatakan tokoh, karena gaya bahasa tertentu juga menjadi ciri tokoh juga. Teknik pelukisan tokoh tersebut adalah teknik dramatik yang meliputi teknik cakapan, tingkah laku, pikiran dan perasaan, arus kesadaran, reaksi tokoh, reaksi tokoh lain, pelukisan latar dan pelukisan fisik. Dalam novel Rembulan Tenggelam Di Wajahmu karya Tere Liye, penulis juga menemukan beberapa latar atau setting yang terdapat di dalamnya, yaitu; (1) latar tempat di Rumah Singgah, Toilet Terminal, Gerbong Makan, Rumah Fitri, Pinggir Pantai, Bandara Kota, Rumah Sakit, (2) latar waktu yaitu pada malam hari, dan sore hari, (3) latar suasana yaitu suasana sepi, suasana gelap gulita, suasana ramai, suasana ketakutan, suasana gembira.
DERIVASI BAHASA MELAYU BENGKULU Nuri Hermi Mawar Ningsih; Dian Eka Chandra Wardhana; Supadi Supadi
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8361

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk, fungsi afiks, dan makna derivasi pada bahasa Melayu Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata yang bersumber dari tuturan bahasa Melayu Bengkulu. Pengumpulan data digunakan teknik simak libat cakap. Teknik analisis data digunakan teknik top down dan bottom up. Hasil penelitian ini ditemukan verba yang mengandung prefiks N- mengubah nomina menjadi verba, prefiks be- mengubah nomina menjadi adjektiva, prefiks te- mengubah nomina menjadi verba, prefiks meN- mengubah adjektiva menjadi verba, konfiks ke-an mengubah nomina menjadi adjektiva, gabungan afiks N- dan –kan mengubah adjektiva menjadi verba, sufiks –i mengubah nomina menjadi verba, sufiks –kan mengubah adjektibva menjadi verba, sufiks –an mengubah verba menjadi nomina. Nomina yang mengandung prefiks pe- mengubah verba menjadi nomina, prefiks peN- mengubah verba menjadi nomina, konfiks per-an mengubah verba menjadi nomina, prefiks ke- mengubah adjektiva menjadi nomina, sufiks –an mengubah adjektiva menjadi nomina, konfiks peN-an mengubah verba menjadi nomina. Adjektiva yang mengandung prefiks be- mengubah nomina menjadi adjektiva, konfiks ke-an mengubah nomina menjadi adjektiva. Berdasarkan hasil penelitian data disimpulkan bahwa adanya derivasi berdasarkan bentuk, fungsi afiks, dan maknanya pada bahasa Melayu Bengkulu.
FEMINISME SOSIALIS DI DALAM NOVEL MENCARI PEREMPUAN YANG HILANG KARYA IMAD ZAKI Andestend Andestend
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8022

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat feminisme sosialis yang terdapat di dalam novel Mencari Perempuan yang Hilang Karya Imad Zaki (diterjemahkan oleh Zuryati). Penelitian ini penelitian kualitatif dengan studi pustaka jadi tidak terikat oleh tempat penelitian. Data penelitian ini adalah feminis sosialis dalam novel Mencari Perempuan yang Hilang karya Imad Zaki. Sumber data penelitian ini adalah novel Mencari Perempuan yang Hilang karya Imad Zaki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik catat. Teknik analisis data (1) membaca keseluruhan novel, (2) menandai dan mencatat kutipan pada novel, (3) mengklasifikasikan hasil temuan, (4) menganalisis hasil temuan sesuai dengan masalah penelitian, (5) langkah yang terakhir menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya feminisme sosialis di dalam Novel Mencari Perempuan Yang Hilang Krya Iamd Zaki yang Diterjemahkan Oleh Zuryati.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ULASAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 17 KOTA BENGKULU Iksan Suryadi; Suhartono Suhartono; Padi Utomo
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8334

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks ulasan siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif. Subjek dalam  penelitian ini adalah  guru dan siswa. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran menulis teks ulasan di kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji  keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran  menulis teks ulasan di kelas VIII menggunakan  pendekatan saintifik sudah berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat oleh guru. Pelaksanaan pembelajaran yaitu guru memberikan petunjuk mengerjakan tugas menulis teks ulasan, siswa mengerjakan tugas menulis teks ulasan, siswa mengumpulkan tugas dan kemudian guru menilai teks ulasan dari siswa berdasarkan penilaian yang terdapat di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di rancang oleh guru. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa sistematika pembelajaran yang baik salah satu penentu kualitas pembelajaran menulis teks ulasan yang dilakukan oleh siswa.
ASAL USUL CERITA BUTEU JUNG DI DESA RINDU HATI KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Pebti Dita Wiriani; Amril Canrhas; Emi Agustina
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8363

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan cerita asal usul buteu jung di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, (2) Mendeskripsikan fungsi cerita asal usul Buteu Jung di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian  kualitatif deskriptif yang menggambarkan fenomena yang terjadi pada objek apa adanya. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Data yang di peroleh adalah Cerita Asal Usul Buteu Jung dan Sumber Data di dapat dari 3 narasumber. Hasil penelitian ini adalah bahwa cerita asal usul buteu jung merupakan legenda, dan tergolong ke dalam legenda setempat. Dibuktikan dengan di dalam cerita terdapat cerita Desa Rindu Hati, Talang Kering, Tanah Patah, dan Taba Penanjung. Selain itu cerita ini berfungsi bagi masyarakat di bidang pendidikan.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA LAGU PADA SISWA KELAS X TM-4 DAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA KELAS X TKP-1 SISWA SMKN 2 KOTA BENGKULU Azizi Mahgfira; Agus Joko Purwadi; Susetyo Susetyo
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8326

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu pada siswa kelas X TM-4 dan menggunakan media gambar pada siswa kelas X TKP-1 SMKN 2 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Data berupa hasil tes kemampuan menulis puisi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 14 kelas dengan jumlah seluruh siswa 389 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel bertujuan atau purposive sampling yang dilakukan pada dua kelas yaitu X TM-4 dan X TKP-1. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas X TM-4 dengan menggunakan media lagu dan hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas X TKP-1 dengan menggunakan media gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu nilai rata-ratanya 78,1 yang termasuk dalam kategori baik, artinya siswa sudah mampu membuat puisi yang baik dan menarik (2) kemampuan menulis puisi menggunakan media gambar nilai rata-ratanya 84,9 yang termasuk dalam kategori sangat baik,  artinya siswa sudah mampu membuat tulisan yang menarik namun perlunya latihan menulis lagi agar lebih baik (3) terdapat perbedaan antara kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu dengan menggunakan media gambar. Pemakaian media gambar lebih baik daripada media lagu dalam pembelajaran kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMKN 2 Kota Bengkulu.
MAKNA BECAMPU’ DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BINTUHAN KABUPATEN KAUR Ismi Nurhasanah; Sarwit Sarwono; Agus Joko Purwadi
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8316

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan makna pengantin becampu’ dalam adat pernikahan  masyarakat Bintuhan. Analisis mengenai tradisi pengantin becampu’ dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip dalam kajian etnografi, yaitu dengan menekankan pada penafsiran tentang fenomena kebudayaan dalam masyarakat tertentu. Hasil penelitian tersebut sebagai berikut: tradisi pengantin becampu’ adalah tradisi untuk mempersatukan pengantin laki-laki dan perempuan setelah ijab kabul. Tradisi ini dilaksanakan pada sore hari setelah ijab kabul dengan tiga rangkaian proses, yaitu (1) penyambutan, (2) membuka kain penghalang pintu, (3) membuka kain penutup wajah pengantin perempuan. Pelaksanaan tradisi pengantin becampu’ didahului dengan seni pertunjukan be’eduk yang menampilkan enam tari adat, yaitu tari saputangan, tari mabuk, tari adau-adau, tari piring, tari pincak, dan tari selendang. Makna becampu’ bagi masyarakat Bintuhan selain sebagai proses untuk menyatakan bahwa pengantin laki-laki dan perempuan sah bersanding, juga sebagai peneguh interaksi sosial antar masyarakat, sehingga becampu’ dapat dikatakan sebagai sebuah tradisi yang tidak bisa ditinggalkan dalam adat pernikahan dalam masyarakat Bintuhan
MAKNA SIMBOLIK DALAM NASKAH DRAMA CABIK KARYA MUHAMMAD IBRAHIM ILYAS Rahayu Ratna Ningsih; Amril Canrhas; Emi Agustina
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8352

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui simbol dan makna simbolik cabik dalam naskah drama Cabik karya Muhammad Ibrahim llyas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata dari dialog yang dapat diamati. Pedekatan yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan pendekatan semiotik untuk mengetahui simbol dan keseluruhan makna yang berhubungan dengan simbol cabik dalam naskah drama Cabik karya Muhammad Ibrahim Ilyas dengan menggunakan landasan teori Pierce. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ungkapan simbol yang dominan terdapat di dalam dialog yaitu,ting!, menunggu, kelam menyimpan api, api membakar percik sepi, dalam kelam ada nyala, bayi, perpisahan, dan luka. Makna simbolik ‘cabik’ yang terdapat di dalam naskah merupakan robeknya lembaran cerita percintaan dan prahara rumah tangga sehingga ingin berujung pada perpisahan tapi dalam keraguan yang membutuhkan waktu untuk bisa dapat memperbaiki keadaan seperti semula agar lembaran-lembaran cerita kelam dapat ditembus dengan cahaya api (pengharapan) yang begitu diharapkan tokoh Lelaki dan tokoh perempuan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14