cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019)" : 10 Documents clear
Optimalisasi Environmental Literacy Pada Sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh Untuk Menanamkan Sikap Peduli Lingkungan Puspita Annaba Kamil; Ellysa Putri; Syahrul Ridha
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.276 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1032

Abstract

Abstract Environmental Problem is a global problem that has come to the attention of various sectors, which is the education sector. The education sector is a formal institution that has a role to provide environmental education to the community. The purpose of this study is 1) to describe the level of environmental literacy in Adiwiyata Mandiri school in Banda Aceh City 2) determine the level of concern of school community 3) Knowing the factors that influence the student's environmental literacy. The method used in this study is observation, interviews, and questionnaires. Observations were made to see the condition of the Adiwiyata school in Banda Aceh city. Interviews were conducted to obtain information from school principals regarding the environment-based policies that have been implemented. the questionnaire used to see the level of environmental awareness of Adiwiyata school students. The results showed that optimizing the school environment at SMA Negeri 4 Banda Aceh City, in general, was good. This is discussed within four indicators in the environmental level assessment, namely: the development of environmentally sound school policies, the development of an environment-based curriculum, the development of participatory-based activities, and the development and management of environmental friendly school support facilities. ABSTRAK Permasalahan lingkungan merupakan isu global yang menjadi perhatian dari berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan merupakan lembaga formal yang memiliki peran untuk memberikan pendidikan lingkungan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan tingkat literasi lingkungan (Environmental Literacy) di sekolah Adiwiyata Mandiri di Kota Banda Aceh 2) mengetahui tingkat kepedulian warga sekolah 3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi environmental literacy siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan kuisioner. Observasi dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sekolah Adiwiyata di Kota Banda Aceh. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dari kepala sekolah mengenai kebijakan yang berbasis lingkungan yang telah diterapkan. Sedangkan kuisioner untuk melihat tingkat kepedulian siswa sekolah Adiwiyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan optimalisasi literasi lingkungan sekolah Adiwiyata khususnya di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh secara umum berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan empat indikator dalam mengevaluasi tingkat environmental Literacy, yaitu: pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.
Studi Kerentanan Bencana Banjir di Sungai Air Bangkahulu Provinsi Bengkulu Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3188.613 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1154

Abstract

Pada tanggal 27 April 2019 di wilayah Provinsi Bengkulu terjadi bencana banjir dan longsor yang telah menyebabkan korban jiwa dan harta. Gencarnya pemberitaan media sosial telah mendorong isu the civil power of the news. Tujuan penelitian untuk mengungkap: (1) karakteristik morfometri DAS Sungai Air Bengkahulu, dan (2) karakteristik hidrologi Sungai Air Bengkahulu, dan (3) kejadian pendukung kerentanan banjir Sungai Air Bengkahulu. Lokasi penelitian terletak di wilayah Daerah Aliran Sungai Air Bangkahulu yang terletak di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan metode kuntitatif dan kualitatif. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dari hasil pengukuran real time curah hujan, debit sungai, dan tinggi muka air sungai. Analisis data penelitian dilakukan secara kuntitatif terhadap data curah hujan, debit sungai dan tinggi muka air sungai, dan secara kualitatif dengan cara reduksi data, pengolahan data, display data, pengambilan keputusan penyajian secara deskriptif Hasil penelitian menunjukan menjelang peristiwa banjir tanggal 27 April 2019 terjadi peningkatan curah hujan di Pos Hujan di Bajak dengan intensitas hujan 104, 121, dan 177 mm/hari. Peningkatan curah hujan di Pos Hujan Tanjung Jaya terjadi tanggal 24 April 2019 (72 mm/hari) dan tanggal 26 April 2019 (131 mm/hari). Curah hujan ekstrim terdeteksi pada Pos Hujan Baturaja tanggal 24 April 2019 (108 mm/hari), dan tanggal 26 April 2019 (324 mm/hari). Tinggi muka air Sungai Air Bangkahulu bagian hulu mengalami peningkatan sejak tanggal 25 April 2019 (4,5 m), tanggal 26 April 2019 (3,0 m), dan tanggal 27 April 2019 (8,4 m). Sedangkan tinggi muka air dibagian hilir Sungai Air Bangkahulu menjelang mengalami peningkatan sejak tanggal 25 April 2019 (5,9 m), tanggal 26 April 2019 (4,4 m), dan tanggal 27 April 2019 (8,5 m).
Rancangan Model Blended Learning pada Mata Kuliah Geografi Regional Indonesia Anasi, Putri Tipa
Jurnal Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.372 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1037

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan model blended learning pada mata kuliah geografi regional indonesia. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian R&D dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Pada penelitian ini, peneliti hanya pada sampai dua tahap yaitu analisis kebutuhan dan desain rancangan model dimana design rancangan tersebut akan divalidasi oleh ahli e-learning. Berdasarkan analisis kinerja, didapatkan beberapa hal yaitu (1) proses pembelajaran masih didominasi oleh ceramah dan diskusi; (2) materi pembelajaran pada mata kuliah geografi regional indonesia sangat banyak sehingga materi tidak sepenuhnya tersampaikan; (3) Universitas Tanjungpura memiliki layanan yang mendukung e-elarning akan tetapi kurang dimanfaatkan oleh program studi pendidikan geografi.Berdasarkan analisis kebutuhan, didapatkan beberapa hal yang perlu dikembangkan terlebih dahulu sebelum mengembangkan blended learning yaitu (1) RPS yang menunjang pembelajaran blended learning; (2) modul pembelajaran yang mendukung pembelajaran online; (3) video pembelajaran yang mendukung pembelajaran e-learning; serta (4) penugasan yang menunjang pembelajaran blended learning.Berdasarkan hasil validasi desaign, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa rancangan model blended learning pada mata kuliah Geografi Regional Indonesia yang dihasilkan adalah dimana pembelajaran model blended dengan strategi Flipped Clasroom ini terdiri atas 30% e-learning (4 pertemuan) dan 70% face to face (10 pertemuan) dengan 2 pertemuan UTS dan UAS secara tatap muka.
Implementasi Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Samarinda Yulian Widya Saputra; Lukas Lukas; Titin A; Riska Susmei Rindantya
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.012 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.975

Abstract

Abstrak Secara garis besar program Kampung KB ini merupakan upaya dari pemerintah pusat melalui BKKBN untuk menggerakan masyarakat hidup lebih sejahtera dan berkualitas. Selanjutnya untuk jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Implementasi Program Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Samarinda. Program Kampung KB di Kota Samarinda ini sudah berjalan sejak 2016 hingga sekarang. Target khusus dalam penelitian ini adalah mendapatkan data dan menguraikan pelaksanaan Kampung KB di Kota Samarinda yang telah berjalan sejak tahun 2016. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini diambil dari 10 lokasi Kampung KB yang ada di Kota Samarinda.. Selanjutnya untuk kepentingan penelitian ini secara purposive sampling terkait pendirian Kampung KB Kota Samarinda penelitian difokuskan di Kampung KB Sindangsari Kecamatan Sambutan dan Kampung KB Rawa Makmur di Kecamatan Palaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampung KB di Kota Samarinda telah berjalan dengan baik dari segi perencanaan, koordinasi dengan BKBPP kota Samarinda, ketersediaan sarana prasarana, alat kontrasepsi, dan pengawasan. Selain itu hambatan yang perlu ditangani yaitu pendanaan dan tenaga PLKB di lapangan. Oleh karena itu implementasi program kampung KB di Kota Samarinda kedepannya perlu ditingkatkan.
Analisis Kualitas MAnalisis Kualitas Air (Studi Kasus Mata Air Citrosono Di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang)ata Air Citrosono Di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Nitis Aruming Firdaus
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.737 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1141

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang memenuhi syarat untuk kebutuhan manusia sering terjadi masalah. Masalah utama yang dihadapi berkaitan dengan sumber daya air yaitu kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Mata air Citrosono telah dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti untuk kebutuhan rumah tangga dan sebagai sumber air baku PDAM Kabupaten Magelang. Tingkat kualitas air yang dibutuhkan untuk setiap kegiatan tertentu memiliki baku mutu yang berbeda oleh karena itu dilakukan pengujian untuk mengetahui kesesuaian kualitas dengan peruntukannya. Kualitas Mata Air Citrosono diketahui dengan uji analisis laboratorium. Parameter yang dianalisis yaitu parameter pH, Suhu, TDS, DO, TSS, Kekeruhan, Nitrat, Nitrit dan Besi. Hasil analisis dibandingkan dengan acuan baku mutu air sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu Baku mutu Air PP No. 82 tahun 2001 dan Menteri Kesehatan RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010. Hasil dari pengukuran selama 6 bulan, parameter yang melebihi standar baku mutu yaitu DO dan Nitrit,. Tingginya konsentrasi nitrit di beberapa bulan pengukuran kemungkinan besar disebabkan akibat adanya pencemar dari pemukiman, peternakan dan pertanian yang menggunakan pupuk. Untuk menjaga kualitas air tanah, maka sosialisasi program pembuatan septic tank, dan penataan peternakan skala rumah tangga perlu dilakukan.
Situasi Keluarga Berencana Di Provinsi Kalimantan Timur Edwardus Iwantri Goma
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.95 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.979

Abstract

Since the International Conference on Population and Development (ICPD) in Cairo in 1994 there has been a paradigm shift related to the orientation of family planning program services throughout the world. From family planning services which are oriented towards reducing birth rates to prioritizing individual reproductive health by respecting the reproductive rights of each individual. The province of East Kalimantan in a number of demographic and health surveys in Indonesia experienced fluctuations up and down against several family planning indicators that are often used. This phenomenon must certainly be a concern of the government of the Province of East Kalimantan in an effort to achieve the national TFR target of 2.1 in 2025. This paper is aimed at finding out 1) the condition of Family Planning in East Kalimantan Province compared to other Provinces at Kalimantan Island and 2) the condition of family planning in the province of East Kalimantan. This paper uses the literature study method by utilizing data from Indonesian demographic and health survey (IDHS) 2007, 2012, 2017 and other relevant sources. The results of Indonesia's demographic and population survey in 2017 showed that the highest percentage of contraceptive use in Kalimantan island was at West Kalimantan Province and the lowest was at North Kalimantan Province. From the aspect of contraceptive use, the method / type of injectable birth control is the choice most widely used by acceptors at East Kalimantan province. While the results of Indonesia's demographic and health survey in 2017 on the TFR indicator of 2, 7, CPR of 55 percent and Unmed Need of 10, 2 percent. .
The Investigasi Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana Pada Mahasiswa ditinjau dari Perbedaan Gender Rima Meilita Sari; Ridhwan Ridhwan
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1179.057 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.957

Abstract

Disasters in Aceh are not limited to the earthquake and tsunami disaster that occurred in 2004. To form a disaster-response community, efforts are needed to shape disaster knowledge. The purpose of this knowledge are 1) knowing the level of knowledge of students' disaster, 2) knowing the level of knowledge of students' disasters in terms of gender, and 3) knowing the effect of gender on students' knowledge of disaster preparedness. The research uses quantitative methods by involving geography education students at STKIP Alwashliyah. Data were analyzed using the ANCOVA test method and descriptive statistics. The results show 1) the level of knowledge of student disaster preparedness is in the low category, 2) student disaster preparedness is also in the low category when viewed from gender differences, and 3) there is an influence of gender on knowledge of disaster preparedness. Based on the research findings, efforts are needed to increase disaster preparedness knowledge by incorporating disaster curriculum into geographic subjects, developing methods and learning media that can help the implementation of disaster learning and routinely conduct training so that disaster preparedness can be realized. Keywords: Knowledge, Disaster Preparedness, Students, Gender
Keberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air Di Sub DAS Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah Zairin Zairin; Yanmesli Yanmesli; Abditama Srifitriani
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.923 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.936

Abstract

DAS Air Bengkulu merupakan DAS regional dan bentang alam yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Sumberdaya alam pada era otonomi daerah sering dipandang sebagai alat untuk meningkatkan pendapatan daerah, yaitu praktik penambangan batubara dan perkebunan karet yang tidak memperhatikan sumberdaya air. Akibatnya terjadi degradasi air di DAS Air Bengkulu yang mengakibatkan air sungai sudah tercemar. Sejak tahun 2011 sudah dilaksanakan berbagai upaya pemberdayaan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air, namun kondisi air sungai tetap tercemar. Semua program pemberdayaan masyarakat, baik yang diprakarsai pemerintah pusat ataupun bermitra dengan pemerintah daerah menerapkan proses pemberdayaan. Namun hingga sekarang masih jarang dilaporkan data tingkat keberdayaan masyarakat setelah program-program tersebut dilaksanakan. Tujuan penelitian yaitu untuk menjelaskan tingkat keberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya air di DAS Air Bengkulu bagian hulu (Sub DAS Rindu Hati), dan manfaat penelitian adalah : 1) Bagi Masyarakat, Dapat digunakan sebagai dasar atau acuan untuk meningkatkan keberdayaan dan keterlibatan aktif dalam seluruh program pemberdayaan pemerintah ataupun memiliki kesadaran penuh untuk menjaga dan mengendalikan lingkungan agar tetap lestari; 2) Bagi Pemerintah, Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat, dan 3) Bagi peneliti,Sebagai salah satu sumbangan pengetahuan dan referensi bagi penelitian selanjutnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat dan aparat desa Rindu Hati. Analisis data dilakukan dengan teknik snowball. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan masyarakat desa Rindu Hati dalam pengelolaan sumberdaya air berada pada tingkat kedua, walaupun penguasaan dan akses terhadap berbagai sistem dan sumber yang diperlukan belum seluruh masyarakat memperolehnya, hanya sebagian masyarakat yang memiliki penguasaan dan akses tersebut. Masyarakat desa Rindu Hati lebih fokus dalam kegiatannya sehari-hari yaitu sebagai petani untuk memnuhi kebutuhan dasar atau kebutuhan hidupnya, belum memiliki kesadaran penuh dan berpartisipasi secara aktif untuk menjaga lingkungan dan mengendalikan berbagai program dan kebijakan institusi pemerintahan
Desain Model Konseptual Bahan Ajar SIG Berbasis Spatial Thinking Menggunakan Pendekatan ADDIE Syahrul Ridha; Ellysa Putri; Puspita Annaba Kamil
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1258.649 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.1031

Abstract

Abstrak Bahan ajar SIG merupakan komponen dari pendidikan geografi yang perlu diperhatikan saat ini. Sistem informasi geografis mempunyai keterkaitan dengan spatial thinking, kaitannya adalah adanya peningkatan kemampuan spatial thinking melalui pembelajaran SIG. Namun, sebagian besar materi telah dikembangkan tanpa banyak mengandung komponen spatial thinking. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar SIG berbasis spatial thinking. Spatial thinking dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan materi menggunakan konsep spasial dalam menjelaskan teori dan aplikasi SIG, menggunakan alat representasi, dan menggunakan proses penalaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) yang dirancang menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analyze, design, develop, implement, evaluate. Data dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang telah dikembangkan efektif digunakan dalam pembelajaran SIG di jurusan pendidikan geografi. Dengan demikian, mahasiswa pendidikan geografi dipersiapkan untuk menjadi guru geografi di sekolah yang dapat mengajarkan SIG, sehingga perkemangan SIG bukan hanya di perguruan tinggi, akan tetapi juga berkembang di sekolah. Oleh karena itu dianjurkan kepada pemangku kepentingan, seperti dosen, penulis, dan peneliti untuk mengembangkan bahan ajar menggunakan model konseptual berbasis spatial thinking. Abstract GIS teaching material is a component of geography education that needs to be considered at this time. Geographic information systems have a relationship with spatial thinking, the link is an increase in the ability of spatial thinking through GIS learning. However, most of the material has been developed without containing a lot of components of spatial thinking. This study aims to develop GIS teaching materials based on spatial thinking. Spatial thinking is used as a basis for developing material using spatial concepts in explaining GIS theory and applications, using representation tools, and using reasoning processes. This study uses a research and development (R&D) approach that is designed using the ADDIE model which consists of five stages, namely analyze, design, develop, implement, and evaluate. Data were analyzed with descriptive statistics. The results showed that teaching materials that had been developed were effectively used in GIS learning in geography education majors. Thus, geography education students are prepared to become geography teachers in schools that can teach GIS, so that GIS development is not only in universities but also develops in schools. Therefore it is recommended to stakeholders, such as lecturers, writers, and researchers to develop teaching materials using a conceptual model based on spatial thinking.
Study Faktor Internal Untuk Pengelolaan Ekowisata Mangrove Di Pulau Baai Kota Bengkulu Mirna Yunita; Edwar Edwar
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.887 KB) | DOI: 10.32663/georaf.v4i2.965

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor internal yang dijadikan bahan pertimbangan dalam pengelolaan ekowisata ramah lingkungan, metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Tekhnik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini: Observasi; 2)Wawancara; dan 3)Dokumentasi. Hasil pengumpulan data ditemukan 21 faktor internal: A. Kekuatan: 1)pemandangan yang indah; 2)terdapat empat spesies vegetasi mangrove; 3)terdapat beberapa spesies hewan mangrove; 4)terdapat kampung binaan; 5)sudah ada lahan parkir; 6)toilet, taman dan penyewaan kapal bagi wisatawan; 7) tersedianya masjid; 8)adanya gapura penerimaan wisatawan yang dating di wilayah kampung binaan. B) Kelemahan: 1) belum ditentukannya ruang penerimaan, pelayanan wisata, ruang penyangga, tata hijau di lokasi obeyek wisata; 2) belum adanya loket portal karcis; 12) belum terdapat restoran dan penginapan, hanya ada pedagang kecil yang menjual makanan ringan; 3) kurangnya keamanaan yang didapat wisatawan ketika menumpangi kapal; 4) terbatasnya dana pemerintah untuk mengembangkan wisata mangrove; 5) belum adanya fasilitas pendukung kegiatan kepariwisataan; 6) belum adanya atraksi pendukung kegiatan kepariwisataan, 7) belum adanya pos penjagaan disekitar obyek wisata; 9) belum dimanfaatkannya lahan kering untuk membangun fasilitas pendukung kegiatan kepariwisataan; 10) terdapat bangunan restoran dan kapal yang sudah rusak; 11) belum terdapat tower pemantau; 12) belum adanya tempat membuang sampah; 13) belum sadarnya masyarakat dan wisatawan akan kebersihan lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10