JCE (Journal of Childhood Education)
JCE - Journal of Childhood Education aims to provide a forum for international researchers on applied Education and Childhood Growth. Our Journal will accept submission from all over the world. All submitted articles shall never been published elsewhere, original and not under consideration for other publication. The journal is published by Study Program of Early Childhood Islamic Education and going to Publish Twice in a Year, September and March. All accepted articles will be published on Free of an article-processing charge and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2021): September-February"
:
27 Documents
clear
ANALISIS PENGENALAN LITERASI DIGITAL BAGI ANAK USIA DINI PADA MASA NEW NORMAL
Desi Nur Safitri;
Elise Muryanti
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.564
Penelitian ini berdasarkan pengamatan pada masa pandemi Covid-19 yang memperlihatkan bahwa sistem pembelajaran di Taman Kanak-Kanak berganti dari tatap muka menjadi sistem Belajar Dari Rumah yang mengakibatkan anak pada Taman Kanak-Kanak menggunakan teknologi digital sebagai sarana penunjang untuk belajar. Terlebih lagi saat ini merupakan era digitalisasi, semua serba digital dimana pengguna teknologi digital bukan hanya orang dewasa atau remaja saja, namun anak usia dini juga. Tujuan penelitian ini untuk memahami bagaimana pengenalan literasi digital pada anak-anak usia dini pada masa new normal. Jenis penelitian yang dipakai adalah studi literatur melalui pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menelaah sumber primer dan sekunder berupa buku referensi, artikel jurnal dan hasil penelitian yang relevan dengan kajian penelitian. Setelah mengumpulkan dan mendapatkan data yang sesuai dengan kajian penelitian kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian ini ialah pengenalan literasi digital bagi anak usia dini perlu dilakukan karena perkembangan teknologi semakin pesat dan tingkat penggunaan teknologi digital oleh anak usia dini semakin tinggi, perubahan metode belajar yang memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran anak usia dini, sehingga anak mau tidak mau harus bersentuhan dengan teknologi digital. Terdapat manfaat positif dari pengenalan literasi digital untuk diri anak dan perlunya keterampilan literasi digital untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan teknologi digital oleh anak. Pengenalan literasi digital ini memerlukan kerjasama antara anak, orangtua dan guru dengan harapan anak kelak tumbuh menjadi generasi yang cakap akan teknologi digital dan dapat memanfaatkan teknologi digital dengan pola pikir yang positif dan kreatif.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA AWAL MELALUI SISTEM BELAJAR DARI RUMAH DI TK AL MURSALAT
Safira Ashfa Khairani
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.565
Kegiatan pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak usia dini sangat diperlukan peran serta orang tua untuk memperkuat konsep pada matematika awal anak selain pengajaran yang di dapat dari sekolah. Namun, ketika munculnya pandemic Coronavirus Disease 2019 semua kegiatan termasuk pembelajaran harus dialihkan ke rumah. Karenanya tulisan ini ingin mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak melalui system belajar dari rumah yang tentunya membutuhkan koordinasi antara guru dengan orang tua. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif serta metode deskriptif. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwasanya dalam penyelenggaraan pembelajaran matematika awal melalui system belajar dari rumah ini berjalan kurang efektif, karena dapat terlihat dari adanya keluhan yang dirasakan oleh guru serta orang tua dirumah. Sehingga memberikan dampak terhadap hasil belajar anak. Pertimbangan yang dilakukan dalam memilih media serta metode yang sesuai, hingga Sulitnya penilaian yang dilakukan oleh guru melalui system belajar dari rumah ini merupakan kendala yang dialami guru dikarenakan guru tidak mengetahui proses yang dilakukan oleh anak. Maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika awal anak melalui system belajar dari rumah ini berjalan kurang efektif dilakukan, karena banyaknya kendala yang dialami oleh guru beserta orang tua yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar anak. Orang tua lebih setuju jika pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan system tatap muka disekolah dengan guru, dan juga kemampuan matematika awal anak tidak terstimulasi secara optimal dalam pelaksanaan pembelajaran dengan system belajar dari rumah ini.
MINIMALIST PARENTING: POLA PENGASUHAN UNTUK ORANGTUA GENERASI MILENIAL
Anisa Yunita Sari;
Naili Sa`ida
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.598
Penerapan pembelajaran yang terintegrasi dengan parenting tidak hanya didelegasikan pada pihak sekolah namun kehadiran orangtua memiliki peran utama.Tujuan dari penelitain ini adalah untuk mengetahui penerapan parenting para orangtua generasi milenial dengan perkembangan teknologi informasi yang masif. Kemudahan akses pada era digital sebagai solusi sekaligus tantangan terhadap kelebihan informasi digital.Penelitian ini menggunkan metode literature review. Hasil dari penelitian memberikan informasi bahwa tekhnologi digital sebagai sarana pemerolehan informasi yang paling diminati para orangtua milenial. Penerapan parenting pada era digital membuat para orangtua impulsif terhadap penawaran program belajar online dan kesulitan untuk menentukan informasi yang paling tepat dan kredibel dengan banyaknya informasi yang bertebaran di dunia digital. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan minimalist parenting menjadi solusi untuk orangtua generasi milenial karena berfokus pada hubungan keluarga yang sehat dan fokus terhadap sesuatu yang penting untuk anak. Penerapan parenting tidak dapat digeneralis karena setiap anak memiliki tingkat perkembangan dan kebutuhan yang sangat individualias.
PELAKSANAAN SENI LUKIS MENCAP DENGAN BAHAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DI TK KARTIKA 1-69 SIJUNJUNG
Yungsi Aini WulanPitri;
Nur Hazizah
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.567
the abstract of this reasearch in the background of implementation the art of painting stamping in the kindegarten held stamping activity every week with variety of natural materials so that these activities attract children’s interest and don’t get bored in developing creativity. This study aims to get an overview of the implementation of stamping painting to increase creativity in TK Kartika 1-69 Sijunjung. Type research is descriptive research using a qualitative approach. To see how the implementation of stamping painting to increase the creativity of TK Kartika 1-69 Sijunjung. Data collection techniques used observation, interviews and documentation. Data analysis techniques follow Miles and Huberman, 1) data collection, 2) data reduction, 3) data presentation, 4) verification. While the data validation technique is a triangulation technique. The results of this study generally indicate that in the implementation of stamping painting with natural materials to increase creativity in TK Kartika 1-69 Sijunjung the teacher has prepared a Daily Learning Implementation Plan (RPPH). Activities are carried out every week as planned, the activities carried out include stamping with various natural ingredients. Furthermore, after the child has carried out the activities, teacher will evaluate by means of daily observations and assessments
ANALISIS UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TERHADAP KEKERASAN ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19
Nurul Novitasari
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.599
Data kekerasan anak yang terjadi sebelum pandemi Covid-19 sesuai dengan yang terdapat di laporan UNICEF tahun 2015 menyatakan bahwa kekerasan terhadap anak terjadi secara luas di Indonesia; yakni 40% anak berusia 13-15 tahun melaporkan pernah diserang secara fisik sedikitnya satu kali dalam setahun, 26% melaporkan pernah mendapat hukuman fisik dari orang tua atau pengasuh anak di rumah, dan 50% anak melaporkan bully di sekolah. Data yang dihimpun oleh SIMFONI KEMEN PPA (Sistem Informasi Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak), KemenPPPA telah menerima 4.116 laporan kasus kekerasan terhadap anak, dan laporan terbanyak adalah kasus kekerasan seksual. Pada bulan Januari hingga Mei 2020, telah terjadi kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 68 korban eksploitasi, 76 korban TPPO, 346 korban penelantaran anak, 979 korban kekerasan psikis, 1.111 korban kekerasan fisik serta korban kekerasan seksual menduduki 2.556. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, penyelenggaraan perlindungan anak harus mampu memenuhi terwujudnya penyelenggaraan hak-hak anak terhadap masalah sosial, kesehatan dan perlindungan khusus.
PROBLEMATIKA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI PADA PEMBELAJARAN DARING
Naili Sa’ida;
Anisa Yunitasari
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.593
Pembelajaran matematika identik menjadi sebuah pembelajaran yang tidak menyenangkan bagi anak, hal ini menyebabkan kemampuan matematika anak indonesia masih rendah. Matematika penting untuk dikembangkan pada anak sejak dini dikarenakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari ilmu matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika guru dalam mengembangkan kemampuan matematika anak usia dini pada pembelajaran daring. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain study kasus. Penggalian data menggunakan tiga teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk analisis data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan adanya problematika yang dialami guru dalam mengembangkan kemampuan matematika anak, problematika tersebut dari segi metode pembelajaran, sarana-prasarana, dan pemahaman orangtua yang mendampingi anak selama pembelajaran daring dari rumah
PERKEMBANGAN GERAK DASAR ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 DI TK NEGERI PEMBINA LENGAYANG
Nurmela Farepsi;
Dadan Suryana
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.584
Dimasa pandemi, banyak kegiatan anak di luar ruangan ditiadakan, sehingga membuat ruang gerak anak terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan gerak dasar anak dimasa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang. Penelitian ini berjenis kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ialah anak-anak kelas B1. Informan penelitian ini adalah guru kelas B1. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah dari Miles Huberman, yakni: (1) pengumpulan data; (2) reduksi data; (3) penyajian data; (4) verifikasi, dan triangulasi dilakukan sebagai teknik dalam pengabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, gerak dasar anak di masa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang berkembang baik. Perkembangan gerak dasar anak di masa pandemi covid-19 di TK Negeri Pembina Lengayang difokuskan dari gerak lokomotor dan gerak manipulatif. Kedua, guru menstimulasi gerak dasar anak dengan kegiatan senam, dan permainan-permainan di masa pandemi dalam kegiatan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa gerak dasar anak tetap berkembang di masa pandemi, namun, tidak semua terstimulasi dengan baik.
PENERAPAN BAHASA JAWA PADA ANAK USIA DINI
Destita Shari;
Elisa Novie Azizah
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.585
Bahasa memiliki berbagai ragam bentuk untuk digunakan dalam berkomunikasi yang kekhasan masing-masing dalam setiap wilayah. Salah satunya bahasa jawa yang digunakan pada bahasa sehari-hari di wilayah jawa timur dan jawa tengah. Pada bahasa jawa ini yang digunakan yakni bahasa krama. Implementasi bahasa krama yang digunakan kepada anak usia dini menemui permasalahan dikarenakan kurang adanya penerapan yang dilakukan di lingkungan, hal ini perlu adnya kajian yang mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan bahasa jawa khususnya bahasa krama yang dijadikan objek pengamatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa bahasa jawa khususnya bahasa krama dapat diterapkan kepada anak usia dini dengan pembiasaan sehari-hari yang dilakukan oleh anak dan lingkungan sekitar dalam berinteraksi.
STUDI DESKRIPTIF TENTANG MOTIVASI MENGAJAR GURU TK DISAAT PANDEMI COVID-19
Anisa Aulia Rahma;
Prima Aulia
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.612
Memasuki akhir tahun 2019, mucul sebuah pandemi yaitu Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), yang menyebabkan seluruh kegiatan harus dilakukan dari rumah termasuk juga kegiatan belajar mengajar. Yang membuat proses belajar harus secara daring atau Karena adanya perubahan sistem pembelajaran maka menimbulkan hambatan pada guru, seperti guru harus lebih memahami akan pemanfaat teknologi, penambahan biaya untuk kuota internet dan lain-lainnya, yang mana hal tersebut membuat adanya keluhan akan berubahnya sistem pembelajaran sehingga mempengaruhi motivasi mengajar guru. Maka dari itu, tulisan ini ingin mendeskripsikan tentang motivasi mengajar guru disaat pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi mengajar guru berada pada kategori sedang dengan persentase 61%. Yang mana motivasi internal guru yang cenderung lebih tinggi untuk mendorong motivasi mengajar guru dibandingkan dengan motivasi internalnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa meskipun munculnya hambatan dalam proses pembelajaran, guru tetap mencari cara lain untuk ketercapaiannya dalam tujuan pembelajaran yang telah direncanakannya. Entering the end of 2019, there was a pandemic, namely Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), which caused all activities to be carried out from home including teaching and learning activities. Which makes the learning process must be online or because of changes in the learning system, it causes obstacles to teachers, such as teachers must better understand the use of technology, the addition of fees for internet quotas and others, which makes complaints about the change in the learning system so as to affect the motivation to teach teachers. Therefore, this article wants to describe the motivation of teaching teachers during the covid-19 pandemic. This research uses a descriptive approach with quantitative methods. The results of this study showed that the motivation to teach teachers was in the moderate category with a percentage of 61%. Which is where the internal motivation of the teacher tends to be higher to encourage the motivation of teaching the teacher compared to the internal motivation. So it can be concluded that despite the emergence of obstacles in the learning process, teachers are still looking for other ways to reach their learning goals.
HUBUNGAN DAMPAK SMARTPHONE TERHADAP POLA ASUH ORANG TUA
Afiyah Firiyani;
Kristiana Maryani;
Fahmi Fahmi
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 5, No 2 (2021): September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30736/jce.v5i2.591
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dampak Smartphone Terhadap Pola Asuh Orang tua Anak Usia 1-3 Tahun di Desa Pulo Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten. Metode penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia 1-3 tahun yang ada di Desa Pulo. Dan teknik sampel yang digunakan yaitu teknik cluster sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu 30 orang tua yang ada di satu kampung dari Desa tersebut yaitu Kampung Jalud Desa Pulo Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten. Berdasarkan teknik pengumpulan data menggunakan skala pengujian validitas dan reliabelitas instrumen, uji normalitas, uji linieritas,uji korelasi, dan uji unvariat yang diolah dengan bantuan SPSS 22,0 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut terdapat korelasi yang sedang antara dampak smartphone terhadap pola asuh orang tua hal tersebut dapat dilihat dari uji korelasi dengan nilai 0,422 yang berada pada interpretasi 0,40-0,599. Menurut hasil uji hipotesis diketahui bahwa nilai 0,422˃0,361. Sehingga dapat ditarik kesimpulan H0 di tolak dan Ha di terima. Yang berarti “terdapat hubungan yang signifikan antara dampak smartphone terhadap pola asuh orang tua anak usia 1-3 tahun di Desa Pulo Kecamatan Ciruas Kabupaten Serang Banten.