cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2022): Februari" : 76 Documents clear
PENINGKATAN KETERAMPILAN TENAGA PENDIDIK DALAM MERANCANG MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN PANDUAN MODUL DI SMKN 1 KARAWANG Dian Hartati; Sinta Rosalina; Wienike Dinar Pratiwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.519 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6416

Abstract

Abstrak: Pembelajaran daring menimbulkan permasalahan tak terelakkan, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik. Pembelajaran monoton dan berpusat pada guru semakin mengukuhkan tantangan dalam memberikan pengajaran yang efektif di masa pandemi. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan keterampilan tenaga pendidik SMKN 1 Karawang dalam menyusun multimedia interaktif. Metode yang digunakan yaitu berupa diseminasi modul penyusunan multimedia interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 18 November 2021 yang berlokasi di SMKN 1 Karawang. Kegiatan diikuti oleh 30 tenaga pendidik SMKN 1 Karawang dengan berbagai mata pelajaran. Setelah mengikuti diseminasi modul multimedia pembelajaran interaktif tenaga pendidik SMKN 1 Karawang mampu membuat materi ajar yang dapat memberikan motivasi kepada peserta didik saat pembelajaran jarak jauh berlangsung. Terjadi peningkatan keterampilan dari 70% menjadi 90% setelah mengikuti kegiatan. Dengan demikian acara diseminasi modul multimedia pembelajaran interaktif bermanfaat meningkatkan keterampilan tenaga pendidik dalam menyusun materi ajar dan akan mempermudah siswa dalam melakukan pembelajaran. Peserta didik juga dapat meningkatkan hasil belajar dan pendidik mampu menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran jarak jauh. Abstract: Online learning creates inevitable problems, both for students and educators. Monotonous and teacher-centered learning reinforces the challenges of providing effective teaching during a pandemic. The purpose of the service is to improve the skills of educators at SMKN 1 Karawang in compiling interactive multimedia. The method used is in the form of dissemination of interactive multimedia compilation modules. The activity will be held on Thursday, November 18, 2021, which is located at SMKN 1 Karawang. The activity was attended by 30 educators at SMKN 1 Karawang with various subjects. After participating in the dissemination of interactive learning multimedia modules, the educators of SMKN 1 Karawang are able to create teaching materials that can motivate students during distance learning. There was an increase in skills from 70% to 90% after participating in the activity. Thus, the dissemination of interactive learning multimedia modules is useful in improving the skills of educators in compiling teaching materials and will make it easier for students to do learning. Students can also improve learning outcomes and educators are able to solve problems in distance learning.
PENULISAN KARYA ILMIAH DALAM JARINGAN BAGI GURU BAHASA INDONESIA Siti Ansoriyah; Ines Nur Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.283 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6076

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat diharapkan agar para guru lebih memahami dan mahir dalam menulis karya ilmiah sebagai penunjang kegiatan pengembangan profesi guru. Selain itu terbantunya guru dalam kenaikan pangkat sebagai syarat yang harus dipenuhi. Tersusunnya artikel penelitian hasil kegiatan pelatihan penulisan para guru. Untuk mencapai tujuan pelatihan digunakan metode pelatihan, praktik secara langsung melalui pendampingan. Pada kegiatan program pelatihan penulisan karya ilmiah diikuti sebanyak 37 orang guru dari berbagai daerah. Hasil yang didapat berdasarkan rata-rata hasil pre-test menunjukkan 69.58% yang dibandingkan dengan rata-rata hasil post-test 80.50% yang mana terdapat kenaikan sebesar 10.92% secara keseluruhan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa terlaksananya pelatihan dapat mencapai pemahaman pengertian penulisan artikel, penggunaan aplikasi mendeley, dan pelatihan mensubmit artikel dari berbagai jurnal yang akan dituju. Pada akhir kegiatan program diperoleh hasil: 1) Sebanyak 37 orang guru dari berbagai daerah mengikuti kegiatan pelatihan secara utuh selama 24 jam pelajaran; 2) Terlaksana tiga kali pendampingan dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan penulisan artikel ilmiah; 3) Tersedia 37 laporan hasil penulisan artikel oleh setiap peserta dengan bimbingan dan arahan tim pendamping.Abstract: The purpose of community service was expected to make teachers more understanding and proficient in writing scientific papers as a support for teacher professional development activities. In addition, the assistance of teachers in promotion was a condition that must be met. Compilation of research articles resulting from teacher writing training activities. To achieve the training objectives of training methods, practiced directly through mentoring. The scientific paper writing training program was attended by 37 teachers from various regions. The results obtained based on the average of pre-test results showed 69,58% compared to the average of post-test results of 80,50% which was an increase of 10.92% overall. Thus, it can be said that the implementation of the training can achieve an understanding of the article writing meaning, the use of the Mendeley application, and training in submitting articles from various journals to be addressed. At the end of the program, the following activities were obtained: 1) A total of 37 teachers from various regions participated in the full 24-hour lesson; 2) Conducted three times of assistance in planning, implementing, and writing scientific articles; 3) There were 37 reports on the results of article writing by each participant with the guidance and guidance of the Guidance team.
DESIMINASI: PELATIHAN PENYUSUNAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS MATEMATIKA TERINTEGRASI BAGI GURU SMP Riana Riana; Malik Ibrahim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.981 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6680

Abstract

Abstrak: Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu dari perangkat pembelajaran dianggap memiliki materi yang lebih ringkas, dengan latihan-latihan yang dapat membuat siswa menemukan sendiri konsep, teorema, rumus dan sebagainya. Di sisi lain, seorang pendidik sekarang dituntut untuk membentuk watak serta peradaban peserta didik. Sedangkan content (isi) dari Lembar Kerja Siswa (LKS) yang ada saat ini masisangat kurang dengan nilai-nilai sebagaimana yang tercantum pada Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003. Oleh karena itu, pelaksana memberikan pelatihan penysusunan LKS berbasis Matematika Terintegrasi bagi guru. Adapun metode yang pelaksana gunakan dalam melakukan pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahapan yaitu: (1) Materi; (2) Pelatihan pnysusunan LKS berbasis Matematika Terintegrasi, dan; (3) Melakukan monitoring dan evaluasi. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan (skill) mitra sangat baik yaitu sebesar 90% untuk menyusun LKS Matematika berbasis matematika terintegrasi pada materi himpunan.Abstract: Student Worksheet (LKS) as one of the learning devices is considered to have more concise material, with exercises that can make students discover for themselves concepts, theorems, formulas and so on. On the other hand, an educator is now required to shape the character and civilization of learners.While the content (content) of the student worksheet (LKS) that exists today is still very lacking with the values as stated in The Indonesian Law No. 20 of 2003. Therefore, the implementer provided integrated Mathematics-based mathematics LKS training for mathematics teachers at Al-Ikhlashiyah Islamic Junior High School. The methods that implementers use in conducting this training are divided into three stages, namely: (1) Material; (2) integrated mathematis based student worksheet preparation training, and; (3) Monitoring and evaluation. Based on the results of the activities that have been carried out, it can be concluded that the skills of math teachers are very good which is 90% to compile mathematics-based mathematics student worksheet integrated on the set material.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU MELALUI KEGIATAN EDUKASI DAN SIMULASI Nurbaya Nurbaya; Rahmat Haji Saeni; Zaki Irwan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.19 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6579

Abstract

Abstrak: Kader sangat berperan penting dalam pelaksanaan posyandu sebagai salah satu kegiatan pemantauan status gizi balita. Pengetahuan yang baik tentang gizi dan upaya pencegahan stunting akan membantu kader dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Oleh karena itu, sebanyak 5 kader perlu dibekali dengan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya. Sasaran utama pada kegiatan ini adalah kader posyandu di wilayah lingkungan Kadolang, Mamuju. Peningkatan kapasitas dilakukan melalui tiga metode yaitu, edukasi, simulasi, dan pendampingan agak kader dapat mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang telah diberikan. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan edukasi, simulasi dan pendampingan. Metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam memantau tumbuh kembang balita dan melakukan penyuluhan kesehatan di masyarakat. Sebagai saran, perlu adanya pelatihan khusus pada kader tentang cara memberikan informasi kesehatan melalui media edukasi dan promosi kesehatan.Abstract: Cadres play an important role in the implementation of Posyandu as one of the activities to monitor the nutritional status of under-five children. Good knowledge about nutrition and stunting prevention efforts will assist cadres in providing counseling to the community. Therefore, cadres need to be equipped with adequate knowledge about nutrition and health. This community service activity aimed to increase the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring growth and providing health promotion to the community. The main target for this activity was Posyandu cadres in the Kadolang village, Mamuju. Capacity building was carried out through three methods, namely, education, simulation, and assisting. Therefore, cadres can practice directly the knowledge that has been given. Community service activities using the combination of these methods can increase the knowledge and skills of Posyandu cadres in monitoring the growth and development of toddlers and conducting health education in the community. As a suggestion, it is necessary to have special training for cadres on how to provide health information through health education and promotion media. 
EDUKASI TERAPI PIJAT UNTUK MENJAGA SISTEM IMUN BAYI 6-12 BULAN DI MASA ADAPTASI KENORMALAN BARU Asrawaty Asrawaty; Sumiaty Sumiaty; Hasfany Asike
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.418 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6360

Abstract

Abstrak: Selama masa pandemi, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada bayi dan balita. Salah satu pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah pijat bayi dengan menggunakan gerakan-gerakan tertentu yang memiliki banyak manfaat. Kenyataannya, tidak banyak kader posyandu di kecamatan Layana yang terlatih melakukan pijat dengan teknik yang benar. Pijat bayi bisa dilakukan oleh orang tua tetapi kebanyakan orang tua takut untuk memijat bayinya sendiri. Tujuan pengabdian ini agar orang tua dan kader posyandu dapat memijat bayi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan dan meningkatkan fungsi organ tubuh. Kegiatan tersebut dilakukan melalui metode penyuluhan berupa tanya jawab dan pelatihan pijat bayi. Di awal kegiatan peserta diberikan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal peserta tentang pijat bayi, dilanjutkan dengan ceramah dan tanya jawab kemudian pelatihan. Diakhir kegiatan diberikan posttest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan sukses. Peserta sangat aktif, dalam memberikan pertanyaan dan terlihat dari hasil pretest berada pada kisaran 51-65% atau kategori sedang. Hasil Postest mengalami peningkatan pada kisaran 75-90% atau kategori tinggi. Kegiatan edukasi ini dinilai efektif untuk melakukan terapi pijat sesuai standar operasional prosedur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.Abstract: During the pandemic, various efforts were made to prevent the spread of COVID-19 in infants and toddlers. One of the health services provided is baby massage using certain movements that have many benefits. In fact, not many posyandu cadres in Layana sub-district are trained to do massage with the correct technique. Baby massage can be done by parents but most parents are afraid to massage their baby themselves. The purpose of this service is so that parents and posyandu cadres can massage babies to overcome various health problems and improve organ function. The activity was carried out through counseling methods in the form of questions and answers and baby massage training. At the beginning of the activity the participants were given a pretest to determine the participants' initial knowledge about baby massage, followed by lectures and questions and answers then training. At the end of the activity, a posttest was given to determine the increase in participants' knowledge. The process of implementing community service has been carried out successfully. Participants were very active, in asking questions and as seen from the results of the pretest the was in the range of 51-65% or the moderate category. Posttest results have increased in the range of 75-90% or high category. This educational activity is considered effective for performing massage therapy according to standard operating procedures to increase endurance.
PEMBERDAYAN KELUARGA MELALUI WIRAUSAHA BIDANG GIZI DENGAN MEMANFAATKAN DAUN KELOR SEBAGAI PANGAN LOKAL Hapzah Hapzah; Yudianti Yudianti; Nurbaya Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.651 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6537

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi di semua lapisan masyarakat. Dampak nyata yang dialami oleh masyarakat adalah penurunan pendapatan yang berimbas pada tingkat ketahanan pangan keluarga. Keluarga yang memiliki tingkat pendapatan yang rendah akan memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan gizi bagi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam mengembangkan wirausaha keluarga bidang gizi dengan memanfaatkan pangan lokal yaitu daun kelor . Kegiatan ini dilakukan di dua kelurahan yaitu kelurahan Mamunyu dan Sinyoyoi Selatan yang diikuti oleh 30 peserta. Peserta adalah para ibu yang menjadi perwakilan rumah tangga . Kegiatan ini juga melibatkan unsur PKK, kader Posyandu dan aparat kelurahan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diskusi. Selain itu, peserta juga difasilitasi dan didampingi dalam pengolahan bahan pangan lokal. Evaluasi yang dilakukan dalam bentuk pre dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dengan skor benar >80% dan berhak memperoleh sertifikat penyuluhan keamanan pangan (PKP) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Diharapkan pihak pemerintah dapat memfasilitasi para pelaku usaha keluarga tersebut dalam mengembangkan usaha mereka dengan mendukung dan mendampingi mereka hingga memperoleh no. PIRT pada usaha mereka.Abstract : The Covid-19 pandemic that has occurred since the beginning of 2020 impacts both the health and the economic sectors at all levels of society. The real impact experienced by the community is a decrease in income which impacts the food security level of families. Families who have a low-income level will have difficulty meeting their nutritional needs. This community service aimed to empower families in developing family entrepreneurs in the field of nutrition by utilizing local food, namely Moringa leaves. This activity was carried out in two villages, namely Mamunyu and South Sinyoyoi villages, which were attended by 30 participants. Participants are mothers who are household representatives. This activity also involves PKK elements, Posyandu cadres, and village officials so that this activity can be sustainable. The method used was counseling in the form of lectures and discussions. In addition, participants were also facilitated and assisted in processing the local food. The evaluation was carried out in the form of pre and post-test. The results of the evaluation showed that 100% of participants experienced an increase in knowledge with a correct score of >80% and were entitled to a certificate of food safety education (PKP) from the Mamuju District Health Office. It is expected that the government can facilitate family business actors in developing their businesses by supporting and assisting them to obtain PIRT number.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PROGRAM BANTUAN DAN INSENTIF BAGI PELAKU USAHA UMKM, SERTA PERAN DIGITALISASI DI ERA PANDEMI COVID-19 DAN SESUDAHNYA Nury Effendi; Vera Intanie Dewi; Eva Erviani; Budiono Budiono; Anhar Fauzan Priyono; Militcyano Samuel Sapulette
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.122 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6291

Abstract

Abstrak: Tujuan Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk peningkatan pemahaman atas program bantuan dan insentif pemerintah untuk pelaku UMKM serta peran pemanfaatan digitalisasi untuk peningkatan usaha di masa pandemi COVID-19 dan sesudahnya. Metode pelaksanaan kegiatan berbentuk sosialisasi dan penyuluhan. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 52 pelaku usaha. Berdasarkan analisis awal kebutuhan para peserta diperoleh informasi bahwa upaya yang paling banyak telah dilakukan oleh peserta untuk mempertahankan usaha adalah peningkatan promosi/pemasaran dan inovasi produk. Sementara upaya mengakses bantuan dari pemerintah memiliki persentase paling rendah. Hal ini menarik untuk digali lebih jauh apakah terdapat kendala yang dihadapi ketika mengakses, kurang tersosialisasikannya program bantuan ataukah para pelaku ini enggan untuk mengakses bantuan. Sebanyak 13.5% pelaku usaha pernah mengakses insentif pemerintah, yakni mengakses Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). Hasil dari kegiatan ini diketahui sebanyak 85% peserta mendapatkan peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai program insentif dan bantuan untuk jenis, cara mengakses dan pemanfataannya. Serta sebanyak 95% meningkat pemahamannya terkait pemanfaatan digitalisasi untuk usahanya. Hasil evaluasi kegiatan dilakuan melalui kegiatan interaktif tanya jawab selama kegiatan, game kuis serta umpan balik peserta melalui pengisian formulir online diakhir kegiatanAbstract: This community service program aims to improve SMEs’ knowledge on the COVID-19 government incentive programs for SMEs and on the importance of business digitalisation during and after the Pandemic. This community service program is conducted through a webinar. This activity was attended by 52 SMEs owners and operators. Based on the initial analysis of the needs of the participants, information was obtained that the most efforts made by the participants in maintaining their business were promotion/marketing improvement, product innovation. Meanwhile, efforts to access assistance from the government have the lowest percentage. It is interesting to explore further whether there are obstacles faced when accessing, lack of socialization of the aid program, or whether these actors are reluctant to access assistance. Of the 13.5% of business actors who access government incentives, most access the Micro Business Productive Assistance program (BPUM). The output of this activity is that 85% of the participants get an increase in understanding and knowledge about incentive and assistance programs for the types, ways to access and use them. And as much as 95% increased their understanding regarding the use of digitization for their business. The results of the activity evaluation were carried out through interactive question and answer activities during the webinar, quiz games and participant feedback through filling out online forms at the end of the webinar.
PELATIHAN ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM DALAM PEMBUATAN E-MODUL MATEMATIKA PADA POLYSYNCHRONOUS LEARNING Anis Farida Jamil; Arif Hidayatul Khusna; Ali Sofyan Kholimi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.625 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6432

Abstract

Abstrak: Usaha pemerintah dalam peningkatan pencapaian kompetensi kognitif dapat dilihat dari adanya perubahan kebijakan terkait penilaian kompetensi peserta didik. Dimana semula dari pelaksanaan Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). AKM yang mulai diterapkan pada tahan 2019 ini diterapkan pada semua jenjang pendidikan. Beberapa keluhan dari mitra yaitu SMP Muhammadiyah 6 Dau dan SMA Negeri 1 Lawang terkait kebijakan AKM ini diantaranya adalah implementasi AKM pada proses pembelajaran. AKM yang merupakan kebijakan baru berdampak pada minimnya practical skill yang dimiliki oleh pendidik. Permintaan pelatihan pembuatan modul berbasis AKM ini juga muncul langsung dari sekolah mitra. Pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi mempengaruhi praktek pembelajaran sehingga penerapan AKM yang akan dilakukan di sekolah menggunakan pendekatan polysynchronous. Sehingga tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan AKM dalam pembuatan e-modul pada pembelajaran polysynchronous difokuskan pada guru matematika sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian adalah Pelatihan AKM dalam pembuatan e-modul, Pendampingan Pengembangan e-Modul Berbasis AKM, Implementasi e-Modul Berbasis AKM Pada Pembelajaran Polysynchronous, Refleksi dan Evaluasi.Abstract: The government's efforts to increase the achievement of cognitive competence can be seen from the changes in policies related to the assessment of student competence. Where originally from the implementation of the National Examination to the Minimum Competency Assessment (MCA). MCA, which began to be implemented in 2019, is applied to all levels of education. Several complaints from partners, namely SMP Muhammadiyah 6 Dau and SMA Negeri 1 Lawang related to this MCA policy, including the implementation of MCA in the learning process. MCA which is a new policy has an impact on the lack of practical skills possessed by educators. Requests for training on making MCA-based modules also arise directly from partner schools.The implementation of learning during the pandemic affects learning practices so that the implementation of AKM that will be carried out in schools uses a polysynchronous approach. So the purpose of this service activity is to provide MCA training in making e-modules in polysynchronous learning focused on school mathematics teachers. The method of implementing the service is MCA Training in the manufacture of e-modules, Assistance in the Development of MCA-Based e-Modules, Implementation of MCA-Based e-Modules in Polysynchronous Learning, Reflection and Evaluation.
PEMBERDAYAAN RELAWAN DALAM ANTISIPASI KEKERASAN PADA PEREMPUAN DAN ANAK Novi Andayani Praptiningsih; Wini Tarmini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.625 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6137

Abstract

Abstrak: Kekerasan pada perempuan dan anak tidak bisa dipisahkan, karena dua permasalahan tersebut harus dipecahkan secara integratif dengan memberikan perlindungan pada kedua korban, yakni perempuan dan anak. Kegiatan ini bertujuan (1) memberikan pemahaman dan memperkaya pengetahuan relawan terkait bentuk, penyebab, dampak kekerasan yang banyak dialami oleh perempuan dan anak; (2) memberi edukasi tentang Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan pada anak; (3) pendampingan dan antisipasi kekerasan pada perempuan dan anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 5 bulan di kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah partisipatif, dimana anggota sasaran dilibatkan secara aktif mulai dari perencanaan, monitoring, dan evaluasi kegiatan. Proses pemberdayaan relawan meliputi : (1) presentasi dan ceramah, (2) praktek edukasi dan sosialisasi Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak, (3) praktek presentasi bagi relawan sebagai agen komunikasi untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi tindak kekerasan, serta panduan pendampingan korban. Hasil pelaksanaan kegiatan ini berjalan sesuai dengan tujuan kegiatan yang telah tercapai. Pertama, relawan memahami informasi bentuk-bentuk, penyebab, dampak kekerasan yang banyak dialami oleh perempuan dan anak. Kedua, relawan mampu mengedukasi tentang Undang-undang penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak. Ketiga, relawan mampu melakukan pendampingan dan antisipasi kekerasan pada perempuan dan anak. Relawan telah menunjukkan perubahan positif, mampu mengidentifikasi proaktif dan reaktif meminimalisir kategorisasi kekerasan pada perempuan dan anak.Abstract: Violence against women and children cannot be separated, because these two problems must be solved in an integrative way by providing protection for both victims, namely women and children. This activity aims to (1) provide understanding and enrich the knowledge of volunteers regarding the forms, causes, and impacts of violence experienced by many women and children; (2) provide education on the law on the elimination of violence against women and children; (3) assistance and anticipation of violence against women and children. The method used is participatory, where target members are actively involved starting from planning, monitoring, and evaluating activities. The process of empowering volunteers includes: (1) presentations (2) educational practices and socialization of the law on the elimination of violence against women and children, (3) presentation practices for volunteers as communication agents to identify and anticipate acts of violence. The results of the implementation of these activities are in accordance with the objectives of the activities that have been achieved. First, volunteers understand information about the forms, causes, and impacts of violence that are mostly experienced by women and children. Second, volunteers are able to educate about the law on the elimination of violence against women and children. Third, volunteers are able to provide assistance and anticipate violence against women and children. Volunteers have shown positive changes, able to identify proactively and reactively minimize the categorization of violence against women and children.
EDUKASI DAN SOSIALISASI VAKSIN COVID-19 PUSKESMAS CITEUREUP, JAWA BARAT Syahrul Tuba; Widyati Widyati; Bantari Wisnu Kusuma Wardhani; Yahdiana Harahap; Timbul Partogi Haposan Simorangkir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.224 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6004

Abstract

Abstrak: Angka penularan penyakit COVID-19 di dunia masih tinggi dan menjadi perhatian dunia termasuk Indonesia dengan angka penularan yang relatif masih terbilang tinggi hingga pada saat ini. Pemerintah menggelontorkan biaya yang besar untuk melaksanakan program vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia secara gratis yang bertujuan untuk menurunkan angka penularan penyakit COVID-19 di Indonesia. Tujuan pengabdian untuk mengedukasi masyarakat tentang vaksinasi COVID-19, meyakinkan masyarakat tentang pentingnya melakukan vaksinasi dan menyukseskan program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah. Metode pelaksanaan yang telah dilakukan adalah sosialisasi melalui presentasi dan penyebaran flayer informasi vaksin, serta penyuluhan informasi terkait vaksin dan aspek terapeutik vaksinasi kepada 300 peserta yang bekerja sama dengan tim vaksinator Puskesmas Citeureup di puskesmas Citeureup, Jawa Barat. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya sosialisasi dan edukasi vaksinasi ini, warga mendapatkan manfaat, kepercayaan diri, pengetahuan terhadap jenis vaksin yang diberikan, proses mengatasi efek kejadian setelah vaksin serta peningkatan kesadaran terhadap protokol kesehatan. Sehingga kegiatan ini dapat membantu pemerintah untuk menekan tingkat penularan COVID-19 di wilayah Kecamatan Citeureup, Jawa Barat.Abstract: The global transmission rate of COVID-19 is still high, causing alarm in countries throughout the world, particularly Indonesia, which has had a high transmission rate up until now. The government has invested a significant amount of money to conduct a free vaccination campaign for all Indonesians to minimize COVID-19 transmission rates. The service's goal is to educate the public about COVID-19 immunization, persuade them of the significance of vaccination, and help them complete the government's vaccination campaign. Socialization through the presentation and distribution of vaccine information flyers, as well as information dissemination related to vaccines and the therapeutic aspects of vaccination, has been carried out to 300 participants who work closely with the Citeureup Health Center's vaccinator team at the Citeureup Health Service Center, West Java. As a result, residents get advantages, confidence, understanding of the type of vaccine administered, the process of overcoming the impacts of events after the vaccine, and increased awareness of health protocols because of this vaccination socialization and education. So that this activity can help the government to reduce the level of transmission of COVID-19 in the Citeureup District, West Java.