cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Nelli Roza; Huzaima Huzaima; Catur Yulinawati; Rofiqo Larasati Philip
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35698

Abstract

Abstrak: Stunting adalah kondisi tubuh pendek dan sangat pendek yang melebihi defisit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berhubungan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas, keterlambatan perkembangan motorik, dan pertumbuhan mental terhambat. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan pemberian ASI eksklusif dan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting serta diketahuinya faktor dominan penyebab stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan Kasus Kontrol dan melibatkan 23 orang ibu yang balitanya terdiagnosis stunting sebagai responden (kasus) dan 23 orang ibu yang balitanya tidak terdiagnosis stunting (sebagai kontrol). Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Kota Batam. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi square (bivariat) dan regresi logistik ganda (multivariat). Hasil analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting adalah variabel Frekuensi Kunjungan Antenatal Care. Pemerintah, jika ingin menurunkan prevalensi stunting di Desa Sadai, wilayah kerja Puskesmas Sungai Panas, perlu meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama ibu hamil, tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan yang berkualitas dan teratur sesuai aturan.Abstract: Stunting is a short and very short body condition that exceeds a -2 SD deficit below the median length or height. Stunting is a public health problem because it is associated with an increased risk of morbidity and mortality, delayed motor development, and stunted mental growth. The purpose of this research isthe relationship between exclusive breastfeeding and the frequency of antenatal care visits with the incidence of stunting is known and the dominant factor that causes stunting in toddlers is known. This study was a quantitative study with a Case Control design and involved 23 mothers whose toddlers were diagnosed with stunting as respondents (cases) and 23 mothers whose toddlers were not diagnosed with stunting (as controls). This research was conducted in the Sadai sub-district, the working area of the Sungai Panas Public Health Center in Batam.Data processing and analysis chi square test (bivariate) and multiple logistic regression (multivariate). The results of the analysis using the chi square test showed that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and the frequency of antenatal care visits with the incidence of stunting. The results of the multivariate analysis show variablesthe dominant influence on the incidence of stunting is the variable Frequency of Antenatal Care visits. The government, if it wants to reduce the prevalence of stunting in Sadai village, the working area of the Sungai Panas Health Center, should increase education to the public, especially pregnant women, about the importance of regular quality pregnancy checks according to the rules.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY DALAM MENDUKUNG TRANSFORMASI DIGITAL DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG DI PASAR WISATA KULINER TRADISIONAL Rifa Khoirunisa; Darmawan Lahru Riatma; Masbahah Masbahah; Yusuf Fadlila Rachman; Ahmad Faisal Sani; Nur Azizul Haqimi; Trisna Ari Roshinta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35570

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk mendukung transformasi digital dan pemberdayaan pedagang melalui penerapan teknologi Virtual Reality (VR). Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan media promosi konvensional serta rendahnya literasi digital pelaku pasar. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode pelatihan teknis dan pendampingan penggunaan perangkat VR. Mitra dalam kegiatan ini terdiri dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun, pedagang pasar pundensari dan anggota pokdarwis. Sebelum pelaksanaan, digunakan beberapa metode evaluasi untuk mengukur peningkatan kemampuan mitra, yaitu Pre post Assessment, Observasi langsung, Wawancara, dan Kuisoner Kepuasan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 91% terhadap tampilan visual dan interaksi, peningkatan literasi digital pedagang dari 41% menjadi 82%, serta kenaikan 35% kunjungan laman promosi desa wisata pasca diseminasi. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan eksposur digital, memperkuat branding destinasi wisata, serta mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Implementasi teknologi VR di pasar tradisional menjadi model transformasi digital yang replikatif dan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal.Abstract: Tourism is a strategic sector that plays a vital role in strengthening the local culture-based creative economy. This community service activity aims to support digital transformation and empowerment of traders at the Pundensari Culinary Tourism Market, Gunungsari Tourism Village, Madiun Regency through the application of Virtual Reality (VR) technology. The main problems faced by partners include the limited availability of conventional promotional media and the low digital literacy of market players. The activity was carried out in four stages, namely: (1) coordination and consolidation with the Tourism Office and Pokdarwis, (2) installation and testing of the Unity 3D-based VR application on the Meta Quest device, (3) public dissemination through VR demos and social media publications, and (4) evaluation of the results and impact of the activity. The results showed a 91% user satisfaction level with the visual display and interaction, an increase in traders' digital literacy from 41% to 82%, and a 35% increase in visits to the tourism village promotion page after dissemination. This program has proven effective in increasing digital exposure, strengthening tourism destination branding, and encouraging collaboration between universities, local governments, and the community. The implementation of VR technology in traditional markets is a replicable and sustainable digital transformation model for the development of local culture-based tourism.
INTEGRASI TEKNOLOGI AI DAN VIDEO PEMBELAJARAN DALAM EKSPLORASI APLIKASI MATRIKS DI BIDANG KIMIA OLEH MAHASISWA Mukhtamilatus Sa'diyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34522

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi secara global mendorong adanya penyesuaian pembelajaran sehingga teknologi dapat secara maksimal dimanfaatkan untuk perkembangan pembelajaran mahasiswa. Salah satunya penggunaan teknologi adalah untuk memudahkan mahasiswa mengenali materi-materi matematika yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah di bidang kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana mahasiswa memanfaatkan teknologi digital (terutama ChatGPT dan youtube) untuk mengeksporasi penggunaan konsep matriks dalam berbagai topik kimia, terutama penyusunan persamaan reaksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subyek penelitiannya adalah 73 mahasiswa Kimia/Pendidikan kimia yang memanfaatkan teknologi digital ChatGPT dan Youtube dalam pengerjaan tugas. Data yang dikumpulkan berupa dokumentasi tugas, observasi selama kegiatan pembelajaran, angket pelaksanaan kegiatan, dan wawancara. Hasil pengumpulan data dianalisis menggunakan tahapan pada model Miles dan Duberman yang meliputi Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar mahasiswa sangat setuju dengan penggunaan ChatGPT dan youtube sebagai sarana untuk memahami konsep dan penggunaannya dalam konteks kimia. Setelah melakukan eksplorasi mandiri, mahasiswa dapat lebih mudah menjelaskan konsep dan mempelajari prosedur penyelesaian masalahnya. Hanya saja, ada beberapa tantangan yang muncul ketika mereka memanfaatkan teknologi digital tersebut, salah satunya adalah kesulitan dalam menentukan kevalidan informasi yang mereka dapatkan. Penelitian ini merekomendasikan integrasi teknologi digital secara sistematis dalam pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dapat lebih terarah.Abstract: Global technological developments have prompted adjustments to learning so that technology can be maximally utilized for the development of student learning. One such use of technology is to make it easier for students to recognize the mathematical materials needed to solve problems in the field of chemistry. This study aims to explore how students utilize digital technology (especially ChatGPT and YouTube) to explore the use of matrix concepts in various chemistry topics, particularly in formulating reaction equations. The method used in this study is descriptive qualitative with 73 chemistry/chemistry education students who utilize ChatGPT and YouTube digital technology in completing assignments as the research subjects. The data collected consisted of assignment documentation, observations during learning activities, activity implementation questionnaires, and interviews. The results of data collection were analyzed using the stages in the Miles and Duberman model, which included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that most students strongly agree with the use of ChatGPT and YouTube as tools for understanding concepts and their application in the context of chemistry. After conducting independent exploration, students find it easier to explain concepts and learn problem-solving procedures. However, there are several challenges that arise when they utilize digital technology, one of which is the difficulty in determining the validity of the information they obtain. This study recommends the systematic integration of digital technology in learning so that learning activities can be more focused.
IMPLEMENTASI SMART LAB: PEMANFAATAN QR CODE DALAM PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMA Wilda Wijayani Pamangin; Agustina Simorangkir; Silvia Anggri Wijaya; M. Raidil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34030

Abstract

Abstrak: Pengelolaan laboratorium IPA di Sekolah Menengah Atas seringkali menghadapi tantangan terutama dalam hal pengelolaan alat, bahan, serta jadwal penggunaan laboratorium. Selama ini, pengelolaan laboratorium masih menggunakan metode manual yang cenderung memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan pencatatan yang mempengaruhi kualitas dan kesiapan peserta didik dalam melakukan kegiatan praktikum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan sistem pengelolaan laboratorium berbasis QR Code di SMA YPK Diaspora Kotaraja. Sistem ini bertujuan mempermudah proses pendataan, peminjaman, dan pelacakan alat serta bahan laboratorium. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan efisiensi kerja laboran dan guru IPA, sekaligus mengembangkan hardskill terkait teknologi digital dan softskill seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteraturan administrasi. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan dan pendampingan kepada enam guru IPA dan 40 siswa kelas XI di SMA YPK Diaspora, Kotaraja. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman guru dan siswa terhadap sistem QR Code. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengelolaan Lab berbasis QR Code merupakan inovasi yang dapat dengan mudah diadopsi di sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa. Hal ini dibuktikan melalui survei sederhana yang diberikan pada guru-guru, dengan hasil 80% berada pada kategori baik dan Tingkat pemahaman peserta didik di atas 40% berada pada kategori sangat baik dan di atas 35% berada pada kategori baik.Abstract: Science laboratory management in high schools often faces challenges, especially in terms of managing equipment, materials, and laboratory usage schedules. Currently, laboratory management still uses manual methods that tend to be time-consuming and prone to recording errors that affect the quality and readiness of students in conducting practical activities. To overcome these problems, a QR Code-based laboratory management system was implemented at SMA YPK Diaspora Kotaraja. This system aims to simplify the process of data collection, borrowing, and tracking of laboratory equipment and materials. This activity also aims to improve the work efficiency of laboratory assistants and science teachers, while simultaneously developing hard skills related to digital technology and soft skills such as discipline, responsibility, and administrative order. The activity was carried out through counseling and mentoring for six science teachers and 40 grade 11 students at SMA YPK Diaspora, Kotaraja. Evaluation was carried out using a questionnaire to measure the level of teacher and student understanding of the QR Code system. The results obtained indicate that QR Code-based Lab management is an innovation that can be easily adopted in other schools facing similar challenges. This was proven through a simple survey given to teachers, with the results that 80% were in the good category and the level of student understanding above 40% was in the very good category and above 35% was in the good category.
PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK PKK MELALUI PENDAMPINGAN UMKM BERBASIS INOVASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING EKONOMI Lailatur Rahmi; Triyatno Triyatno; Rahmulyani Fitriah; Yulia Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35216

Abstract

Abstrak: Nagari Malalak Barat di Kabupaten Agam merupakan sentra kayu manis yang berpotensi besar untuk pengembangan UMKM. Namun, pengelolaan usaha masih menghadapi kendala pada aspek promosi, penentuan harga pokok produksi, standar mutu produk, akses pasar, dan legalitas usaha. Kondisi ini membuat daya saing produk belum optimal sehingga diperlukan upaya pendampingan yang terarah untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Untuk menjawab permasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi ekonomi digital, pelatihan penentuan harga pokok produksi, pelatihan peningkatan kualitas produk, dan pelatihan promosi digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara lebih profesional, memperbaiki kualitas dan nilai tambah produk, serta memperluas akses pasar melalui pemanfaatan platform digital sehingga daya saing ekonomi masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan partisipatif, pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi secara berkala dengan melibatkan mitra ibu-ibu PKK sebanayak 35 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam menghitung biaya produksi dengan lebih tepat, menerapkan standar mutu secara konsisten, dan memanfaatkan media digital untuk promosi dan distribusi produk. Selain itu, partisipasi aktif ibu-ibu PKK menegaskan bahwa program ini turut memperkuat peran perempuan dalam pengelolaan usaha. Secara keseluruhan, program ini mendorong UMKM Malalak Barat menuju ekosistem usaha yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing di era ekonomi digital, serta dapat menjadi model pendampingan yang dapat direplikasi di wilayah lainnya berbasis potensi lokal.Abstract: Malalak Barat Village in Agam Regency is a major cinnamon production center with great potential for MSME development. However, business management still faces obstacles in terms of promotion, determining production costs, product quality standards, market access, and business legality. These conditions have resulted in suboptimal product competitiveness, requiring targeted assistance to strengthen the capacity of MSME players. To address these issues, this community service program was implemented through activities such as digital economy socialization, training on determining production cost prices, training on improving product quality, and training on digital promotion. These activities aimed to increase the capacity of MSME actors to manage their businesses more professionally, improve product quality and added value, and expand market access through the use of digital platforms so that the economic competitiveness of the community could be improved in a sustainable manner. The methods used include socialization, participatory training, technical assistance, and periodic monitoring and evaluation involving 35 PKK women partners. The results of the activities show an increase in participants' understanding of calculating production costs more accurately, applying quality standards consistently, and utilizing digital media for product promotion and distribution. In addition, the active participation of PKK women confirms that this program also strengthens the role of women in business management. Overall, this program encourages MSMEs in West Malalak to move towards a more independent, adaptive, and competitive business ecosystem in the digital economy era, and can serve as a model for assistance that can be replicated in other regions based on local potential.
PELATIHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKATMELALUI STRATEGI DIGITALISASI WISATA Falyanzuril Ihsan; Lailatur Rahmi; Agung Muhammad Siddiq; Faizal Alqadafi; Fitri Yanti Mawarnis; Yahya Saputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35514

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan digitalisasi wisata Goa Kelambu dan Camping Ground di Desa Silungkang Oso dilaksanakan sebagai upaya mendukung pengembangan desa wisata berbasis teknologi informasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya kelompok pengelola wisata dan pemerintah desa, dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi destinasi wisata. Peningkatan kapasitas mencakup penguatan hard skill berupa kemampuan teknis dalam membuat dan mengelola website desa wisata, menyusun peta wisata digital, serta memanfaatkan QR-Code sebagai media informasi. Selain itu, peningkatan soft skill juga menjadi fokus pelatihan, antara lain kemampuan komunikasi digital, kolaborasi dalam pengelolaan konten wisata, serta kemampuan mengambil keputusan berbasis data promosi. Pelatihan ini melibatkan tim dosen pembimbing dan mahasiswa yang telah melakukan observasi serta identifikasi kebutuhan mitra sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota kelompok sadar wisata dan 23 orang ibu-ibu PKK, dan dilaksanakan di kantor Desa Silungkang Oso. Materi utama yang diberikan meliputi pembuatan dan pemanfaatan QR-Code, pengelolaan website desa wisata, serta penyusunan peta wisata digital. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui observasi proses, wawancara singkat, dokumentasi, serta instrumen pre-test dan post-test untuk mengetahui capaian peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memahami digitalisasi wisata dan mempraktikkan pembuatan media promosi digital dengan rata-rata peningkatan sebesar 70%. Implementasi pelatihan ini menghasilkan sarana promosi wisata yang lebih modern dan mudah diakses sehingga memperkuat branding wisata serta mendorong kemandirian masyarakat dalam pengelolaan destinasi berbasis teknologi.Abstract: The Goa Kelambu and Camping Ground tourism digitization training program in Silungkang Oso Village was conducted as an effort to support the development of information technology-based tourism villages. This program aims to increase the capacity of the community, particularly tourism management groups and village governments, in utilizing digital media as a means of promoting tourist destinations. Capacity building includes strengthening hard skills in the form of technical abilities in creating and managing tourism village websites, compiling digital tourist maps, and utilizing QR codes as a medium of information. In addition, soft skills improvement is also a focus of the training, including digital communication skills, collaboration in tourism content management, and the ability to make decisions based on promotional data. This training involves a team of supervising lecturers and students who have previously conducted observations and identified the needs of partners. This activity was attended by 25 members of the tourism awareness group and 23 women from the PKK (Family Welfare Movement), and was held at the Silungkang Oso Village office. The main materials covered included the creation and use of QR codes, management of tourism village websites, and the development of digital tourism maps. The training was evaluated through process observation, brief interviews, documentation, and pre-test and post-test instruments to determine the level of understanding gained. The results of the activity showed an increase in participants' skills in understanding tourism digitalization and practicing the creation of digital promotional media, with an average increase of 70%. The implementation of this training resulted in more modern and accessible tourism promotion tools, thereby strengthening tourism branding and encouraging community independence in technology-based destination management.
PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBASIS KULIT KOPI SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK Inggit Kresna Maharsih; Athaya Devin Argyadama; Arundina Aisya Raihannisa; Kiki Gustinasari; Ubaidillah Ubaidillah; Early Veramoy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34740

Abstract

Abstrak: Kelebihan kapasitas pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan masyarakat di desa mitra pengabdian membuang sampah organik di sekitar lingkungan atau membakar sampah. Kebiasaan ini berpotensi mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, dilakukan pelatihan pembuatan pestisida nabati dari kulit kopi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengolah sampah kulit kopi menjadi produk yang bermanfaat, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat dan cara membuat pestisida nabati dari kulit kopi, dan mengetahui performa pestisida nabati dalam mengurangi hama pada tanaman. Peserta adalah 20 orang anggota dari Persatuan RT 1 dan RT 2 (PERSADA). Metode kegiatan yang dipilih adalah Community-Based Participatory Action Research (CBPAR). Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi menggunakan pemberian kuesioner dan observasi kinerja pestisida. Hasilnya adalah diperoleh produk pestisida nabati sebanyak 40 liter. Produk ini langsung diaplikasikan warga ke tanaman. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih hijau dan semakin segar. Selain itu, terjadi kenaikan pemahaman peserta tentang manfaat dan pembuatan pestisida nabati sesudah pelatihan sebesar 28%.Abstract: The overcapacity at the Landfill Site (TPA) has led the community in the partner village to dispose of organic waste in the surrounding environment or burn it. This habit has the potential to pollute the environment and threaten public health. Therefore, a training program on making botanical pesticides from coffee husks was carried out. This community service activity aimed to process coffee husk into useful product, provide the community with knowledge about the benefits and methods of making botanical pesticides from coffee husks, and assess the performance of the botanical pesticide in reducing plant pests. The participants were 20 members of the Persatuan RT 1 and RT 2 (PERSADA). The selected method was Community-Based Participatory Action Research (CBPAR). The activity included planning, implementation, and evaluation, which were conducted using questionnaires and by observing pesticide performance. As a result, 40 liters of botanical pesticide were successfully produced. The product was immediately applied by the community to their crops, resulting in greener and healthier plants. In addition, participants’ understanding in making botanical pesticide increased by 28% after the training. 
EKSPLORASI HERBAL LOKAL KALIMANTAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DAN EDUKASI SISWA MTS DAN MA SEBAGAI IMPLEMENTASI SDGS Nily Su'aida; Muliyani Muliyani; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34089

Abstract

Abstrak: Kalimantan memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk berbagai tanaman lokal dengan potensi manfaat kesehatan yang tinggi. Namun, pemanfaatan tanaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari masih terbatas, khususnya di kalangan siswa. Program pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengenalkan pemanfaatan tanaman lokal khas Kalimantan sebagai solusi kesehatan bagi 26 siswa Mts dan MA Desa Rumpiang. Metode kegiatan meliputi identifikasi tanaman berkhasiat, pelaksanaan pre-test dan post-test terkait pengetahuan obat tradisional, penyuluhan kepada siswa, serta pelatihan pembuatan produk berbasis tanaman herbal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang pemanfaatan tanaman lokal yang ditunjukkan dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 15,32% pada siswa MTs dan 35,42% pada siswa MA. Selain itu, siswa memperoleh keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer, jamu, dan masker alami yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif terapi untuk berbagai masalah kesehatan. Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan kesehatan yang baik dan kesejahteraan (SDG 3) serta pendidikan berkualitas (SDG 4).Abstract: Kalimantan is rich in biodiversity, including a wide range of local plants with significant potential health benefits. However, the utilization of these plants in daily life remains limited, particularly among students. This community engagement program aimed to explore and introduce the use of local Kalimantan plants as health solutions for students at MTs and MA in Rumpiang. The methods included identifying medicinal plants, conducting pre-tests and post-tests related to traditional medicine knowledge, delivering educational sessions, and providing training on the production of herbal-based products. The results demonstrated an increase in students’ knowledge of local plant utilization, as indicated by an average score improvement of 15.32% among MTs students and 35.42% among MA students. Furthermore, the participants acquired practical skills in producing herbal hand sanitizers, jamu, and natural facial masks as alternative therapies for various health issues. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly good health and well-being (SDG 3) and quality education (SDG 4).
SMART DRIP IRRIGATION BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KAWASAN AGROPOLITAN DI PROVINSI BANTEN Siti Asyiah; Mush'ab 'Abdu Asy Syahid; Ngakan Putu Purnaditya; Muhammad Ilham; Aiman Jonathan; Teodore Ginting; Salsabila Miftahul Zannah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35812

Abstract

Abstrak: Pertanian merupakan sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, namun petani di kawasan agropolitan masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan air irigasi. Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, memiliki potensi pertanian yang besar, tetapi 65% jaringan irigasi mengalami kerusakan dan hanya 42% lahan yang memiliki akses irigasi teknis. Sebagian besar irigasi menggunakan sistem pompa, sehingga biaya irigasi mencapai 25–30% dari total biaya produksi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) BIMA Kemendiktisaintek ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan air, produktivitas, serta kapasitas petani melalui implementasi Smart Drip Irrigation berbasis Internet of Things (IoT). Kegiatan dilakukan di Kelompok Tani Rawa Banteng dengan 20 anggota warga petani aktif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis instalasi dan pengoperasian, pelatihan pemasaran produk melalui media sosial, serta pemasangan 300 titik polybag cabai menggunakan sistem Smart Drip Irrigation. Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran kuesioner kepada 28 responden, petani mampu mengoperasikan sistem secara mandiri, 57,1% responden menyatakan penggunaan air menjadi lebih efisien dan 42,9% menyatakan sangat efisien. Program ini sejalan dengan agenda Asta Cita Pemerintah Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan, pembangunan desa, dan adaptasi perubahan iklim.Abstract: Agriculture is a strategic sector in supporting national food security; however, farmers in agropolitan areas continue to face challenges in irrigation water management. Gempol Sari Village, located in Sepatan Timur Subdistrict, Tangerang Regency, Banten Province, has significant agricultural potential, yet 65% of its irrigation network is damaged, and only 42% of farmland has access to technical irrigation. Most irrigation systems rely on water pumps, causing irrigation costs to reach 25–30% of total production expenses. This Community Service Program (PKM) under the BIMA Kemendiktisaintek initiative aims to improve water use efficiency, productivity, and farmers’ capacity through the implementation of an Internet of Things (IoT)-based Smart Drip Irrigation system. The program was conducted with the Rawa Banteng Farmers Group, consisting of 20 active farming members. The activities included technical training on installation and operation, marketing training using social media, and the installation of 300 chili polybags equipped with the Smart Drip Irrigation system. Based on the interviews and questionnaire results, the farmers were able to operate the system independently, with 57.1% of respondents reporting that water use became more efficient and 42.9% stating that it became highly efficient. This program aligns with Indonesia’s Asta Cita agenda to strengthen food security, promote rural development, and enhance climate change adaptation.
PENGUATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI, GOTONG ROYONG, DAN DIGITALISASI DI MASYARAKAT Esi Afriyanti; Rika Fatmadona; Ayulia Fardila Sari ZA; Shelvy Haria Roza; Jefril Rahmadoni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34949

Abstract

Abstrak: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih menjadi tantangan di masyarakat pedesaan karena rendahnya konsistensi dalam praktik sehari-hari. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan PHBS melalui kegiatan penyuluhan, sosialisasi, gotong royong, pembagian abate, serta pendampingan digital di Kenagarian Tanjung Bingkung dengan melibatkan sekitar 70 peserta dari berbagai kelompok masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pretest tentang PHS yang berisi 20 pertanyaan, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan mencuci tangan enam langkah, dari 42% sebelum intervensi menjadi 95% setelah penyuluhan. Selain itu, indikator penggunaan jamban sehat, ASI eksklusif, dan pengelolaan sampah mencapai lebih dari 80%. Program ini juga meningkatkan softskill berupa partisipasi aktif dan gotong royong warga sekitar 40–50%. Temuan ini membuktikan bahwa intervensi berbasis edukasi dan pemberdayaan mampu meningkatkan praktik PHBS secara nyata di masyarakat. Abstract: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) remains a challenge in rural communities due to the lack of consistency in daily practices. This community service aimed to improve knowledge and skills related to CHLB through counseling, socialization, community clean-up, abate distribution, and digital assistance in Tanjung Bingkung Village, involving around 70 participants from various community groups. Evaluation was carried out using observation, a 20-question pre-test on PHBS, and interviews. The results showed a significant increase in handwashing skills, from 42% before the intervention to 95% afterward. Other indicators such as healthy latrine use, exclusive breastfeeding, and waste management reached more than 80%. The program also enhanced soft skills, including active participation and community cooperation, by around 40–50%. These findings demonstrate that education and empowerment-based interventions can effectively improve CHLB practices in rural communities.