cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENGUATAN KAPASITAS PEMERINTAH DESA WEULUN MELALUI OPTIMALISASI PROFIL DESA Belandina Liliana Long; Ernestus Holivil; Syukur Muhaymin Adang Djaha; Mariayani Oktafiana Rene; Theny I. B. K Pah; Delila A. N. Seran; Made N. D. Andayana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34907

Abstract

Abstrak: Pengelolaan data melalui Profil Desa masih menjadi tantangan bagi banyak pemerintah desa, termasuk Desa Weeulun, akibat keterbatasan kapasitas aparatur dan minimnya keterampilan teknis. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam optimalisasi Profil Desa sebagai instrumen strategis perencanaan pembangunan, serta meningkatkan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah (soft skill) dan pengisian, analisis, dan pemanfaatan data (hard skill). Metode meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan praktik pengisian data dengan 20 peserta. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berisi 10 pertanyaan serta survei kepuasan berbasis Likert. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman dasar 26%, keterampilan teknis 16%, kemampuan analisis 16%, dan pemanfaatan data 12%. Mayoritas peserta (66,6%) sangat puas. Kegiatan ini berhasil memperkuat kapasitas aparatur melalui peningkatan soft skill dan hard skill serta tata kelola desa berbasis data.Abstract: Village data management through the Village Profile remains a challenge for many local governments, including Weeulun Village, due to limited staff capacity and inadequate technical skills. This community service aims to strengthen village government capacity in optimizing the Village Profile as a strategic tool for development planning while enhancing soft skills (communication, collaboration, problem-solving) and hard skills (data entry, analysis, and utilization). The methods included socialization, interactive lectures, group discussions, and data entry practice involving 20 participants. Evaluation was conducted through pre- and post-tests consisting of 10 questions each, and a Likert-scale satisfaction survey. Results showed improvements in basic understanding (26%), technical skills (16%), analytical ability (16%), and data utilization (12%). Most participants (66.6%) were highly satisfied. This activity successfully strengthened both soft and hard skills of village officials and promoted data-based, transparent, and participatory village governance.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Faisal Faisal; Tiur Romatua Sitohang; Yusniar Yusniar; Maria Magdalena Saragi; Minton Manalu; Ramlan Ramlan; Ganti Tua Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34610

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih kita temui di Indonesia. Pada tahun 2024 Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menurunkan gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen. Dampak stunting dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak, kecerdasan, masalah pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh, penurunan kemampuan kognitif, kemampuan belajar, menurunnya system imunitas sehingga mudah sakit. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat (Kader posyandu, ibu balita, ibu yang memiliki anak balita) dalam memanfaatkan daun kelor sebagai upaya alternatif untuk pencegahan stunting. Peserta kegiatan sebanyak 40 orang yang terdiri dari kader posyandu, Ibu hamil dan ibu Balita. Metode kegiatan adalah pre test dengan menggunakan 15 butir pertanyaan, ceramah dan dilanjutkan dengan tanya jawab, simulasi pemanfaatan daun kelor, pembagian benih/bibit daun kelordiakhiri dengan post test menggunakan 15 butir pertanyaan. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mayoritas cukup sebanyak 60% dan 40% pengetahuan baik. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan kader, ibu hamil dan ibu balita mengenai stunting dan pemanfaatan daun kelor sebagai upaya alternatif pencegahan stunting.Abstract: Stunting is a health problem that we still encounter in Indonesia. By 2024 the Indonesian Government has a target to reduce growth failure or stunting by 14 percent. Stunting has an impact on children's cognitive, motor and verbal development which is not optimal. In the future, stunted children have a higher risk of obesity and other diseases. Apart from that, children's learning capacity and performance as well as productivity and work capacity are also not optimal. The aim of this Community Service is to increase community knowledge (Posyandu cadres, mothers of toddlers, mothers of children under five) in using Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting. There were 40 activity participants consisting of posyandu cadres, pregnant women and toddler mothers. The activity method is a lecture followed by questions and answers, a simulation of the use of Moringa leaves, distribution of Moringa leaf seeds. The results of the activity obtained an increase in the knowledge of cadres, the majority of pregnant women and mothers of toddlers had sufficient knowledge of 60% and 40% had good knowledge. Implementation of Community Service Activities is able to increase the knowledge of cadres, pregnant women and mothers of toddlers regarding stunting and the use of Moringa leaves as an alternative measure to prevent stunting.
PEMBERDAYAAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI PELATIHAN INTERAKTIF BERBASIS EDUKASI Lisda Widianti Longgupa; Nurmiaty Nurmiaty; Muliani Muliani; Sri Restu Tempali; Fransisca Noya; Sonny Bernike Magdalena Sitorus; Febti Kuswanti; Putri Mulia Sakti; Khuzaifah Khuzaifah; Marlina Fitriya Lailatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33634

Abstract

Abstrak: Masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa disebut masa remaja. Pada tahap ini terjadi berbagai macam perubahan seperti fisik, psikis dan sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan remaja sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan remaja dalam menjaga Kesehatan reproduksi. Desa Lantojaya merupakan desa binaan prodi DIII kebidanan Poso Poltekkes Kemenkes Palu. Di desa Lantojaya terdapat 284 remaja yang terbagi menjadi 2 kategori usia, yaitu usia 10–14 tahun, jumlah remaja laki laki pada usia ini adalah 67 orang dan remaja perempuan 69 orang. Kategori kelompok usia lainnya adalah 15–19 tahun, jumlah remaja laki-laki pada usia ini adalah 78 orang dan remaja perempuan 70 orang. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, ceramah, tanya jawab, game edukatif, pelatihan, dan post-test. Mitra kegiatan ini meliputi desa lantojaya, pihak sekolah dan remaja sejumlah 18 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan kueioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait Kesehatan reproduksi sebesar 54%. Kegiatan edukasi interaktif melalui game menjadi salah satu startegi dalam meningkatkan pengetahaun dan keterampilan remaja. Sehingga diharapkan pihak sekolah dapat melanjutkan kegiatan serupa.Abstract: The transitional period from childhood to adulthood was called adolescence. At this stage, various kinds of changes occurred, such as physical, psychological, and social changes. This activity aimed to empower adolescents as an effort to improve their knowledge, attitudes, and skills in maintaining reproductive health. Lantojaya Village was a partner village of the DIII Midwifery Program at Poltekkes Kemenkes Palu in Poso. In Lantojaya Village, there were 284 adolescents divided into two age categories: the 10–14 age group included 67 boys and 69 girls, while the 15–19 age group included 78 boys and 70 girls. The implementation methods included pre-tests, lectures, Q&A sessions, educational games, training, and post-tests. The partners of this activity included Lantojaya Village, local schools, and approximately 18 adolescents. The evaluation was conducted using pre-tests and post-tests through questionnaires. The evaluation results showed a 54% increase in adolescents’ knowledge and skills related to reproductive health. Interactive education activities through games became one of the strategies used to improve adolescents’ knowledge and skills. It was therefore expected that schools would continue similar activities in the future.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI DEPOK Laily Hanifah; Apriningsih Apriningsih; Lusyta Puri Ardhiyanti; Rita Ismail; Ayu Anggraeni Dyah Purbasari; Fitri Angraeni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35623

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak remaja dan ibu kader yang memiliki pengetahuan terbatas terkait isu kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kelompok remaja dan kader di Kecamatan Cilodong, dengan total 18 responden sebagai peserta. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 5,72 dan meningkat menjadi 9,78 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 71% setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescence is a transitional period marked by physical, psychological, and social changes, during which adequate understanding of reproductive health is essential. However, many adolescents and community health cadres still have limited knowledge regarding reproductive health issues. Therefore, this community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and health cadres about reproductive health. This community service activity was carried out among youth groups and cadres in Cilodong Subdistrict, with a total of 18 respondents participating. The educational method applied was a lecture with interactive material delivery. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 questions, and data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the average pre-test score was 5.72, which increased to 9.78 in the post-test with a p-value of 0.000 (p<0.05). There was a 71% improvement in knowledge after the educational intervention. Thus, this activity was effective in enhancing the knowledge of adolescents and health cadres regarding reproductive health.
PEMANFAATAN GULMA TANAMAN BUNDUNG SEBAGAI BAHAN SABUN PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Aris Fadillah; Lia Mardiana; Yuniarti Falya; Juwita Ramadhani; Muliyani Muliyani; Muhammad Fauzi; Muhammad Hasan Andryanto; Yulistia Budianti Soemarie
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34556

Abstract

Abstrak: Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menggunakan sabun pasca COVID-19 mendorong peningkatan penggunaannya. Ekstrak daun tanaman Bundung (Scirpus grossus), yang mudah ditemukan di persawahan, terbukti efektif mempercepat penyembuhan luka dan cocok digunakan sebagai bahan aktif dalam sabun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill peserta dalam memahami tanaman bundung serta cara pembuatan sabun dengan memanfaatkan daun bundung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi bersama, serta praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas IX. Evaluasi pengetahuan siswa dilakukan dengan metode pre-post test menggunakan angket. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan skor dengan nilai rata-rata kenaikan sebesar 15,17%. Hasil evaluasi ini mengindikasikan bahwa peserta dapat menangkap materi yang disampaikan dengan baik.Abstract: The increase of public awareness on the importance in the use of soap post-COVID-19 has led to an increase in its use. The extract of Bundung (Scirpus grossus), which is commonly found in rice fields, has been proven to be effective in promoting wound healing and suitable for use as an active ingredient in soap. This program aims to improve the participants' hard skills in understanding the Bundung plant and utilize it as the active ingredient in soap-making process. The methods used in this activity include lectures, group discussions, and direct practice. The participant in this program were 30 of ninth-grade students. The evaluation of the participants' knowledge was conducted with the pre-post test method using a questionnaire. The results showed an increase in the average score by 15.17%. These results indicated that the participants were able to comprehend the material presented properly.
EDUKASI KEUANGAN MASYARAKAT DAN KESADARAN LINGKUNGAN MELALUI SENI VISUAL DI KELURAHAN CIBODAS Muhamad Naufal Fakhri; Siti Faikoh; Fatin Natasya; Aditya Dwi Prasetyo; Melyawati Melyawati; Muhammad Khosyi Rahman; Risma Nurmala; Wita Widiyawati; Yuanda Rochman; Yusril Azie; Yoga Rarasto Putra; Widi Hastomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34004

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama adalah rendahnya pemahaman anak terkait konsep menabung serta kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan penghijauan lingkungan PKM/Pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang keuangan melalui seni visual. Kegiatan dilaksanakan melalui metode partisipatif berupa sosialisasi, mural edukatif, senam komunitas, penghijauan, dan pendampingan kegiatan PAUD serta Posyandu. Mitra kegiatan mencakup kader Posyandu yaitu 5 orang, guru PAUD berjumlah 3 orang, dan tokoh masyarakat. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan softskill mahasiswa dengan presentase 85% dalam hal komunikasi dan kolabori, serta peningkatan pemahaman anak terhadap konsep menabung dan kebutuhan-keinginan dengan presentasi 60%. Kegiatan mural dan mading visual juga meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Program ini menunjukkan dampak sosial yang signifikan dan berkelanjutan.Abstract: The primary issue is children’s limited understanding of the concept of saving, along with the community’s insufficient concern for cleanliness and environmental greening. This Community Service Program (PKM) aims to educate the community about finance through visual arts. The activities were carried out using a participatory approach, including socialization, educational murals, community exercise, reforestation, and assistance in early childhood education (PAUD) and Posyandu activities. The program partners included five Posyandu cadres, three PAUD teachers, and community leaders. Evaluation was conducted through observation, interviews, and documentation. The results showed an 85% increase in students’ soft skills in terms of communication and collaboration, as well as a 50% improvement in children’s understanding of the concept of saving and distinguishing between needs and wants. Mural and visual board activities also raised community awareness of cleanliness and environmental sustainability. This program demonstrates a significant and sustainable social impact.
PELATIHAN SISTEM PEMANTAUAN ENERGI CERDAS BERBASIS TEKNOLOGI IoT DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Estananto Estananto; Khilda Afifah; Meldi Rendra; Suksmandhira Harimurti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32970

Abstract

Abstrak: Dalam rangka menjamin ketersediaan energi dan menjaga kelestarian lingkungan, penerapan energi bersih dan berkelanjutan (sustainable) adalah isu yang sangat penting. Manajemen penggunaan energi yang efisien harus diperkenalkan kepada generasi muda sedini mungkin. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai teknologi pemantauan energi pintar dan kesadaran mereka tentang efisiensi energi. Metode kegiatan yang digunakan adalah penjelasan teori dan praktik perakitan sistem berbasiskan teknologi IoT. Peserta kegiatan ini adalah siswa menengah kejuruan Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Karenanya, materi pelatihan ini sangat lah penting untuk mendukung bidang keahlian mereka dalam dunia kerja nantinya. Sistem evaluasi yang digunakan adalah survei dengan 11 pertanyaan dalam bentuk angket yang diisi oleh para peserta di akhir sesi pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 89% peserta menyatakan "setuju" atau "sangat setuju" bahwa mereka senang dan berminat untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi sistem pemantauan energi cerdas berbasiskan IoT. Dengan pelatihan ini, diharapkan tingkat kesadaran siswa menengah kejuruan mengenai efisiensi energi menggunakan sistem pemantauan energi pintar dapat meningkat sehingga mereka lebih siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 pada dunia kerja nantinya.Abstract: To ensure energy availability and maintain environmental sustainability, the implementation of clean and sustainable energy is a crucial issue. Efficient energy management must be introduced and educated to the younger generation at the earliest possible period. The objective of this activity is to enhance students' understanding of smart energy monitoring technology and their awareness of energy efficiency. The methods used in this activity are theoretical explanations and practical sessions on assembling IoT systems. The participants of this activity were students from the Electrical Power Installation Vocational Program. The evaluation system employed was a survey with 11 questions, which participants completed at the end of the training. Based on the evaluation results, approximately 89% of participants stated that they "agreed" or "strongly agreed" that they were pleased and interested in learning more about Smart Energy Monitoring System based on IoT technology. It is hoped that this training will increase the awareness of the students regarding energy efficiency using smart energy monitoring systems, thus better preparing them to face the Industrial Revolution 4.0.
PENINGKATAN AKSES LAYANAN KESEHATAN MELALUI OPTIMALISASI PERILAKU PENGGUNAAN MOBILE JKN PADA PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Putri Permatasari; Marina Ery Setiawati; Cahya Arbitera; Afir Amir Amrullah; Nayla Inez Rachmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34746

Abstract

Abstrak: Mobile JKN adalah inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dengan tujuan mempermudah pengguna mendapatkan layanan kesehatan. Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai tugas, seperti memeriksa status mereka, menemukan Rumah Sakit terdekat, dan bahkan melakukan deposit online. Pemberian edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi Kesehatan masyarakat dalam penggunaan aplikasi mobile JKN sehingga dapat mempermudah akses masyarakat ke fasilitas pelayanan Kesehatan, mengurangi antrean dan penumpukan pasien di rumah sakit, serta memberikan layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien menggunakan teknologi digital. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan pengabdian bermitra dengan Kelurahan Pangkalan Jati yang dihadiri oleh para kader Kesehatan sebanyak 60 orang pada kegiatan edukasi dan Focus Group Discussion (FGD) yang berlokasi di Posyandu Apel Pangkalan Jati. Evaluasi menggunakan kuesioner untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Sebelum penyuluhan, hanya 34% peserta mengetahui konsep “Penggunaan Aplikasi Mobile JKN”. Setelah edukasi, mayoritas peserta mampu menyebutkan cara melakukan pendaftaran melalui mobile JKN yaitu 92% peserta menyatakan lebih percaya diri untuk bertanya kepada fasilitator. Diskusi dan simulasi berhasil meningkatkan partisipasi aktif peserta dan akan mereka implementasikan selama berkomunikasi dengan fasilitator.Abstract: Mobile JKN is an innovation developed by BPJS Kesehatan with the aim of making it easier for users to access health services. This application allows users to perform various tasks, such as checking their status, finding the nearest hospital, and even making online deposits. This educational program aims to improve public health literacy in the use of the JKN mobile application so that it can facilitate public access to health care facilities, reduce queues and patient backlogs in hospitals, and provide faster, easier, and more efficient services using digital technology. The methods used included lectures and Focus Group Discussions (FGDs). The community service activity was conducted in partnership with the Pangkalan Jati Village Office and was attended by 60 health cadres at the educational activity and Focus Group Discussion (FGD) located at the Apel Pangkalan Jati Health Post. An evaluation was conducted using a questionnaire to measure changes in participants' knowledge and attitudes. Before the counseling session, only 34% of participants were familiar with the concept of “Using the JKN Mobile Application.” After the education session, the majority of participants were able to describe how to register through the JKN mobile app, with 92% of participants stating they felt more confident asking questions to the facilitator. The discussions and simulations successfully increased participants' active participation, which they will implement when communicating with the facilitator.
UJI ORGANOLEPTIK ES KRIM SAPI (SAGU DAN PISANG) SEBAGAI LANGKAH AWAL PENGEMBANGAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENCEGAHAN WASTING PADA BALITA Yeli Mardona; Jeni Oktavia Karundeng; Renny Endang Kafiar; Rosmitha Tanan; Muhammad Agrizal; Jenico Agricola Irri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33887

Abstract

Abstrak: Wasting merupakan masalah gizi akut yang ditandai dengan berat badan rendah menurut tinggi badan. Salah satu upaya pencegahannya adalah pengembangan makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai preferensi anak. Penelitian ini bertujuan menilai karakteristik organoleptik es krim berbahan sagu dan pisang (Es Krim SAPI) sebagai alternatif makanan tambahan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan eksperimen laboratorium. Uji organoleptik dilakukan pada 15 mahasiswa sebagai panelis semi-terlatih usia 18–25 tahun menggunakan skala hedonik 5 poin (1 = sangat tidak suka, 5 = sangat suka) terhadap parameter sensoris, meliputi rasa, aroma, tekstur, warna, penampilan, dan tingkat keterterimaan keseluruhan. Interpretasi skor dilakukan berdasarkan rata-rata penilaian panelis pada setiap parameter. Hasil menunjukkan seluruh parameter berada pada kategori “suka” hingga “sangat suka”, dengan skor tertinggi pada keterterimaan keseluruhan (4,60±0,51). Es Krim SAPI memiliki tingkat penerimaan tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai makanan tambahan bergizi lokal untuk pencegahan wasting.Abstract: Wasting is an acute malnutrition problem characterized by low weight-for-height. One preventive effort is the development of supplementary foods from local ingredients that fit children’s preferences. This study aimed to evaluate the organoleptic characteristics of ice cream made from sago and banana (SAPI Ice Cream) as an alternative supplementary food. A descriptive quantitative design with a laboratory experiment was employed. Organoleptic testing involved 15 undergraduate students as semi-trained panelists aged 18–25 years, using a 5-point hedonic scale (1 = strongly dislike, 5 = strongly like) to assess sensory parameters including taste, aroma, texture, color, appearance, and overall acceptability. Score interpretation was based on the mean value of each parameter. Results indicated that all parameters were within the “like” to “strongly like” category, with the highest score on overall acceptability (4.60±0.51). SAPI Ice Cream showed high acceptance and has potential to be developed as a nutritious local supplementary food for wasting prevention.
EDUKASI PANGAN JAJAN ANAK SEKOLAH (PJAS) SD PLUS AL-ASHRI MAKASSAR Nangsih Sulastri Slamet; Hasni Hasni; Suriadi Suriadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33399

Abstract

Abstrak: Keamanaan pangan jajanan anak sekolah(PJAS) menjadi perhatian penting karena dikonsumsi sekitar 98,9% anak setiap harinya dan menyumbang hingga 50% kebutuhan energi serta protein tubuh. Kasus keracunan Indonesia yang paling sering dilaporkan tahun 2004-2014 adalah keracunan akibat pangan jajanan dan pangan olahan. Data BPOM 2023, dari 9.262 sampel uji terdapat 102 sampel mengandung 0,53% formalin, 0,39% Rhodamin B dan 0,28% boraks. Konsumsi PJAS yang tidak aman secara terus-menerus memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Tujuan untuk mengedukasi siswa dan guru SD Plus Al-Ashri tentang pentingnya jajanan sehat dan bergizi serta bahaya zat adiktif yang terkandung dalam jajanan. Metode yaitu penyuluhan dan permainan edukasi menggunakan kuartet PJAS. Jumlah peserta sebanyak 25 orang, terdiri dari 23 siswa kelas VI dan 2 orang guru. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest, indikator keberhasilan yaitu peserta memperoleh posttest nilai diatas 70 sebanyak 70% dengan rata-rata peningkatan 25%. Hasil yaitu peningkatan persentase jumlah nilai diatas 70 dari 44 % menjadi 100% saat post test dengan rata-rata peningkatan 40,08%.Abstract: The safety of school snacks is a crucial concern because they are consumed by approximately 98.9% of children daily and contribute up to 50% of the body's energy and protein needs. The most frequently reported cases of poisoning in Indonesia from 2004 to 2014 were those caused by snacks and processed foods. According to BPOM data from 2023, of 9,262 test samples, 102 contained 0.53% formalin, 0.39% Rhodamine B, and 0.28% borax. Continuous consumption of unsafe snacks has negative health impacts. The aim was to educate students and teachers at Al-Ashri Plus Elementary School about the importance of healthy and nutritious snacks and the dangers of addictive substances contained in them. The method used was counseling and educational games with the PJAS Quartet. The number of participants was 25; it consisted of 23 sixth-grade students and 2 teachers. The evaluation was conducted using a pretest and posttest. The success indicator was that 70% of participants obtained a posttest score above 70, with an average increase of 25%. The results showed an increase in the percentage of scores above 70 from 44% to 100% during the posttest, with an average increase of 40.08%.