cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KESEHATAN MENTAL MELALUI PENYULUHAN Mutiarawati Mutiarawati; Adevia Maulidya Chikmah; Reny Eka Saputri; Novia Ludha Arisanti; Naela Latifah; Ghaetsa Zahira Shofa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34620

Abstract

Abstrak: Sebanyak 17% penduduk Indonesia merupakan remaja 10-19 tahun, dan 80% diantaranya aktif menggunakan media sosial. Studi kepada siswa di Sekolah Menengah Atas 80% siswa menggunakan media sosial dan lebih dari 5 jam perhari. Meskipun bermanfaat sebagai sumber informasi, komunikasi, dan hiburan, namun berpotensi menimbulkan gangguan belajar dan masalah psikologis akibat kecanduan. WHO mencatat bahwa 20% anak dan remaja di dunia mengalami masalah kesehatan mental, terutama usia 15–29 tahun. Salah satu upaya pencegahan dampak negatif media sosial adalah dengan mengadakan kegiatan penyuluhan. Penyuluhan bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai dampak negatif penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental. Kegiatan ini melibatkan 50 siswa dengan metode ceramah dan diskusi. Metode evaluasi menggunakan pretes dan postes. Hasilnya menunjukkan terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 66,6% (pretes) menjadi 93,0% (postes). Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan sangat efektif meningkatkan pengetahun remaja tentang dampak negatif media sosial dan cara pencegahannya. Kegiatan ini juga mendorong remaja lebih bijak dan sehat dalam bermedia sosial.Abstract: As many as 17% of Indonesia's population are teenagers aged 10-19, and 80% of them actively use social media. Learning from high school students shows that 80% of students use social media, spending more than 5 hours per day. Although useful as a source of information, communication, and entertainment, it has the potential to cause learning disorders and psychological problems due to addiction. The WHO notes that 20% of children and adolescents worldwide experience mental health problems, especially those aged 15-29. One effort to prevent the negative impacts of social media is through counseling activities. The counseling aims to increase adolescents' understanding of the negative impacts of social media use on mental health. This activity involved 50 students using lecture and discussion methods. The evaluation method used a pretest and posttest. The results showed an increase in the average score from 66.6% (pretest) to 93.0% (posttest). These findings prove that counseling is very effective in increasing adolescents' knowledge about the negative impacts of social media and how to prevent them. This activity also encourages adolescents to be wiser and healthier in using social media.
PENGUATAN EDUKASI DAN LITERASI HUKUM ISLAM PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL BAGI SANTRI DI PESANTREN Kurnia Muhajarah; Titik Rahmawati; Nahnu Robid Jiwandono; Rina Suci Cahyawati; Galih Putri Milan Nesty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33749

Abstract

Abstrak: Masalah kekerasan seksual di pondok pesantren menjadi sorotan karena bertentangan dengan nilai-nilai luhur pendidikan Islam. Program ini bertujuan menyosialisasikan pemahaman hukum dan literasi pencegahan serta keterampilan komunikasi preventif dan keberanian melapor kekerasan seksual kepada 33 santri Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien Randublatung, Blora. Metode yang digunakan mencakup ceramah, diskusi partisipatif, dan simulasi kasus melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui Pre-Test dan Post-Test, menunjukkan peningkatan signifikan: 90% peserta memperoleh skor di atas 80 pada post-test, dibanding 35% pada pre-test. Dampak lain berupa terbentuknya satgas internal, komitmen pengasuh dalam pengawasan, dan pemasangan CCTV. Program ini efektif meningkatkan literasi, keterampilan komunikasi preventif, dan kesadaran hukum santri, serta menjadi model edukasi berbasis nilai Islam di lingkungan pesantren.Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools has become a serious concern as it contradicts the core values of safe and ethical Islamic education. This program aimed to promote legal awareness, prevention literacy, preventive communication skills, and the courage to report sexual violence among 33 students of Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien, Randublatung, Blora. The methods involved lectures, participatory discussions, and case simulations carried out in three stages: preparation, implementation, and evaluation. Evaluation using pre-test and post-test showed significant improvement: 90% of participants scored above 80 in the post-test, compared to only 35% in the pre-test. The program also led to the formation of an internal task force, strengthened the commitment of pesantren leaders to prevention efforts, and resulted in the installation of CCTV for safety monitoring. This program effectively enhanced students’ literacy, preventive communication skills, and legal awareness, serving as a preventive education model rooted in Islamic values for the pesantren environment.
PENGUATAN PROGRAM UKS TERPADU SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN KESEHATAN DAN LITERASI KEUANGAN PESERTA DIDIK Badriani Badawi; Santi Santi; Andi Hafidah; Andi Indrawati; Mirna Jusri; Abdul Rais Abubakar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34773

Abstract

Abstrak: Program UKS berperan penting dalam mendukung pendidikan melalui peningkatan kesehatan warga sekolah lewat layanan kesehatan dasar, edukasi PHBS, penerapan CTPS, menjaga kebersihan, dan pembiasaan pola makan sehat. Selain itu, UKS menjadi wadah kolaborasi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat. Hasil kunjungan ke sekolah mitra menunjukkan masih adanya kendala seperti kurangnya pengetahuan siswa, keterbatasan fasilitas CTPS, dan rendahnya literasi keuangan. Untuk itu, dilakukan sosialisasi dan pendampingan Program UKS Terpadu guna memperbaiki fasilitas serta mengoptimalkan penerapan PHBS di sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang PHBS, keterampilan CTPS, dan literasi keuangan peserta didik. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi, pelatihan literasi keuangan, penataan fasilitas UKS, serta praktik langsung CTPS. Evaluasi dilakukan terhadap 40 peserta didik melalui pre-test dan post-test dengan 15 pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra secara signifikan, dari 46,25% menjadi 96,75% pada aspek UKS Terpadu, dan dari 52,25% menjadi 88,25% pada aspek literasi keuangan. Dengan capaian di atas 85%, dapat disimpulkan bahwa intervensi ini efektif dalam meningkatkan penerapan PHBS, keterampilan CTPS, dan kemampuan pengelolaan keuangan sederhana. Penataan ruang UKS juga telah terlaksana meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan.Abstract: The UKS program plays a vital role in supporting education by improving the health of school residents through basic health services, PHBS education, CTPS implementation, maintaining cleanliness, and promoting healthy eating habits. Furthermore, the UKS serves as a collaborative platform between schools, health workers, parents, and the community to create a safe and healthy learning environment. Visits to partner schools revealed persistent challenges, including a lack of student knowledge, limited CTPS facilities, and low financial literacy. Therefore, the Integrated UKS Program socialization and mentoring were conducted to improve facilities and optimize PHBS implementation in schools. This activity aimed to increase students' understanding of PHBS, CTPS skills, and financial literacy. Implementation methods included socialization, education, financial literacy training, UKS facility arrangement, and direct CTPS practice. Evaluations were conducted on 40 students through pre- and post-tests with 15 questions. The evaluation results showed a significant increase in partner knowledge, from 46.25% to 96.75% in the Integrated UKS aspect, and from 52.25% to 88.25% in the financial literacy aspect. With a performance above 85%, it can be concluded that this intervention was effective in improving the implementation of PHBS, CTPS (Handwashing Handwashing) skills, and simple financial management skills. The UKS (School Health Unit) layout has also been implemented, although it does not yet fully meet established standards.
PEMBERDAYAAN PEMBUATAN RUMAH PRODUKSI SILOTUANG BERBASIS VIRTUAL STUDIO TECHNOLOGY DI BENGKAYANG Zakarias Aria Widyatama Putra; Mega Cantik Putri Aditya; Muhammad Romadoni; Finsen Finsen; Trisnawati Trisnawati; Jagad Aditya Dewantara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35192

Abstract

Abstrak: Sanggar Gawia Sowa’ merupakan sanggar yang bergerak di bidang seni pertunjukan tradisional khususnya Silotuang. Permasalahan pihak mitra adalah pada aspek manajemen yakni belum memahami tata kelola rumah produksi Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dan aspek sosial kemasyarakatan yakni belum memahami manajemen kelompok seni yang mandiri, efektif dan efisien. Oleh karena itu, pihak tim menawarkan solusi dengan materi rumah produksi alat musik tradisoinal Silotuang berbasis Virtual Studio Technology. Tujuannya adalah melakukan pemberdayaan langsung kepada pihak sanggar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat rumah produksi Silotuang secara mandiri, efektif, dan berbasis teknologi. Metode yang digunakan berupa sosialisasi, pelatihan dan penerapan teknologi. Peserta dari anggota sanggar adalah 10 orang dengan evaluasi berupa pengisian post dan pre test, pembuatan iringan musik dan pembuatan Silotuang. Hasilnya adalah 10 peserta sanggar mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan secara langsung yakni memahami pembuatan rumah produski Silotuang berbasis Virtual Studio Technology dibuktikan dengan peningkatan nilai keterpahaman dari 80 ke 90, 5 iringan musik Silotuang, dan 3 alat musik Silotuang.Abstract: Sanggar Gawia Sowa' is an art studio engaged in traditional performing arts, particularly Silotuang. The partner's problems lie in the areas of management, namely a lack of understanding of Silotuang production house management based on Virtual Studio Technology, and social aspects, namely a lack of understanding of independent, effective, and efficient arts group management. Therefore, the team offers a solution in the form of a Silotuang traditional musical instrument production house based on Virtual Studio Technology. The aim is to directly empower the studio in improving their knowledge and skills to create a Silotuang production house independently, effectively, and based on technology. The methods used are socialization, training, and technology application. There were 10 participants from the studio, and the evaluation consisted of pre- and post-tests, the creation of musical accompaniments, and the creation of Silotuang instruments. The results showed that the 10 studio participants experienced a direct increase in knowledge and skills, namely an understanding of how to create a Silotuang production house based on Virtual Studio Technology, as evidenced by an increase in comprehension scores from 80 to 90, 5 Silotuang musical accompaniments, and 3 Silotuang musical instruments.
PELATIHAN KOMUNIKASI SISWA DUTA ANTI KEKERASAN DALAM MENCEGAH KEKERASAN DI SEKOLAH DASAR BANJARBARU Risa Dwi Ayuni; Muzahid Akbar Hayat; Lieta Dwi Novianti; Rizki Apriliyanti; Siti Jalilatul Karimah; Syahjehan Rahmaningsih; M. Rezky Hestiaffin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33854

Abstract

Abstrak: Kekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian berbagai pihak, termasuk melalui pendekatan komunikasi edukatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan dampak pelatihan komunikasi bagi siswa yang ditunjuk sebagai Duta Anti Kekerasan di Sekolah Dasar Banjarbaru sehingga dapat meminimalkan atau mencegah kekerasan di Sekolah Dasar Banjarbaru. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi secara langsung kepada siswa di Sekolah Dasar Banjarbaru. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan komunikasi interpersonal, komunikasi persuasif, serta keterampilan menyampaikan pesan anti kekerasan secara efektif di lingkungan sekolah. Materi sosialisasi disampaikan melalui pendekatan partisipatif yang meliputi pelatihan komunikasi, diskusi kelompok, simulasi peran, dan pembahasan studi kasus yang relevan dengan pengalaman nyata siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung di area terbuka sekolah dasar di Banjarbaru, melibatkan puluhan siswa kelas IV, V, dan VI yang telah dipilih menjadi Duta Kekerasan oleh pihak sekolah. Hasil Evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa, memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan, serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang lebih aman dan suportif. Kesimpulannya, pelatihan komunikasi berperan penting dalam memberdayakan siswa sebagai pelopor pencegahan kekerasan di tingkat sekolah dasar.Abstract: Violence in schools remains a serious issue that requires attention from various parties, including through an educational communication approach. This study aims to describe the implementation and impact of communication training for students appointed as Anti-Violence Ambassadors at Banjarbaru Elementary Schools, thereby minimizing or preventing violence in Banjarbaru Elementary Schools. This activity was carried out through direct outreach to students at Banjarbaru Elementary Schools. The training focused on improving interpersonal communication skills, persuasive communication skills, and skills in effectively conveying anti-violence messages in the school environment. The outreach material was delivered through a participatory approach that included communication training, group discussions, role-playing simulations, and case studies relevant to students' real-life experiences in the school environment. This activity took place in an open area of an elementary school in Banjarbaru, involving dozens of fourth, fifth, and sixth-grade students who had been selected as Violence Ambassadors by the school. Evaluation results showed that this training was able to increase students' self-confidence, strengthen their role as agents of change, and encourage the creation of a safer and more supportive school culture. In conclusion, communication training plays a crucial role in empowering students as pioneers in preventing violence in elementary schools.
INTENSIFIKASI BUDIDAYA SELADA HIDROPONIK SKALA MIKRO MELALUI PENERAPAN SISTEM PEREMAJAAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN Distiana Wulanjari; Muhammad Ghufron Rosyady; Oria Alit Farisi; Muhammad Burhanuddin Irsyadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33744

Abstract

Abstrak: Keterbatasan lahan menjadi salah satu penghambat terbesar petani dalam usaha budidaya selada hidroponik. Jumlah lubang tanam membatasi produktivitas tanaman. Intensifikasi lubang tanam pada usaha budidaya selada hidroponik dapat diupayakan dengan menerapkan sistem peremajaan. Pengabdian ini bertujuan membantu petani hidroponik menerapkan intensifikasi lahan agar meningkatkan produktivitasnya, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode demonstrasi dan dilanjutkan dengan pendampingan penerapan pada lokasi usaha mitra. Evaluasi dilakukan 3 bulan setelah pendampingan dengan cara observasi/menghitung langsung produksi selada dan pendapatan petani di setiap bulannya. Kegiatan ini melibatkan dua mitra yang merupakan petani muda dengan pengalaman kurang dari 5 tahun, yaitu Hidayah Farm Agro dan Satriya Agro di Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 73% peserta paham dalam menerapkan sistem peremajaan. 53% peserta juga memahami pentingnya penggunaan benih unggul. Penerapan sistem peremajaan dapat mengoptimalkan meja produksi hingga 50% dan meningkatkan produksi 48,25 – 50,14%. Rerata produktivitas selada hidroponik per bulan juga meningkat seiring dengan persentase peningkatan lubang tanam dan diikuti dengan peningkatan penghasilan petani.Abstract: Land limitations are one of the biggest obstacles for farmers in hydroponic lettuce cultivation. The number of planting holes limits crop productivity. Intensification of planting holes in hydroponic lettuce cultivation can be achieved by implementing a rejuvenation system. This community service program aims to help hydroponic farmers intensify their land use to increase productivity, thereby increasing farmers' income. The service activity was carried out using the demonstration method and followed by assistance in implementation at the partner's business location. The evaluation was conducted 3 months after the assistance by observing/calculating the lettuce production and farmers' income each month. This activity involved two partners who are young farmers with less than 5 years of experience, namely Hidayah Farm Agro and Satriya Agro in Tegalsari Village, Ambulu District, Jember Regency. A total of 15 people participated in this activity. The results of the activity showed that 73% of participants understood how to implement the rejuvenation system. 53% of participants also understood the importance of using superior seeds. The implementation of the renewal system can optimize production by up to 50% and increase production by 48.25–50.14%. The average monthly productivity of hydroponic lettuce also increased in line with the percentage increase in planting holes, followed by an increase in farmers' income.
PEMBERDAYAAN INDUSTRI KAYU MELALUI INOVASI PRODUK LIMBAH DAN PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR Dani Arifudin; Ali Nur Ikhsan; Indrawan Firdauzi; Ayat Akras Robbani; Alfina Nur Aeni; Samsul Dwi Cahyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34862

Abstract

Abstrak: Industri kayu “Hikmah Padi” menghasilkan limbah potongan dan serbuk kayu yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin kayu melalui peningkatan hard skill dalam pengolahan limbah kayu menjadi produk bernilai guna serta soft skill dalam manajemen usaha dan pemasaran digital berbasis prinsip ekonomi sirkular. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, diskusi dengan mitra, pelatihan teknis, proses produksi, dan pendampingan dalam pengembangan branding. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi dengan skala Likert untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran. Mitra kegiatan terdiri atas 15 pengrajin kayu yang tergabung dalam industri lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan rata-rata sebesar 39%, dengan peningkatan tertinggi pada aspek branding dan pemasaran digital sebesar 45%. Program ini menghasilkan identitas produk “KAYURUPA”, memperluas promosi melalui platform digital, serta memperkuat daya saing dan keberlanjutan ekonomi masyarakat desa.Abstract: The “Hikmah Padi” wood industry generates wood waste in the form of scraps and sawdust that has not been optimally utilized and potentially pollutes the surrounding environment. This community service program aims to empower artisans by improving their hard skills in processing wood waste into value-added products and soft skills in business management and digital marketing based on the principles of the circular economy. The implementation methods include field observation, partner discussions, technical training, production processes, and branding assistance. Evaluation was conducted using questionnaires and observation sheets with a Likert scale to compare pre- and post-training conditions in production, management, and marketing aspects. The partner group consists of 15 local wood artisans. The results show an average skill improvement of 39%, with the highest increase of 45% in branding and digital marketing. The program produced the “KAYURUPA” product identity, expanded promotion through digital platforms, and strengthened local competitiveness and community economic sustainability.
INOVASI GLAMPING DAN CULINARY TOURISM SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN EKONOMI DESA PADA WISATA MANGROVE KEDATIM Nur Qoudry Wijaya; Ach. Desmantri Rahmanto; Aprilya Dwi Yandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35440

Abstract

Abstrak: Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi ekowisata mangrove yang strategis untuk dikembangkan sebagai sumber ekonomi alternatif berbasis keberlanjutan. Namun, pengelolaan yang belum terstruktur, keterampilan masyarakat yang terbatas, serta minimnya strategi pemasaran menjadi permasalahan utama yang dihadapi oleh BUMDes Pasopati selaku pengelola Wisata Mangrove Kedatim. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian desa melalui pengembangan Culinary Tourism berbasis kuliner tradisional dan inovasi Glamping (glamorous camping) sebagai daya tarik wisata baru. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan pelatihan, pendampingan manajemen, penyusunan SOP, penguatan kapasitas SDM hospitality, digital marketing, serta perancangan paket wisata terpadu. Target kegiatan difokuskan pada mitra sasaran Bumdes Pasopati yakni peningkatan kompetensi masyarakat, kemandirian BUMDes, serta pertumbuhan kunjungan wisatawan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi lokal. Hasil kegiatan yang dilakukan melalui observasi menunjukkan adanya perubahan signifikan, antara lain: tersusunnya SOP dan modul pengelolaan wisata dengan peningkatan 70%, penignkatan keterampilan SDM hospitality menjadi 40% serta terbentuknya komunitas ekowisata, penguatan pemasaran digital dengan produksi konten ±3 per minggu yang meningkatkan jangkauan promosi hingga 100%, serta bertambahnya jumlah wisatawan mengalami kenaikan 80%. Program ini membuktikan bahwa integrasi ekowisata mangrove dengan Culinary Tourism dan Glamping tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.Abstract: Kebundadap Timur Village, located in Saronggi District, Sumenep Regency, possesses strategic mangrove ecotourism potential that can be developed as an alternative, sustainability-based economic source. However, the lack of structured management, limited community skills, and minimal marketing strategies remain the main challenges faced by BUMDes Pasopati, the managing body of Kedatim Mangrove Tourism. This community service program aims to enhance the village’s economy through the development of Culinary Tourism based on traditional cuisine and the innovation of Glamping (glamorous camping) as a new tourism attraction. The implementation method employs a participatory approach involving training, management assistance, preparation of Standard Operating Procedures (SOPs), capacity building in hospitality human resources, digital marketing, and the design of an integrated tourism package. The program’s targets focus on BUMDes Pasopati as the main partner, aiming to improve community competence, strengthen BUMDes independence, and increase tourist visits that positively impact local economic welfare. Observational results show significant changes, including: the development of tourism management SOPs and modules with a 70% improvement, an increase of 40% in hospitality skills, the establishment of an ecotourism community, enhanced digital marketing with an average of three content productions per week that expanded promotional reach by 100%, and an 80% rise in tourist visits. This program demonstrates that integrating mangrove ecotourism with Culinary Tourism and Glamping not only provides economic benefits but also promotes environmental conservation and sustainable community empowerment.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK KERBAU MELALUI INOVASI PAKAN FERMENTASI Koko Hermanto; Yuliadi Yuliadi; Luluh Anggriani; Imam Munandar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34701

Abstract

Abstrak: Saat ini jumlah populasi ternak kerbau di Kabupaten Sumbawa terus menurun secara signifikan, sehingga salah satu akibatnya adalah menurunnya pendapatan peternak. Selain itu, kelangkaan kerbau dapat mengancam keberadaan budaya ‘Barapan Kebo’ yang merupakan tradisi unik dan ikonik kabupaten Sumbawa. Salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah kelangkaan pakan yang tersedia pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan membuat pakan silase dengan bahan baku utama adalah lamtoro dan gamal kepada kelompok ternak Liang Bukal desa Batu Tering yang terdiri dari 27 anggota. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program pembuatan pakan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) pada kegiatan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan silase. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi pre-test-post-test dengan menggunakan metode uji tanda, evaluasi tingkat efektivitas kegiatan pelatihan, serta dilakukan evaluasi kualitas pakan yang dihasilkan dengan memperhatikan tingkat jamur, PH, bau, bentuk dan warna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Tingkat efektivitas pelatihan sebesar 79%, dengan demikian kegiatan pelatihan tersebut terbukti efektif. Sehingga program pelatihan ini sangat sesuai dan dibutuhkan kelompok ternak. Selain itu, hasil pakan ternak silase yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik sekali.Abstract: Currently, the buffalo population in Sumbawa Regency continues to decline significantly, resulting in a decline in the income of livestock farmers. Furthermore, the scarcity of buffalo can threaten the existence of the 'Barapan Kebo' culture, a unique and iconic tradition of Sumbawa Regency. One of the causes of this problem is the scarcity of available feed during the dry season. Therefore, training was conducted on making silage feed using the main raw materials of lamtoro and gamal for the Liang Bukal livestock group of Batu Tering village, consisting of 27 members. The purpose of this activity was to enhance the knowledge, skills, and attitudes of participants regarding the sustainability of the feed production program. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA) in extension activities and direct practice of silage production. The evaluation employed a pre-test-post-test design using the sign test method, assessing the level of effectiveness of training activities, and evaluating the quality of the resulting feed by observing the levels of mould, pH, odour, shape, and colour. The evaluation results showed that the participants' knowledge and attitudes regarding the sustainability of the program increased significantly after participating in the training activities. The training effectiveness rate was 79%, demonstrating its effectiveness. This program is highly suitable and necessary for livestock groups. Furthermore, the resulting silage feed yields were considered excellent.
PENERAPAN TEKNOLOGI BIOFILTER UNTUK PENINGKATAN KUALITAS AIR DAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN NILA Santika Sari; Henry Binsar Hamonangan Sitorus; Gibran Fahsyarezi; Muhammad Saputra Ardiansyah; Muhammad Ramzy Firdaus; Radithya Indrianto Putra; Bagus Muhammad Rizki Fadillah; Sakti Putra Ramadhani; Tubagus Fadhil Athala Alauddin; Chelsea Regita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35520

Abstract

Abstrak: Ketersediaan air berkualitas menjadi tantangan utama dalam budidaya ikan nila di wilayah pesisir dan berdampak pada rendahnya produktivitas masyarakat pembudidaya. Program SCOTER dilaksanakan untuk mengatasi kendala tersebut melalui penerapan teknologi biofilter yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. Kegiatan melibatkan 15 pembudidaya ikan dengan dukungan delapan mahasiswa dan dua dosen melalui tahapan survei kondisi kolam, perancangan sistem filtrasi lima tingkat, perakitan biofilter secara partisipatif, serta sosialisasi penggunaan dan perawatan alat. Evaluasi dilakukan melalui screening kejernihan terhadap 15 sampel air kolam sebelum dan sesudah pemasangan biofilter, serta wawancara lanjutan satu bulan setelah implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten pada kejernihan air, penurunan endapan organik, stabilitas kondisi fisik kolam, serta perilaku ikan yang lebih aktif dan responsif terhadap pakan. Program ini juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam merakit, mengoperasikan, dan memelihara biofilter secara mandiri. Temuan tersebut menegaskan bahwa penerapan biofilter memberikan solusi teknis yang efektif sekaligus mendukung keberlanjutan budidaya ikan nila di wilayah pesisir.Abstract: The availability of quality water remains a major challenge in coastal tilapia farming, affecting the productivity and livelihoods of local fish farmers. The SCOTER program was implemented to address this issue through the application of a biofilter technology tailored to the community’s needs. The program involved 15 fish farmers supported by eight students and two lecturers through several stages, including pond-condition surveys, the design of a five-level filtration system, participatory biofilter assembly, and training on equipment operation and maintenance. Evaluation was conducted through clarity screening of 15 pond-water samples before and after biofilter installation, followed by interviews one month after implementation. The results showed consistent improvements in water clarity, reduced organic sediment, stabilized pond conditions, and more active and responsive fish behavior. The program also strengthened the community’s capacity to assemble, operate, and maintain the biofilter independently. These findings confirm that the biofilter provides an effective technical solution while supporting the sustainability of tilapia aquaculture in coastal areas.