cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
OPTIMALISASI EKONOMI KREATIF BERBASIS PENGOLAHAN MINYAK KEMIRI UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK PKK EMBURIA Maria Endang Jamu; Konfridus Roynaldus Buku; Donatus Rendo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35472

Abstract

Abstrak: Desa Emburia yang terletak di kecamatan Ende adalah salah satu desa yang memiliki potensi unggul dalam pertanian yaitu kakao, kelapa dan kemiri, dan hampir 95% masyarakat desa Emburia merupakan petani dan sebagian besar memiliki kebun kemiri, akan tetapi potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Maka dari itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjadi langkah awal dengan tujuan untuk membantu masyarakat Desa Emburia khususnya kelompok PKK Desa Emburia dalam mengelola potensi alam tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang berdampak pada pendapatan masyarakat tersebut dan kemandirian pada kelompok tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai tanggal 26 Juli 2025 di Desa Emburia dengan pesertanya adalah ibu-ibu PKK Desa Emburia yang berjumlah 22 orang. adapun rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat diantaranya adalah sosialisasi program, sosialisasi ekonomi kreatif, pelatihan pemasaran (pembuatan merek dan packaging serta memasarkan produk melalui marketplace online), pelatihan pembuatan minyak kemiri, pelatihan hasil limbah produksi, serta evaluasi dan pendampingan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada kelompok PKK. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan memperoleh manfaat berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan praktis sebesar 100% serta adanya pengalaman baru dan motivasi untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.Abstract: Emburia Village, located in Ende District, is one of the villages with excellent potential in agriculture, namely cocoa, coconut, and candlenut. Nearly 95% of the Emburia Village community are farmers, and most of them have candlenut plantations. However, this potential has not been fully utilized by the community. Therefore, community service activities are the first step with the aim of helping the people of Emburia Village, especially the Emburia Village PKK group, in managing this natural potential to obtain additional income that will have an impact on the community's income and the independence of the group. This community service activity began on July 26, 2025, in Emburia Village with 22 participants, namely the women of the Emburia Village PKK. The series of community service activities included program socialization, creative economy socialization, marketing training (branding and packaging, as well as marketing products through online marketplaces), candlenut oil production training, production waste management training, and evaluation and assistance conducted through observation and interviews with the PKK group. The results of this activity showed that the participants were highly enthusiastic and gained benefits in the form of increased knowledge, practical skills by 100%, as well as new experiences and motivation to improve the economic income of the community.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN MELALUI PENGOLAHAN TULANG IKAN MENJADI PRODUK BERNILAI TINGGI Ayu Kalista; Hadi Jauhari; Mulyadi Mulyadi; Restu Saputra; Muhammad Tegar Fernanda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34576

Abstract

Abstrak: Limbah tulang ikan dari industri pengolahan masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM, termasuk UMKM CEK AaT di Seberang Ulu I, Palembang, yang membuang sekitar 5-10 kg per hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah tersebut menjadi tepung bernilai ekonomis melalui penerapan teknologi sederhana berupa mesin penggiling dan pengering, sekaligus meningkatkan keterampilan mitra. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: pra-kegiatan, pelaksanaan (sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktik), serta evaluasi. Sebanyak 10 orang anggota UMKM dilibatkan aktif dalam kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan keterampilan. Hasil menunjukkan kemampuan mitra dalam mengolah tulang ikan meningkat signifikan, dari 30% sebelum kegiatan menjadi 80% setelahnya. Selain itu, sebagian besar peserta telah mampu melakukan proses produksi secara mandiri sesuai standar, sehingga peluang peningkatan nilai tambah ekonomi produk olahan limbah ikan semakin terbuka.Abstract: Fish bone waste from the processing industry is still not optimally utilized by MSMEs, including the CEK AaT MSME in Seberang Ulu I, Palembang, which discards around 5-10 kg per day. This community service activity aims to optimize the utilization of this waste into economically valuable flour through the application of simple technology in the form of a grinding and drying machine, while simultaneously improving the skills of partners. The program was implemented in three stages: pre-activity, implementation (socialization, counseling, workshops, and practice), and evaluation. A total of 10 MSME members were actively involved in the activity. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure skill improvements. The results showed that the partners' ability to process fish bones increased significantly, from 30% before the activity to 80% after. In addition, most participants were able to carry out the production process independently according to standards, thus opening up opportunities to increase the economic added value of processed fish waste products. 
PEMANFAATAN APLIKASI ARGUMEN MATEMATIS SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN GURU Lia Budi Tristanti; Syarifatul Maf`ulah; Rohmatul Umami; Citra Dewi Irdayanti; Novita Nur Fitriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34232

Abstract

Abstrak: Tantangan utama dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya partisipasi verbal dan keterampilan argumentasi siswa, yang berdampak pada lemahnya kemampuan berpikir kritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memanfaatkan Aplikasi Argumen Matematis sebagai solusi untuk meningkatkan kemampuan argumentasi dan manajemen pembelajaran guru. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan PRA dan OPP melalui sosialisasi, pelatihan guru (60 orang anggota MGMP Matematika SMA Jombang), pelatihan siswa (34 siswa SMAN 1 Jombang), serta penerapan aplikasi di kelas. Evaluasi dilakukan melalui tes pemahaman guru dan observasi pembelajaran. Hasil tes menunjukkan rata-rata nilai pemahaman guru sebesar 76,38% (kategori Baik). Observasi menunjukkan rata-rata integrasi teknologi 82% (Sangat Baik), interaksi dan keterlibatan siswa 76% (Baik), serta hasil pembelajaran 80% (Sangat Baik). Rata-rata keseluruhan observasi 79,3% (Baik). Dengan demikian, penerapan aplikasi terbukti efektif meningkatkan keterampilan argumentasi matematis siswa dan kualitas manajemen pembelajaran guru.Abstract: The main challenge in mathematics learning lies in students’ low verbal participation and weak argumentative skills, which affect their critical thinking ability. This Community Service Program (PkM) aimed to utilize the Mathematical Argument Application as a solution to enhance students’ argumentation skills and teachers’ classroom management. The method combined PRA and OPP approaches through socialization, teacher training (60 mathematics teachers of MGMP Jombang), student training (34 students of SMAN 1 Jombang), and classroom implementation. Evaluation was conducted using teachers’ comprehension tests and classroom observation. Results showed the average teacher comprehension score was 76.38% (Good category). Observation indicated an average score of 82% for technology integration (Very Good), 76% for student interaction and participation (Good), and 80% for learning outcomes (Very Good), with an overall mean of 79.3% (Good). Therefore, the application proved effective in improving students’ mathematical argumentation skills and enhancing teachers’ learning management quality.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI GREEN LEAF MENUJU SUSTAINABLE COMPETITIVE ADVANTAGE Mayroza Wiska; Wiwik Okta Susilawati; Muhammad Pondrinal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32852

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada KWT Green Leaf di Padang Bintungan 3 yang merupakan kelompok ekonomi produkstif memiliki peran yang strategis dalam mengembangkan ekonomi lokal dan nasional. Meskipun memiliki potensi yang besar, KWT Green Leaf memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi, teknologi serta manajerial. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Green Leaf di Padang Bintungan 3 melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran produk pertanian seperti menghasilkan produk lokal dendeng pucu ubi yang memiliki sumber bahan baku yang melimpah oleh mitra sehingga menhasilkan produk yang bernilai ekonomi. Metode kegiatan yang digunkan dengan pendekatan partisipatif, ceramah dan praktik pembuatan produk dendeng pucuk ubi. Kegiatan pengabdian ini di ikuti oleh seluruh anggota kelompok yang berjumlah 30 orang dengan menunjukkan hasil 68% peserta memahami dan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pemasaran online, manajerial dan produksi. Meskipun 32% anggota peserta masih mengalami kesulitan, namun pemahaman yang lebih baik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anggota KWT dalam mengelola usaha secara profesional dan berorientasi pasar, serta terbentuknya strategi keberlanjutan berbasis keunggulan kompetitif.Abstract: Community service activities carried out by KWT Green Leaf in Padang Bintungan 3, a productive economic group, have a strategic role in developing the local and national economy. Despite its great potential, KWT Green Leaf has limitations in accessing information, technology, and managerial skills. This Community Partnership Program (PKM) aims to empower the Green Leaf Women Farmers Group (KWT) in Padang Bintungan 3 through strengthening production capacity, business management, and marketing of agricultural products such as producing local sweet potato jerky products that have abundant raw materials sources by partners, resulting in products with economic value. The activity method used is a participatory approach, lectures, and practice in making sweet potato jerky products. This community service activity was attended by all 30 group members, showing results of 68% of participants understanding and an increase in participant knowledge regarding online marketing, managerial, and production. Although 32% of participant members still experience difficulties, their understanding is better. The results of the activity show an increase in the ability of KWT members to manage their businesses professionally and market-oriented, as well as the formation of a sustainability strategy based on competitive advantages.
PEMBERDAYAAN DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DENGAN PENERAPAN PRETREATMENT UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK Afrianti S. Lamuru; Mahirullah Mahirullah; Budi Santoso
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34987

Abstract

Abstrak: Depot Air Isi Ulang (DAMIU) “I- Three” selaku mitra berkawasan di Kecamatan Moncongloe, Maros Sulawesi Selatan mengalami masalah perubahan kualitas produk air minum isi ulang saat musim hujan. Daerah tersebut tergolong daerah rawa yang memiliki kesadahaan,kekeruhan tinggi dan pH asam yang berdampak pada penurunan volume penjualan dan alat filter membran mudah kotor. Tujuan Kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan hard skill dan soft skill mitra depot air isi ulang dalam meningkatkan kualitas produknya melalui pendampingan pemasangan alat pretreatment dan pelatihan analisis kualitas air menggunakan alat portable pH, Total Zata padat Terlarut (TDS), kadar besi dan bakteri E-Coli serta membuat papan iklan. Metode penyelesaian masalahan tersebut terdiri dari diskusi, pemasangan peralatan pretreatment dan pengujiannya dan Pelatihan monitoring kualitas air menggunakan alat analisis portabel pengukuran pH, TDS, kadar besi dan Test Kit bakteri E-Coli. Evaluasi Kegiatan terdiri dari pemberian kuisoner yang berjumlah 7 pertanyaan sebelum dan sesudah kegiatan pada pemilik DAMIU I Three dan dua karyawanya untuk mengetahui peningkatan softskill dari mitra. Selain itu, dilakukan evaluasi peningkatan kualitas parameter air berupa pengukuran parameter pH,TDS, kadar besi dan bakteri E-Coli sehingga dapat diketahui adanya peningkatan kualitas air. Hasil menunjukan bahwa softskill mitra tentang pentingnya pretreatment dan analisis air mandiri secara berkala naik 40% menjadi 95 persen. Hasil pengujian kualitas air setelah pemasangan pretreatment dapat mengatasi pH asam (5.4) menjadi pH netral (7.4) pada air baku. Selain itu semua parameter uji air memenuhi standar (TDS=25 ppm dan tidak mengandung Fe dan E-Coli).Abstract: The I-Three Refillable Water Depot (DAMIU), a partner in the Moncongloe District, Maros, South Sulawesi, experienced problems with changes in the quality of refillable drinking water during the rainy season. The area is classified as a swampy area with high turbidity and acidic pH, which has an impact on declining sales volume and membrane filters that easily become dirty. The objective of this community service activity is to provide hard skills and soft skills to refillable water depot partners in improving product quality through assistance in installing pretreatment equipment,training in water quality analysis using portable pH, Total Dissolved Solids (TDS), iron content, and E. coli bacteria testing kits, as well as creating billboards. The methods used to solve these problems consisted of discussions, the installation of pretreatment equipment and testing, and training in water quality monitoring using portable analysis tools for measuring pH, TDS, iron content, and E. coli bacteria test kits. The activity evaluation consisted of administering a questionnaire with 7 questions before and after the activity to the owner of DAMIU I Three and two of his employees to determine the improvement in the soft skills of the partners. In addition, an evaluation of the improvement in water quality parameters was carried out in the form of measuring pH, TDS, iron content, and E. coli bacteria parameters so that the improvement in water quality could be determined. The results showed that the partners' soft skills regarding the importance of pretreatment and regular independent water analysis increased by 40% to 95%. Water quality testing after installing pretreatment showed that acidic pH (5.4) was neutralized to neutral pH (7.4) in the raw water. Additionally, all water test parameters met standards (TDS=25 ppm and no Fe or E. coli).
PENINGKATAN PEMAHAMAN PETANI DESA PERIGI DALAM INOVASI PENGELOLAAN GAMBUT BERKELANJUTAN Dessy Adriani; Rujito A. Suwignyo; Erizal Sodikin; Mohamad Amin; Muhardianto Cahya; Muhammad Andri Zuliansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34764

Abstract

Abstrak: Desa Perigi memiliki wilayah dengan ekosistem gambut. Dalam praktiknya, pengelolaannya menghadapi banyak tantangan. Pelatihan dan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani tentang inovasi pengelolaan gambut berkelanjutan melalui pendekatan pelatihan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini meliputi pemberian materi, diskusi kelompok, dan identifikasi potensi lokal untuk mengembangkan praktik cerdas iklim. Kegiatan dilaksanakan di Desa Perigi, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada 10 September 2024. Mitra kegiatan ini bersama kelompok tani Desa Pergi dengan jumlah peserta 30 orang petani dan didukung oleh perangkat desa setempat. Hasil kajian menunjukkan bahwa petani telah mempelajari dan mengalami peningkatan pemahaman tentang praktik agroforestri, paludikultur, dan pengelolaan lahan tanpa bakar. Sebanyak 63,33% petani bersedia mengimplementasikan ide inovasi yang diberikan, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan modal, tenaga kerja, dan dukungan pemerintah. Kegiatan ini berhasil mengidentifikasi potensi lokal, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat komitmen terhadap pengelolaan gambut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan, edukasi masyarakat, dan strategi pengelolaan berbasis inovasi cerdas iklim dapat menjadi solusi untuk mengatasi degradasi lahan gambut. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekosistem gambut akan tetap lestari dan dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologi berkelanjutan untuk masa depan.Abstract: Perigi Village has an area with a peat ecosystem. In practice, its management faces many challenges. This training and community service aims to improve farmers' understanding of sustainable peat management innovations through Participatory Rural Appraisal (PRA)-based training approach. This method includes providing materials, group discussions, and identifying local potential to develop climate-smart practices. The activity was carried out in Perigi Village, Pangkalan Lampam District, Ogan Komering Ilir Regency, on September 10, 2024. The partners for this activity are the farmer groups in Perigi Village, with 30 participating farmers, and supported by the local village officials. The results of the study showed that farmers had learned and experienced an increase in understanding of agroforestry practices, paludiculture, and land management without burning. As many as 63.33% of farmers were willing to implement the innovation ideas provided, although there were still obstacles in the form of limited capital, labor, and government support. This activity succeeded in identifying local potential, increasing productivity, and strengthening the commitment to environmentally friendly and sustainable peat management. This approach shows that collaboration between stakeholders, community education, and climate-smart innovation-based management strategies can be solutions to overcome peatland degradation. With these steps, it is hoped that the peat ecosystem will remain sustainable and can provide sustainable economic and ecological benefits for the future. 
KELAS IBU BALITA: EDUKASI PIJAT BAYI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI TUMBUH KEMBANG BALITA Noviyati Rahardjo Putri; Friska Oktaviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33743

Abstract

Abstrak: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang dapat mendukung tumbuh kembang balita secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang teknik pijat bayi dalam forum kelas ibu balita. Kegiatan dilaksanakan di Kota Surakarta, pada 25 Juli 2025, dengan melibatkan 38 ibu balita sebagai mitra. Edukasi dilakukan melalui ceramah, demonstrasi dengan boneka peraga, serta pembagian booklet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang terdiri dari 8 soal tentang manfaat, persiapan, dan teknik pijat bayi. Hasil menunjukkan peningkatan rerata skor pengetahuan dari 62 menjadi 72. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi pijat bayi mampu meningkatkan literasi pengasuhan ibu. Kegiatan ini dapat direplikasi dan dikembangkan menjadi kelas-kelas tematik stimulasi tumbuh kembang berbasis komunitas. Kedepannya diharapkan pengabdian masyarakat dapat dirancang dalam pembentukan kelas/ kelompok kecil dan tema yang sesuai dengan tumbuh kembang bayi, misal kelas edukasi stimulasi perkembangan bayi – balita.Abstract: Infant massage is one form of early stimulation that supports optimal growth and development in toddlers. This community service program aimed to improve mothers’ knowledge of baby massage techniques through a maternal-child health class. The program was conducted at, Surakarta, on July 25, 2025, involving 38 mothers with children aged 0–60 months. The education included lectures, demonstrations using baby dolls, and booklet distribution. Evaluation was conducted using pre- and post-tests with 8 questions covering the benefits, preparation, and techniques of baby massage. The results showed an increase in the average knowledge score from 62 to 72. This indicates that baby massage education effectively enhances maternal caregiving literacy. The activity can be replicated and expanded into community-based thematic classes on child development stimulation. Future community engagement programs should be developed as small group classes with specific themes aligned with the developmental needs of infants and toddlers, such as stimulation and growth education sessions.
PENGEMBANGAN PELATIHAN KADER PEDULI STUNTING DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Siti Maryani; Bekti Yunianti; Mundarti Mundarti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31885

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia saat ini dan masih memiliki tingkat prevalensi yang tinggi. Masalah stunting ini menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan risiko kematian, penyakit, serta menghambat perkembangan mental dan motoric. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini agar kader kesehatan mampu mendampingi masyarakat agar masing-masing keluarga mampu melakukan berbagai upaya untuk mencegah stunting, Sehingga kejadian stunting dapat dicegah. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendidikan kesehatan kepada kader dan penugasan dari kader kepada masyarakat. Selanjutnya dilakukan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di desa Kalijoso dengan mitranya adalah 20 kader di Desa Kalijoso Kabupaten Magelang. Pada kegiatan ini evaluasi dilakukan melalui kuesioner berisi 20 pertanyaan dilakukan dengan melakukan pretest dan posttest, mengevaluasi proses pendampingan kader kepada kelompok masyarakat yang di dampingi, mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat yang di damping. Rata-rata pengetahuan setelah dilakukan kegiatan pengabdian mengalami peningkatan sebesar 7,5 dengan rata-rata hasil posttest sebesar 95,25. Nilai terendah 85 dan nilai tertinggi 100. Hal ini menunjukkan pengetahuan kader tentang stunting dan upaya pencegahan stunting meningkat.Abstract: Stunting is a growth disorder in children where their height is lower than the standard for their age. The stunting rate in Magelang Regency reached 37.6 percent. The results of the Nutritional Status Monitoring in 2017 showed that the stunting problem was at 28.5 percent, ranking second among the Regencies/Cities in Central Java. Stunting will affect the quality of human resources in the future (Paramashanti et al., 2016). There is a need for serious handling by the government. One strategy is to empower cadres. Cadres as active partners in the community can help tackle stunting. Therefore, it is essential to have health cadres who care about the stunting issue to assist families with infants or toddlers, in order to form families that are aware and concerned about stunting. Through this activity, we are planning to establish a Health Cadre Concerned with Stunting as a step to conduct early detection of stunting cases in family environments especially in Kalijoso Village, Secang District, Magelang Regency. It is hoped that this effort can reduce the rate of stunting while supporting the government's program in tackling stunting in Indonesia.
PLAY AND GROW: OPTIMALISASI KEMAMPUAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PERMAINAN INOVATIF Khoirunnisa Khoirunnisa; Kurniawan Kurniawan; Nurul Mardhiah Sitio
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35265

Abstract

Abstrak: Anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang berbeda dengan anak pada umumnya. Dalam perkembangan anak berkebutuhan khusus harus mendapat dukungan. Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki keterbatasan, yang dapat berdampak negatif pada tumbuh kembangnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang terapi bermain dalam meningkatkan status perkembangan anak berkebutuhan khusus. Kegiatan edukasi dilakukan secara daring melalui platform zoom meeting pada tanggal 12 Juni 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang. Metode evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test sebanyak 10 pertanyaan melalui google formulir. Hasilnya menunjukan adanya peningkatan rata-rata skor sebanyak tiga poin pada aspek pengetahuan. Sedangkan aspek kemampuan, sebanyak 30 dari 35 peserta (85,7%) dapat mendemonstrasikan terapi bermain berdasarkan hasil observasi. Edukasi terapi bermain sebagai strategi yang efektif dan relevan dalam upaya meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok dalam mendukung intervensi yang holistik bagi anak berkebutuhan khusus.Abstract: Children with special needs have different needs from children in general. In the development of children with special needs, they must receive support. Children with special needs are children who have limitations, which can have a negative impact on their growth and development. This activity aims to increase the community's knowledge and skills in play therapy to improve the developmental status of children with special needs. Educational activities were carried out online through the Zoom meeting platform on June 12, 2024, with a total of 35 participants. The evaluation method was carried out with a pre-test and post-test of 10 questions via Google Forms. The test results showed an increase in the average score of three points. Meanwhile, in terms of ability, 30 of the 35 participants (85.7%) were able to demonstrate play therapy based on observation. Play therapy education is an effective and relevant strategy in an effort to increase the capacity of individuals and groups in supporting holistic interventions for children with special needs.
PENERAPAN TEKNOLOGI OTOMATIS PASTEURISASI SUSU KAMBING DENGAN VARIAN RASA UNTUK MENINGKATAKAN DAYA KONSUMSI PADA SISWA Novianda Novianda; Rizalul Akram; Fadhliani Fadhliani; Rahmansyah S; Auliyah Balqis Ananta; Lindu Tsunami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35257

Abstract

Abstrak: Susu kambing merupakan salah satu susu terbaik yang dihasilkan hewan, dapat dikonsumsi langsung atau dimasak, namun terdapat masalah ketika proses pemerahan dan susu mudah basi. Tujuan Pengabdian mengatasi permasalahan tersebut. Metode pelaksanaan dilakukan 4 tahap yaitu, pertama tahap pra kegiatan dilakukan sosialisasi dan analisis permasalahan mitra, kedua tahap pelaksanaan dilakukan workshop dan diskusi mengajarkan mitra cara peggunaan mesin pasteurisasi untuk produksi susu dengan suhu 65 OC dan memberikan varian rasa, ketiga tahap evaluasi dilakukan peningkatan Soft Skill mitra, ke empat tahap monitoring aktifitas produksi. Mitra pengabdian terdiri dari 2 kelompok yaitu mitra peternak etawa berjumlah 10 orang dan mitra Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Aceh Tamiang berjumlah 35 orang. Hasil peningkatan yang telah tercapai dalam kegiatan yaitu aspek produksi yang sebelumnya 75% meningkat menjadi 85%, aspek manajemen usaha dan pemasaran sebelumnya 80% meningkat menjadi 87% dan testimoni hasil produksi susu kepada siswa sekolah sebelumnya 75% meningkat menjadi 90%.Abstract: Goat milk is one of the best types of milk produced by animals. It can be consumed directly or cooked, but there are problems with the milking process and the milk spoils easily. The purpose of the community service program is to address these issues. The implementation method consists of four stages. The first stage is a pre-activity stage, which involves socialization and analysis of the partner's problems, The second stage involved workshops and discussions teaching partners how to use pasteurization machines for milk production at a temperature of 65°C and providing flavor variants, The third stage of evaluation involved improving the soft skills of partners, while the fourth stage involved monitoring production activities. The partners consisted of two groups, namely 10 Etawa goat farmers and 35 students from Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Aceh Tamiang. The improvements achieved in these activities include an increase in production from 75% to 85%, an increase in business management and marketing from 80% to 87%, and an increase in student testimonials on milk production from 75% to 90%.